√ Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia Beserta Penjelasannya

Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia Beserta Penjelasannya

Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia Beserta Penjelasannya – Pada saat ini Islam telah menjadi agama mayoritas di negeri tercinta Indonesia. Melihat akan hal tersebut, tentu saja ada banyak perjalanan sejarah yang telah di lalui olehnya. Di masa lalu, ada banyak juga kerajaan Islam di Indonesia yang telah berdiri.

Bahkan peninggalan kerajaan islam di Indonesia masih berlangsung selama berabad-abad hingga saat ini. Dan untuk mengenal beberapa sejarah serta peninggalannya, simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia Beserta Penjelasannya

Menurut sejarah tertulis, yang banyak di kenal sebagai kerajaan pertama Islam di Indonesia adalah kerjaaan Samudra Pasai yang di dirikan oleh Sultan Malik As-Saleh pada sekitar abad ke 13 M. Sultan Malik As-Saleh ini juga di kenal dengan gelarnya Merah Silu. Sedangkan letak kerajaan sendiri berpusat di Barat, yakni Sumatra dan sekitar Aceh.

Kerajaan ini banyak di sebut-sebut sebagai salah satu kerajaan terbesar juga. Dengan lokasinya yang stategis, tidak heran jika banyak yang sudah sempat singgah ke sana. Diantaranya seperti Ibnu Batutah. Selain itu, armada Cheng Ho juga punya sejarah perjalanan di kerajaan ini. Namun, di samping kerajaan ini, ternyata ada versi lain tentang kerajaan Islam di Indonesia pertama.

Versi yang satu ini menyatakan bahwa kerajaan pertama adalah kerajaan Perlak yang di dirikan di aceh bagian timur ada tahun 840 M. Raja pertama kerajaan ini adalah Sultan Alaidin Syeh Maulana Abdul Azizi Syah. Awalnya kerajaan ini beraliran Syi’ah dan kemudian berganti menjadi kerajaan Sunni.

Kerajaan Islam di Indonesia Timur

Sebagaimana di ketahui bersama, kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan yang letaknya ada di barat. Lalu, bagaimana dengan wilayah timur Indonesia? Adakah kerajaan Islam di sana? Jawabannya tentu saja ada karena di masa lalu, Islam telah menyebar di seluruh penjuru Nusantara. Dan kerajaan Islam di Indonesia Timur ini lokasinya ada di Sulawesi.

Kerajaan Islam tersebut merupakan kerajaan Gowa Talo dan Ternate Tidore. Untuk kerajaan pertama, yakni Gowa dan Talo, hanya bertahan selama 3 generasi atau dengan 3 raja saja. Raja pertamanya yang memeluk Islam adalah Sultan Alauddin dan raja kedua merupakan Sultan Hasannudin. Raja ketiganya adalah Mapasomba yang berhasil di kalahkan oleh Belanda.

Kerajaan Islam yang kedua, bernama Tertate dan Tidore merupakan dua kerajaan dengan penghasil rempah-rempah yang tinggi. Kerajaan ini sudah mengguakan sebutan Sultan untuk para Rajanya. Namun, akhirnya pada tahun 1575 pun berhasil di kalahkan oleh portugis.

Kerajaan Besar Islam di tanah jawa

Di Jawa, Islam menyebar luas dengan baik karena penyebarannya di dukung oleh Walisongo. Tentu saja di sini juga berdiri banyak sekali kerajaan besar yang berhasil mencapai puncak kejayaannya masing-masing yang masih ada peninggalan kerajaan islam sampai saat ini. Dan diantara nama-nama kerajaan Islam di Indonesia yang terbesar, khususnya di tanah Jawa adalah sebagai berikut.

1. Kerajaan Demak

Selain sebagai kerajaan yang besar, Demak merupakan kerajaan di tanah Jawa yang pertama setelah runtuhnya Majapahit dengan raja pertamanya Raden Patah. Kala itu berdirinya Demak di dukung oleh Walisongo juga ketika perebutan kekuasaannya mengerucut pada dua penerus. Kerajaan Demak merupakan salah satu kerajaan yang begitu jaya dan sejarahnya tersohor hingga sekarang.

2. Kerajaan Mataram

Tidak hanya demak, kala itu juga ada satu kesultanan yang begitu besar. tentunya ini adalah generasi setelah kesultanan Demak berakhir, dengan nama kesultanan Mataram. Kesultanan Mataram ini berhasil menguasai berbagai wilayah penting di Jawa. Namun, akhirnya kerajaan pun tepisah menjadi dua. Meski demikian, keduanya berdiri sendiri dan tidak bisa dikatakan sebagai penerusnya.

Kerajaan Islam yang masih eksis hingga sekarang

Berbicara mengenai kerajaan yang masih eksis hingga sekarang ada dua kerajaan yang tercatat dalam sejarah sebagai pecahan dari kerajaan Mataram. Setelah Mataram mengalami keruntuhan, akhirnya wilayahnya di bagi menjadi dua yakni kesultanan yogyakarta dan Kesunanan Surakarta. Saat ini keduanya masih eksis dan berjalan secara terpisah.

Kedua kerajaan ini di akui oleh Belanda kala itu sebagai sebuah kerajaan yang mengatur rumah tangganya sendiri. Sedangkan pemisahannya di lakukan ada tahun 1755 dengan perjanjian Giyanti. Sedangkan untuk gelar rajanya, untuk kesultanan Yogyakarta sang raja di panggil dengan sultan. Sedangkan kesunanan Surakarta di panggil Sunan.

Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia

Adanya catatan sejarah kerajaan Islam di Indonesia ini tentu saja di ketahui dari berbagai sumber. Salah satunya adalah peninggalan sejarahnya.

Berikut Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia

1. Kerajaan Samudra Pasai

Sebagai kerajaan Islam yang pertama kali berdiri, tentu saja bisa di katakan bahwa kerajaan yang satu ini memang sangatlah bersejarah. Pasalnya, kerajaan ini meninggalkan batu nisan Sultan Malik As-Saleh yang memiliki nilai sejarah tinggi terhadap Islam di masa kini.

2. Kerajaan Demak

Meski bukan kerajaan yang pertama di Nusantara, namun Demak merupakan daftar kerajaan pertama di tanah Jawa. Kerajaan Demak juga merupakan kerajaan yang telah mencakup wilayah cukup luas. Adapun salah satu peninggalannya adalah Masjid Agung Demak yang hingga kini masih banyak di kunjungi. Terutama umat muslim yang berziarah ke sana. Tempat ibadah ini dianggap sebagai peninggalan kerajaan islam di Indonesia yang masih lestari dan ramai dikunjungi hingga saat ini.

3. Kerajaan Banten

Kerajaan Banten didirikan pertama kali oleh Sunan Gunung Jati. Kerajaan ini pernah mencapai masa kejayaannya pada kepemimpinan Sultan Agung Tirtayasa. Sedangkan peninggalannya adalah menara Banten. Menara ini sudah cukup tua karena sudah di bangun sejak abad ke 16. Selain sebuah menara, kerajaan ini juga meninggalkan keraton Surosowan.

4. Kerajaan Mataram

Sebagaimana di sebutkan sebelumnya, kerajaan yang satu ini termasuk salah satu kerajaan terbesar dengan banyak peninggalan. Dan diantara peninggalan kerajaan Mataram adalah masjid, kompleks makam, dan karya sastra. Selain itu, dua kerajaan yang masih eksis di masa sebelumnya telah di bahas juga bisa di katakan sebagai salah satu peninggalan kerajaan islam di Indonesia.

5. Kerajaan Makassar

Selanjutnya adalah peninggalan kerajaan Makassar terletak kerajaan islam di sulawesi. Dalam hal ini kerajaan tersebut juga bisa di katakan memiliki beberapa peninggalan penting. Diantaranya adalah sebuah benteng yang memiliki nama Benteng Somba Opu. Selain itu ada juga lontaraq yang menggambarkan tradisi tulis mereka karena kerajaan ini memang memiliki kebudayaan yang sudah sangat maju.

6. Kerajaan Ternate Tidore

Kerajaan Islam di Indonesia dan peninggalannya yang berasal dari bagian timur adalah kerajaan Ternate dan Tidore. Peninggalan kerajaan islam Ternate Tidore adalah adanya masjid dan istana. Salah satu masjidnya adalah masjid Kaitetu yang cukup mirip dengan bangunan masjid di tanah Jawa. Sedangkan istana di sini merupakan Istana tempat tinggal Sultan bersama keluarganya.

7. Kerajaan Aceh

Salah satu peninggalan penting kerajaan Aceh yang begitu terkenal adalah masjid baiturrohman. Masjid ini sudah mengalami perbaikan beberapa kali sejak pembangunan tahun 1291 M. Selain masjid yang satu ini, kerajaan Aceh juga meninggalkan makam Sultan, loncen Cakradonya dan taman Putroe Phang.

Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia Beserta Penjelasannya

 

8. Kerajaan Kalimantan

Kesultanan Pasir (1516). Kesultanan Paser (yang sebelumnya bernama Kerajaan Sadurangas) adalah sebuah kerajaan yang berdiri pada tahun 1516 dan dipimpin oleh seorang wanita (Ratu I) yang dinamakan Putri Di Dalam Petung.Kesultanan Banjar atau Kesultanan Banjarmasin (berdiri 1520, masuk Islam 24 September 1526, dihapuskan Belanda 11 Juni 1860, pemerintahan darurat/pelarian berakhir 24 Januari 1905) adalah sebuah kesultanan wilayahnya saat ini termasuk ke dalam provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia.

Demikian informasi tentang Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia Beserta Penjelasannya yang menjadi cikal bakal penyebaran agama islam di Indonesia. Dengan adanya raja-raja atau para penghuni kerajaan yang memeluk agama Islam, maka rakyatnya juga berbondong-bondong ikut memeluknya.

√ Kisah Nabi Yahya As Dan Kedekatannya Dengan Para Hewan

Kisah Nabi Yahya As Dan Kedekatannya Dengan Para Hewan

Kisah Nabi Yahya As Dan Kedekatannya Dengan Para Hewan – Pada pembahasan kali ini Pengetahuan Islam akan menceritakan tentang Kisah Nabi Yahya. Bahwa mu’jizat yang di miliki oleh Nabi Yahya sudah nampak saat beliau masih kecil. Untuk lebih lengkap dan jelasnya silahkan lihat artikel di bawah ini.

Kisah Nabi Yahya As Dan Kedekatannya Dengan Para Hewan

Nabi Yahya As adalah putra semata wayang dari Nabi Zakaria As. Memang, saat  Nabi Zakaria As di karuniai putra sudah menginjak usia berlanjut. Karena, Allah memberikan kebesaran tersendiri untuk Nabi Zakaria As dalam kehidupannya dengan di hadirkan nya Nabi Yahya As.

Kisah Nabi Yahya As Di Waktu Kecil

Nama Yahya, adalah nama yang langsung di berikan dari Allah. Di jelaskan di dalam kitab Al-quran dalam surat Maryam ayat 7. Bahwasanya kelak akan di lahir kan seorang Nabi yang lahir dari keturunan seorang Nabi yaitu Nabi Zakaria As.

Saat Nabi Yahya As masih kecil, beliau hanya memprioritaskan untuk belajar. Jadi semua yang dilakukan oleh Nabi Yahya di masa pertumbuhan adalah sesuatu hal yang bermanfaat dan tidak merugikan dirinya sendiri. Nabi Yahya begitu tekun dan rajin dalam urusan ilmu keagamaan. Bahkan, karena ketekunannya, beliau pun menolak saat di ajak bermain ria dengan temanya,  dengan tegasnya beliau pun memberi pengetahuan kepada temanya, bahwa, kita di ciptakan oleh Allah bukanlah untuk bermain main, melainkan untuk beribadah kepadanya.

Dalam suatu peristiwa, saat temanya asik bermain menyiksa seekor binatang,   akan tetapi Yahya malah sebaliknya, beliau selalu baik dalam menyikapi binatang binatang yang ia temui, beliau selalu memberi kasih sayang terhadap hewan hewan, Hal inilah yang membuat Nabi Yahya di segani dan di hormati oleh para binatang-binatang. Karena kebiasaan yang mulia yang beliau terapkan sejak dini. Nabi Yahya pun tumbuh menjadi dewasa dengan di sertai Akhlak yang luhur dan saling menyayangi terhadap sesama makhluk.

Kedekatan Nabi Yahya Dengan Para Hewan

Di ceritakan pada suatu hari, saat Nabi Yahya As sedang menyendiri dan bermunajat berdo’a kepada Allah di suatu Gurun. Beliau melakukan semua ini, karena kecintaan beliau kepada Allah subhanallahu wataala. Saat beliau  memohon kepada Allah, Nabi Yahya pun tak kuasa menahan air matanya.

Sehingga Hal ini mendorong semua para binatang untuk berdiam seketika untuk menghormati Nabi Yahya yang sedang bermunajat kepada Allah.

Semua binatang yang ada di gurun, ternyata sudah mengetahui bahwa Nabi  Yahya yang sedang memohon kepada Allah di atas gurun. Kemudian semua Binatang yang ada, memilih untuk menjauh dari Nabi Yahya karena menghormati beliau yang sedang bermunajat kepada Allah.Supaya tidak terganggu saat bermunajat kepada Allah, hal inilah yang menjadi salah satu mu’jizat Nabi yahya As.

Adapun makanan Nabi Yahya salah satunya adalah hewan belalang. Untuk minumannya beliau mengambil langsung dari sungai yang ada. Dari sini lah, Nabi Yahya As menyadari bahwa makhluk ciptaan Allah yang banyak menerima nikmat adalah manusia. Kemudian Nabi Yahya As menyimpulkan peristiwa yang di alaminya, bahwa kekayaan yang sejati adalah kekayaan hati dengan ikhlas menerima semua pemberian dari Allah swt.

Kisah Nabi Yahya saat berbincang dengan Iblis.

Di kisah kan Pada suatu hari, ketika sosok iblis mendatangi Nabi Yahya As, Kedatangannya tersebut bermaksud untuk membujuk Nabi Yahya dengan cara memberikan nasihat kepada beliau. Namun Nabi Yahya tau maksud dan tujuan iblis memberi nasihat kepada beliau, yaitu menggoda beliau. Usaha iblis pun untuk menggoda Nabi Yahya gagal, karena Nabi Yahya yakin akan kedustaan Iblis.

Kemudian iblis pun pergi meniggalkan Nabi Yahya As, karena merasa gagal untuk membujuk Nabi yahya. Dengan harapan di Kemudian hari iblis mampu membujuk Nabi Yahya As. Tibalah waktu yang di nanti nantikan iblis, ia pun kembali menemui Nabi Yahya dengan tujuan yang sama. Namun upaya iblis untuk menggoda Nabi Yahya teryata tidak berhasil lagi, karena Nabi Yahya adalah makhluk yang di jaga oleh Allah swt.

Kisah Nabi Yahya As Dan Kedekatannya Dengan Para Hewan

Kisah Nabi Yahya yang Menentang Raja Herodes

Kota Yerusalem, yang saat itu di pimpin oleh raja Herodes, merupakan kerajaan yang rancang oleh bangsa Romawi. Pada saat itu, ketika sang raja berkeinginan untuk menikahi seorang wanita yang masih termasuk kerabat sendiri, yaitu putri Hirodia.

Raja Herodes pun sungguh sangat jatuh hati kepada Hirodia. Karena paras wajahnya yang membuat hati para laki-laki jatuh hati padanya. Hal inilah yang membuat Raja Herodes di buat tak berdaya olehnya. Sesungguhnya, Raja Herodes sudah mengetahui akan hukum menikahi kerabat sendiri. Yaitu termasuk hal yang terlarang dalam tuntunan kitab Taurat. Akan tetapi, Hirodia bersedia untuk di persunting.

Sebenarnya, penasehat kerajaan sudah mengingatkan raja Herodes, akan tetapi semuanya masih saja keras kepala untuk melanjutkan ke pernikaha.

Ketika Nabi Yahya As datang untuk menemui raja Herdoes. Namun, kedatangan Nabi Yahya untuk mengingatkan, justru membuat Hirodia terpukul. Karena kejadian tersebut, tentu membuat raja Herdoes marah besar terhadap Nabi Yahya. Raja Herdoes pun memerintahkan pasukannya untuk menangkap dan ingin membunuhnya. Dengan tenangnya, saat Nabi Yahya di tahan oleh prajurit , Nabi Yahya As bahkan tidak memberikan perlawanan sedikitpun, karena Nabi Yahya As yakin, akan di jaga oleh Allah swt.

Selanjutnya, Nabi Yahya As dibawa para  pasukan Raja Herodes untuk menerima hukuman mati. Hirodia pun amat senang dan meminta kepala Nabi Yahya di bawa di hadapannya. Namun apa yang terjadi, Azab Allah pun turun di waktu itu juga untuk Raja Herdoes dan keluarganya, semuanya di rubah oleh Allah menjadi seekor hewan, Na’udubillah.

Singkat cerita, Nabi Yahya As pun meninggal di Yerusalem, dan jasad beliau di istirahatkan di Masjid Umayyah Syiria. Kepergian Nabi Yahya As membuat semua kaumnya merasa bersedih dan kehilangan. Nabi Yahya As adalah merupakan sosok kekasih Allah yang sangat arif, lembut dan bijaksana. Sampai detik ini pun, makam beliau masih ada dan berada di Masjid Agung Damaskus.

Demikianlah Kisah Nabi Yahya As Dan Kedekatannya Dengan Para Hewan semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita.

√ Kisah Nabi Sulaiman Serta Mu’jizatnya yang Menginspirasi

Kisah Nabi Sulaiman Serta Mu’jizatnya yang Menginspirasi

Kisah Nabi Sulaiman Serta Mukjizatnya yang Menginspirasi – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Kisah Nabi Sulaiman. yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan kisah nabi Sulaiman yang menjadi raja, setelah wafatnya raja jalut dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih Lengkapnya silahkan simak Artikel berikut ini.

Kisah Nabi Sulaiman Serta Mukjizatnya yang Menginspirasi

Nabi Sulaiman AS merupakan utusan Allah SWT yang telah di beri amanah menjadi raja menuntun para kaum Bani Israel di Palestina. Sebagai seorang rasul dan nabi, tentunya Nabi Sulaiman AS memiliki banyak keistimewaan dan kisah yang menarik dapat kita pelajari.

Tahukah anda siapa Nabi Sulaiman AS? Beliau merupakan raja yang menguasai atas manusia dan mahluk allah yang lainya, seperti jin dan hewan. Dikisahkan pula, Nabi Sulaiman AS memiliki istana yang indah dengan dibangun oleh pasukan bangsa jin dalam waktu satu malam. Selain itu, Nabi Sulaiman AS memiliki kisah menarik dengan seekor semut, burung hud-hud, dan  ratu bilis dari Negeri Saba.

Tentang Nabi Sulaiman AS

Nabi Sulaiman bin Daud bin Aisya bin Awid merupakan nabi yang ke delapan belas yang hidup antara tahun 975-935 M. Beliau merupakan putra kandung dari Nabi Daud AS yang diangkat menjadi nabi dan rasul sekitar tahun 970 M.

Tanda-tanda kenabian Nabi Sulaiman sudah nampak sejak kecil. Di usianya yang baru menginjak sebelas tahun, beliau telah menunjukkan kecerdasan dan kematangan berpikir. Hal itu juga nampak ketika nabi sulaiman ikut dengan ayahnya menghadiri sidang peradilan yaitu antara dua orang yang sedang bersengketa.

Salah seorang mengatakan bahwa, ladangnya telah dimasuki oleh kambing milik tetangganya. Oleh sebab itu, kebun yang sebentar lagi  panen rusak karna ulah para kambing. Setelah menimbang-nimbang, nabi daud pun memutuskan agar si pemilik kambing menyerahkan hewan pliharaannya sebagai ganti rugi atas rusaknya lahan.

Lalu Nabi Sulaiman merasakan apa yang ditentukan sang ayah kurang tepat. Maka dari itu beliau mengusulkan kepada ayahnya, bahwa kebun yang telah rusak diserahkan kepada pemilik kambing untuk diperbaiki. Sedangkan kambing-kambing tersebut diserahkan kepada pemilik ladang untuk dipelihara, kemudian diambil manfaatnya hingga kebunnya kembali seperti  semula.

Sehingga, tidak ada pihak yang  merasa terlalu dirugikan atau diuntungkan. Pendapat Nabi Sulaiman AS pun disambut dengan baik oleh kedua belah pihak dan para hadirin. Begitulah sekilas tentang kisah Nabi Sulaiman saat remaja dalam menunjukan ketajaman berpikir dan kebijaksanaanya.

Keistimewaan dan Mukjizat Nabi Sulaiman AS

Mukjizat Nabi Sulaiman AS yang paling mashur yaitu beliau mampu memerintah bangsa para jin, berbicara dengan hewan dan mampu menundukan angin.

Atas izin Allah SWT, Nabi sulaiman mampu terbang kemanapun sesuai keinginannya. Selain itu nabi Sulaiman AS juga mempersingkat waktu perjalananya, yang tadinya di tempuh dalam jangka satu bulan menjadi sebentar.

Selain itu, dalam Al-quran Surat Saba’ ayat 12 disebutkan bahwa Nabi Sulaiman AS juga mampu mengalirkan cairan tembaga yang ada di perut bumi. Beliau memanfaatkan cairan itu untuk keperluan rakyatnya. Seperti membangun gedung-gedung, benteng pertahanan, dan lain sebagainya.

Beliau pun pernah menggatakan kepada rakyatnya akan datangnya Nabi sekaligus rasul terakhir yang bernama Ahmad atau Muhammad dan akan munculnya Dajjal di akhir zaman. Selain dari itu, masih banyak mukjizat-mukjizat yang dimiliki oleh nabi sulaman AS.

Kisah Berdirinya Istana Nabi Sulaiman AS

Setelah wafatnya Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman pun mewarisi kekayaan dan kerajaan sang ayah. Setelah cukup umur, beliau angkat menjadi raja untuk memerintah Bani Israil di wilayah Palestina, Istana yang ditempati beliau pun begitu megah dan indah.

Pada suatu hari, diceritakan bahwa istana Nabi Sulaiman itu dibangun oleh bangsa manusia, jin dan hewan. Merekapun saling berkerjasama untuk menyelesaikan kediaman Nabi Sulaiman AS yang sangat luas, mulai awal pembangunan sampai jadilah istana yang indah dan megah.

Keindahan istana nabi Sulaiman ini memang tak tertandingi. Dindingnya saja terbuat dari batu pualam, sedangkan pintu dan tiangnya berasal dari bahan emas, atapnya dari perak, sedang hiasan serta ukirannya berasal dari bahan intan, berlian, dan mutiara. Bahkan lantainyapun terbuat dari emas dan kaca.

Kisah Nabi Sulaiman AS dengan Pasukan Semut

Pada waktu itu, Nabi Sulaiman AS beserta rombongannya melakukan perjalanan ke desa Thaif. Ketika dalam perjalanan, Nabi sulaiman mendengar suara seekor semut yang sedang kepanikan. Karena ada pasukan Nabi sulaiman yang hendak melintasinya.

Melihat pristiwa ini, raja semut pun memerintahkan kepada semut lainnya untuk berlindung ke sarangnya masing-masing, agar tidak terinjak-injak. Mendengar kepanikan sang raja semut, Nabi Sulaiman pun langsung tertawa. Kemudian beliau meminta rombongannya untuk berhenti sejenak. Pengikutnya pun jadi kebingungan dan bertanya-tanya kenapa tiba-tiba mereka harus berhenti mendadak sedangkan perjalanan yang ditempuh masih jauh.

Nabi Sulaiman pun menjelaskan kepada pengikutnya apa yang telah beliau dengar dari raja semut dan pasukannya. Atas perintah beliau, akhirnya para pasukan itu pun menunggu sampai para semut itu masuk ke sarangnya lalu melanjutkan perjalanannya lagi.

Kisah Nabi Sulaiman Serta Mu’jizatnya yang Menginspirasi

Kisah Nabi Sulaiman AS dengan Burung Hud-Hud

Pada suatu hari, beliau Nabi sulaiman mengundang seluruh bala tentaranya yang terdiri dari manusia, jin, dan para binatang, semua jenis  hewan hadir terkecuali hud-hud.

Karena merasa jengkel dengan ketidakhadiran hud-hud, beliau pun berencana ingin menghukum hud-hud. Hal tersebut tercantum dalam Surah An-Naml ayat 21 yang berbunyi,

“Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.”

Setelah ditunggu lama oleh Nabi Sulaiman AS kemudian hud-hud pun datang.  Karna burung hud-hud datang dengan membawa sebuah kabar yang penting, maka Nabi sulaiman pun tak jadi menghukumnya.

Hewan bersayap itu mengaku melihat sebuah negeri subur yang diperintah oleh seorang perempuan. Perempuan tersebut memiliki kerajaan dan singgahsana yang besar. Akan tetapi dia dan rakyatnya tidak menyembah Allah SWT, melainkan meyembah matahari.

Sang nabi pun sempat meragukan penjelasan si burung. Untuk membuktikan kebenarannya, beliau memerintahkan kepada hud-hud untuk menyampaikan sehelai  surat untuk negri tersebut.

Kisah Nabi Sulaiman AS dengan Ratu Balqis

Setelah mendapat perintah dari Nabi Sulaiman AS, burung hud-hud pun langsung terbang ke Negeri Saba, untuk menyampaikan surat dari nabi sulaiman. Sesampainya hud-hud di negri Saba, kemudian hud-hud  menjatuhkan surat yang dibawanya ke Ratu Balqis. Wanita itu lantas membaca surat tersebut :

“Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, surat ini kusampaikan dariku, Sulaiman. Janganlah kamu bersikap sombong terhadapku dan menganggap dirimu lebih tinggi dariku. Datanglah kalian kepadaku untuk berserah diri.”

Sang ratu pun memberitahukan isi surat tersebut kepada pembesar-pembesar negerinya dan meminta pertimbangan mereka. Para petinggi pun berkata siap mengangkat senjata karena Negeri Saba memiliki pertahanan yang kuat dan pasukan yang besar. Namun semua itu kembali kepada sang ratu.

Sebagai bentuk iktikad baik, Ratu Balqis memutuskan untuk mengirim hadiah kepada nabi Sulaiman. Setibanya utusan-utusan ratu di kerajaan Nabi Sulaiman AS, mereka diperintahkan untuk membawa pulang hadiah itu kepada ratunya.

Beliau pun meminta agar sang ratu untuk mendatangi kediaman nabi Sulaiman dan mengancam akan mengusir mereka dari Negeri Saba ketika tak bersedia untuk datang. Ratu Balqis pun setuju, lalu Nabi Sulaiman AS merintahkan salah satu pengikutnya (jin Ifrit) untuk memindahkan singgasana ratu Negeri Saba ke hadapan beliau. Dengan hanya satu kedipan mata saja istana negri saba sudah ada di hadapan nabi sulaiman.

Sesampainya di kerajaan Nabi Sulaiman AS, Ratu Balqis pun terkagum-kagum akan megahnya istana yang  dilihatnya. Ratu Bilqis pun tak menyangka jika ada istana yang menyerupai miliknya. Karena selama ini dia berpikir hanya dialah yang memiliki singasana yang indah dan megah.

Kemudian, Nabi Sulaiman AS mengajak sang ratu dan pasukannya berkeliling istana. Seiring waktu berjalan, Nabi Sulaiman  mengajak mereka untuk beriman kepada Allah SWT. Dengan Seketika Ratu Balqispun mengucap syahadat dan memeluk Agama Islam. Kemudian ratu Bilqis dipersunting oleh Nabi Sulaiman AS sehingga menjadi kerajaan yang lebih kuat lagi.

Kisah Nabi Sulaiman AS dengan Malaikat izroil

Pada masa Nabi sulaiman AS menjadi raja, Nabi Sulaiman AS mengundang seluruh tamu kenegaraan untuk menghadiri jamuan makan malam di istananya. Di pertengahan acara, tiba-tiba datang seorang pemuda lalu memandangi semua tamu satu per satu dengan tatapan yang sangat tajam.

Setelah memandangi para tamu, lalu tatapan si pemuda ini berakhir dan tertuju pada seseorang. Kemudian tamu tak diundang itu pun langsung pergi entah ke mana. Sementara itu, orang yang ditatap tadi merasa ketakutan dan ngeri.

Setelah itu, orang yang terakhir di pandang bertanya kepada Nabi Sulaiman mengenai pemuda tersebut. Lalu nabi sulaiman pun menjawab, dia adalah malaikat maut yang akan mencabut salah satu tamu yang hadir di tempat ini.

Mendengar jawaban tersebut, tamu yang bertanya tadi langsung merasa jika dirinyalah yang hendak dicabut nyawanya. Dia kemudian meminta tolong kepada nabi Sulaiman agar segera memindahkan tubuhnya dari tempat jamuan. Kemudian Nabi Sulaiman pun mengutus angin untuk membawa orang itu ke India.

Setelah tamu tadi dipindahkan, pria misterius tadi datang kembali dan menanyakan keberadaan orang tadi yang akan dicabut nyawanya kepada Nabi Sulaiman AS. Beliau pun menceritakan kejadian sebenarnya kepada malaikat.

Mengetahui hal itu, malaikat izroil langsung menuju India untuk menjalankan perintah Allah SWT, yakni mencabut nyawa. Kedatangannya pun membuat tamu yang dipindahkan angin tadi kaget bukan main. Meski berusaha menghindar, ternyata datangnya ajal tak bisa dihentikan atau di tunda.

Kisah Nabi Sulaiman AS – Makam di Yerusalem

Pada suatu hari, Nabi Sulaiman AS sedang mengawasi kawanan jin yang disuruhnya bekerja. Para jin  pun tak berani menoleh ke arah Nabi sulaiman AS. pada Saat itu pula, malaikat izroil datang untuk mencabut nyawa beliau.

Nabi Sulaiman wafat dalam keadaan berdiri yang disanggah oleh tongkatnya.  Para Jin-jin yang tengah sibuk  bekerja tak mengetahui jika rajanya telah wafat. Selanjutnya, Allah SWT memerintahkan rayap-rayap untuk menggerogoti tongkat Nabi sulaiman AS, sehingga tubuh beliau tersungkur ke tanah.

Mengetahui hal tersebut, para jin pun berhenti bekerja, lalu menghampiri Nabi Sulaiman AS sudah dalam keadaan tak bernyawa. Innalillahi wainnailaihi roji’un.

Demikianlah kisah tentang Kisah Nabi Sulaiman Serta Mu’jizatnya yang Menginspirasi. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita.

√ Kisah Nabi Luth As Dan Turunnya Azab Bagi Kaumnya

Kisah Nabi Luth As Dan Turunnya Azab Bagi Kaumnya

Kisah Nabi Luth As Dan Turunnya Azab Bagi Kaumnya – Pada pembahasan kali ini Pengetahuan Islam akan menceritakan tentang Kisah Nabi Luth.  tentang Kisah Nabi Luth AS. Bahwa perjuangan Nabi Luth As dalam mensyiarkan agama islam mendapat cobaan yang begitu besar, sampai sampai ummat Nabi Luth di azab oleh Allah. Untuk lebih lengkapnya silahkan simak simak artikel di bawah ini.

Kisah Nabi Luth As Dan Turunnya Azab Bagi Kaumnya

Di terangkan dalam Alquran, bahwa kisah Nabi Luth AS terdapat di beberapa surat. Di antaranya adalah surat Al A’raaf ayat 80 sampai 84, surat Hud ayat 69 sampai 83, Surat Al Hijr ayat 51 sampai 77, Surat Asy Syu’araa’ ayat 160 sampai 175, Surat An Naml ayat 54 sampai 58, Surat Al ‘Ankabut ayat 28 sampai 35, Surat Ash Shaaffaat ayat 133 sampai 138, Surat Adz Dzaariyat ayat 31 sampai 37, dan Surat Al Qamar ayat 33 sampai 40.

Semua cerita Nabi luth as yang telah di paparkan di Alquran, telah kami ringkas  dengan seringkas-ringkasnya, supaya kita dengan mudah memahami moral dan kesabaran nabi luth as dalam menyebarkan agama Allah pada kaumnya.

Sekilas Kisah Nabi Luth AS

Nabi Luth As adalah merupakan keponakan Nabi Ibrahim As, yang nama ayah beliau adalah Haran bin Azar dan saudara kembarnya yaitu Nahor. Dalam runtutan keturunan tersebut, beliau masih ada hubungannya yang erat dengan Syam, karena beliau merupakan salah satu anak laki-laki dari Nabi Nuh As.

Nabi Luth As sendiri menikah dengan Waliah yang kemudian di karuniai dua anak yang bernama Raitsa dan Zaghrata. Beliau dan keluarganya tinggal di sebuah daerah yang di sebut sebagai daerah sodom, dan untuk saat ini daerah tersebut berada di kota Yordania.

Namun, sebelum Nabi Luth As dan keluargannya tinggal di daerah sodom, beliau pernah tinggal di daerah Kan’an.  Karena profesi Nabi Luth As sebagai peternak dan penggembala maka membuat Nabi Luth As dan keluarganya memilih untuk tinggal di daerah Sodom. Karena, di daerah sodom masih banyak lahan kosong yang subur yang terletak di pinggir Sungai Yordania. Di sela-sela kesibukanya, Nabi Luth As masih bisa meluangkan waktunya untuk bersosialisali kepada daerah sodom guna mensyiarkan agama Allah.

Kebiasaan Buruk Kaum Sodom

Di dalam lingkup kota Sodom terdapat salah satu tempat Pentapolis yang berada di sekitar sungai Yordania. Karena di kota sodom ini masih beraliansi dengan Amorah, Zoara, Admah, dan Zeboiim untuk bidang perdagangan dan kebudayaan. Sehingga, masyarakat setempat memiliki kondisi ekonomi, dan mata pencaharian, yang sangat baik dan elastis dalam mengembangkan perekonomiannya,

Kota Sodom adalah merupakan salah satu kota yang memiliki ekonomi yang pesat di bandingkan kota yang lainnya. Mayoritas semua penduduk kota sodom menjalanka usaha beternak, bertani, dan berdagang. Karena tanah yang subur, membuat hasil jerih payahnya pun terbayar lunas.

Namun, walaupun kota sodom di beri keberkahan dan kehidupan yang serba tercukupi, akan tetapi mereka enggan bersyukuri nikmat yang telah di beri oleh Allah. Karena watak serakah yang menyelimuti penduduk sodom, mereka pun sering melakukan perkara yang keji di hadapan Allah, dengan berbuat dosa semaunya sendiri. Mabuk mabukan, Zina, Judi bahkan mereka melakukan hubungan seks dengan sesama jenis dan binatang.

Kisah Nabi Luth AS Mensyiarkan Agama Allah pada Kaum Sodom

Karena kebiasaan buruk para kaum Sodom yang telah menyalahi kodrat, Allah pun mengutus seorang Nabi untuk berdakwah kepada mereka supaya mau bertaubat kepada Allah. Dan pada akhirnya Allah mengutus Nabi Luth as untuk memberi pelajaran moral terhadap kaum sodom, dan mengangkat derajat mereka.

Namun untuk merubah semuanya, tentu sangatlah berat Untuk Nabi Luth, karena  Nabi Luth as yang selalu memperoleh penolakan dan perlawanan dari kaumnya, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

Kisah Nabi Luth As Dan Turunnya Azab Bagi Kaumnya

Kisah Nabi Luth AS Didatangi Oleh Malaikat

Dikisahkan pada suatu hari, ketika Allah memberi perintah kepada tiga malaikat untuk turun ke bumi guna menyampaikan sebuah kabar baik dan sebuah kabar buruk kepada Nabi Luth As. dalam kitab Alquran di jelaskan, saat ketiga malaikat itu turun ke bumi para malaikat pun menyamar sebagai pemuda yang sangat tampan. Tujuan Pertama para malaikat adalah mendatangi Nabi Ibrahim As, yang bertempat di kota kan’an.

Nabi Ibrahim pun menjamu tamunya dengan sangat ramah. Kemudian Para malaikat tersebut mengatakan apa yang menjadi tugasnya. Yakni  memberikan kabar terhadap Nabi Ibrahim, bahwa mereka mereka diutus Allah untuk memberitahu bahwa Nabi Ibrahim As akan segera dikaruniai seorang putra yang kelak menjadi utusan Allah, yakni Nabi Ishak As. Setelah itu, Para malaikat pun menceritakan azab yang akan di turunkan terhadap para kaum Sodom.

Mendengar khobar tersebut, Nabi Ibrahim pun bersedih dan bertanya kepada malaikat, “ Lalu bagaimana dengan nasib Luth?” malaikat pun menjawab pertanyaan Nabi Ibrahim, sesungguhnya azab ya g si turunkan oleh Allah khusus untuk para kaum sodom yang suka berbuat dosa dan melakukan maksiat.

Singkat cerita, setelah para malaikat selesai menemui Nabi Ibrahim, merekapun pergi meninggalkan Nabi Ibrahim untuk menemui Nabi Luth As. Setelah tiba di kota sodom, tidak sedikit dari kaum sodom yang tertarik terhadap  ketampanannya Sampai-sampai mengikutinya sampai di rumah Nabi Luth As.

Setibanya para malaikat di rumah Nabi Luth As, beliau pun Merasa mempunyai tanggung jawab penuh terhadap keselamatan tamunya, Nabi Luth As pun kemudian meminta mereka untuk segera masuk dan istirahat di dalam rumah Nabi Luth. Dan tak lupa, Nabi Luth pun berpesan kepada keluarganya untuk merahasiakan keberadaan para tamu Nabi Luth As.

Akan tetapi, kabar bahwa kotanya telah kedatangan para pemuda pemuda tampan sudah tersebar luas. Di tambah lagi dengan kecerobohan istri Nabi Luth as yang telah membocorkan keberadaan para pemuda pemuda tampan tersebut, Karena Istri Nabi Luth tergiur dengan suapan emas. Kemudian warga yang penasaran langsung berbondong bondong me datangi rumah Nabi Luth As untuk bertemu dengan pemuda tersebut,

Setelah Nabi Luth As tau bahwa keberadaan para pemuda tersebut, lantas Nabi Luth As segera mengunci rapat-rapat rumahnya dan membuat barikade di pintunya, agar semua orang yang ingin berusaha masuk tidak bisa masuk. Nabi luth As pun memberi nasihati terhadap orang-orang yang ingin memaksa masuk karena nafsunya birahinya.

Setelah itu Para malaikat pun memberi tahu kedatangannya bahwa mereka di utus oleh Allah untuk menyampaikan kabar kepada beliau. Bahwa sesungguhnya ummat beliau akan di beri Azab ketika tidak mau bertaubat kepada Allah. Nabi Luth pun bersedih. Setelah menyampaikan kabar tersebut, kemudi para malaikat pun kembali ke tempat asalnya meninggalkan Nabi Luth.

Demikianlah Kisah Nabi Luth As Dan Turunnya Azab Bagi Kaumnya semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita.

√ Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Pandangan Islam (Lengkap)

Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Pandangan Islam

Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Pandangan Islam (Lengkap) – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Nabi dan Rasul. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian Nabi dan Rasul beserta perbedaannya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih detailnya simak artikel berikut ini.

Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Pandangan Islam (Lengkap)

Sebagai umat yang beragama khususnya islam, kita harus percaya bahwa adanya Nabi dan Rasul seperti yang tertera dalam rukun iman. Nabi dan Rasul adalah lelaki yang telah diberikan wahyu oleh Allah S.W.T.

Lantas, terletak pada perihal apa perbedaan antara Nabi dan Rasul?

Bagi Anda yang masih belum mengetahui perbedaan diantara keduanya. Berikut ini akan kami jelaskan perbedaan antara Nabi dan Rasul.

Pengertian Nabi dan Rasul

Nabi berasal dari lafadz naba, yang artinya dari tempat yang tinggi. Nabi merupakan manusia yang diberi wahyu oleh Allah SWT dengan tanpa diperintahkan menyampaikan wahyu atau risalah tersebut kepada manusia.

Sedangkan Rasul, berasal dari lafadz risalah yang artinya menyampaikan. Jadi, Rasul telah diangkat menjadi Nabi terlebih dahulu yang bertugas untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada suatu umat maupun di suatu wilayah.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Berikut ini adalah perbedaan antara Nabi dan Rasul dari berbagai aspek, antara lain:

Tingkatan Jenjang Nabi dan Rasul

Pada tingkatan derajat Rasul lebih utama dibandingkan Nabi. Hal ini dikarenakan Rasul diutus secara langsung oleh Allah S.W.T sebagai orang-orang pilihan.

Utusan Nabi dan Rasul pertama

Nabi dan Rasul memiliki perbedaan dari utusan pertamanya. Nabi pertama yang diutus oleh Allah S.W.T yaitu Nabi Adam Alaihis salam. Sedangkan Rasul pertama yang diutus oleh Allah S.W.T yaitu Nuh Alaihis salam.

Pengutusan Nabi dan Rasul

Dalam pengutusannya, Nabi diutus langsung oleh Allah S.W.T bagi kaum yang sudah beriman. Sedangkan Rasul diutus langsung oleh Allah S.W.T bagi kaum kafir maupun kaum yang sebelumnya belum beriman kepada Allah S.W.T.

Penyampaian Wahyu Nabi dan Rasul

Ditinjau dari penyampaian wahyu, Nabi menerima wahyu dari Allah S.W.T lalu digunakan untuk dirinya sendiri. Sedangkan Rasul memperoleh wahyu dari Allah S.W.T untuk disampaikan kepada suatu umat maupun di suatu wilayah.

Selain itu juga, nabi menerima wahyu melalui perantara mimpi. Sedangkan Rasul memperoleh wahyu secara langsung dari Allah S.W.T melalui mimpi atau melalui malaikat dengan cara berkomunikasi secara langsung.

Dalam Syariat

Dalam hal syariat, Nabi memiliki tugas untuk melanjutkan syariat/menguatkan syariat dari Rasul yang yang telah diutus sebelumnya. Sementara Rasul diutus langsung oleh Allah S.W.T agar dapat membawa syariat yang baru.

Jumlah Nabi dan Rasul

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban didalam shahihnya dari Abu Dzar al Ghifary berkata,

“Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. berapakah jumlah para Nabi?” Beliau SAW. bersabda, ‘124.000.’ Lalu aku bertanya berapa jumlah para Rasul? Beliau SAW. bersabda, ‘313.’ Namun demikian hadits ini tidaklah mutawatir yang mengharuskannya menjadi shahih.

Meskipun begitu, sebenarnya hanya terdapat 25 nabi dan juga rasul yang harus kita ketahui dan pelajari. Dari 25 Nabi dan Rasul tersebut terdapat 5 orang yang dijuluki sebagai Ulul Azmi. Diantaranya yaitu Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad SAW.

Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Pandangan Islam

Percobaan Pembunuhan

Nabi dan Rasul memiliki perbedaan dalam perihal percobaan pembunuhan terhadapnya. Terdapat pula Nabi yang dibunuh oleh kaumnya sendiri. Sedangkan Allah S.W.T menyelamatkan Rasul dari percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh kaumnya. Seperti contoh diangkatnya Nabi Isa Alaihis Salam saat hendak dibunuh.

Berikut ini adalah penjelasan singkatnya dapat Anda lihat pada tabel dibawah ini:

Perbedaan

Rasul

Nabi

Tingkatan JenjangJenjang lebih tinggiBerada dibawah Rasul
Utusan PertamaNuh AlaihissalamNabi Adam Alaihissalam
PengutusanUntuk kaum kafirUntuk kaum beriman
Penyampaian WahyuWajib disampaikan kepada umatTidak wajib disampaikan kepada orang lain
SyariatDiutus secara langsung oleh Allah SWT dan membawa syariat baruMelanjutkan syariat dari Rasul yang sebelumnya
Jumlah313124.000
Percobaan PembunuhanDiselamatkan oleh Allah SWT atas percobaan pembunuhanAda yang dibunuh oleh kaumnya

Selain penjelasan tersebut diatas, terdapat juga pernyataan bahwa Nabi belum tentu Rasul, sedangkan Rasul sudah pasti seorang Nabi.

Demikian artikel tentang Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Pandangan Islam (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan Anda. Terima kasih.

√ Kisah Nabi Yusuf AS yang Menjadi Seorang Penasehat Raja

Kisah Nabi Yusuf AS yang Menjadi Seorang Penasehat Raja

Kisah Nabi Yusuf AS yang Menjadi Seorang Penasehat Raja – Dalam kesempatan kali ini Pengetahuan Islam akan menceritakan Kisah Nabi Yusuf. Dalam pembahasan kali ini akan menjelaskan tentang pengaruh ketampanan Nabi Yusuf As dan salah satu mu’jizat yang di berikan kepada Nabi Yusuf yang berupa bisa menafsirkan mimpi. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat artikel di bawah ini.

Kisah Nabi Yusuf AS yang Menjadi Seorang Penasehat Raja

Nabi Yusuf AS termasuk salah satu dari 25 nabi yang wajib di kia ketahui. Nabi Yusuf adalah anak kedua belas dari Nabi Yakub AS, dan juga termasuk anak sulung dari ibunya yang bernama Rahil. Nabi Yusuf As juga memiliki adik yang bernama Bunyamin.

Di dalam Alquran, kisah Nabi Yusuf As diabadikan dalam surat kedua belas yang diambil dari namanya. Surat ini terdiri atas 111 ayat dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW di kota Makkah. Di dalam surah tersebut, secara khusus Allah menyebutkan kisah  hidup Nabi Yusuf AS sebagai kisah yang terbaik dalam Alquran.

Kisah Masa Muda Nabi Yusuf AS

Nabi Yusuf As dan saudara-saudaranya hidup di kota Haran, sebuah daerah yang termasuk dalam Negeri Kan’an. Berbeda lagi dengan kakak-kakaknya, Nabi Yusuf As dan Bunyamin sudah tidak memiliki ibu. Ibunya meninggal ketika melahirkan adiknya yang bernama buyamin.

Silsilah Nabi Yusuf

Nabi Yusuf AS, adalah putra dari Nabi ya’kub dan rahil. Nabi Yakub AS, putra dari Nabi Ishaq AS dan cucu dari Nabi Ibrahim AS.Saat memutuskan untuk menetap di Haran, Yakub menikahi Lay’ah dan Rahil, setelah beberapa tahun Nabi Yakub menikahi Bilha dan Zulfa.

Dari Lay’ah, Nabi yakub dikaruniai enam orang anak laki-laki bernama Ruubil, Syam’un, Laawi, Yahuudza, Isaakhar, dan Zabilon. Sedangkan dari Bilha ia dikaruniai Daan dan Naftaali. Dan dari Zulfa ia dikaruniai Jaad dan Asyir.

Namun rahil, tidak seperti istri Yakub lainnya, Rahil tidak kunjung memiliki keturunan meski sudah puluhan tahun menikah. Tapi berkat kerja keras dan doa, Rahil pun di karuniai anak yang bernama Yusuf dan Bunyamin.

Kisah Nabi Yusuf AS dan Zulaikha

Sudah berhari-hari Nabi Yusuf As terjebak dalam sumur, sampai akhirnya datanglah seorang pedagang yang hendak mengambil air. Kemudian Ia mengangkat Nabi Yusuf yang sudah kedinginan, Nabi Yusuf pun di beri pakaian untuk menghangatkan badanya, dan di beri pekerjaan oleh pedagang tersebut.

Seiring berjalanya waktu, Nabi Yusuf di angkat menjadi asisten pedagang tersebut. Karena ketampanan dan kecerdasan Nabi Yusuf As. Lalu Nabi Yusuf pun ikut membantu saat si pedagang mengurusi bisnisnya di istana Raja Mesir. Pada Saat itulah sang Ratu Mesir Zulaikha pertama kali bertemu dengan Nabi Yusuf As.

Sang ratu pun seketika itu langsung tertarik dengan wajah tampan milik Nabi Yusuf. Karena itu Nabi Yusuf di tebus oleh sang ratu untuk menjadi pelayan pribadinya di istana.

Karena Ketampanan sang pelayan baru di istana banyak membuat para wanita di Kerajaan Mesir tertarik menggoda Nabi Yusuf As. Bahkan. Dalam Al-quran di jelaskan, “saking tampannya, wanita yang melihat Nabi Yusuf saat mengupas apel tanpa ia sadari telah memotong jari-jari mereka.”

Semua wanita di kota Mesir tak bisa terpungkiri semuanya tergoda dengan ketampanan Nabi Yusuf As, tak terkecuali Ratu Zulaikha. Meski sudah memiliki sang suami, Zulaikha tak bisa membendung hasratnya untuk mendekati Nabi Yusuf As.

Pada suatu hari, ketika Zulaikha memanggil Nabi Yusuf ke dalam kamarnya dan menyuruh semua penjaga keluar. Nabi Yusuf pun sebagai pelayan yang baik, ia pun memenuhi panggilan majikannya tanpa ada kecurigan sedikit pun. Saat hanya mereka berdua di dalam kamar, ratu Zulaikha mulai mendekati dan menggoda Nabi Yusuf As.

Meski sudah ditolak Nabi Yusuf secara halus, Ratu Zulaikha pun tak pantang menyerah demi hasratnya. Zulaikha pun mencoba segala cara untuk merayu Nabi Yusuf. Dan pada Akhirnya  Nabi Yusuf memutuskan untuk kabur, akan tetapi Zulaikha mengejar dan mencengkeram baju Nabi Yusuf hingga robek di bagian belakang.

Kemudian suami dari Ratu Zulaikha pun mengetahuinya, Setelah mengetahui hal tersebut, sang raja pun memanggil Nabi Yusuf dan Zulaikha untuk mendengar kesaksian yang sebenarnya. Akan tetapi Ratu Zulaikha malah menuduh Nabi Yusuf hendak memperkosa dirinya.

Mendengar penjelasan Zulaikha sang raja pun Marah dan gelap mata. Akhirnya raja menjebloskan Nabi Yusuf ke dalam penjara tanpa mendengarkan  penjelasan Nabi Yusuf terlebih dahulu.

Kisah Nabi Yusuf AS yang Menafsirkan Mimpi

Salah satu dari mukjizat Nabi Yusuf As adalah kemampuannya dalam menafsirkan mimpi. Berkat kemampuan ini, Nabi Yusuf bebas dari hukuman yang di terimanya karena tuduhan ratu Zulaikha.

Diceritakan pada suatu hari, sang raja mendapat mimpi yang begitu aneh. Dalam mimpinya, ia melihat Sungai Nil begitu besar perlahan-lahan mengering. Sehingga mengakibatkan seluruh tanaman punah. Ia juga melihat sapi-sapi gemuk yang dimangsa oleh sapi-sapi yang kurus. Setelah sapi-sapi tersebut habis karena saling memakan, tiba-tiba muncul tujuh batang tanaman dan Sungai Nil pun kembali mengalir seperti semulanya.

Kemudian sang Raja menceritakan mimpi buruknya tersebut kepada ahli tafsir, penasihat, dan tabib kerajaan. Akan tetapi tidak satu pun dari mereka yang mengerti arti mimpi tersebut. Mimpi sang raja pun kemudian tersebar ke seluruh penduduk Mesir, bahkan hingga ke penjara.

Dalam masa tahanan, Nabi Yusuf As yang mengetahui arti mimpi raja tersebut meminta penjaga menyampaikan pesanya pada raja. Nabi Yusuf berkata, mimpi itu menceritakan tentang kota Mesir yang akan dilanda paceklik selama tujuh tahun. Akan tetapi, jika berhasil melewati masa kekeringan tersebut, maka tahun-tahun yang akan datang, kondisi tanah mesir akan sangat subur.

Kisah Nabi Yusuf AS yang Menjadi Seorang Penasehat Raja

Kisah Nabi Yusuf AS Menjadi Penasihat Raja

Setelah mendengar arti mimpi raja tersebut, Penasihat raja langsung panik dan bingung, kemudian sang raja meminta untuk memanggil Nabi Yusuf As untuk di mintai kejelasanya. Akan tetapi, Nabi Yusuf menolak panggilan tersebut, sebelum kasusnya diselidiki kembali.

Raja pun lalu meminta saran bagaimana cara mengatasi masalah tersebut untuk mengetahui pihak mana yang bersalah pada saat istrinya mengaku akan diperkosa. Kemudian penasihat raja pun menyarankan untuk menyelidiki pakaian Nabi Yusuf yang sudah rusak saat itu. Bila robekan pakaian tersebut di belakang berarti sang ratulah yang bersalah.

Setelah diselidiki, akhirnya Nabi Yusuf As terbukti tidak bersalah dan dibebaskan dari tuduhan. Selanjutnya Raja pun mengangkat Nabi Yusuf sebagai penasihat kerajaan, terutama dalam masalah ekonomi dan pangan.

Salah satu kebijakan yang langsung dilakukan oleh sang penasihat baru yakni Nabi Yusuf adalah membuat lumbung gandum yang sangat besar. Nabi Yusuf pun membuat waduk untuk penyimpanan air darurat serta mengatur semua konsumsi makanan masyarakat Mesir.

Lalu tibalah hari yang di mana telah di tafsirkan oleh Nabi Yusuf As, yakni musim kekeringan, tidak hanya mesir saja yang mengalami musim ini. Akan tetapi negara-negara di sekitar Mesir pun perlahan-lahan mengalami krisis pangan. Berkat kebijakan Nabi Yusuf Aa, masyarakat di Mesir justru hidup sejahtera. Bahkan mereka bisa memberi bantuan untuk negara-negara di sekitarnya.

Atas kinerja keras Nabi Yusuf dalam mengatasi krisis pangan di negara mesir, Raja Mesir kemudian mengangkat Nabi Yusuf menjadi raja muda. Nabi Yusuf pun dibuatkan sebuah istana dan memiliki wewenang atas segalanya.

Demikian tentang Kisah Nabi Yusuf AS yang Menjadi Seorang Penasehat Raja. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita.

Baca Juga

√ Kisah Nabi Ilyasa Di Angkat Menjadi Nabi Sampai Wafatnya

Kisah Nabi Ilyasa Di Angkat Menjadi Nabi Sampai Wafatnya

Kisah Nabi Ilyasa Di Angkat Menjadi Nabi Sampai Wafatnya – Dikesempatan ini Pengetahuan Islam akan menceritakan dan membahas tentang Kisah Nabi Ilyasa. Dalam pembahasan kali ini akan menjelaskan perjalanan Nabi Ilyasa dalam mengemban amanah yang di berikan kepadanya untuk memperbaiki kaum bani israil. Untuk lebih detail serta penjelasannya silahkan simak artikel di bawah ini.

Kisah Nabi Ilyasa Di Angkat Menjadi Nabi Sampai Wafatnya

Kisah Nabi Ilyasa’ As memang tidak akan pernah bisa lepas dari kisah Nabi Ilyas As, karena pada saat Nabi Ilyasa masih muda, beliau tidak pernah ketinggalan mengikuti di manapun Nabi Ilyas As berdakwah. Bahkan, bagi Nabi Ilyas As sudah menganggap Nabi Ilyasa As layaknya sebagai putra sendiri, dengan berbagai macam rintangan pun telah dirasakan oleh Nabi Ilyasa bersama Nabi Ilyas saat berdakwah menyebarkan agama Allah.

Kisah Kelahiran dan Silsilah Keluarga Nabi Ilyasa As

Dalam kisah kelahiran Nabi Ilyasa As Tidak begitu banyak sumber yang menceritakannya, seperti yang kita ketahui Nabi Ilyasa As hanya diceritakan bahwa beliau lahir dari keluarga yang sederhana. Beliau adalah putra dari Akhthub bin ‘Ajuz dengan melihat silsilahnya yang ada, Nabi Ilyasa As adalah keturunan yang ke empat dari Nabi Yusuf As. Beliau putra dari Akhthub bin Syutlim bin Ifrayi bin Yusuf As, sedangkan Nabi Ilyasa As tinggal di sekitar lembah sungai Yordania

Nabi Ilyasa As di angkat menjadi Nabi untuk meneruskan perjuangan Nabi Ilyas untuk meluruskan akidah kaum Bani Israil ke jalan yang benar. Sebab, semenjak Nabi Ilyas wafat, banyak dari kaum Bani Israil yang kembali mendurhakai kepada Allah, mereka kembali menyembah berhala dan mengingkari ajaran Nabi Ilyas As yang telah di ajarkan.

Mereka semua bahkan tidak takut akan Azab Allah dan bertindak sesukanya untuk kembali melakukan perbuatan dosa dan kemaksiatan. Pengalaman Nabi Ilyasa As pun tidak kurang sedikitpun, karena selama mendampingi Nabi Ilyas dalam berdakwah beliau selalu mengambil hikmahnya. Dari hal tersebutlah yang menjadi motifasi tersendiri bagi Nabi Ilyasa As dalam menghadapi kaum bani israil.

Kisah Nabi Ilyasa As Saat Bertemu Nabi Ilyas As

Di terangkan dari berbagai sumber, bahwasannya kisah kehidupan Nabi Ilyasa berawal dari kisah Nabi Ilyas As saat bersembunyi di rumahnya. Semua itu di sebabkan karena Nabi Ilyas di kejar-kejar oleh pasukan kaum bani israil. Karena keberanian Nabi Ilyas As untuk menentang dan meluruskan perbuatan Raja Ahab untuk meninggalkan berhala Baal. Maka dari itu raja Ahab marah, dan menyuruh para pasukannya untuk menangkap Nabi Ilyas As, Dalam pengejaran ini, beliau Nabi Ilyas As kebetulan bersembunyi di rumah Nabi Ilyasa As.

Pada saat itu, Nabi Ilyasa As masih berusia remaja dan tidak bisa apa-apa karena masih di beri penyakit oleh Allah. Meskipun sudah berusaha untuk mengobatinya, namun penyakit yang beliau derita tak kunjung sembuh. Setelah Nabi Ilyas datang, kemudian Kemudian Nabi Ilyas As di sambut dan jamu dengan sangat baik oleh keluarga Nabi Ilyasa As. Karena kebaikan keluarga Nabi Ilyasa, Nabi Ilyas pun melihat Nabi Ilyasa yang sedang menderita penyakit. Kemudian Nabi Ilyas As memohonkan kesembuhan kepada Allah untuk Nabi Ilyasa. Do’a Nabi Ilyas pun di kabulkan oleh Allah SWT,  yang mana dengan kuasa Allah Nabi Ilyasa pun langsung sembuh total dari segala penyakitnya.

Ilyasa pun sangat kagum dan terheran-heran dengan kemampuan yang di miliki Nabi Ilyas tersebut. Oleh karena itu, semenjak Nabi Ilyas memohonkan kesembuhan untuk Nabi Ilyasa, kemudian Ilyasa mengikuti ajaran Nabi Ilyas As daan beriman kepada Allah dan mulai mempelajari semua ilmu yang dimiliki oleh Nabi Ilyas As. Bahkan Ilyasa pun selalu mengikuti Nabi Ilyas kemanapun beliau pergi untuk berdakwah. Di mana pun ada Nabi Ilyas di situ juga ada Nabi Ilyasa. Sampai-sampai Nabi Ilyas As mengangkat Ilyasa sebagai putranya sendiri.

Kisah Nabi Ilyasa Di Angkat Menjadi Nabi Sampai Wafatnya

Kisah Nabi Ilyasa Berdakwah kepada Kaum Bani Israil

Setelah Nabi Ilyas wafat, kemudian Nabi Ilyasa diangkat menjadi nabi untuk meneruskan perjuangan Nabi Ilyas As dalam berdakwah. Nabi Ilyasa pun diberi tugas untuk membenahi kembali akidah kaum Bani Israil yang telah melenceng dari ajaran Nabi Ilyas As.

Pada dasarnya, saat Nabi Ilyas As masih hidup, sudah banyak dari golongan kaum Bani Israil yang beriman dan menjalankan perintah Allah swt. Namun, keadaan pun berubah secara drastis saat Nabi Ilyas wafat, mereka kembali menyembah berhala dan kembali melakukan kemaksiatan kepada Allah swt.

Sehingga pada suatu hari, Allah murka dan memberi azab kepada kaum bani israil dengan di beri musim kekeringan yang sangat lama. Dengan demikian, Nabi Ilyasa pun tidak henti-hentinya mengajak Bani Israil untuk bertaubat dan kembali beriman kepada Allah swt.

Namun, dengan adanya Azab yang di turunkan oleh Allah tidak membuat hati mereka luluh akan ajakan Nabi Ilyasa untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah swt. Semua perkataan Nabi Ilyasa di tentang oleh kaum Bani Israil, dan mereka pun menghiraukan ajakan Nabi Ilyasa untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah sebelum Allah menurunkan Azabnya yang sangat pedih. Namun, mereka semua kaum bani israil terus menghina dan mengancam akan membunuh Nabi Ilyasa  jika tidak berhenti dalam berdakwah.

Walaupun demikian, Nabi Ilyasa As tidak pernah takut dan gentar akan ancaman kaum bani israil. Nabi Ilyasa tidak akan berhenti untuk menjalankan perintah Allah. Beliau sangat sabar dalam menghadapi kaum bani israil, sampai-sampai setiap beliau menemui seseorang beliau mengajak mereka untuk bertaubat dan kembali beriman kepada Allah.

Demi memantapkan hati kaum bani israil dalam dakwahnya, Nabi Ilyasa As diberi mukjizat oleh Allah yakni bahwa Nabi Ilyasa mampu menghidupkan orang yang sudah mati. Ternyata, upaya Nabi Ilyasa As tidak sia-sia, dikit demi sedikit kaum Bani Israil mau bertaubat dan beriman kembali kepada Allah.

Kisah Wafatnya Nabi Ilyasa As

Dalam kisah ini bahwa Nabi Ilyasa As wafat pada usia yaitu sekitar kurang lebih 90 tahun yang dimakamkan di kota Palestina. Selama masa hidupnya, Nabi Ilyasa As tidak dikaruniai sorang anak oleh Allah. Walaupun demikian, untuk memperjuangkan agama islam tidak sampai hanya pada Nabi Ilyasa. Setelah Nabi Ilyasa As wafat, kemudian Allah mengangkat seorang Nabi untuk meneruskan agam Allah, Beliau adalah Nabi Yunus As.

Demikianlah Kisah Nabi Ilyasa Di Angkat Menjadi Nabi Sampai Wafatnya semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita.

√ Kisah Nabi Harun As Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Harun As Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Harun As Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat – Dalam kesempatan kali ini Pengetahuan Islam akan menceritakan tentang Kisah Nabi Harun. Dalam pembahasan kali ini menjelaskan perjuangan Nabi Harun As dengan Nabi Musa dalam berdakwah menyebarkan agama islam kepada kaum bani israil. Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel di bawah ini.

Kisah Nabi Harun As Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Nama Nabi Harun As disebutkan di dalam Al-quran sebanyak 20 kali. Beliau mempunyai nama lengkap Harun Bin Imran Bin Qahats Bin Azar Bin Lawi Bin Ya’qub Bin Ishak Bin Ibrahim. Nabi Harun As sendiri merupakan kakak Nabi Musa As. Selang Empat tahun kemudian, baru Nabi Musa hadi di tengah-tengah keluarganya.

Nabi Harun As adalah seorang utusan Allah untuk mendampingi dan membantu Nabi Musa dalam berdakwah menyebarkan agama Allah. Nabi Harun di angkat menjadi seorang Rosul guna ditugaskan untuk memberi peringatan dan mengajak kepada Fir’aun dan juga Bani Israil di Mesir menginjak jalan yang lurus, yakni ajaran Allah swt.

Nabi Harun As di anugrahi kelebihan yang sangat luar biasa, dalam beliau berbicara sangatlah pandai. Dan mempunyai pendirian yang sangat tegas dan berani. Sehingga, beliau di tugaskan untuk mendampingi Nabi Musa dalam berdakwah menegakkan ajaran Allah swt. Bahkan, kelebihannya dalam diakui oleh Nabi Musa dalam riwayatnya.

Beliau pun di tetapkan sebagai juru bicara Nabi Musa As. Tentu saja bukan tanpa ada alasan Nabi harun di nobatkan menjadi juru bicara Nabi Musa As. Pada suatu hari, saat Firaun menyuruh Nabi Musa untuk memilih api dan juga roti, pada saat itulah lidah Nabi Musa As menjadi kaku dan tidak dapat berbicara dengan fasih. Allah pun memberikan petunjuk kepada Nabi Musa untuk memilih api agar beliau selamat dari Fir’aun.

Dengan hadirnya Nabi Harun di samping Nabi Musa, bisa meringankan  beban dakwah yang dipikul oleh Nabi Musa. Bahkan, Nabi Harun As juga sering membantu dan menggantikan posisi Nabi Musa untuk memimpin para umat. Salah satunya adalah Fir’aun yang Nabi Harun yang di hadapinya, Firaun adalah sosok ayah angkat Nabi Musa As.

Kisah Nabi Harun dan Nabi Musa Menghadap Fir’aun

Pada suatu saat, ketika para Bani Israel miris karena di bawah belenggu dan  ke dzoliman Firaun. maka Nabi Musa dan Nabi Harun pun melakukan dakwah dan memberikan peringatan kepada raja Fir’aun. Nabi Harun As pun sangat senang dan bersyukur karena sebentar lagi Bani Israil akan segera bebas dari kekuasan firaun dan dikeluarkan dari Mesir. Nabi harun dan Nabi Musa pun berharap kepada Allah agar menyelamatkan dan memberikan kekuatan kepada mereka kaum bani israil.

Ketika Nabi Musa Dan Nabi Harun Aa sedang memberikan suatu peringatan dan arahan kepada Fir’aun. Fir’aun pun sangat marah kepada Nabi Musa, karena Nabi Musa yang dirawatnya sejak kecil justru menentang atas kekuasaan Fir’aun.

Bahkan, Fir’aun pun menegaskan bahwa Nabi Musa adalah orang gila yang mengaku menjadi rosul. Karena Fir’aun sama sekali tidak percaya akan di utusnya Nabi Musa menjadi Rosul. Kemudian, Fir’aun meminta suatu bukti kepadanya sehingga kerasulan Nabi Musa As bisa diakui, permintaanya pun di turuti oleh Nabi Musa.

Kemudian Nabi Musa langsung melemparkan tongkatnya, dan seketika itu tongkat tersebut berubah menjadi ular. Ketika Nabi Musa mengulurkan tangannya terhadap ular tersebut, ular itu pun menjadi sebuah tongkat kembali. Dan saat Nabi Musa As memasukkan tangan ke saku, maka keluarlah cahaya putih yang berkilau.

Menyaksikan hal tersebut, Fir’aun pun langsung menuduh Nabi Musa bahwa ia adalah seorang penyihir. Namun, Nabi Musa dan Nabi Harun As sama sekali tidak menyerah akan perjuanganya. Akhirnya, Nabi Musa di tandingkan dengan penyihir-penyihir lainnya. Namun, saat Nabi Musa As tampil, semua orang terheran-heran. Karena semua orang mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh Nabi Musa As bukanlah sihir.

Setelah menyaksikan sendiri, para penyihir pun ada yang mengakui bahwa mukjizat Nabi Musa As, mendengar hal tersebut, Fir’aun pun merasa geram dan dendam terhadap Nabi Musa.

Kisah Nabi Harun dan Samiri

Pada suatu hari,  setelah Nabi Musa dan Nabi Harun beserta rombongannya berhasil keluar dari mesir, Nabi Harun Dan Nabi Musa As melanjutkan perjalannya ke negri kan’an. di tengah-tengah perjalanan mereka harus melewati bukit yang diberi nama bukit Sinai. Di atas bukit tersebut lah, Nabi Musa menerima wahyu dari Allah yang berupa kitab taurat. Hal ini disebutkan di dalam Al-Qur’an QS Al-A’raf: 142.

Kitab Taurat tersebut beliau terima selama 40 hari. Di sinilah Nabi Musa meninggalkan kaumnya untuk sementara dan di gantikan kepemimpinanya oleh Nabi Harun As. Karena beliau merasa khawatir akan kembalinya kaum Bani Israil membuat suatu kerusakan jika di negeri tersebut tidak ada yang memimpin. Karena itulah, Nabi Musa memberi amanat kepada Nabi Harun As untuk menggantikan kepememimpinanya.

Namun, dalam pimpinan Nabi Harun As, ada permasalahan yang tidak dapat beliau atasi. Semua kaum Bani Israil kembali menyembah berhala dan  membuat sebuah patung sapi berbahan dasar emas yang mereka bawa. Hal ini bisa terjadi karena atas bujukan dan pengaruh Samiri.

Melihat hal tersebut, sebenarnya Nabi Harun As sudah berusah dengan sungguh-sungguh untuk mengingatkan mereka. Namun mereka semua menghiraukan peringatan tersebut, semua Kaum Bani Israil tetap menyembah patung sapi dari emas yang mereka buat sendiri.

Hingga tibalah waktunya Nabi Musa As kembali ke lokasi kaumnya di gunung Sinai. Nabi Musa pun marah besar saat melihat perilaku kaumnya yang kembali menyembah berhala. Selain marah kepada kaumnya, beliau juga marah kepada Nabi Harun karena dianggap tidak bisa menjaga amanah yang ia berikan selama ia pergi.

Karena merasa kecewa dan marah kepada Nabi Harun, Nabi musa pun memegangi kepala dan juga janggutnya seraya berkata:

“Hai Harun, apa yang sudah menghalangi saat engkau menyaksikan bahwa mereka telah sesat? (QS Taaha: 92)” Untuk mengikuti perjalananku ke gunung Sinai bersama dengan kaum yang beriman, apakah engkau memilih untuk melanggar perintahku dengan kesengajaan?”(QS Taaha: 93).

Mendengar hal tersebut, akhirnya Nabi Harun pun menjawab:

“Wahai engkau yang menjadi putra ibuku. Jangan kau ambil janggut dan juga rambutku. Aku merasa takut jika engkau nantinya akan mengatakan, engkau telah memecah kaum Bani Israil dan tidak lagi mengindahkan apa yang aku katakan’’ (QS Thaaha: 94).

Kemudian Nabi Harun pun menjelaskan apa yang telah terjadi selama di tinggalkan Nabi Musa. Bahwasanya ia sudah memberikan peringatan kepada kaum Bani Israil. Namun, mereka tetap membangkang dan menghiraukan bahkan hampir membunuh Nabi Harun As. Setelah itu, beliau juga menjelaskan bahwa yang memicu semua ini adalah pengaruh dari Samiri. Setelah di jelankan oleh Nabi Harun, salah faham antara Nabi Musa dan Nabi Harun pun berakhir.

Selanjutnya, Nabi Musa pun menghacurkan seluruh patung yang ada hingga tak tersisa satu pun.

Sesudah kejadian tersebut, Allah pun memberitahu kepada Nabi Musa bahwa Nabi Harun sudah bersungguh-sungguh berusaha untuk menghentikan mereka. Namun yang ia lakukan tak menuaikan hasil. Akhirnya, Nabi Musa pun merasa tenang karena saudaranya tidak melakukan perbuatan syirik terhadap Allah.

Dan pada akhirnya, Nabi Musa pun sadar bahwa Nabi Harun telah menjalankan tugasnya dengan sebaik-baik mungkin. Sehingga, Nabi Musa pun memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan yang beliau dan saudaranya telah lakuka. Sedangkan Samiri yang telah mengajak umatnya menyimpang akhirnya di asingkan dan tidak diperbolehkan lagi bergaul dengan kaumnya.

Karena ulahnya, Samiri pun terkena suatu azab, yang mana apabila dirinya disentuh ataupun menyentuh manusia, maka tubuhnya akan terasa panas. Itulah yang akan menjadi siksaan yang akan ia alami baik di dunia maupun di akhirat nanti. Sesaat sesudah itu, Nabi Musa pun memberikan perintah kepada kaumnya untuk bertaubat kepada Allah dengan bersungguh-sungguh.

Kisah Nabi Harun As Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Harun dan Pemberontakan Korah

Nabi Harun dan Nabi Musa As memiliki seorang sepupu yang bernama Korah Bin Yizhar Bin Kehat Bin Lewi. Korah mengajak anak-anak Eliab, On Bin Pelet, Abiram dan Datan serta orang-orang kaum bani israil untuk memberontak Nabi Musa dan Nabi Harun As. Mirisnya, pemberontakan tersebut melibatkan pemimpin-pemimpin besar beserta kaumnya.

Sebenarnya, semua hal yang telah dilakukan oleh Korah, lantaran dirinya iri dengan kedudukan Nabi Harun dan Nabi Musa As.

Kemudian berkumpulah orang-orang yang memberontak Nabi Harun Dan Nabi Musa As, termasuk Korah salah satunya. Atas perintah dari Allah, Dimana Nabi Musa menyerahkan semua keputusan kepadaNya. Akhirnya, bumi pun terbelah, tepat di bawah kelompok Korah, dan menelan orang-orang tersebut. Tidak hanya itu saja, rumah mereka pun juga ikut tertelan oleh bumi.

Bumi telah menutup kehidupan mereka, semua itu karena berbuatan dari mereka sendiri yang semena-mena dan berbuat kedzaliman terhadap Nabiyullah. Setelah di lahap olrh bumi, kemudian keluarlah api besar yang langsung dikirimkan oleh Allah pada kala itu, Api tersebut membskar semua orang yang ada, termasuk 250 orang Israel yang turut memberontak kepada Nabi Musa dan Nabi Harun As, Na’udubillah.

Keesokan harinya, semua kaum bani israil merasa heran dan kagum dengan Nabi Musa dan Nabi Harun. Sesaat setelah itu, turunlah wahyu dari Allah untuk Nabi Musa dan Nabi Harun untuk menuju ke tengah-tengah umat. Dan pada akhirnya mereka membuat suatu perdamaian kepada semua ummat.

Kisah Wafatnya Nabi Harun

Nabi Harun dan Nabi Musa As tidak diperkenankan untuk masuk ke kawasan tanah Kan’an. karena kesalahan yang pernah beliau lakukan  di kawasan mata air Meriba yang tempatnya berada di kota kadesh. Beliau keluar dari kawasan Kadesh untuk menuju ke suatu daerah. Hingga, tibalah mereka di salah satu gunung yang dikenal dengan nama gunung Hor di kawasan perbatasan Edom.

Pada saat itu, Nabi Harun dan Nabi Musa mendaki gunung tersebut bersama salah seorang putranya yang bernama Eleazar. Hal ini mereka beliau laksanakan karena atas perintah Allah. Setelah sampai, Nabi Musa pun melepaskan pakaian Nabi Harun, Kemudian memakaikannya kepada putra Nabi Harun yaitu Eleazar.

Setelah Nabi Musa memakaikan baju Nabi Harun kepada putranya, Nabi Harun pun di jemput oleh Malaikat maut di puncak gunung Hor tersebut. Kemudian, Berita tentang meninggalnya Nabi Harun pun terdengar olah semua umat. Bangsa Israel pun menangisinya karena merasa kehilangan sosok panutan, bahkan hingga mencapai 30 hari sesudah kematiannya.

Nabi Harun As meninggal dunia tepat setelah 40 tahun bangsa Israel keluar dari kawasan Mesir. Dan berdasarkan kepercayaan Islam, makam Nabi Harun As terletak di kawasan gunung Harun. Tempat ini tergolong sangat dekat dengan Petra yang terletak di Yordania.

Demikianlah Kisah Nabi Harun As Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

√ Kisah Nabi Ismail As Dan Detik-Detik Munculnya Air Zam-Zam

Kisah Nabi Ismail As Dan Detik-Detik Munculnya Air Zam-Zam

Kisah Nabi Ismail As Dan Detik-Detik Munculnya Air Zam-Zam – Dalam kesempatan kali ini Pengetahuan Islam akan menceritakan tentang kisah Nabi Ismail. Dalam pembahasan kali ini menjelaskan tentang suka duka Nabi Ismail As dan  keistimewaannya. Untuk lebih detailnya silahkan simak artikel di bawah ini.

Kisah Nabi Ismail As Dan Detik-Detik Munculnya Air Zam-Zam

Nabi Ismail As adalah putera dari Nabi Ibrahim dan Hajar, dan mempunyai satu adik yaitu Nabi Ishaq As. Nabi Ismail As tinggal di Amaliq untuk berdakwah kepada Qabilah Yaman, dan  Makkah. Nama Nabi Ismail As tercatat di dalam Al-quran sebanyak dua belas kali. Dan nama beliau berasal dari dua kata yakni, “Dengarkan” (ishma’) dan “Tuhan” (al/il), yang mana artinya adalah “Dengarkan (doa kami wahai) Tuhan.”

Nabi Ismail As menikah dengan Umara binti Yasar bin Aqil. Namun pernikahan itu berujung dengan perceraian, perceraian ini murni dari Nabi Ismail yang meminta. Yang kemudian Nabi Ismail menikah dengan Sayiida binti Mazaz bin Umru.

Nabi Ismail Dan Hajar Di Tinggalkan Oleh Ayahnya Nabi Ibrahim

Kejadian ini berawal dari kecemburuan Sarah terhadap Hajar istri kedua Nabi Ibrahim.

Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a.:

“Orang Pertama yang menerapka setagi {setagen} adalah Hajar istri Nabi Ibrahim, dengan tujuan menyembunyikan kandungannya dari Sarah. Karena sarah sudah lama menikah dengan Nabi Ibrahim, namun belum di karuniai anak. Akan tetapi cara hajar untuk menyembunyikan kandungan akhirnya terbongkar dengan lahirnya Nabi Ismail As.

Setelah mengetahui semuanya, tentunya Sarah merasa telah dikalahkan dan cemburu terhadap Hajar karena Nabi Ibrahim memberikan perhatian lebih kepada Hajar karena putranya, semenjak itulah rumah tangga Nabi Ibrahi mulai retak. Sehingga membuat Sarah tidak tahan hati jika melihat Hajar. Kemudian Sarah meminta  kepada Nabi Ibrahim As supaya menjauhkan Hajar dari matanya.

Setelah peristiwa yang di alami Nabi Ibrahim, kemudian Nabi Ibrahim di beri wahyu oleh Allah, supaya semua keinginan dan permintaan Sarah agar dipenuhi. Kemudian dengan rasa berat hati Nabi Ibrahim pun membawa Hajar dan Ismail keluar dari mesir tanpa arah dan tujuan. Beliau hanya membawa mereka keluar dari rumah.

Namun Nabi Ibrahim tetap bertawakkal dan berserah diri kepada Allah yang akan memberi arah kepada untanya.

Setelah berminggu-minggu Nabi Ibrahim serta Anak dan Istrinya berada dalam perjalanan jauh yang melelahkan, tibalah Nabi Ibrahim As di Makkah.

Yang mana sekarang menjadi Masjidil Haram,  kemudian berhentilah unta Nabi Ibrahim mengakhiri perjalanannya.

Di situlah Nabi Ibrahim As meninggalkan Hajar bersama Nabi Ismail, dengan hanya dibekali dengan bekal dan minuman seadanya.

Sedangkan keadaan di sekitarnya tidak ada satupun tumbuh-tumbuhan, bahkan air yang mengalir, yang terlihat hanyalah hamparan batu dan pasir kering.

Alangkah sedih dan cemasnya Hajar ketika akan ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim seorang diri bersama anaknya yang masih kecil. Yang mana di tempat yang sunyi senyap dari apapun terkecuali hanya batu gunung dan pasir.

Setelah Nabi Ibrahim As mendengar keluh kesah Hajar, Beliaupun merasa tidak tega untuk meninggalkan Hajar seorang diri bersama puteranya yang sangat beliau sayangi.

Akan tetapi Nabi Ibrahim sadar bahwa semua yang telah beliau lakukan adalah perintah Allah swt. Sehingga membuat yakin Nabi Ibrahim As akan hikmah di balik semua ini.

Sengga Nabi Ibrahim pun memberi motivasi kepada Hajar.

“Wahai Hajar, bertawakal-lah kepada Allah yang telah menentukan kehendak-Nya, percayalah kepadanya dan rahmat-Nya. Allah lah yang memerintah aku membawamu ke tempat ini, maka Allah lah yang akan melindungimu dan menyertaimu di tempat yang sunyi ini. Sesungguh kalau bukan perintah dari Allah, tidak akan aku tega meninggalkanmu di sini seorang diri bersama puteraku yang sangat kucintai. Percayalah wahai Hajar, bahwa Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya tidak akan melantarkanmu berdua tanpa perlindungan-Nya. Rahmat dan barakah-Nya akan tetap turun kepadamu untuk selamanya, insya-Allah.”

Setelah mendengar kata-kata Ibrahim, kemudian Hajar merelakan kepergian beliau untuk kembali ke Palestina. Bersamaan dengan iringan air mata yang menetes membasahi di wajah Nabi Ibrahim As.

Dalam perjalanan menuju palestina, beliau pun tidak henti-hentinya memohon kepada Allah akan perlindungan, rahmat dan barakah serta kurnia rezeki untuk putra dan ibunya yang ditinggalkan beliau tinggalkan.

Nabi Ibrahim berkata dalam doanya:

“Wahai Tuhanku! Aku telah tempatkan puteraku dan anak-anak keturunannya di dekat rumah-Mu (Baitullah) di lembah yang sunyi dari tanaman dan manusia agar mereka mendirikan salat dan beribadat kepada-Mu. Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan yang lezat, mudah-mudahan mereka bersyukur kepada-Mu.”

Munculnya Mata Air Zamzam

Saat Nabi Ibrahim As meninggalkan istrinya dan Ismail di padang sahara. Hajar yang masih dalam kondisi menyusui Ismail mulai merasakan kehausan karena terik matahari di posisi padang sahara.

Setelah dua hari di padang sahara, Hajar kehabisan air dan air susu Hajar pun tak keluar lagi. Hajar dan Ismail pun sangat merasakan kehausan, dan makanan pun sudah tiada, sehingga pada saat itu mereka merasakan kesulitan yang luar biasa, sudah tak terbayangkan lagi bagi kita, bagaimana rasanya kehausan di padang sahara yang tak ada air yang mengalir ataupun pepohonan yang tumbuh.

Nabi Ismail pun mulai menangis karena kehausan, Hajar pun pergi meninggalkan Nabi Ismail untuk mencarikan air. Hajar pun berjalan dengan cepat hingga sampai di suatu tempak yakni gunung Shafa.

Kisah Nabi Ismail As Dan Detik-Detik Munculnya Air Zam-Zam

Beliau Pun mendaki dan meletakkan kedua tangannya di atas keningnya untuk melindungi kedua matanya dari sengatan mata­hari dan menoleh kesana-kemari-kemari  untuk mencari sumber. Namun tak beliau dapatkan.

Beliau Pun segera turun dari Gunung  Shafa untuk mencari sumber di tempat lain, beliau pun berlari-sari sampai akhirnya tiba lah Hajar ke suatu tempat yakni gunung Marwah.

Beliau pun mendaki Gunung Marwa untuk melihat apakah ada seseorang, namun beliau tidak melihat satu orang pun.

Beliau pun kembali menemui Ismail, namun Nabi Ismail masih saja dalam keadaan menangis dan rasa hausnya pun semakin bertambah.

Beliau pun segera kembali menuju Gunung Shafa dan berdiri di atasnya, dan kemudian beliau pergi menuju Gunung Marwah guna mencari pertolongan.

Beliau pun tidak henti-hentinya mondar mandi di antara dua gunung tersebut sebanyak tujuh kali.

Maka dari itu, orang-orang yang berhaji di wajibkan berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.

Hal ini adalah sebagai peringatan bagi kita, bahwa ibu kita atau mereka yang pertama dan nabi mereka yang agung, yaitu Ismail.

Setelah bolak balik sebanyak tujuh kali, Beliau pun kembali menemui Nabi Ismail dalam keadaan letih dan kehausan, beliau pun duduk di sisi Ismail yang masih menangis.

Di tengah-tengah keadaan tersebut, Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada Nabi Ismail. Ismail pun memukul-mukul kan kakinya ke tanah dalam keadaan masih menangis, saat itulah muncul sumber Air dari tanah yang di pukuli oleh Nabi Ismail As. Yang sampai saat ini masih ada keberadaanya yaitu Air Zamzam. Sehingga kehidupan Hajar dan Ismail pun terselamatkan dari kehausan.

Hajar pun tak lupa untuk bersyukur kepada Allah. Beliau Pun mengambil air tersebut dengan tangannya untuk Nabi Ismail dan Beliau sendiri. Atas adanya Air Zam-Zam tersebut bersemilah kawasan di padang sahara, dan beliau pun tercukupi.

Sungguh benar apa yang Wahyu kan oleh Allah, bahwa Allah SWT tidak akan membiarkan hambanya, selama mereka masih berada di jalan-Nya.

Kafilah musafir pun mulai tinggal di kawasan tersebut dan mereka pun mengambil air untuk kebutuhannya dari sumur zamzam.

Tanda-tanda kehidupan pun mulai terlihat di daerah tersebut. Nabi Ismail pun mulai tumbuh besar bersama ibunya yaitu Hajar.

Perintah Menyembelih Nabi Ismail

Pada suatu malam, nabi Ibrahim bermimpi dalam tidurnya dimana beliau diperintahkan oleh Allahuntuk menyembelih anaknya ismail.

Mimpi itu pun membuat hati Nabi Ibrahim bergejolak. Namun Sebagai utusan Allah, Nabi Ibrahim tidak “menggugat” perintah Allah SWT.

Setelah itu Nabi Ibrahim As masih berpikir bagaimana caranya menyembelih Ismail. Namun Nabi Ibrahim memberanikan diri untuk langsung berbicara kepada Ismail, karena lebih membuat Nabi Ibrahim tenang. Kemudian, Nabi Ibrahim As pergi untuk menemui Ismail, saat itu Ismail masih tumbuh remaja.

“Ibrahim: ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi, aku menyembelih mu, maka bagaimana pendapatmu. ” (QS. Asha-ffat: 102)

“Ismail : “Wahai ayahku, kerjakanlah yang diperintahkan Tuhanmu. Insya Allah engkau mendapati ku sebagai orang-orang yang sabar.” (QS. ash-Shaffat: 102)

Setelah mendengar jawaban dari Ismail,  Nabi Ibrahim pun merasa lebih tenang hatinya, karena Ismail telah memberi motifasi kepada Ayahnya untuk menunjukkan kecintaanya kepada Allah SWT.

Allah Swt telah menjelaskan di dalam Al-quran, bahwa Ismail tertidur di atas tanah dan wajahnya tertelungkup di atas tanah sebagai bentuk hormat kepada Nabi Ibrahim agar saat ia menyembelihnya Ismail tidak melihatnya, begitupun sebaliknya.

Kemudian Nabi Ibrahim As mengangkat pisaunya sebagai perintah Allah SWT:????

“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim, membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyata lah kesabaran keduanya).” (QS. ash-Shaffat: 103)

Saat pisau Nabi Ibrahim sudah siap untuk digunakan sebagai perintah dari Allah SWT, Allah SWT pun memanggil Nabu Ibrahim As. Selesailah ujian Nabi Ibrahim,  Allah pun menggantikan Ismail dengan kurban yang sangat besar.

Peristiwa inilah yang diperingati Orang muslim sebagai hari raya Idul Adha, yang mana hari raya yang mengingatkan kepada beliau tentang Islam yang hakiki yang dibawa dan di sebarkan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail.

Ismail Membantu Ayahnya Membangun Kabah

Nabi Ismail As dibesarkan di kota Makkah (pekarangan Kabah). Setelah dewasa, beliau menikah dengan wanita dari Suku Jurhum. Walaupun tinggal di Makkah, Nabi Ismail As sering dikunjungi oleh ayahnya.

Sekitar tahun 1892 SM, Nabi Ibrahim menerima wahyu dari Allah agar membangun Ka’bah. Hal itu pun disampaikan kepada Nabi Ismail. Nabi Ismail pun berkata:

“Kerjakanlah apa yang diperintahkan Tuhanmu kepadamu dan aku akan membantumu dalam pekerjaan mulia itu.”

Ketika membangun Ka’bah, Nabi Ibrahim berkata kepada Ismail:

“Bawakan batu yang baik kepadaku untuk aku letakkan di satu sudut supaya ia menjadi tanda kepada manusia.”

Kemudian Malaikat Jibril datang menemui Nabi Ismail untuk memberi ilham supaya mencari batu hitam untuk diserahkan kepada Ayahnya Nabi Ibrahim. Setiap kali beliau bekerja membangun Ka’bah, beliau selalu berdoa memohon kepada Allah:

“Wahai Tuhan kami, terimalah dari pada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Bangunan Ka’bah pun mulai tinggi dan Nabi Ibrahim pun makin lemah untuk mengangkat batu. Beliau pun berdiri di satu sudut dekat Ka’bah, dan kini dikenali sebagai Maqam Ibrahim.

Ismail Diangkat Menjadi Nabi

“Dan ceritakan lah (Muhammad), kisah Ismail di dalam Kitab (Al-Quran). Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang rasul dan nabi.” (QS. Maryam [19]: 54)

Setelah sekian lama Ismail mendampingi ayahnya menyebarkan agama Allah. Beliau pun diangkat oleh Allah menjadi Nabi dan Rasul.

Karena selain memiliki akhlak yang mulia. Nabi Ismail juga sangat taat kepada Allah SWT, berbakti kepada kedua orang, menepati janji, dan bijaksana.

Nabi Ismail As di tugaskan berdakwah di kota Makkah untuk mengajak dan mengingatkan umat manusia agar menyembah Allah SWT dan bertakwa kepada-Nya.

Nabi Ismail As wafat di kota Makkah. Tempat wafatnya dinamakan Hijr Ismail. Yang sampai saat ini pun masih ada keberadaannya yang bertempat di sebelah bangunan Ka’bah. Sedangkan Nabi Ismail As di karuniai 12 anak lelaki dan seorang anak perempuan yang dinikahkan dengan anak saudaranya, yaitu Al-’Ish bin Ishak.

Dari keturunan Nabi Ismail As lah lahir Nabi yang menjadi penyempurna agama islam yakni Nabi besar Muhammad Saw.

Demikianlah Kisah Nabi Ismail As Dan Detik-Detik Munculnya Air Zam-Zam semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita.

√ Kisah Nabi Ayub As Ketika Di Usir Oleh Para Kaumnya

Kisah Nabi Ayub As Ketika Di Usir Oleh Para Kaumnya

Kisah Nabi Ayub As Ketika Di Usir Oleh Para Kaumnya – Pada pembahasan kali ini Pengetahuan Islam akan menceritakan tentang kisah Nabi Ayub As. Dalam hal ini menjelaskan Kesabaran Nabi Ayub As dalam menghadapi perilaku kaumnya terhadap beliau. Terlebih dengan godaan iblis yang ingin menyesatkan Nabi Ayub As. Untuk lebih detail dan jelasnya yuk simak artikel di bawah ini.

Kisah Nabi Ayub As Ketika Di Usir Oleh Para Kaumnya

Nabi Ayub As adalah merupakan utusan Allah yang termasuk urutan ke 12 dari Nabi Adam As. Beliau juga masih memiliki jalur keturunan dari Nabi Ibrahim As. Beliau juga dikaruniai harta yang melimpah ruah oleh Allah swt. Di tambah lagi dengan adanya istri-istri dan putra putri yang sholih dan sholihah.

Waktu pun terus berjalan, Namun kisah Nabi Ayub As berubah secara drastis, kisah duka pun sering beliau rasakan karena beliau di tinggalkan oleh orang-orang yang beliau cintai. Peristiwa yang di alami oleh Nabi Ayub As ini, bermula dari sosok iblis yang iri dengan keberadaan Nabi Ayub As yang selalu di sanjung dan di puji oleh para malaikat dan mahluk lainya.

Semua itu karena ketaatan dan kesabaran beliau dalam menghadapi cobaan. Kemudian iblis pun meminta izin kepada Allah untuk menguji kesabaran dan keimanan Nabi Ayub As dengan berbagai cobaan yang terus menerus.

Nabi Ayub AS dalam menjalaninya semua kehidupan dengan penuh kesabaran, karena Allah selalu melindungi dan menuntun Nabi Ayub As. Sampai suatu saat, ketika beliau mendapatkan cobaan yang begitu berat berupa penyakit kulit yang sulit untuk disembuhkan. Keadaan itulah yang  membuat Nabi Ayub AS ditinggalkan oleh keluarga dan orang-orang sekitar.

Sekilas Tentang Kisah Nabi Ayub As

Nabi Ayub As merupakan putra dari Aish bin Ishak bin Ibrahim. Pada masa Beliau, kaum amoria dan bani israil lah yang menjadi tujuan utama Nabi Ayub As untuk mensyiarkan agama allah.

Beliau Nabi Ayub As adalah sosok utusan Allah yang begitu sabar, taat beribadah, dan suka berbuat kebaikan kepada sesama. Bahkan, beliau juga disebut-sebut sebagai utusan yang paling sabar dalam menghadapi bermacam cobaan.

Walaupun Nabi Ayub As dianugerahi kehidupan yang serba mampu dan ada,  seperti rumah besar dan megah, ribuan hewan ternak, dan lahan pertanian yang luas,

Meski demikian, Nabi Ayub As tetap memiliki akhlak yang mulia, dan selalu taat atas perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Itulah yang membuat para malaikat kagum dan selalu memuji  Nabi Ayub As.

Ulah Tengik Iblis Terhadap Nabi Ayub As

Kisah ini bermula dari iblis yang iri terhadap Nabi Ayub yang selalu di sanjung dan puji oleh para malaika karena sifat beliau. Iblis pun berniat untuk menjerumuskan Nabi Ayub As agar menjadi utusan Allah yang durhaka kepada Allah Swt. Namun, semua upaya iblis untuk menggoda Nabi Ayub selalu gagal, karena keimanan dan ketakwaan Nabi Ayub kepada Allah, sehingga Nabi Ayub di jaga oleh Allah.

Akan tetapi, Iblis tak pernah menyerah untuk menjerumuskan Nabi Ayub As. Iblis Pun menghadap kepada Allah agar bisa menggoda keimanan Nabi Ayub As. Iblis berkata, “Wahai Allah, sesungguhnya Nabi Ayub As menyembah-Mu, hanyalah karena dia takut akan kehilangan nikmat yang telah Engkau berikan kepadanya.”

Iblis pun mengadu dengan berkata bahwa Nabi Ayub As tidak Ikhlas dan cinta saat menyembah Allah. Kalau Seandainya Nabi Ayub As kehilangan semua harta yang di miliki, termasuk orang-orang yang ia cintai, pasti beliau akan ingkar dan berpaling darimu.

Kemudian Allah swt berfirman, “Wahai iblis, sesungguhnya Ayub adalah hamba-Ku yang sangat taat kepada ku, dia seorang mukmin sejati. Setiap apa yang ia lakukan semata-mata hanya untuk mendekatkan diri kepada-Ku. Iman dan ketakwaannya tidak akan goyah dengan cobaan duniawi. Karena dia yakin bahwa semua yang dimilikinya adalah pemberian-Ku yang sewaktu-waktu dapat ku ambil kembali dan bisa juga menjadi berlipat ganda. Karena Nabi Ayub bersih dari segala tuduhan yang kamu adukan, karena engkau tidak akan rela sampai hari kiamat tiba, melihat hamba-hamba-Ku, dan anak cucu Adam berada di jalan yang lurus.”

Akan tetapi iblis pun terus memohon kepada Allah swt, untuk di izinkan menggoda keimanan Nabi Ayub As. dan pada akhirnya Allah Swt, memberikan izin terhadap iblis untuk menguji kesabaran dan keimanan Nabi Ayub As. Kemudian iblis pun gembira dan langsung menyusun strategi demi keberhasilan menggoda keimanan Nabi Ayub As.

Kisah Nabi Ayub As Ketika Di Usir Oleh Para Kaumnya

Kisah Nabi Ayub As Menghadapi Bermacam Godaan dari Iblis

Setelah Iblis di perbolehkan menggoda keimanan Nabi Ayub oleh Allah Swt. iblis pun mulai menerapkan strateginya  yang pertama kepada Nabi Ayub As, dengan lantaran para pekerja Nabi Ayub As yang tiba-tiba membunuh semua hewan ternaknya. Belum marasa puas, Iblis pun membakar semua lahan pertanian milik Nabi Ayub As dan semua lumbung gandum yang ada, tanpa tersisa.

Setelah hewan peliharaan dan lahan pertanian Nabi Ayub habis, Iblis pun merasa puas, karena iblis mengira Nabi Ayub As akan terpukul dan dan menyesali akan ketentuan Allah yang di berikan kepadanya. Namun perkiraan Iblis jauh dari kenyataanya, Nabi Ayub pun tak merasa kecewa dan terpukul, beliau malah berbaik sangka terhadap Allah yang telah memberikannya kenikmatan, iblis pun marah besar ketika mengetahui Nabi Ayub As tetap taat dan khusnudzon kepada Allah. Nabi Ayub menyerahkan segala urusannya kepada Allah sang pencipta, karena semua yang dimiliki oleh Nabi Ayub hanyalah titipan semata, dan sewaktu-waktu Allah bisa mengambilnya kembali.

Karena Dengan cara menghabiskan harta benda Nabi Ayub tidak membuat hati beliau goyah, Iblis pun mencoba kembali untuk menguji keimanan Nabi Ayub As dengan cara yang berbeda, yaitu dengan mengerakkan rumah mewah Nabi Ayub As yang di tempati oleh istri dan  anak-anak beliau. Hingga pada akhirnya rumah beliau pun rata dengan tanah, sehingga, mengakibatkan seluruh keluarga Nabi Ayub As wafat.

Karena Nabi Ayub As sangat mencintai dan menyayangi keluarganya, membuat iblis nekat melakukan perbuatan ini. sehingga iblis akan berfikir tentang Nabi Ayub akan marah terhadap Allah dan berburuk sangka terhadap Allah. Namun sayang seribu sayang , dugaan iblis tersebut tak jauh berbeda dengan yang pertama, yaitu gagal. Memang, pada saat itu Nabi Ayub As bersedih dan menangisi kepergian keluarganya, akan tetapi semua itu tak sampai membuat hati beliau ingkar dan berhenti bersyukur kepada Allah swt.

Nabi Ayub As tetap khusnudzon kepada Allah SWT, walupun musibah tersebut menyangkut anak-anak dan istri beliau. Karena beliau mempunyai keyakinan, bahwa musibah yang telah menimpa dirinya adalah bagian dari ketentuan Allah. Jika Allah swt telah menghendakinya, apalah daya kita sebagai hambanya. dan masih banyak lagi yang belum kami tuturkan. Iblis pun akhirnya menyerah untuk menggoda Nabi Ayub As.

Demikianlah Kisah Nabi Ayub As Ketika Di Usir Oleh Para Kaumnya semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita.