√ Inilah Bukti Perkembangan Agama Islam Di Dunia (Bahas Lengkap)

Inilah Bukti Perkembangan Agama Islam Di Dunia (Bahas Lengkap) – Sahabat Muslim, Islam telah menjadi salah satu agama besar yang pemeluknya menyebar di seluruh penjuru dunia. Penerapan syariahnya dalam kehidupan pun, pernah berhasil mengeluarkan peradaban manusia yang terbelakang ke peradaban yang lebih maju di berbagai aspek kehidupan.

Adapun banyak bukti perkembangan Islam di dunia yang masih terkenal sampai saat ini sebagai bukti kejayaan agama islam tempo dulu.

Namun, seperti peradaban lainnya, Islam pun memiliki masa kejayaan, sekaligus masa keruntuhan. Kehidupan Islam zaman dahulu, jelas berbeda dengan dewasa ini, walaupun ada beberapa negara berkonstitusi atas nilai – nilai Islam. Periodisasi Islam mengalami perubahan dari masa ke masa. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Inilah Bukti Perkembangan Agama Islam Di Dunia (Bahas Lengkap)

Peradaban Islam dahulu, dapat menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa internasional antaretnis maupun antar umat beragama yang berbeda. Keragaman etnis antar agama tersebut dapat hidup berdampingan di bawah sistem Islam. Yang manfaatnya juga dirasakan oleh nonmuslim. Islam rahmatan lil alamin.

Peradaban Islam zaman kekhilafahan Islam, banyak meninggalkan bukti perkembangan Islam di dunia. Penjelasan bukti perkembangan islam dan dapat Anda ketahui dari uraian singkat Pengetahuan Islam berikut.

Bukti Perkembangan Islam di Dunia yang Paling Mendasar

Bukti perkembangan Islam di dunia yang paling mendasar tidak lain adalah kitab al-Quran dan segenap haditsnya. Dua peninggalan tersebut adalah bukti bahwa Islam secara berangsur-angsur. Diturunkan sebagai rahmatan lil alamin, undang-undang, dan petunjuk menuju kehidupan yang terang benderang.

Al-Quran jugalah, yang menjadi mukjizat terbesar Rasulullah Saw yang dapat memperkuat kerasulannya. Karena apa yang terkandung dalam al-Quran adalah firman Allah yang tak terbantahkan. Hingga hari kiamat nanti kemurnian al-Quran akan terus terjaga, Allah sendirilah yang akan menjaganya tentu dengan cara-Nya.

Awalnya, al-Quran biasa dihafal oleh para sahabat Rasulullah SAW. Namun karena para penghafal al-Quran banyak yang gugur dalam peperangan. Sahabat yang lain memutuskan untuk membukukan Al-Qur’an agar tidak hilang dan kelak dapat dibaca generasi berikutnya. Akhirnya hingga kini Al-Quran masih ada, begitu pun bermunculan para penghafal al-Quran mulai dari yang usia belia hingga berusia senja.

Menurut Hunke dan Al-Faruqi

Keberhasilan daulah Islam dalam mengembangkan teknologi, dikarenakan dua hal, yaitu

Pandangan bahwa ilmu merupakan ‘saudara kembar’ iman, karena menuntut ilmu juga merupakan bagian dari ibadah untuk mengenal Allah. Mereka ingin menjadi pewaris para nabi dengan menjadi ahli ilmu.

Dukungan negara terhadap perkembangan ilmu. Walaupun keadaan politik dan pemerintahan yang sedang berkuasa berubah-ubah. Namun mereka tetap mendukung perkembangan ilmu pengetahuan, dengan memberikan akses sekolah gratis untuk masyarakat.

Umat Muslim, dalam perilakunya terhadap teknologi, akan dibatasi oleh hukum syariah, karena ilmu atau teknologi bersifat netral.

Bukti Perkembangan Islam di Dunia Secara Singkat

Perkembangan Islam tidak berhenti, walau Rasulullah menyelesaikan misi kerasulannya, karena tonggak kepemimpinan, kemudian, dipegang oleh sahabat-sahabat terpercaya Rasulullah Saw.

Seperti Abu Bakar Al Shiddiqi, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Empat khalifah pertama ini dinamakan Al-Khulafa Ar-Rasyidin. Setelah masa pemerintahan Al-Khulafa Ar-Rasyidin berakhir, digantikan dengan masa daulat Bani Umayyah dan Abbasiyah.

Daulah Islam, setelah Bani Umayyah dan Abbasiyah runtuh. Dilanjutkan oleh berbagai dinasti daulah Islam di berbagai penjuru dunia. Ada beberapa yang masih memiliki hubungan dengan Bani Umayyah dan Abbasiyah, namun ada juga yang tidak.

Contoh daulah Islam yang di berbagai penjuru negeri di antaranya adalah Kerajaan Ottoman atau Turki Utsmani di Turki, Dinasti Mughal di India, Dinasti Ilkhan, Dinasti Mamalik di Mesir dan Kerajaan Safawi di Persia.

Bukti perkembangan Islam di dunia

Secara singkat perkembangan islam di dunia dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Setiap daulah Islam memiliki jejak historisnya, baik itu berupa materi, ilmu pengetahuan, atau budaya.

Peninggalan berupa materi, masih ada yang dapat dilihat hingga sekarang, seperti peninggalan Le Mezquita Cordoba oleh daulah islam di Andalusia, Istana Topkapi oleh Turki Utsmani, Saint Basils Cathedral dan Kota Kazan di Rusia.

  1. Sementara peninggalan berupa ilmu pengetahuan dan budaya, sangat banyak ragamnya.

Peninggalan ini digunakan dan diterapkan selama berabad-abad, pun dikembangkan sesuai permintaan zaman. Saat Islam masih berjaya, banyak ilmuwan-ilmuwan Muslim yang karyanya menjadi referensi ilmuwan Eropa.

Dimana karya-karya ini kemudian digunakan untuk mengentaskan Eropa dari keterbelakangan. Ilmuwan-ilmuwan Muslim tersebut di antaranya adalah Al Khawarizmi, Ibnu Rusyd, Abu Yusuf, Ibnu Sina dan masih banyak lagi.

Bukti Perkembangan Islam di Dunia Sampai Sekarang

Bukti perkembangan Islam di dunia sampai sekarang, tentunya, yang masih dapat dilihat, dirasakan dan diterapkan. Walaupun peninggalan berupa materi dapat dikatakan tidak utuh. Setidaknya manusia generasi berikutnya masih beruntung, karena tidak semua jejak sejarah peradaban Islam yang lalu, tidak hancur total oleh peperangan.

Dengan peninggalan-peninggalan yang masih tersisa manusia generasi berikutnya dapat mempelajari banyak hal. Salah satunya adalah menyadari bahwa, dahulu, Islam pernah berjaya, memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan. Contohnya adalah khazanah ilmu pengetahuan.

Salah satu bukti perkembangan Islam di dunia internasional sampai saat ini adalah berdirinya Universitas Paris pada tahun 1231 Masehi. Universitas Paris adalah salah satu bukti peran penting daulah Islam di dunia Eropa. Karena sebelumnya, pemuda-pemuda Eropa belajar di universitas islam, yang kala itu, berada di bawah daulah islam Andalusia.

 

Selain itu, Taman Alcazar yang letaknya tidak jauh dari Le Mezquita Cordoba. Keberadaan taman tersebut, menjadi salah satu bukti, bahwa Islam mewarisi teknologi irigasi yang baik, mengingat tanah gersang yang mengelilingi Andalusia.

Kincir-kincir angin yang dibangun berabad-abad yang lalu dan berfungsi juga masih banyak ditemukan di banyak negeri di Timur Tengah. Selain itu di Iran, dengan datarannya yang kering. Qanat masih digunakan dan berfungsi, walau telah berusia ribuan tahun. Qanat ini sendiri adalah sistem saluran air bawah tanah.

Sistem qanat inilah yang kemudian diadopsi oleh daulah Islam yang kala itu tengah berkuasa untuk diterapkan ke Sisilia, Andalusia dan Afrika Utara.

Dinasti Mughal mengakui bahwa Persia (sekarang Iran), adalah negara yang kala itu sangat ahli dalam hal bahasa, arsitektur atau lanskap dan taman. Taman yang ada pada kompleks Taj Mahal dan pemakaman Humayun adalah contoh taman yang Dinasti Mughal adopsi dari Persia.

Pembahasan mengenai perkembangan Islam di dunia, juga tidak dapat luput dari negara kita sendiri, Indonesia. Karena, tanpa pedagang-pedagang muslim yang masuk ke Indonesia. Kerajaan-kerajaan bercorak Islam tidak akan berdiri, bahkan Wali Songo juga belum tentu akan ada.

Dengan masuknya Islam di Indonesia, banyak pesantren yang kemudian didirikan. Dengan budaya asli juga dapat berpadu dengan nilai-nilai Islam yang membuat Islam mudah diterima oleh penduduk lokal. Contoh budaya lokal yang berpadu dengan nilai Islam adalah seni debus dan dzikir mulud di Banten.

Hingga saat ini, dua warisan itu juga masih ada dan masih dilakukan. Seni debus dewasa ini, lebih difungsikan untuk hiburan dan untuk dzikir mulud masih dilakukan setiap kali memperingati hari lahirnya Rasulullah SAW. Agama islam memiliki penganut yang hampir  menyeluruh berada di seluruh penjuru dunia.

Demikian ulasan tentang Inilah Bukti Perkembangan Agama Islam Di Dunia (Bahas Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kitas semua. Terimakasih.

√ Peninggalan Sejarah Islam Berjaya Pada Masanya (Bahas Lengkap)

Peninggalan Sejarah Islam Berjaya Pada Masanya (Bahas Lengkap) – Dalam hal ini beberapa peninggalan sejarah Islam dapat ditemukan di berbagai tempat, yang mana menandakan bahwa peradaban Islam pernah berjaya pada masanya. Peninggalan  itu pun memiliki ciri khasnya sendiri, tergantung di mana Islam itu memberi pengaruh dan dinasti yang tengah berkuasa. Untuk lebih jelasnya simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Peninggalan Sejarah Islam Berjaya Pada Masanya (Bahas Lengkap)

Adapun beberapa peninggalan sudah menjadi warisan dunia UNESCO. Juga dijadikan sebagai objek wisata negara yang dapat menghasilkan devisa negara. Selain berbentuk sebuah bangunan, peninggalan – peninggalan itu dapat berupa seni, karya sastra, tradisi, maupun budaya baru. Sebagai contoh: tradisi Sekaten di Yogyakarta, serta debus dan dzikir mulud di Banten dan masih banyak lainnya.

Peninggalan Sejarah Islam di Eropa

Eropa menjadi salah satu wilayah dalam penyebaran Islam. Andalusia (Spanyol) termasuk yang juga memiliki peran penting dalam memajukan kawasan Eropa dan membebaskannya dari keterbelakangan. Istana Alhambra menjadi sksi kejayaan peradaban Islam sekitar abad 9 – 14 Masehi.

Terdapat enam wilayah di Eropa yang memiliki jejak peradaban Islam pada masa lampau, sebagai berikut:

  1. Spanyol.

Bukti peninggalan sejarah Islam di Eropa, khususnya di Spanyol. Yaitu, Le Mezquita Cordoba dan Medina Azahara. Le Mezquita Cordoba dibangun sejak masa pada pemerintahan Khalifah Abdurrahman I setelah itu pembangunan masjid ini dilanjutkan oleh pemerintah selanjutnya.

Sementara bangunan Medina Azahara dibangun oleh khalifah Abdurrahman III. Sayangnya, saat ini bangunan Media Azahara tidak utuh seperti sedia kala. Lantaran serangan yang dilakukan oleh pasukan Barbar.

  1. Perancis.

Selain menjadi negara pusat mode dunia, di Perancis juga terdapat jejak Islam. Yaitu La Grande Mosquee de Paris yang dibangun sejak tahun 1926. dan Musee du Louvre. Museum tersebut menceritakan sejarah perkembangan Islam dari 3000 karya seni.

  1. Bosnia – Herzegovina.

Di Bosnia – Herzegovina, terdapat banyak jejak peradaban Islam yang tersebar. Salah satunya adalah Gazi Husrev-beg Mosque yang berarsitektur Ottoman.

  1. Jerman.

Di Berlin Jerman, terdapat masjid megah dengan arsitektur gaya Ottoman yang bernama Sehitlik – Moschee.

  1. Rusia.

Ada tiga peninggalan peradaban Islam yang ada di Rusia. Pertama Saint Basils Cathedral di Red Square. Kedua Kota Kazan, sebagai pusat berkembangan Islam di Rusia dan Qolsarif Musque sebagai masjid paling megah di Rusia.

Bangunan peninggalan kerajaan islam

Mayoritas bangunan peninggalan kerajaan Islam, baik itu di Indonesia maupun di wilayah bumi yang lain seperti Andalusia (Spanyol), adalah berupa masjid, masjid yang memiliki arsitektur khas tempat ia dibangun dan dinasti yang tengah berkuasa. Selebihnya, peninggalan itu berupa istana, menara, dan benteng.

Bangunan peninggalan tersebut ada yang dalam kondisi 100 % utuh dan ada yang tidak. Penyebabnya dapat berupa terkikis oleh jaman dan alam, kurangnya perawatan dan penyerangan ketika peperangan sedang berlangsung.

Peninggalan Islam Kuno di Indonesia

Agama Islam mengalami perkembangan yang pesat di nusantara. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya kerajaan – kerajaan bercorak Islam. Kerajaan tersebut banyak meninggalkan berbagai peninggalan Islam kuno di Indonesia. Peninggalan tersebut dapat berupa masjid, karya sastra, tradisi agama, kaligrafi, istana dan lain – lain.

  1. Masjid.

Masjid selain menjadi tempat untuk melakukan Ibadah bagi umat Islam. Ciri khas masjid yang memiliki nilai sejarah adalah memiliki bentuk atap tumpang susun. Semakin ke atas atapnya, semakin kecil dan biasanya berjumlah tiga atau lima.

Masjid peninggalan kerajaan Islam di antaranya adalah Masjid Agung Demak oleh Kerajaan Demak, Masjid Ternate oleh Kerajaan Ternate, Masjid Katangga oleh Kerajaan Gowa, Masjid Raya Baiturrahman oleh Kerajaan Aceh, Masjid Banten oleh Kerajaan Banten, Masjid Cirebon oleh Kerajaan Cirebon, Masjid Sunan Ampel, dan Masjid Kudus.

  1. Karya sastra.

Suluk dan hikayat merupakan bentuk karya sastra peninggalan kerajaan bercorak Islam di Indonesia. Berbahasa daerah, berbahasa Arab atau diterjemahkan ke bahasa Melayu. Contoh suluk yang terkenal di antaranya adalah syair Si Burung Pingai, Perahu, Abdul Muluk dan gurindam dua belas. Sedangakan contoh hikayat yaitu Babad Tanah Jawa dan Bustan Al-Salatin dari Aceh.

  1. Tradisi.

Tradisi yang hingga kini masih dipegang adalah ziarah, syukuran, selamatan, hajatan dan sekaten.

  1. Kaligrafi.

Kaligrafi merupakan tulisan yang berbahasa Arab dengan ditulis sedemikian rupa hingga nampak indah. Biasanya kaligrafi digunakan sebagai hiasan dinding masjid, gapura masjid, batu nisan dan gapura pemakaman.

Makam dengan hiasan kaligrafi di antaranya adalah makam Fatima binti Maimun, Ratu Nahrasiyah dari Kesultanan Samudera Pasai, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, raja – raja Banten, dan beberapa yang lainnya.

  1. Istana.

Istana menjadi salah satu bentuk riil, yang bisa disaksikan hingga kini. Adapun beberapa istana peninggalan kerajaan Islam yang masih berdiri hingga kini di antaranya adalah Istana Kesultanan berada di Ternate dan Tidore, Keraton Kasultanan dan Pakualaman oleh Kerajaan Mataram dan Istana raja Gowa di Gowa, Sulawesi Selatan.

Peninggalan sejarah Islam di Banten

Setelah Kesultanan Banten berakhir beberapa peninggalan sejarah Islam di Banten tidak hanya berupa bangunan, namun juga ada yang berupa seni dan budaya. Peninggalan sejarah islam di Banten yang khas dengan didukung oleh kuatnya kebudayaan dari sebelumnya yang tertanam kuat.

Adapun bangunan yang menjadi peninggalan Kesultanan Banten di antaranya adalah Gedung Timayah, Keraton Surosowan, Masjid Agung dan Menara Banten, Masjid Pacinan Tinggi, Masjid Caringin, Keraton Kaibon Masjid Kasunyatan, makam sultan Banten dan lain sebagainya.

M.A. Tihami menyebutkan bahwa terdapat 25 seni yang ada di Banten, di antaranya adalah seni angklung buhun, seni saman (dzikir mulud), seni sulap – kebatinan, seni mawalan, seni debus pusaka Banten, seni debus surosowan, dan masih banyak lagi.

Seni debus dan dzikir mulud, sering dianggap sebagai hasil dari islamisasi di Banten. Untuk seni debus sendiri, terdapat tiga versi sejarah debus di tanah Banten. Walaupun terdapat tiga versi sejarah debus, debus dewasa ini lebih sering digunakan sebagai acara hiburan. Pemain debus harus melakukan ritual – ritual tertentu sebelum melakukan atraksi. Selain itu mereka dituntut untuk menjadi pribadi dengan iman yang kuat dan yakin sepenuhnya pada ajaran agama Islam.

Dzikir mulud atau seni saman, adalah warisan budaya Banten yang berkebalikan dengan debus. Seni ini menggunakan gerak, vokal, serta syair – syair yang mengagungkan asma Allah dan pujian untuk Rasulullah Saw. Para pezikir mulud ini akan berdzikir tanpa henti selama 12 jam atau sehari penuh, dalam tiga babak, yaitu Babakan Dzikir, Asroqol, dan Saman.

Di tengah berlangsungnya dzikir mulud, ada juga tradisi yang dinamakan Panjang Mulud atau ngeropok (Ngegropok panjang mulud). Panjang mulud ini adalah tempat mengangkut makanan yang beraneka macam bentuknya, untuk kemudian dibagi-bagikan saat Hari Maulid Nabi Muhammad Saw. Panjang mulud ini sebenarnya merupakan alat atau senjata, untuk melawan penjajah.

peninggalan sejarah islam yang berkembang dari masa ke masa. Islam sebagai agama baru yang memiliki perkembangan yang luar biasa pesat di dunia. Sebagai agama pelengkap seklaigus penutup dari agama-agama sebelumnya.

Demikian ulasan tentang Peninggalan Sejarah Islam Berjaya Pada Masanya (Bahas Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimaksih.

√ Proses Penyebaran Agama Islam Oleh Rasulullah SAW (Lengkap)

Proses Penyebaran Agama Islam Oleh Rasulullah SAW (Lengkap) – Adapun dalam proses Penyebaran Agama Islam Oleh Rasulullah SAW dibagi menjadi dua macam, yaitu dakwah secara sembunyi – sembunyi, dan secara terang – terangan. Pada awal – awal misi kenabian, Rasullullah Saw. mendakwahkan kalam Allah kepada orang – orang terdekat, seperti keluarga dan rekan – rekan.

Proses Penyebaran Agama Islam Oleh Rasulullah SAW (Lengkap)

Orang yang pertama kali mengikuti ajaran Rasulullah Saw adalah Khadijah, disusul kemudian sepupu Rasulullah Saw, yaitu Ali bin Abu Thalib, Abu Bakar ash-Shidiq, Zaid, dan Ummu Aiman. Kemudian disusul sahabat – sahabat Nabi, seperti Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqasah, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Beberapa waktu kemudian, Rasulullah Saw. mulai mendakwahkan ajaran Ilahi secara terang – terangan, kepada penduduk Makkah, maupun penduduk dari luar Makkah, yang menyempatkan berkunjung ke Makkah.

Banyak sekali hambatan yang dihadapi Rasulullah Saw, karena cukup sulit mengentaskan mereka yang telah membuat Makkah menjadi pusat kunjungan penyembah berhala. Lebih jelasnya yuk simak ulasan Pengetahuan Islam berikut.

Proses Penyebaran Agama Islam Melalui Pendidikan

Akal dan Islam sendiri, memiliki hubungan yang erat. Islam memerintahkan manusia, agar terus mencari ilmu pengetahuan, dan mengembangkannya.

Perintah ini juga sudah ada di dalam al-Quran, seperti pada Surat al-Alaq dan Surat Shad ayat 29. Dalam suatu hadits, Rasulullah menyerahkan pada akal manusia untuk mengurus urusan dunia yang bersifat detail dan teknis.

Islam telah dan selalu menganjurkan, mendorong, bahkan memerintahkan manusia untuk selalu menggunakan akalnya untuk berpikir.

Selain menjadi salah satu sarana mengenal Allah, dengan tidak berpikir, akan mudah membuat diri jatuh ke dalam hal – hal yang keji dan dimurkai Allah. Seperti jatuh ke dalam hal yang musyrik, menyekutukan Allah, dan menyesatkan manusia yang lainnya.

Pada masa al-Khulafa ar-Rasyidin, maupun khilafah setelahnya, banyak ilmuwan – ilmuwan Muslim yang memiliki kontribusi besar, terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Peran mereka sekaligus sebagai media penyebaran agama Islam melalui pendidikan, baik itu di wilayah kekuasaan khilafah, maupun wilayah sekitarnya. Contohnya saja daulah Islam yang ada di Andalusia kala itu. Pengaruh ilmu pengetahuannya, dapat mengentaskan Eropa yang kala itu masih terbelakang.

Ilmuwan – ilmuwan Muslim itu berkontribusi pada banyak bidang ilmu, contohnya:

  • Ibnu Sina, berjasa pada bidang ilmu medis
  • Al Khawarizmi pada bidang ilmu matematika
  • Ibnu Rusyd yang memiliki pengetahuan ensiklopedik
  • Al mawardi, Zaid bin Ali, Abu Hanifah, Ibnu Taimiyah di bidang bidang ilmu ekonomi

Dan masih banyak ilmuwan Muslim yang belum disebutkan, yang kontribusinya tidak kalah penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Proses Penyebaran Agama Islam Melalui Tasawuf

Tasawuf adalah ajaran untuk mendekatkan diri dan mengenal Allah SWT, serta menemukan kesejatian. Dalam tasawuf, tidak ada wujud lain selain wujud-Nya, ke mana pun memandang, di sana lah wajah Allah akan nampak.

Segalanya, baik di bumi maupun di langit, hanya ada satu wujud sejati dan hakiki. Allah, atau lebih tepatnya, Pemilik Nama Allah. Konsep ini lebih dikenal dengan Wahdah al-Wujud (Kesatuan Wujud).

Ilmu tasawuf sendiri baru berkembang setelah masa sahabat dan tabiin. Sebelum itu, ilmu tasawuf belum terlalu diperlukan, karena kala itu, mereka adalah orang – orang yang ahli ibadah, ahli taqwa, dan ahli wara.

Mereka saling berlomba untuk meneladani segala aspek dari Rasulullah Saw., otomatis mereka adalah seorang sufi, yang hidupnya hanya untuk Tuhan.

Berdasarkan data historis, sebenarnya, tasawuf bukanlah ilmu baru dalam Islam. Justru tasawuf itu sendiri adalah bagian dari maqam ihsan, sementara ihsan adalah salah satu dasar agama, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan. Jadi, asal usul penyebaran agama Islam melalui tasawuf, bukanlah dari berbagai filsafat sesat maupun sumber kuno.

Tokoh – tokoh dalam hal ini di antaranya adalah Abu Hamid al-Ghazali, Abdul Qadir al-Jazairi, Ibnu Athaillah as-Sakandari, Abdul Qadir al-Jailani, Abdul Wahab asy-Sya’rani, Abu Ali ats-Tsaqafi, Abu Madyan, Ahmad Zaruq, Ali al-Khawas, dan Syaikh Muhammad al-Hasyimi.

Penyebaran Agama Islam melalui Kesenian

Kesenian menjadi salah satu media penyebaran agama Islam. Kesenian lokal yang berpadu dengan agama Islam, akan memiliki ciri khasnya sendiri. Ciri khas itu pun akan berbeda, antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya.

Penyebaran agama Islam melalui kesenian yang dimaksud, dapat berupa seni bangunan, tari, musik, pahat, dan sastra. Dengan begitu, Islam dapat mudah dipahami oleh masyarakat lokal.

Islam yang berpadu dengan seni – seni tersebut, hingga sekarang, masih ada yang dapat dilihat dan dinikmati bukti fisiknya, baik itu yang masih dalam keadaan utuh, maupun tidak. Namun setidaknya, hal itu memberi bukti, bahwa Islam dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Ada tiga teori masuknya agama Islam di Indonesia yang terkenal, yaitu Teori Gujarat, Persia, dan Arab. Perbedaan tiga teori tersebut, kurang lebih, terletak pada tahun masuknya ke Indonesia, tokoh yang mendukung, dan pembawa agama Islam tersebut masuk ke Indonesia.

Walaupun dalam proses berbeda, kesamaan dari tiga teori itu, mereka sama – sama masuk ke Indonesia lewat perdagangan dan misi dakwah itu sendiri.

Dengan adanya Penyebaran agama Islam di Indonesia, kerajaan maupun kesultanan bercorak Islam mulai bermunculan, mulai dari wilayah Indonesia bagian barat hingga timur. Kehadiran kerajaan maupun kesultanan ini, semakin memperkuat misi dakwah Islam.

Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Berdasarkan runtut sejarah yang masih ada dan berlaku. Anda dapat melihat uraian singkat mengenai saluran penyebaran agama Islam di Indonesia berikut ini:

  1. Perdagangan

Sebelumnya, terdapat kerajaan – kerajaan bercorak Hindu – Buddha besar yang memiliki pelabuhan internasional yang ramai. Setelah para pedagang Muslim ini masuk, hubungan kerajaan – kerajaan lokal ini tidak hanya sekedar hubungan perdagangan, melainkan merambah hingga ke menjalin hubungan diplomatik.

Korespondensi raja Kerajaan Sriwijaya, Sri Indravarman, dengan Umar bin Abdul Azis kala itu, menjadi salah satu bukti bahwa telah adanya hubungan luar negeri dengan daulah Islam.

  1. Pernikahan

Pedagang – pedagang Muslim banyak yang menetap di Indonesia. Bahkan sekitar abad ke-7, sudah banyak pekojan di tanah Sumatera. Di antara mereka akhirnya juga ada yang menikah dengan penduduk pribumi.

Misi dakwah Islam akan semakin menyebar, ketika pedagang ataupun pengembara Muslim itu menikah dengan keluarga bangsawan. Contohnya adalah pernikahan antara Maulana Ishaq dengan putrid dari Raja Blambangan, yang akhirnya melahirkan Sunan Giri.

  1. Tasawuf

Tasawuf adalah ajaran untuk lebih mendekat dan mengenal Allah. Tokoh yang berperan dalam penyebaran ajaran ini di Indonesia contohnya adalah Syekh Siti Jenar.

  1. Pendidikan

Penyebaran agama Islam melalui pendidikan di Indonesia, dilakukan di pesantren – pesantren atau pusat dakwah. Salah satu wilayah yang memiliki peran besar dalam hal ini adalah wilayah Giri di Gresik Jawa Timur, yang dipimpin oleh Sunan Giri.

  1. Seni dan Budaya

Agar ajaran agama Islam itu diterima oleh penduduk lokal, maka para pendakwah banyak mengkolaborasikan ajaran Islam dengan seni maupun budaya lokal yang sudah ada. Contohnya adalah seni wayang. Sunan Kalijaga dan Sunan Panggung memanfaatkan salah seni ini untuk mensyiarkan ajaran agama Islam.

  1. Dakwah

Penyebaran agama Islam melalui dakwah, dilakukan oleh para ulama. Di tanah Jawa, ulama – ulama ini dikenal dengan sebutan Wali Songo.

Perjuangan dalam proses masuknya Islam awal-awalnya sangat susah di indonesia karena sebelumnya Indonesia sudah berkembang adanya budaya atheisme dan agama Hindu Budha yang sudah dianut oleh sebagian masyarakat Indonesia. Namun berkat kegigihan para ulama dan 9 Wali pada waktu dahulu.

Demikian informasi tentang Proses Penyebaran Agama Islam Oleh Rasulullah SAW (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.