√ Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia Beserta Penjelasannya

Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia Beserta Penjelasannya

Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia Beserta Penjelasannya – Pada saat ini Islam telah menjadi agama mayoritas di negeri tercinta Indonesia. Melihat akan hal tersebut, tentu saja ada banyak perjalanan sejarah yang telah di lalui olehnya. Di masa lalu, ada banyak juga kerajaan Islam di Indonesia yang telah berdiri.

Bahkan peninggalan kerajaan islam di Indonesia masih berlangsung selama berabad-abad hingga saat ini. Dan untuk mengenal beberapa sejarah serta peninggalannya, simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia Beserta Penjelasannya

Menurut sejarah tertulis, yang banyak di kenal sebagai kerajaan pertama Islam di Indonesia adalah kerjaaan Samudra Pasai yang di dirikan oleh Sultan Malik As-Saleh pada sekitar abad ke 13 M. Sultan Malik As-Saleh ini juga di kenal dengan gelarnya Merah Silu. Sedangkan letak kerajaan sendiri berpusat di Barat, yakni Sumatra dan sekitar Aceh.

Kerajaan ini banyak di sebut-sebut sebagai salah satu kerajaan terbesar juga. Dengan lokasinya yang stategis, tidak heran jika banyak yang sudah sempat singgah ke sana. Diantaranya seperti Ibnu Batutah. Selain itu, armada Cheng Ho juga punya sejarah perjalanan di kerajaan ini. Namun, di samping kerajaan ini, ternyata ada versi lain tentang kerajaan Islam di Indonesia pertama.

Versi yang satu ini menyatakan bahwa kerajaan pertama adalah kerajaan Perlak yang di dirikan di aceh bagian timur ada tahun 840 M. Raja pertama kerajaan ini adalah Sultan Alaidin Syeh Maulana Abdul Azizi Syah. Awalnya kerajaan ini beraliran Syi’ah dan kemudian berganti menjadi kerajaan Sunni.

Kerajaan Islam di Indonesia Timur

Sebagaimana di ketahui bersama, kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan yang letaknya ada di barat. Lalu, bagaimana dengan wilayah timur Indonesia? Adakah kerajaan Islam di sana? Jawabannya tentu saja ada karena di masa lalu, Islam telah menyebar di seluruh penjuru Nusantara. Dan kerajaan Islam di Indonesia Timur ini lokasinya ada di Sulawesi.

Kerajaan Islam tersebut merupakan kerajaan Gowa Talo dan Ternate Tidore. Untuk kerajaan pertama, yakni Gowa dan Talo, hanya bertahan selama 3 generasi atau dengan 3 raja saja. Raja pertamanya yang memeluk Islam adalah Sultan Alauddin dan raja kedua merupakan Sultan Hasannudin. Raja ketiganya adalah Mapasomba yang berhasil di kalahkan oleh Belanda.

Kerajaan Islam yang kedua, bernama Tertate dan Tidore merupakan dua kerajaan dengan penghasil rempah-rempah yang tinggi. Kerajaan ini sudah mengguakan sebutan Sultan untuk para Rajanya. Namun, akhirnya pada tahun 1575 pun berhasil di kalahkan oleh portugis.

Kerajaan Besar Islam di tanah jawa

Di Jawa, Islam menyebar luas dengan baik karena penyebarannya di dukung oleh Walisongo. Tentu saja di sini juga berdiri banyak sekali kerajaan besar yang berhasil mencapai puncak kejayaannya masing-masing yang masih ada peninggalan kerajaan islam sampai saat ini. Dan diantara nama-nama kerajaan Islam di Indonesia yang terbesar, khususnya di tanah Jawa adalah sebagai berikut.

1. Kerajaan Demak

Selain sebagai kerajaan yang besar, Demak merupakan kerajaan di tanah Jawa yang pertama setelah runtuhnya Majapahit dengan raja pertamanya Raden Patah. Kala itu berdirinya Demak di dukung oleh Walisongo juga ketika perebutan kekuasaannya mengerucut pada dua penerus. Kerajaan Demak merupakan salah satu kerajaan yang begitu jaya dan sejarahnya tersohor hingga sekarang.

2. Kerajaan Mataram

Tidak hanya demak, kala itu juga ada satu kesultanan yang begitu besar. tentunya ini adalah generasi setelah kesultanan Demak berakhir, dengan nama kesultanan Mataram. Kesultanan Mataram ini berhasil menguasai berbagai wilayah penting di Jawa. Namun, akhirnya kerajaan pun tepisah menjadi dua. Meski demikian, keduanya berdiri sendiri dan tidak bisa dikatakan sebagai penerusnya.

Kerajaan Islam yang masih eksis hingga sekarang

Berbicara mengenai kerajaan yang masih eksis hingga sekarang ada dua kerajaan yang tercatat dalam sejarah sebagai pecahan dari kerajaan Mataram. Setelah Mataram mengalami keruntuhan, akhirnya wilayahnya di bagi menjadi dua yakni kesultanan yogyakarta dan Kesunanan Surakarta. Saat ini keduanya masih eksis dan berjalan secara terpisah.

Kedua kerajaan ini di akui oleh Belanda kala itu sebagai sebuah kerajaan yang mengatur rumah tangganya sendiri. Sedangkan pemisahannya di lakukan ada tahun 1755 dengan perjanjian Giyanti. Sedangkan untuk gelar rajanya, untuk kesultanan Yogyakarta sang raja di panggil dengan sultan. Sedangkan kesunanan Surakarta di panggil Sunan.

Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia

Adanya catatan sejarah kerajaan Islam di Indonesia ini tentu saja di ketahui dari berbagai sumber. Salah satunya adalah peninggalan sejarahnya.

Berikut Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia

1. Kerajaan Samudra Pasai

Sebagai kerajaan Islam yang pertama kali berdiri, tentu saja bisa di katakan bahwa kerajaan yang satu ini memang sangatlah bersejarah. Pasalnya, kerajaan ini meninggalkan batu nisan Sultan Malik As-Saleh yang memiliki nilai sejarah tinggi terhadap Islam di masa kini.

2. Kerajaan Demak

Meski bukan kerajaan yang pertama di Nusantara, namun Demak merupakan daftar kerajaan pertama di tanah Jawa. Kerajaan Demak juga merupakan kerajaan yang telah mencakup wilayah cukup luas. Adapun salah satu peninggalannya adalah Masjid Agung Demak yang hingga kini masih banyak di kunjungi. Terutama umat muslim yang berziarah ke sana. Tempat ibadah ini dianggap sebagai peninggalan kerajaan islam di Indonesia yang masih lestari dan ramai dikunjungi hingga saat ini.

3. Kerajaan Banten

Kerajaan Banten didirikan pertama kali oleh Sunan Gunung Jati. Kerajaan ini pernah mencapai masa kejayaannya pada kepemimpinan Sultan Agung Tirtayasa. Sedangkan peninggalannya adalah menara Banten. Menara ini sudah cukup tua karena sudah di bangun sejak abad ke 16. Selain sebuah menara, kerajaan ini juga meninggalkan keraton Surosowan.

4. Kerajaan Mataram

Sebagaimana di sebutkan sebelumnya, kerajaan yang satu ini termasuk salah satu kerajaan terbesar dengan banyak peninggalan. Dan diantara peninggalan kerajaan Mataram adalah masjid, kompleks makam, dan karya sastra. Selain itu, dua kerajaan yang masih eksis di masa sebelumnya telah di bahas juga bisa di katakan sebagai salah satu peninggalan kerajaan islam di Indonesia.

5. Kerajaan Makassar

Selanjutnya adalah peninggalan kerajaan Makassar terletak kerajaan islam di sulawesi. Dalam hal ini kerajaan tersebut juga bisa di katakan memiliki beberapa peninggalan penting. Diantaranya adalah sebuah benteng yang memiliki nama Benteng Somba Opu. Selain itu ada juga lontaraq yang menggambarkan tradisi tulis mereka karena kerajaan ini memang memiliki kebudayaan yang sudah sangat maju.

6. Kerajaan Ternate Tidore

Kerajaan Islam di Indonesia dan peninggalannya yang berasal dari bagian timur adalah kerajaan Ternate dan Tidore. Peninggalan kerajaan islam Ternate Tidore adalah adanya masjid dan istana. Salah satu masjidnya adalah masjid Kaitetu yang cukup mirip dengan bangunan masjid di tanah Jawa. Sedangkan istana di sini merupakan Istana tempat tinggal Sultan bersama keluarganya.

7. Kerajaan Aceh

Salah satu peninggalan penting kerajaan Aceh yang begitu terkenal adalah masjid baiturrohman. Masjid ini sudah mengalami perbaikan beberapa kali sejak pembangunan tahun 1291 M. Selain masjid yang satu ini, kerajaan Aceh juga meninggalkan makam Sultan, loncen Cakradonya dan taman Putroe Phang.

Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia Beserta Penjelasannya

 

8. Kerajaan Kalimantan

Kesultanan Pasir (1516). Kesultanan Paser (yang sebelumnya bernama Kerajaan Sadurangas) adalah sebuah kerajaan yang berdiri pada tahun 1516 dan dipimpin oleh seorang wanita (Ratu I) yang dinamakan Putri Di Dalam Petung.Kesultanan Banjar atau Kesultanan Banjarmasin (berdiri 1520, masuk Islam 24 September 1526, dihapuskan Belanda 11 Juni 1860, pemerintahan darurat/pelarian berakhir 24 Januari 1905) adalah sebuah kesultanan wilayahnya saat ini termasuk ke dalam provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia.

Demikian informasi tentang Peninggalan Kerajaan Islam Di Indonesia Beserta Penjelasannya yang menjadi cikal bakal penyebaran agama islam di Indonesia. Dengan adanya raja-raja atau para penghuni kerajaan yang memeluk agama Islam, maka rakyatnya juga berbondong-bondong ikut memeluknya.

√ Kisah Nabi Yahya As Dan Kedekatannya Dengan Para Hewan

Kisah Nabi Yahya As Dan Kedekatannya Dengan Para Hewan

Kisah Nabi Yahya As Dan Kedekatannya Dengan Para Hewan – Pada pembahasan kali ini Pengetahuan Islam akan menceritakan tentang Kisah Nabi Yahya. Bahwa mu’jizat yang di miliki oleh Nabi Yahya sudah nampak saat beliau masih kecil. Untuk lebih lengkap dan jelasnya silahkan lihat artikel di bawah ini.

Kisah Nabi Yahya As Dan Kedekatannya Dengan Para Hewan

Nabi Yahya As adalah putra semata wayang dari Nabi Zakaria As. Memang, saat  Nabi Zakaria As di karuniai putra sudah menginjak usia berlanjut. Karena, Allah memberikan kebesaran tersendiri untuk Nabi Zakaria As dalam kehidupannya dengan di hadirkan nya Nabi Yahya As.

Kisah Nabi Yahya As Di Waktu Kecil

Nama Yahya, adalah nama yang langsung di berikan dari Allah. Di jelaskan di dalam kitab Al-quran dalam surat Maryam ayat 7. Bahwasanya kelak akan di lahir kan seorang Nabi yang lahir dari keturunan seorang Nabi yaitu Nabi Zakaria As.

Saat Nabi Yahya As masih kecil, beliau hanya memprioritaskan untuk belajar. Jadi semua yang dilakukan oleh Nabi Yahya di masa pertumbuhan adalah sesuatu hal yang bermanfaat dan tidak merugikan dirinya sendiri. Nabi Yahya begitu tekun dan rajin dalam urusan ilmu keagamaan. Bahkan, karena ketekunannya, beliau pun menolak saat di ajak bermain ria dengan temanya,  dengan tegasnya beliau pun memberi pengetahuan kepada temanya, bahwa, kita di ciptakan oleh Allah bukanlah untuk bermain main, melainkan untuk beribadah kepadanya.

Dalam suatu peristiwa, saat temanya asik bermain menyiksa seekor binatang,   akan tetapi Yahya malah sebaliknya, beliau selalu baik dalam menyikapi binatang binatang yang ia temui, beliau selalu memberi kasih sayang terhadap hewan hewan, Hal inilah yang membuat Nabi Yahya di segani dan di hormati oleh para binatang-binatang. Karena kebiasaan yang mulia yang beliau terapkan sejak dini. Nabi Yahya pun tumbuh menjadi dewasa dengan di sertai Akhlak yang luhur dan saling menyayangi terhadap sesama makhluk.

Kedekatan Nabi Yahya Dengan Para Hewan

Di ceritakan pada suatu hari, saat Nabi Yahya As sedang menyendiri dan bermunajat berdo’a kepada Allah di suatu Gurun. Beliau melakukan semua ini, karena kecintaan beliau kepada Allah subhanallahu wataala. Saat beliau  memohon kepada Allah, Nabi Yahya pun tak kuasa menahan air matanya.

Sehingga Hal ini mendorong semua para binatang untuk berdiam seketika untuk menghormati Nabi Yahya yang sedang bermunajat kepada Allah.

Semua binatang yang ada di gurun, ternyata sudah mengetahui bahwa Nabi  Yahya yang sedang memohon kepada Allah di atas gurun. Kemudian semua Binatang yang ada, memilih untuk menjauh dari Nabi Yahya karena menghormati beliau yang sedang bermunajat kepada Allah.Supaya tidak terganggu saat bermunajat kepada Allah, hal inilah yang menjadi salah satu mu’jizat Nabi yahya As.

Adapun makanan Nabi Yahya salah satunya adalah hewan belalang. Untuk minumannya beliau mengambil langsung dari sungai yang ada. Dari sini lah, Nabi Yahya As menyadari bahwa makhluk ciptaan Allah yang banyak menerima nikmat adalah manusia. Kemudian Nabi Yahya As menyimpulkan peristiwa yang di alaminya, bahwa kekayaan yang sejati adalah kekayaan hati dengan ikhlas menerima semua pemberian dari Allah swt.

Kisah Nabi Yahya saat berbincang dengan Iblis.

Di kisah kan Pada suatu hari, ketika sosok iblis mendatangi Nabi Yahya As, Kedatangannya tersebut bermaksud untuk membujuk Nabi Yahya dengan cara memberikan nasihat kepada beliau. Namun Nabi Yahya tau maksud dan tujuan iblis memberi nasihat kepada beliau, yaitu menggoda beliau. Usaha iblis pun untuk menggoda Nabi Yahya gagal, karena Nabi Yahya yakin akan kedustaan Iblis.

Kemudian iblis pun pergi meniggalkan Nabi Yahya As, karena merasa gagal untuk membujuk Nabi yahya. Dengan harapan di Kemudian hari iblis mampu membujuk Nabi Yahya As. Tibalah waktu yang di nanti nantikan iblis, ia pun kembali menemui Nabi Yahya dengan tujuan yang sama. Namun upaya iblis untuk menggoda Nabi Yahya teryata tidak berhasil lagi, karena Nabi Yahya adalah makhluk yang di jaga oleh Allah swt.

Kisah Nabi Yahya As Dan Kedekatannya Dengan Para Hewan

Kisah Nabi Yahya yang Menentang Raja Herodes

Kota Yerusalem, yang saat itu di pimpin oleh raja Herodes, merupakan kerajaan yang rancang oleh bangsa Romawi. Pada saat itu, ketika sang raja berkeinginan untuk menikahi seorang wanita yang masih termasuk kerabat sendiri, yaitu putri Hirodia.

Raja Herodes pun sungguh sangat jatuh hati kepada Hirodia. Karena paras wajahnya yang membuat hati para laki-laki jatuh hati padanya. Hal inilah yang membuat Raja Herodes di buat tak berdaya olehnya. Sesungguhnya, Raja Herodes sudah mengetahui akan hukum menikahi kerabat sendiri. Yaitu termasuk hal yang terlarang dalam tuntunan kitab Taurat. Akan tetapi, Hirodia bersedia untuk di persunting.

Sebenarnya, penasehat kerajaan sudah mengingatkan raja Herodes, akan tetapi semuanya masih saja keras kepala untuk melanjutkan ke pernikaha.

Ketika Nabi Yahya As datang untuk menemui raja Herdoes. Namun, kedatangan Nabi Yahya untuk mengingatkan, justru membuat Hirodia terpukul. Karena kejadian tersebut, tentu membuat raja Herdoes marah besar terhadap Nabi Yahya. Raja Herdoes pun memerintahkan pasukannya untuk menangkap dan ingin membunuhnya. Dengan tenangnya, saat Nabi Yahya di tahan oleh prajurit , Nabi Yahya As bahkan tidak memberikan perlawanan sedikitpun, karena Nabi Yahya As yakin, akan di jaga oleh Allah swt.

Selanjutnya, Nabi Yahya As dibawa para  pasukan Raja Herodes untuk menerima hukuman mati. Hirodia pun amat senang dan meminta kepala Nabi Yahya di bawa di hadapannya. Namun apa yang terjadi, Azab Allah pun turun di waktu itu juga untuk Raja Herdoes dan keluarganya, semuanya di rubah oleh Allah menjadi seekor hewan, Na’udubillah.

Singkat cerita, Nabi Yahya As pun meninggal di Yerusalem, dan jasad beliau di istirahatkan di Masjid Umayyah Syiria. Kepergian Nabi Yahya As membuat semua kaumnya merasa bersedih dan kehilangan. Nabi Yahya As adalah merupakan sosok kekasih Allah yang sangat arif, lembut dan bijaksana. Sampai detik ini pun, makam beliau masih ada dan berada di Masjid Agung Damaskus.

Demikianlah Kisah Nabi Yahya As Dan Kedekatannya Dengan Para Hewan semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita.

√ Kisah Nabi Sulaiman Serta Mu’jizatnya yang Menginspirasi

Kisah Nabi Sulaiman Serta Mu’jizatnya yang Menginspirasi

Kisah Nabi Sulaiman Serta Mukjizatnya yang Menginspirasi – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Kisah Nabi Sulaiman. yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan kisah nabi Sulaiman yang menjadi raja, setelah wafatnya raja jalut dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih Lengkapnya silahkan simak Artikel berikut ini.

Kisah Nabi Sulaiman Serta Mukjizatnya yang Menginspirasi

Nabi Sulaiman AS merupakan utusan Allah SWT yang telah di beri amanah menjadi raja menuntun para kaum Bani Israel di Palestina. Sebagai seorang rasul dan nabi, tentunya Nabi Sulaiman AS memiliki banyak keistimewaan dan kisah yang menarik dapat kita pelajari.

Tahukah anda siapa Nabi Sulaiman AS? Beliau merupakan raja yang menguasai atas manusia dan mahluk allah yang lainya, seperti jin dan hewan. Dikisahkan pula, Nabi Sulaiman AS memiliki istana yang indah dengan dibangun oleh pasukan bangsa jin dalam waktu satu malam. Selain itu, Nabi Sulaiman AS memiliki kisah menarik dengan seekor semut, burung hud-hud, dan  ratu bilis dari Negeri Saba.

Tentang Nabi Sulaiman AS

Nabi Sulaiman bin Daud bin Aisya bin Awid merupakan nabi yang ke delapan belas yang hidup antara tahun 975-935 M. Beliau merupakan putra kandung dari Nabi Daud AS yang diangkat menjadi nabi dan rasul sekitar tahun 970 M.

Tanda-tanda kenabian Nabi Sulaiman sudah nampak sejak kecil. Di usianya yang baru menginjak sebelas tahun, beliau telah menunjukkan kecerdasan dan kematangan berpikir. Hal itu juga nampak ketika nabi sulaiman ikut dengan ayahnya menghadiri sidang peradilan yaitu antara dua orang yang sedang bersengketa.

Salah seorang mengatakan bahwa, ladangnya telah dimasuki oleh kambing milik tetangganya. Oleh sebab itu, kebun yang sebentar lagi  panen rusak karna ulah para kambing. Setelah menimbang-nimbang, nabi daud pun memutuskan agar si pemilik kambing menyerahkan hewan pliharaannya sebagai ganti rugi atas rusaknya lahan.

Lalu Nabi Sulaiman merasakan apa yang ditentukan sang ayah kurang tepat. Maka dari itu beliau mengusulkan kepada ayahnya, bahwa kebun yang telah rusak diserahkan kepada pemilik kambing untuk diperbaiki. Sedangkan kambing-kambing tersebut diserahkan kepada pemilik ladang untuk dipelihara, kemudian diambil manfaatnya hingga kebunnya kembali seperti  semula.

Sehingga, tidak ada pihak yang  merasa terlalu dirugikan atau diuntungkan. Pendapat Nabi Sulaiman AS pun disambut dengan baik oleh kedua belah pihak dan para hadirin. Begitulah sekilas tentang kisah Nabi Sulaiman saat remaja dalam menunjukan ketajaman berpikir dan kebijaksanaanya.

Keistimewaan dan Mukjizat Nabi Sulaiman AS

Mukjizat Nabi Sulaiman AS yang paling mashur yaitu beliau mampu memerintah bangsa para jin, berbicara dengan hewan dan mampu menundukan angin.

Atas izin Allah SWT, Nabi sulaiman mampu terbang kemanapun sesuai keinginannya. Selain itu nabi Sulaiman AS juga mempersingkat waktu perjalananya, yang tadinya di tempuh dalam jangka satu bulan menjadi sebentar.

Selain itu, dalam Al-quran Surat Saba’ ayat 12 disebutkan bahwa Nabi Sulaiman AS juga mampu mengalirkan cairan tembaga yang ada di perut bumi. Beliau memanfaatkan cairan itu untuk keperluan rakyatnya. Seperti membangun gedung-gedung, benteng pertahanan, dan lain sebagainya.

Beliau pun pernah menggatakan kepada rakyatnya akan datangnya Nabi sekaligus rasul terakhir yang bernama Ahmad atau Muhammad dan akan munculnya Dajjal di akhir zaman. Selain dari itu, masih banyak mukjizat-mukjizat yang dimiliki oleh nabi sulaman AS.

Kisah Berdirinya Istana Nabi Sulaiman AS

Setelah wafatnya Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman pun mewarisi kekayaan dan kerajaan sang ayah. Setelah cukup umur, beliau angkat menjadi raja untuk memerintah Bani Israil di wilayah Palestina, Istana yang ditempati beliau pun begitu megah dan indah.

Pada suatu hari, diceritakan bahwa istana Nabi Sulaiman itu dibangun oleh bangsa manusia, jin dan hewan. Merekapun saling berkerjasama untuk menyelesaikan kediaman Nabi Sulaiman AS yang sangat luas, mulai awal pembangunan sampai jadilah istana yang indah dan megah.

Keindahan istana nabi Sulaiman ini memang tak tertandingi. Dindingnya saja terbuat dari batu pualam, sedangkan pintu dan tiangnya berasal dari bahan emas, atapnya dari perak, sedang hiasan serta ukirannya berasal dari bahan intan, berlian, dan mutiara. Bahkan lantainyapun terbuat dari emas dan kaca.

Kisah Nabi Sulaiman AS dengan Pasukan Semut

Pada waktu itu, Nabi Sulaiman AS beserta rombongannya melakukan perjalanan ke desa Thaif. Ketika dalam perjalanan, Nabi sulaiman mendengar suara seekor semut yang sedang kepanikan. Karena ada pasukan Nabi sulaiman yang hendak melintasinya.

Melihat pristiwa ini, raja semut pun memerintahkan kepada semut lainnya untuk berlindung ke sarangnya masing-masing, agar tidak terinjak-injak. Mendengar kepanikan sang raja semut, Nabi Sulaiman pun langsung tertawa. Kemudian beliau meminta rombongannya untuk berhenti sejenak. Pengikutnya pun jadi kebingungan dan bertanya-tanya kenapa tiba-tiba mereka harus berhenti mendadak sedangkan perjalanan yang ditempuh masih jauh.

Nabi Sulaiman pun menjelaskan kepada pengikutnya apa yang telah beliau dengar dari raja semut dan pasukannya. Atas perintah beliau, akhirnya para pasukan itu pun menunggu sampai para semut itu masuk ke sarangnya lalu melanjutkan perjalanannya lagi.

Kisah Nabi Sulaiman Serta Mu’jizatnya yang Menginspirasi

Kisah Nabi Sulaiman AS dengan Burung Hud-Hud

Pada suatu hari, beliau Nabi sulaiman mengundang seluruh bala tentaranya yang terdiri dari manusia, jin, dan para binatang, semua jenis  hewan hadir terkecuali hud-hud.

Karena merasa jengkel dengan ketidakhadiran hud-hud, beliau pun berencana ingin menghukum hud-hud. Hal tersebut tercantum dalam Surah An-Naml ayat 21 yang berbunyi,

“Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.”

Setelah ditunggu lama oleh Nabi Sulaiman AS kemudian hud-hud pun datang.  Karna burung hud-hud datang dengan membawa sebuah kabar yang penting, maka Nabi sulaiman pun tak jadi menghukumnya.

Hewan bersayap itu mengaku melihat sebuah negeri subur yang diperintah oleh seorang perempuan. Perempuan tersebut memiliki kerajaan dan singgahsana yang besar. Akan tetapi dia dan rakyatnya tidak menyembah Allah SWT, melainkan meyembah matahari.

Sang nabi pun sempat meragukan penjelasan si burung. Untuk membuktikan kebenarannya, beliau memerintahkan kepada hud-hud untuk menyampaikan sehelai  surat untuk negri tersebut.

Kisah Nabi Sulaiman AS dengan Ratu Balqis

Setelah mendapat perintah dari Nabi Sulaiman AS, burung hud-hud pun langsung terbang ke Negeri Saba, untuk menyampaikan surat dari nabi sulaiman. Sesampainya hud-hud di negri Saba, kemudian hud-hud  menjatuhkan surat yang dibawanya ke Ratu Balqis. Wanita itu lantas membaca surat tersebut :

“Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, surat ini kusampaikan dariku, Sulaiman. Janganlah kamu bersikap sombong terhadapku dan menganggap dirimu lebih tinggi dariku. Datanglah kalian kepadaku untuk berserah diri.”

Sang ratu pun memberitahukan isi surat tersebut kepada pembesar-pembesar negerinya dan meminta pertimbangan mereka. Para petinggi pun berkata siap mengangkat senjata karena Negeri Saba memiliki pertahanan yang kuat dan pasukan yang besar. Namun semua itu kembali kepada sang ratu.

Sebagai bentuk iktikad baik, Ratu Balqis memutuskan untuk mengirim hadiah kepada nabi Sulaiman. Setibanya utusan-utusan ratu di kerajaan Nabi Sulaiman AS, mereka diperintahkan untuk membawa pulang hadiah itu kepada ratunya.

Beliau pun meminta agar sang ratu untuk mendatangi kediaman nabi Sulaiman dan mengancam akan mengusir mereka dari Negeri Saba ketika tak bersedia untuk datang. Ratu Balqis pun setuju, lalu Nabi Sulaiman AS merintahkan salah satu pengikutnya (jin Ifrit) untuk memindahkan singgasana ratu Negeri Saba ke hadapan beliau. Dengan hanya satu kedipan mata saja istana negri saba sudah ada di hadapan nabi sulaiman.

Sesampainya di kerajaan Nabi Sulaiman AS, Ratu Balqis pun terkagum-kagum akan megahnya istana yang  dilihatnya. Ratu Bilqis pun tak menyangka jika ada istana yang menyerupai miliknya. Karena selama ini dia berpikir hanya dialah yang memiliki singasana yang indah dan megah.

Kemudian, Nabi Sulaiman AS mengajak sang ratu dan pasukannya berkeliling istana. Seiring waktu berjalan, Nabi Sulaiman  mengajak mereka untuk beriman kepada Allah SWT. Dengan Seketika Ratu Balqispun mengucap syahadat dan memeluk Agama Islam. Kemudian ratu Bilqis dipersunting oleh Nabi Sulaiman AS sehingga menjadi kerajaan yang lebih kuat lagi.

Kisah Nabi Sulaiman AS dengan Malaikat izroil

Pada masa Nabi sulaiman AS menjadi raja, Nabi Sulaiman AS mengundang seluruh tamu kenegaraan untuk menghadiri jamuan makan malam di istananya. Di pertengahan acara, tiba-tiba datang seorang pemuda lalu memandangi semua tamu satu per satu dengan tatapan yang sangat tajam.

Setelah memandangi para tamu, lalu tatapan si pemuda ini berakhir dan tertuju pada seseorang. Kemudian tamu tak diundang itu pun langsung pergi entah ke mana. Sementara itu, orang yang ditatap tadi merasa ketakutan dan ngeri.

Setelah itu, orang yang terakhir di pandang bertanya kepada Nabi Sulaiman mengenai pemuda tersebut. Lalu nabi sulaiman pun menjawab, dia adalah malaikat maut yang akan mencabut salah satu tamu yang hadir di tempat ini.

Mendengar jawaban tersebut, tamu yang bertanya tadi langsung merasa jika dirinyalah yang hendak dicabut nyawanya. Dia kemudian meminta tolong kepada nabi Sulaiman agar segera memindahkan tubuhnya dari tempat jamuan. Kemudian Nabi Sulaiman pun mengutus angin untuk membawa orang itu ke India.

Setelah tamu tadi dipindahkan, pria misterius tadi datang kembali dan menanyakan keberadaan orang tadi yang akan dicabut nyawanya kepada Nabi Sulaiman AS. Beliau pun menceritakan kejadian sebenarnya kepada malaikat.

Mengetahui hal itu, malaikat izroil langsung menuju India untuk menjalankan perintah Allah SWT, yakni mencabut nyawa. Kedatangannya pun membuat tamu yang dipindahkan angin tadi kaget bukan main. Meski berusaha menghindar, ternyata datangnya ajal tak bisa dihentikan atau di tunda.

Kisah Nabi Sulaiman AS – Makam di Yerusalem

Pada suatu hari, Nabi Sulaiman AS sedang mengawasi kawanan jin yang disuruhnya bekerja. Para jin  pun tak berani menoleh ke arah Nabi sulaiman AS. pada Saat itu pula, malaikat izroil datang untuk mencabut nyawa beliau.

Nabi Sulaiman wafat dalam keadaan berdiri yang disanggah oleh tongkatnya.  Para Jin-jin yang tengah sibuk  bekerja tak mengetahui jika rajanya telah wafat. Selanjutnya, Allah SWT memerintahkan rayap-rayap untuk menggerogoti tongkat Nabi sulaiman AS, sehingga tubuh beliau tersungkur ke tanah.

Mengetahui hal tersebut, para jin pun berhenti bekerja, lalu menghampiri Nabi Sulaiman AS sudah dalam keadaan tak bernyawa. Innalillahi wainnailaihi roji’un.

Demikianlah kisah tentang Kisah Nabi Sulaiman Serta Mu’jizatnya yang Menginspirasi. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita.

√ Kisah Nabi Luth As Dan Turunnya Azab Bagi Kaumnya

Kisah Nabi Luth As Dan Turunnya Azab Bagi Kaumnya

Kisah Nabi Luth As Dan Turunnya Azab Bagi Kaumnya – Pada pembahasan kali ini Pengetahuan Islam akan menceritakan tentang Kisah Nabi Luth.  tentang Kisah Nabi Luth AS. Bahwa perjuangan Nabi Luth As dalam mensyiarkan agama islam mendapat cobaan yang begitu besar, sampai sampai ummat Nabi Luth di azab oleh Allah. Untuk lebih lengkapnya silahkan simak simak artikel di bawah ini.

Kisah Nabi Luth As Dan Turunnya Azab Bagi Kaumnya

Di terangkan dalam Alquran, bahwa kisah Nabi Luth AS terdapat di beberapa surat. Di antaranya adalah surat Al A’raaf ayat 80 sampai 84, surat Hud ayat 69 sampai 83, Surat Al Hijr ayat 51 sampai 77, Surat Asy Syu’araa’ ayat 160 sampai 175, Surat An Naml ayat 54 sampai 58, Surat Al ‘Ankabut ayat 28 sampai 35, Surat Ash Shaaffaat ayat 133 sampai 138, Surat Adz Dzaariyat ayat 31 sampai 37, dan Surat Al Qamar ayat 33 sampai 40.

Semua cerita Nabi luth as yang telah di paparkan di Alquran, telah kami ringkas  dengan seringkas-ringkasnya, supaya kita dengan mudah memahami moral dan kesabaran nabi luth as dalam menyebarkan agama Allah pada kaumnya.

Sekilas Kisah Nabi Luth AS

Nabi Luth As adalah merupakan keponakan Nabi Ibrahim As, yang nama ayah beliau adalah Haran bin Azar dan saudara kembarnya yaitu Nahor. Dalam runtutan keturunan tersebut, beliau masih ada hubungannya yang erat dengan Syam, karena beliau merupakan salah satu anak laki-laki dari Nabi Nuh As.

Nabi Luth As sendiri menikah dengan Waliah yang kemudian di karuniai dua anak yang bernama Raitsa dan Zaghrata. Beliau dan keluarganya tinggal di sebuah daerah yang di sebut sebagai daerah sodom, dan untuk saat ini daerah tersebut berada di kota Yordania.

Namun, sebelum Nabi Luth As dan keluargannya tinggal di daerah sodom, beliau pernah tinggal di daerah Kan’an.  Karena profesi Nabi Luth As sebagai peternak dan penggembala maka membuat Nabi Luth As dan keluarganya memilih untuk tinggal di daerah Sodom. Karena, di daerah sodom masih banyak lahan kosong yang subur yang terletak di pinggir Sungai Yordania. Di sela-sela kesibukanya, Nabi Luth As masih bisa meluangkan waktunya untuk bersosialisali kepada daerah sodom guna mensyiarkan agama Allah.

Kebiasaan Buruk Kaum Sodom

Di dalam lingkup kota Sodom terdapat salah satu tempat Pentapolis yang berada di sekitar sungai Yordania. Karena di kota sodom ini masih beraliansi dengan Amorah, Zoara, Admah, dan Zeboiim untuk bidang perdagangan dan kebudayaan. Sehingga, masyarakat setempat memiliki kondisi ekonomi, dan mata pencaharian, yang sangat baik dan elastis dalam mengembangkan perekonomiannya,

Kota Sodom adalah merupakan salah satu kota yang memiliki ekonomi yang pesat di bandingkan kota yang lainnya. Mayoritas semua penduduk kota sodom menjalanka usaha beternak, bertani, dan berdagang. Karena tanah yang subur, membuat hasil jerih payahnya pun terbayar lunas.

Namun, walaupun kota sodom di beri keberkahan dan kehidupan yang serba tercukupi, akan tetapi mereka enggan bersyukuri nikmat yang telah di beri oleh Allah. Karena watak serakah yang menyelimuti penduduk sodom, mereka pun sering melakukan perkara yang keji di hadapan Allah, dengan berbuat dosa semaunya sendiri. Mabuk mabukan, Zina, Judi bahkan mereka melakukan hubungan seks dengan sesama jenis dan binatang.

Kisah Nabi Luth AS Mensyiarkan Agama Allah pada Kaum Sodom

Karena kebiasaan buruk para kaum Sodom yang telah menyalahi kodrat, Allah pun mengutus seorang Nabi untuk berdakwah kepada mereka supaya mau bertaubat kepada Allah. Dan pada akhirnya Allah mengutus Nabi Luth as untuk memberi pelajaran moral terhadap kaum sodom, dan mengangkat derajat mereka.

Namun untuk merubah semuanya, tentu sangatlah berat Untuk Nabi Luth, karena  Nabi Luth as yang selalu memperoleh penolakan dan perlawanan dari kaumnya, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

Kisah Nabi Luth As Dan Turunnya Azab Bagi Kaumnya

Kisah Nabi Luth AS Didatangi Oleh Malaikat

Dikisahkan pada suatu hari, ketika Allah memberi perintah kepada tiga malaikat untuk turun ke bumi guna menyampaikan sebuah kabar baik dan sebuah kabar buruk kepada Nabi Luth As. dalam kitab Alquran di jelaskan, saat ketiga malaikat itu turun ke bumi para malaikat pun menyamar sebagai pemuda yang sangat tampan. Tujuan Pertama para malaikat adalah mendatangi Nabi Ibrahim As, yang bertempat di kota kan’an.

Nabi Ibrahim pun menjamu tamunya dengan sangat ramah. Kemudian Para malaikat tersebut mengatakan apa yang menjadi tugasnya. Yakni  memberikan kabar terhadap Nabi Ibrahim, bahwa mereka mereka diutus Allah untuk memberitahu bahwa Nabi Ibrahim As akan segera dikaruniai seorang putra yang kelak menjadi utusan Allah, yakni Nabi Ishak As. Setelah itu, Para malaikat pun menceritakan azab yang akan di turunkan terhadap para kaum Sodom.

Mendengar khobar tersebut, Nabi Ibrahim pun bersedih dan bertanya kepada malaikat, “ Lalu bagaimana dengan nasib Luth?” malaikat pun menjawab pertanyaan Nabi Ibrahim, sesungguhnya azab ya g si turunkan oleh Allah khusus untuk para kaum sodom yang suka berbuat dosa dan melakukan maksiat.

Singkat cerita, setelah para malaikat selesai menemui Nabi Ibrahim, merekapun pergi meninggalkan Nabi Ibrahim untuk menemui Nabi Luth As. Setelah tiba di kota sodom, tidak sedikit dari kaum sodom yang tertarik terhadap  ketampanannya Sampai-sampai mengikutinya sampai di rumah Nabi Luth As.

Setibanya para malaikat di rumah Nabi Luth As, beliau pun Merasa mempunyai tanggung jawab penuh terhadap keselamatan tamunya, Nabi Luth As pun kemudian meminta mereka untuk segera masuk dan istirahat di dalam rumah Nabi Luth. Dan tak lupa, Nabi Luth pun berpesan kepada keluarganya untuk merahasiakan keberadaan para tamu Nabi Luth As.

Akan tetapi, kabar bahwa kotanya telah kedatangan para pemuda pemuda tampan sudah tersebar luas. Di tambah lagi dengan kecerobohan istri Nabi Luth as yang telah membocorkan keberadaan para pemuda pemuda tampan tersebut, Karena Istri Nabi Luth tergiur dengan suapan emas. Kemudian warga yang penasaran langsung berbondong bondong me datangi rumah Nabi Luth As untuk bertemu dengan pemuda tersebut,

Setelah Nabi Luth As tau bahwa keberadaan para pemuda tersebut, lantas Nabi Luth As segera mengunci rapat-rapat rumahnya dan membuat barikade di pintunya, agar semua orang yang ingin berusaha masuk tidak bisa masuk. Nabi luth As pun memberi nasihati terhadap orang-orang yang ingin memaksa masuk karena nafsunya birahinya.

Setelah itu Para malaikat pun memberi tahu kedatangannya bahwa mereka di utus oleh Allah untuk menyampaikan kabar kepada beliau. Bahwa sesungguhnya ummat beliau akan di beri Azab ketika tidak mau bertaubat kepada Allah. Nabi Luth pun bersedih. Setelah menyampaikan kabar tersebut, kemudi para malaikat pun kembali ke tempat asalnya meninggalkan Nabi Luth.

Demikianlah Kisah Nabi Luth As Dan Turunnya Azab Bagi Kaumnya semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita.

√ Fiqih Fathul Qorib : Cara Menggunakan Khuf Ketika Berwudhu

Fiqih Fathul Qorib - Cara Menggunakan Khuf Ketika Berwudhu

Fiqih Fathul Qorib : Cara Menggunakan Khuf Ketika Berwudhu – Khuf atau muza adalah kaus kaki kulit yang biasa dipakai pada saat musim dingin. Pemakai khuf mendapat keringanan khusus (rukhsoh) yaitu ketika berwudhu tidak harus melepas khuf tersebut tapi cukup mengusap bagian atas kaki saja.

Namun keringanan memakai khuf ini ada syarat-syarat khusus dan dan juga ada masa berlakunya. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut.

Fiqih Fathul Qorib : Cara Menggunakan Khuf Ketika Berwudhu

Sering kita mendengar tentang diperbolehkan tidak membasuh kaki saat berwudhu dengan menggunakan Muza atau khuf. Nah bagi yang belum begitu tahu bisa kita pelajari pada pembahasan berikut ini.

Pasal Mengusap Khuf (Muza, Kaos kaki Kulit)

فصل : والمسح على الخفين جائز في الوضوء لا في غسل فرض أو نفل، ولا في إزالة نجاسة، فلو أجنب أو دميت رجله، فأراد المسح بدلاً عن غسل الرجل لم يجز، بل لا بد من الغسل وأشعر قوله جائز أن غسل الرجلين أفضل من المسح، وإنما يجوز مسح الخفين لا أحدهما فقط، إلا أن يكون فاقد الأخرى (بثلاثة شرائط أن يبتدىء) أي الشخص (لبسهما بعد كمال الطهارة) فلو غسل رجلاً وألبسها خفها، ثم فعل بالأخرى كذلك، لم يكف ولو ابتدأ لبسهما بعد كمال الطهارة، ثم أحدث قبل وصول الرجل قدم الخف لم يجز المسح
وأن يكونا أي الخفان (ساترين لمحل غسل الفرض من القدمين) بكعبيهما فلو كانا دون الكعبين كالمداس، لم يكف المسح عليهما، والمراد بالساتر هنا الحائل لا مانع الرؤية، وأن يكون الستر من جوانب الخفين لا من أعلاهما
وأن يكونا مما يمكن تتابع الشيء عليهما) لتردد مسافر في حوائجه من حط وترحال، ويؤخذ من كلام المصنف كونهما قويين بحيث يمنعان نفود الماء، ويشترط أيضاً طهارتهما، ولو لبس خفاً فوق خف لشدة البرد مثلاً، فإن كان الأعلى صالحاً للمسح دون الأسفل صح المسح على الأعلى، وإن كان الأسفل صالحاً للمسح دون الأعلى، فمسح الأسفل صح أو الأعلى فوصل البلل للأسفل صح إن قصد الأسفل أو قصدهما معاً، لا إن قصد الأعلى فقط، وإن لم يقصد واحداً منهما، بل قصد المسح في الجملة أجزأ في الأصح
ويمسح المقيم يوماً وليلة و يمسح (المسافر ثلاثة أيام بلياليهن) المتصلة بها سواء تقدمت أو تأخرت (وابتداء المدة) تحسب (من حين يحدث) أي من انقضاء الحدث الكائن (بعد) تمام (لبس الخفين) لا من ابتداء الحدث و لا من وقت المسح، ولا من ابتداء اللبس والعاصي بالسفر والهائم يمسحان مسح مقيم، ودائم الحدث إذا أحدث بعد لبس الخف حدثاً آخر مع حدثه الدائم قبل أن يصلي به فرضاً يمسح، ويستبيح ما كان يستبيحه لو بقي طهره الذي لبس عليه خفه، وهو فرض ونوافل، فلو صلى بطهره فرضاً قبل أن تحدث مسح، واستباح نوافل فقط،
فإن مسح  الشخص (في الحضر ثم سافر أو مسح في السفر ثم أقام) قبل مضي يوم وليلة (أتم مسح مقيم) والواجب في مسح الخف ما يطلق عليه اسم المسح إذا كان على ظاهر الخف، ولا يجزىء المسح على باطنه، ولا على عقب الخف، ولا على حرفه ولا أسفله والسنة في مسحه أن يكون خطوطاً بأن يفرج الماسح بين أصابعه ولا يضمها
ويبطل المسح على الخفين (بثلاثة أشياء بخلعهما) أو خلع أحدهما أو انخلاعه أو خروج الخف عن صلاحية المسح كتخرقه (وانقضاء المدة) وفي بعض النسخ مدة المسح من يوم وليلة لمقيم وثلاثة أيام بلياليها لمسافر (و) بعروض (ما يوجب الغسل) كجنابة أو حيض أو نفاس للابس الخف.

(Pasal) mengusap dua muza (kaos kaki / kasut kulit) diperbolehkan dalam wudhu’, tidak di dalam mandi wajib ataupun sunnah, dan tidak di dalam menghilangkan najis.

Sehingga kalau ada seseorang yang junub atau kakinya berdarah, kemudian ia ingin mengusap muza sebagai ganti dari membasuh kaki, maka tidak diperkenankan, bahkan harus membasuh kakinya.

Perkataan mushannif yang berbunyi, “diperbolehkan” memberi pehamaman bahwa sesungguhnya membasuh kedua kaki itu lebih utama dari pada mengusap muza.

Mengusap muza itu hanya diperbolehkan jika memang mengusap keduanya tidak salah satunya saja, kecuali jika dia tidak memiliki kaki yang satunya lagi.

Syarat Mengusap Muza

Di perbolehkannya mengusap muza atau khuf dengan tiga syarat, yaitu

1. Seseorang mulai mengenakan kedua muza tersebut setelah dalam keadaan suci secara sempurna.

Sehingga, kalau ia membasuh salah satu kakinya dan mengenakan muza pada kaki tersebut, kemudian hal yang sama dilakukan pada kaki yang satunya lagi, maka tidak mencukupi.

Dan seandainya ia mulai mengenakan kedua muza setelah sempurnanya suci, namun kemudian ia hadats sebelum kakinya sampai di dasar muza, maka tidak diperkenankan untuk mengusapnya.

2. kedua muza tersebut bisa menutupi bagian kedua telapak kaki yang wajib di basuh hinggah kedua mata kakinya.

Sehingga, kalau kedua muza tersebut tidak sampai menutup kedua mata kaki seperti sepatu, maka tidak cukup mengusap keduanya.

Yang di kehendaki dengan “satir (yang menutup)”di dalam bab ini adalah penghalang, bukan sesuatu yang mencegah penglihatan.

Yang harus tertutup adalah bagian bawah dan sampingnya kedua muza, tidak arah atas keduanya.

3. Muza tersebut harus terbuat dari sesuatu yang bisa digunakan untuk berjalan naik turun bagi seorang musafir guna memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Dari ucapan mushannif di atas bisa diambil pemahaman bahwa kedua muza tersebut harus kuat, sekira bisa mencegah masuknya air. Juga disyaratkan keduanya harus suci.

Dan seandainya ia memakai muza berlapis karena cuaca terlalu dingin semisal, maka, jika muza yang luar / atas layak untuk diusap tidak muza yang dalam, maka syah mengusap muza yang luar.

Dan jika yang layak diusap adalah muza yang dalam, bukan yang luar, kemudian ia mengusap muza yang dalam, maka hukumnya sah.

Atau ia mengusap muza yang atas, namun kemudian basah-basah air sampai ke muza yang dalam, maka hukumnya sah jika ia menyengaja untuk mengusap yang dalam atau mengusap keduanya, dan tidak sah jika ia menyengaja mengusap muza yang luar saja.

Dan jika ia tidak menyengaja mengusap salah satunya, akan tetapi ia menyengaja mengusap secara umum, maka dianggap cukup menurut pendapat al Ashah.

Masa Mengusap Muza

Bagi orang yang muqim (tidak bepergian) diperkenankan mengusap selama sehari semalam. Dan bagi musafir diperkenankan mengusap selama tiga hari beserta malam-malamnya yang bersambung, baik malam-malamnya itu lebih dahulu atau belakangan.

Permulaan masa tersebut terhitung sejak ia hadats, maksudnya sejak selesainya hadats yang terjadi setelah sempurna mengenakan kedua muza.

Bagi orang yang melakukan maksiat dengan bepergiannya dan orang yang berkelana tanpa tujuan, maka diperkenankan mengusap seperti mengusapnya orang yang muqim -sehari semalam-.

Orang yang selalu mengeluarkan hadats (daimul hadats), ketika ia mengalami hadats yang lain di samping hadatsnya yang selalu ada, setelah mengenakan muza dan sebelum melakukan sholat fardlu, maka ia diperkenankan mengusap muza dan melakukan hal-hal yang boleh ia lakukan seandainya kesucian saat mengenakan muza itu masih ada, yaitu ibadah fardlu dan beberapa ibadah sunnah.

Sehingga, kalau sudah melakukan ibadah fardlu sebelum mengalami hadats, maka ia diperkenankan mengusap muza dan melakukan ibadah-ibadah sunnah saja.

Jika ada seseorang yang mengusap muza saat masih di rumah kemudian ia bepergian, atau mengusap saat bepergian kemudian ia muqim sebelum melewati sehari semalam, maka dia diperkenankan menyempurnakan masa mengusap bagi orang yang muqim -sehari semalam-.

Cara Mengusap Muza

Wajib saat mengusap muza adalah melakukan sesuatu yang sudah layak disebut mengusap, jika memang dilakukan di bagian luar muza. Tidak mencukupi mengusap bagian dalam, tungkak muza, tepi dan bagian bawahnya.

Fiqih Fathul Qorib - Cara Menggunakan Khuf Ketika Berwudhu

Yang sunnah di dalam mengusap adalah mengusap dengan posisi menggaris, dengan artian orang yang mengusap muza tersebut merenggangkan jari-jarinya, tidak merapatkannya.

Hal Membatalkan Untuk Mengusap

Mengusap dua muza hukumnya batal sebab tiga perkara, yaitu

  1. Melepas keduanya
  2. Melepas salah satunya
  3. Terlepas sendiri atau muza sudah keluar dari kelayakan untuk diusap seperti sobek.

Adapun habisnya masa mengusap. Dalam sebagian redaksi diungkapkan dengan bahasa “habisnya masa mengusap” yaitu sehari semalam bagi orang muqim, dan tiga hari tiga malam bagi orang musafir.

Sebab terjadinya sesuatu yang mewajibkan mandi seperti jinabah, haidl, atau nifas pada orang yang mengenakan muza.

Demikian ulasan tentang Fiqih Fathul Qorib : Cara Menggunakan Khuf Ketika Berwudhu. Semoga dapat bermanfaat dan manambah wawasan ilmu pengetahuan kita semua. Terimakasih.

√ Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Belajar Latin dan Artinya

Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Belajar Latin dan Artinya

Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Belajar Latin dan Artinya – Pada Kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Doa Sebelum dan Setelah Belajar. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan bacaan doa sebelum belajar dan doa sesudah belajar arab, latin dan terjemahnya. Untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.

Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Belajar Latin dan Artinya

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, baik anak-anak, remaja, dewasa, sampai orang tua sekalipun. Apabila kita akan menuntut ilmu, alangkah baiknya kita sebelum ini membaca doa belajar.

Hal ini bertujuan agar Allah SWT memberikan kepada kita pemahaman dalam menuntut ilmu. Belajar atau menuntut ilmu sangatlah penting bagi kita, baik ilmu yang bersifat dunia maupun ilmu agama.

Berikut ini adalah hadits yang menganjurkan kita untuk mencari ilmu.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

Artinya:

Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan.” (H.R. Al-Baihaqi)

Berikut ini adalah bacaan doa sebelum dan setelah belajar arab beserta latin dan artinya.

Doa Sebelum Belajar

رَضِتُ بِااللهِ رَبَا وَبِالْاِسْلاَمِ دِيْنَا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيَا وَرَسُوْلاَ رَبِّ زِدْ نِيْ عِلْمًـاوَرْزُقْنِـيْ فَهْمًـا

Rodlittu Billahirobba, Wabil Islaamidiinaa, Wabimuhammadin Nabiyyaw Warasulla, Robbii Zidnii Ilmaa Warzuqnii Fahmaa.

Artinya:

Kami ridho Allah Swt sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah aku pengertian yang baik”.

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

Robbii Zidnii ‘Ilman Warzuqnii Fahmaa, Waj’alnii Minas Shoolihiin

Artinya:

Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizqi akan kepahaman,Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang sholeh

Doa Sesudah Belajar

اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Allahumma Arinal Haqqa Haqqan Warzuqnat Tibaa’ahu. Wa Arinal Baathila Baathilan Warzuqnaj Tinaabah.

Artinya:

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran, sehinggga kami dapat mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اِسْتَوْدِعُكَ مَاعَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَىَّ عِنْدَ حَاجَتِىْ وَلاَ تَنْسَنِيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Allaahumma Innii Istaudi’uka Maa ‘Allamtaniihi Fardudhu Ilayya ‘Inda Haajatii Wa Laa Tansaniihi Yaa Robbal ‘Alamiin

Artinya:

Ya Allah, sesungguhnya ku titipkan kepada-Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah dia kepadaku disaat aku membutuhkannya. Janganlah Engkau buat aku lupa kepadanya. wahai Tuhan pemelihara alam.”

رَبَّنَا انْفَعْنَا بِمَاعَلَمْتَنَا الَّذِيْ يَنْفَعُنَا وَزِدْنَا عِلْمًا وَالْحَمْدُلِلّٰهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Rabbanan Fa’naa Bima ‘Alamtanaldzi Yanfa’una Wa Zidna ‘Ilman Walhamdulillahi ‘Ala Kulihal

Artinya:

Ya Tuhan kami, jadikanlah ilmu kami ilmu yang bermanfaat, ajarkan kami apa-apa yang bermanfaat bagi kami serta tambahkan ilmu bagi kami, segala puji hanya bagi Allah dalam setiap keadaan.”

Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Belajar Latin dan Artinya

Adab dalam Menuntut Ilmu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan tentang Islam, termasuk di dalamnya terkait masalah adab. Seseorang penuntut ilmu harus menghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia. Dia juga harus mengamalkan ilmunya dengan menerapkan akhlak yang mulia, baik terhadap dirinya sendiri maupun kepada orang lain.

Mengikhlaskan Niat dalam Menuntut Ilmu

Dalam menuntut ilmu kita harus ikhlas karena Allah Ta’ala dan seseorang tidak akan mendapat ilmu yang bermanfaat jika ia tidak ikhlas karena Allah SWT.

Rajin Berdoa Kepada Allah Ta’ala, Memohon Ilmu yang Bermanfaat

Hendaknya setiap penuntut ilmu senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala dan memohon pertolongan kepada-Nya dalam mencari ilmu serta selalu merasa butuh kepada-Nya.

Bersungguh-Sungguh dalam Belajar dan Selalu Merasa Haus Ilmu

Dalam menuntut ilmu syar’i diperlukan kesungguhan, tidaklah layak bagi para penuntut ilmu bermalas-malasan dalam mencarinya. Kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan izin Allah SWT, apabila kita bersungguh-sungguh dalam menuntutnya.

Menjauhkan Diri Dari Dosa dan Maksiat Dengan Bertaqwa Kepada Allah Ta’ala

Seseorang dapat/bisa terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebabkan banyak melakukan dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat dapat/bisa menghalangi ilmu yang bermanfaat. Bahkan dapat mematikan hati, merusak kehidupan dan mendatangkan siksa Allah Ta’ala.

Tidak Boleh Sombong dan Tidak Boleh Malu dalam Menuntut Ilmu

Sombong dan malu menyebabkan pelakunya tidak akan mendapatkan ilmu. Selama kedua sifat itu masih terdapat dalam dirinya.

Mendengarkan Baik-Baik Pelajaran yang Disampaikan Guru

Sebagaiman Allah Ta’ala berfirman,

فَبَشِّرْ عِبَادِ. الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ

“… sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hambaKu, (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az-Zumar ayat 17-18)

Demikian penjelasan tentang Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Belajar Latin dan Artinya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terima kasih.

√ Dzikir dan Doa Setelah Sholat Wajib Arab, Latin dan Terjemah

Dzikir dan Doa setelah sholat wajib Arab, Latin dan Terjemah – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Dzikir dan Doa setelah Sholat Wajib yang mana dengan menggunakan bahasa arab, latin dan terjemahnya. Sehingga memudahkan para pembaca untuk memahami dan menghapalnya. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Dzikir dan Doa Setelah Sholat Wajib Arab, Latin dan Terjemah

Dalam islam setiap melaksanakan ibadah sholat wajib, setelah selesai sholat biasanya jamaah baik imam maupun makmum membaca serangkaian doa.

Ada yang membaca doa pendek dan singkat, namun ada juga yang membaca secara lengkap. Bagi orang yang melaksanakan sholat sendiri-sendiri, biasanya membaca doa dengan singkat sedangkan jika sholat berjamaah. Imam akan membaca doa selesai sholat yang panjang dan makmum akan mengamininya.

Di sini kita akan menuliskan beberapa lafadz doa dan dzikir yang biasa sering dibaca setelah selesai sholat wajib. Namun sebelum itu, kita terlebih dahulu perlu mengetahui pengertian dari sholat wajib dan doa.

Pengertian Sholat Wajib

Sholat wajib atau sholat fardhu adalah ibadah sholat yang dikerjakan oleh umat Islam baik laki-laki maupun perempuan yang tidak berhalangan (haid/nifas). adapun syarat untuk mengerjakannya adalah beragama Islam, baligh, suci dari hadas besar dan kecil serta berakal sehat.

Untuk menyucikan diri dari hadas kecil dapat dilakukan dengan cara berwudhu atau dengan cara tayamum bila tidak ada air. Sedangkan untuk menghilangkan hadas besar harus dilakukan dengan cara doa mandi wajib.

Sholat wajib terdiri dari 5 waktu antara lain sholat subuh, sholat dzuhur, sholat ashar, sholat maghrib, dan terakhir sholat isya. Total terdapat 17 rakaat sholat fardhu yang dikerjakan dalam kurun waktu 24 jam.

Bagi yang terpaksa tidak dapat mengerjakan sholat wajib, maka diperbolehkan untuk menggantinya di lain waktu atau yang biasa disebut dengan sholat qadha.

Bagi yang tidak dapat mengerjakan sholat fardhu dengan cara berdiri, dapat mengerjakannya dengan cara duduk atau berbaring, tergantung kemampuan masing-masing.

Pengertian Doa

Doa adalah kalimat atau bacaan yang diucapkan dengan harapan dapat tersampaikan dan didengar oleh Tuhan. Dalam agama Islam, Doa yaitu sesuatu yang ingin disampaikan kepada Allah SWT.

Isi dari doa biasanya merupakan permohonan atau ucapan syukur, kebanyakan adalah memohon sesuatu agar dikabulkan oleh Allah SWT. Karena hanya Allah lah tempat kita memohon dan meminta.

Doa dalam agama Islam diucapkan dengan menggunakan bahasa Arab. Namun ada juga berupa tulisan latin bagi yang belum lancar mengaji dan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia bagi yang ingin memahami maknanya.

Dzikir dan Doa Setelah Sholat Wajib Singkat

Bacaan doa setelah sholat fardhu merupakan doa yang dibaca ketika selesai menjalankan sholat dengan maksud mengucap syukur dan memohon sesuatu kepada Allah SWT.

Dzikir Setelah Sholat Wajib Arab, Latin dan Terjemah Lengkap

Jika mengerjakan sholat berjamaah seperti subuh, maghrib dan isya, biasanya imam akan membaca rangkaian doa berikut setelah selesai sholat dan makmum akan mengamininya.

Berikut adalah rangkaian doa dan dzikir setelah sholat wajib yang panjang atau lengkap dalma bahasa Arab, latin beserta artinya.

1. Istighfar 3 Kali
xأَسْتَغْفِرُ اللًّهَ   ٣

Astaghfirulloh, Astaghfirulloh, Astaghfirulloh.

Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah, Aku mohon ampun kepada Allah, Aku mohon ampun kepada Allah.”

2. Doa Keselamatan
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Allohumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Maha Pemberi keselamatan dan keselamatan hanyalah dari-Mu, Mahaberkah Engkau, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

3. Doa Dzikir Pertama
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaha illalloh wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allohumma laa maani’a limaa a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jadd.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Kerajaan dan pujian hanyalah milik-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menolak apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau tolak. Juga tidak bermanfaat orang kaya (tanpa amal), dari-Mu segala kekayaan.”

4. Ayat Kursi
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum laa ta’khudzuhuu sinatuuw walaa naum lahuu maa fiis samaawaati wamaa fil ardhi man dzaal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaasyaa-a wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardho walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ’aliyyul azhiim.

Artinya: “Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

5. Tasbih, Tahmid dan Takbir 33 Kali
سُبْحَانَ اللَّهِ

Subhaanalloh (33x)

Artinya: “Maha suci Allah.”

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Alhamdulillah (33x)

Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

اللَّهُ أَكْبَرُ

Allohu akbar (33x)

Artinya: “Allah Maha Besar.”

6. Doa Dzikir Kedua

Kemudian dilanjut dengan membaca doa dzikir sholat yang lebih pendek dibanding bacaan dzikir yang pertama berikut ini.

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illalloh wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Kerajaan dan pujian hanyalah milik-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

7. Doa Syukur atau Ihsan

Terakhir adalah membaca doa syukur untuk berterima kasih kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan-Nya sehingga kita dapat mengerjakan ibadah sholat dan membaca dzikir dengan baik.

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Alloohumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik.

Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”

Doa Setelah Sholat Wajib Arab, Latin dan Terjemah

Berikut adalah lafadz bacaan doa dan dzikir setelah sholat wajib yang singkat dalam bahasa Arab.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرِّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Bismilllaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi Robbil ‘aalamiin. Hamdan yuwaafii ni’amahu wa yukaafi-u maziidah. Yaa Robbanaa lakal hamdu wa lakasy syukru kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa ‘adhiimi sulthoonik

Artinya : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segalah syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.”

اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Alloohumma sholli wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin walhamdulillaahi robbil ‘aalaamiin.

Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.”

اَللهُمَّ اغْفِرْلِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا

Alloohummagh firlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku semenjak kecil.”

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Robbanaghfirlanaa wali-ikhwaaninal ladziina sabaquunaa bil iimaan walaa taj’al fii quluubinaa ghillal lilladziina aamanuu Robbanaa innaka ra-uufur rohiim.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dan janganlah Engkau biarkan ghill (dengki) dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa min ladunka rohmatan innaka antal wahhaab.

Artinya : “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ تَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Alloohumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wad dunyaa wal aakhiroh, wa’aafiyatan fil jasad, wa shihhatan fil badan, wa barokatan fir rizq, wa taubatan qoblal maut, wa rohmatan ‘indal maut, wamaghfirotan ba’dal maut. Alloohumma hawwin ‘alainaa fii sakarootil maut, wan najaata minan naar, wal ‘afwa ‘indal hisaab.

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepadaMu kesejahteraan dalam agama, dunia dan akhirat, keafiatan jasad, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, (berilah kami) keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat hisab.”

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Robbanaa hablanaa min ‘azwaajinaa wa dzurriyaatinaa qurrota a’yunin waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.

Artinya : “Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami istri-istri dan keturunan-keturunan sebagai penyejuk hati dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.”

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Robbanaa taqobbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim watub ‘alainaa innaka antat tawwaabur rohiim.

Artinya : “Wahai Tuhan kami, perkenankanlah (permohonan) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaabannar.

Artinya : “Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.”

وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi washohbihii wasallam, walhamdulillaahi Robbil ‘aalamiin.

Artinya : “Semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.”

Demikian ulasan tentang Dzikir dan Doa setelah sholat wajib Arab, Latin dan Terjemah. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya

Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya

Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya – Marah merupakan hal atau perkara yang bersifat manusiawi. Setiap orang pasti pernah merasakan marah. Dari waktu ke waktu yang mana kita pun tak luput dari perasaan yang kuat ini. Untuk lebih jelasnya silahkan simak uraian Pengetahuan Islam berikut ini.

Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya

Penyebab marah pun bisa beragam dan umumnya disebabkan oleh frustasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, curiga, dan ancaman.

Meskipun ketika meluapkan bisa merasa lega setelah marah. Namun kadang-kadang perasaan lega itu hanya berlangsung pendek. Sehingga, tanpa kita sadari hal itu telah berdampak baik secara psikologis maupun biologis.

Definisi Marah

Menurut E. Kristi Poerwan seorang Psikolog menyatakan bahwa setidaknya ada dua poin yang membuat marah menjadi konstruktif.

Menurutnya Kedua Poin tersebut adalah:

  1. Haruslah karena alasan yang tepat, bukan karena factor subjektif

Banyak kasus kemarahan timbul di lingkungan keluarga, misalnya suami marah secara berlebihan karena merasa tidak dihargai pleh istrinya. Padahal ini hnaya pandangan subjektif sang suami.

  1. Marah haruslah terkendali

Marah yang membabi buta, bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dampak dari Marah

Beberapa fakta mengungkapkan bahwa marah ternyata mempunyai dampak yang besar terhadap kesehatan.

Amarah yang berasal dari bagian otak yang sangat tua dan biasanya berlangsung hanya selama satu hingga dua detik saja. Tetapi bisa juga dapat berlangsung dalam jangka waktu Panjang.

  1. Gejala Biologis

Berdasarkan gejala biologis, marah hanya akan berakibat buruk bagi kesehatan.

Orang yang dalam kondisi sedang marah akan mengalami tekanan darah yang meningkat, hormone stress meningkat, napas jadi pendek dan jantung berdebar.

Marah juga akan membuat badan menjadi gemetar, pupil pada mata berkontraksi dengan tidak teratur, kekuatan fisik akan meningkat, cara bicara dan gerak lebih cepat dan sering lebih sensitif. Tanda tersebut ini akan mengakibatkan pergerakan sel dan hormon dalam tubuh menjadi tidak normal.

  1. Gejala Psikologis

Demikian pula gejala psikologis dari orang yang marah. Marah akan menjadikannya rentan akan terkena penyakit hati, yang ujungnya akan berdampak pada kesehatan fisiknya.

Orang marah akan dipengaruhi sifat kritis, pendengki, pendiam, tingkah lakunya agresif, cemburuan, percaya diri rendah, mudah menilai orang dengan negative, selalu tak enak perasaannya, depresi, gelisah, lesu dan mudah Lelah.

Begitu besar dan hebatnya dampak negative dari emosi marah ini. Bukan saja untuk diri orang yang marah, tetapi juga terhadap orang lain.

Marah yang meledak-ledak akan cenderung menjadikan pelakunya berlaku destruktif dan merusak. Marah yang dibiarkan meluap tersebut, berasal dari godaan setan. Apabila hal itu dituruti maka akan menjauhkan seseorang dari mengingat tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Marah yang demikian merupakan bara api yang ditiupkan setan ke dalam hati anak Adam. Sebagaimana Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya, amarah itu dari setan.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Bila marah sudah merasuk ke dalam hati, maka setan akan lebih mudah menganggunya. Setan akan mengajaknya pada ranah kesesatan, bahkan kemudian akan menjadikannya sebagai sahabatnya. Oleh karena itu, pada kondisi marah harus segera diatasi.

Cara Mengendalikan Marah

Lantas, Apa yang harus dilakukan pada saat marah?

Dalam Islam tidak menafikan adanya marah ini, karena marah merupakan fitrah yang diciptakan Allah untuk manusia. Islam hanya mengarahkan kepada kita dalam menghadapi sifat emosional kita itu.

Pada saat marah, Islam mengarahkan untuk menyingkapi kondisi tersebut dengan bijak. Tidak memendamnya ke dalam hati sehingga akan menimbulkan berbagai penyakit. Juga tidak pula membiarkannya menjadi meluap tanpa kontrol hingga merusak.

Akan tetapi, hendaknya kita dapat mengendalikan emosi marah ini dengan dua cara, yaitu:

  1. Membaca doa istiadzah untuk menutup pintu masuk setan

Bacaan Doa Istiadzah

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A’uudzu billahi minas- syaithanir- rajiim”.

Artinya:

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”.

Sebagaimana Rasulullah telah bersabda:

“Sungguh, aku akan mengajari suatu kalimat, yang apabila ia mengucapkannya maka akan hilang apa yang ia dapatkan (marah). Jika ia membaca, ‘Auudzubillahi minasy- syaitaanir- rajiim’, niscaya hilanglah apa yang ia dapatkan.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Dengan doa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan dan kejahatan setan. Dengan membaca doa istiadzah ini, maka setan akan menyingkir dan lari sehingga ia tidak mampu lagi mengobarkan bara api amarah mereka di hati kita.

  1. Membaca doa ketika marah agar ingat kepada Allah

Kita dapat membaca doa ketika marah yang diajarkan Rasulullah.

Bacaan Doa Ketika Marah

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Allahummaghfirlii dzanbi, wa adzhib ghaidzha qalbii, wa ajirnii minas- syaithani”.

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan”.

Dengan hati yang selalu ingat kepada Allah, maka kemarahan yang tadinya meluap akan menjadi reda. Rasa kesal dan jengkel yang tadinya telah menguasai hati menjadi sirna dan pikiran yang tadinya kacau akan menjadi terkontrol.

Manfaat Doa Ketika Marah

Doa itiadzah dan doa ketika marah ini mempunyai kekuatan untuk menolak dari kemarahan. Hal ini disebabkan oleh kandungan dari kata-kata yang tersirat dalam bacaan doanya.

  1. Mengusir setan yang menggoda kita jadi marah

Karena marah datangnya dari godaan setan, maka dengan membaca doa istiadzah setan akan lari tunggang langgang. Ketika setan menyingkir, niscaya mudah bagi kita untuk mengingat Allah.

  1. Teringat kekuasaan Allah.

Dengan membaca doa istiadzah dan doa ketika marah, maka kita akan ingat pada kekuasaan, keperkasaan dan wewenang Allah.

Kita akan kembali disadarkan pada makna hakikat tauhid, yakni bahwa sejatinya tidak ada yang berbuat, kecuali hanya Allah semata. Dia-lah yang memiliki kehendak, yang menciptakan dan yang menggerakkan makhluk-makhluk-Nya.

Jika demikian, apabila Anda marah pada seseorang karena sifatnya, ucapannya, kelakuannya, tindak-tanduknya atau lainnya, maka sama halnya Anda telah marah pada Allah.

Apabila Anda jengkel dan benci pada orang yang memaki-maki Anda, atau membenci Anda, maka sama pula Anda jengkel dan benci pada Allah.

Apabila Anda mencela, mencemooh dan menyumpahi seseorang yang Anda marahi. Maka sama halnya Anda telah mencela Allah, dan sebagainya.

Ingatlah hal ini benar-benar, niscaya akan Anda sadar bahwa kemarahan Anda itu sungguh tidak patut dan tidak layak dihadapan Allah.

  1. Teringat pada dosa dan kesalahan kita pada Allah

Dengan membaca doa marah, kita akan teringat dosa-dosa kita kepada Allah.

Sebagaimana hal ini tersirat dalam kalimat “ighfir lii dzambi” (ampunilah dosaku).

Dosa atas apa?

Dosa karena kita telah sering mendurhakai-Nya, menyalahi perintah-Nya, mengesampingkan-Nya.

Lalu, apakah dosa kita itu membuat Allah murka kepada kita?

Sungguh, tidak, Allah senantiasa Maha Penyabar dan  Penyantun. Berapa  banyak manusia berbuat durhaka kepada-Nya, tapi Allah tetap menunjukkan kesabaran dan sifat kesantunan-Nya.

Allah tidak bersegera menimpakan siksa, tetapi senantiasa membukakan pintu ampunan dan maaf yang selebar-lebarnya. Juga selalu bersedia melimpahkan segala karunia-Nya.

Lantas, apakah dengan semua ini, kita masih pantas marah pada ketetapan Allah?

Sungguh, kemarahan Allah di akhirat kelak akan lebih besar, jika kita tidak segera menahan amarah kita dan tidak cepat-cepat memohon ampun kepada-Nya.

Dengan memohon ampunan kepada Allah dan mengingat dosa serta kesalahan kita, berarti kita bersedia untuk mengoreksi setiap kesalahan kita terhadap orang yang kita marahi.

Adakah orang yang kita marahi itu benar-benar bersalah dan patut kita marahi?

Bisa jadi, kemarahan kita itu justru muncul dari kesalahan kita sendiri, bukan dari kesalahannya. Bisa jadi, kita jengkel dan mencaci makinya karena rasa dendam dan iri yang bersarang di hati kita.

Kita marah padanya karena hendak menunjukkan kesombongan kita padanya. Kita marah dan menghina, padahal orang yang kita marahi itu hendak menasehati kebaikan pada diri kita.

Jika memang orang yang kita marahi itu telah berbuat salah pada kita, mungkin kesalahaannya karena tidak disengaja. Bisa jadi karena ia orang yang jahil atau orang bodoh, yang suka pamer dan berbuat sombong.

Meskipun ia telah berbuat kesalahan pada kita, apa pun alasannya, toh kesalahan itu telah diperbuatnya dan telah terjadi. Kita mau marah-marah, itu sama saja percuma.

Belajar untuk memaafkan kesalahan orang lain akan dapat menyucikan jiwa kita, meninggikan kedudukan kita, dan menguntungkan diri kita sendiri. Belajar untuk memaafkan orang lain adalah langkah yang penting untuk menggapai maghfirah-Nya dan ridha-Nya.

Artinya:

“Barang siapa menolak kemarahannya, maka Allah akan menolak siksa-Nya darinya.” (HR.Thabrani).

Ketahuilah bahwa amarah adalah perasaa. Karenanya, amarah akan mengubah kesan kita terhadap manusia. Amarah akan menggantikan persepsi positif menjadi negative.

Taruhlah Anda bersitegang dengan seseorang. Dia berteriak-teriak, dan Anda pun demikian. Tiga jam kemudian, emosi Anda menurun. Anda sudah tidak lagi berteriak-teriak, tetapi sekarang Anda harus menghadapi dampak dari perasaan akibat marah.

Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya

Marah yang Baik

Sampai di sini, perlu diingat bahwa marah tidak selamanya jelek. Ada juga marah yang bersifat positif dan baik. Marah yang positif berfungsi untuk melindungi kita, memelihara hubungan kita, mewujudkan harapan dan cita-cita dan cara pandang kita pada dunia.

Marah yang baik merupakan marah yang dilakukan untuk perkara yang tepat, di saat yang tepat, dan dengan cara yang tepat pula.

Sebagai seorang mukmin, kita dituntut untuk selalu dapat mengendalikan marah.  Sehingga, kemarahan kita adalah karena menemui kezhaliman dan diungkapkan dengan tidak meninggalkan keadilan. Kemarahan kita bukan karena dorongan nafsu, tapi karena Allah.

Demikian penjelasan tentang Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih sudah berkunjung.

Baca juga:

Inilah Kumpulan Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW

Inilah Kumpulan Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW

Inilah Kumpulan Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW – Sahabat Muslim, Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. adalah bentuk kita cinta kepada beliau. Apa yang beliau perintahkan kepada kita semuanya adalah ibadah. Salah satu bentuk ibadah dengan ucapan namun pahalanya yang luar biasa ialah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat kita akan tetap sampai walaupun kita jauh.

Teringat saat mendengar cerita rasulullah SAW. saat beliau akan meninggalkan kita. Yang dipikirkan beliau bukan keluarganya, akan tetapi adalah umatnya. Betapa beliau sangat mencintai kita, semoga kita bisa bertemu beliau kelak dan mendapatkan syafaatnya ketika di akhirat. Lebih jelasnya simak keterangan Pengetahuan Islam berikut ini.

Inilah Kumpulan Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW

Sebagaimana telah menceritakan kepada Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah Shalallah ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

Artinya : “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan mengucapkan shalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan ia diangkat sepuluh derajat untuknya.” (Hadits Nasai Nomor 1280)

Sebagai wujud dan bukti cinta kita kepada beliau maka kita dianjurkan untuk menyebut namanya yaitu dengan bersholawat. Adapun bacaan sholawat Nabi Muhammad SAW sebagai berikut.

Kumpulan Dan Keutamaan Bacaan Sholawat

Ada beberapa macam sholawat, disini saya menyebutnya shalawat khusus dan shalawat umum. Sholawat umum adalah sholawat pendek yang biasanya sering diucapkan dalam sholat dan diamalkan tidak dalam jumlah tertentu. Sholawat umum itu antara lain :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ

Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad An Nabiyyil Ummiyyi.

Artinya : “Ya Allah, berilah Shalawat kepada Muhammad Nabi yang Ummi.”

اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad Wa’Ala Ali Muhammad Kama Shollaita ‘Ala Ali Ibrahim, Innaka Hamidun Majid.

Artinya : “Ya Allah, berilah Shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya, karena engkau memberi shalawat kepada kerabat Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Bacaan Sholawat Nariyah

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allohumma sholli ‘sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lumin laka.

Artinya: “Ya Allah berilah sholawat dengan sholawat yang sempurna dan berilah salam dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan, hujan diturunkan, berkat dirinya yang pemurah, juga atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuan-Mu.”

Sholawat Ibrohimiyah

اَللّـٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أَٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِى الْعٰلَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Artinya: “Ya Allah, limpahkan sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana yang telah Engkau limpahkan pada Ibrahim dan keluarganya, berkatilah Muhammad dan keluarganya sebagaiman Engkau memberkati Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Keutamaan:

  • Mendapatkan segala macam kebutuhan hidup dunia dan akhirat
  • Mendapatkan rahmat dan keselamatan dunia dan akhirat
  • Mendapatkan kewibawaan yang sangat besar terhadap orang lain
  • Menarik dan memperluas rizki dengan sebanyak-banyaknya
  • Mendatangkan segala macam hajat dan dapat mempercepat tercapainya semua cita-cita.

Sholawat Syifa

اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَصِحَّةَ اْلأَبْدَانِ وَعَافِـــيَــتِهَا وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلٰى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, kepada junjungan kita bnabi Muhammad SAW. yang menjadi dokter semua hati dan obatnya, yang menjadi sehat semua badan dan kesejahteraannya, yang menjadi cahaya semua hati dan kemuliaannya. Dan semoga rahmat terlimpah kepada segenap keluarga beliau dan kepada para sahabat-sahabatnya, serta limpahkanlah salam dan kesejahteraan kepada mereka semua.”

Keutamaan:

  • Menjadikan tubuh lebih kuat dan sehat
  • Menjadikan tubuh kita selamat, awet muda dan panjang usia
  • Menjadikan hati lebih terang dan bercahaya, sehingga dapat melihat kebaikan dan kebatilan

Sholawat Munjiyat

اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَ بِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلأَهْوَالِ وَالْأَفَاتِ وَتَقْضِى بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّــيـِّـــــئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلٰى الدَّرَجَاتِ وِتُبَلِّغُنَا بَهَا أَقْصٰى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاتِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ إِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَىيْئِ قَدِيْرٌ.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, melalui rahmat itu Engkau menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan malapetaka. Yang dengan rahmat itu Engkau memenuhi segala hajat kami, yang dengan Engkau mensucikan kami dari segala keburukan, yang dengan Engkau mengangkat derajat kami setinggi-tingginya, yang dengan Engkau mengantar kami ketempat yang paling ujung dari semua kebaikan hidup di dunia dan kehiduan setelah mati.”

Keutamaan:

  • Mengharumkan bau mulut yang tidak sedap
  • Menghilangkan rasa canggung dihadapan orang banyak, dan dapat memancarkan kewibaan melalui ucapannya.

Sholawat Ma’tsuroh

Sholawat ma’tsuroh merupakan sholawat yang kalimat, cara membaca, waktu membaca dan keutamaannya telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, sendiri.

أللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحّمَّدٍ نِالنَّـبِىِ اْلأُمِّىِّ وَعَلٰى اٰلِهِ وَسَلِّمْ

Artinya: “Ya Allah! Limpahkanlah sholawat kepada Muhammad yang tiada dapat membaca dan menulis (Ummy) dan semoga keselamatan tercurah kepada segenap keluarganya.”

Sholawat Al-Fatih

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِماَ سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الْحَقَّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى إِلٰى صِرَاطِكَ الْمُسْـتَقِيْمِ. صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ.

Artinya: “Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah kepada nabi Muhammad SAW., sebagai pemuka sesuatu yang terkunci, dan penutup sesuatu (para nabi) yang terdahulu, dialah penolong yang benar dengan membawa kebenaran serta petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada keluarga dan para sahabatnya dengan sebenar-benarnya dengan pangkat dan kedudukan yang agung.”

Keutamaan:

  • Menghilangkan segala kesempitan hidup dan segala urusan yang sulit.
  • Menghapus dosa-dosa kecil
  • Dapat bertemu dengan Rasululloh SAW di dalam mimpi
  • Dapat bertemu dan berkumpul dengan Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.

Sholawat Ummy

اَللَّــهُمَّ صَلِّ عَـلـٰى سَـيِّـدِنَـا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَـبِـيِّكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِى الْأُمِّـى وَعَــلـٰى أَلِـهِ وَصَحْبِهِ وَسِلِّـمْ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebagai hamba, Nabi, dan utusan-Mu yang Ummy (tidak bisa membaca dan menulis) beserta keluarga dan sahabatnya dengan salam yang sesungguhnya.”

Keutamaan:

  • Barang siapa yang membaca sholawat Ummy ini sebanyak 80 (delapan puluh) kali pada malam Jum’at, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya selama 80 (depalan puluh) tahun.
  • Jika sholawat Ummy ini dibaca sebanyak 500 (lima ratus) kali pada malam Jum’at, maka niscaya ia tidak akan mati sebelum berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW, dalam keadaan sadar.

Sholawat Quthbul Aqthob

اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلأَوَّلِيْنَ وَصَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلآخِرِيْنَ وَصَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلـمُرْسَلِيْنَ وَصَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْمَلَإِ اْلأَعْلٰى إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنَ.

Artinya: “Ya Allah, berikan rahmat takdzim kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, di masa-masa permulaan dan berikan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW, di masa-masa penghabisan dan berikan rahmat kepada nabi Muhammad saw sebagai utusan serta berikan rahmat kepda nabi Muhammad SAW dan kepada orang-orang yang memiliki kemiliaan sampai hari kiamat.”

Keutamaan:

  • Menyembuhkan penyakit pusing, panas perut, dan batuk
  • Menyembuhkan penyakit gila dan penyakit-penyakit lainnya.

Sholawat Mukafa’ah

اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عِلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً دَائِمَةً مَقْبُوْلَةً تُـؤَدِّى بِهَا حَقَّهُ الْعَظِيْمِ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada junjungan kita Muhammad SAW yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang menjadi kekasih Allah SAW, yang luhur pangkatnya dan yang agung kemuliaannya, dan limpahkanlah pula atas keluarganya dan para sahabatnya.”

Kegunaannya :

Barang siapa yang membaca sholawat mukafaah berikut ini sebanyak-banyaknya maka ia telah menunjukkan kecintaannya kepada Nabi Muhammad SAW, dan barang siapa yng mencintai Nabi Muhammad SAW maka jelas ia akan mendapat syafaat beliau kelak di hari kiamat dan dianggap sebagai orang yang mulai di sisi beliau.

Inilah Kumpulan Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW

Sholawat Ghozali

اَللّٰـهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَّبِىِّ اْلأُمِّيِّ الْحَبِـيْبِ الْعَالِى الْقَادِرِ الْعَظِيْمِ الْجَاهِ وَعَلٰى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. اَللّٰـهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً دَائِمَةً مُسْتَمِرَّةً تَدُوْمُ بِدَوَامِكَ وَتَبْقٰى بِبَقٰـئِكَ وَتَخْلُدُ بِخُلُوْدِكَ وَلَاغَايَةً لَهَا دُوْنَ مَرْضَاتِكَ وَلَاجَرَاءَ لِقَائِكَ وَمُصَلِّيْهَا غَيْرَ جَـنَّــتِكَ وَالنَّظَرَ إِلٰى وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada junjungan kita Muhammad SAW yang kekal dan terus menerus, ia kekal karena Kekekalan-Mu, ia tetap karena ketetapan-Mu, ia langgeng karena kelanggengan-Mu, tidak ada ujung bainya tanpa keridhoan-Mutidak ada balasan bagi pembacanya dan yang memintakan rahmat selain surga-Mu dan melihakt Wujud-Mu yang Mulia”.

Keutamaan:

  • Membuat hati menjadi tenang, membuat pikiran menjadi terang dan untuk menambah tingkat kecerdasan
  • Mendatangkan segala macam hajat baik yang kecil maupun yang besar.

Sholawat Hajat Dunia Akhirat

اَللّـٰــهُمَّ صَلِّ عَـلـٰى سَيَّـدِنَـا مُحَمَّدٍ وَعَـلـٰى أَلِ سَيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلـٰى أَهْلِ بَــيْـتِهِ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan kepada ahli keluarganya”.

Kegunaannya:

Sholawat ini apabila dibaca sebnyak 1000 (seribu) kali maka Allah SWT, akan mendatangkan hajatnya sebanyak 100 hajat. Hajat yang 30 (tiga puluh) akan diberikan di dunia dan hajat yang 70 (tujuh puluh) akan di datangan kelak di akhirat.

Sholawat Kamilat

اَللّـٰــهُمَّ صَلِّ وَسَلِّـمْ وَبَـارِكْ عَـلـٰى سَــيـِّـدِنَـا مُحَمَّدٍ وَعَـلـٰى أٰلِـهِ كَمَا لَا نِـهَايَـةَ لِـكَـمـَالِكَ عَدَدَ كَـمـَالِـهِ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat keselamatan dan berkah kepada junjungan kami Muhammad dan keluarganya, sebagaimana tiada batas akhir bagi kesempurnaan-Mu, sebagai hitungan kesempurnaan”.

Demikian ulasan tentang Inilah Kumpulan Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW. Semoga dapat bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Baca juga :

√ Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Pandangan Islam (Lengkap)

Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Pandangan Islam

Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Pandangan Islam (Lengkap) – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Nabi dan Rasul. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian Nabi dan Rasul beserta perbedaannya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih detailnya simak artikel berikut ini.

Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Pandangan Islam (Lengkap)

Sebagai umat yang beragama khususnya islam, kita harus percaya bahwa adanya Nabi dan Rasul seperti yang tertera dalam rukun iman. Nabi dan Rasul adalah lelaki yang telah diberikan wahyu oleh Allah S.W.T.

Lantas, terletak pada perihal apa perbedaan antara Nabi dan Rasul?

Bagi Anda yang masih belum mengetahui perbedaan diantara keduanya. Berikut ini akan kami jelaskan perbedaan antara Nabi dan Rasul.

Pengertian Nabi dan Rasul

Nabi berasal dari lafadz naba, yang artinya dari tempat yang tinggi. Nabi merupakan manusia yang diberi wahyu oleh Allah SWT dengan tanpa diperintahkan menyampaikan wahyu atau risalah tersebut kepada manusia.

Sedangkan Rasul, berasal dari lafadz risalah yang artinya menyampaikan. Jadi, Rasul telah diangkat menjadi Nabi terlebih dahulu yang bertugas untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada suatu umat maupun di suatu wilayah.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Berikut ini adalah perbedaan antara Nabi dan Rasul dari berbagai aspek, antara lain:

Tingkatan Jenjang Nabi dan Rasul

Pada tingkatan derajat Rasul lebih utama dibandingkan Nabi. Hal ini dikarenakan Rasul diutus secara langsung oleh Allah S.W.T sebagai orang-orang pilihan.

Utusan Nabi dan Rasul pertama

Nabi dan Rasul memiliki perbedaan dari utusan pertamanya. Nabi pertama yang diutus oleh Allah S.W.T yaitu Nabi Adam Alaihis salam. Sedangkan Rasul pertama yang diutus oleh Allah S.W.T yaitu Nuh Alaihis salam.

Pengutusan Nabi dan Rasul

Dalam pengutusannya, Nabi diutus langsung oleh Allah S.W.T bagi kaum yang sudah beriman. Sedangkan Rasul diutus langsung oleh Allah S.W.T bagi kaum kafir maupun kaum yang sebelumnya belum beriman kepada Allah S.W.T.

Penyampaian Wahyu Nabi dan Rasul

Ditinjau dari penyampaian wahyu, Nabi menerima wahyu dari Allah S.W.T lalu digunakan untuk dirinya sendiri. Sedangkan Rasul memperoleh wahyu dari Allah S.W.T untuk disampaikan kepada suatu umat maupun di suatu wilayah.

Selain itu juga, nabi menerima wahyu melalui perantara mimpi. Sedangkan Rasul memperoleh wahyu secara langsung dari Allah S.W.T melalui mimpi atau melalui malaikat dengan cara berkomunikasi secara langsung.

Dalam Syariat

Dalam hal syariat, Nabi memiliki tugas untuk melanjutkan syariat/menguatkan syariat dari Rasul yang yang telah diutus sebelumnya. Sementara Rasul diutus langsung oleh Allah S.W.T agar dapat membawa syariat yang baru.

Jumlah Nabi dan Rasul

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban didalam shahihnya dari Abu Dzar al Ghifary berkata,

“Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. berapakah jumlah para Nabi?” Beliau SAW. bersabda, ‘124.000.’ Lalu aku bertanya berapa jumlah para Rasul? Beliau SAW. bersabda, ‘313.’ Namun demikian hadits ini tidaklah mutawatir yang mengharuskannya menjadi shahih.

Meskipun begitu, sebenarnya hanya terdapat 25 nabi dan juga rasul yang harus kita ketahui dan pelajari. Dari 25 Nabi dan Rasul tersebut terdapat 5 orang yang dijuluki sebagai Ulul Azmi. Diantaranya yaitu Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad SAW.

Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Pandangan Islam

Percobaan Pembunuhan

Nabi dan Rasul memiliki perbedaan dalam perihal percobaan pembunuhan terhadapnya. Terdapat pula Nabi yang dibunuh oleh kaumnya sendiri. Sedangkan Allah S.W.T menyelamatkan Rasul dari percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh kaumnya. Seperti contoh diangkatnya Nabi Isa Alaihis Salam saat hendak dibunuh.

Berikut ini adalah penjelasan singkatnya dapat Anda lihat pada tabel dibawah ini:

Perbedaan

Rasul

Nabi

Tingkatan JenjangJenjang lebih tinggiBerada dibawah Rasul
Utusan PertamaNuh AlaihissalamNabi Adam Alaihissalam
PengutusanUntuk kaum kafirUntuk kaum beriman
Penyampaian WahyuWajib disampaikan kepada umatTidak wajib disampaikan kepada orang lain
SyariatDiutus secara langsung oleh Allah SWT dan membawa syariat baruMelanjutkan syariat dari Rasul yang sebelumnya
Jumlah313124.000
Percobaan PembunuhanDiselamatkan oleh Allah SWT atas percobaan pembunuhanAda yang dibunuh oleh kaumnya

Selain penjelasan tersebut diatas, terdapat juga pernyataan bahwa Nabi belum tentu Rasul, sedangkan Rasul sudah pasti seorang Nabi.

Demikian artikel tentang Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Pandangan Islam (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan Anda. Terima kasih.