√ Inilah Sejarah Perang Dalam Islam Yang Perlu Anda Ketahui

Inilah Sejarah Perang Dalam Islam Yang Perlu Anda Ketahui – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Sejarah Islam. Yang mana perang dalam Islam di masa lalu memang banyak terjadi dengan berbagai tujuan. Bahkan sejak masa Rasulullah, masa khulafa’ur Rasyidin dan beberapa generasi berikutnya. Nah, untuk mengetahui sekilas tentang rentetan sejarah perang tersebut, silahkan Anda simak ulasan Pengetahuan islam di bawah ini.

Inilah Sejarah Perang Dalam Islam Yang Perlu Anda Ketahui

Perang pertama dalam Islam adalah untuk melawan tentara Qurasy. Sedangkan dalam rentetan sejarah perang Islam, tentu saja banyak liku-liku yang di hadapi. Dalam peperangan juga ada menang dan ada kalah juga.

Sejarah Perang Islam

Mengenal sejarah dalam Islam, termasuk yang berkaitan dengan perang tentu saja merupakan salah satu hal penting bagi kaum Muslim. Mulai dari perang terkenal di masa Rasul hingga perang pada beberapa generasi berikutnya.

Perang dalam Islam pada masa lalu memang banyak terjadi dengan berbagai macam tujuan. Bahkan di masa Rasulullah, masa khulafa’ur Rasyidin dan beberapa generasi berikutnya.

Perang pertama dalam Islam adalah melawan tentara Qurasy. Sedangkan dalam rentetan sejarah perang Islam, tentu saja banyak liku-liku yang di hadapi. Dalam peperangan juga ada menang dan ada kalah juga.

Mengenal sejarah dalam Islam, termasuk yang berkaitan dengan perang tentu saja merupakan salah satu hal penting bagi kaum Muslim. Mulai dari perang terkenal di masa Rasul hingga perang pada beberapa generasi berikutnya.

Perang Badar sebagai Sejarah Perang Islam

Perang badar merupakan perang yang amat dasyat di mana perang ini terjadi dua tahun setelah hijrahnya Rasul dan para sahabat dari Makkah ke Madinah. Di kalangan umat Islam tentu saja perang badar merupakan salah satu perang yang begitu terkenal. Di dalamnya pun ada berbagai kejadian ajaib yang banyak menjadi perbincangan.

Sejarah perang badar di kenal cukup ajaib karena pada saat itu tentara Muslim yang jumlahnya tidak seberapa bisa mengalahkan pasukan kafir yang hadir dalam jumlah besar. Tentu saja ini tejadi atas kuasa Allah SWT. Padahal, jumlah kagir Quraisy pada saat itu sudah ribuan, sedangkan pasukan muslimin hanya ratusan saja.

Sejarah perang badar ini bisa di temukan dalam salah satu ayat Al-Qur’an di mana Allah memang menurunkan bantuan dari langit dengan jumlah ribuan malaikat yang membantu kaum muslim. Dan itulah pemicu kemenangan mereka sehingga perang ini sering di sebut penuh dengan keajaiban. Hal ini tentu saja sangat mengecilkan hati pasukan kafir.

Bagaimana tidak? pada saat itu, sebenarnya pasukan kafir Quraisy hendak menunjukkan kekuatan besarnya pada kaum muslimin sekaligus berniat meninggalkan rasa takut dalam hati mereka. Akan tetapi, niat tersebut gagal dengan segera karena ternyata pasukan muslim berhasil mengalahkan mereka meski dengan jumlah yang cukup sedikit.

Sejarah yang mengkiahkan perang badar ini menjadi pelajaran yang amat berharga bagi umat Islam di zaman sekarang. Dengan menoleh kebelakang pada kisahnya, umat muslim bisa menyadari bahwa pertolongan Allah akan selalu datang pada hambanya yang memperjuangkan agama tanpa rasa takut di sertai niat yang kokoh.

Sejarah Islam Perang Uhud

Bisa di akui bahwa perang badar merupakan salah satu sejarah perang Islam terbesar yang begitu terkenal. Namun, selain perang tersebut ada perang lain yang tidak kalah terkenal di kalangan umat muslim, yakni perang Uhud. Sejarah perang Uhud ini juga di ceritakan dalam Al-Qur’an. Hanya saja, sayang sekali dalam perang Uhud umat muslim mengalami kekalahan.

Perang uhud adalah salah satu dari beberapa rentetan perang yang terjadi setelah perang badar, yang juga merupakan aksi balas dedam dari suku Quraisy mengingat kekalahan begitu mendalam yang mereka alami dalam perang badar. Perang Uhud sendiri di namakan demikian karena pada waktu itu perang terjadi di gunung Uhud.

Dalam perang ini, jelas kaum kafir Quraisy sudah siap dengan ribuan pasukannya karena serangan tersebut telah di persiapkan dengan matang. Bahkan, mereka sudah menyusun rencana sehingga tidak ada pasukan yang bisa melarikan diri dari peperangan. Dengan persiapan yang matang tersebut, tidak heran jika ternyata mereka memang berhasil memenangkannya.

Sedangkan sejarah Islam perang Uhud bagi kalangan muslimin merupakan sebuah pukulan yang amat keras karena harus menanggung kekalahan. Padahal awalnya mereka sudah hampir memenangkannya. Namun, karena keserakahan yang di alami kaum muslimin pada saat itu, akhirnya mau tidak mau mereka harus pulang dengan segenap rasa kecewa.

Sebelum kekalahan ini, ternyata Allah pun telah memberikan isyarat apa yang akan terjadi pada mereka melalui mimpi Rasulullah SAW. Dan kejadian tersebut juga bisa di jadikan pelajaran yang amat berharga bagi kaun muslimin agar tidak sombong dan tetap berserah diri pada Allah.Jika tidak, hal seperti inilah yang akan terjadi, padahal awalnya sudah berhasil menang di perang Badar.

Sejarah Perang Islam Melawan Romawi

Dalam catatan sejarah, sudah banyak sekali perang kaum muslimin melawan Roma. Bahkan ini sudah di mulai sejak kepemimpinan khulafa’ur Rasyidin, tepatnya pada masa Umar Bin Khattab. Namun, tidak dapat di pungkiri, meski sempat berada di tangan kaum muslimin, perebutan baitul maqdis pada saat itu masih belum sempurna.

Pada abad ke 11 M, berkali-kali tentara Roma mengirimkan pasukannya dengan tujuan merebut kembali Baitul Maqdis ke tangan mereka. Namun tidak dapat di pungkiri jika kegagalan harus mereka dapatkan lagi dan lagi. Hingga akhirnya, perang salib di luncurkan oleh tentara Kristen pada tahun 1097.

Dalam sejarah perang islam melawan Romawi, bisa di temukan bahwa Baitul Maqdis berkali-kali berpindah tangan, dari kaum muslim dan kaum kriten. Hingga akhirnya, hadirlah seorang panglima perang hebat dengan nama Sholahuddin Al-Ayyubi yang berhasil merebutnya secara utuh, dan palestina sekaligus baitul Maqdis berada di tangan umat Islam seterusnya.

Sejarah Perang Salib Menurut Islam

Berbicara mengenai Sholahuddin Al-Ayyubi dalam pembahasan sebelumnya, bisa di akui bahwa panglima yang satu ini memang sangat dekat kisahnya dalam perang Salib. Beliau juga sangat terkenal dalam sejarah perang Umat Islam. Bahkan, bisa di katakan bahwa beliau adalah sosok dengan berbagai talenta yang sangat bersejarah dalam perkembangan Islam.

Kembali pada pembahasan mengenai sejarah perang Salib menurut Islam, perang ini sudah hadir jauh sebelum Sholahuddin Al-Ayyubi lahir. Akan tetapi, pada akhirnya dialah yang mampu memenangkan perang Salib secara besar-besaran.

Dalam sejarahnya pun, perang ini tidak hanya berlangsung satu-dua kali tapi lebih dari lima kali. Dan rinciannya adalah sebagai berikut.

  1. Perang salib pertama

Dalam perang Salib yang pertama, kemenangan di dapatkan secara silih berganti. Awalnya, tentara Salib melakukan pembantaian besar-besaran pada umat Islam di berbagai wilayah. Namun di akhir perang Salib satu, umat Islamlah yang berhasil memenangkannya.

  1. Perang salib dua

Dalam perang Salib dua, setelah memasuki beberapa masa, muncullah yang namanya Sholahuddin Al-Ayyubi yang awalnya merupakan pengaman kota Damaskus. Hingga akhirnya beliau memenangkan berbagai perang dan mendudki kursi kesultanan dan menakhlukkan Yerussalem.

  1. Perang salib tiga

Dalam perang Salib ketiga ini sebenarnya pasukan kristen berniat mengambil alih Yerussalem, namun mereka mengalami kegagalan. Perangpun berakhir dengan perjanjian damai dan setelah beberapa saat, Shalahuddin pun meninggal dunia di Damaskus.

  1. Perang salib empat dan seterusnya

Jika membicarakan perang umat Islam dan kristen, maka itu sudah tuntas di perang salib ketiga. Namun, penyerangan tentara Salib di berbagai wilayah masih terus berlanjut, bahkan hingga lebih dari urutan ke delapan. Namun, pasukan Salib terus mengalami kekahaan. Bahkan setelah itu mereka tetap berhasil di kalahkan ketika berniat membalaskan dendam kekalahannya.

Demikian ulasan tentang Inilah Sejarah Perang Dalam Islam Yang Perlu Anda Ketahui. Semoga penjelasan tersebut dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Peninggalan Sejarah Islam Berjaya Pada Masanya (Bahas Lengkap)

Peninggalan Sejarah Islam Berjaya Pada Masanya (Bahas Lengkap) – Dalam hal ini beberapa peninggalan sejarah Islam dapat ditemukan di berbagai tempat, yang mana menandakan bahwa peradaban Islam pernah berjaya pada masanya. Peninggalan  itu pun memiliki ciri khasnya sendiri, tergantung di mana Islam itu memberi pengaruh dan dinasti yang tengah berkuasa. Untuk lebih jelasnya simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Peninggalan Sejarah Islam Berjaya Pada Masanya (Bahas Lengkap)

Adapun beberapa peninggalan sudah menjadi warisan dunia UNESCO. Juga dijadikan sebagai objek wisata negara yang dapat menghasilkan devisa negara. Selain berbentuk sebuah bangunan, peninggalan – peninggalan itu dapat berupa seni, karya sastra, tradisi, maupun budaya baru. Sebagai contoh: tradisi Sekaten di Yogyakarta, serta debus dan dzikir mulud di Banten dan masih banyak lainnya.

Peninggalan Sejarah Islam di Eropa

Eropa menjadi salah satu wilayah dalam penyebaran Islam. Andalusia (Spanyol) termasuk yang juga memiliki peran penting dalam memajukan kawasan Eropa dan membebaskannya dari keterbelakangan. Istana Alhambra menjadi sksi kejayaan peradaban Islam sekitar abad 9 – 14 Masehi.

Terdapat enam wilayah di Eropa yang memiliki jejak peradaban Islam pada masa lampau, sebagai berikut:

  1. Spanyol.

Bukti peninggalan sejarah Islam di Eropa, khususnya di Spanyol. Yaitu, Le Mezquita Cordoba dan Medina Azahara. Le Mezquita Cordoba dibangun sejak masa pada pemerintahan Khalifah Abdurrahman I setelah itu pembangunan masjid ini dilanjutkan oleh pemerintah selanjutnya.

Sementara bangunan Medina Azahara dibangun oleh khalifah Abdurrahman III. Sayangnya, saat ini bangunan Media Azahara tidak utuh seperti sedia kala. Lantaran serangan yang dilakukan oleh pasukan Barbar.

  1. Perancis.

Selain menjadi negara pusat mode dunia, di Perancis juga terdapat jejak Islam. Yaitu La Grande Mosquee de Paris yang dibangun sejak tahun 1926. dan Musee du Louvre. Museum tersebut menceritakan sejarah perkembangan Islam dari 3000 karya seni.

  1. Bosnia – Herzegovina.

Di Bosnia – Herzegovina, terdapat banyak jejak peradaban Islam yang tersebar. Salah satunya adalah Gazi Husrev-beg Mosque yang berarsitektur Ottoman.

  1. Jerman.

Di Berlin Jerman, terdapat masjid megah dengan arsitektur gaya Ottoman yang bernama Sehitlik – Moschee.

  1. Rusia.

Ada tiga peninggalan peradaban Islam yang ada di Rusia. Pertama Saint Basils Cathedral di Red Square. Kedua Kota Kazan, sebagai pusat berkembangan Islam di Rusia dan Qolsarif Musque sebagai masjid paling megah di Rusia.

Bangunan peninggalan kerajaan islam

Mayoritas bangunan peninggalan kerajaan Islam, baik itu di Indonesia maupun di wilayah bumi yang lain seperti Andalusia (Spanyol), adalah berupa masjid, masjid yang memiliki arsitektur khas tempat ia dibangun dan dinasti yang tengah berkuasa. Selebihnya, peninggalan itu berupa istana, menara, dan benteng.

Bangunan peninggalan tersebut ada yang dalam kondisi 100 % utuh dan ada yang tidak. Penyebabnya dapat berupa terkikis oleh jaman dan alam, kurangnya perawatan dan penyerangan ketika peperangan sedang berlangsung.

Peninggalan Islam Kuno di Indonesia

Agama Islam mengalami perkembangan yang pesat di nusantara. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya kerajaan – kerajaan bercorak Islam. Kerajaan tersebut banyak meninggalkan berbagai peninggalan Islam kuno di Indonesia. Peninggalan tersebut dapat berupa masjid, karya sastra, tradisi agama, kaligrafi, istana dan lain – lain.

  1. Masjid.

Masjid selain menjadi tempat untuk melakukan Ibadah bagi umat Islam. Ciri khas masjid yang memiliki nilai sejarah adalah memiliki bentuk atap tumpang susun. Semakin ke atas atapnya, semakin kecil dan biasanya berjumlah tiga atau lima.

Masjid peninggalan kerajaan Islam di antaranya adalah Masjid Agung Demak oleh Kerajaan Demak, Masjid Ternate oleh Kerajaan Ternate, Masjid Katangga oleh Kerajaan Gowa, Masjid Raya Baiturrahman oleh Kerajaan Aceh, Masjid Banten oleh Kerajaan Banten, Masjid Cirebon oleh Kerajaan Cirebon, Masjid Sunan Ampel, dan Masjid Kudus.

  1. Karya sastra.

Suluk dan hikayat merupakan bentuk karya sastra peninggalan kerajaan bercorak Islam di Indonesia. Berbahasa daerah, berbahasa Arab atau diterjemahkan ke bahasa Melayu. Contoh suluk yang terkenal di antaranya adalah syair Si Burung Pingai, Perahu, Abdul Muluk dan gurindam dua belas. Sedangakan contoh hikayat yaitu Babad Tanah Jawa dan Bustan Al-Salatin dari Aceh.

  1. Tradisi.

Tradisi yang hingga kini masih dipegang adalah ziarah, syukuran, selamatan, hajatan dan sekaten.

  1. Kaligrafi.

Kaligrafi merupakan tulisan yang berbahasa Arab dengan ditulis sedemikian rupa hingga nampak indah. Biasanya kaligrafi digunakan sebagai hiasan dinding masjid, gapura masjid, batu nisan dan gapura pemakaman.

Makam dengan hiasan kaligrafi di antaranya adalah makam Fatima binti Maimun, Ratu Nahrasiyah dari Kesultanan Samudera Pasai, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, raja – raja Banten, dan beberapa yang lainnya.

  1. Istana.

Istana menjadi salah satu bentuk riil, yang bisa disaksikan hingga kini. Adapun beberapa istana peninggalan kerajaan Islam yang masih berdiri hingga kini di antaranya adalah Istana Kesultanan berada di Ternate dan Tidore, Keraton Kasultanan dan Pakualaman oleh Kerajaan Mataram dan Istana raja Gowa di Gowa, Sulawesi Selatan.

Peninggalan sejarah Islam di Banten

Setelah Kesultanan Banten berakhir beberapa peninggalan sejarah Islam di Banten tidak hanya berupa bangunan, namun juga ada yang berupa seni dan budaya. Peninggalan sejarah islam di Banten yang khas dengan didukung oleh kuatnya kebudayaan dari sebelumnya yang tertanam kuat.

Adapun bangunan yang menjadi peninggalan Kesultanan Banten di antaranya adalah Gedung Timayah, Keraton Surosowan, Masjid Agung dan Menara Banten, Masjid Pacinan Tinggi, Masjid Caringin, Keraton Kaibon Masjid Kasunyatan, makam sultan Banten dan lain sebagainya.

M.A. Tihami menyebutkan bahwa terdapat 25 seni yang ada di Banten, di antaranya adalah seni angklung buhun, seni saman (dzikir mulud), seni sulap – kebatinan, seni mawalan, seni debus pusaka Banten, seni debus surosowan, dan masih banyak lagi.

Seni debus dan dzikir mulud, sering dianggap sebagai hasil dari islamisasi di Banten. Untuk seni debus sendiri, terdapat tiga versi sejarah debus di tanah Banten. Walaupun terdapat tiga versi sejarah debus, debus dewasa ini lebih sering digunakan sebagai acara hiburan. Pemain debus harus melakukan ritual – ritual tertentu sebelum melakukan atraksi. Selain itu mereka dituntut untuk menjadi pribadi dengan iman yang kuat dan yakin sepenuhnya pada ajaran agama Islam.

Dzikir mulud atau seni saman, adalah warisan budaya Banten yang berkebalikan dengan debus. Seni ini menggunakan gerak, vokal, serta syair – syair yang mengagungkan asma Allah dan pujian untuk Rasulullah Saw. Para pezikir mulud ini akan berdzikir tanpa henti selama 12 jam atau sehari penuh, dalam tiga babak, yaitu Babakan Dzikir, Asroqol, dan Saman.

Di tengah berlangsungnya dzikir mulud, ada juga tradisi yang dinamakan Panjang Mulud atau ngeropok (Ngegropok panjang mulud). Panjang mulud ini adalah tempat mengangkut makanan yang beraneka macam bentuknya, untuk kemudian dibagi-bagikan saat Hari Maulid Nabi Muhammad Saw. Panjang mulud ini sebenarnya merupakan alat atau senjata, untuk melawan penjajah.

peninggalan sejarah islam yang berkembang dari masa ke masa. Islam sebagai agama baru yang memiliki perkembangan yang luar biasa pesat di dunia. Sebagai agama pelengkap seklaigus penutup dari agama-agama sebelumnya.

Demikian ulasan tentang Peninggalan Sejarah Islam Berjaya Pada Masanya (Bahas Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimaksih.

√ Inilah Permulaan Asal Usul Agama Islam (Pembahasan Lengkap)

Inilah Permulaan Asal Usul Agama Islam (Pembahasan Lengkap) – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Permulaan Agama Islam. Yang mana menjelaskan asal usul permulaan agama islam dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan berikut ini.

Inilah Permulaan Asal Usul Agama Islam (Pembahasan Lengkap)

Berbicara tentang asal usul agama Islam, tidak dapat hanya dengan mengaitkannya dengan kehidupan Nabi Muhammad Saw. Peristiwa turunnya wahyu pertama kali, kepada Nabi Muhammad Saw., di Gua Hira, bukanlah awal dari munculnya agama Islam.

Dalam kajian yang dijelaskan oleh Cak Nun dan Kiai Kanjeng, bahwa peristiwa tersebut bukanlah awal dari munculnya agama Islam, melainkan awal dari kesempurnaan Islam.

Hal itu merupakan penjelasan yang sangat masuk akal, karena para nabi dan rasul sebelumnya, bukan berarti tidak Islam. Pun Rasulullah Saw. bukan berarti tidak Islam sebelum menerima wahyunya.

Padahal Rasulullah SAW. sebelumnya, sudah menjadi manusia yang kamil, manusia yang sempurna. Allah juga tidak mungkin menciptakan sesuatu yang sifatnya tidak Islam. Kun, maka Islam berlangsung, baik di bumi, di langit, maupun di antaranya. Segalanya. Islam bukanlah benda, melainkan perilaku. Perilaku agar selamat di depan Allah SWT.

Sejarah Lahirnya Agama Islam di Arab

Masih sama dengan penjelasan singkat yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa peristiwa turunnya wahyu pertama, adalah awal dari kesempurnaan Islam. Jadi penjelasan selanjutnya bukanlah sejarah lahirnya agama Islam di Arab, melainkan sejarah awal kesempurnaan agama Islam di Arab.

Jadi, dapat diartikan, bisa jadi Islam telah ada di wilayah yang lain, walau belum sempurna. Perlu kita ingat, bahwa jumlah nabi sangatlah banyak.

Sejarah awal kesempurnaan agama Islam di Arab, adalah dimulai sejak Nabi Muhammad Saw. mendapatkan wahyu pertama di Gua Hira, pada 17 Ramadhan tahun 13 sebelum hijriyah, atau lebih tepatnya pada tanggal 6 Agustus 610 masehi. Kalam Allah yang pertama turun, melalui malaikat Jibril, adalah Surat al-Alaq ayat 1 sampai dengan 5. Iqra, bacalah.

Sepulang dari Gua Hira, Nabi Muhammad SAW. menceritakan tentang apa yang telah dialami kepada Khadijah. Setelah Rasulullah Saw. tenang, Khadijah pergi untuk menemui salah satu keluarganya, yaitu Waraqah, paman Khadijah, untuk menceritakan dan menanyakan perihal apa kira – kira yang terjadi. Waraqah sendiri adalah seorang Nasrani dan memiliki banyak pengetahuan tentang naskah kuno.

Dari keterangan Waraqah, dapat disimpulkan bahwa yang datang itu adalah Namus, sebutan lain Jibril. Waraqah juga memberi tahu Khadijah, bahwa akan datang masa ketika suaminya akan diusir dari kampungnya sendiri. Surat al-Muddatsir turun, ketika Rasulullah Saw. sedang tidur. Sejak saat itu, dimulailah dakwah Rasulullah Saw. untuk menyebarkan agama Islam.

Asal Usul Agama Islam di Indonesia

Seperti yang sudah disampaikan di banyak literatur, bahwa ada tiga teori asal usul agama Islam di Indonesia, yaitu teori Gujarat, Persia, dan Arab.

  1. Teori Gujarat

Dicetuskan pertama kali oleh Pijnappel, namun yang lebih terkenal adalah Snouck Hurgronje.

  1. Teori Persia

Hal yang menjadi sorotan dari teori ini adalah karena ada beberapa budaya yang sama dengan Persia. Seperti tradisi Tabut di Sumatera Barat untuk memperingati hari wafatnya cucu Rasulullah Saw., Hasan dan Husein. Di Persia juga ada tradisi ini, dan diperingati setiap tanggal 10 Muharam.

  1. Teori Arab

Pada dasarnya, teori ini menentang dua teori sebelumnya. Karena yang diyakini oleh teori ini, bahwa Islam masuk ke Indonesia sudah sejak sekitar abad ke-7, bukan abad ke-12 atau ke-13. Ada beberapa hal yang menjadi penguatnya, salah satunya adalah sumber dari literatur Cina, menyebutkan bahwa sudah berdirinya pekojan di pesisir pantai Sumatera menjelang seperempat abad ke-7.

Chiu T’hang Shu, kitab sejarah Cina, menyebutkan bahwa, Cina pernah kedatangan kunjungan diplomatik dari orang Arab (Tan mi mo ni’), yang berasal dari daulah islam kepemimpinan Utsman bin Affan.

Perjalanan – perjalanan ini sebenarnya telah dilakukan oleh para pengembara, pelayar, dan pedagang dari Arab maupun Timur Tengah, jauh sebelum penjelajah Eropa melakukan ekspedisinya. Biasanya, orang – orang Arab ini tidak hanya berlayar ke Cina, namun juga termasuk singgah di wilayah nusantara.

Beberapa catatan menyebutkan, duta – duta dari Timur Tengah, seperti duta dari Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, sempat mengunjungi wilayah Zabaj atau Sribuza. Zabaz atau Sribuza tak lain adalah Kerajaan Sriwijaya.

Aja’in al Hind, karya Buzurg bin Shahriyar al Ramhurmuzi, tahun 1000, menyebutkan bahwa sudah ada pekojan, atau perkampungan muslim, di wilayah Kerajaan Sriwijaya. Ternyata, Kerajaan Sriwijaya memiliki hubungan diplomatik dengan kekhalifahan, hingga masa khalifah Umar bin Abdul Azis.

Azyumardi Azra mengutip dari buku Al Iqd al Faris, karya Ibn Abd Al Rabbih, bahwa Sri Indravarman, sebagai raja Kerajaan Sriwijaya waktu itu, menuliskan surat kepada khalifah Umar bin Abdul Azis.

Intinya Sri Indravarman meminta untuk mengirimkan seseorang yang dapat mengajarkan kepadanya agama Islam beserta hukum – hukumnya. Hubungan diplomatik tersebut diperkirakan terjadi pada 100 hijriyah, atau pada tahun 718 masehi.

Selain Sriwijaya, daerah lain seperti Aceh dan Minangkabau, juga menjadi tempat untuk memperluas dakwah Islam. Pada periode ini, Islam tidak hanya sebatas masuk pada dunia perdagangan, namun juga merambah ke dunia politik dan tata negara. Seiring berdirinya Kerajaan Perlak dan Samudera Pasai.

Asal Usul Agama Islam di Jawa

Penyebaran agama Islam, tidak hanya berproses di Pulau Sumatera, melainkan juga terproses di tanah Jawa, dengan waktu yang kurang lebih bersamaan. Menurut Prof. Hamka, asal usul agama Islam di Jawa, yaitu ketika sahabat Rasulullah, yaitu Muawiyah bin Abu Sofyan, diam – diam melanjutkan perjalanannya hingga ke Jawa, di tengah misinya menjadi duta untuk Cina.

Beliau menyamar sebagai seorang pedagang dan melakukan pengamatan. Tempat yang didatangi kala itu adalah Kerajaan Kalingga. Sejak itu, agama Islam berproses, hingga ke masa Wali Songo. Wali Songo memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa, terlebih lagi, dalam menanamkan pondasi pemerintahan Islam.

Selain Kerajaan Demak, yang kala itu menjadi kerajaan besar bercorak Islam di tanah Jawa, wilayah Giri di Gresik Jawa Timur yang dipimpin oleh Sunan Giri.

Keberadaan sunan Giri juga tidak dapat dilepaskan kontribusinya, dalam penyebaran agama Islam. Sunan Giri, atau Raden Paku, atau Maulana Ainul Yaqin ini, membangun wilayah Giri menjadi pusat dakwah dan tempat kader – kader pendakwah ditempa.

Begitu kuatnya pengaruh agama dari wilayah Giri, Kerajaan Majapahit yang saat itu menguasai tanah Jawa, tidak dapat menghapusnya. Selang waktu berlalu dan Majapahit melemah, Kerajaan Demak berdiri.

Bergiilir setelah Kerajaan Demak runtuh, berdirilah Kesultanan Pajang, yang kemudian jatuh ke Kerajaan Mataram.

Wilayah Giri tetap memiliki perannya sendiri, walaupun berdiri pemerintahan Islam yang baru. Saat Kerajaan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung, kerajaan ini tidak lagi memegang prinsip Islam.

Sehingga membuat wilayah Giri menentukan sikap dan mendukung Bupati Surabaya berontak pada Kerajaan Mataram.

Kedatangan penjajah Belanda, membuat kekuatan Islam melemah. Walaupun demikian, Islam yang telah tertanam dengan semangat jihadnya di tanah Jawa, menggerakkan banyak perlawanan terhadap penjajah. Perlawanan ini tidak hanya terjadi di Jawa, namun juga terjadi di berbagai wilayah di nusantara.

Demikianlah ulasan tentang Inilah Permulaan Asal Usul Agama Islam (Pembahasan Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.