√ Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Belajar Latin dan Artinya

Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Belajar Latin dan Artinya

Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Belajar Latin dan Artinya – Pada Kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Doa Sebelum dan Setelah Belajar. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan bacaan doa sebelum belajar dan doa sesudah belajar arab, latin dan terjemahnya. Untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.

Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Belajar Latin dan Artinya

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, baik anak-anak, remaja, dewasa, sampai orang tua sekalipun. Apabila kita akan menuntut ilmu, alangkah baiknya kita sebelum ini membaca doa belajar.

Hal ini bertujuan agar Allah SWT memberikan kepada kita pemahaman dalam menuntut ilmu. Belajar atau menuntut ilmu sangatlah penting bagi kita, baik ilmu yang bersifat dunia maupun ilmu agama.

Berikut ini adalah hadits yang menganjurkan kita untuk mencari ilmu.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

Artinya:

Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan.” (H.R. Al-Baihaqi)

Berikut ini adalah bacaan doa sebelum dan setelah belajar arab beserta latin dan artinya.

Doa Sebelum Belajar

رَضِتُ بِااللهِ رَبَا وَبِالْاِسْلاَمِ دِيْنَا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيَا وَرَسُوْلاَ رَبِّ زِدْ نِيْ عِلْمًـاوَرْزُقْنِـيْ فَهْمًـا

Rodlittu Billahirobba, Wabil Islaamidiinaa, Wabimuhammadin Nabiyyaw Warasulla, Robbii Zidnii Ilmaa Warzuqnii Fahmaa.

Artinya:

Kami ridho Allah Swt sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah aku pengertian yang baik”.

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

Robbii Zidnii ‘Ilman Warzuqnii Fahmaa, Waj’alnii Minas Shoolihiin

Artinya:

Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizqi akan kepahaman,Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang sholeh

Doa Sesudah Belajar

اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Allahumma Arinal Haqqa Haqqan Warzuqnat Tibaa’ahu. Wa Arinal Baathila Baathilan Warzuqnaj Tinaabah.

Artinya:

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran, sehinggga kami dapat mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اِسْتَوْدِعُكَ مَاعَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَىَّ عِنْدَ حَاجَتِىْ وَلاَ تَنْسَنِيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Allaahumma Innii Istaudi’uka Maa ‘Allamtaniihi Fardudhu Ilayya ‘Inda Haajatii Wa Laa Tansaniihi Yaa Robbal ‘Alamiin

Artinya:

Ya Allah, sesungguhnya ku titipkan kepada-Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah dia kepadaku disaat aku membutuhkannya. Janganlah Engkau buat aku lupa kepadanya. wahai Tuhan pemelihara alam.”

رَبَّنَا انْفَعْنَا بِمَاعَلَمْتَنَا الَّذِيْ يَنْفَعُنَا وَزِدْنَا عِلْمًا وَالْحَمْدُلِلّٰهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Rabbanan Fa’naa Bima ‘Alamtanaldzi Yanfa’una Wa Zidna ‘Ilman Walhamdulillahi ‘Ala Kulihal

Artinya:

Ya Tuhan kami, jadikanlah ilmu kami ilmu yang bermanfaat, ajarkan kami apa-apa yang bermanfaat bagi kami serta tambahkan ilmu bagi kami, segala puji hanya bagi Allah dalam setiap keadaan.”

Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Belajar Latin dan Artinya

Adab dalam Menuntut Ilmu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan tentang Islam, termasuk di dalamnya terkait masalah adab. Seseorang penuntut ilmu harus menghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia. Dia juga harus mengamalkan ilmunya dengan menerapkan akhlak yang mulia, baik terhadap dirinya sendiri maupun kepada orang lain.

Mengikhlaskan Niat dalam Menuntut Ilmu

Dalam menuntut ilmu kita harus ikhlas karena Allah Ta’ala dan seseorang tidak akan mendapat ilmu yang bermanfaat jika ia tidak ikhlas karena Allah SWT.

Rajin Berdoa Kepada Allah Ta’ala, Memohon Ilmu yang Bermanfaat

Hendaknya setiap penuntut ilmu senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah Ta’ala dan memohon pertolongan kepada-Nya dalam mencari ilmu serta selalu merasa butuh kepada-Nya.

Bersungguh-Sungguh dalam Belajar dan Selalu Merasa Haus Ilmu

Dalam menuntut ilmu syar’i diperlukan kesungguhan, tidaklah layak bagi para penuntut ilmu bermalas-malasan dalam mencarinya. Kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan izin Allah SWT, apabila kita bersungguh-sungguh dalam menuntutnya.

Menjauhkan Diri Dari Dosa dan Maksiat Dengan Bertaqwa Kepada Allah Ta’ala

Seseorang dapat/bisa terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebabkan banyak melakukan dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat dapat/bisa menghalangi ilmu yang bermanfaat. Bahkan dapat mematikan hati, merusak kehidupan dan mendatangkan siksa Allah Ta’ala.

Tidak Boleh Sombong dan Tidak Boleh Malu dalam Menuntut Ilmu

Sombong dan malu menyebabkan pelakunya tidak akan mendapatkan ilmu. Selama kedua sifat itu masih terdapat dalam dirinya.

Mendengarkan Baik-Baik Pelajaran yang Disampaikan Guru

Sebagaiman Allah Ta’ala berfirman,

فَبَشِّرْ عِبَادِ. الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ

“… sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hambaKu, (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az-Zumar ayat 17-18)

Demikian penjelasan tentang Bacaan Doa Sebelum dan Setelah Belajar Latin dan Artinya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terima kasih.

√ Dzikir dan Doa Setelah Sholat Wajib Arab, Latin dan Terjemah

Dzikir dan Doa setelah sholat wajib Arab, Latin dan Terjemah – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Dzikir dan Doa setelah Sholat Wajib yang mana dengan menggunakan bahasa arab, latin dan terjemahnya. Sehingga memudahkan para pembaca untuk memahami dan menghapalnya. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Dzikir dan Doa Setelah Sholat Wajib Arab, Latin dan Terjemah

Dalam islam setiap melaksanakan ibadah sholat wajib, setelah selesai sholat biasanya jamaah baik imam maupun makmum membaca serangkaian doa.

Ada yang membaca doa pendek dan singkat, namun ada juga yang membaca secara lengkap. Bagi orang yang melaksanakan sholat sendiri-sendiri, biasanya membaca doa dengan singkat sedangkan jika sholat berjamaah. Imam akan membaca doa selesai sholat yang panjang dan makmum akan mengamininya.

Di sini kita akan menuliskan beberapa lafadz doa dan dzikir yang biasa sering dibaca setelah selesai sholat wajib. Namun sebelum itu, kita terlebih dahulu perlu mengetahui pengertian dari sholat wajib dan doa.

Pengertian Sholat Wajib

Sholat wajib atau sholat fardhu adalah ibadah sholat yang dikerjakan oleh umat Islam baik laki-laki maupun perempuan yang tidak berhalangan (haid/nifas). adapun syarat untuk mengerjakannya adalah beragama Islam, baligh, suci dari hadas besar dan kecil serta berakal sehat.

Untuk menyucikan diri dari hadas kecil dapat dilakukan dengan cara berwudhu atau dengan cara tayamum bila tidak ada air. Sedangkan untuk menghilangkan hadas besar harus dilakukan dengan cara doa mandi wajib.

Sholat wajib terdiri dari 5 waktu antara lain sholat subuh, sholat dzuhur, sholat ashar, sholat maghrib, dan terakhir sholat isya. Total terdapat 17 rakaat sholat fardhu yang dikerjakan dalam kurun waktu 24 jam.

Bagi yang terpaksa tidak dapat mengerjakan sholat wajib, maka diperbolehkan untuk menggantinya di lain waktu atau yang biasa disebut dengan sholat qadha.

Bagi yang tidak dapat mengerjakan sholat fardhu dengan cara berdiri, dapat mengerjakannya dengan cara duduk atau berbaring, tergantung kemampuan masing-masing.

Pengertian Doa

Doa adalah kalimat atau bacaan yang diucapkan dengan harapan dapat tersampaikan dan didengar oleh Tuhan. Dalam agama Islam, Doa yaitu sesuatu yang ingin disampaikan kepada Allah SWT.

Isi dari doa biasanya merupakan permohonan atau ucapan syukur, kebanyakan adalah memohon sesuatu agar dikabulkan oleh Allah SWT. Karena hanya Allah lah tempat kita memohon dan meminta.

Doa dalam agama Islam diucapkan dengan menggunakan bahasa Arab. Namun ada juga berupa tulisan latin bagi yang belum lancar mengaji dan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia bagi yang ingin memahami maknanya.

Dzikir dan Doa Setelah Sholat Wajib Singkat

Bacaan doa setelah sholat fardhu merupakan doa yang dibaca ketika selesai menjalankan sholat dengan maksud mengucap syukur dan memohon sesuatu kepada Allah SWT.

Dzikir Setelah Sholat Wajib Arab, Latin dan Terjemah Lengkap

Jika mengerjakan sholat berjamaah seperti subuh, maghrib dan isya, biasanya imam akan membaca rangkaian doa berikut setelah selesai sholat dan makmum akan mengamininya.

Berikut adalah rangkaian doa dan dzikir setelah sholat wajib yang panjang atau lengkap dalma bahasa Arab, latin beserta artinya.

1. Istighfar 3 Kali
xأَسْتَغْفِرُ اللًّهَ   ٣

Astaghfirulloh, Astaghfirulloh, Astaghfirulloh.

Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah, Aku mohon ampun kepada Allah, Aku mohon ampun kepada Allah.”

2. Doa Keselamatan
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Allohumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Maha Pemberi keselamatan dan keselamatan hanyalah dari-Mu, Mahaberkah Engkau, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

3. Doa Dzikir Pertama
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaha illalloh wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allohumma laa maani’a limaa a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jadd.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Kerajaan dan pujian hanyalah milik-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menolak apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau tolak. Juga tidak bermanfaat orang kaya (tanpa amal), dari-Mu segala kekayaan.”

4. Ayat Kursi
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum laa ta’khudzuhuu sinatuuw walaa naum lahuu maa fiis samaawaati wamaa fil ardhi man dzaal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaasyaa-a wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardho walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ’aliyyul azhiim.

Artinya: “Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

5. Tasbih, Tahmid dan Takbir 33 Kali
سُبْحَانَ اللَّهِ

Subhaanalloh (33x)

Artinya: “Maha suci Allah.”

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Alhamdulillah (33x)

Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

اللَّهُ أَكْبَرُ

Allohu akbar (33x)

Artinya: “Allah Maha Besar.”

6. Doa Dzikir Kedua

Kemudian dilanjut dengan membaca doa dzikir sholat yang lebih pendek dibanding bacaan dzikir yang pertama berikut ini.

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illalloh wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Kerajaan dan pujian hanyalah milik-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

7. Doa Syukur atau Ihsan

Terakhir adalah membaca doa syukur untuk berterima kasih kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan-Nya sehingga kita dapat mengerjakan ibadah sholat dan membaca dzikir dengan baik.

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Alloohumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik.

Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”

Doa Setelah Sholat Wajib Arab, Latin dan Terjemah

Berikut adalah lafadz bacaan doa dan dzikir setelah sholat wajib yang singkat dalam bahasa Arab.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرِّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Bismilllaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi Robbil ‘aalamiin. Hamdan yuwaafii ni’amahu wa yukaafi-u maziidah. Yaa Robbanaa lakal hamdu wa lakasy syukru kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa ‘adhiimi sulthoonik

Artinya : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatNya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segalah syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.”

اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Alloohumma sholli wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin walhamdulillaahi robbil ‘aalaamiin.

Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.”

اَللهُمَّ اغْفِرْلِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا

Alloohummagh firlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku semenjak kecil.”

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Robbanaghfirlanaa wali-ikhwaaninal ladziina sabaquunaa bil iimaan walaa taj’al fii quluubinaa ghillal lilladziina aamanuu Robbanaa innaka ra-uufur rohiim.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dan janganlah Engkau biarkan ghill (dengki) dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa min ladunka rohmatan innaka antal wahhaab.

Artinya : “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ تَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Alloohumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wad dunyaa wal aakhiroh, wa’aafiyatan fil jasad, wa shihhatan fil badan, wa barokatan fir rizq, wa taubatan qoblal maut, wa rohmatan ‘indal maut, wamaghfirotan ba’dal maut. Alloohumma hawwin ‘alainaa fii sakarootil maut, wan najaata minan naar, wal ‘afwa ‘indal hisaab.

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepadaMu kesejahteraan dalam agama, dunia dan akhirat, keafiatan jasad, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, (berilah kami) keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat hisab.”

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Robbanaa hablanaa min ‘azwaajinaa wa dzurriyaatinaa qurrota a’yunin waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.

Artinya : “Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami istri-istri dan keturunan-keturunan sebagai penyejuk hati dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.”

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Robbanaa taqobbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim watub ‘alainaa innaka antat tawwaabur rohiim.

Artinya : “Wahai Tuhan kami, perkenankanlah (permohonan) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaabannar.

Artinya : “Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.”

وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi washohbihii wasallam, walhamdulillaahi Robbil ‘aalamiin.

Artinya : “Semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.”

Demikian ulasan tentang Dzikir dan Doa setelah sholat wajib Arab, Latin dan Terjemah. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya

Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya

Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya – Marah merupakan hal atau perkara yang bersifat manusiawi. Setiap orang pasti pernah merasakan marah. Dari waktu ke waktu yang mana kita pun tak luput dari perasaan yang kuat ini. Untuk lebih jelasnya silahkan simak uraian Pengetahuan Islam berikut ini.

Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya

Penyebab marah pun bisa beragam dan umumnya disebabkan oleh frustasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, curiga, dan ancaman.

Meskipun ketika meluapkan bisa merasa lega setelah marah. Namun kadang-kadang perasaan lega itu hanya berlangsung pendek. Sehingga, tanpa kita sadari hal itu telah berdampak baik secara psikologis maupun biologis.

Definisi Marah

Menurut E. Kristi Poerwan seorang Psikolog menyatakan bahwa setidaknya ada dua poin yang membuat marah menjadi konstruktif.

Menurutnya Kedua Poin tersebut adalah:

  1. Haruslah karena alasan yang tepat, bukan karena factor subjektif

Banyak kasus kemarahan timbul di lingkungan keluarga, misalnya suami marah secara berlebihan karena merasa tidak dihargai pleh istrinya. Padahal ini hnaya pandangan subjektif sang suami.

  1. Marah haruslah terkendali

Marah yang membabi buta, bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dampak dari Marah

Beberapa fakta mengungkapkan bahwa marah ternyata mempunyai dampak yang besar terhadap kesehatan.

Amarah yang berasal dari bagian otak yang sangat tua dan biasanya berlangsung hanya selama satu hingga dua detik saja. Tetapi bisa juga dapat berlangsung dalam jangka waktu Panjang.

  1. Gejala Biologis

Berdasarkan gejala biologis, marah hanya akan berakibat buruk bagi kesehatan.

Orang yang dalam kondisi sedang marah akan mengalami tekanan darah yang meningkat, hormone stress meningkat, napas jadi pendek dan jantung berdebar.

Marah juga akan membuat badan menjadi gemetar, pupil pada mata berkontraksi dengan tidak teratur, kekuatan fisik akan meningkat, cara bicara dan gerak lebih cepat dan sering lebih sensitif. Tanda tersebut ini akan mengakibatkan pergerakan sel dan hormon dalam tubuh menjadi tidak normal.

  1. Gejala Psikologis

Demikian pula gejala psikologis dari orang yang marah. Marah akan menjadikannya rentan akan terkena penyakit hati, yang ujungnya akan berdampak pada kesehatan fisiknya.

Orang marah akan dipengaruhi sifat kritis, pendengki, pendiam, tingkah lakunya agresif, cemburuan, percaya diri rendah, mudah menilai orang dengan negative, selalu tak enak perasaannya, depresi, gelisah, lesu dan mudah Lelah.

Begitu besar dan hebatnya dampak negative dari emosi marah ini. Bukan saja untuk diri orang yang marah, tetapi juga terhadap orang lain.

Marah yang meledak-ledak akan cenderung menjadikan pelakunya berlaku destruktif dan merusak. Marah yang dibiarkan meluap tersebut, berasal dari godaan setan. Apabila hal itu dituruti maka akan menjauhkan seseorang dari mengingat tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Marah yang demikian merupakan bara api yang ditiupkan setan ke dalam hati anak Adam. Sebagaimana Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya, amarah itu dari setan.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Bila marah sudah merasuk ke dalam hati, maka setan akan lebih mudah menganggunya. Setan akan mengajaknya pada ranah kesesatan, bahkan kemudian akan menjadikannya sebagai sahabatnya. Oleh karena itu, pada kondisi marah harus segera diatasi.

Cara Mengendalikan Marah

Lantas, Apa yang harus dilakukan pada saat marah?

Dalam Islam tidak menafikan adanya marah ini, karena marah merupakan fitrah yang diciptakan Allah untuk manusia. Islam hanya mengarahkan kepada kita dalam menghadapi sifat emosional kita itu.

Pada saat marah, Islam mengarahkan untuk menyingkapi kondisi tersebut dengan bijak. Tidak memendamnya ke dalam hati sehingga akan menimbulkan berbagai penyakit. Juga tidak pula membiarkannya menjadi meluap tanpa kontrol hingga merusak.

Akan tetapi, hendaknya kita dapat mengendalikan emosi marah ini dengan dua cara, yaitu:

  1. Membaca doa istiadzah untuk menutup pintu masuk setan

Bacaan Doa Istiadzah

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A’uudzu billahi minas- syaithanir- rajiim”.

Artinya:

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”.

Sebagaimana Rasulullah telah bersabda:

“Sungguh, aku akan mengajari suatu kalimat, yang apabila ia mengucapkannya maka akan hilang apa yang ia dapatkan (marah). Jika ia membaca, ‘Auudzubillahi minasy- syaitaanir- rajiim’, niscaya hilanglah apa yang ia dapatkan.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Dengan doa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan dan kejahatan setan. Dengan membaca doa istiadzah ini, maka setan akan menyingkir dan lari sehingga ia tidak mampu lagi mengobarkan bara api amarah mereka di hati kita.

  1. Membaca doa ketika marah agar ingat kepada Allah

Kita dapat membaca doa ketika marah yang diajarkan Rasulullah.

Bacaan Doa Ketika Marah

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Allahummaghfirlii dzanbi, wa adzhib ghaidzha qalbii, wa ajirnii minas- syaithani”.

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan”.

Dengan hati yang selalu ingat kepada Allah, maka kemarahan yang tadinya meluap akan menjadi reda. Rasa kesal dan jengkel yang tadinya telah menguasai hati menjadi sirna dan pikiran yang tadinya kacau akan menjadi terkontrol.

Manfaat Doa Ketika Marah

Doa itiadzah dan doa ketika marah ini mempunyai kekuatan untuk menolak dari kemarahan. Hal ini disebabkan oleh kandungan dari kata-kata yang tersirat dalam bacaan doanya.

  1. Mengusir setan yang menggoda kita jadi marah

Karena marah datangnya dari godaan setan, maka dengan membaca doa istiadzah setan akan lari tunggang langgang. Ketika setan menyingkir, niscaya mudah bagi kita untuk mengingat Allah.

  1. Teringat kekuasaan Allah.

Dengan membaca doa istiadzah dan doa ketika marah, maka kita akan ingat pada kekuasaan, keperkasaan dan wewenang Allah.

Kita akan kembali disadarkan pada makna hakikat tauhid, yakni bahwa sejatinya tidak ada yang berbuat, kecuali hanya Allah semata. Dia-lah yang memiliki kehendak, yang menciptakan dan yang menggerakkan makhluk-makhluk-Nya.

Jika demikian, apabila Anda marah pada seseorang karena sifatnya, ucapannya, kelakuannya, tindak-tanduknya atau lainnya, maka sama halnya Anda telah marah pada Allah.

Apabila Anda jengkel dan benci pada orang yang memaki-maki Anda, atau membenci Anda, maka sama pula Anda jengkel dan benci pada Allah.

Apabila Anda mencela, mencemooh dan menyumpahi seseorang yang Anda marahi. Maka sama halnya Anda telah mencela Allah, dan sebagainya.

Ingatlah hal ini benar-benar, niscaya akan Anda sadar bahwa kemarahan Anda itu sungguh tidak patut dan tidak layak dihadapan Allah.

  1. Teringat pada dosa dan kesalahan kita pada Allah

Dengan membaca doa marah, kita akan teringat dosa-dosa kita kepada Allah.

Sebagaimana hal ini tersirat dalam kalimat “ighfir lii dzambi” (ampunilah dosaku).

Dosa atas apa?

Dosa karena kita telah sering mendurhakai-Nya, menyalahi perintah-Nya, mengesampingkan-Nya.

Lalu, apakah dosa kita itu membuat Allah murka kepada kita?

Sungguh, tidak, Allah senantiasa Maha Penyabar dan  Penyantun. Berapa  banyak manusia berbuat durhaka kepada-Nya, tapi Allah tetap menunjukkan kesabaran dan sifat kesantunan-Nya.

Allah tidak bersegera menimpakan siksa, tetapi senantiasa membukakan pintu ampunan dan maaf yang selebar-lebarnya. Juga selalu bersedia melimpahkan segala karunia-Nya.

Lantas, apakah dengan semua ini, kita masih pantas marah pada ketetapan Allah?

Sungguh, kemarahan Allah di akhirat kelak akan lebih besar, jika kita tidak segera menahan amarah kita dan tidak cepat-cepat memohon ampun kepada-Nya.

Dengan memohon ampunan kepada Allah dan mengingat dosa serta kesalahan kita, berarti kita bersedia untuk mengoreksi setiap kesalahan kita terhadap orang yang kita marahi.

Adakah orang yang kita marahi itu benar-benar bersalah dan patut kita marahi?

Bisa jadi, kemarahan kita itu justru muncul dari kesalahan kita sendiri, bukan dari kesalahannya. Bisa jadi, kita jengkel dan mencaci makinya karena rasa dendam dan iri yang bersarang di hati kita.

Kita marah padanya karena hendak menunjukkan kesombongan kita padanya. Kita marah dan menghina, padahal orang yang kita marahi itu hendak menasehati kebaikan pada diri kita.

Jika memang orang yang kita marahi itu telah berbuat salah pada kita, mungkin kesalahaannya karena tidak disengaja. Bisa jadi karena ia orang yang jahil atau orang bodoh, yang suka pamer dan berbuat sombong.

Meskipun ia telah berbuat kesalahan pada kita, apa pun alasannya, toh kesalahan itu telah diperbuatnya dan telah terjadi. Kita mau marah-marah, itu sama saja percuma.

Belajar untuk memaafkan kesalahan orang lain akan dapat menyucikan jiwa kita, meninggikan kedudukan kita, dan menguntungkan diri kita sendiri. Belajar untuk memaafkan orang lain adalah langkah yang penting untuk menggapai maghfirah-Nya dan ridha-Nya.

Artinya:

“Barang siapa menolak kemarahannya, maka Allah akan menolak siksa-Nya darinya.” (HR.Thabrani).

Ketahuilah bahwa amarah adalah perasaa. Karenanya, amarah akan mengubah kesan kita terhadap manusia. Amarah akan menggantikan persepsi positif menjadi negative.

Taruhlah Anda bersitegang dengan seseorang. Dia berteriak-teriak, dan Anda pun demikian. Tiga jam kemudian, emosi Anda menurun. Anda sudah tidak lagi berteriak-teriak, tetapi sekarang Anda harus menghadapi dampak dari perasaan akibat marah.

Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya

Marah yang Baik

Sampai di sini, perlu diingat bahwa marah tidak selamanya jelek. Ada juga marah yang bersifat positif dan baik. Marah yang positif berfungsi untuk melindungi kita, memelihara hubungan kita, mewujudkan harapan dan cita-cita dan cara pandang kita pada dunia.

Marah yang baik merupakan marah yang dilakukan untuk perkara yang tepat, di saat yang tepat, dan dengan cara yang tepat pula.

Sebagai seorang mukmin, kita dituntut untuk selalu dapat mengendalikan marah.  Sehingga, kemarahan kita adalah karena menemui kezhaliman dan diungkapkan dengan tidak meninggalkan keadilan. Kemarahan kita bukan karena dorongan nafsu, tapi karena Allah.

Demikian penjelasan tentang Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih sudah berkunjung.

Baca juga:

Inilah Kumpulan Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW

Inilah Kumpulan Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW

Inilah Kumpulan Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW – Sahabat Muslim, Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. adalah bentuk kita cinta kepada beliau. Apa yang beliau perintahkan kepada kita semuanya adalah ibadah. Salah satu bentuk ibadah dengan ucapan namun pahalanya yang luar biasa ialah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat kita akan tetap sampai walaupun kita jauh.

Teringat saat mendengar cerita rasulullah SAW. saat beliau akan meninggalkan kita. Yang dipikirkan beliau bukan keluarganya, akan tetapi adalah umatnya. Betapa beliau sangat mencintai kita, semoga kita bisa bertemu beliau kelak dan mendapatkan syafaatnya ketika di akhirat. Lebih jelasnya simak keterangan Pengetahuan Islam berikut ini.

Inilah Kumpulan Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW

Sebagaimana telah menceritakan kepada Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah Shalallah ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

Artinya : “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan mengucapkan shalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan ia diangkat sepuluh derajat untuknya.” (Hadits Nasai Nomor 1280)

Sebagai wujud dan bukti cinta kita kepada beliau maka kita dianjurkan untuk menyebut namanya yaitu dengan bersholawat. Adapun bacaan sholawat Nabi Muhammad SAW sebagai berikut.

Kumpulan Dan Keutamaan Bacaan Sholawat

Ada beberapa macam sholawat, disini saya menyebutnya shalawat khusus dan shalawat umum. Sholawat umum adalah sholawat pendek yang biasanya sering diucapkan dalam sholat dan diamalkan tidak dalam jumlah tertentu. Sholawat umum itu antara lain :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ

Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad An Nabiyyil Ummiyyi.

Artinya : “Ya Allah, berilah Shalawat kepada Muhammad Nabi yang Ummi.”

اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad Wa’Ala Ali Muhammad Kama Shollaita ‘Ala Ali Ibrahim, Innaka Hamidun Majid.

Artinya : “Ya Allah, berilah Shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya, karena engkau memberi shalawat kepada kerabat Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Bacaan Sholawat Nariyah

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allohumma sholli ‘sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lumin laka.

Artinya: “Ya Allah berilah sholawat dengan sholawat yang sempurna dan berilah salam dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan, hujan diturunkan, berkat dirinya yang pemurah, juga atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuan-Mu.”

Sholawat Ibrohimiyah

اَللّـٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أَٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِى الْعٰلَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Artinya: “Ya Allah, limpahkan sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana yang telah Engkau limpahkan pada Ibrahim dan keluarganya, berkatilah Muhammad dan keluarganya sebagaiman Engkau memberkati Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Keutamaan:

  • Mendapatkan segala macam kebutuhan hidup dunia dan akhirat
  • Mendapatkan rahmat dan keselamatan dunia dan akhirat
  • Mendapatkan kewibawaan yang sangat besar terhadap orang lain
  • Menarik dan memperluas rizki dengan sebanyak-banyaknya
  • Mendatangkan segala macam hajat dan dapat mempercepat tercapainya semua cita-cita.

Sholawat Syifa

اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَصِحَّةَ اْلأَبْدَانِ وَعَافِـــيَــتِهَا وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلٰى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, kepada junjungan kita bnabi Muhammad SAW. yang menjadi dokter semua hati dan obatnya, yang menjadi sehat semua badan dan kesejahteraannya, yang menjadi cahaya semua hati dan kemuliaannya. Dan semoga rahmat terlimpah kepada segenap keluarga beliau dan kepada para sahabat-sahabatnya, serta limpahkanlah salam dan kesejahteraan kepada mereka semua.”

Keutamaan:

  • Menjadikan tubuh lebih kuat dan sehat
  • Menjadikan tubuh kita selamat, awet muda dan panjang usia
  • Menjadikan hati lebih terang dan bercahaya, sehingga dapat melihat kebaikan dan kebatilan

Sholawat Munjiyat

اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَ بِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلأَهْوَالِ وَالْأَفَاتِ وَتَقْضِى بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّــيـِّـــــئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلٰى الدَّرَجَاتِ وِتُبَلِّغُنَا بَهَا أَقْصٰى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاتِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ إِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَىيْئِ قَدِيْرٌ.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, melalui rahmat itu Engkau menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan malapetaka. Yang dengan rahmat itu Engkau memenuhi segala hajat kami, yang dengan Engkau mensucikan kami dari segala keburukan, yang dengan Engkau mengangkat derajat kami setinggi-tingginya, yang dengan Engkau mengantar kami ketempat yang paling ujung dari semua kebaikan hidup di dunia dan kehiduan setelah mati.”

Keutamaan:

  • Mengharumkan bau mulut yang tidak sedap
  • Menghilangkan rasa canggung dihadapan orang banyak, dan dapat memancarkan kewibaan melalui ucapannya.

Sholawat Ma’tsuroh

Sholawat ma’tsuroh merupakan sholawat yang kalimat, cara membaca, waktu membaca dan keutamaannya telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, sendiri.

أللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحّمَّدٍ نِالنَّـبِىِ اْلأُمِّىِّ وَعَلٰى اٰلِهِ وَسَلِّمْ

Artinya: “Ya Allah! Limpahkanlah sholawat kepada Muhammad yang tiada dapat membaca dan menulis (Ummy) dan semoga keselamatan tercurah kepada segenap keluarganya.”

Sholawat Al-Fatih

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِماَ سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الْحَقَّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى إِلٰى صِرَاطِكَ الْمُسْـتَقِيْمِ. صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ.

Artinya: “Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah kepada nabi Muhammad SAW., sebagai pemuka sesuatu yang terkunci, dan penutup sesuatu (para nabi) yang terdahulu, dialah penolong yang benar dengan membawa kebenaran serta petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada keluarga dan para sahabatnya dengan sebenar-benarnya dengan pangkat dan kedudukan yang agung.”

Keutamaan:

  • Menghilangkan segala kesempitan hidup dan segala urusan yang sulit.
  • Menghapus dosa-dosa kecil
  • Dapat bertemu dengan Rasululloh SAW di dalam mimpi
  • Dapat bertemu dan berkumpul dengan Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.

Sholawat Ummy

اَللَّــهُمَّ صَلِّ عَـلـٰى سَـيِّـدِنَـا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَـبِـيِّكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِى الْأُمِّـى وَعَــلـٰى أَلِـهِ وَصَحْبِهِ وَسِلِّـمْ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebagai hamba, Nabi, dan utusan-Mu yang Ummy (tidak bisa membaca dan menulis) beserta keluarga dan sahabatnya dengan salam yang sesungguhnya.”

Keutamaan:

  • Barang siapa yang membaca sholawat Ummy ini sebanyak 80 (delapan puluh) kali pada malam Jum’at, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya selama 80 (depalan puluh) tahun.
  • Jika sholawat Ummy ini dibaca sebanyak 500 (lima ratus) kali pada malam Jum’at, maka niscaya ia tidak akan mati sebelum berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW, dalam keadaan sadar.

Sholawat Quthbul Aqthob

اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلأَوَّلِيْنَ وَصَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلآخِرِيْنَ وَصَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلـمُرْسَلِيْنَ وَصَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْمَلَإِ اْلأَعْلٰى إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنَ.

Artinya: “Ya Allah, berikan rahmat takdzim kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, di masa-masa permulaan dan berikan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW, di masa-masa penghabisan dan berikan rahmat kepada nabi Muhammad saw sebagai utusan serta berikan rahmat kepda nabi Muhammad SAW dan kepada orang-orang yang memiliki kemiliaan sampai hari kiamat.”

Keutamaan:

  • Menyembuhkan penyakit pusing, panas perut, dan batuk
  • Menyembuhkan penyakit gila dan penyakit-penyakit lainnya.

Sholawat Mukafa’ah

اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عِلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً دَائِمَةً مَقْبُوْلَةً تُـؤَدِّى بِهَا حَقَّهُ الْعَظِيْمِ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada junjungan kita Muhammad SAW yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang menjadi kekasih Allah SAW, yang luhur pangkatnya dan yang agung kemuliaannya, dan limpahkanlah pula atas keluarganya dan para sahabatnya.”

Kegunaannya :

Barang siapa yang membaca sholawat mukafaah berikut ini sebanyak-banyaknya maka ia telah menunjukkan kecintaannya kepada Nabi Muhammad SAW, dan barang siapa yng mencintai Nabi Muhammad SAW maka jelas ia akan mendapat syafaat beliau kelak di hari kiamat dan dianggap sebagai orang yang mulai di sisi beliau.

Inilah Kumpulan Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW

Sholawat Ghozali

اَللّٰـهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَّبِىِّ اْلأُمِّيِّ الْحَبِـيْبِ الْعَالِى الْقَادِرِ الْعَظِيْمِ الْجَاهِ وَعَلٰى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. اَللّٰـهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً دَائِمَةً مُسْتَمِرَّةً تَدُوْمُ بِدَوَامِكَ وَتَبْقٰى بِبَقٰـئِكَ وَتَخْلُدُ بِخُلُوْدِكَ وَلَاغَايَةً لَهَا دُوْنَ مَرْضَاتِكَ وَلَاجَرَاءَ لِقَائِكَ وَمُصَلِّيْهَا غَيْرَ جَـنَّــتِكَ وَالنَّظَرَ إِلٰى وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada junjungan kita Muhammad SAW yang kekal dan terus menerus, ia kekal karena Kekekalan-Mu, ia tetap karena ketetapan-Mu, ia langgeng karena kelanggengan-Mu, tidak ada ujung bainya tanpa keridhoan-Mutidak ada balasan bagi pembacanya dan yang memintakan rahmat selain surga-Mu dan melihakt Wujud-Mu yang Mulia”.

Keutamaan:

  • Membuat hati menjadi tenang, membuat pikiran menjadi terang dan untuk menambah tingkat kecerdasan
  • Mendatangkan segala macam hajat baik yang kecil maupun yang besar.

Sholawat Hajat Dunia Akhirat

اَللّـٰــهُمَّ صَلِّ عَـلـٰى سَيَّـدِنَـا مُحَمَّدٍ وَعَـلـٰى أَلِ سَيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلـٰى أَهْلِ بَــيْـتِهِ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan kepada ahli keluarganya”.

Kegunaannya:

Sholawat ini apabila dibaca sebnyak 1000 (seribu) kali maka Allah SWT, akan mendatangkan hajatnya sebanyak 100 hajat. Hajat yang 30 (tiga puluh) akan diberikan di dunia dan hajat yang 70 (tujuh puluh) akan di datangan kelak di akhirat.

Sholawat Kamilat

اَللّـٰــهُمَّ صَلِّ وَسَلِّـمْ وَبَـارِكْ عَـلـٰى سَــيـِّـدِنَـا مُحَمَّدٍ وَعَـلـٰى أٰلِـهِ كَمَا لَا نِـهَايَـةَ لِـكَـمـَالِكَ عَدَدَ كَـمـَالِـهِ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat keselamatan dan berkah kepada junjungan kami Muhammad dan keluarganya, sebagaimana tiada batas akhir bagi kesempurnaan-Mu, sebagai hitungan kesempurnaan”.

Demikian ulasan tentang Inilah Kumpulan Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW. Semoga dapat bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Baca juga :

√ Doa Untuk Orang Sakit : Bacaan Arab, Latin, Makna & Terjemahnya

Doa Untuk Orang Sakit : Bacaan Arab, Latin, Makna & Terjemahnya

Doa Untuk Orang Sakit : Bacaan Arab, Latin, Makna & Terjemahnya – Pada kesempatain ini akan membahas tentang Doa untuk Orang Sakit. Dimana dalam ulasan kali ini Pengetahuan Islam tentang √ etika ketika menjenguk orang sakit, √ doa untuk orang sakit dan √ makna doa untuk orang sakit pada artikel ini.

Sahabat, sebagai muslim yang mana Rasulullah telah mengajarkan kita agar saling peduli dengan sesama. Apalagi bila ada tetangga atau saudara kita yang mengalami musibah tentu kita dianjurkan untuk mendoakan yang terabaik. Untuk lebih jelasnya silahkan simak pembahasan berikut ini

Doa Untuk Orang Sakit : Bacaan Arab, Latin, Makna & Terjemahnya

Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara dan doa untuk saudara atau tetangga yang tertimpa musibah. Baik sakit, kecalakaan, meninggal dan lainnya. Sehingga kita dapat mengurangi beban mereka dan mendoakan untuk diberikan yang terbaik.

Menjenguk Orang Sakit

Menjenguk orang sakit, baik itu kerabat, saudara, teman atau sesama muslim adalah amal kemanusiaan yang oleh Islam dinilai sebagai ibadah dan qurbah (pendekatan diri kepada Allah). Sebagaimana Rasulullah telah bersabda:

“Barang siapa menjenguk orang sakit, maka ia masuk dalam rahmat Allah. Dan, jika ia duduk di sampingnya, maka rahmat (Allah) membanjiri padanya.” (HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Menjenguk orang yang sedang sakit merupakan perbuatan mulia yang didalamnya terdapat keutamaan yang agung. Sebagaimana sabda Rasulullah, bahwa hak seorang muslim kepada muslim lainnya adalah:

  • Bila bertemu orang muslim maka ucapkanlah salam.
  • Bila orang muslim mengundangmu maka hadirilah.
  • Bila orang muslim meminta nasihat maka nasihatilah.
  • Bila orang muslim bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah).
  • Bila orang muslim sakit maka jenguklah.
  • Bila orang muslim meninggal dunia maka antarkanlah (urus jenazahnya hingga dimakamkan).

Dari sabda Rasulullah diatas, menjenguk orang sakit adalah merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dan merupakan bagian dari salah satu hak orang muslim kepada muslim lainnya. Terdapat pahala besar yang dijanjikan oleh Allah, ketika menjenguk orang sakit dan memanjatkan doa untuk orang sakit tersebut.

Etika Ketika Menjenguk Orang Sakit

Hendaknya saat menjenguk orang sakit, ada beberapa etika atau adab ketika menjenguk orang sakit yang harus kita ketahui.

Niat Menjenguk Orang yang Sakit

Hendaknya kita niatkan dengan niat karena iman dan mengharapkan pahala Allah. Dan jika mampu, usahakanlah untuk membawa barang bawaan berupa makanan kesukaannya.

Disebutkan dalam sebuah haditst:

“Barang siapa memberi makan orang yang sakit apa yang diinginkannya, maka Allah akan memberi makan kepadanya dari buah-buahan surga.” (HR. Thabrani).

Ketika Menemui Orang Sakit Sampaikan Nama Anda

Saat Anda telah menemui atau menjenguk orang sakit, hendaknya terlebih dahulu kita sebutkan nama kita secara jelas kepada si sakit karena mungkin saja ia kurang paham dengan siapa yang datang berkunjung.

Dengan mengetahui siapa yang datang menjenguk, akan membuat orang yang sakit merasa bahagia dan gembira dengan kunjungan Anda.

Usahakan Anda Duduk Dekat Di Samping Kepalanya

Kalau memungkinkan usahakan Anda duduk di samping kepalanya orang yang sakit. Hal ini sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad dan orang-orang shalih sesudah beliau.

Diriwayatkan dari Anas Ra, ia berkata:

“Apabila Nabi Muhammad menjenguk orang yang sakit, beliau duduk di sisi kepalanya.” (HR.Bukhari).

Usahakan Untuk Menjabat Tangan Orang yang Sakit

Usahakan Anda menjabat tangan orang yang sakit, memegang keningnya, tangannya atau bagian tubuh lainnya, sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad. Rasulullah bersabda:

“Merupakan kesempurnaan menjenguk orang yang sakit adalah salah seorang kalian meletakkan (tangannya) pada wajahnya atau tangannya, kemudian bertanya bagaimana keadaannya. Kesempurnaan penghormatan di antara kalian adalah berjabat tangan.” (HR.Ahmad dan Thabrani).

Hal ini kita lakukan sebagai wujud perhatian dan kasih sayang kita kepadanya. Di samping itu, meletakkan tangan ini bisa membawa pengaruh meringankan sakitnya.

Tanyakan Bagaimana Keadannya atau Kondisinya

Usahakan untuk menanyakan bagaimana keadaannya, sambil menampakkan rasa belas kasih kepadanya. Misalnya, dengan menanyakan bagaimana dengan sakit yang dideritanya, kapan mulai sakit, apakah sudah diperiksakan ke dokter atau belum, dan lain sebagainya.

Menghibur Orang yang Sakit

Anda juga dianjurkan menghiburnya dengan mengatakan sesuatu yang bisa menimbulkan rasa optimis dan keyakinan pada kesembuhannya. Membesarkan hatinya dan menganjurkannya untuk berbaik sangka pada Allah dan berlaku sabar terhadap sakitnya.

Sebaiknya Anda juga mengingatkan dan menyebutkan amal-amal kebaikan serta kebajikan yang pernah diperbuat selama hidupnya, kemudian memujinya. Sebab, hal ini bisa menambahkan kebahagiaan dan rasa optimisnya.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa janganlah terlalu banyak bertanya, karena hal itu bisa mengganggu istirahatnya. Jangan pula terlalu banyak memberi ceramah atau nasihat karena hal itu dapat menyinggung perasaannya.

Jagalah Ucapan Ketika Menjenguk Orang Sakit

Jagalah lisan atau ucapan Anda ketika mengucapkan sesuatu, usahakan sesuatu ucapan yang baik. Karena, saat itu malaikat hadir dan ikut mengamini setiap ucapan yang keluar dari mulut Anda. Rasulullah bersabda:

“Apabila kalian menghadiri orang yang sakit atau mayat, maka ucapkanlah ucapan yang baik, karena sesungguhnya malaikat mengamini atas apa yang kalian ucapkan.” (HR.Muslim).

Jangan Terlalu Lama di Samping Orang Sakit

Jangan terlalu lama berada di samping orang yang sakit, kecuali jika Anda yang mempunyai hubungan khusus dengan si sakit. Jika dirasa sudah cukup, sebaiknya kita segera keluar dan biliknya agar ia bisa istirahat. Rasulullah bersabda:

“Menjenguk yang paling utama pahalanya adalah cepat-cepat berdiri dari sisi orang yang sakit.” (HR. Dailami).

Akan tetapi, jika si sakit menyukai orang yang menjenguknya tinggal lebih lama di sisinya atau memintanya agar sering menjenguknya, maka lebih utama baginya untuk memenuhi keinginan si sakit. Sebab, hal tersebut dapat membahagiakan dan meyenangkan hatinya sehingga membuatnya cepat sembuh.

Mendoakan Orang yang Sakit

Hal penting yang perlu diingat saat menjenguk orang yang sakit adalah mendoakan kesembuhannya. Dan, barangkali telah menjadi hal yang biasa dilakukan bahwa sebelum beranjak pulang, penjenguk biasanya akan mendoakan si sakit. Misalnya dengan mengatakan,

“Semoga cepat sembuh, semoga kamu cepat diberi kesembuhan, atau semoga lekas sehat dan bisa kembali berkumpul Bersama Anda.”

Sebuah ucapan adalah doa, dan tidak terkeuali ungkapan yang demikian itu. Apalagi saat itu malaikat juga ikut hadir dan mengamini setiap ucapan Anda, entah itu yang baik atau yang buruk.

Doa Untuk Orang Sakit

Ada baiknya jika Anda membaca doa untuk orang sakit dengan doa khusus yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saat menjenguk orang yang sakit. Doa untuk orang sakit sesuai sunnah ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak tujuh kali.

Bacaan Doa Untuk Orang Sakit

Adapun bacaan yang akan di ucapkan pada saat menjenguk orang sakit sebagai berikut.

Bacaan Doa Untuk Orang Sakit Arab

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Bacaan Doa Untuk Orang Sakit Latin

“Allahumma Rabbannaasi Adzhibil Ba’sa Wasy Fihu, Wa Antas Syaafii, Laa Syifaa-a Illa Syifaauka, Syifaa-An Laa Yughaadiru Saqomaa”.

Arti Doa Untuk Orang Sakit

“Hilangkanlah kesukaran atau penyakit itu, wahai Tuhan manusia. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha menyembuhkan. Taka da kesembuhan, kecuali kesembuhan-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.” (HR.Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lainnya).

Makna Doa Untuk Orang Sakit

Doa untuk orang sakit di atas mengandung beberapa makna yaitu:

Dari Bacaan “Asy-Syafii”

Asy-Syafii (الشَّافِي) yang artinya “Yang Maha Menyembuhkan”.

Makna dari bacaan ini adalah meminta kepada Allah agar berkenan menyembuhkan sakitnya, kepayahannya, dan siksaannya dengan perantaraan menyebut nama-Nya yang agung.

Dari Bacaan “Antas Syaafii, Laa Syifaa-a Illa Syifaauka”

Bacaan “Antas Syaafii laa syifaa’a illa syifaauka” (أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ ) yang artinya “Engkau Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan, kecuali kesembuhan-Mu”.

Dari bacaan ini bermakna meyakinkan bahwa sesungguhnya tidak ada yang dapat memberi kesembuhan pada penyakit itu, kecuali hanya Allah semata, karena hanya Allah yang memberikan kesembuhan.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Asy-Syu’araa ayat 80:

وَ اِذَا مَرِضۡتُ فَہُوَ یَشۡفِیۡنِ

Artinya: “Dan, apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku.” (QS. Asy-Syu’araa ayat 80).

Bacaan “Syifaa’an laa yughaadiru saqaman”

Sebagaimana bacaan “Syifaa’an laa yughaadiru saqaman” (شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا) yang artinya “Kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit”.

Makna dari bacaan ini adalah menekankan lagi bahwa kesembuhan yang diminta kepada-Nya adalah kesembuhan yang mutlak, yatu kesembuhan yang tidak menyisakan suatu penyakit apa pun.

Berdoa demikian karena terkadang ia bisa sembuh dari penyakit tersebut, tapi muncul lagi penyakit lainnya.

Anda juga bisa membaca doa berikut sebanyak satu kali:

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

Artinya: “Aku mohon kepada Allah Yang Maha agung, Rabb Arsy yang agung, semoga Dia berkenan menyembuhkanmu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Doa di atas mengandung makna untuk meminta kepada Allah dengan keagungan-Nya, yakni Dia Yang Maha Besar dalam Dzat-Nya dan sifat-sifat-Nya, Rabb Arsy yang agung agar berkenan menyembuhkan penyakit.

Kesembuhan dengan cepat dari penyakit fisik yang diderita, jika memang ditakdirkan untuk sembuh. Atau kesembuhan dari penyakit batin dan selamat dari segala penyakit.

Doa Untuk Orang Sakit : Bacaan Arab, Latin, Makna & Terjemahnya

Saat berdoa, hendaklah disertai dengan memegang bagian tubuh yang sakit. Hal itu sebagaimana yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad.

Diriwayatkan dari Aisyah Ra ia berkata:

“Apabila beliau mendapati salah seorang dari kami mengeluh sakit, beliau mengusapnya dengan tangan kanannya kemudian mengucapkan, “Hilangkanlah kesusahan, wahai Rabb manusia…” (HR.Muslim).

Selain mendoakan untuk kesembuhan orang yang sakit, hendaknya tidak lupa Anda meminta doa dari orang yang sakit tersebut. Karena doa dari orang sakit pada saat saat itu sangatlah mustajab. Nabi Muhammad bersabda:

“Jika kamu masuk kepada orang yang sakit, maka mintalah ia untuk mendoakanmu, karena sesungguhnya doanya seperti doa malaikat.” (HR.Ibnu Majah dan Ibnu Sunni).

Demikian ulasan tentang Doa Untuk Orang Sakit : Bacaan Arab, Latin, Makna & Terjemahnya  yang bisa Anda praktekkan. Semoga Allah senantiasa memberikan kepada kita semua kesehatan dan kemudahan, Aamin.

√ Inilah Doa Masuk Kamar Mandi & Doa Keluar Kamar Mandi Lengkap

Inilah Doa Masuk Kamar Mandi & Doa Keluar Kamar Mandi Lengkap – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Mandi. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian mandi, tata cara madi, doa masuk kamar mandi dan doa keluar kamar mandi. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan berikut ini.

Inilah Doa Masuk Kamar Mandi & Doa Keluar Kamar Mandi Lengkap

Mandi adalah sesuatu kegiatan rutin yang dilakukan oleh seluruh manusia di dunia. Terutama bagi umat muslim, aktifitas mandi yang hukumnya adalah sunnah bisa menjadi wajib. Karena dengan mandi berarti telah Anda membersihkan diri dari hadast kecil atau besar seperti mandi junub misalnya.

Dalam islam ada adab jika hendak memasuki kamar mandi. Salah satu adabnya yaitu dengan membaca doa masuk kamar mandi dan juga doa keluar kamar mandi jika sudah selesai.

Mengapa harus membaca doa sebelum masuk kamar mandi?

Anda harus senantiasa membaca doa sebelum memasuki kamar mandi. Karena seperti yang Anda pahami bahwa setan akan selalu mengikuti manusia kemana saja manusia pergi. Apalagi memasuki di tempat yang tidak suci seperti halnya kamar mandi, jamban atau WC.

Dengan membaca doa maka setan dan jin kafir akan menjauh dan tidak mengganggu Anda pada saat kita melakukan aktivitas di kamar mandi. Maka dari itu Anda harus selalu membaca doa masuk kamar mandi dan doa keluar dari kamar mandi.

Doa Masuk Kamar Mandi Sesuai Sunah Rossul

Bacaan doa ketika masuk dan keluar kamar mandi atau doa ketika masuk WC atau keluar WC sangat singkat dan mudah dipraktekkan. Berikut ini adalah bacaan doa arab, latin dan artinya serta adab ketika berada di kamar mandi.

Bacaan doa masuk kamar mandi arab

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

Bacaan doa kamar mandi latin

“Alloohumma Innii A’uudzubka Minal Khubutsi Wal Khobaaitsi”

Artinya dalam bahasa Indonesia

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan dan kotoran”

Doa Keluar Kamar Mandi Sesuai Sunnah Rosul

Ketika kita hendak keluar dari kamar mandi Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita untuk berdoa. Adapun bacaan doanya sebagai berikut.

Bacaan doa keluar kamar mandi arab

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ

Bacaan doa keluar kamar mandi latin

“Alhamdulillaahil-ladzii Adz-haba ‘Annil-adzaa Wa’aafaanii”

Artinya dalam bahasa Indonesia

“Dengan mengharap ampunanMu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah menyejahterakan”

Adab Masuk dan Keluar Kamar Mandi

Setelah memahami doa masuk kamar mandi dan doa keluar kamar mandi, Anda hendaknya memahami adab ketika berada di kamar mandi.

Karena sebagai muslim yang baik punya sopan santun dan adab dalam berbagai hal di kegiatan sehari-harinya. Salah satu adabnya yaitu ketika mau masuk kamar mandi atau ketika berada di kamar mandi.

Berikut adab masuk kamar mandi dan keluar kamar mandi yang bisa Anda lakukan:

  • Ketika hendak memasuki kamar mandi, hendaklah membaca بِسْمِ اللهِ agar ketika sedang berada di kamar mandi terhindar dari gangguan setan atau jin kafir.
  • Membaca doa sebelum masuk ke kamar mandi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
  • Ketika akan melangkah masuk ke kamar mandi, dahulukan kaki kiri terlebih dahulu. Karena kamar mandi merupakan tempat najis tempatnya setan berada.
  • Ketika berada di kamar mandi atau WC, pakailah alas kaki seperti sandal jepit atau sandal plastik.
  • Ketika berada di kamar mandi atau WC, usahakan jangan bernyanyi atau berbicara keras.
  • Ketika berada di kamar mandi atau WC, dilarang membawa ayat-ayat Al Qur’an atau mebaca ayat-ayat Al Qur’an.
  • Jika di dalam kamar mandi atau WC ingin BAB atau PUP, usahakan jangan menghadap atau membelakangi kiblat. Usahakan dengan arah menyamping, Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila seseorang dari kalian buang hajat, maka janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya. Akan tetapi hendaknya ia menyamping dari arah kiblat”. (HR. Al-Bukhari). Namun jika menyamping tidak bisa, maka arahkan selain arah ke kiblat.

  • Tidak boleh menjawab salam atau mengucapkan salam dari kamar mandi.
  • Usahakan menutup pintu kamar mandi supaya aurat tidak terlihat oleh orang lain dari luar.
  • Jika sudah selesai mandi atau buang hajat, hati-hati dengan najis, ketika selesai BAB atau PUP, siram atau aliri sampai benar-benar bersih.
  • Ketika akan melangkah keluar dari kamar mandi, dahulukan kaki kanan terlebih dahulu disertai dengan membaca doa غُفْرَانَكَ yang artinya “Aku meminta ampun kepadaMu”.

Manfaat Dari Membaca Doa Masuk Kamar Mandi Dan Keluar Kamar Mandi

Dari keterangan Pengetahuan Islam diatas tentang doa masuk ke kamar mandi dan keluar dari kamar mandi ada beberapa manfaat yang perlu kita ketahui.

Manfaat ketika masuk kamar mandi

Ketika Anda ingin mandi atau ingin buang air kecil, Pastinya Anda akan mengeluarkan aurat atau bahkan melepas semua pakaian. Dengan berdoa maka aurat Anda akan tidak terlihat oleh setan dan jin kafir. Dan dengan berdoa maka Anda akan terhindar dari perbuatan buruk selama di kamar mandi atau WC.

Anda tidak dapat mengetahui kapan Anda akan meninggal bukan? Mungkin saat mandi di kamar mandi atau sedang buang hajat di WC itulah ajal menghampiri.

Jika sebelum masuk kamar mandi atau masuk WC sudah membaca doa masuk kamar mandi, maka insyaallah jika ada kejadian yang sampai meninggal dunia maka dalam keadaan khusnul khotimah.

Manfaat ketika keluar kamar mandi

Ketika berada di dalam kamar mandi, selain mandi mungkin juga melakukan buang air besar atau buang air kecil. Hal ini bertujuan untuk membuang hajat yang ada di dalam tubuh Anda. Setelah melakukan semua kegiatan buang hajat di kamar mandi atau WC itulah terjaga kesehatan Anda.

Maka pada saat Anda keluar dari kamar mandi, dianjurkan mengucapkan syukur kepada Allah SWT yaitu dengan membaca doa keluar kamar mandi. Sebagai ucapan syukur terhadap pemberian-Nya atas kesehatan yang telah menghilangkan kotoran dan penyakit dari dalam tubuh Anda. Sekarang Anda sudah paham dan mengerti bacaan doa, adab dan manfaat doa masuk kamar mandi dan doa keluar kamar mandi.

Silahkan dipahami, hafalkan dan praktekkan. Usahakan jangan hanya berdoa ketika masuk WC atau doa keluar WC saja, karena umat muslim dianjurkan selalu memulai segala aktifitasnya dengan berdoa. Segala aktifitas yang diawali dengan doa maka langkah yang kan Anda lakukan akan mendapat perlindungan-Nya dimanapun Anda berada.

Demikian ulasan tentang Inilah Doa Masuk Kamar Mandi & Doa Keluar Kamar Mandi Lengkap. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Inilah Doa Mandi Wajib & Urutan Tata Cara Yang benar (Lengkap)

Inilah Doa Mandi Junub & Urutan Tata Cara Yang benar (Lengkap)

Inilah Doa Mandi Wajib & Urutan Tata Cara Yang benar (Lengkap) – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Doa Mandi Wajib atau Junub. Dimana dalam pembahasan kali ini menjelaskan doa mandi junub serta tata cara mandi junub dengan benar.

Setiap umat islam sebelum melakukan ibadah sholat wajib 5 waktu, sholat sunnah Dhuha, sholat Tahajjud atau sholat sunnah lainnya diharuskan dalam keadaan suci. Suci yang dimaksud adalah terbebas dari hadas besar ataupun kecil. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Inilah Doa Mandi Wajib & Urutan Tata Cara Yang benar (Lengkap)

Hadas kecil bisa disucikan dengan cara berwudlu, sedang hadas besar diwajibkan untuk melakukan mandi junub atau mandi wajib. Ketika mandi junub ini diharuskan membaca doa mandi junub disertai dengan urutan langkah-langkahnya yang benar agar mandinya sempurna.

Syarat Mandi Wajib atau Junub

Mandi junub atau mandi wajib adalah mandi yang diwajibkan bagi setiap muslim dalam beberapa keadaan. Keadaan itu diantaranya:

  • Keluarnya mani pada kaum pr1a.
  • Bertemunya antara dua organ intim walaupun tidak keluar mani.
  • Ketika berhentinya darah ha1d dan nifas.
  • Ket1ka orang kafir masuk islam.
  • Karena kematian atau meningal dunia.

Doa Mandi Wajib

Sudah menjadi kewajiban kaum muslim, untuk selalu melakukan mandi junub jika habis melakukan kewajibannya sebagai suami istri. Dalam memberikan nafkah batin bagi sang suami ke Istrinya. Tapi selain itu mandi junub juga wajib dilakukan oleh kaum laki-laki yang mengalami mimpi basah.

Biasanya sering terjadi pada para remaja yang masih duduk di SMP ataupun SMA tapi tidak menutup kemungkinan pria dewasa juga bisa mengalaminya.

Tujuan mandi Junub adalah untuk kembali membersihkan diri dari hadas kecil ataupun hadas besar, karena kalau belum melakukannya dianggap masih najis dan belum bisa melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.

Maka mandi Junub adalah wajib hukumnya bagi kaum muslim sebelum melakukan kegiatan islami sehari-sehari seperti sholat ataupun mengaji. Dalam mandi Junub juga ada adabnya atau aturannya, jadi tidak hanya melakukan mandi seperti biasa, ada-doa yang harus diucapkan dan utamakan membasuh bagian yang sebelah kanan dulu.

Bacaan lafal doa mandi Junub ini adalah Doa yang wajib diketahui oleh Pria dan Wanita karena ini akan sering dilafalkan atau diucapkan.

Niat dan doa mandi junub secara umum

Mandi junub atau mandi besar yang dilakukan oleh laki-laki dewasa atau perempuan yang ingin menghilangkan hadast besar.

Bacaan doa mandi junub dalam bahasa arab
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Bacaan doa mandi wajib bahasa Indonesia

“Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala.”

Arti bacaan doa mandi junub

“Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala.”

Niat dan doa mandi junub setelah haid

Haid, mentruasi atau datang bulan adalah keluarnya cairan merah atau mirip darah secara berkala pada seorang wanita. Hal ini dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron.

Masa ini penting dalam hal reproduksi. Pada wanita, normalnya ini terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopause. Selama sedang haid, seorang wanita dilarang melaksanakan salat, puasa, dan berhubungan int1m dengan suaminya.

Bacaan doa mandi junub setelah haid dalam bahasa arab
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى
Bacaan doa mandi junub setelah haid dalam bahasa Indonesia

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Haidil Lillahi Ta’ala.”

Arti bacaan doa mandi junub setelah haid

“Aku niat mandi wajib untuk mensucikann hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.”

Niat dan doa mandi junub setelah nifas

Nifas adalah keluarnya darah dari rahim seorang wanita karena melahirkan atau setelah melahirkan. Darah nifas akan selalau keluar selama kurang lebih 40 hari setelah melahirkan. Selama masa nifas, seorang wanita dilarang melaksanakan salat, puasa, dan berhubungan int1m dengan suaminya.

Bacaan doa mandi junub setelah nifas dalam bahasa arab
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى
Bacaan doa mandi junub setelah nifas dalam bahasa Indonesia

“Nawaitul Ghusla Liraf il Hadatsil Nifasi Lillahi Ta’ala.”

Arti bacaan doa mandi junub setelah nifas

“Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadast besar dari nifas karena Allah ta’ala”

Setelah mengucapkan doa mandi Junub maka dilanjutkan dengan tata cara mandi wajibatau urutan mandi Junub yang benar.

Berikut Tata Cara atau Urutan Mandi Junub

  • Diawali dengan niat untuk menghilangkan hadas besar.
  • Membersihkan kedua telapak tangan sebanyak 3x lalu bercebok dengan membersihkan kemaluan serta kotoran yang ada disekitarnya hingga bersih dengan tangan kiri.
  • Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan sampai bersih (Bisa dengan sabun).
  • Melakukan niat wudhu, disini maksudnya melakukan wudhu dengan tata urutan yang sempurna.
  • Mengguyur atau menyiram kepala dengan air sebanyak 3 kali hingga sampai ke pangkal rambut.
  • Mencuci dan membersihkan kepala bagian kanan dilanjutkan dengan kepala bagian kiri.
  • Menyela-nyela (menyilang-nyilang) rambut dengan jari.
  • Mengguyur air pada seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan dilanjutkan dengan bagian kiri.
  • Membersihkan area badan yang susah dijangkau.

Inilah Doa Mandi Junub & Urutan Tata Cara Yang benar (Lengkap)

Untuk membersihkan diri dari hadas selain setelah berhubungan juga harus dilakukan oleh wanita yang selesai masa nifasnya setelah melahirkan dan wanita yang sudah selesai haidnya.

Disunnahkan untuk melakukan mandi junub jinabat dengan urut dan tertib biar sempurna, dan usahakan cipratan air yang digunakan untuk mengguyur tubuh tidak masuk ke kolah atau tempat penampungan air yang digunakan untuk mandi Junub.

Demikian informasi tentang Inilah Doa Mandi Junub & Urutan Tata Cara Yang benar (Lengkap). Dengan melakukan niat dan tata cara yang urut dan benar maka akan membersihkan diri kita dari hadast besar. semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Doa Aqiqah, Dalil, Cara dan Waktu Penyembelihan Terlengkap

Doa Aqiqah, Dalil, Cara dan Waktu Penyembelihan Terlengkap – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Aqiqah. Yang mana dalam ulasan berikut ini menjelaskan hukum aqiqah, hari afdholnya aqiqah, perintah aqiqah, pelaksanaan aqiqah, sampai cara niat dan menyebelih hewan aqiqah. Untuk lebih jelasnya silahkan simah ulasan Pengetahuan Islam Berikut ini.

Doa Aqiqah, Dalil, Cara dan Waktu Penyembelihan Terlengkap

Aqiqah merupakan peristiwa penyembelihan hewan sebagai tebusan terhadap anak yang lahir. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Pada setiap anak yang dilahirkan itu ada aqiqahnya, maka tumpahkanlah darah untuknya dan buanglah sesuatu yang mengganggu (rambutnya).” ( HR. Al-Jama’ah kecuali Muslim).

Hukum Aqiqah

Mengaqiqahi anak hukumnya adalah sunnah muakad sebagaimana telah ditulis dalam Kitab Tausyaikh Syarh Kitab Fathul Qoribul Mujib dijelaskan:

وَالْعَقِيْقَةُ اَيْ ذَبْحُهَا عَنِ الْمَوْلُوْدِ مُسْتَحَبَّةٌ بَلْ هِيَ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ، (توشيخ شرح فتح القريب  حلمن: ٢٧١)

Artinya: “Dan adapun hukum aqiqah itu, yakni hukum menyembelih aqiqah dari aqiqahnya anak adalah sunnah, (disukai) dan bahkan itu hukumnya adalah sunnah muakad.” (dikutip dari kitab: Kitab Tausyaikh Syarh Kitab Fathul Qoribul Mujib halaman: 271 )

Dalam salah satu hadits disebutkan:

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيِّ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : مَعَ الْغُلَامِ عَقِيْقَةٌ فَأَهْرِقُوْا عَنْهُ دَمًا، وَأَمِيْطُوْا عَنْهُ الْأَذَى. (رواه الجماعة الا مسلما)

Artinya: “Dari Salman bin ‘Amir ad-Dhobiy ia berkata. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Pada setiap anak yang dilahirkan itu ada aqiqahnya, maka tumpahkanlah darah untuknya dan buanglah sesuatu yang mengganggu (rambutnya).” ( HR. Al-Jama’ah kecuali Muslim)

Hari Afdholnya Aqiqah

Adapun sebaik-baiknya waktu untuk mengaqiqahi anak adalah pada hari ketujuh dari hari anak dilahirkan. Baik mengaqiqahi, mencukur rambut ataupun peresmian pemberian namanya. Aqiqah adalah perantara tebusan untuk anak, karena pada dasarnya setiap anak yang terlahir itu tergadai hingga diaqiqahi. Sebagaimana telah disebutkan dalam salah satu hadis:

وَعَنْ سَمُرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ, تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ, وَيُحْلَقُ, وَيُسَمَّى ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيّ

Artinya: Dari Samurah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya; ia disembelih hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur dan diberi nama.” Hadis Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadis shahih menurut Tirmidzi. (kutipan dari Nailul Author)

Perintah Mengaqiqahi anak lelaki dan perempuan

Sebaiknya setiap anak yang terlahir itu mestinya diaqiqahi baik itu anak laki-laki maupun anak perempuan. Hanya saja untuk hewan aqiqah anak laki-laki sejumlah dua ekor kambing, sedangkan untuk aqiqah anak perempuan itu cukup dengan satu ekor kambing saja. Sebagaimana dalam sebuah hadits dikatakan:

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ )  رَوَاهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ

Artinya: “Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan 1 kambing untuk bayi perempuan.” Hadits shahih riwayat Tirmidzi.

Aqiqah itu Boleh Setelah Lewat dari Tujuh hari

Apabila pada hari ke tujuh dari hari kelahiran anak belum terlaksana penyembelihan aqiqah maka boleh dilaksanakan setelah hari ke tujuh dan bahkan hukumnya itu masih tetap sunnah.

Lalu pada hari ke berapa jika pada hari ke tujuh belum juga sempat diaqiqahi?

Jika pada hari ke tujuh belum sempat diaqiqahi, maka sebaiknya diaqiqahi pada hari kelipatan dari tujuh yaitu: hari ke 14, ke 21, ke 28 dan seterusnya. Selama anak tersebut belum baligh maka masih sunah di aqiahi kapan saja bila sempat dan bisanya, sebagaimana diambil dari keterangan kitab “Tausyikh”.

وَفَسَرَ الْمُصَنِّفُ الْعَقِيْقَةَ شَرْعًا بِقَوْلِهِ وَهِيَ الذَّبِيْحَةُ عَنِ الْمَوْلُوْدِ وَالْأَفْضَلُ اَنْ تُذْبَحَ عِنْدَ حَلْقِ شَعْرِ رَأْسِهِ يَوْمَ سَابِعِهِ اَيْ يَوْمَ سَابِعِ وِلَادَتِهِ فَاِنْ لَمْ يَتَهَيَّأْ فَتُذْبَحُ يَوْمَ الرَابِعَ عَشَرَ  فَيَوْمَ الْحَادِى وَالْعِشْرِيْنَ

مُصَنِّفْ مٓنٓرَاڠْكَنْ: عَقِيْقَةْ مٓنُوْرُتْ شَرَعْ دٓڠَنْ فٓرْكَاتَئَنْۑَا: “عَقِيْقَةْ إِيْتُ أَدَلَهْ حِيْوَانْ سٓمْبٓلِيْهَنْ دَارِيْ أَنَكْ يَڠْ دِيْلَاهِرْكَنْ، دَانْ يَڠْ اَفْضَلْ أَدَلَهْ عَقِيْقَةْ إِيْتُ دِيْسٓمْبٓلِيْهْ كٓتِيْكَا مٓنْچُوْكُرْ رَمْبُوْتْ كٓفَالَا بَايِيْ فَدَا هَارِيْ كٓتُوْجُوْهْۑَا، يَعْنِيْ هَارِيْ كٓتُوْجُهْ كٓلَاهِرَانْ بَايِيْ، بِيْلا تِدَاكْ تٓرْسٓدِيَاءْ، مَكَ دِيْعَقِيْقَهِيْ فَدَا هَارِيْ كٓى أَمْفَتْ بٓلَاسْ، كٓمُوْدِيْيَانْ فَدَا هَارِيْ كٓى دُوَافُوْلُهْ سَاتُوْ. (توشيخ شرح فتح القريب حلمن: 272

Mengaqiqahi Anak yang Sudah Ninggal

Mungkin ada beberapa sebagian ulama yang berpendapat, bahwa jika anak yang sudah meninggal dan belum diaqiqahi maka hukumnya “Tidak Boleh Di aqiqahi” dengan alasan masing-masing.

Dalam keterangan ini kami tidak membahasnya, pada intinya silahkan itu hak masing-masing mau diaqiqahi atau tidak. Tentu tidak ada masalah, hanya saja menurut pendapat kami “sekali anak tetaplah anak.”

Apalagi bagi anak yang belum baligh sudah meninggal dan belum teraqiqahi, maka kami berpendapat: “Anak yang sudah meninggal dalam keadaan sebelum baligh dan belum diaqiqahi maka masih sunah diaqiqahi.”

Sebagaimana keterangan tentang masalah mengaqiahi anak yang sudah meninggal dari Kitab Tausyaih Syarh Fathul Qorib halaman 63 pasal Aqiqah:

وَلَوْ مَاتَ الْمَوْلُوْدُ قَبْل السَّابِعِ وَلَا تَفُوْتُ بِالتَّأخِيْرِ بَعْدَهُ، فَإِنْ أَخَّرَتْ لِلْبُلُوْغِ سَقَطَ حُكْمُهَا فِيْ حَقِ الْعَاقِ عَنِ الْمَوْلُوْدِ أَمَّا هُوَ فَمُخَيِّرٌ فِيْ الْعَقِّ عَنْ نَفْسِهِ وَالتَّرْكِ

Artinya: “Walaupun anak tersebut meninggal sebelum tujuh hari, dan tidak ada kata terlambat dengan menunda aqiqah setelah meninggalanya anak tersebut. Maka apabila aqiqah tersebut tertunda sampai dengan usia baligh (dewasa) maka hukum mengaqiqahi telah gugur kesunahannya pada haknya orang tua dari anaknya. Adapun anak tersebut yang sudah dewasa dan belum diaqiqahi maka dia boleh memilih: “Mengaqiqahi diri sendiri atau meninggalkannya.”

Mengaqiqahi diri sendiri

Dalam hal ini jika ada pilihan satu di antara dua, tentu akan memilih salah satunya dan menurut pendapat kami jelas dan yakin. Bahwa yang lebih baik adalah mengaqiqahi diri sendiri jika mampu, sebagaimana keterangan dari Kitab Tausyaikh halaman: 271:

أَمَّا هُوَ أَيْ الْمَوْلُوْدُ بَعْدَ بُلُوْغِهِ فَمُخَيَّرٌ فِى الْعَقِّ عَنْ نَفْسِهِ وَالتَّرْكِ أَيْ فَإِمَا اَنْ يَعِقَّ عَنْ نَفْسِهِ أَوْ يَتْرُكَ الْعَقِيْقَةَ لَكِنَ الْاَحْسَنَ أَنْ يَعِقَّ عَنْ نَفْسِهِ تَدَارُكًا لِمَا فَاتَ

Artinya: “Adapun sesudah balighnya anak tersebut maka ia boleh memilih antara mengaqiqahi dirinya sendiri atau meninggalkannya (yakni tidak mengaqiqahinya). Maksudnya boleh saja dia mengaqiahi dirinya sendiri atau boleh juga dia tidak mengaqiqahi dirinya. Akan tetapi yang lebih baik adalah dia mengaqiqahi diri sendiri untuk menutupi aqiqahnya yang sudah terlambat.”

Catatan: Kutipan-kutipan ini kami hanya mengambil ringkasnya saja. Bila anda ingin lebih detail sebaiknya membaca Majmu’ Masail karya Asmawi atau dalam kitab-kitab salaf seperti al-Majmu’ Syarah Muhadzab, Kitab Tausyaikh dan yang lainnya.

Pelaksanaan Aqiqah

Dalam pelaksanaan aqiqah ada di posisi tahapan ke tiga setelah menyelesaikan tahapan pertama dan kedua. Jadi adapun tahapan tersebut di atas dalam salah satu hadits tentang aqiqah adalah sebagai berikut:

  • Pemberian Nama Bayi
  • Mencukur Rambut Bayi
  • Menyembelih Aqiqah

Mendahulukan Pemberian Nama Bayi

Dalam pemberian nama untuk bayi itu boleh didahulukan sebelum tujuh hari. Sebagaimana dalam beberapa keterangan dalam kitab diantaranya seperti dalam Tausyikh yaitu:

“Boleh memberi nama anak sebelum tujuh hari: dengan demikian berilah nama yang baik buat anak, sebab nama adalah doa.”

Mencukur rambut bayi

Tertib di atas (Pemberian Nama, Mencukur Rambut Bayi dan Menyembelih Aqiqah) ini bukan suatu keharusan. Hal tersebut dilakukan hanya sekedar untuk mempermudah pemanggilan dalam doa seperti ketika kita mau mencukur rambut bayi dan mau memotong hewan aqiqah buat bayi.

Contoh missal kita mau mencukur rambut bayi:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: اَحْلُقُ هَذِهِ شَعْرَةَ ……. بن/بنت……….. اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِكُلِّ شَعْرَةٍ نُوْرًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

A’udzu billahi minasy-syaithonir rojiym, Bismilahir rohmanir rohim. Ahluqu hadzihi sya’rota …. Bin/ binti ….  Allahummaj’al likiulli sya’rotin nuron yaumal-qiyamah.

Artinya: “Aku Berlindung kepada Allah dari Godaan Syetan yang terkutuk. Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang: Aku mencukur rambutnya ….. bin / binti …. Ini Ya Allah Jadikan untuk setiap helai rambut sebagai penerang pada hari kiamat.”

Sebaiknya setelah aqiqoh rambut bayi itu dicukur habis kemudian rambutnya ditimbang. Berat timbangan rambut bayi tersebut disodaqohkan dengan nilai harga emas 99 karat, 24 karat, 22 karat, 18 karat atau senilai harga perak jika memang tidak mampu.

Menyembelih Hewan Aqiqah

Untuk menyembelih hewan aqiqah sebaiknya dilaksanakan pagi hari setelah terbit matahari atau pada saat terbitnya matahari bila memungkinkan. Sebaiknya membaca doa taqobal aqiqah, atau setidak-tidaknya niatkan dalam hati untuk aqiqahnya fulan bin/binti fulan, lalu ucapkan Bismillah pada saat menyembelihnya.

Kemudian dagingnya dicincang dan usahakan sebaik mungkin memotong tulang belulangnya tepat pada persendiannya, lalu memasaknya dengan lezat dipadukan dengan rasa manis.

Pemberian Nama

Dalam Pemberian nama bayi sebaiknya juga disertai dengan doa dan selalu menyebut asma Allah. Bila dalam sekumpulan orang banyak yang menyaksikan dalam pemberian nama maka bahasa pemberian nama sebaiknya dijama misalnya seperti berikut:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: يَااِبْنَ ……./ يَابِنْتَ ……….. سَمَّيْنَاكِ / سَمَّيْنَاكِ بِاِسْمِ ………. بَارَكَ اللهُ لَكَ /لَكِ بِهَذَا الْاِسْمِ وَجَعَلَ اللهُ لَكَ /لَكِ مِنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَالْمَحْفُوْظِيْنَ بِهِ آمين الفاتحة

A’udzu billahi minasy-syaithonir rojiym, Bismilahir rohmanir rohim. Ya Ibna / Ya Binta …… Sammaynaka / Sammanayki bi ismi (………..) Barokallahu Laka / Laki bihadzal-ismi wa ja’alallahu laka / laki minal- mukhlishin wal-mahfudzina bihi Amiin Al-Fatihah….

Artinya: “Aku Berlindung kepada Allah dari Godaan Syetan yang terkutuk. Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang: Wahai Putra…/ Wahai Putri….. kami berikan namamu dengan nama (……..) Semoga Allah memberi keberkahan kepadamu dan Allah menjadikanmu orang-orang ikhlash selamat dan terpelihara tarjaga dengan wasilah nama ini Amiin Al-fatihah…..”

Orang Tua Memberi Nama Anaknya

Jika Ayah atau Ibunya Langsung yang memberikan nama pada anaknya maka kalimat Panggilannya dirubah menjadi Mutakalim wahdah. Berikut dua contoh pemberian nama anak bayi laki dan perempuan, yang memberikan nama langsung Ibu atau ayahnya:

Pemberian nama bayi laki-laki

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: يَابُنَيَ سَمَّيْتُكَ لِلّٰهِ تَعَالَى بِاِسْمِ (مُحَمَّدْ لَطِيْفْ) بَارَكَ اللهُ لَكَ بِهَذَا الْاِسْمِ وَجَعَلَ اللهُ لَكَ مِنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَالْمَحْفُوْظِيْنَ بِهِ آمين الفاتحة

A’udzu billahi minasy-syaithonir rojiym, Bismilahir rohmanir rohim. Ya Bunaya Sammaytuka Lillahita’ala bi ismi (Muhammad Lathif) Barokallahu Laka bihadzal-ismi wa ja’alallahu laka minal- mukhlishin wal-mahfudzina bihi Amiin Al-Fatihah….

Artinya: “Aku Berlindung kepada Allah dari Godaan Syetan yang terkutuk. Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang: Wahai Putraku, kau kuberinama Karena Allah Ta’ala dengan nama (Muhammad Lathif) Semoga Allah memberi keberkahan padamu dan Allah menjadikanmu orang-orang ikhlash selamat dan terpelihara tarjaga dengan wasilah nama ini Amiin Al-fatihah…..”

Pemberian nama bayi Perempuan

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: يَااِبْنَتِيْ سَمَّيْتُكِ لِلّٰهِ تَعَالَى بِاِسْمِ (لَطِيْفَةْ) بَارَكَ اللهُ لَكِ بِهَذَا الْاِسْمِ وَجَعَلَ اللهُ لَكِ مِنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَالْمَحْفُوْظِيْنَ بِهِ آمين الفاتحة

A’udzu billahi minasy-syaithonir rojiym, Bismilahir rohmanir rohim. Ya Bunaya Sammaytuka Lillahita’ala bi ismi (Lathifah) Barokallahu Laka bihadzal-ismi wa ja’alallahu laka minal- mukhlishin wal-mahfudzina bihi Amiin Al-Fatihah….

Artinya: “Aku Berlindung kepada Allah dari Godaan Syetan yang terkutuk. Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang: Wahai Putriku, kau kuberinama Karena Allah Ta’ala dengan nama (Lathifah) Semoga Allah memberi keberkahan padamu dan Allah menjadikanmu orang-orang ikhlash selamat dan terpelihara tarjaga dengan wasilah nama ini Amiin Al-fatihah…..”

Praktek Menyembelih Hewan Aqiqah

Jiaka mau, maka sebelum menyembelih hewan yang diperuntukan aqiqah berdoa dulu sebagai berikut:

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ = ٣ كالي

أَشْهَدُ اَنْ لآاِلَهَ اِلاَاللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ

عَلَى هَذِهِ النِّيَةِ وَعَلَى كُلِّ نِيَةٍ صَالِحَةٍ إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى  مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ، وَعَلَى ءَالِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِيَّتِهِ وَاَهْلِ بَيْتِهِ اْلكِرَامْ أجْمَعِيْن شَيْئٌ ِللهِ لَهُمْ الفاتحة

اللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ هَذِهِ عَقِيْقَةَ …… بن/بنت …… الفاتحة

تروس بردعاء:  يَا ذَاالْجَلاَلِ وَالْإِ كْرَامِ  أللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ اْلأوَّلِيْن وَاْلأَخِـرِيْنَ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. آمين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ يَامَّعْبُوْدُ حَمْدًا يُوَفِى نِعْمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَـرِيْمِ وَعَـظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاهْوَالِ  وَاْلأفَاتِ  وَتَقْضِى لَنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْحَاجَاتِ  وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّأَتِ وَتَرْفَعُنـَا بِهـَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا  اَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاتِ وَبَعْدَ الْمَمَـاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ عَقِيْقَةَ ……… بن/بنت ………… دَمُّهَا بِدَمِّهِ /هَا، وَعَظْمُهَا بِعَظْمِهِ /هَا ، وَلَحْمُهَا بِلَحْمِهِ /هَا ، وَجِلْدُهَا بِجِلْدِهِ /هَا، وَشَعْرُهَا بِشَعْرِهِ /هَا فِدَاءً لِ ……… بن/بنت ………… وَفِدَاءً مِنَ النَّارِ وَحِجَبًا وَسِتْرَا وَحُلُوُّ طَبْخَتِهَا تَفَاؤُلًا بِحُلُوِّ أَخْلَاقِهِ /ها، وَبِغَيْرِ كَسْرِ عَظْمِهَا تَفَاؤُلًا بِسَلَامَةِ أَعْضَاءِهِ /ها وَإِنْ كُسِر عَظْمُهَا فَنَسْأَلُكَ سَلَامَةَ أَعْضَاءِهِ /ها . رَبَّنَا ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِي الأخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. * سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلآمٌ عَلَى  الْمُـرْسَلِيْنَ والحمد لله رب العالمين

Niat Menyembelih Hewan Aqiqah

Dalam hal ini penting untuk mengetahui bahwa menyembelih hewan untuk di aqiqohi harus disertai dengan niat.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيِّطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ نَوَيْتُ أَنْ أَذْبَحَ هَذَا الْمَعْزَ لِعَقِيْقَةِ …… بن / بنت ………. أَنْ يَقْطَعَ الْخُلْقُوْمَ وَالْمَرَى لِلَّهِ تَعَالَى الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، بِسْمِ اَللَّهِ وَاَللَّهُ أَكْبَر، اللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلَهَا

A’udzu billahi minasy-syaithonir rojiym. Nawaitu An Adzbaha Hadzal- Ma’za li’aqiqoti …. bin/binti ….. Ay-yaqtho’a khulquma wal maro Fardhol-lillahi T’a’ala, Allahu-Akbar – Allahu-Akbar – Allahu-Akbar – Allahu-Akbar Bismilahir wallahu akbar, Allahumma hadzihi minka wa ilaika fataqobbalaha.

Artinya: “Aku Berlindung kepada Allah dari Godaan Syetan yang terkutuk, Aku niat Menyembelih Kambing Kacang Laki ini untuk aqiqahnya …. bin / binti …. penyembelihan memutuskan tenggorokan dan kerongkongannya fardhu karena Allah Ta’ala. Allah yang Maha Besar, Allah yang Maha Besar, Allah yang Maha Besar, Allah yang Maha Besar. Dengan Nama Allah dan Allah adalah maha besar. Ya Allah aqiqah ini dari-Mu dan kepada-Mu semoga Engkau menerima aqiqah ini.”

Demikianlah ulasan singkat tentang Doa Aqiqah, Dalil, Cara dan Waktu Penyembelihannya Lengkap. Semoga dapat memberikan manfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Mengenal Puasa Asyura, Niat, Tata Cara Beserta Keutamaannya

Mengenal Puasa Asyura Niat Tata Cara Beserta Keutamaannya

Mengenal Puasa Asyura, Niat, Tata Cara Beserta Keutamaannya – Pada kesempatan ini Pengetahuanislam.com akan membahas tentang Puasa Asyura. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian puasa asyura, niat puasa asyura, tata cara puasa asyura beserta keutamaan puasa asyura dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih mudah dalam memahaminya silahkan simak artikel tentang puasa asyura berikut ini.

Mengenal Puasa Asyura, Niat, Tata Cara Beserta Keutamaannya

Puasa asyura atau biasa sebut puasa sura adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan muharram atau pada buan pergantian tahun Hijriyah. Banyak amalan sunah yang bisa Anda lakukan pada bulan tersebut sebagai memperkuat iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Amalan yang disunahkan pada bulan Muharram yakni berpuasa, di mana terdapat puasa sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah adalah puasa Asyura.

Puasa Ayura merupakan salah satu puasa yang dilaksanakan pada hari ke 10 pada bulan Muharram. Di hari ke 10 ini dari bulan Muharram merupakan hari yang mulia, dimana terdapat sejarah yang begitu mendalam dan tak terlupakan.

Adapun hukum dalam melakukan puasa Asyura yakni sunah, dimana apabila kita melakukan akan mendapatkan pahala dan bila tidak melakukannya tidak akan mendapatkan dosa.

Dalam hal ini bila Anda akan melaksanakan puasa Asyura, terlebih dahulu mengetahui tata cara dan keutamaannya terlebih dahulu agar dapat lebih khusuk dalam menjalankannya.

Niat Puasa Asyura

Berikut ini adalah Niat Puasa Asyura yang mana niat adalah sesuatu yang sangat penting di terima dan tidaknya amalan yang akan kita lakukan.

Bacaan Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Asyura Latin

NAWAITU SHAUMA GHADIN ‘AN ADA’I SUNNATIL ASYURA LILLAHI TA‘ALA

Arti Bacaan Niat Puasa Asyura

Saya berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala

Tata Cara Melakukan Puasa Asyura

Dibawah ini adalah tata cara melakukan puasa Asyura, diantaranya yaitu :

  1. Membaca Niat

Membaca niat yang mana di lakukan didalam hati dan disunahkan untuk melafadzkannya agar sesuai dengan apa yang ditanamkan dalam hati.

Pembacaan Niat juga bisa dilakukan pada saat melakukan sahur bersama dengan keluarga sebelum menyantap hidangan.

Anda juga bisa melengkapi niat puasa sunnah Asyura dengan niat puasa lain, contohnya untuk mengganti puasa Ramadhan bagi perempuan atau puasa Qada’.

Sebagaian ulama memperbolehkan untuk merangkap puasa saunah dengan puasa Qada ini.

Sebagaimana Imam Ibnu Utsaimin menerangkan bahwa mereka yang melaksanakan puasa di hari Arafah atau puasa di hari Asyura.

Serta bagi orang yang mempinyai tanggungan puasa Ramadhan dan meniatkan puasa pada saat itu juga mengqada puasa Ramadhan.

Maka puasanya sah dan Ia mendapatkan pahala dua sekaligus yakni puasa sunah Asyura dan Qada puasa Ramadhan.

Mengenal Puasa Asyura Niat Tata Cara Beserta Keutamaannya

  1. Makan Sahur

Seperti halnya pada tata cara puasa yang lainnya, bergitu juga puasa Asyura disunnahkan untuk di awali dengan melakukan sahur terlebih dahulu.

Walaupun agak sulit untuk bangun pada saat fajar, namun dengan melakukan sahur yang mana mempunyai banyak manfaat yang besar. Sahur juga menjadi aktivitas yang dilaksanakan pada pagi buta agar kuat dalam menjalankan puasa.

Dengan melaksanakan sahur yang mana memiliki keutamaan yang membedakan pada puasa yang dilakukan oleh seorang muslim dengan puasa di agama lain.

Bangun dalam melakukan sahur juga menjadi menyempatkan untuk melaksanakan ibadah sholat tahajjud yang membuat pahala puasa menjadi berlipat ganda.

  1. Memperbanyak Ibadah dan Menghindari Perbuatan yang Membatalkan Puasa

Dengan melakukan puasa tidak menjadikan alasan untuk menjadi malas sepanjang hari, gunakan sebaik mungkin untuk memperbanyak melakukan ibadah baik yang wajib dan sunah.

Seperti contoh qobliyah sholat dan badliyah sholat dan memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Agar tidak menjadi batal pada tengah hari, hindari beberapa perbuatan dyang dapat membatalkan puasa seperti contoh makan, minum ataupun hal yang dapat menyebabkan batalnya puasa.

  1. Berbuka Puasa

Akhiri puasa sunah Asyura dengan menjalankan buka puasa yang memiliki nilai ibadah. Salah satunya dengan menyegerakan berbuka puasa pada saat waktu sudah masuk untuk berbuka.

Keutamaan Puasa Asyura

Puasa di bulan Muharram, terutama puasa Asyura memiliki banyak keutamaan. Simak ulasna tentang keutamaan puasa Asyura berikut ini.

  1. Ibadah Sunnah Rasulullah

Puasa Asyura merupakan salah satu dari empat amalan sunnah yang tak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah seumur hidupnya.

Rasulullah sangat bersemangat untuk mengerjakan puasa Asyura tersebut.

Dari riwayat Ibnu Abbas berkata :

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ: يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

Artinya :

Aku tidak pernah melihat Rasulullah benar-benar perhatian dan menyengaja untuk mengerjakan puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, yaitu hari Asyura dan puasa bulan Ramadhan

Rasulullah sendiri tidak pernah meninggalkan empat amalan sunnah, yaitu :

  1. Puasa Asyura
  2. Puasa 10 hari di bulan Dzulhijjah
  3. Puasa tiga hari setiap bulan
  4. Sholat sunnah sebelum sholat subuh

Imam Ahmad, Muslim, dan Abu Daud menjelaskan bahwa saat Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat mengenai sholat manakah yang lebih utama setelah shalat fardhu.

Maka Rasulullah menjawab bahwa sholat tersebut adalah sholat sunnah malam. Sementara puasa yang lebih utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.

  1. Menghapuskan Dosa Setahun

Rasulullah bersabda :

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya :

Puasa Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu

Berdasarkan hadits riwayat Imam An-Namawi, ia berkata :

Keutamaannya menghapus semua dosa-dosa kecil. Atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecuali dosa besar”.

Untuk memeroleh keutamaan ini, tentunya harus diiringi dengan amalan-amalan lain terutama ibadah wajib bagi umat muslim.

  1. Merupakan Puasa Sunnah Paling Utama

Kita tentu mengetahui ada banyak sekali jenis puasa sunnah, mulai dari puasa senin dan kamis, puasa di bulan Dzulhijjah, hingga puasa Syawal.

Nah, dari sekian banyak puasa sunnah tersebut, Rasulullah menjelaskan bahwa puasa Asyura merupakan puasa paling utama setelah puasa wajib di bulan Ramadhan.

Rasulullah bersabda :

َفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya :

Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Al-Muharram”.

Demikian penjelasan singkat tentang Mengenal Puasa Asyura, Niat, Tata Cara Beserta Keutamaannya, semoga dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan ilmu pengetahuan Anda.

Baca juga :

√ Panduan dan Bacaan Doa Memandikan Jenazah Mayit Laki-laki

Panduan dan Bacaan Doa Memandikan Jenazah Mayit Laki-laki

Panduan dan Bacaan Doa Memandikan Jenazah Mayit Laki-laki  – Pada kasempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Memandikan Jenazah. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan panduan serta bacaan doa memandikan jenazah pada mayit laki-laki dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelas dan mudah dipahaminya bisa Anda lihat artikel berikut ini.

Panduan dan Bacaan Doa Memandikan Jenazah Mayit Laki-laki

Memandikan mayit merupakan salah satu dari fardhu kifayah bagi umat muslim, yang mana bila sudah ada yang melakukannya maka gugur kewajiban bagi sebagian yang lain. Namun bila mana tidak ada yang memandikannya maka akan mendapatkan dosa.

Perkara kewajiban bagi orang yang hidup terhadap mayit :

Seperti halnya yang sudah kita ketahui bahwa kewajiban dari mengurus mayit ada 4 hal yang harus dilakukan agar gugur kewajiban dari fardhu kifayah, antara lain yaitu:

  • Memandikan
  • Mengkafani
  • Menyolatkan
  • Menguburkan

Serta ada 2 hal bagi mayit yang tidak perlu unutk dimandikan serta disholatkan, antara lain yaitu:

  1. Orang yang gugur/mati dalam keadaan jihad fi sabilillah.
  2. Siqith (anak keluron yaitu anak yang lahir belum sempurna 4 bulan. Sehingga ada teriakan atau bersin. Maka apabila lahir ada suara walaupun sedikit dalam arti sempat hidup walaupun satu detik maka hukumnya sama dengan yang sudah besar).

Tata Cara Memandikan Jenazah Laki-laki Dewasa

Pada jenazah laki-laki dewasa diharuskan untuk dimandikan oleh laki-laki juga, dan untuk mayit perempuan oleh perempuan juga. Tidak diperbolehkan memandikan walaupun itu anaknya sendiri kecuali pada keadaan dorurat/terpaksa.

Adapun istri atau suami memandikan tentu diperbolehkan akan tetapi bila mana ada kaum sesama jenisnya lebih baik dilakukan oleh mereka. Alasannya agar tidak menimbulkan fitnah, adapun bila tidak menimbulkan fitnah maka diperkenankan.

Pada proses memandikan jenazah hendaknya dilakukan pada tempat yang tertutup walupun itu jenazah laki-laki kecuali pada keadaan dhorurat dan yang menandikan sebaiknya merupakan keluarga terdekat mayit.

Dalam proses memandikan jenazah merupakan pertama yang dilakukan dalam mengurusi jenazah dan juga termasuk tindakan memuliakan dan membersihkan jasad mayit sendiri.

Tata Cara dan Aturan Memandikan Jenazah

Pada proses memandikan mayit tentu terdapat aturan dan tata cara yang perlu di lakukan dalam proses memandikan mayit.

Dalam hal ini para ulama menjelaskan bahwa ada 2 macam dalam memandikan mayit/jenazah, antara lain:

  • Melakukan dengan cara sederhani yaitu melaksanakan kewajiban saja.
  • Melakukan dengan cara sempurna yaitu melaksanakan kewajiban dan sunahnya dalam memandikan mayit.

Cara Memandikan Jenazah yang Menggugurkan Kewajiban

Dalam hal ini memandikan mayit hanya melaksanakan demi gugurnya kewajiban dalam fardu kifayah. Sebagaimana yang telah diterangkan oleh Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitabnya Safînatun Najah (Beirut: Darul Minhaj, 2009):

أَقَلُّ الْغُسْلِ تَعْمِيْمُ بَدَنِهِ بِالْمَاءِ

Artinya: “Setidak-tidaknya memandikan mayit itu harus meratakan air ke seluruh anggota badan mayit dengan air.”

Sesuai dengan keterangan diatas yaitu hanya sekedar menggugurkan kewajiban dan sah menurut hukum. Maka cukup air disiramkan pada seluruh anggota badan mayit secara merata, begitu saja sudah cukup.

Memandikan Jenazah Laki-laki Dewasa yang Sempurna

Dalam hal ini disamping melakukan kewajiban tentu dilengkapi dengan kesunahan dalam memandikan mayit, sepertihalnya diterangkan oleh Syekh Salim :

وَأَكْمَلُهُ اَنْ يَغْسِلَ سَوْأَتَيْهِ وَأَنْ يَزِيْلَ الْقَذْرَ مِنْ أَنْفِهِ وَأَنْ يُوْضِأَهُ وَأَنْ يَدْلُكَ بَدَنَهُ بِالسِّدْرِ وَأَنْ يَصُبَ الْمَاءَ عَلَيْهِ ثَلَاثًا

Artinya: “Dan adapun sempurnanya memandikan mayit adalah membasuh kedua pantatnya, dan agar menghilangkan kotoran dari hidungnya, kemudian mewudhukannya, menggosok badannya dengan daun bidara, dan menyiramnya dengan air sebanyak tiga kali.”

Syarat Orang yang Memandikan Jenazah

  • Muslim
  • Ber’akal
  • Baligh
  • Jujur dan Sholih
  • Amanah, mengerti hukum serta tata cara memandikan Jenazah
  • Bisa/dapat menutupi aib Jenazah

Urutan dalam Memandikan Jenazah Laki-laki

  • Laki-laki yang masih ada hubungan keluarga seperti: anak, adik, kakak, bapak, atau kakek.
  • Istrinya, karena istri boleh mendikan jenazah suaminya.
  • Laki-laki lain yang tidak ada hubungan keluarga.
  • Perempuan yang masih berstatus Muhrim (yang haram dinikah).

Cara Memandikan Jenazah Dengan Sempurna

  • Periksalah kuku jenazah, jika kukunya panjang maka dipotong dulu ukuran normal.
  • Periksa bulu ketiaknya, jika panjang sebaiknya dicukur. dan bulu kemaluan tidak boleh dicukur sabab itu adalah aurat.
  • Selanjutnya angkat kepala jenazah sampai setengah duduk lalu tekan perutnya supaya kotorannya keluar.
  • Kemudian siram seluruh tubuh jenazah sampai kotoran yang keluar dari perut tidak ada yang menempel pada tubuhnya.
  • Bersihkan qubulnyq (kemaluannya) dan dubur supaya tidak ada kotoran yang menempel
  • Pada saat membersihkan qubul dan dubur mestinya memakai sarung tangan supaya tangan tidak menyentuh kemaluan jenazah secara langsung.
  • Setelah kotoran dalam perut sudah bersih, selanjutnya adalah menyiram jenazah, silaman dimulai dari anggota tubuh sebelah kanan, mulai kepala, leher, dada, perut, paha sampai kaki paling ujung. Sambil baca doa. Sakollahu shobiba rohmatihi waridwanihi
  • Basuh jenazah dengan menuangkan air ketubuh jenazah, lalu bagian tubuh juga digosok perlahan dengan atangan atau kain handuk yang halus sambil berdoa: Sakollahu shobiba rohmatihi waridwanihi
  • Apabila sudah selesai dimandikan, orang yang memandikan mewudhukannya seperti wudhu yang biasa dilakukan sebelum sholat, yang perlu diingat adalah jangan memasukan air ke dalam hidung dan mulut jenazah, akan tetapi cukup dengan cara membasahi jari yang dibungkus dengan kain atau sarung tangan lalu bersihkan bibir jenazah dengan menggosok gigi dan kedua lubang hidung jenazah sampai bersih.
  • Menyela-nyela jenggot dan mencuci rambut jenazah dengan air perasan daun bidara, dan sisanya dapat digunakan untuk membasuh sekujur tubuh jenazah kalau meang daun bidaranya ada, kalau tidak ya tidak perlu.
  • Setelah itu keringkan tubuh jenazah dengan menggunakan handuk, selanjutnya tinggal mengkafani.

Bacaan Doa Pada Saat Memadikan Jenazah

Berikut ini adalah beberapa bacaan doa pada saat proses memandikan jenazah atau mayit yang perlu Anda ketahui.

  • Bacaan Memejamkan Mata Mayit yang masih terbuka

Bila melihat orang yang meninggal dan matanya masih tidak mejam / masih terbuka, maka pejamkanlah dengan secara perlahan sambil membaca Bismilahirrahmanirrahim.

  • Bacaan Untuk Memajamkan Mata Mayit

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ

(Bismillahirrohmanirrohim. Bismilahi wa’ala milati rosulillahi solallahu ‘alaihi wasalam)

Artinya: Dengan Nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang, Dengan Nama Allah dan tetap di atas Agama Rasulullah Sollallahu ‘alai wa sallam.

  • Bacaan untuk Menggotong Mayit

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّمَ

(Bismillahirrohmanirrohim. Bismilahi wa’ala milati rosulillahi solallahu ‘alaihi wasalam)

Artinya: Dengan Nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang, Dengan Nama Allah dan tetap di atas Agama Rasulullah Sollallahu ‘alai wa sallam.

  • Bacaan Niat Memandikan Mayit Laki-laki Dewasa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَوَيْتُ الْغُسْلَ عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلَّهِ تَعَالَى

(Bismillahirrohmanirrohim. Nawaitul-gusla ‘ala hadzal-mayiti fardho kifayatin lilhita’ala)

Artinya: Dengan Nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang, Saya Niat Mandi (Memandikan) atas mayit ini Karena Allah Ta’ala

  • Doa menggosok mayit yang sedang di mandikan dengan sabun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ سَقَى اللهُ صَبِيْبَ رَحْمَتِهِ وَرِضْوَانِهِ

(Bismillahirrohmanirrohim. Sakollahu shobiba rohmatihi waridwanihi)

Artinya: Dengan Nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang, Semoga Allah Menuangkan Rahmat dan Keridhoan-Nya

  • Niat Mengistinjakkan Mayit Laki-laki Dewasa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَوَيْتُ الْإِسْتِنْجَاءَ عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ لِلَّهِ تَعَالَى

(Bismillahirrohmanirrohim. Nawaitul-istinja-a ‘ala hadzal-mayiti lilahi ta’ala)

Artinya: Dengan Nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang, Saya Niat Mengistinjakkan Atas Jenazah ini Karena Allah Ta’ala

  • Niat Mewudhukan Mayit Laki-laki Dewasa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ لِلَّهِ تَعَالَى

(Bismillahirrohmanirrohim. Nawaitul-wudhu-a ‘ala hadzal-mayiti lilahita’ala)

Artinya: Dengan Nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang, Saya Niat berwudhu (Mewudhukkan) atas mayit ini Karena Allah Ta’ala

  • Doa Setelah Mewudhukan Mayit Laki-laki Dewasa

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْهُ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

(Allahummaj’alhu minatawabina waj’alhu minal-mutathohirin)

Artinya: Ya Allah Jadikan dia masuk pada golongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah dia masuk di golongan orang-orang yang bersih

  • Niat Mandi setelah Memandikan Mayit

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِغُسْلِ الْمَيِّتِ لِلَّهِ تَعَالَى

(Bismillahirrohmanirrohim. Nawaitul-ghusla lighuslil-mayiti lilahita’ala)

Artinya: Dengan Nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang, Saya Niat Mndi karena Memandikan Mayit Karena Allah Ta’ala

  • Bacaan Ketika Mengkafani Mayit

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ

(Allahumma Shollia ‘ala Sayidina Muhammadin, Asyhadu AnLaa-ilaha illallah, wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah)

Artinya: Ya Allah Berikanlah Rahmat atas Penghulu kami Nabi Muhammad s.a.w., Aku bersaksi Bahwa Tidak ada Tuhan yang hak wajib disembah kecuali Alallah, dan Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu adalah Utsan Allah.

Panduan dan Bacaan Doa Memandikan Jenazah Mayit Laki-laki

Perkara Sunah Dalam Memandikan Mayit

Terdapat juga beberapa sunah selain membaca doa pada keterangan diatas, yang mana dijelaskan oleh Syekh Nawawi dalam Kitab Kasyifatus Saja antara lain yaitu:

  • Disunahkan basuhan yang pertama dengan daun bidara, basuhan kedua untuk menghilangkan daun bidara, dan basuhan ketiga dengan air bersih yang diberi sedikit kapur barus yang sekiranya tidak sampai merubah air. Pada tiga basuhan tersebut terhitung sebagai satu kali basuhan dan disunahkan untuk mengulanginya dua kali lagi seperti basuhan-basuhan tersebut
  • Ketika Memandikan harus diupayakan dalam menyiramkan air pada tubuh mayit itu 3x.
  • Hindarkan penggunaan pada air Musta’mal.
  • Siramkan air mulai dari arah kepala sampai ke kaki.
  • Gosok dengan perlahan pada Tubuh Mayit dengan sabun atau air sabun.
  • Siram menggunakan air dengan hitungan ganjil sambil digosok.
  • Baringkan mayit dan hadapkan ke sebelah kiri.
  • Siram dengan air hingga ke bagian belakang kemudian disabun lalu disiram lagi dengan hitungan ganjil dan digosok sampai bersih.
  • Baringkan lagi mayit ke sebelah kanan kemudian siram dengan air terus disabun lalu disiram lagi dengan hitungan ganjil dan digosok sampai bersih.
  • Bersihkan semua kotoran yang ada dibawah kuku tangan dan kakinya
  • Jenazah aga diduduk sedikit miring ke belakang dengan ditopang tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya mengurut bagian perut jenazah agar ditekan agar apa yang ada di alam perutnya keluar. Kemudian yang memandikan memakai sarung tangan atau membungkus tangan kirinya lalu membasuh lubang kubul dan dubur mayit.
  • Bersihkan mulut dan hidungnya lalu mewudhukannya sebagaimana melakukan wudhunya bagi orang yang hidup.

Demikian penjelasan tentang Panduan dan Bacaan Doa Memandikan Jenazah Mayit Laki-laki, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.