√ Kisah Nabi Zakaria As Saat Bersama Maryam Binti Imran

Kisah Nabi Zakaria As Saat Bersama Maryam Binti Imran

Kisah Nabi Zakaria As Saat Bersama Maryam Binti Imran – Pada kesempatan kali ini Pengetahuan Islam akan menceritakan tentang Kisah Nabi Zakaria. Dalam pembahasan kali ini akan menjelaskan saat Nabi Zakaria di beri amanah untuk mengasuh Maryam. Untuk lebih detailnya silahkan simak artikel di bawah ini.

Kisah Nabi Zakaria As Saat Bersama Maryam Binti Imran

Nama Nabi Zakaria As disebut di dalam Al-Quran sebanyak delapan kali. Menurut riwayat yang ada, Nabi Zakaria diangkat menjadi seorang utusan Allah, tepatnya pada saat Nabi Zakaria berusia 90 tahun dan ditugaskan untuk membimbing kaum Bani Israil di Palestina.

Nabi Zakaria As mempunyai seorang putra yang bernama Yahya As. Sepanjang hidupnya, Nabi Zakaria As sangat mendambakan seoarang anak, supaya bisa meneruskan perjuangannya.

Nabi Zakaria As mempunyai saudara yang bernama Imran dan istrinya Elisabet. Dalam riwayat lain di tuturkan bahwa istrinya bernama Al-Yashbi’. Yang mana beliau masih dalam keturunan dari Harun As.

Nabi Zakaria Di Utus Menjadi Nabi

Ketika Nabi Zakaria telah di angkat menjadi seorang Nabi, beliau selalu berdoa siang malam kepada Allah agar di berikan seorang anak, supaya nanti bisa meneruskan dakwahnya pada kaum Bani Israil. Karena Nabi Zakaria sangat khawatir akan kondisi kaum bani israil pada saat itu.

Beliau sangat khawatir jika pada suatu saat kaum Bani Israil akan kembali pada cara hidup mereka yang penuh dengan kemungkaran dan kemaksiatan, terlebih-lebih jika umatnya akan mengubah isi kitab peninggalan Nabi Musa yakni kitab taurat dengan kehendak mereka sendiri.

Kisah Nabi Zakaria A.S. Dan Maryam Binti Imran

Maryam adalah merupakan anak tunggal dari saudaranya yaitu Imran, beliau adalah seorang tokoh pemuka agama kaum Bani Israil. Di sisi lain Ibu Maryam masih saudara ipar dari Nabi Zakaria As.

Di ceritakan, bahwa ibunya Maryam merupakan seorang perempuan bisa mempunyai keturunan, sehingga semenjak menikah dengan Imran ia sama sekali belum pernah merasakan kebahagiaan yang sejati, karena belum di karuniai anak satu pun.

Suatu ketika, beliau merasa bersedih ketika melihat seekor burung yang sedang memberi makan anaknya. Dilain waktu, beliau juga diperlihatkan pada seorang ibu yang sedang mengandut, hal itulah yang memicu istri Imran merasa sedih dan terus membuatnya ingin segera di anugrahi seorang anak.

Waktu terus berlangsung, umurpun sudah semakin berkurang, namun, keinginan untuk memiliki keturunan belum juga dikabulkan oleh Allah. Berbagai cara dan beribu nasihat telah beliau lakukan, namun tetap saja belum berhasil.

Dan pada akhirnya istri Imran pun menyadari bahwa semua daya dan upaya semuanya kehendak Allah. Maka dari itu, beliau pun membulatkan harapannya hanya meminta kepada Allah swt. Beliau pun bersujud siang dan malam dengan penuh khusyuk dan kerendahan hati meminta kepada Allah.

Begitu pula dengan Imran, yang bernazar dan berjanji kepada Allah jika permohonannya dikabulkan, maka Imran akan mengikhlaskan anaknya untuk dijadikan pelayan, penjaga, dan mengabdikan sepenuhnya pada Baitul Maqdis. Karena keikhlasannya, beliau sama sekali tidak mempunyai rencana untuk mengambil manfaat dari anaknya.

Sebagai bentuk keimanan Imran terhadap Allah, maka segala usaha dan upaya Imran istrinya pun tak sia-sia. Allah telah menerima permohonannya serta mengabulkan doanya sesuai dengan apa yang telah di tetapkan di lauhul mahfud. Bahwa akan di lahirkan seorang nabi besar dari keturunan Imran.

Tak lama kemudian, mucullah tanda-tanda kehamilan pada istri Imran yaitu dengan semakin membesarnya perut istri Imran.

Melihat karunia tersebut, istri Imran merasa sangat bahagia karena keinginan yang selama ini ia dambakan akhirnya di kabulkan oleh Allah. Yang akan menambah keharmonisan rumah tangganya, beliau pun mulai memeprsiapkan apa yang akan menjadi kebutuhan calon anaknya.

Namun, semua itu tidak sama dengan yang di harapkan oleh istri Imran. Beliau kembali diberi cobaan oleh Allah, yang mana suami tercinta yakni Imran, telah di panggil terlebih dahulu oleh Allah swt sebelum anaknya lahir ke dunia.

Rasa sedih pun di rasakan oleh isteri Imran, karena ditinggalkan oleh suami tercinta di tambah lagi beliau masih hamil tua. Namun setelah di tinggal wafat oleh Imran, Tak lama kemduain, istri Imran pun melahirkan. Namun bayi yang lahir tidak sesuai dengan harapan mereka. Karena bayi yang di lahirkan adalah sosok perempuan, yang di beri nama Maryam.

Pada awalnya Imran dan istrinya sangat berharap bahwa bayi yang dilahirkan adalah bayi laki-laki. Disamping itu beliau juga telah bernazar ketika anak yang di lahirkan adalah putra maka kelak akan di serahkan pada Baitul Maqdis.

Kemudian istri Imran pun mengadu kepada Allah,

“Wahai Tuhanku, aku telah melahirkan seorang puteri, sedangkan aku bernazar akan menyerahkan seorang putera yang lebih layak menjadi pelayan dan pengurus Baitulmaqdis”.

Kelak Allah akan menjadikan Nabi Zakaria As sebagai wali yang akan senantiasa menjaga Maryam.

Setelah Maryam di serahkan ke baitul maqdis, para rahib kemudian saling memperebutkan Maryam untuk diasuh dan merawatnya. Melihat kondisi yang semakin ricuh, maka terjadilah proses pengundian untuk hak asuh Maryam. Dan pada akhirnya undian tersebut jatuh kepada Nabi Zakaria sebagaimana tela dijanjikan oleh Allah kepada ibunya.

Nabi Zakaria As Mengasuh Maryam

Setelah diputuskan bahwa hak asuh Maryam jatuh kepada Nsbi Zakaria, Nabi Zakaria As pun bersyukur dan merasa bahagia karena bisa merawat Maryam dengan sah, apapun yang terjadi beliau akan merawat dan melindungi Maryam dari apapun. Karena menigngat Maryam adalah anak dari saudaranya sendiri yaitu Imran.

Disamping itu, beliau Nabi Zakaria juga belum di karuniai anak, beliau juga sangat bersabar untuk dianugerahi seorang anak oleh Allah. Beliaupun menganggap Maryam sebagai putrinya sendiri. Bahkan Setiap waktu Nabi Zakaria As selalu menjenguk untuk melihat keadaan, serta mengurus segala keperluan Maryam sehari-harinya. Nabi Zakaria pun Tidak pernah lalai sedikitpun dalam menjalankan amanahnya.

Rasa cinta dan kasih sayang Nabi Zakaria As terhadap Maryam sungguh luarbiasa, bahkan ketika Nabi Zakaria tau ketika Maryam bukanlah wanita seperti umumnya, beliau pun hormat dan takzim kepada Maryam. Karena Maryam adalah merupakan wanita pilihan Allah yang diberikan amanat serta kedudukan mulia di masa yang akan datang.

Di kisahkan Pada suatu hari, bahwa ketika Nabi Zakaria As datang untuk mengunjungi Maryam, ternyata Maryam sedang berdzikir dan bersujud kepada Allah. kemudian anehnya lagi ketika ada  buah-buahan yang tergeletak di hadapan Maryam namun Maryam tak sedikitpun juga tergoda akan semuanya.

Saat itu pula Nabi Zakaria mulai bertanya-tanya di dalam hati, dari mana asal mula datangnya buah-buahan tersebut. Sementara pada saat itu masih musim dingin, yang mana sulit untuk dapat menghasilkan buah-buahan semacam itu. Disamping itu, tak pernah ada seorang pun yang datang menjenguk Maryam dan membawakan buah-buahan tersebut selain dirinya.

Kemudian Nabi Zakaria As pun bertanya pada Maryam,

“Wahai Maryam, dari manakah sala mulanya engkau mendapat rizki ini, sementara, tidak ada seorang pun mengunjungimu selain aku, dan engkau juga tidak pernah meninggalkan mihrabmu? Selain wahai Maryam, buah-buahan ini hanya bisa kita temui saat musim panas”?.

Lantas Maryam pun menjawab pertanyaan Nabi Zakaria, Wahai Nabiyulloh

“Inilah pemberian Allah untuk ku tanpa harus aku berusaha dan meminta. Kengapa engkau merasa heran? Bukankah Allah dzat yang maha memberi?”.

Setelah peristiwa tersebut, Nabi Zakaria pun mengakui ke’aliman dan mukjizat Maryam, yang mana kelak akan lahir nabi besar dari dirinya yaitu Nabi Isa As. Kisah ini di jelaskan dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 35-37 dan 42-44.

Kisah Nabi Zakaria As Saat Bersama Maryam Binti Imran

Zakaria Berdoa Kepada Allah Agar Mendapatkan Keturunan

Pada suatu malam Nabi Zakaria As bermunajat memohon kepada Allah,

“Ya Allah, berikanlah aku seorang keturunan agar bisa mewarisi sebahagian dari keluarga Ya’qub, yang akan meneruskan perjuangan agamu islam kepada Bani Isra’il”.

Karena Nabi Zakaria As cemas apabila kelak beliau tidak memiliki keturunan yang dapat meneruskan perjuanganya dalam memperbaiki akhlak Bani Israil.

Tak lama kemudian, Allah Mengabulkan do’a Nabi Zakaria dengan turunnya firman Allah,

“Wahai Zakaria, kami sampaikan kabar gembira padamu, kamu akan mendapatkan seorang anak laki-laki bernama Yahya yang shaleh dan membenarkan kitab-kitab ku, ia akan menjadi pemimpin dari segalanya, termasuk godaan syaiton, dan kelak akan di jadikan seorang Nabi.”

Selanjutnya Nabi Zakaria pun berkata:

“Ya Allah, bagaimana aku bisa mendapatkan keturunan sedang istriku mandul dan usiaku pun dudah berlanjut”.

Allah pun berfirman:

“Hal demikian itu adalah mudah bagi-Ku. Tidakkah telah Ku-ciptakan kamu, sedangkan waktu itu kamu tidak ada sama sekali.”

Akhirnya Nabi Zakaria berkeyakinan penuh dengan janji Allah. Tak lama kemudian istri Nabi Zakaria hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Yahya. Seperti yang dijanjikan oleh Allah, kelak Yahya juga akan di jadikan seorang nabi seperti sang ayahnya.

Demikianlah Kisah Nabi Zakaria As Saat Bersama Maryam Binti Imran, semoga dapat memberikan bermanfaat dan mengambil hikmahnya.

√ Kisah Khadijah binti Khuwailid Istri Nabi Muhammad SAW

Kisah Khadijah binti Khuwailid Istri Nabi Muhammad SAW

Kisah Khadijah binti Khuwailid Istri Nabi Muhammad SAW – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas mengenai Khadijah Istri Rasulullah. Ia merupakan wanita kaya raya yang merupakan istri pertama dari junjungan kita yaitu Nabi Muhammad SAW. Untuk lebih jelasnya silahkan simak cerita lengkap mengenai Khadijah pada cerita di bawah ini, selamat membaca.

Kisah Khadijah binti Khuwailid Istri Nabi Muhammad SAW

Wanita sholehah itu bernama Khadijah, nama lengkapnya Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai, ia berasal dari golongan pembesar di Mekkah. Khadijah al-Kubra memiliki ayah bernama Khuwailid bin Asad dan ibunya bernama Fatimah binti Za’idah, ia berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy.

Pada suatu hari, saat masih pagi buta, dengan penuh kegembiraan Khadijah pergi ke rumah sepupunya yang bernama Waraqah bin Naufal. Khadijah berkata,

“Tadi malam aku bermimpi sangat menakjubkan. Aku melihat matahari berputar-putar di atas kota Mekkah, lalu turun ke arah bumi. Ia semakin mendekat dan semakin mendekat. Aku terus memperhatikannya untuk melihat kemana ia turun. Ternyata ia turun dan memasuki rumahku. Cahayanya yang sangat agung itu membuatku tertegun. Lalu aku terbangun dari tidurku”.

Kemudian Waraqah mengatakan,

“Aku sampaikan berita gembira kepadamu, bahwa seorang lelaki agung dan mulia akan datang meminangmu. Ia memiliki kedudukan penting dan kemasyhuran yang semakin hari semakin meningkat”.

Tidak lama kemudian Khadijah ditakdirkan menjadi isteri Nabi Muhammad Saw.

Pernikahan Nabi Muhammad dan Khadijah

Ketika Nabi Muhammad masih muda dan dikenal sebagai pemuda yang lurus dan jujur sehingga Muhammad mendapat julukan “Al-Amin”, telah diperkenankan untuk ikut menjualkan barang dagangan milik Khadijah. Hal yang lebih banyak menarik perhatian Khadijah adalah kemuliaan jiwa Nabi Muhammad.

Yang menarik dari pernikahan antara Nabi Muhammad dan Khadijah adalah Khadijah lah yang lebih dahulu mengajukan permohonan untuk meminang Beliau, Padahal pada saat itu bangsa Arab jahiliyah memiliki adat, pantang bagi seorang wanita untuk meminang pria dan semua itu terjadi dengan adanya usaha orang ketiga, yaitu Nafisah Binti Munyah dan peminangan dibuat melalui paman Muhammad yaitu Abu Thalib.

Keluarga terdekat Khadijah tidak menyetujui rencana pernikahan ini. Namun Khadijah sudah tertarik oleh kejujuran, kebersihan dan sifat-sifat istimewa Beliau ini, sehingga ia tidak memperduliakan segala kritikan dan kecaman dari keluarga dan kerabatnya.

Khadijah juga merupakan wanita yang cerdas, mengenai ketertarikannya kepada Nabi Muhammad ia mengatakan,

“Jika segala kenikmatan hidup diserahkan kepadaku, dunia dan kekuasaan para raja Persia dan Romawi diberikan kepadaku, tetapi aku tidak hidup bersamamu, maka semua itu bagiku tak lebih berharga daripada sebelah sayap seekor nyamuk.”

Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun, sedangkan Nabi Muhammad saat ini masih berumur 25 tahun. Ada yang mengatakan usianya saat itu tidak sampai 40 tahun, hanya sedikit lebih tua dari Nabi Muhammad. Khadijah merupakan wanita kaya dan juga terkenal.

Khadijah dapat hidup mewah dengan hartanya sendiri. Meskipun memiliki kekayaan melimpah, Khadijah merasa kesepian hidup menyendiri tanpa suami, karena suami pertama dan keduanya telah meninggal. Namun ada beberapa sumber menyangkal bahwa Khadijah pernah menikah sebelum bertemu Nabi Muhammad.

Kisah Khadijah binti Khuwailid Istri Nabi Muhammad SAW

Kesetiaan Khadijah

Sewaktu malaikat turun membawa wahyu kepada Muhammad maka Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya, dan wanita pertama yang memeluk Islam, sehingga ia termasuk as-Sabiqun al-Awwalun (orang pertama yang memeluk islam). Sepanjang hidupnya bersama Nabi, Khadijah begitu setia menemaninya dalam setiap peristiwa baik suka dan duka.

Setiap kali suaminya ke Gua Hira’, Khadijah pasti menyiapkan semua perbekalan dan keperluan suaminya. Seandainya suaminya agak lama tidak pulang ke rumah, Khadijah akan melihat untuk memastikan keselamatan Nabi Muhammad. Sekiranya Nabi Muhammad khusyuk bermunajat, Khadijah tinggal di rumah dengan sabar sehingga Beliau pulang.

Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, beliau coba sekuat mungkin untuk mententram dan menghiburkan, sehingga suaminya benar-benar merasai tenang. Setiap ancaman dan penganiayaan mereka dihadapi bersama. Kemudian Allah mengkaruniakannya 3 orang anak, mereka adalah Qasim, Abdullah, dan Fatimah.

Khadijah merupakan wanita yang sholehah, ia sangat berbakti kepada sang suami. Misalnya dalam banyak kegiatan pribadatan suaminya, Khadijah bisa dipastikan selalu bersama nabi Muhammad dan membantunya, sepertinya menyediakan air untuk berwudu suaminya. Sehingga sangat wajar jika dalam salah satu sabda Nabi muhammad, disebutkan keistimewaan Khadijah,

“Di saat semua orang mengusir dan menjauhiku, ia beriman kepadaku. Ketika semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihkanku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku.”

Khadijah meninggal pada usia 64 tahun 6 bulan. ia menjadi istri nabi muhammad selama 24 tahun, hidup bersama nabi Muhammad, menemaninya dalam suka dan duka.

Itulah tentang Kisah Khadijah binti Khuwailid Istri Nabi Muhammad SAW. Ia merupakan wanita sholehah yang patut menjadi tauladan para wanita muslimah. Semoga para wanita dapat meneladani sifat-sifat Khadijah Aamiin.

√ Cerita Ayah Nabi Ibrahim Yang Tidak Iman Kepada Allah

Cerita Ayah Nabi Ibrahim Yang Tidak Iman Kepada Allah

Cerita Ayah Nabi Ibrahim Yang Tidak Iman Kepada Allah – Kisah Islami di bawah ini merupakan lanjutan dari cerita nabi ibrahim sebelumnya. Yang menceritakan usaha nabi ibrahim untuk menyadarkan ayahnya dan kaumnya yang masih menyembah berhala, agar beralih untuk beriman kepada Allah Swt. dengan pembahasan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih detailnya silahkan simak artikel Pengetahuanislam.com dibawah ini dengan seksama.

Cerita Ayah Nabi Ibrahim Yang Tidak Iman Kepada Allah

Dalam kisah sebelumnya di ceritakan bahwa nabi ibrahim mencari tuhan dengan melihat hal yang ada di sekitar nabi. Karena kerajaan babylon yang pada masa itu termasuk kerajaan yang makmur rakyat hidup senang, sejahtera serta serba kecukupan yang menjadi keperluan pertumbuhan jasmani mereka. Akan tetapi dalam hidup rohani mereka berada ditingkat jahiliyah.

Mereka tidak mengenal Tuhan Pencipta mereka yang telah mengaruniakan mereka dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mereka adalah patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.

Nabi ibrahim menasihati ayahnya agar meninggalkan berhala

Aazar, ayah Nabi Ibrahim tidak terkecuali sebagaimana kaumnya yang lain, bertuhan dan menyembah berhala bahkan ia adalah pedagang dari patung-patung yang dibuat dan dipahatnya sendiri dan orang-orang membeli patung-patung yang dijadikan persembahan.

Nabi Ibrahim merasa bahwa kewajiban pertama yang harus ia lakukan sebelum berdakwah kepada orang lain ialah menyadarkan ayah kandungnya dulu orang yang terdekat kepadanya, bahwa kepercayaan dan persembahannya kepada berhala-berhala itu adalah perbuatan yang sesat dan bodoh. Beliau merasakan bahwa kebaktian kepada ayahnya mewajibkan memberi penerangan kepadanya agar melepaskan kepercayaan yang sesat itu dan mengikutinya beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Dengan sikap yang sopan dan adab yang patut ditunjukkan oleh seorang anak terhadap orang tuanya dengan kata kata yang halus ia datang kepada ayahnya menyampaikan bahwa ia diutus oleh Allah sebagai nabi dan rasul dan bahwa ia telah diilhamkan dengan pengetahuan dan ilmu yang tidak dimiliki oleh ayahnya.

Ia bertanya kepada ayahnya dengan lemah lembut apakah yang mendorongnya untuk menyembah berhala seperti kaumnya yang lain padahal ia mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak berguna sedikit pun tidak dapat mendatangkan keuntungan bagi penyembahnya atau mencegah kerugian dan musibah. Diterangkan pula kepadanya bahwa penyembahan kepada berhala itu adalah semata-mata ajaran syaitan yang memang menjadi musuh kepada manusia sejak nabi adam as diturunkan ke bumi.

Ia berseru kepada ayahnya agar merenungkan dan memikirkan nasihat dan ajakannya berpaling dari berhala-berhala dan kembali menyembah kepada Allah yang menciptakan manusia dan semua makhluk yang dihidupkan memberi rezeki dan kenikmatan hidup serta menguasakan bumi dengan segala isinya kepada manusia.

Ayah Nabi ibrahim murka kepada ibrahim

Aazar, ayah dari nabi ibrahim menjadi merah mukanya dan melotot matanya mendengar kata-kata seruan puteranya yang ditanggapinya sebagai dosa dan hal yang kurang patuh bahwa puteranya telah berani mengancam dan menghina kepercayaan ayahnya bahkan mengajaknya untuk meninggalkan kepercayaan itu dan menganut kepercayaan dan agama yang ia bawa. Ia tidak menyembunyikan murka dan marahnya tetap dinyatakan dalam kata-kata yang kasar dan dalam maki seolah tidak ada hubungan di antara mereka.

Ia berkata kepada Nabi Ibrahim as dengan nada gusar :

“Hai ibrahim! berpalingkah engkau dari kepercayaan dan persembahanku? dan kepercayaan apakah yang engkau berikan kepadaku yang menganjurkan agar aku mengikutinya? janganlah engkau membangkitkan amarahku dan coba mendurhakaiku. Jika engkau tidak menghentikan penyelewenganmu dari agama ayahmu dan tidak engkau hentikan suaramu mengecam dan memburuk-burukkan persembahanku, maka keluarlah engkau dari rumahku ini. Aku tidak sudi bercampur denganmu di dalam satu rumah di bawah satu atap. Pergilah engkau dari mukaku sebelum aku menimpamu dengan batu dan mencelakakan engkau”

Nabi ibrahim menerima kemarahan ayahnya, pengusirannya dan kata-kata kasarnya sikap tenang, sebagai anak terhadap ayahnya seraya berkata :

“Oh ayahku, semoga engkau selamat, aku akan tetap memohon ampun bagimu dari Allah dan akan tinggalkan kamu dengan persembahan selain kepada Allah. Mudah-mudahan aku tidak menjadi orang yang celaka dan malang dengan doaku untukmu.”

Cerita Ayah Nabi Ibrahim Yang Tidak Iman Kepada Allah

Lalu keluarlah Nabi ibrahim as meninggalkan rumah ayahnya dalam keadaan sedih dan prihatin karena tidak berhasil mengangkatkan ayahnya dari lembah syirik dan kufur.

Kegagalan nabi ibrahim as dalam usahanya menyadarkan ayahnya yang tersesat itu sangat menusuk hatinya karena ia sebagai putra yang baik ingin sekali melihat ayahnya berada dalam jalan yang benar terangkat dari lembah kesesatan dan syirik namun ia sadar bahwa hidayah itu adalah di tangan Allah dan bagaimana pun ia ingin dengan sepenuh hatinya agar ayahnya mendapat hidayah, bila belum dikehendaki oleh Allah maka sia-sialah keinginan dan usahanya.

Penolakan ayahnya terhadap dakwahnya dengan cara yang kasar dan kejam itu tidak seditpun mempengaruhi ketetapan hatinya dan melemahkan semangatnya untuk berjalan terus memberi penerangan kepada kaumnya untuk menyapu bersih persembahan-persembahan yang batil dan kepercayaan-kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid dan iman kepada Allah dan rasul-Nya

Nabi ibrahim tidak henti-henti dalam setiap kesempatan mengajak kaumnya berdialog dan bermujadalah tentang kepercayaan yang mereka anut dan ajaran yang ia bawa. Dan ternyata bahwa bila mereka sudah tidak berdaya menilai dan menyanggah alasan-alasan dan dalil-dalil yang dikemukakan oleh Nabi Ibrahim as tentang kebenaran ajarannya dan kebatilan kepercayaan mereka.

Maka dalil dan alasan yang kosonglah yang mereka kemukakan yaitu bahwa mereka hanya meneruskan apa yang bapak dan nenek moyang mereka lakukan dan mereka tidak akan melepaskan kepercayaan dan agama yang telah mereka warisi.

Demikianlah telah dijelaskan tentang Cerita Ayah Nabi Ibrahim Yang Tidak Iman Kepada Allah semoga dapat bemanfaat sehingga menambah wawasan dan pengetahuan kalian.

√ Cerita Nabi Nuh dan Hikmah Kisah Nabi Nuh (Bahas Lengkap)

Cerita Nabi Nuh dan Hikmah Kisah Nabi Nuh

Cerita Nabi Nuh dan Hikmah Kisah Nabi Nuh (Bahas Lengkap) – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang Nabi Nuh. Yang meliputi biografi nabi nuh, cerita atau kisah nabi nuh, do’a nabi, perintah pembuatan kapal, munculnya air bah, tenggelamnya putra nabi nuh as, memohon keselamatan putranya, air bah surut, doa nuh untuk keturunannya serta hikmah kisah nabi nuh alaihissalam. Untuk lebih detailnya silakan simak artikel Pengetahuan Islam dibawah ini dengan seksama.

Cerita Nabi Nuh dan Hikmah Kisah Nabi Nuh (Bahas Lengkap)

Nuh adalah nabi ketiga sesudah Adam, dan Idris. Ia merupakan keturunan kesembilan dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik (Lamaka) bin Mutawasylah (Matu Salij) bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusyi bin Syits bin Adam. Antara Adam dan Nuh ada rentang 10 generasi dan selama periode kurang lebih 1642 tahun.

Nabi Nuh As (Ibrani: נוֹחַ, Nūḥ; Tiberias: נֹחַ; Arab: نوح) adalah seorang rasul yang diceritakan dalam Taurat, Alkitab, dan Al-Qur’an. Nuh diangkat menjadi nabi sekitar tahun 3650 SM. nerupakan putra Lamik bin Matta Syalih bin Idris.

Diperkirakan ia tinggal di wilayah Selatan Irak modern. Didalam Al-Quran diterangkan bahwa usia Nabi Nuh ialah 950 tahun sekitar 3993-3043 SM (QS. Al-‘Ankabuut:14). Namanya disebutkan sebanyak 58 kali dalam 48 ayat dalam 9 buku Alkitab Terjemahan Baru, dan 43 kali dalam Al-Qur’an.

Menurut Ibnu Abbas bahwa nabi Nuh diutus pada kaumnya ketika berumur 480 tahun. Masa kenabiannya adalah 120 tahun dan berdakwah selama 5 abad. Dia mengarungi banjir ketika ia berumur 600 tahun, dan kemudian setelah banjir ia hidup selama 350 tahun.

Ia mempunyai istri bernama Wafilah,sedangkan beberapa sumber mengatakan istri Nuh adalah Namaha binti Tzila atau Amzurah binti Barakil dan memiliki empat orang putra, yaitu Kanʻān, Yafith, Syam dan Ham.

Pada jamannya terjadi air bah yang menutupi seluruh bumi; hanya ia sekeluarga (istrinya, ketiga anaknya, dan ketiga menantunya) dan binatang-binatang yang ada di dalam bahtera Nuh yang selamat dari air bah tersebut. Setelah air bah reda, keluarga Nuh kembali me-repopulasi bumi.

Kisah Nabi Nuh As

Setelah Wafatnya Nabi, perilaku manusia saat itu semakin menyimpang. Begitu pula kaum Nuh, yang mana pada saat itu kaum Nabi Nuh As. menyembah berhala. Dalam Surah Nuh ayat 23.

“Mereka berkata, Jangan kamu tinggalkan tuhan-tuhan kamu dan jangan kamu tinggalkan Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr.”

Selain itu, kaum Nuh terkenal zalim dan sewenang-wenang. Kejayaan dan kekayaan membuat mereka sombong. Martabat dan harga diri diukur dari banyaknya harta. Karena itu, orang-orang miskin dipandang rendah.

Para budak diperlakukan seperti binatang. Melihat keadaan itu, Allah memerintahkan Nuh untuk mengajak mereka ke jalan yang benar. Dengan sabarnya, Nabi Nuh menyampaikan ajaran-ajaran Allah kepada masyarakat yang musyrik. Nabi Nuh berkata kepada kaumnya,

“Dan sesungguhnya aku memperingatkan kamu akan siksaan Allah dan aku menjelaskan kepadamu jalan keselamatan. Maka, sembahlah Allah saja dan jangan menyekutukan-Nya dengan suatu apapun. Karena aku khawatir apabila kamu menyembah selain Dia, atau menyekutukan-Nya dengan yang lain, Dia akan menyiksamu pada hari kiamat dengan siksaan yang sangat menyedihkan.” (QS. Huud: 25-26).

Dakwah yang Nabi Nuh As. sampaikan tidak mendapat sambutan yang baik. Mereka malah mencela dan menghina Nabi Nuh. Mereka juga meremehkan Nabi Nuh As. dan pengikutnya yang miskin.

“Maka, berkatalah pemimpin-peminpin yang kafir dari kaumnya, ‘Kami tidak melihat kamu melainkan (sebagai) seorang manusia seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina diantara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang berdusta.” (QS. Huud : 27).

Doa Nabi Nuh As

Nabi Nuh putus asa terhadap sikap kaumnya. Ia pun berlindung kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya, kemudian ia berdoa kepada Allah,

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku untuk beriman kepada-Mu. Aku juga mengajak mereka agar meninggalkan penyembahan berhala. Aku sangat berharap mereka mau beriman. Tidak ku lewatkan setiap kesempatan, melainkan kuajak mereka siang dan malam. Ternyata, harapanku sia-sia. Mereka malah makin membangkang dan durhaka.

Setiap kali kuajak mereka untuk menyembah-Mu, supaya Engkau bisa memaafkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka pun menutup telinganya dengan ujung jarinya. Mereka tidak suka mendengar ajakanku. Mereka sangat berlebih-lebihan dalam pembangkangan. Sampai-sampai, mereka menutup wajahnya dengan baju supaya tidak melihatku dan tidak mendengar dakwah yang kuberikan.

Wahai Tuhanku, aku telah mengajak mereka untuk menyembah-Mu berulang-ulang dengan berbagai cara. Kadang-kadang, aku mengajak secara terang-terangan dalam kelompok-kelompok mereka. Kadang-kadang, secara sendirian terhadap seseorang diantara mereka. Aku berkata kepada mereka, ‘Mintalah ampun kepada Tuhanmu. Bertobatlah dari kekafiran dan kemaksiatan.

Sesungguhnya Dia menerima tobat hamba-hamba-Nya. Dia memaafkan kesalahan-kesalahan serta memberi ganjaran atas tobat dan istigfarmu. Maka, Dia akan menurunkan hujan yang deras bagi kamu. Hujan yang akan menyuburkan tanahmu sesudah kekeringan. Dia memberi rezeki kepadamu berupa harta benda untuk kamu nikmati dan mengaruniai anak-anak yang akan membantu kamu. Kebun-kebun yang lebat akan membuat hidupmu sejahtera. Dan sungai-sungai akan menjamin pengairan bagi tanahmu.” (QS. Nuh : 5-12)

Perintah Pembuatan Kapal

Sudah tidak ada harapan lagi bagi kaum Nuh akan beriman, kecuali sedikit dari mereka. Kemudian, Nabi Nuh As. berdoa agar Allah menimpakan azab kepada kaumnya. Allah pun mengabulkan doa Nabi Nuh As. Sebelum Allah membinasakan kaum kafir itu. Allah memerintahkan Nabi Nuh As. dan kaum Muslim segera menyiapkan alat untuk menyelamatkan diri. Allah menyuruh mereka untuk membuat kapal.

Kemudian Nabi Nuh As. dan pengikutnya segera menjalankan perintah Allah itu. Mereka mulai membuat kapal. Namun, pada saat pembuatan kapal Nabi Nuh As. dan pengikutnya diejek oleh orang kafir. Untuk menghadapi ejekan orang-orang kafir itu, Nabi Nuh As. berkata,

“Jika kamu mengejek Kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian, mengejek (kami). Kelak, kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya, dan yang akan ditimpa azab yang kekal.” (QS. Huud : 38-39).

Menurut Ibnu Abbas menceritakan bahwa ketika Nabi Isa As. menghidupkan Ham bin Nuh, dia bertanya kepadanya kenapa rambutnya beruban, ia menjawab dia meninggal di saat usia muda karena ketakutannya ketika banjir. Ia berkata bahwa panjang kapal Nuh adalah 1200 Kubit dan lebarnya 600 Kubit dan mempunyai 3 lapisan yaitu :

  • Tingkat pertama diletakkan binatang-binatang liar dan yang sudah dijinakkan
  • Tingkat kedua ditempatkan manusia
  • Tingkat ketiga burung-burung

Munculnya Air Bah

Pada saat Nabi Nuh dan para pengikutnya, kaum Muslim, akhirnya selesai membuat kapal. Selanjutnya, Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk mengumpulkan makhluk hidup sepasang dari setiap jenis hewan yang hidup. Kemudian, hewan-hewan itu dimasukkan ke dalam kapal. Hal ini supaya mereka bisa berkembang biak lagi.

Sebab, nanti setelah bencana besar melanda, makhluk hidup di bumi akan musnah. Kecuali yang ikut naik ke kapal Nabi Nuh. Setelah itu, Nabi Nuh menyuruh semua pengikutnya naik ke kapal. Nabi Nuh berkata kepada orang-orang beriman,

“Naiklah ke kapal dengan menyebut nama Allah Ta’ala di waktu berlayar dan berlabuh.”

Mereka berdoa demikian karena bukan kapal itu yang menyelamatkan mereka. Hanya Allah-lah yang menjalankan dan menghentikan kapal itu. Sehingga, wajiblah atas mereka berharap kepada Allah. Setelah semuanya siap di dalam kapal, Allah menurunkan hujan dari langit. Allah menyuruh bumi memancarkan air dari segenap penjurunya.

Dalam sekejap, air dari langit dan bumi berkumpul sehingga timbullah air bah yang dahsyat. Itulah bencana yang ditakdirkan Allah, dengan doa Nabi-Nya, untuk membinasakan orang-orang kafir. Sementara itu, kapal berlayar dengan perlindungan Allah dan pemeliharaan-Nya. Allah telah menyelamatkan Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman.

Tenggelamnya Putra Nabi Nuh as

Nabi Nuh teringat akan putranya. Sebagai seorang bapak yang menyayangi anaknya, Nabi Nuh memanggilnya. Ia memintanya untuk naik ke kapal bersama keluarga yang lain. Namun, putranya menolak.

Nabi Nuh berkata,

“Hai anakku, naiklah ke kapal ini agar engkau selamat dari azab Allah. Janganlah engkau masuk ke dalam golongan orang-orang kafir yang mengingkari agama Allah.”

Putra Nabi Nuh memang durhaka. Dalam situasi demikian, ia tetap tidak mau beriman kepada Allah. Karena ia menduga bahwa apa yang terjadi merupakan peristiwa alam biasa. Tanpa naik ke kapal pun, ia bisa selamat. Begitu pikirnya.

Maka, ia berkata kepada bapaknya,

“Aku akan berlindung ke puncak gunung yang tidak bisa dicapai oleh air, sehingga aku tidak akan tenggelam.”

Nabi Nuh mengingatkan,

“Tidak ada satu kekuatan pun yang sanggup mencegah takdir Allah. Jika seseorang ditakdirkan tenggelam, ia pasti tenggelam, sebagai balasan bagi orang-orang kafir.” Putranya tetap menolak ajakan Nabi Nuh.

Ia yakin bisa mencapai puncak gunung dan berlindung di sana. Akan tetapi, bukan itu yang terjadi. Air bah terus meninggi dan menenggelamkan putra Nabi Nuh.

Memohon Keselamatan Putranya

Sebelum putranya tenggelam, Nabi Nuh memohon kepada Allah agar putranya diselamatkan. Karena, Allah telah berjanji akan menyelamatkan keluarganya. Allah menjawab bahwa putra Nabi Nuh yang kafir itu bukanlah termasuk keluarga yang dijanjikan untuk diselamatkan. Hal itu karena putra Nabi Nuh tidak beriman kepada Allah dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik.

Allah melarang Nabi Nuh untuk memohon sesuatu, kecuali bila ia yakin bahwa hal itu benar. Nabi Nuh kemudian menyesal. Ia mengakui kesalahannya,

“Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, wahai Tuhanku. Aku tidak akan memohon sesuatu yang tidak Engkau ridhai. Jika Engkau tidak mengampuniku, niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi.”

Air Bah Surut

Selanjutnya, air bah benar-benar menenggelamkan kaum Nabi Nuh yang tidak mau taat. Setelah semua orang kafir tenggelam. Allah menyuruh bumi untuk mengisap airnya. Allah juga menyuruh langit untuk berhenti menurunkan hujan. Maka, surutlah air bah itu. Kapal Nabi Nuh, kemudian terdampar di Gunung Judy.

Allah mengatakan dalam Surah Huud (11):48, Dikatakan kepada Nuh,

“Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia). Kemudian, mereka akan ditimpa azab (siksa) yang pedih dari Kami.”

Di tanah baru itulah, pengikut Nabi Nuh hidup dengan damai. Lalu, mereka berkembang sehingga jumlahnya menjadi banyak lagi. Hud adalah Nabi yang diutus Allah kepada kaum ‘Ad di Al-Ahqaf. Sebagaimana firman Allah,

“Dan ingatlah (Hud) saudara kaum ‘Ad yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al-Ahqaf…” (QS. Al-Ahqaaf : 21).

Menurut ahli sejarah, Al-Ahqaf merupakan daerah di antara Yaman dan Amman (Yordania) sampai Hadramaut dan Asy-Syajar. Kaum Ad hidup di daerah yang tanahnya subur. Mata air mengalir dari segala penjuru. Kondisi daerah sebaik itu memudahkan mereka untuk mengelola pertanian.

Mereka juga mendirikan gedung-gedung megah di kota-kota. Kaum ‘Ad diberikan kekayaan harta benda oleh Allah. Akan tetapi, kaum ‘Ad lupa bersyukur kepada Allah. Padahal, mereka telah mendapat begitu banyak nikmat. Mereka malah menyembah berhala, yaitu Shada, Shamud, dan Al-Haba.

Cerita Nabi Nuh dan Hikmah Kisah Nabi Nuh

Migrasi dari Suq Thamanim ke Babylonia

Ibnu Thabari menceritakan setelah kapal berlabuh di pegunungan Ararat, ia kemudian membangun suatu kota di daerah Ararat (Qarda) di suatu areal yang termasuk Mesopotamia dan menamakan kota tersebut Themanon (Kota delapan Puluh) karena kota tersebut dibangun oleh orang yang beriman yang berjumlah 80 orang. Sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama Suq Thamanin.

Ibnu Abbas kemudian menceritakan bahwa Nuh membangun kota Suq Thamanin dan semua keturunan Qayin dibinasakan. Menurut Al-Harith dari Ibnu Sad dari Hisham bin Muhammad dari ayahnya dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas berkata

“Ketika Suq Thamanin menjadi penuh dengan keturunan Nuh mereka berpindah ke Babylon dan membangun kota tersebut”.

Abd al Ghafar menceritakan ketika kapal berlabuh di bukit Judi pada hari Ashura.

Doa Nuh untuk Keturunannya

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Nuh mendoakan ketiga putranya. Nuh mendoakan keturunan Sam menjadi nabi-nabi dan rasul. Nuh mendoakan keturunan Yafith untuk menjadi raja-raja, sedangkan dari keturunan Ham dia doakan agar menjadi abdi dari keturunan Yafith dan Sam.

Ketika Nuh menginjak usia lanjut, ia mendoakan agar keturunan Gomer dan Kush menjadi raja-raja, karena mereka berdua ini melayani kakeknya disaat usianya lanjut.

Ibnu Abbas menceritakan bahwa keturunan Sam menurunkan bangsa kulit putih, Yafith menurunkan bangsa berkulit merah dan coklat, Sedangkan ham menurunkan bangsa Kulit hitam dan sebagian kecil berkulit putih.

Hikmah Kisah Nabi Nuh

  • Perbuatan sesat Kaum Nuh sama dengan mendurhakai Allah, Nabi Nuh Alaihissalam datang memberi peringatan dan ancaman datangnya azab Allah.
  • Ajaran tauhid dan mentaati Allah sejak lama sudah menjadi keyakinan yang diajarkan dari Nabí Adam Alaihissalam dan selanjutnya.
  • Syaitan telah membuat sekutu yakni Kaum Nuh dengan menentang utusan Allah yakni Nabi Nuh Alaihissalam.
  • Nabi Nuh Alaihissalam seorang manusia biasa hingga kaum yang durhaka itu menganggap remeh lalu mendustakannya hingga balasan dan Allah datang kepada mereka.
  • Nabí Nuh Alaihissalam bukan seorang pendusta dan Allah membuktikan ancamannya.
  • Semua orang kafir dan pembangkang perintah Allah akhirnya tenggelam dan mati dalam kesesatan termasuk istri dan putra Nabi Nuh Alaihissalam sendiri.

Demikianlah telah dijelaskan tentang Kisah Nabi Nuh dan Hikmah Kisah Nabi Nuh (Bahas Lengkap) semoga dapat bemanfaat sehingga menambah wawasan dan pengetahuan kalian.

√ Kisah Nabi Shaleh As dan Kaum Tsamud (Bahas Lengkap)

Kisah Nabi Shaleh As dan Kaum Tsamud

Kisah Nabi Shaleh As dan Kaum Tsamud (Bahas Lengkap) – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang Nabi Shaleh. Yang meliputi kisah nabi shaleh, kaum tsamud yang merupakan nama dari suatu suku bangsa yahudi, mukjizat nabi, terbunuhnya unta dan kehancuran kaum tsamud dengan pembahasan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih detailnya silahkan simak artikel Pengetahuanislam.com dibawah ini dengan seksama.

Kisah Nabi Shaleh As dan Kaum Tsamud (Bahas Lengkap)

Sebuah cerita islami penuh hikmah yaitu cerita nabi saleh as. Nabi saleh as merupakan putra dari Ubaid bin jabir bin Tsamud. Kaumnya bernama Tsamud, ia adalah nama yang dibangsakan kepada nama kakeknya yang bernama Tsamud bin Air bin iram bin sam bin Nuh. Nabi Shaleh as merupakan keturunan Nabi Nuh as yang keenam. Tsamud menempati daerah yang semula ditempati oleh kaum Aad. Negeri itu telah kosong ditinggalkan oleh bangsa Aad.

Kemakmuran dan kemewahan hidup serta kekayaan alam yang dahulu dimiliki dan dinikmati oleh kaum aad telah diwarisi oleh kaum tsamud. Tanah yang subuh yang memberikan hasil berlimpah ruah, binatang-binatang perahan dan lemak yang berkembang biak, kebun-kebun bunga yang indah-indah, bangunan rumah-rumah yang didirikan di atas tanah yang datar dan dipahatnya dari gunung.

Semuanya itu menjadi mereka hidup tenteram, sejahtera dan bahagia, merasa aman dari segala gangguan alamiah, dan kemewahan hidup mereka akan kekal bagi mereka dan makmur keturunan mereka.

Kaum Tsamud

Tsamud adalah nama suatu suku dan oleh sejarah dimasukkan bagian dari bangsa arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi. Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama “Alhjir” terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad. Yang telah habis binasa disapu angina taufan yang dikirim oleh Allah sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah Nabi Hud a.s

Kaum tsamud sama seperti kaum Aad yang tidak mengenal Tuhan. Tuhan mereka adalah berhala-berhala yang mereka dan puja, kepadanya mereka berqurban, tempat mereka minta perlindungan dari segala macam musibah dan mengharapkan kebaikan serta kebahagiaan. Mereka tidak dapat melihat atau memikirkan lebih jauh apa yang dapat mereka jangkau dengan panca indra.

Diutusnya Nabi Shaleh As.

Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya berada dalam kegelapan terus menerus tanpa diutusnya Nabi untuk memberi penerangan dan memimpin mereka keluar dari jalan yang sesat ke jalan yang benar. Demikian pula Allah tidak akan menurunkan azab dan siksaan kepada suatu umat sebelum mereka diperingatkan dan diberi petunjuk oleh-Nya degan perantara seorang yang dipilih untuk menjadi utusan dan rasul-Nya.

Sunatullah ini berlaku pula kepada kaum Tsamud, yang kepada mereka telah diutuskan Nabi Saleh as seorang yang telah dipilih-Nya dari suku mereka sendiri. Dari keluarga yang terpandang dan dihormati oleh kaumnya, terkenal tangkas, cerdik pandai, rendah hati dan ramah-tamah dalam pergaulan.

Oleh Nabi Saleh as mereka dikenalkan kepada Tuhan yang sepatutnya mereka sembah dan puja, Allah yang maha esa, yang telah menciptakan mereka, menciptakan alam sekitar mereka. Menciptakan tanah-tanah yang subur yang menghasilkan bahan-bahan keperluan hidup mereka. Menciptakan binatang-binatang yang memberi manfaat dan berguna bagi hidupan mereka dan yang telah memberi mereka kenikmatan, kemewahan hidup dan kebahagiaan lahir dan batin.

Tuhan Yang Maha Esa itulah yang harus mereka sembah dan bukan patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu gunung yang tidak berkuasa memberi sesuatu kepada mereka atau melindungi mereka dari ketakutan dan bahaya.

Nabi Saleh as memperingatkan mereka bahwa ia adalah seorang dari mereka, terjalin antara dirinya dan mereka ikatan keluarga dan darah. Mereka adalah kaumnya dan sanak keluarganya dan dia adalah seketurunan dan sesuku dengan mereka. Ia mengharapkan kebaikan dan kebajikan bagi mereka dan sesekali tidak akan menjerumuskan mereka ke dalam hal-hal yang akan membawa mereka dalam kerugian, kesengsaraan dan kebinasaan bagi mereka.

Ia menerangkan kepada mereka bahwa ia adalah pesuruh dan utusan Allah, dan apa yang diajarkan dan didakwahkan kepada mereka adalah adalah amanat Allah yang harus dia sampaikan kepada mereka untuk kebaikan mereka semasa hidup dan sesuah mereka mati di akhir kelak.

Ia mengharapkan kaumnya mempertimbangkan dan memikirkan sungguh-sungguh apa yang ia serukan, anjurkan dan agar mereka segera meninggalkan persembahan kepada berhala-berhala itu. Dan percaya beriman kepada Allah Maha Esa seraya bertaubat dan mohon ampun kepada-Nya atas dosa perbuatan syirik yang selama ini telah mereka lakukan. Allah Maha dekat kepada mereka mendengarkan doa dan memberi ampun kepada yang salah bila mereka memohon ampun dengan sungguh-sungguh.

Terperanjatlah kaum nabi Saleh as mendengar seruan dan dakwahnya yang bagi mereka merupakan hal yang baru yang tidak diduga akan datang dari saudara atau anak mereka sendiri. Maka serentak ditolaklah ajakan Nabi Saleh as itu.

Nabi saleh memperingatkan mereka agar jangan menetangnya dan agar mengikuti ajakannya dengan beriman kepada Allah yang telah mengaruniai mereka rezeki yang luas dan penghidupan yang sejahtera. Diceritakan kepada mereka kisah kaum-kaum yang mendapat siksa dan azab dari Allah karena menentang rasul-Nya dan mendustakan risalah-Nya.

Hal yang serpa itu dapat terjadi atas mereka jika mereka tidak mau menerima dakwahnya dan mendengar nasihat, yang diberikan secara ikhlas dan jujur. Sebagai seorang anggota dari keluarga besar mereka dan yang tidak mengharapkan atau menuntut upah dari mereka atas usahanya itu. Ia hanya menyampaikan amanat Allah yang ditugaskan kepadanya dan Allahlah yang akan memberinya upah dan ganjaran untuk usahanya memberi pimpinan dan tuntutan kepada mereka.

Dari kaum Tsamud hanya beberapa saja yang mau menerima dakwah Nabi Saleh as dan beriman kepada-Nya. Kaum Tsamud yang mau menerima dakwah nabi saleh as terdiri dari orang-orang yang berkedudukan sosial lemah. Sedangkan sebagian yang terbesar terutamanya mereka yang tergolong orang-orang kaya dan berkedudukan tetap berkeras kepala dan menyombongkan diri menolak ajakan Nabi Saleh as dan mengingkari kenabiannya.

Mukjizat Nabi Shaleh As

Setelah gagal menghentikan usaha dakwah Nabi saleh as dan dilihatnya ia bahkan makin giat menarik orang-orang mengikutinya dan berpihak kepadanya. Para pemimpin dan pemuka kaum Tsamud berusaha hendak membendung arus dakwahnya yang makin lama makin mendapat perhatian terutama dari kalangan bawahan menengah dalam masyarakat. Mereka menantang Nabi saleh as dan untuk membuktikan kebenaran kenabiannya dengan suatu bukti mukjizat dalam bentuk benda atau kejadian luar biasa yang berada di luar kekuasaan manusia.

Nabi saleh as sadar bahwa tentangan kaumnya yang menuntut bukti berupa mukjizat itu adalah bertujuan hendak menghilangkan pengaruhnya. Dengan mengikis habis kewibawaannya di mata kaumnya terutama pada pengikutnya bila ia gagal memenuhi tantangan dan tuntutan mereka. Nabi saleh membalas tentangan mereka dengan menuntut janji dari mereka bila ia berhasil mendatangkan mukjizat. Mereka akan meninggalkan agama, persembahan mereka dan akan mengikuti Nabi Saleh as dan beriman kepadanya.

Sesuai dengan permintaan dan petunjuk pemuka-pemuka kaum Tsamud berdoa’lah Nabi Saleh as memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat. Untuk membuktikan kebenaran risalahnya dan sekaligus mematahkan perlawanan dan tentangan kaumnya yang masih berkeras kepala itu. Ia memohon dari allah dengan kekuasaan-Nya menciptakan seekor unta betina dikeluarkannya dari perut sebuah batu karang besar yang terdapat di sisi sebuah bukti yang mereka tunjuk.

Kemudian dengan izin Allah yang maha kuasa lagi Maha Pencipta terbelahlah batu karang yang ditunjuk itu dan keluar dari perutnya seekor unta betina. Dengan menunjuk kepada binatang yang baru keluar dari perut batu besar itu berkatalah nabi saleh kepada mereka :

“Inilah dia unta Allah, jangan kamu ganggu dia biarlah ia mencari makanannya sendiri di atas bumi Allah ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air minum dan bagi ternakanmu juga dan ketahuilah bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya bila kamu sampai mengganggu binatang ini”

Kemudian berkeliaranlah unta di ladang-ladang memakan rumput sesuka hatinya tanpa mendapat gangguan. Dan pada saat giliran unta Nabi Saleh as itu datang minum tiada seekor binatang lain berani menghampirinya. Hal ini menimbulkan rasa tidak senang pemilik-pemilik binatang itu yang makin hari makin merasakan bahwa adanya unta Nabi Saleh as di tengah-tegah mereka itu merupakan gangguan.

Dengan berhasilnya nabi saleh as mendatangkan mukjizat yang mereka tuntut gagallah para pemuka kaum tsamud. Dalam usahanya untuk menjatuhkan kehormatan dan menghilangkan pengaruh nabi saleh as bahkan sebaliknya, telah menambah tebal kepercayaan para pengikutnya dan menghilangkan banyak keraguan dari kaumnya. Maka dihasutlah oleh mereka pemilik-pemilik ternakan yang merasa jengkel dan tidak senang dengan adanya unta Nabi Saleh as yang merajalela di ladang dan kebun-kebun mereka serta ditakuti oleh binatang-binatang peliharaannya.

Kisah Nabi Shaleh As dan Kaum Tsamud

Rencana Pembunuhan Unta

Persekongkolan diadakan oleh orang-orang dari kaum Tsamud untuk mengatur rancangan pembunuhan unta nabi Saleh as. Dan selagi orang masih dibayangi oleh rasa takut dari azab yang diancam oleh Nabi Saleh as. bila untanya diganggu. Disamping adanya dorongan keinginan yang kuat untuk melenyapkan binatang itu dari atas bumi mereka. Muncullah tiba-tiba seorang janda bangsawan yang kaya raya menawarkan dan menyerahkan dirinya kepada siapa yang dapat membunuh unta nabi saleh as. Di samping janda itu ada seorang wanita lain yang mempunyai puteri yang cantik menawarkan akan menghadiahkan salah seseorang dari puteri-puterinya kepada yang berhasil membunuh unta itu.

Dua macam hadiah yang menggiurkan dari kedua wanita itu di samping hasutan para pemuka Tsamud mengundang dua orang lelaki bernama Mushadda’ bin Muharrij dan Gudar bin Salif. Berkemas-kemas akan melakukan pembunuhan untuk mendapatkan hadiah yang dijanjikan di samping sanjungan dan pujian yang akan diterimanya dari pada kafir suku Tsamud bila unta Nabi Saleh as telah mati dibunuh.

Dengan bantuan tujuh orang lelaki lagi bersembunyilah kumpulan itu di suatu tempat di mana biasanya dilalui oleh unta dalam perjalanannya ke tempat ia minum. Dan begitu unta-unta yang tidak berdosa itu berjalan, segeralah betisnya oleh Musadda’ yang disusul oleh Gudar dengan menikam pedangnya di perut unta.

Dengan perasaan bangga pergilah para pembunuh unta itu ke ibu kota menyampaikan berita matinya unta nabi saleh as yang mendapat sambutan sorak sorai dan teriakan gembira dari pihak musyirikin seakan-akan mereka kembali dari medan perang dengan membawa kemenangan.

Berkata mereka kapada Nabi Saleh as :

“Wahai saleh! Untamu telah mati dibunuh, cobalah datangkan akan apa yang engkau katakan dulu akan ancamannya bila unta itu diganggu, jika engkau betul-betul termasuk orang-orang yang terlalu benar dalam kata-katanya”

Nabi saleh as menjawab :

“Aku telah peringatkan kamu, bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya atas kamu jika kamu mengganggu unta itu. Maka dengan terbunuhnya unta itu maka tunggulah engkau akan tibanya masa azab yng Allah telah janjikan dan telah aku sampaikan kepada kamu. Kamu telah menentang Allah dan terimalah kelak akibat tentangmu kepada-Nya. Janji Allah tidak akan meleset. Kamu boleh bersuka ria dan bersenang-senang selama tiga hari ini kemudian terimalah ganjaranmu yang setimpal pada hari keempat. Demikianlah kehendak Allah dan takdir-Nya yang tidak dapat ditunda dan dihalangi”

Ada kemungkinnan menurut ahli tafsir bahwa Allah melalui rasul-Nya Nabi Saleh as memberi waktu tiga hari itu untuk memberi kesempatan, kalau-kalau mereka sadar akan dosanya dan bertaubat minta ampun serta beriman kepada Allah.

Akan tetapi dalam kenyataanya dalam tempo tiga hari itu mereka tidak menyadari kesalahan dan bertaubat. Mereka bahkan mengejek Nabi Saleh as yang ditentangnya untuk mempercepat datangnya azab itu dan tidak usah menunggu waktu tiga hari lagi.

Rencana pembunuhan Nabi Shaleh

Nabi saleh memberitahu kaumnya bahwa azab Allah yang akan menimpa di atas mereka akan didahului dengan tanda-tanda, yaitu pada hari pertama bila mereka terbangun dari tidurnya akan menemui wajah mereka menjadi kuning dan berubah menjadi merah pada hari kedua dan hitam pada hari ketiga dan pada hari keempat turunlah azab Allah yang pedih.

Mendengar ancaman azab yang diberitahukan oleh Nabi Saleh as kepada kaumnya, kelompok sembilan orang yang merupakan kelompok pembunuh unta merancang pembunuhan untuk Nabi Saleh as sebelum tibanya azab yang diancamkan itu.

Mereka mengadakan pertemuan rahasia dan bersumpah bersama akan melaksanakan rancangan pembunuhan itu di waktu malam. Di saat orang masih tidur nyenyak untuk menghindari tuntutan balas darah oleh keluarga Nabi Saleh, jika diketahui mereka sebagai pembunuhnya. Rancangan mereka ini dirahasiakan sehingga tidak diketahui dan didengar oleh siapa pun kecuali kesembilan orang itu sendiri.

Ketika mereka datang ke tempat Nabi Saleh as untuk melaksanakan rancangan jahatnya di malam yang gelap gulita dan sunyi senyap. Berjatuhlah di atas kepala mereka batu-batu besar yang tidak diketahui dari mana datangnya dan yang seketika merebahkan mereka di atas tanah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Demikianlah Allah telah melindungi Rasul-Nya dari perbuatan jahat hamba-hamba-Nya yang kafir.

Kehancuran Kaum Tsamud

Setelah tantangan kaum Tsamud itu, Nabi Shaleh memberi tahu bahwa azab akan datang tiga hari lagi. Hal ini dijelaskan Allah dalam Surah Huud (11):65,

“Mereka membunuh unta itu. Maka berkatalah Nabi Shaleh, “Bersukarialah kamu sekalian di rumah selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.”

Pada hari pertama setelah pembunuhan unta, masih terasa biasa-biasa saja. Hari kedua pun sama. Akhirnya, pada hari ketiga, janji Allah datang. Langit menjadi gelap. Orang-orang mulai panik. Sementara Nabi Shaleh dan pengikutnya, orang-orang beriman sudah pergi menyelamatkan diri. Petir pun menyambar orang-orang kafir.

Al Quran mengatakan,

“Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhanny, lalu mereka di sambar petir sedang mereka melihatnya.” (QS. Adz-Dzaariyaat (51):44).

Mereka juga diguncang gempa. Mereka pun mati di dalam rumah mereka. Allah berfirman,

“Karena itu mereka ditimpa gempa. Karena itu, jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.” (QS. Al-A’raaf [7]:78).

Demikianlah telah dijelaskan tentang Kisah Nabi Shaleh As dan Kaum Tsamud (Bahas Lengkap) semoga dapat bemanfaat sehingga menambah wawasan dan pengetahuan kalian.

√ Cerita Nabi Dzulkifli – Seorang Raja Sabar Pemimpin Rakyat

Cerita Nabi Dzulkifli Seorang Raja Sabar Pemimpin Rakyat

Cerita Nabi Dzulkifli – Seorang Raja Sabar Pemimpin Rakyat – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas mengenai Nabi Dzulkifli. Yang mana beliau adalah seorang nabi yang memiliki kesabaran tinggi dan diberi amanah untuk menjadi raja. Untuk lebih lengkapnya simaklah Artikel berikut ini.

Cerita Nabi Dzulkifli – Seorang Raja Sabar Pemimpin Rakyat

Nama asli dari Nabi Dzulkifli as yaitu Basyar, beliau merupakan putra dari Nabi Ayyub as. Nabi Dzulkifli adalah gelar yang diberikan kepadanya. Sedangkan nama asalnya yaitu Basyar bin Ayyub. Gelar ini diberikan kepadanya karena beliau sanggup menjalankan amanat raja.

Beliau seorang yang sabar, sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur’an:

وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ ۖ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا ۖ إِنَّهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya :

“Ismail, Idris, dan Dzulkifli adalah orang yang sabar, dan Kami beri rahmat semua, karena mereka orang yang suka berbuat kebaikan” (QS al Anbiya ayat 85-86).

Ia telah melalui berbagai macam cobaan dan mampu melaluinya tanpa kehilangan aqidah dan imannya kepada Allah SWT.  Tidak berbeda dengan ayahnya, Nabi Dzulkifli juga memiliki sifat yang sabar.

Nabi Dzulkifli yang sabar

Dinamakan Dzulkifli (yang siap menanggung). Karena kesiapannya berpuasa di siang hari dan melakukan qiyamullail di malamnya. Serta siap memutuskan perkara di tengah-tengah manusia serta tidak marah, maka Beliau mampu melaksanakan semua itu. Ada yang berpendapat, bahwa ia bukanlah seorang nabi, tetapi sebagai laki-laki yang salih, raja dan hakim yang adil. Wallahu aâ€lam.

Sabar ada tiga macam:

  1. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah
  2. Sabar dalam menjauhi larangan Allah
  3. Sabar terhadap taqdir Allah yang terasa pedih.

Seorang hamba tidak berhak mendapat gelar sabar secara sempurna sampai terpenuhi ketiga macam sabar ini. Para nabi, Allah sebut sebagai orang-orang yang sabar karena mereka telah memenuhi ketiganya. Selain itu, Allah mensifati mereka dengan kesalihan. Karena kesalehan hati mereka yang dipenuhi maâ€rifatullah dan kecintaan kepada-Nya.

Kesalihan lisan mereka dengan basah menyebut nama-Nya dan kesalihan anggota badannya karena sibuk mengerjakan ketaatan kepada Allah dan menjaga dirinya dari maksiat. Karena kesabaran dan kesalehan inilah, Allah masukkan dengan rahmat-Nya dan menjadikan mereka bersama saudara mereka dari para rasul serta memberikan pahala di dunia dan akhirat.

Kalau sekiranya, pahala mereka adalah dengan disebut tinggi namanya di alam semesta serta disebut baik sekali oleh orang-orang setelahnya, maka hal itu pun sudah cukup sebagai kemuliaan dan ketinggiannya.

Nabi Dzulkifli yang Menjadi Raja

Dikisahkan bahwa suatu hari, di suatu negeri ada seorang raja yang usianya sudah tua dan tidak mampu lagi untuk memerintah kerajaan yang mana raja sendiri tidak memiliki putra. Raja itu pun berkata di hadapan rakyatnya:

“Siapakah di antara kalian yang sanggup berpuasa pada siang hari, beribadah di malam hari dan tidak marah-marah. Maka kepadanya akan kuserahkan kerajaan ini, Karena aku sudah tua”

Kemudian sang raja pun berkata lagi:

“Siapakah yang sanggup berpuasa pada siang hari, beribadah di malam hari, dan tidak marah-marah?

Lalu berdirilah seorang pemuda bernama basyar yaitu putra nabi Ayyub, ia menjawab :

“Saya sanggup…”

Ternyata hanya basyar yang berani untuk menjawab, selain dari basyar tidak ada, karena mereka tidak sanggup menjalani puasa di siang hari dan ibadah di malam hari.  Maka Basyar diberi gelar Dzulkifli artinya orang yang sanggup.

Cerita Nabi Dzulkifli Seorang Raja Sabar Pemimpin Rakyat

Ujian Amanah Nabi Dzulkifli

Setelah basyar diangkat menjadi raja, beliua mengatur waktunya sedemikian rupa tertibnya. Beliau membagi waktu untuk mengurus kerajaan serta untuk melayani umat dan sebagian waktunya untuk istirahat tidur. Sedangkan di siang hari beliau berpuasa dan pada malam hari sebagian untuk beribadah kepada Allah SWT,

Pada suatu ketika, saat nabi Dzulkifli ingin tidur, datanglah syaitan yang menyamar menyerupai manusia untuk menggodanya tentang masalah apa yang dihadapinya.

Karena beliau hendak tidur, diserahkan tamu tersebut kepada wakilnya untuk menerima dan menyelesaikan masalahnya. Namun syaitan yang menyamar menjadi tamu tidak menyukai wakilnya yang menyelesaikan masalahnya. Kemudian mendesak agar raja sendirilah yang menerimanya dan menyelesaikan permasalahannya.

Karena tamunya tidak mau pergi dan masalahnya ingin diselesaikan segera mungkin. Maka waktu bagi raja untuk tidur tidak ada lagi. Walaupun begitu raja yang memiliki gelar Duzlkifli tetap sabar. Beliau tidak marah terhadap godaan syaitan yang menyamar menjadi tamu tadi.

Cerita nabi dzulkifli yang sabar masih berlanjut, pada suatu hari terjadi peperangan di negeri yang dipimpin oleh Nabi Dzulkifli, Lalu raja dzulkifli memerintahkan para tentara dan seluruh rakyatnya untuk menuju ke medan pertempuran yang sedang terjadi. Namun rakyatnya tak bernyali untuk berperang, mereka takut gugur di medan perang.

“Kenapa kalian takut perang?”

“Kami berani berperang, Paduka. Tapi, paduka harus menjamin kami untuk tidak mati saat medan perang”

Mendengar jawaban naif dari rakyatnya, Nabi Dzulkifli tidak marah, beliau hanya tersenyum. Beberapa saat kemudian nabi Dzulkifli berdoa kepada Allah SWT :

”Ya Allah saya telah menyampaikan risalah Tuhan kepada mereka, menyuruh mereka berperang. Namun mereka enggan dan membangkang akan perintah kami, mereka mempunyai permintaan”.

Kemudian turunlah wahyu kepada Nabi Dulzkifli as :

”Ya Duzlkifli aku telah mengetahui akan permintaan mereka dan aku akan mendengar doamu dan semua akan aku kabulkan”

Berkat perlindungan Allah SWT, seluruh rakyat yang membantu para prajurit Duzlkifli yang berperang selamat dari kematian. Sehingga kemenangan atas perang tersebut ada di pihak Nabi Duzlkifli. Beliau meninggal dunia dalam usia 75 tahun.

Demikianlah tentang Cerita Nabi Dzulkifli – Seorang Raja Sabar Pemimpin Rakyat. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terimakasih.

√ Kisah Ketetapan Hati Nabi Ibrahim AS Dalam Berdakwah Part 1

Kisah Ketetapan Hati Nabi Ibrahim AS Dalam Berdakwah Part 1 – Pada kesempatan ini akan membahas tentang kisah Nabi Ibrahim AS. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan bagaimana Nabi Ibrahim As mengenal islam dan dakwah pertama beliau dengan secara jelas dan singkat. Untuk lebih jelasnya yuk simak ulasan  Pengetahuan Islam berikut ini.

Kisah Ketetapan Hati Nabi Ibrahim AS Dalam Berdakwah Part 1

Kita sering mendengar tentang kisah dari pada Nabi Ibrahim As. Beliau dengan kelebihannya diberikan petunjuk oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada kaumnya yang mana pada saat itu menyembah berhala. Amanah tersebut beliau emban dengan berat hati lantaran beliau masih belum yakin akan kuasa Allah SWT. Lebih jelasnya simak ulasan berikut.

Nabi Ibrahim As

Nabi Ibrahim merupakan putera Aaazar (Tarih) bin Tahur bin Saruj bin Rau’ bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S. Beliau dilahirkan di sebuah tempat bernama “Faddam A’ram” dalam kerajaan “Babylon” yang pada waktu itu diperintah oleh seorang raja bernama “Namrud bin Kan’aan.”

Kerajaan Babylon pada masa itu termasuk kerajaan yang makmur rakyat hidup senang, sejahtera dalam keadaan serba cukup sandang maupun pangan. Akan tetapi tingkatan hidup rohani mereka masih berada di tingkat jahiliyah yang tidak mengenal Tuhan Pencipta mereka. Yang mana telah memberi karunia mereka dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mereka adalah patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.

Raja mereka Namrud bin Kan’aan menjalankan tampuk pemerintahnya dengan tangan besi dan kekuasaan mutlak. Semua kehendaknya harus terlaksana dan segala perintahnya merupakan undang-undang yang tidak dapat dilanggar atau di tawar.

Ia merasakan dirinya patut disembah oleh rakyatnya sebagai tuhan. Ia berfikir jika rakyatnya mau dan rela menyembah patung-patung yang terbuat dari batu yang tidak dapat memberi manfaat dan mendatangkan kebahagiaan bagi mereka. Mengapa bukan dialah yang disembah sebagai tuhan.

Dia yang dapat berbicara, mendengar, berfikir, memimpin, membawa kemakmuran dan melepaskan dari kesengsaraan dan kesusahan. Dia yang dapat mengubah orang miskin menjadi kaya dan orang yang hina-dina diangkatnya menjadi orang mulia. Di samping itu semuanya, ia adalah raja yang berkuasa dan memiliki negara yang besar dan luas.

Di dalam masyarakat yang sedemikian buruknya lahir dan dibesarkanlah Nabi Ibrahim, yaitu anak dari seorang ayah yang bekerja sebagai pemahat dan pedagang patung. Beliau sebagai calon Rasul dan pesuruh Allah yang akan membawa pelita kebenaran kepada kaumnya.

Semasa remaja, Nabi Ibrahim sering disuruh ayahnya keliling kota menjajakan patung-patung buatannya. Namun karena iman dan tauhid yang telah diilhamkan oleh Tuhan kepadanya ia tidak bersemangat untuk menjajakan barang-barang itu. Bahkan secara mengejek ia menawarkan patung -patung ayahnya kepada calon pembeli dengan kata-kata:

“Siapakah yang akan membeli patung-patung yang tidak berguna ini? “

Nabi Ibrahim Ingin Melihat Bagaimana Makhluk Yang Sudah Mati Dihidupkan Kembali Oleh Allah
Nabi Ibrahim yang sudah berketetapan hati hendak memerangi syirik dan persembahan berhala yang berlaku dalam masyarakat kaumnya. Ingin lebih dahulu mempertebalkan iman dan keyakinannya dengan menenteramkan hatinya. Serta membersihkannya dari keragu-raguan yang mungkin sesekali mangganggu fikirannya.

Dengan memohon kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati.

Berserulah ia kepada Allah:

” Ya Tuhanku! Tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau menghidupkan makhluk-makhluk yang sudah mati.”

Allah menjawab seruannya dengan berfirman:

“Tidakkah engkau beriman dan percaya kepada kekuasaan-Ku? “

Nabi Ibrahim menjawab:

“Betul, wahai Tuhanku, aku telah beriman dan percaya kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu, namun aku ingin sekali melihat itu dengan mata kepala ku sendiri, agar aku mendapat ketenteraman dan ketenangan dan hatiku dan agar makin menjadi tebal dan kukuh keyakinanku kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu.”

Allah mengabulkan permohonan Nabi Ibrahim, kemudian diperintahkanlah ia menangkap empat ekor burung. Lalu setelah memperhatikan dan meneliti bahgian tubuh-tubuh burung itu. Memotongnya menjadi berkeping-keping mencampur-baurkan kemudian tubuh burung yang sudah hancur-luluh dan bercampur-baur. Setelah itu diletakkan di atas puncak setiap bukit dari empat bukit yang letaknya berjauhan satu dari yang lain.

Setelah dikerjakan apa yang telah diisyaratkan oleh Allah. Selanjutnya Nabi Ibrahim diperintahkan memanggil burung-burung yang sudah terkoyak-koyak tubuhnya dan terpisah jauh tiap-tiap bagian tubuh burung dari bagian yang lain.

Dengan izin Allah dan kuasa-Nya datanglah berterbangan 4 ekor burung itu dalam keadaan utuh bernyawa seperti sedia kala. Begitu mendengar seruan dan panggilan Nabi Ibrahim kepadanya lalu hinggaplah empat burung yang hidup kembali itu di depannya. Dilihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah Yang Maha Berkuasa dapat denga  mudah menghidupkan kembali makhluk-Nya yang sudah mati.

Sebagaimana Dia menciptakannya dari sesuatu yang tidak ada. Dengan demikian tercapailah apa yang diinginkan oleh Nabi Ibrahim untuk mententramkan hatinya dan menghilangkan kemungkinan ada keraguan di dalam iman dan keyakinannya. Bahwa kekuasaan dan kehendak Allah tidak ada sesuatu pun di langit atau di bumi yang dpt menghalangi atau menentangnya dan hanya kata “Kun” yang difirmankan Oleh-Nya maka terjadilah akan apa yang dikehendaki ” Fayakun”.

Nabi Ibrahim Berdakwah Kepada Ayah Kandungnya

Aazar yang merupakan ayah Nabi Ibrahim tidak terkecuali sebagaimana kaumnya yang lain. Bertuhan dan menyembah berhala bahkan ia adalah pedagang dari patung-patung yang dibuat dan dipahatnya sendiri. Kemudian orang membeli patung-patung yang dijadikan persembahan.

Nabi Ibrahim merasa bahwa kewajiban yang pertama harus ia lakukan sebelum berdakwah kepada orang lain ialah menyadarkan ayah kandungnya dulu. Orang yang terdekat kepadanya bahwa kepercayaan dan persembahannya kepada berhala-berhala itu adalah perbuatan yang sesat dan bodoh.

Beliau merasakan bahwa kebaktian kepada ayahnya mewajibkannya memberi penerangan kepadanya agar melepaskan kepercayaan yang sesat itu dan mengikutinya beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Ibrahim dengan sikap yang sopan dan adab yang patut ditunjukkan oleh seorang anak terhadap orang tuanya dan dengan kata-kata yang halus. Ia datang kepada ayahnya menyampaikan bahwa ia diutuskan oleh Allah sebagai nabi dan rasul. Bahwa ia telah diilhamkan dengan pengetahuan dan ilmu yang tidak dimiliki oleh ayahnya.

Ia bertanya kepada ayahnya dengan lemah lembut gerangan apakah yang mendorongnya untuk menyembah berhala seperti lain-lain kaumnya. Padahal ia mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak berguna sedikit pun tidak dapat mendatangkan keuntungan bagi penyembahnya atau mencegah kerugian atau musibah.

Diterangkan pula kepada ayahnya bahwa penyembahan kepada berhala-berhala itu adalah semata-mata ajaran syaitan. Dimana memang menjadi musuh kepada manusia sejak Adam diturunkan ke bumi lagi.

Ia berseru kepada ayahnya agar merenungkan dan memikirkan nasihat dan ajakannya. Berpaling dari berhala-berhala dan kembali menyembah kepada Allah yang menciptakan manusia dan semua makhluk yang dihidupkan. Allah memberi mereka rezeki dan kenikmatan hidup serta mengamanahkan bumi dengan segala isinya kepada manusia.

Aazar ayah ibrahim menjadi merah mukanya dan melotot matanya mendengar kata-kata seruan puteranya. Nabi Ibrahim yang ditanggapinya sebagai dosa dan hal yang kurang patut bahwa puteranya telah berani mengecam dan menghina kepercayaan ayahnya. Bahkan mengajakkannya untuk meninggalkan kepercayaan itu dan menganut kepercayaan dan agama yang ia bawa.

Ia tidak menyembunyikan murka dan marahnya tetapi dinyatakannya dalam kata-kata yang kasar dan dalam maki hamun seakan-akan tidak ada hunbungan diantara mereka.

Ia berkata kepada Nabi Ibrahim dengan nada gusar:

” Hai Ibrahim! Berpalingkah engkau dari kepercayaan dan persembahanku ? Dan kepercayaan apakah yang engkau berikan kepadaku yang menganjurkan agar aku mengikutinya? Janganlah engkau membangkitkan amarahku dan mencoba mendurhakaiku. Jika engkau tidak menghentikan penyelewenganmu dari agama ayahmu tidak engkau hentikan usahamu mengecam dan memburuk-burukkan persembahanku. Maka keluarlah engkau dari rumahku ini. Aku tidak sudi bercampur denganmu didalam suatu rumah di bawah suatu atap. Pergilah engkau dari mukaku sebelum aku menimpamu dengan batu dan mencelakakan engkau.”

Nabi Ibrahim menerima kemarahan ayahnya, pengusirannya dan kata-kata kasarnya dengan sikap tenang, normal selaku anak terhadap ayah seraya berkata:

 ” Oh ayahku! Semoga engkau selamat, aku akan tetap memohonkan ampun bagimu dari Allah dan akan tinggalkan kamu dengan persembahan selain kepada Allah. Mudah-mudahan aku tidak menjadi orang yang celaka dan malang dengan doaku untukmu.”

Lalu keluarlah Nabi Ibrahim meninggalkan rumah ayahnya dalam keadaan sedih dan prihati karena tidak berhasil mengangkatkan ayahnya dari lembah syirik dan kufur.

Nantikan cerita tentang Nabi Ibrahim dan nabi Ismail selanjutnya….

Demikian ulasan tentang Kisah Ketetapan Hati Nabi Ibrahim AS Dalam Berdakwah Part 1. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Kisah 25 Nabi & Rasul : Nama, Mujizat dan Sejarahnya (Lengkap)

Kisah 25 Nabi & Rasul : Nama, Mujizat dan Sejarahnya (Lengkap) – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Kisah 25 Nabi dan Rasul. Dalam pembahasan kali ini menjelaskan kisah dari para nabi dan rasul beserta mujizat dan sejarahnya secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya yuk simak ulasan Pengetahuan Islam dibawah ini.

Kisah 25 Nabi & Rasul : Nama, Mujizat dan Sejarahnya (Lengkap)

Sebagai seorang muslim, kita perlu mengetahui nama 25 Nabi dan Rasul sebagaimana telah diterangkan didalam Al Quran. Untuk dalam artikel berikut mengemas secara singkat sejarah dari kisah 25 Nabi dan Rasul beserta mukjizat yang diberikan oleh Allh SWT.

Nabi Adam As

Nabi Adam merupakan nabi yang pertama diturunkan ke bumi. Kata Adam berasal dari Adim, yaitu adimul artinya berada di permukaan bumi. Nama Adam erat kaitannya dengan bahan penciptaan. Adam merupakan nabi dan manusia pertama. Allah menciptakan Adam dari tanah yang berada di permukaan bumi.

Akhirnya, wujud Nabi Adam menjadi sempurna. Maka apabila Adam dan keturunannya sudah tutup usia juga akan kembali lagi ke tanah. Setelah itu ruh ditiupkan, maka Allah menyampaikan sebuah amanah kepada para malaikat. Amanat tersebut berlaku untuk semua makhluk lain yang berada di dekat para malaikat.

Dalam amanat tersebut, dikatakan jika para malaikat harus bersujud kepada Nabi Adam sebagai suatu penghormatan. Mereka semua bersujud, namun makhluk Allah yang sombong yaitu iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam AS.

Nabi Idris

Nabi Idris adalah keturunan ke-6 dari Nabi Adam alaihissalam. Ia merupakan putra dari qobil dan Iqlima. Beliau memiliki beberapa kelebihan atau mukjizat. Nabi Idris merupakan manusia pertama yang sudah pandai membaca dan menulis menggunakan pena.

Nabi Idris juga diberi beragam pengetahuan, dari merawat kuda, pengetahuan ilmu perbintangan sampai berhitung yang sekarang dikenal dengan nama matematika.Nabi Idris orang pertama yang pintar atau pandai memotong serta menjahit pakaiannya. Konon sebelum itu orang-orang pada zaman dahulu hanya menggunakan kulit binatang untuk menutup aurat.

Nabi Nuh As

Nabi Nuh merupakan keturunan yang ke-9 dari Nabi Adam. Nabi Nuh mendapatkan beberapa petunjuk dari Allah untuk membersihkan keimanan kaumnya. Pada waktu, itu nabi Nuh memiliki kaum yang tidak mau menyembah kepada Allah. Di masa Nabi Nuh, beliau memiliki usia yang panjang. Nabi Nuh diangkat menjadi nabi setelah beliau mencapai usia 480 tahun.

Dalam usaha tersebut, nabi Nuh berdakwah serta menyeru kepada kebaikan dengan tidak kenal lelah. Bukan hanya kepada orang-orang di sekitarnya saja, melainkan juga kepada anggota keluarganya sendiri. Namun sangat disayangkan, perjuangan dakwah Nabi Nuh hampir 5 abad, ternyata hanya memiliki pengikut yang sangat sedikit. Terhitung hanya sekitar 70 hingga 80 orang Pengikut Nabi Nuh.

Nabi Hud As

Kisah Nabi Hud sangat erat akan suku Aad. Perjuangan Nabi Hud tidaklah mudah. Setiap siang hingga malam hari Nabi Hud berdakwah kepada kaumnya. Nabi Hud berdakwah menggunakan suara yang lembut serta welas asih, untuk mengingatkan kaumnya agar bertobat dan meninggalkan berhala serta kembali kepada jalan Allah.

Namun ternyata, dakwah nabi Hud dianggap sangat sepi. Tidak ada satupun Raja serta orang kaya di tempat tersebut yang mau percaya. Sebaliknya, mereka semua merasa iri, kenapa harus Nabi Musa mendapatkan wahyu bukan mereka. Selama berpuluh-puluh tahun Nabi berdakwah kepada kaumnya namun bukan menambah sadar, akan tetapi makin jauh tersesat.

Nabi Shaleh As

Nabi Saleh adalah putra dari Ubay dan Jabir bin tsamud. Kaum Nabi Saleh bernama tsamud. Yaitu merupakan sebuah nama yang diambil untuk dari nama kakeknya, yaitu tsamud bin Air bin iram bin sam bin nuh. Nabi Saleh adalah keturunan nabi Nuh yang ke 6. Kaum tsamud tinggal di daerah yang pertama kali ditempati oleh kaum Aad. Tempat tersebut telah kosong setelah ditinggalkan oleh bangsa Aad.

Tsamud merupakan nama dari sebuah suku serta dalam sejarah dimasukkan menjadi bagian dari bangsa Arab. Namun, ada pula yang menggolongkan bahwa tsamud merupakan golongan bangsa Yahudi. Kaum Tsamud sama seperti kaum Aad mereka semua tidak mengenal Tuhan. Tuhan yang mereka kenal yaitu berhala yang mereka sembah. Nabi Saleh memiliki kewajiban untuk berdakwah pada kaum tsamud ini.

Nabi Ibrahim As

Nabi Ibrahim ditugaskan untuk membenahi kaum yang rusak, yaitu kaum yang dipimpin oleh Raja Namrud. Raja namrud merupakan seorang raja yang ditakuti, bahkan raja Namrud juga menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Sejak masih kecil, Nabi Ibrahim selalu tertarik untuk memikirkan kejadian-kejadian alam. Ia memiliki pemikiran dan akhirnya membuat kesimpulan. Jika kejadian-kejadian tersebut sudah ada yang mengatur atau ada sebuah kekuatan yang maha kuasa dibalik kejadian-kejadian alam tersebut.

Mukjizat api yang bisa berubah menjadi dingin merupakan salah satu mukjizat luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Adam. Di mana pada waktu itu Nabi Ibrahim difitnah dan akan dibakar hidup-hidup. Atas perintah Allah api yang panas berubah menjadi dingin dan Nabi Ibrahim pun selamat.

Nabi Ismail As

Nabi Ismail merupakan anak dari Nabi Ibrahim dan istrinya Siti Hajar. Nabi Ismail terkenal dengan mukjizatnya berupa air zam-zam. Mukjizat air zamzam diberikan kepada Allah kepada Nabi Ismail ketika siti Hajar kehabisan makanan dan bersusah payah mencari air.

Atas kehendak Allah melalui Malaikat Jibril, tiba-tiba tempat Nabi Ismail muncul sebuah mata air yang cukup jernih. Sampai sekarang mata air tersebut dikenal dengan nama sumur Zamzam. Selain itu kisah juga sangat erat kaitanya dengan penyembelihan seekor hewan kurban.

Nabi Luth As

Nabi Luth adalah seorang nabi utusan Allah untuk kaum Sodom dan Gomorah. Kedua kaum tersebut memiliki perilaku seks yang menyimpang. Ketika Nabi Luth menyerukan supaya kaum tersebut meninggalkan kebiasaan buruknya, bukan perlakuan baik atau tanggapan baik yang diterima melainkan Nabi Nuh mendapatkan perlakuan buruk dari kaum Sodom.

Kaum Sodom serta pengikutnya mengusir Nabi Nuh dari tempat mereka tinggal. Atas kehendak Allah, turunlah azab bagi kaum Sodom dan Gomorah. Sebuah gempa bumi yang dahsyat serta hujan badai ditambah angin kencang.

Pada akhirnya semua bencana tersebut mampu menghancurkan serta membinasakan penduduk di kota tersebut. Namun,Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang menyelamatkan Nabi Luth beserta pengikutnya.

Nabi Ishaq As

Nabi Ishaq merupakan seorang putra dari Nabi Ibrahim serta merupakan adik dari Nabi Ismail. Dalam perjalanan hidupnya, Nabi Ishaq menemani Nabi Ibrahim untuk menyampaikan dakwah. Nabi Ishaq memiliki seorang istri yang mandul bernama Rafka binti batuil.

Namun atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala, akhirnya istri Nabi Ishaq mengandung serta melahirkan anak kembar. Lishu merupakan anak dari Nabi Ishaq yang menjadi nenek moyang bangsa Romawi. Dan Yaqub nenek moyang Bani Israil.

Nabi Yakub As

Nabi Yakub merupakan anak dari Nabi Ishaq, serta merupakan ayah dari Nabi Yusuf. Semasa hidupnya Nabi Yakub dikaruniai 12 orang anak. Sebelum Nabi Yakub wafat beliau berwasiat kepada putra-putranya untuk tetap menjalankan perintah Allah.

Nabi Yusuf As

Nabi Yusuf merupakan Seorang Nabi yang dikaruniai Allah dengan wajah yang sangat tampan. Sehingga tidak heran jika banyak kaum wanita bahkan Ibu angkatnya, yaitu Ratu Zulaiha juga tertarik kepadanya.

Bukan hanya itu saja, nabi Yusuf ternyata juga merupakan seorang penafsir mimpi yang pintar. Nabi Yusuf pernah menafsirkan mimpi dari seorang raja Mesir. Berkat kemampuannya tersebut, tidak heran, jika Nabi Yusuf sangat dihormati oleh masyarakat sekitarnya.

Nabi Ayub As

Nabi Ayub adalah seorang nabi yang sangat kaya raya. Memiliki harta melimpah, hewan ternak yang jumlahnya tidak bisa dihitung. Akan tetapi, meskipun memiliki kekayaan yang luar biasa Nabi Ayub merupakan orang yang gemar berbuat baik.

Nabi Ayub sangat tekun beribadah kepada Allah. Beliau juga senang menolong orang yang menderita terutama dari golongan fakir miskin. Kesejahteraan tersebut ternyata tidak membuat Nabi Ayub menjadi sombong. Hingga pada akhirnya mendorong iblis untuk menggoda Nabi Ayub.

Singkat cerita, Nabi Ayub diberi ujian oleh Allah SWT. Seluruh harta kekayaan yang dimiliki oleh Nabi Ayub habis terbakar. Tidak punya sampai di situ Nabi Ayub yang terserang penyakit kulit bahkan sampai 8 tahun lamanya.

Meskipun mendapatkan beragam ujian, ternyata Nabi Ayub tetap bertawakal kepada Allah. Hingga pada waktunya tiba, firman supaya Nabi Ayub menapakkan kaki yang di tanah. Tanah tersebut bisa menyembuhkan penyakit yang selama ini diterima oleh Nabi Nuh.

Nabi Syuaib As

Mukjizat telah menyelamatkan Nabi Syu’aib beserta pengikutnya dari azab allah. Allah mengazab kaum madyan yaitu tempat dimana beliau diutus untuk menyampaikan ajarannya. Karena kaum yang membangkang, Allah memberikan ujian berupa badai panas. Tidak berhenti sampai di situ, Allah melanjutkan dengan mendatangkan awan hitam dan gempa bumi yang menghanguskan kaum tersebut.

Nabi Musa As

Nabi Musa merupakan nabi yang diberikan mukjizat dari Allah berupa sebuah tongkat yang bisa berubah menjadi seekor ular. Atas bantuan dari Allah, tongkat tersebut mampu membelah laut merah. Sehingga Nabi Musa dan pengikutnya bisa selamat dari kejaran Raja Fir’aun.

Bukan hanya itu saja, Allah juga memberikan mukjizat berupa Kitab Taurat kepada Nabi Musa. Kitab Taurat ini dikenal dengan nama Perjanjian Lama, yaitu sebuah kitab yang berisi ajaran pokok 10 perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Nabi Harun As

Kisah Nabi Harun tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Musa. Nabi Harun merupakan seorang nabi yang dikaruniai kemampuan bahasa yang sangat baik. Dan kemampuan bahasa tersebut maka Nabi Musa memohon kepada Allah supaya kakaknya tersebut mendampinginya untuk menyampaikan ajaran-ajaran kepada kaum Bani Israil.

Tidak berhenti sampai di situ, Nabi Harun juga berjuang untuk memberantas berhala yang dipimpin oleh Samiri. Samiri merupakan seorang tukang sihir keturunan kerajaan Firaun.

Nabi Zulkifli As

Nabi Zulkifli merupakan seorang nabi yang selamat dari reruntuhan bangunan rumah Nabi Ayub. Nabi Zulkifli merupakan seorang anak dari Nabi Ayub. Nabi Zulkifli adalah salah satu nabi utusan Allah yang sangat terkenal memiliki kesabaran serta sifat dermawannya sangat tinggi.

Nabi Daud As

Nabi Daud merupakan Seorang nabi yang dikaruniai berbagai mukjizat dari Allah. Kitab Zabur yang diturunkan kepadanya merupakan salah satu mukjizat dari Allah. Tidak hanya itu saja, Nabi Daud juga diberi kemampuan untuk dapat mengerti bahasa burung dan memiliki suara yang sangat merdu. Bahkan Nabi Daud juga mampu melunakkan besi hanya dengan menggunakan tangan kosong.

Nabi Sulaiman As

Nabi Sulaiman juga merupakan seorang nabi yang dibekali beragam macam mukjizat dari Allah. Nabi Sulaiman memiliki kebijaksanaan yang sangat luar biasa. Selain itu, Nabi Sulaiman juga dapat mengerti dan dapat berbicara menggunakan bahasa binatang. Tidak berhenti sampai di situ saja, berkat mukjizat yang diberikan kepadanya, anginpun juga mau tunduk dan menuruti kehendak Nabi Sulaiman.

Nabi Ilyas As

Nabi Ilyas adalah utusan Allah untuk kaum Bani Israil. Kaum Bani Israel merupakan kaum yang gemar menyembah berhala berupa patung. Patung berhala tersebut diberi nama Ba’al. Akan tetapi, kaum tersebut masih mengingkari apa yang diajarkan oleh Nabi Ilyas.

Sehingga Allah menurunkan azab pedih bagi mereka. Musim kemarau yang berkepanjangan serta hujan yang tidak mampu menyentuh bumi merupakan azab yang diturunkan Allah kepada Nabi Ilyas.

Hal inilah yang menjadikan kaum Bani Israel insaf. Namun ternyata itu hanya bersifat sementara waktu. Ketika rahmat Allah sudah datang, mereka kembali ingkar atas rahmat dari Allah SWT. Hingga akhirnya Allah kembali menurunkan azabnya.

Nabi Ilyasa As

Setelah Nabi Ilyas, maka kisah selanjutnya yaitu Nabi Ilyasa. Nabi Ilyasa adalah anak angkat dari Nabi Ilyas. Nabi Ilyasa diberikan tugas untuk melanjutkan dakwah dari sang ayah untuk kaum Bani Israil. Nabi Ilyasa juga dikategorikan sebagai seorang hamba yang terbaik. Mukjizat yang diberikan kepada nabi Ilyasa yaitu beliau mampu menghidupkan orang yang sudah meninggal.

Nabi Yunus As

Nabi Yunus merupakan seorang nabi yang berusaha untuk menyebarkan ajaran Allah. Namun ternyata beliau tidak mendapatkan sambutan baik dari kaum Assyria di Ninawa. Ketika Nabi Yunus hendak melakukan perjalanan dari Ninawa, kapal yang ditumpangi terguncang angin topan. Pada saat itu sang nahkoda meminta agar salah satu dari penumpang diturunkan supaya yang lainnya terselamatkan.

Kemudian diputuskan jika Nabi Yunus akan dikorbankan, demi keselamatan penumpang lainnya. Mukjizat Allah sangat jelas kepada hambaNya, nabi Yunus dimakan seekor ikan, dan beliau masih hidup di dalam perut ikan tersebut.

Nabi Zakaria As

Nabi Zakaria adalah nabi utusan Allah untuk kaum Bani Israil yang tinggal di Palestina. Nabi Zakaria baru diberi karunia keturunan, saat usianya telah uzur atau tua. Hal ini dikarenakan Nabi Zakaria memiliki seorang istri yang mandul.

Namun Nabi Zakaria tidak menyerah, beliau selalu memanjatkan doa kepada Allah. Ternyata Allah mengabulkan dan mengirimkan Nabi Yahya, sebagai anak sebagai keturunan Nabi Zakaria itu.

Nabi Yahya As

Nabi Yahya lahir saat ayahnya, yaitu Nabi Zakaria sudah berusia lanjut. Allah membekali Nabi Yahya berupa kemampuan untuk bisa mengetahui syariat. Nabi Yahya mampu memutuskan perkara manusia sejak kecil. Nabi Yahya merupakan seorang yang sangat rajin dan gemar membaca.

Tidak hanya bisa menyelesaikan persoalan di antara manusia. Nabi Yahya juga bisa memberikan penjelasan kepada mereka mengenai rahasia-rahasia agama. Tidak hanya itu saja, beliau juga mengenalkan mereka pada jalan kebenaran serta mengingatkan, kesalahan atau kekeliruan.

Nabi Isa As

Nabi Isa merupakan seorang Nabi yang dikaruniai kitab injil dari Allah. Namun ternyata bukan hanya kitab Injil saja yang dikaruniakan kepadanya. Nabi Isa juga dapat berbicara dengan manusia lainnya saat masih berada di dalam kandungan.

Nabi Isa merupakan Seorang nabi yang lahir tanpa seorang ayah. Nabi Isa mampu membentuk tanah menyerupai bentuk seekor burung kemudian meniupnya dan tanah itu pun menjadi burung.

Tidak hanya itu saja, Nabi Isa juga mampu menghidupkan orang yang buta. Mampu menghidupkan orang yang sudah meninggal. Menghadirkan makanan makanan dari langit. Dan Nabi Isa akhirnya diangkat ke langit oleh Allah saat orang-orang Yahudi berusaha menyalibnya.

Nabi Muhammad SAW

Mukjizat yg diberikan Nabi Muhammad merupakan kemampuan yang sangat luar biasa yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad sebagai pembuktian kenabiannya. Nabi Muhammad dibekali mukjizat terbesar yaitu Al Quran Al karim.

Tidak hanya itu saja, beliau juga dikaruniakan sebuah peristiwa yang luar biasa. Israj dan Mikraj kepada Nabi Muhammad merupakan sebuah peristiwa luar biasa diberikan kepada Nabi Muhammad. Pengutusan Nabi Muhammad berbeda dengan nabi-nabi yang sebelumnya. Nabi Muhammad merupakan nabi yang diutus untuk seluruh umat. Berbeda dengan nabi dan rasul terdahulu, yang hanya khusus untuk kaum mereka pada waktu itu saja.

Demikian ulasan singkat tentang Kisah 25 Nabi & Rasul : Nama, Mujizat dan Sejarahnya (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Proses & Sejarah Masuknya Islam Di Indonesia (Bahas Lengkap)

Proses & Sejarah Masuknya Islam Di Indonesia (Bahas Lengkap) – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Sejarah Islam di Indonesia. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan bagaimana proses sejarah masuknya agama islam di indonesia. Dengan pembahasan yang singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya yuk kita simak ulasan Pengetahuan Islam berikut.

Proses & Sejarah Masuknya Islam Di Indonesia (Bahas Lengkap)

Kedatangan Islam di berbagai daerah Indonesia tidaklah bersamaan. Proses masuknya Islam ke Indonesia memunculkan beberapa pendapat.

Proses Masuknya Islam di Indonesia

Para Tokoh yang mengemukakan pendapat tentang masuk dan tersebarnya budaya serta ajaran agama Islam di Indonesia. Adapun melalui berbagai bentuk penelitian seperti yang dilakukan oleh orang-orang barat (eropa) yang datang ke Indonesia.

Karena tugas atau dipekerjakan oleh pemerintahnya di Indonesia. Sedangkan menurut sumber-sumber pendukung Masuknya Islam di Indonesia diantaranya adalah:

Berita dari Arab

Berita ini diketahui dari pedagang Arab yang melakukan aktivitas perdagangan dengan bangsa Indonesia. Pedagang Arab Telah datang ke Indonesia sejak masa kerajaan Sriwijaya (abad ke-7 M) yang menguasai jalur pelayaran perdagangan di wilayah Indonesia bagian barat termasuk Selat Malaka pada waktu itu.

Berita Eropa

Berita ini datangnya dari Marcopolo tahun 1292 M. Ia adalah orang yang pertama kali menginjakan kakinya di Indonesia, ketika ia kembali dari cina menuju eropa melalui jalan laut.

Ia dapat tugas dari kaisar Cina untuk mengantarkan putrinya yang dipersembahkan kepada kaisar Romawi, dari perjalannya itu ia singgah di Sumatera bagian utara. Di daerah ini ia menemukan adanya kerajaan Islam, yaitu kerajaan Samudera dengan ibukotanya Pasai.

Berita India

Berita ini menyebutkan bahwa para pedagang India dari Gujarat mempunyai peranan penting dalam penyebaran agama dan kebudayaan Islam di Indonesia. Karena disamping berdagang mereka aktif juga mengajarkan agama dan kebudayaan Islam kepada setiap masyarakat yang dijumpainya, terutama kepada masyarakat yang terletak di daerah pesisir pantai.

Berita Cina

Berita ini diketahui melalui catatan dari Ma Huan, seorang penulis yang mengikuti perjalanan Laksamana Cheng-Ho. Ia menyatakan melalui tulisannya bahwa sejak kira-kira-kira tahun 1400 telah ada saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal di pantai utara Pulau Jawa.

Sejarah Islam Di indonesia

Terdapat sumber-sumber dari dalam negeri yang menerangkan berkembangnya pengaruh Islam di Indonesia. Yakni Penemuan sebuah batu di Leran (Gresik). Batu bersurat itu menggunakan huruf dan bahasa Arab yang sebagian tulisannya telah rusak.

Batu itu memuat tentang meninggalnya seorang perempuan yang bernama Fatimah Binti Maimun (1028). Kedua, Makam Sultan Malikul Saleh di Sumatera Utara  yang meninggal pada bulan Ramadhan tahun 676 H atau tahun 1297 M.

Ketiga, makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang wafat tahun 1419 M. Jirat makan didatangkan dari Guzarat dan berisi tulisan-tulisan Arab.

Mengenai masuknya Islam ke Indonesia, ada satu kajian yakni seminar ilmiah yang diselenggarakan pada tahun 1963 di kota Medan, yang menghasilkan hal-hal sebagai berikut:

  • Pertama kali Islam masuk ke Indonesia pada abad 1 H/7 M, langsung dari negeri Arab.
  • Daerah pertama yang dimasuki Islam adalah pesisir sumatera Utara.

Setelah itu masyarakat Islam membentuk kerajaan Islam Pertama yaitu Aceh. Para dai yang pertama, mayoritas adalah para pedagang. Pada saaat itu dakwah disebarkan secara damai.

Perkembangan Islam di Indonesia Masa Kerajaan-Kerajaan

Islam dimulai di wilayah ini lewat kehadiran Individu-individu dari Arab, atau dari penduduk asli sendiri yang telah memeluk Islam. Dengan usaha mereka, Islam tersebar sedikit demi sedikit dan secara perlahan-lahan.

Langkah penyebaran islam mulai dilakukan secara besar-besaran ketika dakwah telah memiliki orang-orang yang khusus menyebarkan dakwah. Setelah fase itu kerajaan-kerajaan Islam mulai terbentuk di kepulauan ini. Diantara kerajaan-kerajaan terpenting adalah sebagai berikut:

Kerajaan Malaka

Malaka dikenal sebagai pintu gerbang Nusantara (803-917 H/1400-1511M). Sebutan ini diberikan mengingat peranannya sebagai jalan lalulintas bagi pedagang-pedagang asing yang berhak masuk dan keluar pelabuhan-pelabuhan Indonesia.

Letak geografis Malaka sangat menguntungkan, yang menjadi jalan silang antara AsiaTimur dan asia Barat. Setelah Malaka menjadi kerajaan Islam, para pedagang, mubaligh, guru sufi dari negeri Timur Tengah dan India makin ramai mendatangi kota bandar malaka.

Dari bandar ini, Islam di bawa ke pattani dan tempat lainnya di semenanjung seperti Pahang, Johor dan perlak.

Kerajaan Aceh

Pada abad ke-16, Aceh (920-1322 H/1514-1904 M) mulai memegang peranan penting dibagian utara pulau Sumatra. Pengaruh Aceh ini meluas dari Barus di sebelah utara hingga sebelah selatan di daerah Indrapura. Indrapura sebelum di bawah pengaruh Aceh, yang tadinya merupakan daerah pengaruh Minangkabau.

Yang menjadi pendiri kerajaan Aceh adalah Sultan Ibrahim (1514-1528), ia berhasil melepaskan Aceh dari Pidie. Aceh menerima Islam dari Pasai yang kini menjadi bagian wilayah Aceh dan pergantian agama diperkiraan terjadi mendekati pertengahan abad ke-14.

Kejayaan kerajaan Aceh pada puncaknya ketika diperintahkan oleh Iskandar Muda. Ia mampu menyatukan kembali wilayah yang telah memisahkan diri dari Aceh ke bawah kekuasaannya kembali.

Pada masanya Aceh menguasai seluruh pelabuhan di pesisir Timur dan Barat Sumatera. Dari Aceh tanah Gayo yang berbatasan di Islamkan termasuk Minangkabau. Dimasa pemerintahannya, Sultan Iskandar muda tidak bergantung kepada Turki Usmani. Untuk mengalahkan Portugis, Sultan kemudian bekerjasama dengan musuh Portugis, yaitu Belanda dan Inggris.

Kerajaan Demak

Di Jawa Islam di sebarkan oleh para wali songo (wali sembilan), mereka tidak hanya berkuasa dalam lapangan keagamaan, tetapi juga dalam hal pemerintahan dan politik, bahkan sering kali seorang raja seolah-olah baru sah seorang raja kalau ia sudah diakui dan diberkahi wali songo.

Para wali menjadikan Demak ( 918- 960 H/ 1512-1552 M) sebagai pusat penyebaran Islam dan sekaligus menjadikannya sebagai kerajaan Islam yang menunjuk Raden Patah sebagai Rajanya. Kerajaan ini berlangsung kira-kira abad 15 dan abad 16 M. Di samping kerajaan Demak juga berdiri kerajaan-kerajaan Islam lainnya seperti Cirebon, Bante dan Mataram.

Demak merupakan salah satu kerajaan yang bercorak Islam yang berkembang di pantai utara Pulau Jawa. Raja pertamanya adalah Raden Patah. Sebelum berkuasa penuh atas Demak, Demak masih menjadi daerah Majapahit. Baru Raden Patah berkuasa penuh setelah mengadakan pemberontakan yang dibantu oleh para ulama atas Majapahit.

Dapat dikatakan bahwa pada abad 16, Demak telah menguasai seluruh Jawa. Setelah Raden Patah berkuasa kira-kira diakhir abad ke-15 hingga abad ke-16, ia digantikan oleh anaknya yang bernama Pati Unus. Dan kemudian digantikan oleh Trenggono yang dilantik oleh Sunan Gunung Jati dengan gelar Sultan Ahmad Abdul Arifin. Ia memerintah pada tahun 1524-1546 dan berhasil menguasai beberapa daerah.

Kerajaan Banten

Banten (960-1096 H/1552-1684 M) merupakan kerajaan Islam yang mulai berkembang pada abad ke-16, setelah pedagang-pedagang India, Arab, persia, mulai menghindarai Malaka yang sejak tahun 1511 telah dikuasai Portugis.

Dilihat dari geografinya, Banten, pelabuhan yang penting dan ekonominya mempunyai letak yang strategis dalam penguasa Selat Sunda, yang menjadi urat nadi dalam pelayaran dan perdagangan melalui lautan Indoneia di bagian selatan dan barat Sumatera.

Kepentingannya sangat dirasakan terutama waktu selat Malaka di bawah pengawasan politik Portugis di Malaka. Tentang keberadaan Islam di Banten, Tom Pires menyebutkan, bahwa di daerah Cimanuk, kota pelabuhan dan batas kerajaan Sunda dengan Cirebon, banyak dijumpai orang Islam.

Ini berarti pada akhir abad ke-15 M diwilayah kerajaan Sunda Hindu sudah ada masyarakat yang beragama Islam.66 Karena tertarik dengan budi pekerti dan ketinggian ilmunya, maka Bupati Banten menikahkan Syarif Hidayatullah dengan adik perempuannya yang bernama Nhay Kawunganten. Dari pernikahan ini

Syarif Hidayatullah dikaruniai dua anak yang diberi nama Ratu winaon dan Hasanuddin. Tidak lam kemudian, karena panggilan uwaknya, Cakrabuana, Syarif Hidayatullah berangkat ke Cirebon menggantikan uwaknya yang sudah tua. Sedangkan tugas penyebaran Islam di Banten diserahkan kepada anaknya yaitu Hasanuddin.

Kerajaan Goa (Makasar)

Kerajaan yang bercorak Islam di Semenanjung Selatan Sulawesi adalah Goa-Tallo (1078 H/1667 M), kerajaan ini menerima Islam pada tahun 1605 M. Rajanya yang terkenal dengan nama Tumaparisi-Kallona yang berkuasa pada akhir abad ke-15 dan permulaan abad ke-16.

Kerajaan Goa-Tallo menjalin hubungan dengan Ternate yang telah menerima Islam dari Gresik/Giri. Penguasa Ternate mengajak penguasa Goa-tallo untuk masuk agama Islam, namun gagal. Islam baru berhasil masuk di Goa-Tallo pada waktu datuk ri Bandang datang ke kerajaan Goa-Tallo. Sultan Alauddin adalah raja pertama yang memeluk agama Islam tahun 1605 M.

Kerajaan Maluku

Kerajaan Maluku terletak dibagian daerah Indonesia bagian Timur. Kedatangan Islam keindonesia bagian Timur yaitu ke Maluku, tidak dapat dipisahkan dari jalan perdagangan yang terbentang antara pusat lalu lintas pelayaran Internasional di Malaka, Jawa dan Maluku.

Diceritakan bahwa pada abad ke-14 Raja ternate yang keduabelas, Molomateya, (1350-1357) bersahabat baik dengan orang Arab yang memberikan petunjuk bagaimana pembuatan kapal-kapal, tetapi agaknya bukan dalam kepercayaan. Menurut tradisi setempat, sejak abad ke-14 Islam sudah datang di daerah Maluku.

Pengislaman di daerah Maluku, di bawa oleh maulana Husayn. Hal ini terjadi pada masa pemerintahan Marhum di Ternate. Raja pertama yang benar-benar muslim adalah Zayn Al- Abidin (1486-1500), Ia sendiri mendapat ajaran agama tersebut dari madrasah Giri.

Zainal Abidin ketika di Jawa terkenal sebagai Raja Bulawa, artinya raja cengkeh, karena membawa cengkeh dari Maluku untuk persembahan. Sekembalinya dari jawa, Zainal abidin membawa mubaligh yang bernama Tuhubabahul. Yang mengantar raja Zainal Abidin ke Giri yang pertama adalah Jamilu dari Hitu. Hubungan Ternate, Hitu dengan Giri di Jawa Timur sangat erat.

Demikian ulasan tentang Proses & Sejarah Masuknya Islam Di Indonesia (Bahas Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Inilah Tokoh Islam Berjasa Dari Dunia Hingga Nusantara Lengkap

Inilah Tokoh Islam Berjasa Dari Dunia Hingga Nusantara Lengkap – Pada kesempatan ini akan membahas mengenai Tokoh Islam Nusantara. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan bagaimana kisah tokoh islam yang berjasa mulai dari jaman awal islam sampai masuk di Nusantara. Untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Agama Islam telah begitu lama hadir di bumi. Dengan begitu, tentu saja ada banyak sekali tokoh Islam yang telah tercatat dalam sejarah. Tidak hanya yang ada di seluruh penjuru dunia, namun juga yang berasal dari Indonesia.

Tidak hanya laki-laki tetapi juga yang bergender perempuan. Nah, untuk mengetahui siapa saja tokoh hebat tersebut, simak ulasan berikut ini.

Inilah Tokoh Islam Berjasa Dari Dunia Hingga Nusantara Lengkap

Sepanjang Sejarah Islam, tentu saja sudah banyak sekali tokoh yang patut di teladani. Nah, kali ini akan di bahas beberapa tokoh muslim dalam beberapa kategori sebagai berikut.

Khulafaur Rasyidin

Ada banyak sekali tokoh Muslim yang sangat patut di teladani di masa Rasulullah di sepanjang sejarah Islam ini. Adapun yang sangat terkenal diantaranya tentu saja adalah khulafaur Rasyidin.

Ke empat khalifah ini tidak hanya kompeten dan teladan di bidang keagamaan dan kepemimpinan, tetapi juga mereka sangat dekat serta begitu mencintai Rasulullah.

Tokoh Muslim di bidang keilmuan

Di bidang keilmuan, pada masa setelah kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, khususnya di masa Daulah Bani Abbasiyah.

Dalam sejarah Islam sudah di nyatakan bahwa kala itu banyak sekali penemuan dalam bidang keilmuan. Bahkan, Islam yang ada di dunia Timur pernah menjadi salah satu kiblat pengetahuan dunia sehingga tokohnya pun bisa disebut tokoh Islam dunia.

Sedangkan tokoh-tokoh terkenal lainnya adalah seperti Ibnu Sina di bidang kedokteran dan filsafat dan alkhawarizmi di bidang Matematika dengan teori Al-Jabarnya. Selain itu ada juga nama dari Jabir Bin Hayyan sebagai ahli fisika. Di samping itu masih ada lagi Al-Kindi yang merupakan seorang filsuf dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pemimpin Islam sebagai tokoh muslim bersejarah

Tidak hanya dalam bidang keilmuan, ternyata ada banyak pemimpin Islam yang megukir sejarah besar hingga menjadi tokoh tak terlupakan.

Diantaranya seperti Abu Ja’far Al-Mansyur yang merupakan juru taktik berdirinya daulah Bani Abbasiyah. Kemudian ada juga seorang pahlawan Islam bernama Nuruddin Zanki yang berhasil mengusir tentara salib dari Palestina di masanya.

Setelah generasi Nuruddin Zanki, baru munculah Sholahuddin Al-Ayubi yang begitu terkenal sebagai pembebas Yerussalem dan berhasil menjadi panglima hebat dengan ekspansi wilayah yang tinggi.

Namun, sejarah juga perlu mencatat bahwa keberhasilan Shalahuddin ini tidak lepas dari peran dan bimbingan yang senantiasa di berikan oleh Nuruddin Zanki, yang merupakan seniornya.

Tokoh Islam Di Nusantara

Sebagaimana kita ketahui Islam telah menyebar keseluruh wilayah di Indonesia. Perkembangan islam di Indonesia berlangsung selama berabad-abad dan masih menjadi agama terbesar hingga saat ini.

Sejauh ini, tentu saja sangat banyak tokoh Islam Nusantara yang masuk dalam daftar tokoh penting. Baik dalam pengembangan Islam di Nusantara sendiri, maupun dalam jasanya terhadap Nusantara selama tinggal di tanah ini.

Jika berbicara lebih lanjut tentang tokoh islam di Nusastara, khususnya untuk pulau jawa, tentu saja yang sangat terkenal adalah Walisongo.

Walisongo ini merupakan kumpulan 9 wali yang menyebarkan Islam di tanah Jawa. Mereka juga lah yang telah membantu Raden Patah untuk merebut tanah Majapahit hingga akhirnya berdirilah kesultanan Demak.

Selain Walisongo, tentu saja masih banyak lagi tokoh Islam setelah da sebelum itu. Katakan saja seperti raja-raja Islam dan orang-orang yang telah ikut andil dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. Bahkan, predisen RI yang pertama bisa juga di sebut dengan salah satu tokoh Nasional dalam Islam.

Dalam hal intelektual keagamaan, masih ada lagi tokoh Islam yang sangat berperngaruh dalam berbagai bidang.

Contohnya saja HAMKA yang merupakan mufasir terkenal dengan tafsir Al-Azharnya di masa itu. Termasuk juga Qurasih Shihab yang berhasil menerbitkan tafsir Mishbah dan memudahkan umat Islam di Indonesia memperljari Ilmu Tafsir.

Selanjutnya, untuk generasi akhir-akhir di semua bidang, masih ada lagi tokoh Islam Indonesia yang sangat terkenal yakni KH. Abdurrahman Wahid yang biasa di kenal dengan Gus Dur.

Beliau adalah salah satu tokoh multi talenta yang memiliki banyak keahlian dan begitu teladan. Beliau juga merupakan contoh muslim yang tak pandang apa pun terhadap sebuah keadilan.

Tokoh Islam Modern

Di masa modern ini, ada beberapa tokoh Islam yang telah melakukan pembaharuan. Dan kali ini ada beberapa nama yang masuk daftar tokoh Islam Modern ternama sebagaimana berikut.

  • Muhammad Abdul Wahab

Beliau merupakan tokoh pembaharuan Islam yang pertama. Muhammad Abdul Wahab adalah oarang yang berasal dari Makkah dengan beragam ajarannya.

  • Jamaluddin Al Afghani

Tokoh selanjutnya ini juga memiliki sumbangan penting bagi dunia Islam modern. Diantaranya adalah gagasannya yang mampu mengilhami kaum muslimi di Iran, Meski, Turki, dan India.

  • Muhammad Abduh

Muhammad Abduh ini merupakan guru dari seorang pembaharu muslim juga bernama Rasyid Ridha. Dalam perjalannya, mereka sempat berkunjung ke Eropa di beberapa negara. Mereka pun begitu terkesan dengan perjalanan tersebut.

  • Toha Husein

Tokoh yang satu ini merupakan tokoh yang sangat mendukung gagasan dari Muhammad Ali Pasha. Dan berkaitan dengan modernisme, beliau sangatlah gigih di dalamnya.

Tokoh Islam Wanita

Tidak hanya laki-laki yang merupakan orang-orang hebat dalam Sejarah Isalm. Sejauh ini, Anda perlu juga mengenal beberapa tokoh Islam wanita ternama sebagaimana berikut.

  • Khadijah Binti Khuwaylid

Khadijah adalah Istri pertamaaa Rasulullah yang merupakan wanita hebat dengan berbagai kemampuannya. Baliau mampu adalah seorang pedagang yang sukses. Dan pada masa kenabiannya, beliaulah yang setia mendampingi dan melindungi sang Rasul.

  • Aisha Binti Abu Bakar

Istri Rasulullah selanjutnya yang tidak kalah hebat adlaah Aisyah. Beliau memiliki kecerdasan yang sangat tinggi. Hingga beliau merupakan salah seorang perawi hadits yang terkenal.

  • Rabi’ah Al-Adawiyah

Terakhir ada nama Rabi’ah Aladawiyah. Beliau awalnya merupakan seorang budak yang telah bebas. Akan tetapi, beliau memiliki keahlian mistik yang tinggi. Beliau juga merupakan sufi yang ceritanya tentangnya tersohor di mana-mana.

Tokoh Islam Liberal

Jika berbicara tentang tokoh Islam liberal, tidak dapat di pungkiri jika banyak sekali tokoh yang bisa masuk kriteria. Namun, kali ini hanya akan di bahas 3 tokoh terkenal diantaranya saja.

  • Ali Abd Razaq

Ali Abd Razaq ini, bagi orang muslim merupakan orang yang tidak jauh berbeda dari Mustafa Kemal At-Taturk. Bahkan mereka menganggap dia lebih buruk. Beliau juga telah menerbitkan buku-buku yang mendukung setiap tindakan Mustafa Kemal.

  • Muhammad Arkoun

Muhammad Arkoun adalah salah satu tokoh muslim liberal yang lahir di Afrika, tepatnya di Aljazair. Setelah proses pendidikannya sudah mencapai kesuksesannya hingga sudah banyak di undang di berbagai universitas di Prancis.

  • Fazlur Rohman

Tokoh terakhir yang akan di bahas di sini adalah Fazlur Rohman. Kalau nama ini, tentu saja juga sangat lekat di dunia pendidikan Islam. Karya-karyanya yang bersangkutan dengan alqur’an dan hadist. juga banyak sekali di gemari di dunia akademik.

Demikian uraian tentang Inilah Tokoh Islam Berjasa Dari Dunia Hingga Nusantara Lengkap. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.