√ Inilah Permulaan Asal Usul Agama Islam (Pembahasan Lengkap)

Inilah Permulaan Asal Usul Agama Islam (Pembahasan Lengkap) – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Permulaan Agama Islam. Yang mana menjelaskan asal usul permulaan agama islam dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan berikut ini.

Inilah Permulaan Asal Usul Agama Islam (Pembahasan Lengkap)

Berbicara tentang asal usul agama Islam, tidak dapat hanya dengan mengaitkannya dengan kehidupan Nabi Muhammad Saw. Peristiwa turunnya wahyu pertama kali, kepada Nabi Muhammad Saw., di Gua Hira, bukanlah awal dari munculnya agama Islam.

Dalam kajian yang dijelaskan oleh Cak Nun dan Kiai Kanjeng, bahwa peristiwa tersebut bukanlah awal dari munculnya agama Islam, melainkan awal dari kesempurnaan Islam.

Hal itu merupakan penjelasan yang sangat masuk akal, karena para nabi dan rasul sebelumnya, bukan berarti tidak Islam. Pun Rasulullah Saw. bukan berarti tidak Islam sebelum menerima wahyunya.

Padahal Rasulullah SAW. sebelumnya, sudah menjadi manusia yang kamil, manusia yang sempurna. Allah juga tidak mungkin menciptakan sesuatu yang sifatnya tidak Islam. Kun, maka Islam berlangsung, baik di bumi, di langit, maupun di antaranya. Segalanya. Islam bukanlah benda, melainkan perilaku. Perilaku agar selamat di depan Allah SWT.

Sejarah Lahirnya Agama Islam di Arab

Masih sama dengan penjelasan singkat yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa peristiwa turunnya wahyu pertama, adalah awal dari kesempurnaan Islam. Jadi penjelasan selanjutnya bukanlah sejarah lahirnya agama Islam di Arab, melainkan sejarah awal kesempurnaan agama Islam di Arab.

Jadi, dapat diartikan, bisa jadi Islam telah ada di wilayah yang lain, walau belum sempurna. Perlu kita ingat, bahwa jumlah nabi sangatlah banyak.

Sejarah awal kesempurnaan agama Islam di Arab, adalah dimulai sejak Nabi Muhammad Saw. mendapatkan wahyu pertama di Gua Hira, pada 17 Ramadhan tahun 13 sebelum hijriyah, atau lebih tepatnya pada tanggal 6 Agustus 610 masehi. Kalam Allah yang pertama turun, melalui malaikat Jibril, adalah Surat al-Alaq ayat 1 sampai dengan 5. Iqra, bacalah.

Sepulang dari Gua Hira, Nabi Muhammad SAW. menceritakan tentang apa yang telah dialami kepada Khadijah. Setelah Rasulullah Saw. tenang, Khadijah pergi untuk menemui salah satu keluarganya, yaitu Waraqah, paman Khadijah, untuk menceritakan dan menanyakan perihal apa kira – kira yang terjadi. Waraqah sendiri adalah seorang Nasrani dan memiliki banyak pengetahuan tentang naskah kuno.

Dari keterangan Waraqah, dapat disimpulkan bahwa yang datang itu adalah Namus, sebutan lain Jibril. Waraqah juga memberi tahu Khadijah, bahwa akan datang masa ketika suaminya akan diusir dari kampungnya sendiri. Surat al-Muddatsir turun, ketika Rasulullah Saw. sedang tidur. Sejak saat itu, dimulailah dakwah Rasulullah Saw. untuk menyebarkan agama Islam.

Asal Usul Agama Islam di Indonesia

Seperti yang sudah disampaikan di banyak literatur, bahwa ada tiga teori asal usul agama Islam di Indonesia, yaitu teori Gujarat, Persia, dan Arab.

  1. Teori Gujarat

Dicetuskan pertama kali oleh Pijnappel, namun yang lebih terkenal adalah Snouck Hurgronje.

  1. Teori Persia

Hal yang menjadi sorotan dari teori ini adalah karena ada beberapa budaya yang sama dengan Persia. Seperti tradisi Tabut di Sumatera Barat untuk memperingati hari wafatnya cucu Rasulullah Saw., Hasan dan Husein. Di Persia juga ada tradisi ini, dan diperingati setiap tanggal 10 Muharam.

  1. Teori Arab

Pada dasarnya, teori ini menentang dua teori sebelumnya. Karena yang diyakini oleh teori ini, bahwa Islam masuk ke Indonesia sudah sejak sekitar abad ke-7, bukan abad ke-12 atau ke-13. Ada beberapa hal yang menjadi penguatnya, salah satunya adalah sumber dari literatur Cina, menyebutkan bahwa sudah berdirinya pekojan di pesisir pantai Sumatera menjelang seperempat abad ke-7.

Chiu T’hang Shu, kitab sejarah Cina, menyebutkan bahwa, Cina pernah kedatangan kunjungan diplomatik dari orang Arab (Tan mi mo ni’), yang berasal dari daulah islam kepemimpinan Utsman bin Affan.

Perjalanan – perjalanan ini sebenarnya telah dilakukan oleh para pengembara, pelayar, dan pedagang dari Arab maupun Timur Tengah, jauh sebelum penjelajah Eropa melakukan ekspedisinya. Biasanya, orang – orang Arab ini tidak hanya berlayar ke Cina, namun juga termasuk singgah di wilayah nusantara.

Beberapa catatan menyebutkan, duta – duta dari Timur Tengah, seperti duta dari Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, sempat mengunjungi wilayah Zabaj atau Sribuza. Zabaz atau Sribuza tak lain adalah Kerajaan Sriwijaya.

Aja’in al Hind, karya Buzurg bin Shahriyar al Ramhurmuzi, tahun 1000, menyebutkan bahwa sudah ada pekojan, atau perkampungan muslim, di wilayah Kerajaan Sriwijaya. Ternyata, Kerajaan Sriwijaya memiliki hubungan diplomatik dengan kekhalifahan, hingga masa khalifah Umar bin Abdul Azis.

Azyumardi Azra mengutip dari buku Al Iqd al Faris, karya Ibn Abd Al Rabbih, bahwa Sri Indravarman, sebagai raja Kerajaan Sriwijaya waktu itu, menuliskan surat kepada khalifah Umar bin Abdul Azis.

Intinya Sri Indravarman meminta untuk mengirimkan seseorang yang dapat mengajarkan kepadanya agama Islam beserta hukum – hukumnya. Hubungan diplomatik tersebut diperkirakan terjadi pada 100 hijriyah, atau pada tahun 718 masehi.

Selain Sriwijaya, daerah lain seperti Aceh dan Minangkabau, juga menjadi tempat untuk memperluas dakwah Islam. Pada periode ini, Islam tidak hanya sebatas masuk pada dunia perdagangan, namun juga merambah ke dunia politik dan tata negara. Seiring berdirinya Kerajaan Perlak dan Samudera Pasai.

Asal Usul Agama Islam di Jawa

Penyebaran agama Islam, tidak hanya berproses di Pulau Sumatera, melainkan juga terproses di tanah Jawa, dengan waktu yang kurang lebih bersamaan. Menurut Prof. Hamka, asal usul agama Islam di Jawa, yaitu ketika sahabat Rasulullah, yaitu Muawiyah bin Abu Sofyan, diam – diam melanjutkan perjalanannya hingga ke Jawa, di tengah misinya menjadi duta untuk Cina.

Beliau menyamar sebagai seorang pedagang dan melakukan pengamatan. Tempat yang didatangi kala itu adalah Kerajaan Kalingga. Sejak itu, agama Islam berproses, hingga ke masa Wali Songo. Wali Songo memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa, terlebih lagi, dalam menanamkan pondasi pemerintahan Islam.

Selain Kerajaan Demak, yang kala itu menjadi kerajaan besar bercorak Islam di tanah Jawa, wilayah Giri di Gresik Jawa Timur yang dipimpin oleh Sunan Giri.

Keberadaan sunan Giri juga tidak dapat dilepaskan kontribusinya, dalam penyebaran agama Islam. Sunan Giri, atau Raden Paku, atau Maulana Ainul Yaqin ini, membangun wilayah Giri menjadi pusat dakwah dan tempat kader – kader pendakwah ditempa.

Begitu kuatnya pengaruh agama dari wilayah Giri, Kerajaan Majapahit yang saat itu menguasai tanah Jawa, tidak dapat menghapusnya. Selang waktu berlalu dan Majapahit melemah, Kerajaan Demak berdiri.

Bergiilir setelah Kerajaan Demak runtuh, berdirilah Kesultanan Pajang, yang kemudian jatuh ke Kerajaan Mataram.

Wilayah Giri tetap memiliki perannya sendiri, walaupun berdiri pemerintahan Islam yang baru. Saat Kerajaan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung, kerajaan ini tidak lagi memegang prinsip Islam.

Sehingga membuat wilayah Giri menentukan sikap dan mendukung Bupati Surabaya berontak pada Kerajaan Mataram.

Kedatangan penjajah Belanda, membuat kekuatan Islam melemah. Walaupun demikian, Islam yang telah tertanam dengan semangat jihadnya di tanah Jawa, menggerakkan banyak perlawanan terhadap penjajah. Perlawanan ini tidak hanya terjadi di Jawa, namun juga terjadi di berbagai wilayah di nusantara.

Demikianlah ulasan tentang Inilah Permulaan Asal Usul Agama Islam (Pembahasan Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Proses Penyebaran Agama Islam Oleh Rasulullah SAW (Lengkap)

Proses Penyebaran Agama Islam Oleh Rasulullah SAW (Lengkap) – Adapun dalam proses Penyebaran Agama Islam Oleh Rasulullah SAW dibagi menjadi dua macam, yaitu dakwah secara sembunyi – sembunyi, dan secara terang – terangan. Pada awal – awal misi kenabian, Rasullullah Saw. mendakwahkan kalam Allah kepada orang – orang terdekat, seperti keluarga dan rekan – rekan.

Proses Penyebaran Agama Islam Oleh Rasulullah SAW (Lengkap)

Orang yang pertama kali mengikuti ajaran Rasulullah Saw adalah Khadijah, disusul kemudian sepupu Rasulullah Saw, yaitu Ali bin Abu Thalib, Abu Bakar ash-Shidiq, Zaid, dan Ummu Aiman. Kemudian disusul sahabat – sahabat Nabi, seperti Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqasah, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Beberapa waktu kemudian, Rasulullah Saw. mulai mendakwahkan ajaran Ilahi secara terang – terangan, kepada penduduk Makkah, maupun penduduk dari luar Makkah, yang menyempatkan berkunjung ke Makkah.

Banyak sekali hambatan yang dihadapi Rasulullah Saw, karena cukup sulit mengentaskan mereka yang telah membuat Makkah menjadi pusat kunjungan penyembah berhala. Lebih jelasnya yuk simak ulasan Pengetahuan Islam berikut.

Proses Penyebaran Agama Islam Melalui Pendidikan

Akal dan Islam sendiri, memiliki hubungan yang erat. Islam memerintahkan manusia, agar terus mencari ilmu pengetahuan, dan mengembangkannya.

Perintah ini juga sudah ada di dalam al-Quran, seperti pada Surat al-Alaq dan Surat Shad ayat 29. Dalam suatu hadits, Rasulullah menyerahkan pada akal manusia untuk mengurus urusan dunia yang bersifat detail dan teknis.

Islam telah dan selalu menganjurkan, mendorong, bahkan memerintahkan manusia untuk selalu menggunakan akalnya untuk berpikir.

Selain menjadi salah satu sarana mengenal Allah, dengan tidak berpikir, akan mudah membuat diri jatuh ke dalam hal – hal yang keji dan dimurkai Allah. Seperti jatuh ke dalam hal yang musyrik, menyekutukan Allah, dan menyesatkan manusia yang lainnya.

Pada masa al-Khulafa ar-Rasyidin, maupun khilafah setelahnya, banyak ilmuwan – ilmuwan Muslim yang memiliki kontribusi besar, terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Peran mereka sekaligus sebagai media penyebaran agama Islam melalui pendidikan, baik itu di wilayah kekuasaan khilafah, maupun wilayah sekitarnya. Contohnya saja daulah Islam yang ada di Andalusia kala itu. Pengaruh ilmu pengetahuannya, dapat mengentaskan Eropa yang kala itu masih terbelakang.

Ilmuwan – ilmuwan Muslim itu berkontribusi pada banyak bidang ilmu, contohnya:

  • Ibnu Sina, berjasa pada bidang ilmu medis
  • Al Khawarizmi pada bidang ilmu matematika
  • Ibnu Rusyd yang memiliki pengetahuan ensiklopedik
  • Al mawardi, Zaid bin Ali, Abu Hanifah, Ibnu Taimiyah di bidang bidang ilmu ekonomi

Dan masih banyak ilmuwan Muslim yang belum disebutkan, yang kontribusinya tidak kalah penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Proses Penyebaran Agama Islam Melalui Tasawuf

Tasawuf adalah ajaran untuk mendekatkan diri dan mengenal Allah SWT, serta menemukan kesejatian. Dalam tasawuf, tidak ada wujud lain selain wujud-Nya, ke mana pun memandang, di sana lah wajah Allah akan nampak.

Segalanya, baik di bumi maupun di langit, hanya ada satu wujud sejati dan hakiki. Allah, atau lebih tepatnya, Pemilik Nama Allah. Konsep ini lebih dikenal dengan Wahdah al-Wujud (Kesatuan Wujud).

Ilmu tasawuf sendiri baru berkembang setelah masa sahabat dan tabiin. Sebelum itu, ilmu tasawuf belum terlalu diperlukan, karena kala itu, mereka adalah orang – orang yang ahli ibadah, ahli taqwa, dan ahli wara.

Mereka saling berlomba untuk meneladani segala aspek dari Rasulullah Saw., otomatis mereka adalah seorang sufi, yang hidupnya hanya untuk Tuhan.

Berdasarkan data historis, sebenarnya, tasawuf bukanlah ilmu baru dalam Islam. Justru tasawuf itu sendiri adalah bagian dari maqam ihsan, sementara ihsan adalah salah satu dasar agama, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan. Jadi, asal usul penyebaran agama Islam melalui tasawuf, bukanlah dari berbagai filsafat sesat maupun sumber kuno.

Tokoh – tokoh dalam hal ini di antaranya adalah Abu Hamid al-Ghazali, Abdul Qadir al-Jazairi, Ibnu Athaillah as-Sakandari, Abdul Qadir al-Jailani, Abdul Wahab asy-Sya’rani, Abu Ali ats-Tsaqafi, Abu Madyan, Ahmad Zaruq, Ali al-Khawas, dan Syaikh Muhammad al-Hasyimi.

Penyebaran Agama Islam melalui Kesenian

Kesenian menjadi salah satu media penyebaran agama Islam. Kesenian lokal yang berpadu dengan agama Islam, akan memiliki ciri khasnya sendiri. Ciri khas itu pun akan berbeda, antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya.

Penyebaran agama Islam melalui kesenian yang dimaksud, dapat berupa seni bangunan, tari, musik, pahat, dan sastra. Dengan begitu, Islam dapat mudah dipahami oleh masyarakat lokal.

Islam yang berpadu dengan seni – seni tersebut, hingga sekarang, masih ada yang dapat dilihat dan dinikmati bukti fisiknya, baik itu yang masih dalam keadaan utuh, maupun tidak. Namun setidaknya, hal itu memberi bukti, bahwa Islam dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Ada tiga teori masuknya agama Islam di Indonesia yang terkenal, yaitu Teori Gujarat, Persia, dan Arab. Perbedaan tiga teori tersebut, kurang lebih, terletak pada tahun masuknya ke Indonesia, tokoh yang mendukung, dan pembawa agama Islam tersebut masuk ke Indonesia.

Walaupun dalam proses berbeda, kesamaan dari tiga teori itu, mereka sama – sama masuk ke Indonesia lewat perdagangan dan misi dakwah itu sendiri.

Dengan adanya Penyebaran agama Islam di Indonesia, kerajaan maupun kesultanan bercorak Islam mulai bermunculan, mulai dari wilayah Indonesia bagian barat hingga timur. Kehadiran kerajaan maupun kesultanan ini, semakin memperkuat misi dakwah Islam.

Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Berdasarkan runtut sejarah yang masih ada dan berlaku. Anda dapat melihat uraian singkat mengenai saluran penyebaran agama Islam di Indonesia berikut ini:

  1. Perdagangan

Sebelumnya, terdapat kerajaan – kerajaan bercorak Hindu – Buddha besar yang memiliki pelabuhan internasional yang ramai. Setelah para pedagang Muslim ini masuk, hubungan kerajaan – kerajaan lokal ini tidak hanya sekedar hubungan perdagangan, melainkan merambah hingga ke menjalin hubungan diplomatik.

Korespondensi raja Kerajaan Sriwijaya, Sri Indravarman, dengan Umar bin Abdul Azis kala itu, menjadi salah satu bukti bahwa telah adanya hubungan luar negeri dengan daulah Islam.

  1. Pernikahan

Pedagang – pedagang Muslim banyak yang menetap di Indonesia. Bahkan sekitar abad ke-7, sudah banyak pekojan di tanah Sumatera. Di antara mereka akhirnya juga ada yang menikah dengan penduduk pribumi.

Misi dakwah Islam akan semakin menyebar, ketika pedagang ataupun pengembara Muslim itu menikah dengan keluarga bangsawan. Contohnya adalah pernikahan antara Maulana Ishaq dengan putrid dari Raja Blambangan, yang akhirnya melahirkan Sunan Giri.

  1. Tasawuf

Tasawuf adalah ajaran untuk lebih mendekat dan mengenal Allah. Tokoh yang berperan dalam penyebaran ajaran ini di Indonesia contohnya adalah Syekh Siti Jenar.

  1. Pendidikan

Penyebaran agama Islam melalui pendidikan di Indonesia, dilakukan di pesantren – pesantren atau pusat dakwah. Salah satu wilayah yang memiliki peran besar dalam hal ini adalah wilayah Giri di Gresik Jawa Timur, yang dipimpin oleh Sunan Giri.

  1. Seni dan Budaya

Agar ajaran agama Islam itu diterima oleh penduduk lokal, maka para pendakwah banyak mengkolaborasikan ajaran Islam dengan seni maupun budaya lokal yang sudah ada. Contohnya adalah seni wayang. Sunan Kalijaga dan Sunan Panggung memanfaatkan salah seni ini untuk mensyiarkan ajaran agama Islam.

  1. Dakwah

Penyebaran agama Islam melalui dakwah, dilakukan oleh para ulama. Di tanah Jawa, ulama – ulama ini dikenal dengan sebutan Wali Songo.

Perjuangan dalam proses masuknya Islam awal-awalnya sangat susah di indonesia karena sebelumnya Indonesia sudah berkembang adanya budaya atheisme dan agama Hindu Budha yang sudah dianut oleh sebagian masyarakat Indonesia. Namun berkat kegigihan para ulama dan 9 Wali pada waktu dahulu.

Demikian informasi tentang Proses Penyebaran Agama Islam Oleh Rasulullah SAW (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.