√ Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya

Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya

Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya – Marah merupakan hal atau perkara yang bersifat manusiawi. Setiap orang pasti pernah merasakan marah. Dari waktu ke waktu yang mana kita pun tak luput dari perasaan yang kuat ini. Untuk lebih jelasnya silahkan simak uraian Pengetahuan Islam berikut ini.

Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya

Penyebab marah pun bisa beragam dan umumnya disebabkan oleh frustasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, curiga, dan ancaman.

Meskipun ketika meluapkan bisa merasa lega setelah marah. Namun kadang-kadang perasaan lega itu hanya berlangsung pendek. Sehingga, tanpa kita sadari hal itu telah berdampak baik secara psikologis maupun biologis.

Definisi Marah

Menurut E. Kristi Poerwan seorang Psikolog menyatakan bahwa setidaknya ada dua poin yang membuat marah menjadi konstruktif.

Menurutnya Kedua Poin tersebut adalah:

  1. Haruslah karena alasan yang tepat, bukan karena factor subjektif

Banyak kasus kemarahan timbul di lingkungan keluarga, misalnya suami marah secara berlebihan karena merasa tidak dihargai pleh istrinya. Padahal ini hnaya pandangan subjektif sang suami.

  1. Marah haruslah terkendali

Marah yang membabi buta, bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dampak dari Marah

Beberapa fakta mengungkapkan bahwa marah ternyata mempunyai dampak yang besar terhadap kesehatan.

Amarah yang berasal dari bagian otak yang sangat tua dan biasanya berlangsung hanya selama satu hingga dua detik saja. Tetapi bisa juga dapat berlangsung dalam jangka waktu Panjang.

  1. Gejala Biologis

Berdasarkan gejala biologis, marah hanya akan berakibat buruk bagi kesehatan.

Orang yang dalam kondisi sedang marah akan mengalami tekanan darah yang meningkat, hormone stress meningkat, napas jadi pendek dan jantung berdebar.

Marah juga akan membuat badan menjadi gemetar, pupil pada mata berkontraksi dengan tidak teratur, kekuatan fisik akan meningkat, cara bicara dan gerak lebih cepat dan sering lebih sensitif. Tanda tersebut ini akan mengakibatkan pergerakan sel dan hormon dalam tubuh menjadi tidak normal.

  1. Gejala Psikologis

Demikian pula gejala psikologis dari orang yang marah. Marah akan menjadikannya rentan akan terkena penyakit hati, yang ujungnya akan berdampak pada kesehatan fisiknya.

Orang marah akan dipengaruhi sifat kritis, pendengki, pendiam, tingkah lakunya agresif, cemburuan, percaya diri rendah, mudah menilai orang dengan negative, selalu tak enak perasaannya, depresi, gelisah, lesu dan mudah Lelah.

Begitu besar dan hebatnya dampak negative dari emosi marah ini. Bukan saja untuk diri orang yang marah, tetapi juga terhadap orang lain.

Marah yang meledak-ledak akan cenderung menjadikan pelakunya berlaku destruktif dan merusak. Marah yang dibiarkan meluap tersebut, berasal dari godaan setan. Apabila hal itu dituruti maka akan menjauhkan seseorang dari mengingat tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Marah yang demikian merupakan bara api yang ditiupkan setan ke dalam hati anak Adam. Sebagaimana Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya, amarah itu dari setan.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Bila marah sudah merasuk ke dalam hati, maka setan akan lebih mudah menganggunya. Setan akan mengajaknya pada ranah kesesatan, bahkan kemudian akan menjadikannya sebagai sahabatnya. Oleh karena itu, pada kondisi marah harus segera diatasi.

Cara Mengendalikan Marah

Lantas, Apa yang harus dilakukan pada saat marah?

Dalam Islam tidak menafikan adanya marah ini, karena marah merupakan fitrah yang diciptakan Allah untuk manusia. Islam hanya mengarahkan kepada kita dalam menghadapi sifat emosional kita itu.

Pada saat marah, Islam mengarahkan untuk menyingkapi kondisi tersebut dengan bijak. Tidak memendamnya ke dalam hati sehingga akan menimbulkan berbagai penyakit. Juga tidak pula membiarkannya menjadi meluap tanpa kontrol hingga merusak.

Akan tetapi, hendaknya kita dapat mengendalikan emosi marah ini dengan dua cara, yaitu:

  1. Membaca doa istiadzah untuk menutup pintu masuk setan

Bacaan Doa Istiadzah

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A’uudzu billahi minas- syaithanir- rajiim”.

Artinya:

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”.

Sebagaimana Rasulullah telah bersabda:

“Sungguh, aku akan mengajari suatu kalimat, yang apabila ia mengucapkannya maka akan hilang apa yang ia dapatkan (marah). Jika ia membaca, ‘Auudzubillahi minasy- syaitaanir- rajiim’, niscaya hilanglah apa yang ia dapatkan.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Dengan doa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan dan kejahatan setan. Dengan membaca doa istiadzah ini, maka setan akan menyingkir dan lari sehingga ia tidak mampu lagi mengobarkan bara api amarah mereka di hati kita.

  1. Membaca doa ketika marah agar ingat kepada Allah

Kita dapat membaca doa ketika marah yang diajarkan Rasulullah.

Bacaan Doa Ketika Marah

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Allahummaghfirlii dzanbi, wa adzhib ghaidzha qalbii, wa ajirnii minas- syaithani”.

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan”.

Dengan hati yang selalu ingat kepada Allah, maka kemarahan yang tadinya meluap akan menjadi reda. Rasa kesal dan jengkel yang tadinya telah menguasai hati menjadi sirna dan pikiran yang tadinya kacau akan menjadi terkontrol.

Manfaat Doa Ketika Marah

Doa itiadzah dan doa ketika marah ini mempunyai kekuatan untuk menolak dari kemarahan. Hal ini disebabkan oleh kandungan dari kata-kata yang tersirat dalam bacaan doanya.

  1. Mengusir setan yang menggoda kita jadi marah

Karena marah datangnya dari godaan setan, maka dengan membaca doa istiadzah setan akan lari tunggang langgang. Ketika setan menyingkir, niscaya mudah bagi kita untuk mengingat Allah.

  1. Teringat kekuasaan Allah.

Dengan membaca doa istiadzah dan doa ketika marah, maka kita akan ingat pada kekuasaan, keperkasaan dan wewenang Allah.

Kita akan kembali disadarkan pada makna hakikat tauhid, yakni bahwa sejatinya tidak ada yang berbuat, kecuali hanya Allah semata. Dia-lah yang memiliki kehendak, yang menciptakan dan yang menggerakkan makhluk-makhluk-Nya.

Jika demikian, apabila Anda marah pada seseorang karena sifatnya, ucapannya, kelakuannya, tindak-tanduknya atau lainnya, maka sama halnya Anda telah marah pada Allah.

Apabila Anda jengkel dan benci pada orang yang memaki-maki Anda, atau membenci Anda, maka sama pula Anda jengkel dan benci pada Allah.

Apabila Anda mencela, mencemooh dan menyumpahi seseorang yang Anda marahi. Maka sama halnya Anda telah mencela Allah, dan sebagainya.

Ingatlah hal ini benar-benar, niscaya akan Anda sadar bahwa kemarahan Anda itu sungguh tidak patut dan tidak layak dihadapan Allah.

  1. Teringat pada dosa dan kesalahan kita pada Allah

Dengan membaca doa marah, kita akan teringat dosa-dosa kita kepada Allah.

Sebagaimana hal ini tersirat dalam kalimat “ighfir lii dzambi” (ampunilah dosaku).

Dosa atas apa?

Dosa karena kita telah sering mendurhakai-Nya, menyalahi perintah-Nya, mengesampingkan-Nya.

Lalu, apakah dosa kita itu membuat Allah murka kepada kita?

Sungguh, tidak, Allah senantiasa Maha Penyabar dan  Penyantun. Berapa  banyak manusia berbuat durhaka kepada-Nya, tapi Allah tetap menunjukkan kesabaran dan sifat kesantunan-Nya.

Allah tidak bersegera menimpakan siksa, tetapi senantiasa membukakan pintu ampunan dan maaf yang selebar-lebarnya. Juga selalu bersedia melimpahkan segala karunia-Nya.

Lantas, apakah dengan semua ini, kita masih pantas marah pada ketetapan Allah?

Sungguh, kemarahan Allah di akhirat kelak akan lebih besar, jika kita tidak segera menahan amarah kita dan tidak cepat-cepat memohon ampun kepada-Nya.

Dengan memohon ampunan kepada Allah dan mengingat dosa serta kesalahan kita, berarti kita bersedia untuk mengoreksi setiap kesalahan kita terhadap orang yang kita marahi.

Adakah orang yang kita marahi itu benar-benar bersalah dan patut kita marahi?

Bisa jadi, kemarahan kita itu justru muncul dari kesalahan kita sendiri, bukan dari kesalahannya. Bisa jadi, kita jengkel dan mencaci makinya karena rasa dendam dan iri yang bersarang di hati kita.

Kita marah padanya karena hendak menunjukkan kesombongan kita padanya. Kita marah dan menghina, padahal orang yang kita marahi itu hendak menasehati kebaikan pada diri kita.

Jika memang orang yang kita marahi itu telah berbuat salah pada kita, mungkin kesalahaannya karena tidak disengaja. Bisa jadi karena ia orang yang jahil atau orang bodoh, yang suka pamer dan berbuat sombong.

Meskipun ia telah berbuat kesalahan pada kita, apa pun alasannya, toh kesalahan itu telah diperbuatnya dan telah terjadi. Kita mau marah-marah, itu sama saja percuma.

Belajar untuk memaafkan kesalahan orang lain akan dapat menyucikan jiwa kita, meninggikan kedudukan kita, dan menguntungkan diri kita sendiri. Belajar untuk memaafkan orang lain adalah langkah yang penting untuk menggapai maghfirah-Nya dan ridha-Nya.

Artinya:

“Barang siapa menolak kemarahannya, maka Allah akan menolak siksa-Nya darinya.” (HR.Thabrani).

Ketahuilah bahwa amarah adalah perasaa. Karenanya, amarah akan mengubah kesan kita terhadap manusia. Amarah akan menggantikan persepsi positif menjadi negative.

Taruhlah Anda bersitegang dengan seseorang. Dia berteriak-teriak, dan Anda pun demikian. Tiga jam kemudian, emosi Anda menurun. Anda sudah tidak lagi berteriak-teriak, tetapi sekarang Anda harus menghadapi dampak dari perasaan akibat marah.

Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya

Marah yang Baik

Sampai di sini, perlu diingat bahwa marah tidak selamanya jelek. Ada juga marah yang bersifat positif dan baik. Marah yang positif berfungsi untuk melindungi kita, memelihara hubungan kita, mewujudkan harapan dan cita-cita dan cara pandang kita pada dunia.

Marah yang baik merupakan marah yang dilakukan untuk perkara yang tepat, di saat yang tepat, dan dengan cara yang tepat pula.

Sebagai seorang mukmin, kita dituntut untuk selalu dapat mengendalikan marah.  Sehingga, kemarahan kita adalah karena menemui kezhaliman dan diungkapkan dengan tidak meninggalkan keadilan. Kemarahan kita bukan karena dorongan nafsu, tapi karena Allah.

Demikian penjelasan tentang Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih sudah berkunjung.

Baca juga:

√ 15 Macam Balasan Bagi Orang Yang Suka Meninggalkan Shalat

15 Macam Balasan Bagi Orang Yang Suka Meninggalkan Shalat

15 Macam Balasan Bagi Orang Yang Suka Meninggalkan Shalat – Pada pembahasan kali ini Pengetahuan Islam akan menjelaskan tentang 15 Macam Balasan Bagi Orang Yang Suka Meninggalkan Shalat. Setiap perbuatan yang kita lakukan pasti ada balasannya kelak di hari kiamat, walaupun sekecil rambut yang di belah menjadi 7 bagian, Apalagi Sholat. Untuk lebih detailnya silahkan simak artikel di bawah ini.

15 Macam Balasan Bagi Orang Yang Suka Meninggalkan Shalat

Shalat adalah kewajiban bagi kita semua sebagai seorang muslim yang sudah balliq. Entah dalam keadaan apapun, dan di manapun, sholat tidak boleh kita tinggalkan walaupun satu kali. Karena kewajiban kita, maka haruslah dikerjakan. Sesungguhnya Allah SWT adalah Maha Besar, Maha Pengasih,Maha Penyayang dan juga maha pengampun, bagi hambanya yang mau bertaubat deng bersungguh-sungguh. Sesungguhnya tanpa Kita sadari, kita sudah banyak diberikan kenikmatan di dunia ini sampai tak terhitung jumlahnya. Maka dari itu kita wajib mensyukuri nikmat-nikmat tersebut dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

Salah satu perintah Allah kepada kita sebagai umat Islam adalah menunaikan ibadah shalat fardhu 5 waktu:

Nabi muhammad Saw Bersabda:

“Barang siapa yang menyepelekan sholat (menggampangkan sholat), maka Allah akan menyiksanya dengan lima belas macam siksaan; enam siksaan di dunia, tiga siksaan ketika menjelang mati, tiga siksaan di alam kubur dan tiga siksaan ketika keluar dari alam kubur”. (Qurtubi(Qurratul ‘uyun: hlm.2).

15 Macam Balasan Bagi Orang Yang Suka Meninggalkan Shalat

Semoga kita tidak tergolong orang-orang yang meninggalkan atau melalaikan sholat. Adapun 15 Macam Balasan Bagi Orang Yang Suka Meninggalkan Shalat adalah sebagai berikut:

  1. 6 Macam balasan Ketika masih Di Dunia

  • Allah SWT akan menghilangkan keberkahan dari umurnya
  • Tanda kesholehannya akan dihapus oleh Allah SWT dari keningnya
  • Semua amalnya tidak akan diberi pahala oleh Allah SWT.
  • Allah SWT tidak akan mengangkat do’a nya ke langit
  • Semua makhluk di dunia akan menyepelekannya
  • Dan dia tidak akan mendapatkan bagian doanya orang-orang shaleh
  1. 3 Macam Balasan Ketika Sakarotul Maut

  • Akan mati dalam keadaan hina
  • Akan mati dalam keadaan lapar, seperti orang yang berada di lumbung padi tapi ia kelaparan
  • Akan mati dalam keadaan haus, seperti orang yang berada di laut namun ia kehausan
  1. 3 Macam Balasan Ketika Berada Di Alam Kubur

  • Si mayit akan Disemprit Kan kuburnya oleh Allah SWT dan akan dihimpit sampai terasa ke tulang rusuk
  • Kuburannya akan di penuhi dengan api neraka
  • Yang terakhir, akan datangnya Ular Syuja’al Aqro’ ular yang diciptakan dari api neraka

Ular itu pun berkata kepada si mayit : “Aku adalah Syuja’al-Aqro’, suaranya pun tak terbayangkan seperti apa dahsyatnya, dan ular itu berkata: “Tuhanku menyuruhku agar memukulmu karena kau telah menyia-nyiakan sholat subuh dari subuh sampai dzuhur, dari dzuhur sampai asar, dari asar sampai magrib, dari magrib sampai isya, dan dari isya sampai subuh. Kemudian ular itu si mayit, namun satu kali pukulannya, ia akan masuk kedalam tanah sedalam ukuran 70 hasta, lalu ular Syuja’al-Aqro’ memasukkan kukunya kebawah tanah untuk mengeluarkannya kembali, dan seterusnya tanpa henti sampai hari kiamat tiba, maka dari itu kita mohon perlindungan kepada Allah dari siksa kubur.” (Qurtubi (Qurratul ‘uyun; hlm.4).

  1. 3 Macam Balasan Pada Saat Hari Kiamat

  • Mereka akan di kumpulkan bersama orang-orang yang diseret mukanya menuju neraka jahanam
  • Mereka akan merasakan daging dan mukanya leleh berjatuhan
  • Dan yang terakhir Hisabnya akan di beratkan

Itulah sebagian balasan Allah kepada hambanya yang suka meninggalkan sholat. Tentunya masih banyak lagi yang tidak kita ketahui. Semoga kita di jauhkan dari golongan tersebut, semoga setelah kita mengetahui ini, bisa menambah keimanan dan ketaqwaan kita Kepada Allah SWT. Dan menjalankan perintah-perintahnya.

Besarnya Dosa karena Meninggalkan Shalat 5 Waktu

  1. Shalat shubuh: Allah akan menenggelamkannya kedalam neraka jahanam selama 60 tahun, sama halnya 1000 tahun di dunia = 1 hari di akhirat.
  2. Dzuhur: Meninggalkan shalat dzuhur dosanya sama halnya seperti membunuh 1000 orang muslim
  3. Ashar: Ketika meninggalkan sholat ashar, sama halnya Seperti dosanya orang yang menghancurkan ka’bah
  4. Maghrib: Meninggalkan shalat maghrib sama halnya seperti berzina dengan orang tuanya sendiri
  5. Isya: “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman: “Hai orang yang meninggalkan sholat isya, bahwa Aku tidak ridho jika kamu tinggal di bumiku dan menggunakan segala nikmat-nikmat Ku, segala yang dikerjakan dan digunakan ialah berdosa kepada Allah SWT.”

Semoga kita di jauhkan oleh Allah dari golongan-golongan tersebut. Aamin….

Demikianlah 15 Macam Balasan Bagi Orang Yang Suka Meninggalkan Shalat semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi kita.

Berikan Contoh Keteladanan Dengan Amal Perbuatan

Berikan Contoh Keteladanan Dengan Amal Perbuatan

Berikan Contoh Keteladanan Dengan Amal Perbuatan – Sahabat Muslim, sebagai manusia kita diciptakan untuk menjadi kholifah di muka bumi ini. Dengan menjadi pemimpin tentu menjadi acuan sebagai contoh bagi penerusnya. Sebagaimana di contohkan oleh baginda Rasulullah SAW., beliau merupakan panutan sekaligus contoh teladan yang baik.

Baca : Fiqih : Sunnah Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Bukan hanya sekedar memberitahu tetapi beliau juga mencontohkan dan mengamalkannya sebagai panutan yang baik untuk umatnya. Nah sahabat, bagaimana mencontohkan keteladanan?. Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel Pengetahuan Islam berikut ini.

Berikan Contoh Keteladanan Dengan Amal Perbuatan

Mengamalkan ilmu agama dan memberikan contoh keteladanan dengan amal perbuatan sesungguhnya lebih mengena kepada sasaran dakwah daripada sekedar bicara tanpa amal yang nyata. Sebagaimana firman Allah Ta’ala tentang Syu’aib,

وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ

Artinya :

“Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.” (QS. Huud Ayat 88)

Alim yang tidak mengamalkan Ilmunya

Malik bin Dinar rahimahullah berkata,

“Sesungguhnya seseorang yang memiliki ilmu (‘alim) namun tidak mengamalkan ilmunya, maka nasihatnya akan tergelincir dari dalam hati, sebagaimana tetesan air hujan akan tergelincir dari atas batu yang licin.” [Al-Khathib Al-Baghdadi dalam Al-Iqtidha’, hal. 9]

Dari Ma’mun, beliau mengatakan,

نحن إلى أن نوعظ بالأعمال أحوج من أن نوعظ بالأقوال

Artinya :

“Kami lebih butuh nasihat dengan (contoh) amal perbuatan daripada nasihat dengan kata-kata.” [Jaami’ Bayaan Al-‘Ilmi, hal. 1236]

Hal ini karena barangsiapa yang rutin atau rajin beramal, maka merutinkan amal itu sendiri pada hakikatnya adalah bentuk berdakwah. Dengan demikian, dia menjadi contoh teladan bagi masyarakat kaum muslimin. Allah Ta’ala berfirman,

وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya :

“Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan Ayat 74)

Tidaklah seseorang itu mencapai kedudukan tersebut kecuali jika terkumpul dalam dirinya berbagai sifat kebaikan, yaitu dia mengumpulkan antara ilmu dan amal sekaligus. Adapun jika yang diperbanyak hanyalah ilmu, dan tidak memiliki perhatian terhadap amal, maka ilmu tersebut menjadi tidak bermanfaat.

Baca : Pengertian Nifaq, pembagian dan hukumnya (Lengkap)

Lalai dalam Sholat

Yang sering kita saksikan, manusia terkadang sangat perhatian untuk memperbanyak ilmu, menghapal dan menghadiri berbagai majelis pengajian. Akan tetapi, dia sering terluput dari shalat, khususnya shalat subuh. Jika kewajiban yang agung ini saja terlupakan, padahal shalat adalah rukun terbesar setelah dua kalimat syahadat dan perkara yang pertama kali ditanyakan pada hari kiamat, lalu di manakah bekas dan pengaruh dari ilmu yang sudah dia dipelajari itu?

Sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

كنا إذا فقدنا الرجل في صلاة العشاء وصلاة الفجر أسأنا به الظن

Artinya :

“Kami (para sahabat) dahulu jika ada seorang laki-laki yang terluput dari shalat subuh dan shalat isya’, kami pun berburuk sangka kepadanya.” [Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 12/271, Ibnu Khuzaimah no. 1405 dan Ibnu Hibban no. 2099]

Dalam sebuah hadits disebutkan,

إِنَّ أَثْقَلَ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Artinya :

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui pahala yang ada pada keduanya, pasti mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.” (Hadits Ibnu Majah Nomor 789)

Di zaman kita ini, zaman begadang di setiap malam, banyak kita jumpai orang-orang yang terluput alias tidak mendirikan shalat subuh pada waktunya. Mereka begadang di sepanjang malam dalam rangka diskusi ilmiah dalam berbagai masalah ilmu atau topik lainnya, kemudian mereka pun tidur di akhir malam dan tidak mengerjakan shalat subuh.

Berikan Contoh Keteladanan Dengan Amal Perbuatan

Jika seseorang menghidupkan malam dengan membaca dan menghapal Al-Qur’an, namun dengan mengorbankan shalat subuh, maka perbuatan tersebut haram, dan dia pun berdosa dengan begadangnya tersebut.

Baca : Pengertian & Penjelasan Walimatus Safar Haji atau Umroh

Padahal sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Artinya :

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya secara berjamaah, itu seperti beribadah setengah malam dan barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya dan Subuh secara berjamaah, maka ia seperti beribadah semalam.” (Hadits Abu Daud Nomor 468)

Dan pada zaman ini, shalat shubuh berjamaah di hari Jum’at menjadi shalat yang paling banyak disepelakan, terutama di negeri yang menjadikan hari Jum’at sebagai hari libur.

Demikianlah ulasan tentang Berikan Contoh Keteladanan Dengan Amal Perbuatan. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Renungkan Hakikat Diciptakan Manusia Menurut Pandangan Islam

Renungkan Hakikat Diciptakan Manusia Menurut Pandangan Islam

Renungkan Hakikat Diciptakan Manusia Menurut Pandangan Islam – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Hakikat Manusia. Yang mana dalam pembahasan kali ini tentang apa hakikat diciptakan manusia menurut pandangan agama islam dengan secara singkat dan jelas. Untuk itu silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini dengan seksama.

Renungkan Hakikat Diciptakan Manusia Menurut Pandangan Islam

Manusia dan makhluk lain di alam semesta ini diciptakan Allah SWT dengan tujuan tertentu dan bukanlah tanpa maksud. Manusia tidak begitu saja dibuat tanpa memiliki hakikat dan substansi. Untuk mengetahui hakikat penciptaan manusia maka kita perlu mengetahui asal penciptaan manusia terlebih dahulu. Seperti yang kita ketahui bahwa Allah menciptakan Adam As sebagai manusia pertama dan memberinya tugas di muka bumi. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini

Asal Penciptaan Manusia

Menurut ulama Abdurrahman an-Nahlawy, ada dua hakikat penciptaan manusia dilihat dari sumbernya. Yang pertama adalah asal atau sumber yang jauh yakni menyangkut proses penciptaan manusia dari tanah dan disempurnakannya manusia dari tanah tersebut dengan ditiupkannya ruh. Asal yang kedua adalah penciptaan manusia dari sumber yang dekat yakni penciptaan manusia dari nutfah yakni sel telur dan sel sperma.

Penciptaan manusia dari tanah

Berikut ini adalah ayat-ayat yang menjelaskan kejadian penciptaan manusia dari tanah

الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ. ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ. ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Artinya : “Yang membuat segala sesuatu yang memciptakan sebaik-baiknya dan memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunan dari saripati air yang hina kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya ruh (ciptaan) Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (tetapi) sedikit sekali tidak bersyukur.” (QS As-Sajadah 7-9)

Baca : Kata Bijak Islam yang Dapat Menjadi Inspirasi Hidup

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ. فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Artinya : “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” (QS Shad ayat 71-72)

Penciptaan manusia dari nutfah

Adapun penciptaan manusia dari nutfah atau mani disebutkan dalam ayat-ayat berikut ini

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ. ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ. ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Artinya : “Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang(berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS Al-Mukminun ayat 12-14)

Baca : Inilah Bacaan Dzikir Di Waktu Petang Serta Faidahnya (Lengkap)

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخًا ۚ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّىٰ مِنْ قَبْلُ ۖ وَلِتَبْلُغُوا أَجَلًا مُسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ. هُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَإِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Artinya : “Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, Kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, Kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), Kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, Maka apabila dia menetapkan sesuatu urusan, dia Hanya bekata kepadanya: “Jadilah”, Maka jadilah ia.” (QS Al Mukmin ayat 67-68)

Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menciptakan seluruh manusiadari tanah, kemudian Allah juga menciptakan manusia dari mani dan menyimpannya dalam rahim kemudian mengeluarkannya dari rahim sang ibu sebagai bayi yang kemudian tumbuh dan beranjak dewasa. Sebagaimana yang diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim berikut ini

“Sesungguhnya seorang manusia mulai diciptakan dalam perut ibunya setelah diproses selama empat puluh hari. Kemudian menjadi segumpal daging pada empat puluh hari berikutnya. Lalu menjadi segumpal daging pada empat puluh hari berikutnya. Setelah empat puluh hari berikutnya, Allah pun mengutus seorang malaikat untuk menghembuskan ruh ke dalam dirinya dan diperintahkan untuk menulis empat hal; rezekinya, ajalnya, amalnya, dan sengsara atau bahagianya.’.” (Hadits Muslim Nomor 4781)

Renungkan Hakikat Diciptakan Manusia Menurut Pandangan Islam

Hakikat Penciptaan Manusia

Allah menciptakan manusia dengan dua unsur yakni jasmani dan rohani. Unsur jasmani Adalah tubuh atau jasad manusia yang tersusun atas organ dan sistem organ. Unsur yang kedua yakni unsur ruh atau jiwa. Kedua unsur ini berkaitan satu sama lain dan apabila kedua unsur tersebut berpisah maka manusia disebut mati sehingga tidak lagi dapat disebut sebagai manusia. Adapun hakikat manusia menurut islam berdasarkan substansi penciptaan adalah sebagai berikut mengenai hakikat penciptaan manusia :

Makhluk Allah yang paling sempurna

Allah menciptakan manusia dengan kesempurnaan dan keunikan . hal ini dilihat dari segala hal yang menyangkut fisik dan jiwa seorang manusia. Ia berbeda dengan makhluk lainnya dan bahkan Allah memerintahkan malaikat untuk bersujud kepada Adam AS karena akal dan pengetahuan yang dianugerahkan kepadanya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At Tin berikut ini

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS At tin ayat 4)

Manusia sebagai bukti kekuasaan Allah SWT

Sejak awal penciptaannya, manusia pertama yakni Adam As telah mengakui Allah sebagai Tuhannya dan hal tersebut mendorong manusia untuk senantiasa beriman kepada Allah SWT. Penciptaan manusia juga memiliki hakikat bahwa Allah menciptakan agama islam sebagai pedoman hidup yang harus dijalani oleh manusia selama hidupnya. Seluruh ajaran islam adalah diperuntukkan untuk manusia dan oleh karena itu manusia wajib beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa yakni Allah SWT.

Manusia diciptakan sebagai hamba Allah

Adapun Allah menciptakan manusia untuk mengabdi dan menjadi hamba yang senantiasa beribadah dan menyembah Allah SWT sebagaimana yang disebutkan dalam ayat berikut:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz zariyat ayat 56)

Ibadah yang semestinya dilakukan manusia terdiri dari dua golongan yakni ibadah yang bersifat khusus dan ibadah yang bersifat umum. Ibadah yang sifatnya khusus antara lain ibadah sholat wajib, puasa, zakat, haji dan sebagainya.

Sedangkan ibadah yang bersifat umum adalah seperti melakukan amal saleh yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya akan tetapi bermanfaat juga untuk orang lain dan dilandasi niat yang ikhlas dan bertujuan hanya mencari keridhaan Allah semata seperti bersedekah, menyambung tali silaturahmi, menikah dan sebagainya.

Manusia diciptakan Allah sebagai Khalifah

Kata Khalifah berasal dari bahasa arab yakni khalafa atau khalifatan yang artinya meneruskan, sehingga kata khalifah yang dimaksud adalah penerus agama islam dan ajaran dari Allah SWT.

Sebagai manusia yang berperan sebagai khalifah maka manusia wajib menjalankan tugasnya untuk senantiasa menjaga bumi dan makhluk lainnya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang diperbuatnya kelak di hari akhir. Hal ini disebutkan dalam firman Allah SWT Surat Al-Baqarah ayat 30 yang bunyinya:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanyas dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al Baqarah ayat 30)

Dengan demikian, hakikat penciptaan manusia selayaknya membuat kita sadar bahwa sebagai manusia kita diciptakan untuk menyembah dan melakukan kewajiban kita di dunia sebagai khalifah.

Demikian ulasan tentang Renungkan Hakikat Diciptakan Manusia Menurut Pandangan Islam. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Ciri Ciri Wanita Ahli Surga Yang Di Ridhoi Oleh Allah

Ciri Ciri Wanita Ahli Surga Yang Di Ridhoi Oleh Allah

Ciri Ciri Wanita Ahli Surga Yang Di Ridhoi Oleh Allah – Pada pembahasan kali ini Pengetahuan Islam akan menjelaskan tentang Ciri-Ciri seorang wanita yang di ridhoi oleh Allah. Yang mana karena prilakunya yang taat terhadap suami dan kedua orang tuanya. Untuk lebih detailnya mari simak artikel di bawah ini.

Ciri Ciri Wanita Ahli Surga Yang Di Ridhoi Oleh Allah

Keterangan ini kami ambil dari kita  “Syarah ‘Uqudullujain”. Sesungguhnya Surga dan Neraka hak adanya, kita sebagai mahluk Allah yang paling sempurna wajib meyakini Surga dan Neraka. Akan tetapi kita tidak tau siapa yang akan menjadi ahli surga dan siapa yang menjadi ahli Neraka, untuk itu kami tuturkan ciri ciri perempuan ahli surga yang di sabda kan oleh rosulullulloh yang di kutip dalam kitab “Uqudul lujain”.

Wanita Itu Aurat

Sedari kecil, tentunya para kaum hawa sudah pernah mendapatkan pelajaran ini. Bahwa aurat seorang perempuan adalah dari ujung rambut sampai ujung kaki, selain wajah dan telapak tangan.

Dalam kitab uqudullijain di sebutkan.

(قَالَ النَبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ) أَيْ يَسْتَقْبِحُ ظُهُوْرُهَا لِلرِّجَالِ (فَإِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا) أيْ خَدْرِهَا (اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ) أيْ رَفَعَ بَصَرَهُ إِلَيْهَا، فَيُوْقِعُ فِيْ الْفِتْنَةِ، أَوِ الْمُرَادُ شَيْطَانُ الْإِنْسِ، سُمِّيَ بِهِ عَلَى التَّشْبِيْهِ (وَأَقْرَبُ مَا تَكُوْنُ الْمَرْأَةُ مِنَ اللهِ إِذَا كَانَتْ فِيْ بَيْتِهَا. وَفِيْ رِوَايَةٍ: الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ) أَيْ غَيْرُ وَثِيْقَةٍ بِهَا فَسَادٌ كَبِيْرٌ (فَاحْبِسُوْهُنَّ فِيْ الْبُيُوْتِ، فَإِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا خَرَجَتْ الطَرِيْقَ) أيْ خَرَجَتْ مِنْ خَدْرِهَا وَأَرَادَتْ أَنْ تَسْلَكَ الطَّرِيْقَ (قَالَ لَهَا أَهْلُهَا أَيْنَ تُرِيْدِيْنَ ؟، قَالَتْ: أَعُوْدُ مَرِيْضًا وَأَشِيْعُ جَنَازَةً، فَلاَ يَزَالُ بِهَا الشَيْطَانُ حَتَّى تُخْرِجَ ذِرَاعَهَا، وَمَا الْتَمَسَتْ) أَيْ طَلَبَتْ (الْمَرْأَةُ وَجْهَ اللهِ) أيْ رِضَاهُ (بِمِثْلِ أَنْ تَقْعُدَ فِيْ بَيْتِهَا وَتَعْبُدَ رَبَّهَا وَتُطِيْعَ بَعْلَهَا) أيْ زَوْجَهَا

Nabi SAW bersabda: Wanita adalah aurat, (yakni tidak baik kehadirannya perempuan kepada kaum lelaki), jadi ketika ia keluar dari rumahnya (yaitu dari penutupnya) maka mengelu-elukan syetan padanya. (maksudnya syetan itu memandang tajam kan matanya kepada perempuan tersebut lalu kemudian ia membuatnya ke dalam fitnah, atau yang dimaksudkannya adalah syetan manusia, dinamakan dengan nama ini, karena menyerupai nya). Dan sedekat-dekatnya jarak antara seorang istri dan Allah ialah berada dalam rumahnya. Dan dalam satu riwayat: Perempuan itu aurat (yakni tidak bisa dipercaya dengan adanya perempuan apa kerusakan yang besar) maka tahanlah mereka untuk tidak keluar rumah, maka sesungguhnya seorang istri jika ia keluar rumah, (yakni ia keluar dari penutupnya dan hendak meniti jalan) dan keluarganya bertanya padanya “Kemana engkau hendak pergi ?” ia menjawab : Aku akan menengok yang sedang sakit, atau Aku akan melayat jenazah. Maka tak henti-hentinya syetan merayu sehingga terbuka diro’ nya.

Bagi seorang istri tidak ada yang ia lakukan untuk mencari ridho Allah kecuali ia mendiami rumahnya dan beribadah kepada tuhannya dan menta’ati suaminya.

Istri Ibarat Pabrik Bagi Keluarga Dan Tiang Agama

Memiliki istri yang sholehah adalah dambaan semua kaum adam, bagaimana tidak, walaupun yang laki tidak karuan moralnya. Namun dalam lubuk hatinya yang paling dalam, pasti ia menginginkan keluarga yang harmonis dan bahagia yang bisa merubah dirinya menjadi lebih baik.

وَكَانَ حَاتِمُ الْأَصَمِ يَقُوْلُ: “الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ عِمَادُ الدِّيْنِ وَعِمَارَةُ الْبَيْتِ وَعَوْنٌ عَلَى الطَّاعَةِ، وَالْمَرْأَةُ الْمُخَالَفَةُ تَذِيْبُ قَلْبَ صَاحِبِهَا وَهِيَ ضَاحِكَةٌ”. وَكَانَ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَمْرٍ يَقُوْلُ: “عَلَامَةُ كَوْنِ الْمَرْأَةِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ أَنْ تَضْحَكَ لِزَوْجِهَا إِذَا أَقْبَلَ، وَتَخُوْنُهُ إِذَا أَدْبَرَ”. وَكَانَ حَاتِمُ الْأَصَمِ يَقُوْلُ: “مِنْ عَلَامَةِ الْمَرْأَةِ الصَّالِحَةِ أَنْ يَكُوْنَ حُبُّهَا مُخَافَةَ اللهِ، وَغِنَاهَا الْقَنَاعَةُ بِقِسْمَةِ اللهِ وحُلِيُّهَا السَّخَاوَةُ بِمَا تَمْلِكُ، وَعِبَادَتُهَا حُسْنُ خِدْمَةِ الزَّوْجِ، وَهِمَّتُهَا الْإِسْتِعْدَادُ لِلْمَوْتِ

Hatim Al-Ashom Berkata: Istri sholihah adalah tiang agama dan pemakmur rumah tangganya dengan menta’ati suaminya

Abdullah bin Umar Berkata: Adapun Tanda-tanda istri yang menjadi ahli neraka adalah: istri yang tersenyum di hadapan suaminya, akan tetapi berkhianat ketika di belakang suami.

Hatim Al-Ashom pun berkata: Sebagian dari tanda istri sholihah adalah cinta akan takut kepada Allah. Menerima (bersyukur) atas pemberian Allah. Di  hiasi dengan murah hati dengan apa yang ia miliki. Dan ibadahnya adalah melayani suami dengan sebaik-baiknya. Adapun Tujuan dari semua itu adalah bukan tak lain ia jadikan bekal kematian.

Itulah sedikit ciri-ciri dari wanita penghuni surga dan neraka yang bisa kita jauhi dan kita jalankan.

Termasuk Dosa Besar Seorang Perempuan

Bagi seorang wanita, tentunya kalian tak mau mengerjakan perbuatan ini, namun terkadang kita lupa akan hak-hak yang telah di tentukan. Di sebutkan dalam kitab iqudullijain di terangkan sebagai berikut:

وَمِنَ الْكَبَائِرِ، أيْ كَبَائِرُ الذُّنُوْبِ (خُرُوْجُ الْمَرْأَةِ المْمُزَوّجَةِ مِنْ بَيْتِهَا) أيْ مَحَلِ إِقَامَتِهَا (بِغَيْرِ إِذْنِهِ، وَلَوْ لِمَوْتِ أَحَدِ أَبَوَيْهَا) أيْ لَأَجْلِ جَنَازَتِهِ

Termasuk dari sebagian dosa besar adalah keluarnya seorang wanita yang sudah mempunyai suami dari rumah tanpa izin suaminya, sekalipun salah satu orang tuanya meninggal untuk menjenguknya.

Sungguh dahsyat dan besar sekali faidah bagi istri yang taat kepada suaminya. Ada salah satu riwayat yang menjelaskan tentang di ampuni dosa-dosa kedua orang tuanya karena ketaatannya pada suami.

Dalam kitab Ihya’ ulumiddin karangan Imam Al Gozali sebagai berikut:

(وَفِيْ الإِحْيَاءِ) لِلْغَزَالِي رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى (خَرَجَ رَجُلٌ فِيْ سَفَرِهِ وَعَهِدَ) بِكَسْرِ الْهَاءِ أَيْ أَوْصَى (إِلَى امْرَأَتِهِ أَنْ لاَ تَنْزِلَ مِنَ الْعُلُوِ إِلَى السُّفُلِ، وَكَانَ أَبُوْهَا فِيْ الأَسْفَلِ فَمَرِضَ) أيْ الْأَبُ (فَأَرْسَلَتْ الْمَرْأَةُ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْتَأْذِنُ فِيْ النُزُوْلِ إِلَى أَبِيْهَا) أي لِعِيَادَتِهِ (فَقَالَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَطِيْعِيْ زَوْجَكِ”) أيْ وَلَا تَنْزِلِيْ (فَمَاتَ) أيْ الْأَبُ (فَاسْتَأْذَنَتْ) أيْ رَسُوْلَ الله صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النُّزُوْلِ لِأَجْلِ شُهُوْدِ جَنَازَتِهِ (فَقَالَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَطِيْعِيْ زَوْجَكِ”) فِيْ عَدَمِ النُّزُوْلِ (فَدُفِنَ أَبُوْهَا، فَأَرْسَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهَا) أيْ الْمَرْأَةُ يُخْبِرُهَا “أَنَّ اللهَ تَعَالَى قَدْ غَفَرَ لأَبِيْهَا بِطَاعَتِهَا لِزَوْجِهَا

Imam Al-Ghozali menuturkan dalam kitabnya: seorang suami yang hendak melakukan perjalanan jauh ia pun berwasiat pada istrinya supaya tidak turun dari lantai atas ke lantai bawah. Yang mana lantai bawah adalah Ciri Ciri Wanita Ahli Surga Yang Di Ridhoi Oleh Allah sebagai seorang anak tentunya ingin menjenguk ayahnya namun ia ingat akan wasiat suaminya, ia pun bingung, dan akhirnya ia mengirim utusan kepada rosulullah untuk mohon di izinkan keluar guna menjenguk orang tuanya yang sedang sakit.

Rosulukllah pun bersabda.: “Ta’atlah kepada suamimu”.

Dan pada akhirnya wafatlah orang tuanya, sebagai seorang wanita tentunya ia ini ingin menyaksikan jenazah orang tuanya untuk yang terakhir kalinya, kemudian ia mengutus utusan kepada rosulullah untuk meminta izin untuk melihat jenazah orangtuanya yang terakhir kaliny, Nabi pun bersabda: “Ta’atlah kepada suamimu”.

Maka dikuburkan lah orangtuanya.Tak lama kemudian Rosulullah saw mengirim utusan kepada wanita tersebut untuk memberi kabar bahwa Allah SWT telah mengampuni dosa orang tuanya karena keta’atan wanita tersebut terhadap suaminya.

Ciri Ciri Wanita Ahli Surga Yang Di Ridhoi Oleh Allah

Wasiat Seorang Ibu Terhadap Putrinya

فَائِدَةٌ: أَوْصَتْ اِمْرَأَةٌ بِنْتَهَا، فَقَالَتْ: اِحْفَظِيْ لِزَوْجِكِ خِصَالًا عَشْرًا يَكُنْ لَكِ ذُخْرًا، الْأَوَّلُ وَالثَّانِيَّةُ: الْقَنَاعَةُ وَحُسْنُ السَّمْعِ لَهُ وَالطَّاعَةُ. وَالثَّالِثَةُ وَالرَّابِعَةُ: التَّفَقُدُ لِمَوَاقِعِ عَيْنِهِ وَأَنْفِهِ، فَلَاتَقَعُ عَيْنَهُ مِنْكِ عَلَى قَبِيْحِ، وَلَا يَشُمُّ أَنْفَهُ مِنْكِ إِلَّا طَيِّبَ الرَّيْحِ. وَالْخَامِسَةُ وَالسَّادِسَةُ: التَّفَقُدُ لِوَقْتِ طَعَامِهِ وَمَنَامِهِ، فَإِنَّ شَدَّةَ الْجُوْعِ مُلْهِبَةٌ، وَتَنْغِصُ النَّوْمِ مَغْضُبَةٌ. وَالسَّابِعَةُ وَالثَّامِنَةُ: الْإِحْرَازُ لِمَالِهِ وَالرِعَايَةِ إِلَى حَشَمِهِ وَعِيَالِهِ. وَالتَّاسِعَةُ وَالْعَاشِرَةُ: لَا تَعْصِيْنَ لَهُ أَمْرًا وَلَا تُفْشِيْنَ لَهُ سِرًّا، فَإِنَّكِ إِنْ خَالَفْتِ أَمْرَهُ  أوْغِرْتِ صَدْرَهُ، وَإِنْ أَفْشِيْتِ سِرَّهُ لَمْ تَأْمَنِيْ غَدْرَهُ، وَإِيَّاكِ ثُمَّ إِيَّاكِ وَالْفَرْحَ بَيْنَ يَدَيْهِ إِذَا كَانَ مُهْتِمًا، وَالْكآبَةَ لَدَيْهِ  إِنْ كَانَ فَرْحًا.

Perkara ini adalah Faidah dari kejadian wanita tersebut. Ia pun berwasiat kepada Puteri Nya dengan berkata: “Peliharalah sepuluh perkara yang menjadi hak suamimu, niscaya akan menjadi bekal untukmu.

  1. Qona’ah.
  2. Mendengar baik-baik ucapan suami serta ta’atilah.
  3. Perhatikan dan periksalah penglihatan dan penciuman suamimu,
  4. Jangan biarkan suami memandang mu dengan pandangan tidak suka. Dan jangan biarkan suamimu mencium diri mu kecuali dalam keadaan harum.
  5. Periksa dan perhatikan waktu makan suamimu
  6. Periksa dan perhatikan waktu tidur suamimu.
  7. Menjaga harta suami
  8. Janganlah berbuat tidak senonoh terhadap suami dan keluarga suami.
  9. Jangan bantah perkataannya selagi hak
  10. dan janganlah membicarakan apa yang menjadi rahasianya.

Itulah sepuluh perkara yang wajib bagi seorang istri jalankan. Maka janganlah engkau merasa aman dan nyaman karena telah berkhianat padanya.

Berikan kebahagian terbaikmu terhadap suamimu ketika ia sedang bersedih/bingung/terpuruk. Dan berilah masukan ketika ia sedang gembira supaya tidak terlalu dalam pemikirannya.

Demikianlah Ciri Ciri Wanita Ahli Surga Yang Di Ridhoi Oleh Allah semoga bermanfaat.

√ 10 Hal Yang Sia-Sia Dan Tidak Memberikan Manfaat

10 Hal Yang Sia-Sia Dan Tidak Memberikan Manfaat

10 Hal Yang Sia-Sia Dan Tidak Memberikan Manfaat – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang 10 perkara yang tidak bermanfaat karangan ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Fawaidul Fawaid. Dengan pembahasan secara jelas dan singkat. Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel berikut ini.

10 Hal Yang Sia-Sia Dan Tidak Memberikan Manfaat

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

عشرَة أَشْيَاء ضائعة لَا ينْتَفع بهَا علم لَا يعْمل بِهِ وَعمل لَا إخلاص فِيهِ وَلَا اقْتِدَاء وَمَال لَا ينْفق مِنْهُ فَلَا يسْتَمْتع بِهِ جَامعه فِي الدُّنْيَا وَلَا يقدمهُ أمَامه إِلَى الْآخِرَة وقلب فارغ من محبَّة الله والشوق إِلَيْهِ والأنس بِهِ وبدن معطل من طَاعَته وخدمته ومحبة لَا تتقيد برضاء المحبوب وامتثال أوامره وَوقت معطل عَن اسْتِدْرَاك فارطه أَو اغتنام بر وقربة وفكر يجول فِيمَا لَا ينفع وخدمة من لَا تقربك خدمته إِلَى الله وَلَا تعود عَلَيْك بصلاح دنياك وخوفك ورجاؤك لمن ناصيته بيد الله وَهُوَ أسبر فِي قَبضته وَلَا يملك لنَفسِهِ حذرا وَلَا نفعا وَلَا موتا وَلَا حَيَاة وَلَا نشورا

وَأعظم هَذِه الإضاعات إضاعتان هما أصل كل إِضَاعَة إِضَاعَة الْقلب وإضاعة الْوَقْت فإضاعة الْقلب من إِيثَار الدُّنْيَا على الْآخِرَة وإضاعة الْوَقْت من طول الأمل فَاجْتمع الْفساد كُله فِي إتباع الْهوى وَطول الأمل وَالصَّلَاح كُله فى اتِّبَاع الهدى والاستعداد للقاء

Artinya : Sepuluh hal yang sia-sia lagi tidak memberikan manfaat

Pertama, ilmu yang tidak diamalkan

Sebagaimana dalam firman Allah SWT. dalam QS. Al-Hadid 16:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Artinya :

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Terkadang mungkin, kita sudah menuntut ilmu 3,4 atau bahkan 5 tahun lamanya, akan tetapi semakin lama kita menuntut ilmu malah mudahnya kita meremehkan orang yang berada keilmuannya di bawah kita. Bukankah meremehkan orang lain salah satu sifat kesombongan!!!.

Kedua, amalan yang tidak disertai keikhlasan dan ittiba’

Sebagaimana dalam firman Allah SWT. dalam QS. Al-Hud 15-16:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ( ) أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya :

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”

Terkadang, ketika kita beramal, kita ikhlas pada satu sesi, tapi pada sesi yang lain kita mengharap kan kehidupan dunia. Sebagai contoh, ada orang melakukan solat malam yakni Tahajud, ia mengerjakannya untuk mengharapkan wajah Allah dan juga mengharapkan agar rezekinya lancar, bahkan pada amalan-amalan yang lainnya, sering dilakukan dalam keadaan dengan niat yang seperti itu.

Ketiga, harta yang tidak diinfaqkan

Sehingga ia tidak menikmatinya di dunia, tidak pula menjadi simpanan untuknya di akhirat kelak

Keempat, Hati yang kosong

Hati yang kosong dari kecintaan kepada Allah, tidak merindukan-Nya, tidak pula merasa tentram bersama-Nya.

Kelima, badan yang menganggur

Tidak melakukan ketaatan dan pengabdian kepada-Nya.

Keenam, Kecintaan yang tidak disertai keridhaan

Kecintaan yang tidak disertai keridhaan pada Kekasihnya, tidak pula melaksanakan segala perintah-Nya.

10 Hal Yang Sia-Sia Dan Tidak Memberikan Manfaat

Ketujuh, waktu yang tidak digunakan untuk mengenali Penciptanya

Waktu yang tidak digunakan untuk mengenali Penciptanya, tidak untuk mencari karunia-Nya, tidak pula digunakan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Kedelapan, pikiran yang berkisar pada sesuatu yang tidak bermanfaat.

Kesembilan, memberikan pelayanan kepada seseorang

Namun hal itu tidak menjadikan dirimu dekat kepada Allah, tidak pula menghasilkan kebaikan untuk duniamu.

Kesepuluh, Khauf (takut) dan raja’ (harapan)

Khauf (takut) dan raja’ (harapan) yang engkau berikan pada makhluk yang ubun-ubun (jiwanya -pent) berada di tangan Allah. Tentu Allah lebih mengetahui segala sesuatu yang berada dalam genggaman-Nya. Tatkala engkau memberikan khauf dan raja’ pada makhluk yang tidak memiliki kekuasaan sedikitpun terhadap dirinya sendiri, tidak dapat mendatangkan manfaat, tidak pula memiliki kekuasaan tentang kematian, kehidupan maupun kebangkitan.

Pokok kesia-siaan yang paling buruk diantara seluruh point di atas terdapat dalam dua perkara. Sungguh hal itu menjadi pokok segala bentuk kesia-siaan yaitu menyia-nyiakan hati dan menyia-nyiakan waktu

Bentuk menyia-nyiakan hati adalah lebih mendahulukan dunia dari akhirat dan menyia-nyiakan waktu dengan memperpanjang angan-angannya. Maka terkumpullah segala bentuk kerusakan pada orang yang mengikuti hawa nafsunya lagi memiliki angan-angan yang panjang

Segala kebaikan terkumpul tatkala seorang mengikuti hidayah (petunjuk) dan mempersiapkan diri menuju perjumpaan dengan-Nya.”

Demikian ulasan 10 Hal Yang Sia-Sia Dan Tidak Memberikan Manfaat. Semoga dapat memberikan manfaat dan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Ingatlah!!! Suamimu Adalah Surga Dan Nerakamu

Ingatlah!!! Suamimu Adalah Surga Dan Nerakamu

Ingatlah!!! Suamimu Adalah Surga Dan Nerakamu –  Wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka.

Hal tersebut merupakan anugerah Allah Subhanahu Wata’ala yang diberikan kepada hamba-Nya setelah nikmat Islam dan iman. Cinta dan kasih sayang serta ketentraman hidup berumah tangga adalah dambaan idaman bagi setiap pasangan suami istri.

Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel Pengetahuan Islam berikut ini.

Ingatlah!!! Suamimu Adalah Surga Dan Nerakamu

Dalam suatu riwayat, Nabi Dawud alaihissalam pernah berkata; seorang istri yang jelek akhlak dan agamanya,  maka bagi suaminya ia bagaikan beban berat yang dipikul oleh seorang lelaki tua renta. Sedangkan seorang istri yang sholihah ia ibarat mahkota yang terbuat dari emas yang menyenangkan bila dipandang mata.

Kebahagiaan hidup berumah tangga

Diantara pilar terpenting bagi kebahagiaan hidup berumah tangga adalah seorang istri. Yaitu bila ia sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam;

إِنَّمَا الدُّنْياَ مَتَاعٌ، وَلَيْسَ مِنْ مَتَاعِ الدُّنْيَا شَيْءٌ أَفْضَلُ مِنَ الْمَرْأَةِ الصَّالِحَةِ

Artinya :

“Hanyalah dunia ini semata kesenangan. Dan tidak ada kesenangan dunia yang lebih utama daripada seorang istri yang sholihah.” (HR. Ibnu Majah).

Dalam suatu riwayat, Nabi Dawud alaihissalam pernah berkata; seorang istri yang jelek akhlak dan agamanya,  maka bagi suaminya ia bagaikan beban berat yang dipikul oleh seorang lelaki tua renta. Sedangkan seorang istri yang sholihah ia ibarat mahkota yang terbuat dari emas yang menyenangkan bila dipandang mata.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, diceritakan oleh sahabat Hushain bin Mihshan bahwa bibinya pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk suatu keperluan. Setelah urusannya selesai, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bertanya kepadanya:

“Apakah kamu mempunyai suami?”

ia menjawab, “Ya.”

Beliau bertanya lagi: “Bagaimanakah sikapmu terhadapnya?”

ia menjawab, “Saya tidak pernah mengabaikannya, kecuali terhadap sesuatu yang memang aku tidak sanggup.”

Beliau bersabda:

فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

Artinya :

“Perhatikanlah posisimu terhadapnya. Sesungguhnya yang menentukan surga dan nerakamu terdapat pada (sikapmu terhadap) suamimu.” (HR. Ahmad: 1823)

Dalam hadits yang mulia diatas ditegaskan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam tentang sangat agungnya kedudukan suami dihadapan istrinya. Bahwa suami adalah Surga atau neraka istrinya. Artinya bila seorang istri berbakti kepada suaminya maka Surga Allah akan selalu menantinya.

Sebaliknya bila seorang istri durhaka kepada suaminya, maka nerakalah ancamannya. Maka sangat mudah bagi seorang wanita untuk mendapat surga dan juga sangat mudah pula bagi seorang wanita untuk mendapat neraka.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

لإِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Artinya :

“Apabila seorang istri melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan ta’at kepada suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya; ‘Masuklah kamu ke dalam syurga dari pintu mana saja yang kamu inginkan’.”

Begitu agungnya hak seorang suami yang ada pada istrinya, sehingga Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda;

لَوْ أَمَرْتُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا وَلَوْ أَنَّ رَجُلًا أَمَرَ امْرَأَتَهُ أَنْ تَنْقُلَ مِنْ جَبَلٍ أَحْمَرَ إِلَى جَبَلٍ أَسْوَدَ وَمِنْ جَبَلٍ أَسْوَدَ إِلَى جَبَلٍ أَحْمَرَ لَكَانَ نَوْلُهَا أَنْ تَفْعَلَ

Artinya :

“Sekiranya aku boleh memerintahkan seseorang sujud kepada orang lain, maka akan aku perintahkan seorang isteri sujud kepada suaminya. Sekiranya seorang suami memerintahkan isterinya untuk pindah dari gunung ahmar menuju gunjung aswad, atau dari gunung aswad menuju gunung ahmar, maka ia wajib untuk melakukannya.” (HR. Ibnu Majah)

Ingatlah!!! Suamimu Adalah Surga Dan Nerakamu

Mentaati dan Menjaga Kehormatan

Hak-hak  istri kepada suaminya diantaranya adalah mentaatinya, menjaga dan merawat rumah dan anak-anaknya, menjaga kehormatan dan harta benda suaminya, tidak mengizinkan memasuki rumah orang-orang yang tidak dikehendaki oleh suaminya, tidak keluar rumah kecuai dengan seizinnya, berpenampilan menarik dan berdandan yang cantik di hadapan suami, berusaha mencari keridhaan suami  yang itu merupakan ciri-ciri wanita yang akan menjadi penghuni Surga.

Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam;

أَلَاْ أُخْبِرُكُم بِرِجَالِكُم فِي الجَنَّةِ ؟! النَّبِي فِي الجَنَّةِ، وَالصِّدِّيقُ فِي الجَنَّةِ، وَالشَّهِيدُ فِي الجَنَّةِ، وَالمَوْلُودُ فِي الجَنَّةِ، وَالرَّجُلُ يَزُورُ أَخَاهُ فِي نَاحِيَةِ المِصْرِ – لَاْ يَزُورُهُ إِلَّا لِلَّهِ – فِي الجَنَّةِ .أَلَاْ أُخبِرُكُم بِنِسَائِكُم فِي الجَنَّةِ ؟! كُلُّ وَدُودٍ وَلُودٍ ، إِذَا غَضِبَت أَو أُسِيءَ إِلَيهَا أَو غَضِبَ زَوجُهَا ، قَالَت : هَذِه يَدِي فِي يَدِكَ ، لَاْ أَكْتَحِلُ بِغُمضٍ حَتَّى تَرضَى

Artinya :

“Maukah aku beritahukan kepada kalian laki-laki penghuni Surga? Para Nabi di Surga, orang-orang yang jujur di Surga, orang yang mati syahid di Surga, anak yang terlahir (mati) di Surga, seorang lelaki yang mengunjungi saudaranya di belahan kota, yang dia mengunjunginya karena Allah, di Surga. Dan maukah aku tunjukkan kepada kalian wanita ahli Surga? Yaitu setiap istri yang penuh cinta kepada suami serta penyayang kepada anaknya, yang ketika suaminya marah kepadanya ia berkata, ‘inilah tanganku berada ditanganmu, aku tidak bisa tidur memejamkan mata sehingga engkau ridho kepadaku.” (HR. Nasai)

Bandingkan dengan laki-laki dan para suami, yang mana mereka harus beramal dengan gigih untuk meraih Surga. Ia harus menjadi salah seorang shiddiqin (orang yang selalu berbuat jujur), mereka harus salah seorang sholihiin (orang yang sholih), dituntut untuk menjadi syuhadaa’ (orang yang mati syahid) bila ingin mendapat kemudahan untuk masuk Surga. Dan ia harus bersikap adil terhadap istrinya, dan itu tidaklah mudah.

Maka bagi seorang istri, sikapnya terhadap suami menentukan posisinya di Surga atau di neraka. Tidak hanya di akhirat, di dunia kalau dia taat dan berbakti kepada suami dia akan mendapat kebahagiaan dan ketentraman hidup di dunia dan rumah tangganya. Namun kalau dia mendurhakai suami, hari-harinya akan berisi laknat dari Allah azza wa jalla.

Demikian tentang Ingatlah!!! Suamimu Adalah Surga Dan Nerakamu. Semoga dapat bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan para pembaca sekalian. Terima kasih.

√ Kata Bijak Islam yang Dapat Menjadi Inspirasi Hidup

Kata Bijak Islam yang Dapat Menjadi Inspirasi Hidup

Kata Bijak Islam yang Dapat Menjadi Inspirasi Hidup – Dalam kehidupan terdapat banyak ujian dan cobaan yang kadang membuat Anda menjadi sedih bahkan putus asa. Dengan berserah diri, selalu dekat dengan Allah memohon ampunan dan pertolongan-Nya.

Agar dapat menjadi motivasi kepada kaum muslimin, dalam menjalankan kehidupan yang tenang dan damai. Ada beberapa kata bijak islam yang menjadi inspirasi sebagai penyemangat dalam menjalankan kehidupan. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Kata Bijak Islam yang Dapat Menjadi Inspirasi Hidup

Di dalam Al Qur’an terdapat banyak sekali kata-kata bijak islam yang memiliki makna sangat luar biasa. Sayangnya tidak semua orang bisa menelaah isi dan kandungan dari Al Quran tersebut. Berikut ada beberapa kata-kata bijak islam yang terinspirasi atau diambil dari intisari Al Quran.

Kata Bijak Islam

Kata-kata bijak akan memberi semangat dan motivasi bagi yang membacanya. Banyak sekali kata-kata bijak, baik itu kata bijak islami, kata bijak dari para tokoh islam, kata bijak yang dikutip dari ayat-ayat Al Quran dan lain sebagianya.

Ujian Jika Kita Sabar

Pada saat kita sabar dan tabah, atas kata-kata dan penghinaan kata-kata manusia, saat itulah Allah akan memberikan kita kemuliaan.”

Jika kita sedang diberi ujian oleh Allah, kadang hati merasa gundah dan sedih berkepanjangan. Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk bersabar dalam menghadapi ujian, cobaan atau hinaan kata-kata manusia.

Sabar dan tabah merupakan perbuatan yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Oleh sebab itu pentingnya sabar, maka Allah menjadikan sabar sebagai salah satu faktor mendapatkan pertolongan Allah SWT.

Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Al Quran surah Al Baqarah ayat 153:

يٰۧااَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ إنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman. Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah ayat 153)

Berwudhu Sebelum Tidur

Berwudhulah sebelum tidur, karena barang siapa yang tidur dalam keadaan suci maka Malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa, “Ya Allah, ampunilah hambamu si Fulan karena tidur dalam keadaan suci

Seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, ketika hendak pergi tidur kita dianjurkan untuk membaca doa sebelum tidur. Agar selama tidurnya tetap dalam perlindungan Allah. Karena ketika kita tidur, kita seolah mati, karena tidur adalah sahabatnya mati.

Dengan kita memanjatkan doa sebelum tidur, berarti kita sudah berserah diri kepada Allah untuk memohon perlindungan-Nya selama tidur.

Namun selain membaca doa, kita juga dianjurkan untuk bersuci atau berwudhu sebelum tidur. Dengan harapan kita ketika tidur tetap dalam keadaan suci.

Sebagaimana Rasulullah bersabda:

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا، بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

Artinya:

“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa “Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.” (HR. Ibnu Hibban)

Keutamaan Sholat Subuh dan Isya

Jangan pernah tinggalkan sholat Subuh dan Isya, karena sholat yang paling berat dilaksnakan oleh orang-orang adalah sholat Subuh dan Isya. Seandainya mereka mengetahui dari keutamaan pada kedua sholat tersebut, maka sungguh mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.”

Sholat wajib berjamaah memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Terutama pada shalat Isya dan Subuh secara berjemaah.

Selain mendapatkan pahala dua pulu tujuh derajat, juga memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad.

Rasulullah SAW telah bersabda:

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Artinya:

“Sesungguhnya sholat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Shubuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, maka sungguh mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hormati dan patuhilah Ibumu

Hormati dan Patuhilah ibumu, janganlah suka mengungkapkan kepedihanmu pada ibumu. Karena dia akan bersedih melebihi kesedihanmu. Memang rahimnya hanya 9 (sembilan) bulan mengandungmu, tapi sepanjang hayat hati dan pikirannya hanya untukmu. Maka hormati dan bahagiakanlah ibumu dengan berbakti kepadanya dan menuruti apa yang dinasehatkan olehnya.”

Ibu merupakan segalanya bagi kita. Pengorbanan beliau tiada bandingnya yang tidak bisa diukur dengan apapun. Maka sudah selayaknya kita harus menghormati dan menghargainya sampai kapanpun.

Adapun berbakti kepada kedua orang tua adalah wujud sebagai rasa terima kasih kita kepada mereka. Karena Allah SWT juga memerintahkan kita untuk berbakti dan berterima kasih kepada kedua orang tua kita.

Allah berfirman dalam surah Lukman ayat 14:

وَ وَصَّیۡنَا الۡاِنۡسَانَ بِوَالِدَیۡہِ ۚ حَمَلَتۡہُ اُمُّہٗ وَهْنًا عَلٰی وَهْنٍ وَّ فِصٰالُہٗ فِیۡ عَامَیۡنِ اَنِ اشۡکُرۡ لِیۡ وَ لِوَالِدَیۡكَ ؕ اِلَیَّ الۡمَصِیۡرُ

Artinya :

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman ayat 14)

Kata Bijak Islam yang Dapat Menjadi Inspirasi Hidup

Sholat Sebagai Penolongmu

3 Amalan yang disukai oleh Allah. Sholat tepat waktu, Berbakti kepada orang tua dan jihad dijalan Allah. Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sholat dan sabar sebagai penolongmu. Sesunguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Sholat wajib adalah salah satu rukun islam yang wajib hukumnya untuk dikerjakan. Karena sholat adalah tiangnya agama yang kelak akan menjadi penolongmu di akherat.

Allah berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 153:

أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِين

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqarah ayat 153).

Hikmah Dalam Kesedihan dan Cobaan

Kesedihan dan cobaan yang kita rasakan hari ini akan membuat lebih kuat untuk menghadapi hari esok. Jangan Putus Asa. Tentu ada hikanh yang manis dibalik semua kejadian yang menimpa kita, yang kita tidak mengetahuinya.”

Sedih itu wajar, jika kita mengalami cobaan misalnya ditinggal pergi oleh orang yang kita sayangi. Namun jangan berlarut-larut dalam kesedihan, karena semua yang kita alami adalah cobaan dari Allah.

Rasulullah SAW telah bersabda:

مَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

Artinya:

“Orang mukmin lelaki atau perempuan tidak henti-hentinya mendapat cobaan pada dirinya, anaknya dan hartanya, hingga akhirnya dia menemui Allah dalam keadaan tidak punya kesalahan sama sekali.” (HR. Abu Daud).

Diam Bukan Berarti Kalah

Bila kita diam bukan berarti kita kalah. Kita diam sebab kita tahu bahwa pertengkaran tidak akan menyelesaikan masalah. Maka lebih baik diam. Orang tidak bijak jika senang dalam pertengkaran.”

Ketika kita sedang menghdapi masalah dan bisa memicu adanya pertengkaran dengan seseorang, maka lebih baik kita diam. Karena dengan diam bukan berarti kita kalah. Kita diam karena kita tidak ingin adanya pertengkaran. Karena perdamaian yang terwujud pada umat akan menjadikannya indah.

Allah berfirman dalam surah An Nisa ayat 128:

وَالصُّلْحُ خَيْرٌ

Artinya:

“Dan perdamaian itu lebih baik.” (QS An-Nisa’ ayat 128).

Demikian penjelasan tentang Kata Bijak Islam yang Dapat Menjadi Inspirasi Hidup. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih telah berkunjung.

Baca juga :

√ Kisah Ketetapan Hati Nabi Ibrahim AS Dalam Berdakwah Part 1

Kisah Ketetapan Hati Nabi Ibrahim AS Dalam Berdakwah Part 1 – Pada kesempatan ini akan membahas tentang kisah Nabi Ibrahim AS. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan bagaimana Nabi Ibrahim As mengenal islam dan dakwah pertama beliau dengan secara jelas dan singkat. Untuk lebih jelasnya yuk simak ulasan  Pengetahuan Islam berikut ini.

Kisah Ketetapan Hati Nabi Ibrahim AS Dalam Berdakwah Part 1

Kita sering mendengar tentang kisah dari pada Nabi Ibrahim As. Beliau dengan kelebihannya diberikan petunjuk oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada kaumnya yang mana pada saat itu menyembah berhala. Amanah tersebut beliau emban dengan berat hati lantaran beliau masih belum yakin akan kuasa Allah SWT. Lebih jelasnya simak ulasan berikut.

Nabi Ibrahim As

Nabi Ibrahim merupakan putera Aaazar (Tarih) bin Tahur bin Saruj bin Rau’ bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S. Beliau dilahirkan di sebuah tempat bernama “Faddam A’ram” dalam kerajaan “Babylon” yang pada waktu itu diperintah oleh seorang raja bernama “Namrud bin Kan’aan.”

Kerajaan Babylon pada masa itu termasuk kerajaan yang makmur rakyat hidup senang, sejahtera dalam keadaan serba cukup sandang maupun pangan. Akan tetapi tingkatan hidup rohani mereka masih berada di tingkat jahiliyah yang tidak mengenal Tuhan Pencipta mereka. Yang mana telah memberi karunia mereka dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mereka adalah patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.

Raja mereka Namrud bin Kan’aan menjalankan tampuk pemerintahnya dengan tangan besi dan kekuasaan mutlak. Semua kehendaknya harus terlaksana dan segala perintahnya merupakan undang-undang yang tidak dapat dilanggar atau di tawar.

Ia merasakan dirinya patut disembah oleh rakyatnya sebagai tuhan. Ia berfikir jika rakyatnya mau dan rela menyembah patung-patung yang terbuat dari batu yang tidak dapat memberi manfaat dan mendatangkan kebahagiaan bagi mereka. Mengapa bukan dialah yang disembah sebagai tuhan.

Dia yang dapat berbicara, mendengar, berfikir, memimpin, membawa kemakmuran dan melepaskan dari kesengsaraan dan kesusahan. Dia yang dapat mengubah orang miskin menjadi kaya dan orang yang hina-dina diangkatnya menjadi orang mulia. Di samping itu semuanya, ia adalah raja yang berkuasa dan memiliki negara yang besar dan luas.

Di dalam masyarakat yang sedemikian buruknya lahir dan dibesarkanlah Nabi Ibrahim, yaitu anak dari seorang ayah yang bekerja sebagai pemahat dan pedagang patung. Beliau sebagai calon Rasul dan pesuruh Allah yang akan membawa pelita kebenaran kepada kaumnya.

Semasa remaja, Nabi Ibrahim sering disuruh ayahnya keliling kota menjajakan patung-patung buatannya. Namun karena iman dan tauhid yang telah diilhamkan oleh Tuhan kepadanya ia tidak bersemangat untuk menjajakan barang-barang itu. Bahkan secara mengejek ia menawarkan patung -patung ayahnya kepada calon pembeli dengan kata-kata:

“Siapakah yang akan membeli patung-patung yang tidak berguna ini? “

Nabi Ibrahim Ingin Melihat Bagaimana Makhluk Yang Sudah Mati Dihidupkan Kembali Oleh Allah
Nabi Ibrahim yang sudah berketetapan hati hendak memerangi syirik dan persembahan berhala yang berlaku dalam masyarakat kaumnya. Ingin lebih dahulu mempertebalkan iman dan keyakinannya dengan menenteramkan hatinya. Serta membersihkannya dari keragu-raguan yang mungkin sesekali mangganggu fikirannya.

Dengan memohon kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati.

Berserulah ia kepada Allah:

” Ya Tuhanku! Tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau menghidupkan makhluk-makhluk yang sudah mati.”

Allah menjawab seruannya dengan berfirman:

“Tidakkah engkau beriman dan percaya kepada kekuasaan-Ku? “

Nabi Ibrahim menjawab:

“Betul, wahai Tuhanku, aku telah beriman dan percaya kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu, namun aku ingin sekali melihat itu dengan mata kepala ku sendiri, agar aku mendapat ketenteraman dan ketenangan dan hatiku dan agar makin menjadi tebal dan kukuh keyakinanku kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu.”

Allah mengabulkan permohonan Nabi Ibrahim, kemudian diperintahkanlah ia menangkap empat ekor burung. Lalu setelah memperhatikan dan meneliti bahgian tubuh-tubuh burung itu. Memotongnya menjadi berkeping-keping mencampur-baurkan kemudian tubuh burung yang sudah hancur-luluh dan bercampur-baur. Setelah itu diletakkan di atas puncak setiap bukit dari empat bukit yang letaknya berjauhan satu dari yang lain.

Setelah dikerjakan apa yang telah diisyaratkan oleh Allah. Selanjutnya Nabi Ibrahim diperintahkan memanggil burung-burung yang sudah terkoyak-koyak tubuhnya dan terpisah jauh tiap-tiap bagian tubuh burung dari bagian yang lain.

Dengan izin Allah dan kuasa-Nya datanglah berterbangan 4 ekor burung itu dalam keadaan utuh bernyawa seperti sedia kala. Begitu mendengar seruan dan panggilan Nabi Ibrahim kepadanya lalu hinggaplah empat burung yang hidup kembali itu di depannya. Dilihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah Yang Maha Berkuasa dapat denga  mudah menghidupkan kembali makhluk-Nya yang sudah mati.

Sebagaimana Dia menciptakannya dari sesuatu yang tidak ada. Dengan demikian tercapailah apa yang diinginkan oleh Nabi Ibrahim untuk mententramkan hatinya dan menghilangkan kemungkinan ada keraguan di dalam iman dan keyakinannya. Bahwa kekuasaan dan kehendak Allah tidak ada sesuatu pun di langit atau di bumi yang dpt menghalangi atau menentangnya dan hanya kata “Kun” yang difirmankan Oleh-Nya maka terjadilah akan apa yang dikehendaki ” Fayakun”.

Nabi Ibrahim Berdakwah Kepada Ayah Kandungnya

Aazar yang merupakan ayah Nabi Ibrahim tidak terkecuali sebagaimana kaumnya yang lain. Bertuhan dan menyembah berhala bahkan ia adalah pedagang dari patung-patung yang dibuat dan dipahatnya sendiri. Kemudian orang membeli patung-patung yang dijadikan persembahan.

Nabi Ibrahim merasa bahwa kewajiban yang pertama harus ia lakukan sebelum berdakwah kepada orang lain ialah menyadarkan ayah kandungnya dulu. Orang yang terdekat kepadanya bahwa kepercayaan dan persembahannya kepada berhala-berhala itu adalah perbuatan yang sesat dan bodoh.

Beliau merasakan bahwa kebaktian kepada ayahnya mewajibkannya memberi penerangan kepadanya agar melepaskan kepercayaan yang sesat itu dan mengikutinya beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Ibrahim dengan sikap yang sopan dan adab yang patut ditunjukkan oleh seorang anak terhadap orang tuanya dan dengan kata-kata yang halus. Ia datang kepada ayahnya menyampaikan bahwa ia diutuskan oleh Allah sebagai nabi dan rasul. Bahwa ia telah diilhamkan dengan pengetahuan dan ilmu yang tidak dimiliki oleh ayahnya.

Ia bertanya kepada ayahnya dengan lemah lembut gerangan apakah yang mendorongnya untuk menyembah berhala seperti lain-lain kaumnya. Padahal ia mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak berguna sedikit pun tidak dapat mendatangkan keuntungan bagi penyembahnya atau mencegah kerugian atau musibah.

Diterangkan pula kepada ayahnya bahwa penyembahan kepada berhala-berhala itu adalah semata-mata ajaran syaitan. Dimana memang menjadi musuh kepada manusia sejak Adam diturunkan ke bumi lagi.

Ia berseru kepada ayahnya agar merenungkan dan memikirkan nasihat dan ajakannya. Berpaling dari berhala-berhala dan kembali menyembah kepada Allah yang menciptakan manusia dan semua makhluk yang dihidupkan. Allah memberi mereka rezeki dan kenikmatan hidup serta mengamanahkan bumi dengan segala isinya kepada manusia.

Aazar ayah ibrahim menjadi merah mukanya dan melotot matanya mendengar kata-kata seruan puteranya. Nabi Ibrahim yang ditanggapinya sebagai dosa dan hal yang kurang patut bahwa puteranya telah berani mengecam dan menghina kepercayaan ayahnya. Bahkan mengajakkannya untuk meninggalkan kepercayaan itu dan menganut kepercayaan dan agama yang ia bawa.

Ia tidak menyembunyikan murka dan marahnya tetapi dinyatakannya dalam kata-kata yang kasar dan dalam maki hamun seakan-akan tidak ada hunbungan diantara mereka.

Ia berkata kepada Nabi Ibrahim dengan nada gusar:

” Hai Ibrahim! Berpalingkah engkau dari kepercayaan dan persembahanku ? Dan kepercayaan apakah yang engkau berikan kepadaku yang menganjurkan agar aku mengikutinya? Janganlah engkau membangkitkan amarahku dan mencoba mendurhakaiku. Jika engkau tidak menghentikan penyelewenganmu dari agama ayahmu tidak engkau hentikan usahamu mengecam dan memburuk-burukkan persembahanku. Maka keluarlah engkau dari rumahku ini. Aku tidak sudi bercampur denganmu didalam suatu rumah di bawah suatu atap. Pergilah engkau dari mukaku sebelum aku menimpamu dengan batu dan mencelakakan engkau.”

Nabi Ibrahim menerima kemarahan ayahnya, pengusirannya dan kata-kata kasarnya dengan sikap tenang, normal selaku anak terhadap ayah seraya berkata:

 ” Oh ayahku! Semoga engkau selamat, aku akan tetap memohonkan ampun bagimu dari Allah dan akan tinggalkan kamu dengan persembahan selain kepada Allah. Mudah-mudahan aku tidak menjadi orang yang celaka dan malang dengan doaku untukmu.”

Lalu keluarlah Nabi Ibrahim meninggalkan rumah ayahnya dalam keadaan sedih dan prihati karena tidak berhasil mengangkatkan ayahnya dari lembah syirik dan kufur.

Nantikan cerita tentang Nabi Ibrahim dan nabi Ismail selanjutnya….

Demikian ulasan tentang Kisah Ketetapan Hati Nabi Ibrahim AS Dalam Berdakwah Part 1. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Bacaan Niat Sholat Jumat, Tata Cara, Syarat dan Keutamaannya

Bacaan Niat Sholat Jumat, Tata Cara, Syarat dan Keutamaannya – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Niat Sholat Jumat. Adapun perincian yang akan dibahas tentang √ sholat Jumat, √ syarat sholat Jumat, √ niat sholat Jumat, √ tata cara sholat Jumat dan √ keutamaan sholat Jumat. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Bacaan Niat Sholat Jumat, Tata Cara, Syarat dan Keutamaannya

Sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk melaksanakan perintah Sholat 5 (lima) waktu. Sholat jumat pengganti sholat dhuhur yang berjumlah 4 rakaat menjadi pelaksanaannya 2 rakaat dengan disertai khutbah jumat.

Sholat Jumat

Sholat Jumat adalah sholat dua rakaat yang dikerjakan waktu dhuhur sesudah dua khutbah didalamnya pada hari Jumat.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Al Quran surah Al Jumuah ayat 9:

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا نُوۡدِیَ لِلصَّلٰوۃِ مِنۡ یَّوۡمِ الۡجُمُعَۃِ فَاسۡعَوۡا اِلٰی ذِکۡرِ اللّٰہِ وَ ذَرُوا الۡبَیۡعَ ؕ ذٰلِکُمۡ خَیۡرٌ لَّکُمۡ اِنۡ کُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, manakala kamu diserukan untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, demikianlah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Jumuah ayat 9)

Sholat Jumat merupakan salah satu tanda syi’arnya agama Islam secara keseluruhan. Agar terlihat jelas bahwa agama Islam adalah agama yang mengutamakan kerukunan, pergi bersama dan selalu serempak dalam agamanya.

Berpijak dari situ sehingga sholat Jumat tidak sah dilakukan dengan sendiri-sendiri. Namun sholat Jumat dilakukan dengan berjamaah atau dilakukan dengan cara bersama-sama.

Sebagai pengingat untuk umat muslim, sholat Jumat dilaksanakan seminggu sekali yaitu pada waktu dhuhur di hari Jumat. Pada sholat Jumat senantiasa mendekatkan kepada-Nya dan dalam setiap langkah keseharian tidak luput dari Dzikrullah.

Setiap minggunya semua umat muslim memperoleh suguhan batin sejak jaman Rasulullah sampai hari kiamat kelak. Setidak-tidaknya demikianlah yang terkandung hikmah dalam sholat Jumat.

Waktu Sholat Jumat

Mayoritas sahabat sepakat bahwa waktu sholat Jumat sama dengan waktu Shalat dhuhur. Hal ini berdasarkan hadits dari Anas bin Malik Ra:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى الْجُمُعَةَ إِذَا مَالَتِ الشَّمْسُ

Artinya: “Rasulullah Saw mengerjakan sholat Jumat apabila matahari telah tergelincir” (HR. Abu Dawud dan Abu Ya’la)

Sholat Jumat adalah pengganti sholat dhuhur pada hari Jumat. Jadi waktu sholat Jumatadalah waktu dhuhur di hari Jumat, sekitar pukul 12:00 siang sampai pukul 13:00 siang.

Untuk mengetahui lebih detail tentang jadwal sholat dhuhur pada hari Jumat, atau jadwal sholat Jumat yang sudah ditentukan.

Niat Sholat Jumat

Seperti sholat-sholat lainnya, ketika akan mengerjakan sholat Jumat juga akan diawali dengan membaca niat sholat Jumat. Semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati alias diucapkan dalam hati atau dengan suara lirih.

Bacaan Niat Sholat Jumat Arab

اُصَلِّيْ فَرْضَ الْجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Jumat Latin

“Ushollii fardhol jum’ati rak’ataini adaa-an ma-muuman lillaahi ta’aala”.

Arti Niat Sholat Jumat

“Aku berniat melakukan sholat wajib Jumat 2 rakaat sebagai makmum, karena Allah Taala”.

Tata Cara Sholat Jumat

Sholat Jumat disyariatkan untuk dikerjakan secara berjamaah, tidak sah jika dilakukan sendirian.

Sebelum Sholat Jumat dilaksanakan secara berjamaah, maka didahului dengan Khutbah Jumat yang terdiri dari dua khutbah.

Khutbah dilakukan oleh Khatib untuk menyampaikan khutbah pertama dengan memuji Allah, bershalawat, syahadat dan menyampaikan pesan taqwa serta nasehat-nasehat ke jalan kebaikan menurut ajaran Islam.

Setelah khutbah pertama selesai, kemudian khatib duduk sejenak. Kemudian khatib kembali berdiri untuk menyampaikan khutbah kedua dan mengakhirinya dengan doa.

Sholat Jumat dilaksanakan secara berjamaah dengan jumlah dua rakaat yang dipimpin oleh imam. Simak tata cara sholat Jumat berikut.

Rakaat pertama

  1. Niat
  2. Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  3. Membaca surah Al Fatihah
  4. Membaca surah dari Al Quran
  5. Melakukan Rukuk dengan tuma’minah
  6. Iktidal dengan tuma’minah
  7. Melakukan Sujud dengan tuma’minah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’minah
  9. Melakukan sujud kedua dengan tuma’minah
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

Rakaat Kedua

  1. Membaca surat Al Fatihah
  2. Membaca surat dari Al Quran
  3. Melakukan Rukuk dengan tuma’minah
  4. Iktidal dengan tuma’minah
  5. Melakukan Sujud dengan tuma’minah
  6. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’minah
  7. Melakukan sujud kedua dengan tuma’minah
  8. Tahiyat akhir dengan tuma’minah
  9. Mengucapkan salam sambil menoleh kekanan dan kekiri

Untuk bacaan tiap gerakan sholat Jumat adalah sesuai dengan bacaan sholat wajib 5 waktu.

Syarat Sholat Jumat

Sholat Jumat akan sah dilakukan jika memenuhi beberapa syarat sholat Jumat. Adapaun syarat sholat Jumat berikut:

  1. Sholat Jumat dilakukan di waktu dhuhur pada hari Jumat

Sholat Jumat dilakukan pada waktu dhuhur pada hari Jumat saja, dan dalam seminggu hanya hari Jumat saja.

Jadi sholat jumat ini sebagai pengganti sholat dhuhur pada hari Jumat. Jadi jika sudah melaksanakan sholat Jumat berjamaah, maka tidak perlu melaksanakan sholat dhuhur pada hari Jumat tersebut.

  1. Sholat Jumat dilakukan secara berjamaah di suatu daerah

Sholat Jumat harus dilakukan secara berjamaah, tidak boleh dikerjakan secara sendiri-sendiri di suatu daerah.

  1. Sholat Jumat Wajib Diikuti minimal oleh 40 jamaah

40 Jamaah ini harus orang laki-laki yang sudah baligh. Sholat Jumat akan sah jika diikuti oleh minimal 40 orang laki-laki yang sudah baligh.

Sholat Jumat ini hukumnya wajib bagi laki-laki yang sudah baligh, jadi kaum laki-laki yang sudah baligh dari daerah tersebut diwajibkan untuk melaksankan sholat Jumat.

Apabila ada jamaah wanita, maka tidak masuk dalam hitungan 40.

  1. Jumlah 40 Jamaah seluruhnya wajib berasal dari daerah tersebut

Juga jika ada orang lain selain penduduk sekitar daerah tersebut yang sedang melakukan perjalanan atau singgah (mushafir), maka tidak masuk dalam jumlah 40 jamaah.

Penduduk yang mengerjakan sholat Jumat berjamaah adalah masuk dalam penduduknya sendiri dari wilayah tersebut. Bila berasal dari daerah orang lain tidak masuk dalam hitungan jumlah 40 jamaah.

  1. Didahului dengan dua khutbah

Walau sholat Jumat adalah pengganti sholat dhuhur pada hari Jumat, namun hitungan rakaat dan rukun sholatnya berbeda dengan sholat wajib 5 waktu pada waktu dhuhur.

Dalam melakukan sholat Jumat akan diawali dengan dua khutbah terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat Jumat yang berjumlah 2 rakkat.

  1. Sholat Jumat dikerjakan di masjid atau tempat yang sudah di tetapkan

Sholat Jumat hanya dikerjakan di masjid atau tempat yang sudah ditetapkan dalam suatu wilayah. Untuk itu, dalam satu wilayah desa dianjurkan hanya memiliki satu masjid sebagai tempat melaksanakan sholat Jumat.

Walau dalam satu wilayah desa, ada beberapa tempat ibadah, yang lainnya difungsikan sebagai Mushola atau Langgar sebagai tempat melaksankan sholat wajib 5 waktu berjamaah.

Orang yang Wajib Sholat Jumat

Sholat Jumat hukumnya adalah fardhu ‘ain (wajib). Allah akan menutup mata hati orang yang tidak mengerjakan sholat Jumat tiga kali berturut-turut. Seperti dijelaskan dalam hadist berikut:

مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Artinya: “Barangsiapa meninggalkan tiga kali Sholat Jumat karena menganggap remeh, maka Allah akan menutup mata hatinya” (HR. An Nasa’i, Abu Dawud dan Ahmad).

Lalu, siapa sajakah yang diwajibkan Sholat Jumat?

Berikut orang-orang yang wajib mengerjakan sholat Jumat:

  • Orang islam
  • Laki-laki, wanita tidak wajib melakukan ikut jum’atan
  • Orang yang sudah berakal dan baligh (mukallah)
  • Tidak budak, artinya dia orang yang merdeka
  • Sehat akal pikirannya
  • Penduduk daerah tersebut
  • Orang yang Tidak Wajib Sholat Jumat
  • Sholat Jumat tidak diwajibkan bagi orang-orang dibawah ini:
  • Orang Buta
  • Orang Lumpuh
  • Orang sakit yang menyengsarakan sampai tidak bisa mendatangi shalat Jum’at
  • Merawat orang sakit yang tidak bisa ditinggalkan atau orang sakit itu tidak mau dipasrahkan kepada orang dia
  • Hujan deras yang tidak bisa membuat berangkat jumatan, akan tetapi hal ini dipertimbangkan kondisi kanan kiri, sungguh-sungguh tidak bisa sesungguhnya atau hanya malas saja.

Rukun Khutbah Jumat

Perlu kita ketahui beberapa rukun khutbah jumat:

  1. Memuji kepada Allah dengan lafadz hamdalah
  2. Mengucapkan shalawat salmi kepada nabi Muhammad Saw
  3. Megucapkan wasiat taqwa
  4. Membacakan salah satu ayat dari Al Quran
  5. Memohonkan ampun kepada kaum mukmin muslim

Syarat Khutbah Jumat

Ada beberapa syarat dari khutbah jumat meliputi:

  1. Suci dari hadats dan najis, bailk badan, tempat khutbah atau pakaian
  2. Menutup aurat
  3. Berdiri bagi khatib yang kuasa berdiri
  4. Duduk dengan tumaknimah abtara dua khutbah
  5. Berurutan antara khutbah dua dan tidak terlalu lama
  6. Berurutan antara khutbah kedua dan shalat
  7. Rukun-rukun khutbah yang disebutkan diatas dibaca dengan Bahasa Arab, adapun selain itu, misal penjelasan boleh dengan Bahasa masing-masing daerah atau Bahasa yang mudah dipahami dan umum didaerah tersebut.
  8. Dengan suara yang keras dan didengar oleh mustami’ sekurang-kurangnya 40 orang.
  9. Semuanya dilakukan dalam waktu dhuhur.

Sunnah Sebelum Sholat Jumat

Melakukan mandi bersih atau mandi junub sebelum melakukan sholat Jumat adalah sunnah sesuai ajaran Rasulullah.

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً

Artinya: “Barangsiapa mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi jinabat, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berqurban dengan seekor unta”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Melakukan Mandi Junub Untuk Sholat Jumat

Niat mandi bersih untuk sholat Jumat sebagai berikut:

Bacaan Niat Mandi Junub Sholat Jumat Arab

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلصَّلاَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Mandi Junub Sholat Jumat Latin

“Nawaitul ghusla lishsholaati min yaumil jumu’atisunnatal lillahi ta’aalaa”.

Arti Niat Mandi Junub Sholat Jumat

“Aku niat mandi untuk mengerjakan sholat Jumat, sunnah karena Allah taala”.

Perbuatan Sunnah pada Hari Jumat

  • Membersihkan badan
  • Memotong kuku
  • Memotong rambut
  • Mandi bersih atau mandi keseluruhan untuk sholat Jumat
  • Menggunakan parfum atau wangi-wangian
  • Berpakaian bersih (anjuran warna putih) dan pakaian yang paling bagus yang dimiliki.
  • Berangkatlah ke masjid lebih awal.
  • Sampai di masjid tunaikan sholat sunnah tahiyat masjid sebelum duduk dzikir.
  • Perbanyaklah dzikir kepada Allah.
  • Mengucapkan shalawat.
  • Membaca Al Quran.
  • Kalau khatib sudah berdiri, maka dengarkanlah dengan hati khusu’ dan ingatlah apa-apa yang dikhutbahkan.

Sunnah Setelah Selesai Sholat Jumat

Kalau khutbah dan sholat Jumat sudah selesai, maka jangan langsung pergi meninggalkan masjid untuk pulang ke rumah. Kerjakanlah sholat rawatib ba’diyah dhuhur.

Perbanyaklah dzikir kepada Allah, perbanyaklah membaca ayat-ayat Allah dalam Al Quran, lebih-lebih yang sering dilakukan oleh para ulama yang dijelaskan dalam kitabnya.

Setelah selesai sholat Jumat dianjurkan berdzikir membaca:

  • Surah Al Fatihah (Sebanyak 7x)
  • Surah Al Ikhlas (Sebanyak 7x)
  • Surah An Naas (Sebanyak 7x)
  • Surah Al Falaq (Sebanyak 7x)

Hal Harus Dilakukan Jika Terlambat Sholat Jumat

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan jika datang terlambat sholat Jumat

  • Apabila ada makmum yang terlambat satu, walaupun tidak mendengarkan khutbah cukup nanti setelah imam salami a menambahi satu rakaat yang ditinggalkan dengan shalat sendiri, bacaan Al Fatihah dikeraskan berikut surat-surat yang dibaca.
  • Apabila rakaat kedua sudah habis, misal imam ketika ruku’ sujud atau sedang tahiyat, tiba-tiba ada makmum yang datang terlambat, maka ikuti rukun pada waktu itu dengan niat shalat jum’at akan tetapi makmum tersebut harus menyempurnakan bilangan rakaat menjadi empat shalat dhuhur.

Hal Harus Dilakukan Jika Ada yang Tidak Terpenuhi Syarat Sholat Jumat

Berikut hal-hal yang perlu dilakukan jika tidak terpenuhi syarat sholat Jumat

  1. Pihak khotib ada yang lupa tidak menyebutkan salah satu diantara rukun khutbah Jumat.

Khotib lupa tidak membaca shalawat atau membaca ayat Al Quran, artinya khotib tersebut tidak sah khotbahnya.

Apabila hal ini tanpa sepengatahuan khotib dan pihak khotib tidak melakukan tindakan penyempurnaan, maka makmum yang meneetahuinya itu harus shalat dhuhur setelah jum’atan sebagai penyempurnaan khutbah yang tidak syah tadi.

  1. Jumlah jamaah sholat Jumat kurang dari 40 jamaah yang sudah baligh.

Apanila dalam suatu daerah tersebut para jamaah tidak sampai 40 orang atau genap 40 namun disana ada pendatang anak-anak yang belum baligh. Maka setelah sholat Jumat diharuskan kembali mengerjakan sholat dhuhur sebagai penutupnya.

Keutamaan Sholat Jumat

Sholat Jumat memiliki beberapa keutamaan bagi yang mengerjakannya. Karena sholat Jumat ini hukumnya wajib bagi laki-laki yang sudah baligh, maka setiap melaksanakan sholat Jumat, semua laki-laki muslim yang sudah baligh akan mendapatkan manfaat dari keutamaan sholat Jumat.

Memiliki Pahala yang Besar

Seperti hadist yang sudah disampaikan diatas, bahwa ketika hari Jumat dan pergi mengerjakan sholat Jumat dengan datang lebih awal, maka akan mendapatkan pahala seperti berqurban seekor unta.

“Barangsiapa mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi jinabat, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berqurban dengan seekor unta”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Seperti Mengerjakan Ibadah Sholat dan Puasa Selama Setahun

Ketika hari Jumat melakukan mandi junub atau mandi bersih sebelum pergi ke masjid untuk melaksankan sholat Jumat, maka seperti mengerjakan ibadah setahun.

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

Artinya : “Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat lalu ia bergegas pergi (ke masjid), mendengar dan memperhatikan khutbah, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.” (HR. Tirmidzi; shahih)

Masjid adalah sebagai tempat melaksanakan sholat wajib 5 waktu berjamaah dan melaksanakan sholat Jumat berjamaah.

Demikian ulasan tentang Bacaan Niat Sholat Jumat, Tata Cara, Syarat dan Keutamaannya. Semoga Allah selalu memudahkan kita semua melaksanakan sholat untuk bisa selalu mengerjakan sholat Jumat….. Aamin. Terimakasih.