√ Bacaan Doa Masuk dan Keluar Masjid (Bahas Lengkap)

Bacaan Doa Masuk dan Keluar Masjid

Bacaan Doa Masuk dan Keluar Masjid (Bahas Lengkap) – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Doa Masuk Masjid dan Keluar Masjid. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan bacaan doa keluar masjid dan keluar masjid serta etika di dalam masjid dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih detailnya simak artikel berikut ini.

Bacaan Doa Masuk dan Keluar Masjid (Bahas Lengkap)

Masjid adalah sebuah tempat suci, tempat yang biasa kita gunakan untuk bersujud, mengabdi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Disaat kita hendak pergi ke masjid, tentu kita dianjurkan dalam keadaan bersih dan suci, dalam arti kita tidak sedang dalam keadaan junub.

Sesuai sunnah, alangkah baiknya pada saat pergi ke masjid dan hendak melangkahkan kaki ke dalam ataupun keluar masjid, disunahkan terlebih dahulu untuk membaca doa. Lalu bagaimana bacaan doa masuk dan keluar masjid? Berikut doa yang dapat dihafalkan dan amalkan.

Doa Masuk Masjid

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Alloohummmaf Tahlii Abwaaba Rohmatika

Artinya:

“Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu”.

بِسْمِ اللهِ , وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ,اللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ ذُنُوْبِيْ , وَافْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Bismillah, Wassalaamu ‘Alaa Rosuulillah, Allohummaghfirlii Dzunuubii, Waftahliii Abwaaba Rohmatika

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah padaku pintu rahmat-Mu”.

Sebelum masuk rumah, jangan lupa untuk baca Doa Masuk Rumah.

Doa Keluar Masjid

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Allohumma Inniii Asaluka Min Fadllika

Artinya:

Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu akan segala keutamaan-Mu”.

Tidak hanya membagikan doa masuk masjid dan keluar masjid saja, melainkan juga menambahkan etika yang harus kita jaga ketika di dalam masjid dan juga tata cara dan adabnya.

Etika di Dalam Masjid

Mengenakan Pakaian yang Sopan dan Bersih

Sebelum kita memasuki masjid, pastikan terlebih dahulu jika kita telah mengenakan pakaian yang sopan dan juga bersih dari berbagai macam najis.

Jangan lupa setelah berwudhu anda baca doa sesudah wudhu ya!

Berjalan dengan Sopan dan Tenang

Ketika sudah berada di dalam masjid, usahakan untuk berjalan dengan sopan, tenang, dan tidak tergesa – gesa agar tidak menggangu orang lain yang sedang berada di dalam masjid.

Menunggu Waktu Shalat dengan Berdzikir

Ketika sedang berada di dalam masjid untuk menunggu masuk waktu shalat, dianjurkan untuk berdzikir kepada Allah.

Tidak Bercakap – cakap di Dalam Masjid

Untuk menjaga ketenangan dan kekhidmatan masjid, sebaiknya tidak bercakap – cakap dengan orang lain yang juga sedang berada di dalam masjid.

Bacaan Doa Masuk dan Keluar Masjid
Bacaan Doa Masuk dan Keluar Masjid

Tata Cara dan Adab Masuk dan Keluar Masjid

Berikut ini adalah tata cara dan adab masuk dan keluar masjid antara lain:

Mendahulukan Kaki Kanan

Sama seperti halnya ketika sedang melakukan aktivitas atau pun perbuatan baik yang lainnya, ketika memasuki masjid, hendaknya kita mendahulukan kaki kanan dibandingkan dengan kaki kiri.

Seperti sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA yang artinya :

Termasuk ajaran Nabi Muhammad SAW, ketika anda masuk Masjid, anda mendahulukan kaki kanan dan ketika keluar, mendahulukan kaki kiri.” (H.R. Hakim yang telah dishahihkan oleh Ad-Dzhabi).

Membaca Do’a Masuk Masjid

Pada saat memasuki masjid, umat Islam juga dianjurkan untuk membaca lafadz doa masuk masjid. Seperti yang telah dijelaskan pada bacaan diatas.

Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid

Setelah berada di dalam masjid, kita juga dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunah sebanyak dua rakaat. Shalat sunah ini disebut dengan shalat Tahiyatul Masjid. Shalat sunah Tahiyatul Masjid dilakukan ketika kita baru sampai di dalam masjid sebelum duduk.

Oleh karena itu, sebelum kita memasuki masjid, kita harus memastikan bahwa tubuh kita benar – benar suci dan terbebas dari berbagai macam najis.

Berdoa Ketika Keluar Sembari Mendahulukan Kaki Kiri

Sama seperti halnya ketika memasuki masjid, ketika keluar masjid kita juga dianjurkan untuk membaca lafadz doa keluar masjid yaitu ‘Allahumma inni as-aluka min fadhlik’, yang artinya “Ya Allah, Aku Meminta karunia dari – Mu.” Tidak hanya itu, saat keluar masjid, kita juga disarankan untuk mendahulukan kaki sebelah kiri.

Demikian penjelasan tentang Bacaan Doa Masuk dan Keluar Masjid (Bahas Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita semua. Terima kasih.

√ Doa Sebelum dan Sesudah Makan Latin dan Terjemahnya

Doa Sebelum dan Sesudah Makan Latin dan Terjemahnya

Doa Sebelum dan Sesudah Makan Latin dan Terjemahnya – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas Doa Sebelum dan Sesudah Makan. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan bacaan doa sebelum makan, doa sesudah makan, doa sebelum/sesudah minum. Untuk lebih jelasnya simak Artikel berikut ini.

Doa Sebelum dan Sesudah Makan Latin dan Terjemahnya

Segala puji bagi Allah SWT yang telah mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Sehingga kita masih diberi kesempatan untuk dapat memperbanyak amal ibadah. Dalam hal ini doa sebelum makan dan sesudah makan seringkali diajarkan oleh orang tua kepada anak-anak mereka pada usia dini.

Doa Makan

Pentingnya mengajarkan bacaan doa kepada anak bertujuan untuk menanamkan kebiasaan berdoa disaat hendak melakukan segala aktivitas.

Sudah tidak heran, banyak anak yang masih berusia dini mampu menghafal beberapa macam doa seperti doa sebelum makan maupun sesudah makan, walaupun dengan bahasa yang masih terbata-bata dikarenakan belum fasih untuk berbicara.

Berikut ini lafadz arab bacaan doa sebelum dan sesudah makan atau minum beserta latin dan terjemahannya.

Doa Sebelum Makan

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Alloohumma Barik Lanaa Fiimaa Razaqtanaa Waqinaa ‘Adzaa Bannar

Artinya :

Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka”.

Sebagai manusia, tentunya kita tidak luput dari yang namanya salah dan lupa. Jika kita lupa akan membaca doa sebelum makan maupun minum hendaklah kita juga berdoa.

Berikut ini bacaan doa ketika Anda makan tetapi lupa membaca doa.

Bacaan doa diatas dibaca ketika kita hendak makan, ditujukan sebagai rasa syukur kita kepada Allah Swt yang telah memberikan rezeki sehingga kita masih dapat makan, dan juga mencegah setan yang hendak mengganggu saat kita sedang makan.

Doa Sesudah Makan

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ

Alhamdu lillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa wa ja’alnaa muslimiin

Artinya :

Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kami dan minuman kami, serta menjadikan kami sebagai orang-orang islam

Doa di atas di baca ketika kita telah selesai makan, ditujukan sebagai rasa syukur kita kepada Allah Swt yang telah memberi kita makan dan minum dan juga menjadikan kita sebagai orang muslim.

Doa Sebelum/Sesudah Minum

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِىْ جَعَلَهُ عَذْبًا فُرَاتًا بِرَحْمَتِهِ وَلَمْ يَجْعَلْهُ مِلْحًا اُجَاجًا بِذُنُوْبِنَا

Alhamdu Lillaahil Ladzi Ja’alahuu ‘Adzban Furootam Birohmatihii Wa Lamyaj’alhu Milhan Ujaajam Bidzunuubinaa

Artinya :

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air ini (minuman) segar dan menggiatkan dengan rahmat-Nya dan tidak menjadikan air ini (minuman) asin lagi pahit karena dosa-dosa kami”.

Doa ketika lupa membaca doa sebelum makan

بِسْمِ اللهِ فِىِ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

Bismillaahi Fii Awwalihi Wa Aakhirihi

Artinya :

Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya”.

Pada saat kita lupa membaca doa sebelum makan, telah dijelaskan menurut sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah ia ucapkan “Bismillah”.

Jika ia lupa untuk menyebutnya, hendaknya ia mengucapkan “Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi” (dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya).

Dengan kita membaca doa sebelum maupun sesudah makan, maka kita telah memanjatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Doa Sebelum dan Sesudah Makan Latin dan Terjemahnya

Makna Doa Sesudah Makan

Kita bisa melihat pesan makna doa sesudah makan atau doa setelah makan tersebut dari penjelasan berikut ini.

1. Dari bacaan “Alhamdu Lillahhil Ladzi”

Dari kalimat “Alhamdu lillahhil-ladzi” (اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْنَ) artinya ucapan pujian kepada Allah. Bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, karena semua hidangan dan proses makan bisa terjadi atas kuasa dan ijin Allah.

2. Dari bacaan ”Ath Amanaa Wa Saqaana”

Dari kalimat “Ath-amanaa wa saqaana” (اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا). Kata ath’amana yaitu berbentuk fi’il madhi yang memiliki faedah ta’diyah, yang berarti, “Dia yang telah memberi makan makanan ini kepadaku,” Dia adalah Allah yang sebagai subyek dan sebagai pemberiannya.

3. Dari bacaan “Waja’alanaa Minal Muslimiin”

Dari kalimat “waja’alanaa minal muslimiin” (مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ) yang artinya serta menjadikan kami termasuk golongan orang muslim.

Makna dari kalimat ini adalah rasa syukur atas di masukkannya kedalam ornag muslim. Dengan menjadi orang muslim berarti menjadi umat yang di ridhai oleh Allah.

Demikian Artikel tentang Doa Sebelum dan Sesudah Makan Latin dan Terjemahnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan Kita semua. Terima kasih.

√ Bacaan Doa Kamilin : Arab, Latin dan Terjemahnya (Lengkap)

Bacaan Doa Kamilin Arab Latin dan Terjemahnya

Bacaan Doa Kamilin : Arab, Latin dan Terjemahnya (Lengkap) – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Doa Kamilin. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan bacaan doa kamilin arab, latin dan terjemah serta keutamaan berikut penjelasannya. Untuk lebih detailnya simak Artikel berikut ini.

Bacaan Doa Kamilin : Arab, Latin dan Terjemahnya (Lengkap)

Doa kamilin merupakan doa yang dibaca setelah sholat tarawih telah selesai. Sholat tarawih sendiri ialah sholat sunah yang hanya ada di bulan suci ramadhan saja selama 30 hari atau sebulan penuh.

Sholat tarawih dilakukan setelah sholat isya atau sampai dengan terbit fajar. Sholat tarawih dapat dilakukan berjamaah di masjid maupun dilakukan sendiri di rumah.

Jumlah rakaat solat tarawih yaitu 23 rakaat dengan 20 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat sholat witir yang setiap 2 rakaat salam.

Ada juga yang melakukannya dengan 11 rakaat saja dengan 8 rakaat sholat tarawih dan 3 rakaat sholat witir yang setiap 2 rakaat juga salam.

Sholat tarawih merupakan sholat sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dilaksanakan dan hanya terdapat pada bulan ramadhan. Karena dalam sholat tarawih ini memang sangatlah banyak manfaat dan keutamaannya.

Doa Kamilin

Bagi yang sholat tarawih 23 rakaat maka membaca doa kamilin setelah 20 rakaat sholat tarawih dilaksanakan. Kemudian dilanjutkan 3 rakaat sholat witir dengan 2 rakaat salam dan 1 rakaat salam.

Sedangkan bagi yang melaksanakan sholat tarawih 11 rakaat maka ia membaca doa kamilin setelah 8 rakaat sholat tarawih. Kemudian dilanjutkan dengan 3 rakaat sholat witir rakaat salam dan 1 rakaat salam.

Berikut ini adalah bacaan doa kamilin atau doa setelah sholat tarawih arab, latin dan terjemahnya, yaitu:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْاِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبِاالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ. وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلٰى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ, بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنَ

مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ اُوْلٰئِكَ رَفِيْقًا ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ اَجْعَلْنَا فِى هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلاَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْن

وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allaahummaj’alnaa Bil-Iimaani Kaamiliin, Wa Lil-Faraa ‘Idimu’addiin, Wa Lis-Salaati Haafiziin, Wa Liz-Zakaatii Faa’iliin, Wa Limaa ‘Indaka Taalibiin, Wa Li’afwika Raajiin.

Wa Bil-Hudaa Mutamassikiin, Wa ‘Anil-Lagwi Mu’ridiin, Wa Fid-Dun-Yaa Zaahidiin, Wa Fil-Aakhirati Raagibiin, Wa Bil-Qadaa’i Raadiin, Wa Lin-Na ‘Maa’i Syaakiriin.

Wa ‘Alal-Balaa’i Saabiriin, Wa Tahta Liwaa’i Sayyidinaa Muhammadin Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallama Yaumal-Qiyaamati Saa’iriin, Wa Ilal-Haudi Waaridiin.

Wa Ilal-Jannati Daakhiliin, Wa Minan-Naari Naajin, Wa ‘Alaa Sariiril-Karaamati Qaa’idiin Wa Min Huurin ‘Iinim Mutazaw-Wijiin, Wa Min Sundusiw Wa Istabraqiw Wa Diibaajim Mutalabbisiin.

Wa Min Ta’aamil-Jannati Aakiliin, Wa Mil Labaniw Wa ‘Asalim Musaffan Syaaribiin, Bi Akwaabiw Wa Abaariiqa Wa Ka’sim Mim Ma’iin.

Ma’allaziina An’amta ‘Alaihim Minan-Nabiyyiina Was-Siddiiqiina Wasy-Syuhadaa’i Was-Saalihiinna Wa Hasuna Ulaa’ika Rafiiqaa, Zaalikal-Fadlu Minallaahi Wa Kafaa Billaahi ‘Aliimaa.

Allaahummaj’alnaa Fii Lailati Haazasy-Syahrisy-Syariifatil-Mubaarakati Minas-Su’adaa’il-Maqbuuliina Wa Laa Taj’alnaa Minal-Asyqiyaa’il-Marduudiin.

Wa Sallallaahu ‘Alaa Muhammadiw Wa ‘Alihii Wa Sahbihii Ajmaa’in, Bi Rahmatika Yaa Arhamar-Raahimiin, Wal-Hamdu Lillaahi Rabbil-‘Aalamiin.

Artinya :

“Ya Allah, jadikanlah kami berkat iman Orang-orang yang sempurna, Orang-orang yang mengerjakan hal yang wajib, Orang-orang yang memelihara sholat.

Orang-orang yang menunaikan zakat, Orang-orang yang mengharapkan pahala yang ada di sisi-Mu, Orang-orang yang mengharapkan ampunan-Mu.

Orang – orang yang berpegang teguh kepada hidayah-Mu, Orang-orang yang berpaling dari perbuatan yang sia-sia, Orang-orang yang berzuhud terhadap duniawi.

Orang-orang yang mengharapkan pahala akhirat, Orang-orang yang ridha dengan qada, Orang-orang yang mensyukuri nikmat, Orang-orang yang sabar menghadapi cobaan dan musibah.

Dan Orang-orang yang berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW. Kelak di hari kiamat, Orang-orang yang digiring munuju telaga Kausar untuk meminum airnya.

Orang-orang yang masuk kedalam surga, Orang-orang yang diselamatkan dari neraka, Orang-orang yang didudukkan di atas dipan-dipan kemuliaan.

Orang yang mengawini bidadari-bidadari yang bermata jeli, Orang-orang yang mengenakan pakaian dari sutra tipis dan tebal.

Orang-orang yang memakan makanan surga dan minum dari air susu dan madu dengan memakai gelas-gelas dan cerek-cerek serta sloki piala yang langsung dari sumbernya.

Yaitu dengan Orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat kepada mereka dari kalangan para nabi, kaum siddiqin, para syuhada dan Orang-orang yang sholeh, mereka adalah sebaik-baiknya teman. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah SWT dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui.

Ya Allah, jadikanlah kami Orang-orang yang berbahagia, yang diterima amal perbuatannya dalam bulan yang mulia dan diberkati ini. Dan janganlah Engkau jadikan kami Orang-orang celaka yang ditolak amal perbuatannya.

Dan semoga Allah SWT melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih di antara pengasih, dan segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam.”

Manfaat Sholat Tarawih

Manfaat dari melaksanakan sholat tarawih sangatlah besar. Bahkan jika kita sholat tarawih disetiap malam maka kita akan mendapatkan manfaat yang berbeda-beda pula di setiap malamnya. Manfaatnya bisa dirasakan mulai dari segi kesehatan tubuh maupun jiwa dan dari segi keimanan kita kepada Allah SWT.

Karena pada bulan suci ramadhan dibuka selebar-lebarnya pintu surga untuk orang yang beribadah kepada Allah SWT dan para setan, iblis dan jin itu dipenjara.

Maka tak heran banyak orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala di bulan suci ramadhan ini.

Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat kita ambil dari sholat tarawih secara rutin :

Manfaat Sholat Tarawih untuk Kesehatan Rohani

  • Dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT.
  • Dapat memberikan ketenangan batin. Seperti sholat – sholat sunah yang lainnya.
  • Dapat meningkatkan solidaritas sosial dan menghilangkan kesenjangan sosial jika sholat tarawih dilakukan berjamaah di masjid. Karena memang sholat tarawih itu identik dengan sholat berjamaah di masjid.
  • Dapat melatih kesabaran. Karena jumlah sholat tarawih yang cukup banyak.

Manfaat Sholat Tarawih untuk Kesehatan Jasmani

  • Dapat meningkatkan fungsi otak. Karena dengan sholat tarawih peredaran darah ke otak meningkat dan suplai nutrisi ke otak juga meningkat. Jadi otak dapat bekerja secara maksimal.
  • Dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Karena gerakan yang ada di dalam sholat tarawih dapat memicu reaksi tubuh kita dan memperkuat sel – sel kekebalan tubuh terutama bagi lansia.
  • Dapat meningkatkan stamina. Karena sifat sholat tarawih sendiri dapat dikatakan sama dengan olahraga.
  • Dapat meningkatkan mood seseorang. Karena saat melaksanakan sholat tarawih otak akan melepaskan senyawa emdhorpin yang dapat meningkatkan rasa nyaman dan membuat mood baik kembali.
  • Dapat menjaga kesehatan jantung. Karena sholat tarawih memiliki efek yang sama dengan latihan kardio atau senam jantung.
  • Dapat menyehatkan tulang dan persendian. Karena jumlah rakaat dalam sholat tarawih yang cukup banyak dan setiap gerakan sholat itu dipercaya mampu menyehatkan tulang dan persendian kita.
  • Dapat menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh. Karena pada saat berbuka puasa kita dianjurkan untuk memakan makanan manis terlebih dahulu. Hal ini lah yang dapat membuat kadar gula darah dalam tubuh menurun.
  • Dapat membakar kalori. Karena jumlah rakaat dalam sholat tarawih yang cukup banyak dan kita terus dapat bergerak maka kalori di dalam tubuh kita akan terbakar.
  • Dapat menghilangkan stress. Karena saat melaksanakan sholat tarawih tubuh akan melepaskan beberapa senyawa kimia yang berfungsi untuk meredakan stress.

Bacaan Doa Kamilin Arab Latin dan Terjemahnya

Hadist Tentang Sholat Tarawih

Di bawah ini mengenai hadist tentang sholat tarawih, yaitu :

Rasulullah SAW telah bersabda :

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ متفق عليه

Artinya:

“Barang siapa mendirikan sholat malam di bulan suci ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya mereka diampuni dosa – dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq alaih)

Di lain hadist juga Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّ رَمَضَانَ شَهْرٌ فَرَضَ الله صِيَامَهُ وَإِنِّيْ سَنَنْتُ لِلْمُسْلِمِيْنَ قِيَامَهُ، فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنَ الذُّنُوْبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ خرجه النسائي، وقال: الصواب عن أبي هريرة

Artinya:

“Sungguh, bulan suci ramadhan adalah bulan yang diwajibkan oleh Allah SWT puasanya dan disunahkan sholat malam. Maka barang siapa menjalankan puasa dan sholat malam pada bulan itu karena iman dan mengharap pahala, niscaya dia akan bebas dari dosa – dosanya, seperti saat ketika dilahirkan ibunya.” (HR Abu hurairah)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda :

الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ وَإِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي الصِّيَامُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

Artinya :

“Puasa adalah perisai. Maka janganlah dia berkata-kata kotor dan berbudat bodoh. Apabila ada orang lain yang memerangi atau mencacinya, hendaklah dia katakan ‘Aku sedang puasa’ 2x.

Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah SWT dari pada bau minyak kasturi.

Dia rela meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya karena Aku. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat kebaikan tersebut.” (HR Bukhari)

Demikian penjelasan tentang Bacaan Doa Kamilin : Arab, Latin dan Terjemahnya (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan sehingga menguatkan Iman dan Islam Kita. Terima kasih.

√ Bacaan Doa Pembuka dan Doa Penutup Acara (Lengkap)

Bacaan Doa Pembuka dan Doa Penutup Acara

Bacaan Doa Pembuka dan Doa Penutup Acara (Lengkap) – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Doa Pembuka. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan bacaan doa pembuka dan doa penutup arab, latin dan artinya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih lengkapnya simak Artikel berikut ini.

Bacaan Doa Pembuka dan Doa Penutup Acara (Lengkap)

Pada suatu acara pasti ada waktu dimana akan di mulai dan di akhiri acara tersebut. Oleh sebab itu sebagai umat muslim kita harus membaca doa pembuka dan penutup dalam suatu acara.

Semoga dengan doa dapat memperlancar sebuah acara dari dimulainya acara hingga berakhirnya acara. Kelancaran sebuah acara merupakan tujuan kita, apabila kita yang mengadakan acara tersebut.

Baik acara belajar kelompok, bisnis, majelis taklim, pernikahan, atau acara – acara yang lainnya, pasti menuntut kelancarannya. Karena bila acara lancar semua akan merasa senang.

Dalam setiap pertemuan juga disunahkan untuk memulai dan mengakhirinya dengan doa agar Allah SWT senantiasa merahmati acara yang diadakan.

Pada sebuah pertemuan umumnya akan di hadiri oleh para muslimin dan muslimat. Maka pasti ada yang namanya doa pembuka dan penutup acara agar pada acara tersebut berjalan lancar dan senantiasa dirahmati oleh Allah SWT.

Doa Pembuka Acara

Untuk kalimat pembuka acara biasanya diawali dengan mengucapkan salam lalu dilanjutkan dengan bacaan bismillaah ataupun surat Al-Fatihah. Kemudian dilanjutkan dengan ungkapan puja dan puji syukur kepada Allah SWT, karena telah mengumpulkan kita semua dalam acara ini.

Doa Penutup Acara

Kalimat penutup acara biasanya diakhiri dengan ucapan permohonan maaf dari pembawa atau pengisi acara. Bila mereka ada salah kata atau perbuatan yang kurang mengenakkan di hati para tamu undangan.

Setelah itu dilanjutkan dengan berdoa, kemudian membaca hamdalah, lalu diakhiri dengan salam penutup.

Doa pada doa penutup acara berisi tentang memohon ampunan kepada Allah SWT, atas segala dosa yang telah kita perbuat. Baik yang di sengaja ataupun tidak di sengaja.

Dengan membaca doa penutup pasti kita mengharap agar ilmu dan pengetahuan yang kita dapatkan dari sebuah acara. Dapat kita amalkan dan kita lakukan serta dapat bermanfaat.

Berikut ini adalah doa penutup acara, yaitu:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Subhaanakallaahumma Wa Bihamdika Asyhadu Allaa Ilaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa Atuubu Ilaika

Artinya :

“Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah SWT, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku memohon ampunan dan bertaubat hanya pada-Mu.”

Doa Penutup Acara 2

“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang, hanya rahmat dan kasih sayang-Mu lah sehingga segala aktifitas kami dalam acara ini berjalan dengan lancar walaupun menguras waktu, tenaga dan pikiran. Hari ini Ya Allah kami berkumpul ditempat ini memanjatkan puji syukur kepada-Mu sekaligus menutup kegiatan kami.

Ya Allah berkahilah segala aktifitas kami selama dalam mengikuti rangkain acara kami, dan jadikanlah sebagai amal ibadah di sisi-Mu.

Untuk itu Ya Allah tetapkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada kami dan jadikanlah pertemuan ini sebagai pertemuan yang Engkau ridhoi.”

اَلّلهـمّ لاَسَـهْــلَ اِلاّ مَا جَعَـلَـهُ سَـهْـلاً

Allahumma Laa Sahla Illaa Maa Ja’allahu Sahlan

Artinya :

“Ya Allah, mudahkanlah segala urusan kami. Karena tidak ada yang mudah kecuali Engkau jadikan mudah.”

اَلّلهـمّ فْتَحَ عَلَيْنا اَبْوَابَ الْخـيْروَاَبْوابَ الْبَركَاة وَاَبْوابَ النِّعْمَه وَاَبْوابَ الرّزْقِ وَاَبْوابَ الْقُوة وَاَبْوابَ الصِّحَةِ وَاَبْوابَ السَّلامَة بِرَحْمَتِكَ ياَ اَرْحَمَ الرّحِمِـيْن

Allahummaftah Alainaa Abwaabal Khoira Wa Abwaabal Barokaat. Wa Abwaaban Ni’mah. Wa Abwaabar Rizqi. Wa Abwaaba Quwwah. Wa Abwaabas Shihah. Wa Abwaabas Salaamah. Birahmatika Yaa Arhamarrahimiin.

Artinya :

“Ya Allah, bukakanlah atas kami pintu kebajikan, pintu berkah, pintu rahmat, pintu kekuatan, pintu reski, pintu kesehatan, pintu keselamatan. Karena hanya Engkaulah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

اَلّلهـمّ اِنّاَ اَعُـوْذُ بِكَ مِنَ الهَـمِ وَالْحُزْنِ وَاَعُـوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجَـزِوَالْكَسْلِ

Allahumma Innaa Audzuubika Minal Hammi Walhuzni. Waaudzubika Minal Ajzi Wal Kasli.

Artinya :

“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari keragu – raguan hati dan duka cita. Dan kami berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas.”

رَبّنَا اَفْرغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبّتْ اَقْـدَامَنَا

رَبّنَا آتِنَا فِى لدّنْيا حَسَنَة وَفِى الاَخِرَة حَسَنة وَقِنأ عَذَابً النّار

سُبحَان رَبّكَ رَبّ العِزّةِ عَمّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ على الْمُرْسَليْن والْحَمْدُ لِلهِ رَبّ الْعَالَمِيْن

Rabbana Afrigh Alainaa Shobran Wa Tsabit Aqdaamanaa. Rabbanaa Aatina Fiddunya Hasanah Wafil Aakhirati Hasanah Waqinaa Adzaabannaar. Subhaana Rabbika Rabbil Izzati Ammaa Yashifuun Wasalaamu Alal Mursaliin Walhamdulillahi Rabbil Aalaamiin.

Artinya :

“Ya Allah, curahkanlah kesabaran atas kami, dan teguhkanlah pendirian kami terhadap cobaan dan kebenaran.

Ya Allah, berkahilah semua ilmu yang kami dapat selama kegiatan ini, sehingga kami dapat mengamalkan setelah kami bubar dan kerumah masing – masing.

Sehingga kami bisa menjadi suri tauladan dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.”

Doa Penutup Acara 3

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ ، وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا ،

اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بأسْمَاعِنا ، وَأَبْصَارِنَا ، وقُوَّتِنَا مَا أحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الوارثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلاَ تَجْعَلْ مُصيبَتَنَا فِي دِينِنَا ، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا ، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا ، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Allahummaqsim Lanaa Min Khosyyatika Maa Tahuulu Bihi Baynanaa Wa Bayna Ma’aashik. Wa Min Thoo ’Atika Maa Tubalighunaa Bihi Jannatak. Wa Minal Yaqiini Maa Tuhawwinu ‘Alaynaa Mashooibad Dunya.

Allahumma Matti’na Bi Asmaa’inaa Wa Abshorina, Wa Quwwatinaa Maa Ahyyaytanaa, Waj’alhul Waaritsa Minnaa, Waj’al Tsa’rona ‘Ala Man Zholamanaa, Wan-Shurnaa ‘Alaa Man ‘Aadaanaa, Wa Laa Taj’al Mushibatanaa Fii Diininaa Wa Laa Taj’alid Dunyaa Akbara Hamminaa, Wa Laa Mablagho ‘Ilminaa, Wa Laa Tusallith ‘Alaynaa Mallaa Yarhamunaa.

Adab Saat Berdoa

Terdapat beberapa adab pada saat kita sedang berdoa kepada Allah SWT, antara lain:

  • Kita harus khusyu’ dalam berdoa atau kita harus bersungguh-sungguh dalam berdoa seraya mengharap agar segera dikabulkan oleh Allah SWT.
  • Saat mengucapkan doa harus diresapi dan dimaknai serta memantapkan hati. Karena di dalam doa penutup acara terdapat banyak sekali maknanya.
  • Mengangkat kedua tangan dengan telapak tangan terbuka di depan dada atau di pertengahan dada.
  • Berdoa dengan menghadap kiblat (jika memungkinkan).
  • Jangan tergesa – gesa dalam membacakan doa, melainkan kita harus tetap tenang.

Hadist Membaca Doa Pembuka dan Penutup Acara

Ada beberapa hadist mengenai doa penutup acara ini, yaitu :

Rasulullah SAW bersabda :

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ، فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِك

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ.

Artinya :

“Siapapun yang sedang berada di suatu majelis, kemudian pada majelis tersebut terdapat banyak perkataan yang tidak berguna, lalu sebelum beranjak meninggalkan majelis, mengucapkan hal doa ini

SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BIHAMDIKA ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA

Yang artinya ‘Maha Suci Engkau Ya Allah, dan segala puji bagi-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun pada-Mu, dan aku taubat pada-Mu, kecuali telah diampuni bagi orang tersebut’ sesuatu yang ada dalam majelis tersebut.” (HR Tirmidzi)

Rasulullah SAW pada saat hendak berdiri untuk meninggalkan majelis, beliau berdoa yaitu:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Artinya :

“Maha Suci Engkau Ya Allah dan segala puji bagi-Mu, Aku bersaksi tiada Tuhan kecuali Engkau, aku mohon ampun dan taubat kepada-Mu.”

Rasulullah SAW telah bersabda :

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ

Artinya:

“Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah SWT mudahkan jalannya menuju ke surga.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :

مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُوْمُوْنَ مِنْ مَجْلِسٍ لاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ فِيْهِ إِلاَّ قَامُوْا عَنْ مِثْلِ جِيْفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً

Artinya:

“Setiap kaum yang bangkit dari majelis yang tidak dzikir pada Allah SWT, maka selesainya majelis itu seperti bangkai keledai dan hanya menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR Abu Daud)

Bacaan Doa Pembuka dan Doa Penutup Acara

Keutamaan Berdoa di Akhir Acara

Ada pula beberapa keutamaan jika kita berdoa di akhir acara, yaitu :

  • Berdoa di akhir acara dapat menghapuskan dosa – dosa yang telah kita perbuat baik di sengaja ataupun tidak di sengaja.
  • Dengan berdoa di akhir acara maka diharapkan ilmu dan pengetahuan dari pertemuan atau acara tersebut dapat kita amalkan dan bermanfaat untuk kedepannya.
  • Allah SWT akan memudahkan kita menuju surga-Nya dan Allah SWT tidak murka terhadap hamba-Nya termasuk kita.
  • Dalam berdoa pasti kita akan diberikan kebaikan di dalamnya.
  • Dapat menguatkan keimanan.
  • Dapat membuat jiwa menjadi lebih tenang.

Demikian artikel tentang Bacaan Doa Pembuka dan Doa Penutup Acara (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan Anda. Terima kasih.

√ Pengertian, Tata Cara dan Bacaan Doa Ruqyah (Lengkap)

Pengertian Tata Cara dan Bacaan Doa Ruqyah

Pengertian, Tata Cara dan Bacaan Doa Ruqyah (Lengkap) – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Doa Ruqyah. Yang mana dalam pembahasan ini menjelaskan pengertian, tata cara dan bacaan doa ruqyah dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih detailnya simak Artikel berikut ini.

Pengertian, Tata Cara dan Bacaan Doa Ruqyah (Lengkap)

Perlu disadari bahwa sihir dan jin adalah hal yang nyata bukan sekedar dongeng atau cerita saja. Karena Allah telah berfirman dalam Surat Al Falaq:

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّـٰثَـٰتِ فِى ٱلۡعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”

Karena Allah telah memberikan kita doa untuk perlindungan dari hal tersebut, maka berarti hal itu adalah nyata. Selain itu, Allah juga menerangkan dalam surat Al-An’am ayat 128 yang Artinya:

“Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin (syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia”, lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”

Besok pada hari kiamat banyak manusia yang akan mengeluh kepada Allah bahwa jin telah merusak hidup mereka, membuat mereka sakit, membuat gila, membuat anak mereka cacat, menghancurkan rumah tangga dan lain sebagainya.

Sebelum membahas bagaimana cara dan bacaan ruqyah yang dapat dipakai untuk mengobati sihir, gangguan jin dan penyakit ‘ain. Maka terlebih dahulu difahami apa arti dari ruqyah itu sendiri. Karena metode ruqyah ini ada perbedaan pendapat dengan berbagai dalil yang menguatkan teori atau pendapat mereka, baik dari pihak yang membolehkan maupun dari pihak yang menentang.

Pengertian Ruqyah

Ruqyah memiliki beberapa syarat yang disebutkan oleh para ulama untuk membedakannya dengan ruqyah-ruqyah yang bid’ah dan syirik. Definisi ruqyah secara istilah merupakan berlindung diri dengan ayat-ayat Al Qur’an dan dzikir-dzikir serta doa-doa yang diajarkan oleh Nabi SAW.

Ibn al-Athir berkata: “Ruqyah merupakan permohonan perlindungan (jampi-jampi, mantra) yang dibacakan kepada orang yang terkena penyakit seperti demam, ketakutan dan penyakit-penyakit yang lain.

Syarat Utama Meruqyah

Para ulama telah sepakat tentang dibolehkannya meruqyah jika terkumpul 3 syarat, yaitu:

  • Ruqyah tersebut dilakukan dengan menggunakan kalamullah Subhaanahu wata’ala, dengan nama dan sifat-sifat-Nya.
  • Ruqyah dilakukan dengan menggunakan bahasa arab atau dengan sesuatu yang diketahui maknanya dari selain bahasa arab.
  • Meyakini bahwa ruqyah tidak memberikan pengaruh dengan sendirinya tetapi dengan izin Allah Subhaanahu wata’ala.

Bacaan Ruqyah Syar’iyyah

Menurut ajaran yang dicontohkan oleh Sheikh Abdurrouf Ben Halima, adalah sebagai berikut :

  1. Membaca Surat Al-fatihah 3x, 11x
  2. Membaca Ayat Kursi 3x, 11x
  3. Membaca Surat Al-Ikhlas 3x, 11x
  4. Membaca Surat Al-Falaq 3x, 11x
  5. Membaca Surat An-Naas 3x, 11x
  6. Membaca Surat Al- A’raf ayat 117-122 3x, 11x
  7. Membaca Surat Yunus ayat 81-82 3x, 11x
  8. Membaca Surat Thahaa ayat 68-70 3x, 11x

Setelah anda bacakan di atas air, maka air itu akan menghilangkan gangguan sihir, jin dan ‘ain dengan Rahmat Allah.

Sediakan air kira-kira 20 liter atau satu galon lalu bacakan ayat-ayat alquran di atas masing-masing 11x.

Lalu airnya dapat dipakai untuk minum setiap hari sebanyak 1,5 liter, untuk mandi, untuk disiramkan pada rumah anda dengan menggunakan alat spray lalu semprotkan pada pintu, sudut-sudut ruangan, atap, jendela, lantai.

Saat dipakai untuk mandi sebaiknya anda mandi di atas bak yang akan menampung sisa air mandi, setelah itu sisa air mandi dapat disiramkan di halaman rumah anda, sehingga tidak terbuang dengan sia-sia.

Lakukan cara tersebut diatas berturut-turut setiap hari atau setiap malam selama 12 hari.

Ayat-ayat Ruqyah

Di bawah ini adalah ayat-ayat ruqyah, antara lain sebagai berikut:

  1. Al-Fatihah

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ. اَلْحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ. ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ. مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ. إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ. ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ. صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ. عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ.

Artinya :

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni‘mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai (orang-orang yang mengetahui kebenaran dan meninggalkannya), dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena ketidaktahuan dan kejahilan.”

  1. Ayat Kursi

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَىُّ ٱلۡقَيُّومُ‌ۚ لَا تَأۡخُذُهُ ۥ سِنَةٌ۬ وَلَا نَوۡمٌ۬‌ۚ لَّهُ ۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلۡأَرۡضِ‌ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشۡفَعُ عِندَهُ ۥۤ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦ‌ۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ‌ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىۡءٍ۬ مِّنۡ عِلۡمِهِۦۤ إِلَّا بِمَا شَآءَ‌ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ‌ۖ وَلَا يَـُٔودُهُ ۥ حِفۡظُهُمَا‌ۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِىُّ ٱلۡعَظِيمُ

Artinya :

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

  1. Surat Al-Ikhlas

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ. ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ. لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ. وَلَمۡ يَكُن لَّهُ ۥ ڪُفُوًا أَحَدٌ.

Artinya :

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.

  1. Surat Al-Falaq

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ (١) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (٢) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (٣) وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّـٰثَـٰتِ فِى ٱلۡعُقَدِ (٤) وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (٥

Artinya :

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”

  1. Surat An-Naas

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ (١) مَلِكِ ٱلنَّاسِ (٢) إِلَـٰهِ ٱلنَّاسِ (٣) مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ (٤) ٱلَّذِى يُوَسۡوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ (٥) مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ (٦

Artinya :

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.

  1. Surat Al-A’raf ayat Ayat 117-122

۞ وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَلۡقِ عَصَاكَ‌ۖ فَإِذَا هِىَ تَلۡقَفُ مَا يَأۡفِكُونَ (١١٧) فَوَقَعَ ٱلۡحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ (١١٨) فَغُلِبُواْ هُنَالِكَ وَٱنقَلَبُواْ صَـٰغِرِينَ (١١٩) وَأُلۡقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سَـٰجِدِينَ (١٢٠) قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (١٢١) رَبِّ مُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ (١٢٢

Artinya :

“Dan kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam. “(yaitu) Tuhan Musa dan Harun”.

  1. Surat Yunus ayat 81-82

فَلَمَّآ أَلۡقَوۡاْ قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئۡتُم بِهِ ٱلسِّحۡرُ‌ۖ إِنَّ ٱللَّهَ سَيُبۡطِلُهُ ۥۤ‌ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُصۡلِحُ عَمَلَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ (٨١) وَيُحِقُّ ٱللَّهُ ٱلۡحَقَّ بِكَلِمَـٰتِهِۦ وَلَوۡ ڪَرِهَ ٱلۡمُجۡرِمُونَ (٨٢

Artinya :

”Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya”. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).

  1. Surat Thaaha ayat 68-70

قُلۡنَا لَا تَخَفۡ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡأَعۡلَىٰ (٦٨) وَأَلۡقِ مَا فِى يَمِينِكَ تَلۡقَفۡ مَا صَنَعُوٓاْ‌ۖ إِنَّمَا صَنَعُواْ كَيۡدُ سَـٰحِرٍ۬‌ۖ وَلَا يُفۡلِحُ ٱلسَّاحِرُ حَيۡثُ أَتَىٰ (٦٩) فَأُلۡقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سُجَّدً۬ا قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ هَـٰرُونَ وَمُوسَىٰ (٧٠

Artinya :

“Kami berkata: “Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). (68) Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang”. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”.

Mengapa Ruqyah Perlu Memakai Air?

Secara logika bila anda merasa panas atau gerah dapat menghilangkan gerah dengan kipas angin atau mendinginkannya dengan shower. Maka yang lebih efektif dan lebih baik adalah dengan shower atau air. Demikian juga dengan membacakan Al-Quran pada air untuk minum, usap, mandi dan menyemprotkan rumah lebih efektif dari hanya membacakannya saja.

Seperti banyak diajarkan dalam sunah untuk perlindungan terhadap sihir. Apabila belum terkena sihir maka bacaan yang untuk perlindungan sudah cukup. Tetapi jika Anda sudah terkena sihir, maka doa perlindungan saja belum cukup. Harus ditambah dengan doa dan cara untuk menyembuhkan atau menghilangkan sihir tersebut secara rutin.

Apabila tata cara ini tidak dapat menghilangkan secara langsung, setidaknya akan membuat berkurang dan bila dilakukan secara rutin dan terus menerus maka Insya Allah itu semua akan berakhir.

Ayat-ayat di atas adalah ayat inti dalam menangani sihir, anda dapat menambahkan dengan doa-doa yang diajarkan nabi. Bisa juga menambahkan ayat sesuai hadits atau dalam buku-buku ruqyah. Makin banyak yang anda tambahkan ataupun dibaca lebih dari 11 kali maka akan lebih efisien dan akan lebih banyak kekuatan qurani yang meresap ke dalam air.

Pengertian Tata Cara dan Bacaan Doa Ruqyah

Cara Melawan Sihir Jika Kondisi Berada di Alam Mimpi

Agar terhindar dari gangguan sihir dalam mimpi anda dapat melakukan perlawanan ketika mimpi datang. Maka anda harus melakukan persiapan sebelum tidur, yaitu:

  • Membaca ayat kursi
  • Membaca Surat Al-Ikhlas
  • Membaca Surat Al-Falaq
  • Membaca Surat An-Naas
  • Usapkan ke seluruh tubuh 3 kali.
  • Baca Surat Al-Baqarah ayat 148.

أَيۡنَ مَا تَكُونُواْ يَأۡتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدِيرٌ۬ (١٤٨

Artinya :

“Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Niatkan untuk mendatangkan jin yang telah menyakiti anda serta orang yang telah menyihir anda ke dalam mimpi, lalu mohon kekuatan pada Allah untuk mengalahkan mereka. Dengan demikian, Insya Allah pada saat anda bermimpi anda dapat melakukan perlawanan dan bahkan menjadi ingat untuk menangkapnya dan membacakan ayat kursi untuk membakar mereka.

Kemudian tidurlah dengan semangat ingin menangkap mereka seakan anda mau menghajar mereka. Segera saat anda bermimpi melihat mereka, anda pukul mereka atau baca Al-Quran sampai mereka habis atau hancur. Anda ulangi setiap malam sampai jelas bahwa tidak ada lagi yang datang pada anda.

Karena semua bersumber dari ayat Alquran dan bukan merupakan suatu ilmu yang khusus. Diharapkan dapat menyembuhkan penyakit atau perbuatan sihir yang dilakukan oleh orang yang mendengki atau dilakukan oleh Jin

Demikian artikel tentang Pengertian, Tata Cara dan Bacaan Doa Ruqyah (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan Anda. Terima kasih.

√ Bacaan Doa Untuk Orang Meninggal Arab, Latin dan Artinya

Bacaan Doa Untuk Orang Meninggal Arab Latin dan Artinya

Bacaan Doa Untuk Orang Meninggal Arab, Latin dan Artinya – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Doa Untuk Orang Meninggal. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan bacaan doa untuk orang meninggal menggunakan bahasa arab, latin dan terjemahnya. Untuk lebih jelasnya simak artikel berikuti ini.

Bacaan Doa Untuk Orang Meninggal Arab, Latin dan Artinya

Seperti namanya doa untuk orang meninggal ialah doa yang kita panjatkan untuk orang yang sudah meninggal dunia. Karena mendoakan orang yang sudah meninggal dunia adalah sebuah kewajiban kita sebagai umat muslim yang masih hidup.

Terutama jika orang yang meninggal adalah salah satu dari keluarga atau kerabat kita atau bahkan kedua orang tua kita. Karena doa anak sholeh dan sholehah lah yang mampu menolong orang tua besok di akhirat. Bahkan pahala dan amalan baik keduanya akan tetap mengalir.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW telah bersabda :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ

Artinya : “Jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal; Sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shalih yang mendoakannya.” (Hadits Tirmidzi Nomor 1297)

Hanya doa yang diharapkan oleh orang yang sudah menigngal. Karena kiriman doa akan lebih berarti dan diinginkan dari pada dunia beserta seisinya. Mereka akan begitu bahagia, bilamana dikirimi doa. Karena kekuatan doa memang luar biasa.

Allah SWT pasti masih akan selalu memberikan rahmat-Nya kepada orang yang beriman untuk dapat menebarkan kebaikan. Salah satu cara adalah dengan mendoakan orang yang sudah meninggal dunia.

Doa Untuk Orang Meninggal

Berikut ini adalah doa untuk orang yang sudah meninggal baik laki-laki maupun perempuan, antara lain yaitu:

Doa Ketika Ada Orang yang Meninggal

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

Allahuma ghfirlii wa lahu wa’qibni minhu ‘uqba hasanah

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah diriku dan dia serta berikan kepadaku darinya pengganti yang lebih baik.”

Doa Untuk Orang Meninggal Laki – Laki

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرَنَا وَكَبِيْرَنَا وَذَكَرِنَا وَاُنْثَانَا

اَللهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَاَحْيِهِ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلاِيْمَانِ

اَللهُمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَتُضِلَّنَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allaahummaghfirlahu. Warhamhu wa’aafihii wa’fu anhu. Wa akrim nuzu lahu wa wassi’ madkhalahu. Waghsilhu bilmaai was tsalji walbaradi wanaqqihi minal khathaayaa. Kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi. Wa ahlan khairan min ahlihi. Wazaujan khairan min zaajihi. Wa adkhilhuljannata wa ‘aidzhu min ‘adzaabilqabri. Wafitnatihi wamin ‘adzaabin naari.

Allaahummaghfir lihayyinaa wamayyitinaa wasyaahidinaa waghaaibinaa washaghiiranaa wakabiiranaa wadzakarinaa wauntsaana.

Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa ahyihi ‘alal islaami. Waman tawaffaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal iimaani.

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu. Walaa tudhillanaa ba’dahu. Birahmatika yaa arhamar raahimiina. Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami atau istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka.

Ya Allah, berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil-kecil kami yang dewasa, kami yang laki-laki maupun perempuan.

Ya Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman.

Ya Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Allah yang lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Doa Untuk Orang Meninggal Perempuan

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهُ وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَاَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهَا دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَاَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَاَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهَا وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرَنَا وَكَبِيْرَنَا وَذَكَرِنَا وَاُنْثَانَا

اَللهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهَا مِنَّا فَاَحْيِهَا) عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهَا مِنَّا فَتَوَفَّهَا عَلَى اْلاِيْمَانِ

اَللهُمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهَا وَلاَتُضِلَّنَا بَعْدَهَا بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allaahummaghfirlaha. Warhamha wa’aafiha wa’fu anha. Wa akrim nuzu laha wa wassi’ madkhalaha. Waghsilha bilmaai was tsalji walbaradi wanaqqiha minal khathaayaa. Kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi wa abdilha daaran khairan min daariha. Wa ahlan khairan min ahliha. Wazaujan khairan min zaajiha. Wa adkhilhuljannata wa ‘aidzha min ‘adzaabilqabri. Wafitnatiha wamin ‘adzaabin naari.

Allaahummaghfir lihayyinaa wamayyitinaa wasyaahidinaa waghaaibinaa washaghiiranaa wakabiiranaa wadzakarinaa wauntsaana.

Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa ahyihi ‘alal islaami. Waman tawaffaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal iimaani.

Allaahumma laa tahrimnaa ajraha. Walaa tudhillanaa ba’daha. Birahmatika yaa arhamar raahimiina. Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

Untuk terjemah atau artinya dari doa untuk orang meninggal perempuan sama hanya yang membedakan yaitu bentuk dhomir Hu (kata ganti orang laki-laki) diganti dengan Ha (kata ganti orang perempuan).

Doa Permohonan Untuk Orang Meninggal

Adapun permohonan lain untuk doa orang yang sudah meninggal dunia, diantaranya adalah :

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ

Rab bigh firlii waliwaalidayya

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah aku dan ibu bapakku.” (QS Nuh ayat 28)

وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Waqurrabbirhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa

Artinya :

Dan ucapkanlah : “Ya Allah, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua yang mengasihikua di waktu aku kecil.” (QS Al Isra ayat 24)

Perbuatan Baik Untuk Orang Meninggal

  • Mendoakan dan memohonkan ampun baginya.
  • Melaksanakan wasiat dari orang meninggal tersebut selama wasiat tersebut tidak memerintahkan untuk kemaksiatan dan tidak melawan syariat melainkan untuk kebaikan, maka lakukanlah.
  • Selalu menyambung silaturahmi orang yang sudah meninggal dengan kerabat – kerabatnya.
  • Berbuat baik kepada teman, sahabat, keluarga, dan kerabat orang yang sudah meninggal dunia.
  • Bersedekahlah atas nama orang yang sudah meninggal dunia.

Bacaan Doa Untuk Orang Meninggal Arab Latin dan Artinya

Hadist Mengenai Manfaat Mendoakan Orang Meninggal

Terdapat beberapa hadist yang membahas mengenai beberapa manfaat mendoakan orang yang sudah meninggal dunia, yaitu :

Allah SWT berfirman di dalam QS. Al-Baqaroh ayat 180 :

كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِن تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالأقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ

Artinya :

“Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan atau tanda – tanda maut. Jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu – bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf. Ini adalah kewajiban atas orang – orang yang bertakwa.”

Allah SWT berfirman di dalam QS. Al-Isra ayat 23 :

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Artinya :

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu dan bapakmu dengan sebaik – baiknya.”

Rasulullah SAW bersabda :

“Seorang mayat dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang meminta pertolongan. Dia menanti – nantikan doa ayah, ibu, anak, dan kawan yang ia percaya. Apabila doa itu telah sampai kepadanya, itu lebih ia sukai daripada dunia seisinya. Dan sesungguhnya Allah SWT menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung. Adapun hadiah orang – orang yang masih hidup kepada orang – orang yang sudah meninggal ialah memohon istighfar kepada Allah SWT untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka.” (HR Ad – Dailami)

Rasulullah SAW bersabda :

“Ada empat hal yang dapat dilakukan untuk orang yang sudah meninggal, yaitu berdoa dan beristighfar bagi keduanya, melaksanakan pesan-pesan yang mereka tinggalkan, berbuat baik kepada keluarga dan teman-teman mereka, dan menghubungkan tali silaturahmi yang tidak bersambung kecuali dengan perantaraan keduanya.”

Rasulullah SAW berdoa untuk orang yang berada di peristirahatan terakhir, yaitu:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ

Artinya : “Semoga keselamatan tercurah bagi penghuni (kubur) dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim dan kami insya Allah akan menyulul kalian semua. Saya memohon kepada Allah bagi kami dan bagi kalian Al ‘Afiyah (keselamatan).” (Hadits Muslim Nomor 1620)

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda :

أَبَرُّ الْبِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ وُدَّ أَبِيهِ

Artinya : “Sesungguhnya kebajikan yang utama ialah apabila seseorang melanjutkan hubungan (silaturrahim) dengan keluarga sahabat baik ayahnya.”

Demikian artikel tentang Bacaan Doa Untuk Orang Meninggal Arab, Latin dan Artinya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan Anda. Terima kasih.

√ Inilah Bacaan Dzikir Di Waktu Petang Serta Faidahnya (Lengkap)

√ Inilah Bacaan Dzikir Di Waktu Petang Serta Faidahnya (Lengkap)

Inilah Bacaan Dzikir Di Waktu Petang Serta Faidahnya (Lengkap) – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Dzikir. Yang mana dalam pembahasan kali ini mengenai lafadz dan bacaan dzikir yang dilakukan pada petang hari dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Inilah Bacaan Dzikir Di Waktu Petang Serta Faidahnya (Lengkap)

Dzikir petang sangat dianjurkan dan diamalkan karena akan membuat kita lebih semangat di petang hari dan dimudahkan Allah dalam segala urusan serta dihindarkan dari berbagai macam bahaya.

Adapun waktu pelaksanaannya menurut pendapat yang paling tepat adalah dari tenggelam matahari atau waktu Maghrib hingga pertengahan malam. Pertengahan malam dihitung dari waktu Maghrib hingga Shubuh, taruhlah sekitar 10 jam, sehingga pertengahan malam sekitar jam 11 malam.

Juga dalam dzikir petang kali ini, kami sertakan dengan faedah dari setiap dzikir berdasarkan hadits yang menyebutkan dzikir tersebut sehingga dengan itu bisa merenung maksud dzikir dan raih manfaatnya.

Bacaan Dzikir

Diingatkan pula ada bacaan dzikir yang mirip dengan dzikir pagi. Namun ada yang hanya khusus dibaca pagi saja, ada pula yang petang saja. Dzikir kali ini pun kami bantu dengan transliterasi untuk setiap bacaan selain bacaan Al Qur’an, moga bermanfaat bagi yang sulit membaca dzikir yang ada huruf demi huruf.

Membaca Ta’audz

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A’uudzu Billahi Minasyaitho Nirajiim

Artinya : “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

Membaca ayat Kursi

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Artinya : “Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)

Faidah

  • Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.

Membaca surat Al Ikhlas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)

Membaca surat Al Falaq

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)

Membaca surat An Naas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

Faidah

  • Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya.

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a’udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Artinya : “Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca 1 x)

Faidah

  • Meminta pada Allah kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di malam ini dan kejelekan sesudahnya.
  • Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua.
  • Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Allahumma bika amsaynaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.

Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x)

Membaca Sayyidul Istighfar

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)

Faidah

  • Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga.
  • Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

Allahumma inni amsaytu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu petang ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4 x)

Faidah

  • Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali. Maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ugh-taala min tahtii.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)

Faidah

  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari.
  • Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah.

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa muslim.

Artinya: “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1 x)

Faidah

  • Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakar As Shiddiq untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur.

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

Artinya : “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)

Faidah

  • Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari. Maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba yang memudaratkannya.

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyyaa.

Artinya : “Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.” (Dibaca 3 x)

Faedah

  • Barangsiapa yang mengucapkan hadits ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari. Maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah.

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.

Artinya : “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1 x)

Faedah

  • Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah supaya diamalkan pagi dan petang.

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih.

Artinya : “Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 x)

Faedah

  • Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100 x. Maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya : “Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 1o x)

Faidah

  • Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingga petang hari.
  • Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula.

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maa kholaq.

Artinya : “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya.” (Dibaca 3 x pada waktu petang)

Faidah

  • Siapa yang mengucapkannya di petang hari, niscaya tidak ada racun atau binatang (seperti: kalajengking) yang mencelakkannya di malam itu.

Demikian ulasan tentang Inilah Bacaan Dzikir Di Waktu Petang Serta Faidahnya (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita semua. Terimakasih.

√ Bacaan Doa Mustajab Terbebas Dari Hutang Sesuai Sunah Rasul

Bacaan Doa Mustajab Terbebas Dari Hutang Sesuai Sunah Rasul – Pada kesempatan ini tentang Doa Terbebas Dari Hutang. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan beberapa doa mustajab terbebas dari hutang yang diajarkan sesuai sunah Rasulullah SAW. Untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Bacaan Doa Mustajab Terbebas Dari Hutang Sesuai Sunah Rasul

Ada beberapa penyebab yang membuat seseorang sampai utangnya menumpuk. Seperti kelalaian dalam membayar dengan tepat waktu dan kurangnya memahami kemampuan membayar.

Definisi Utang Piutang

Utang piutang adalah memberikan suatu pinjaman kepada orang lain dengan suatu perjanjian tertentu, dengan mengembalikan pinjamannya dalam jangka waktu yang disepakati.

Dalam hidup, terkadang seseorang dihadapkan pada kondisi terdesak dan terjepit sehingga mau tak mau ia harus berutang kepada saudaranya yang lain.

Apalagi pada masa seperti sekarang ini, di mana kebutuhan hidup terus meningkat. Harga-harga barang kian melambung, keinginan semakin banyak dan godaan terlihat di sana sini.

Memberikan Utang atau Pinjaman

Karena, memberi itu lebih utama daripada menerima, dan tangan diatas lebih baik daripada tangan yang dibawah.

Rasulullah senantiasa menganjurkan agar kita membantu saudara kita yang kekurangan dan berada dalam penderitaan serta kesengsaraan hidup.

Jika kita tidak mampu memberi mereka secara cuma-cuma, maka hendaknya kita bersedia mengutanginya.

Pahala Memberikan Utang atau Pinjaman

Memberikan pinjaman atau utang kepada sesama muslim akan mendapatkan pahala yang sangat besar. Sebagaimana Rasulullah telah bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ ، يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا ، سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya:

“Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang mukmin dari kesusahan dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya dari kesusahan di hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan orang miskin, maka Allah akan memberi kemudahan untuknya di hari kiamat.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud).

Beruntung jika orang yang diutangi sudi sedikit bijaksana memberikan keringanan atau kelonggaran waktu. Jika tidak, mungkin orang yang utang itu masuk bui gara-gara hutangnya. Adapun di akhirat, menjadi beban utang itu lebih berat lagi.

Jenis Utang

Utang dalam hukum Islam terbagi menjadi dua yaitu utang yang baik (qardh hasan) dan utang berbunga (qardh ribawi). Adapun keterangannya sebagai berikut:

  1. Utang Baik atau Utang Halal

Utang piutang yang halal adalah transaksi utang piutang dari pemberi pinjaman kepada orang yang meminjam berdasarkan pada ingin menolong atau rasa belas kasih kepada peminjam (muqtaridh).

Hal ini agar peminjam bisa memenuhi kebutuhannya yang mendesak dan mengembalikan pinjamannya dengan nilai yang sama tanpa syarat melebihkannya.

  1. Hutang Ribawi atau Hutang Haram

Utang piutang yang riba yaitu pinjaman yang diberikan pada orang yang meminjam dengan syarat mengembalikannya dengan nilai lebih dari jumlah yang dipinjam atau dihutang.

Dari jenis utang diatas, hindari jenis utang yang riba, karena ini dilarang dan diharamkan oleh Allah.

Segeralah Melunasi Utang

Rasulullah bersabda :

مَطْلُ الْغَنِىِّ ظُلْمٌ ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِىٍّ فَلْيَتْبَعْ

Artinya: “Menangguhkan utang orang yang mampu adalah suatu kezaliman. Dan, apabila diantara kamu sekalian itu dibayar oleh orang yang mampu dengan cara cicilan maka terimalah yang demikian itu.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Jika kita berutang dengan niat yang benar ingin membayarnya dan kita juga berusaha untuk melunasinya atau mencicilnya sesuai perjanjian. Maka Allah akan memberi rezeki kepada kita untuk membayarnya.

Tindakan Hendak Membayar Hutang

Apa yang perlu dilakukan saat hendak membayar utang?

Selain membaca dan mengamalkan doa membayar hutang, kita perlu melakukan kebaikan kepada orang yang telah berjasa mengutangi kita. Rasulullah mengajarkan kepada kita semua bahwa:

“Sebaik-baik kamu ialah yang paling baik dalam membayar utangnya.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Berbuat baik saat membayar utang bisa berarti dua hal.

  1. Membaguskan pembayaran utangnya

Kita memberikan pembayaran yang lebih baik daripada harta yang dulu kita utang. Misalnya, jika kita dulu berutang uang Rp. 2.000.000, maka saat melunasinya kita bisa memberinya uang kelebihan Rp. 100.000.

Ingat, hal ini bukan berarti kita memberi bunga, karena tidak ada perjanjian sebelumnya. Dalam hal ini, kita hanya ingin berbuat baik kepadanya dengan menyedekahkan uang kelebihan tersebut.

Jika kita tidak ingin berbuat baik kepadanya dengan menyedekahkan uang kelebihan tersebut, itu juga tidak mengapa.

Sebagaimana Imam Nawawi berkata:

“Disunnahkan bagi orang yang punya utang atau lainnya, mengembalikan (utangnya) dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang ada padanya. Ini termasuk bagian dari sunnah dan aklaqul karimah. Dan, itu bukan termasuk utang yang menarik manfaat (bunga), karena sesungguhnya hal itu terlarang. Sebab. Yang dilarang adalah yang ada perjanjian sewaktu akad utang.”

  1. Mendoakan orang yang memberi utang

Mendoakan orang yang telah memberi kita utang sebagaimana doa yang diajarkan Nabi Muhammad.

Doa Untuk Pemberi Utang

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِيْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ

Doa Untuk Pemberi Utang Latin

“Baarakallahu laka fii ahlika wamaalika”

Arti Doa Untuk Pemberi Utang

“Semoga Allah memberikan berkah kepadamu dalam keluarga dan hartamu.” (HR. Nasa’I, Ibnu Majah dan Ibnu Sunni).

Dalam doa ini, kita meminta kepada Allah agar memberikan keberkahan kepadanya, yaitu kebaikan yang terus melimpah kepada keluarga dan hartanya.

Mengapa keberkahan dalam keluarga dan hartanya?

Karena, utang itu berkaitan dengan hal keduniaan sehingga yang kita minta adalah bertambahnya kebaikan dalam hal dunianya.

Keberkahan keluarga berarti kebaikan yang ada dalam keluarganya, berupa ketentraman, kedamaian, dan kesejahteraan rumah tangga. Sedangkan keberkahan dalam harta berarti bertambahnya nilai atau jumlah harta tersebut dengan disertai kebaikan di dalamnya.

Bersedekah itu dapat mendatangkan keberkahan rezeki, maka apalagi mengurangi harta kepada orang yang membutuhkan, tentunya akan mendatangkan keberkahan juga.

Dengan doa keberkahan ini, kita meminta kepada Allah agar mewujudkan janji keberkahan sebagaimana yang telah difirmankan Allah dalam surah At Taghaabun ayat 17:

اِنۡ تُقۡرِضُوا اللّٰہَ قَرۡضًا حَسَنًا یُّضٰعِفۡہُ لَکُمۡ وَ یَغۡفِرۡ لَکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ شَکُوۡرٌ حَلِیۡمٌ

Artinya:

“Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakan balasannya kepadamua dan mengampuni kamu. Dan, Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun”, (QS. At-Taghaabun ayat 17).

Doa Terbebas Dari Hutang

Sebagaimana kami kutip dari Ustadz Abdul Somad bahwa ada doa yang diajarkan Rasulullah SAW agar terbebas dari hutang: “Nabi SAW mengajarkan doa sebagaimana Hadits yang diriwayatkan Ahmad bin Hambal,” katanya.

Beliau kemudian menyampaikan doa seperti di bawah ini.

Bacaan Doa Terbebas Hutang Arab

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Bacaan Doa Terbebas Hutang Latin

“Allahumma inni audzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa audzu bika minal jubni wal bukhl, wa audzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.”

Arti Doa Terbebas Hutang

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.”

Kami juga mengutip dari Ustadz Yusuf Mansur, beliau menyampaikan “Untuk melunasi utang, coba untuk membaca doa berikut:

الله ربي لا اشرك به شئا

Alloohu Robbii. Laa usyriku bihii syai-aa.

Tiap-tiap di sujud akhir. Dibaca 40 sampai dengan 100 hari tiap-tiap di sujud akhir.

Alloohu Robbii. Laa usyriku bihii syai-aa, Allah itu Tuhanku. Pelunas utangku. Pemberi rizki buatku. Penolongku.

Allah SWT adalah pembebas segala kesulitanku. Allah mempermudah jalan-jalan yang sulit buatku. Memperingan beban di pundakku. Allah itu pelepas persoalan-persoalanku.

Segala hal yang kubutuhkan agar utangku itu lunas, dari Allah saja semata. Ini pengertian الله ربي (Alloohu Robbii…)

Laa usyriku bihii syai-aa, artinya, komitmen dan statement, gak perlu yang lain, gak bakal datang ke yang lain, gak bakal pilih jalan yang salah, agar lunas.

Akan tetapi bukan hanya berdoa saja, jelasnya adalah harus ada usaha untuk bekerja dan mencari pendapatan agar hutang bisa cepat teratasi.

Demikian ulasan tentang Bacaan Doa Mustajab Terbebas Dari Hutang Sesuai Sunah Rasul. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Inilah Waktu Sholat Dhuha Terbaik Agar Doanya Mudah Terkabul

Inilah Waktu Sholat Dhuha Terbaik Agar Doanya Mudah Terkabul

Inilah Waktu Sholat Dhuha Terbaik Agar Doanya Mudah Terkabul – Waktu yang dianjurkan dan bagus buat melakukan sholat dhuha ialah pada akhir dari waktu dhuha. Pada saat matahari telah mulai hampir saat-saat mendekati waktu dzuhur. Para muslimin sering menanyakan soal saat yang mustajab untuk waktu sholat Dhuha terbaik di Indonesia.

Shalat Sunnah Dhuha ini dilakukan setelah setelah sholat Subuh. Kalau sholat Subuh dilakukan sebelum fajar atau terbitnya matahari, kalau sholat dhuha dilakukan setelah fajar sampai datangnya waktu dhuhur. Hanya jam berapa tepatnya? Silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut.

Inilah Waktu Sholat Dhuha Terbaik Agar Doanya Mudah Terkabul

Sahabat Muslim, ketika akan mengerjakan sholat dhuha tentu kita harus mengerti waktu masuk dan waktu akhirnya sholat dhuha. Apalagi dalam waktu tersebut ada beberapa waktu yang terbaik agar doa kita mudah terkabul. Sehingga sahabat bisa meluangkan waktu pada waktu tersebut.

Waktu Sholat Dhuha Terbaik

Dalam hal ini kami akan membahas mengenai sholat dhuha mulai dari definisi sholat dhuha, manfaat sholat dhuha, dan waktu terbaik melaksanakan sholat dhuha.

Definisi Sholat Dhuha

Shalat dhuha atau Duha adalah ibadah shalat sunah yang dilakukan oleh orang muslim pada saat waktu dhuha. Sedangkan waktu dhuha adalah waktu pada saat matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta mulai dari terbitnya matahari (sekitar jam tujuh pagi) sampai waktu dzuhur (Sekitar jam 12 siang).

Jumlah rakaat shalat sunnah dhuha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Pada shalat Dhuha ini setiap 2 rakaat dikahiri dengan salam.

Manfaat shalat dhuha yang dirasakan oleh orang muslim yang mengerjakannya adalah dapat memudahkan rizkinya, melapangkan dada dan dimudahkan urusannya, untuk itu banyak orang yang mengerjakannya. Untuk itu diutamakan membaca surat-surat dalam shalatnya yang bisa mendatangkan rizki. Surah-surah yang paling baik dibaca ketika shalat duha adalah:

  • Surah Ad-Duha
  • Surah Al-Waqi’ah
  • Surah Asy-Syams
  • Surah Quraisy
  • Surah Al-Kafirun
  • Surah Al-Ikhlas

Waktu Sholat Dhuha Terbaik

Dari masuknya waktu sholat dhuha sampai berakhirnya ada beberapa waktu keutamaan dalam mengerjakannya.

Waktu Sholat Dhuha Terbaik Menurut Ulama

Dalam Fikih Manhaji Imam Syafi’i disebutkan bahwa waktu terbaik untuk sholat Sunnah dhuha Sudah dijelaskan bahwa untuk melaksanakan ibadah dhuha yang mustajab bisa melihat tanda-tanda alam yaitu pada saat padang pasir sudah terasa panas dan juga anak unta beranjak.

Pada Nuzhatul Muttaqin Karya Syaikh Musthafa Al Bugha dan empat ulama lainnya menjelaskan Bahwa :

“Waktu shalat dhuha dimulai sejak matahari beranjak tinggi sampai matahari mendekati posisi tengah. Tapi, Waktu Sholat Dhuha yang paling utama adalah Disaat matahari meninggi dan sudah terasa panas.”

Karena jaman dulu belum ada jam, maka yang jadi patokan adalah dengan melihat tanda-tanda alam, misalnya melihat arah matahari, panasnya pasir atau bayangan dari sinar matahari. Karena sekarang sudah ada jam, maka Anda bisa berpatokan berdasarkan jam untuk melihat kapan waktu sholat dhuha terbaik. Jadi akan lebih paham kapan saat yang tepat dan mustajab untuk melakukan sholat sunnah ini.

Waktu Shalat Dhuha Paling Utama

Jam berapakah waktu terbaik sholat Dhuha?

Waktu shalat dhuha paling tepat ialah pada waktu jam 9 Pagi WIB. Sedangkan untuk waktu di tempat lain selain WIB, maka akan menyesuaikan. Anda bisa berpatokan di waktu sholat yang ada atau bisa mengambil referensi dari jadwal sholat online. Dalilnya dari hadist nabi, yang terjemahnya:

إِنَّ صَلَاةَ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Artinya : “Shalat orang-orang yang bertaubat adalah saat anak-anak Unta menderum (karena panasnya matahari).”  (HR. Ahmad).

Ibadah yang dimaksud pada hadist nabi berdasarkan waktu terbaik sholat dhuha. Begitu juga amanat dari Syaikh Muhammad bin Shalih al utsaimin serta Syaikh bin Baz pada uraian buku perkataan nabi riyadhus shalihin.

Inilah Waktu Sholat Dhuha Terbaik Agar Doanya Mudah Terkabul

Kini telah banyak sekali agenda sholat yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga aci. Anda dapat menggunakan agenda sholat itu sebagai referensi. Jadi bisa melihat kapan waktu sholat Dhuha terbaik untuk melakukannya dan kapan waktu yang diharamkan.

Waktu Sholat Dhuha Terbaik yang Mustajab Agar Cepat Kaya

Dengan melakukan ibadah sunnah sembahyang dhuha dipagi hari ketika sudah tiba waktunya, maka akan sangat bisa meringankan beban yang sedang dialaminya. Terutama yang mengalami masalah hutang – piutang atau punya keinginan untuk mendapatkan rejeki yang lebih baik. Sholat dhuha sangat tepat dilakukan sebagai salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam memohon rejeki kepada-Nya.

Setelah sholat dhuha usahakan melakukan doa memohon ampunan dan rejeki dari-Nya. Silahkan melakukan sholat dhuha secara teratur di pagi hari sesuai jam yang paling mustajab untuk melakukan sembah yang sunnah ini, niscaya masalah-masalah yang Anda hadapi akan mendapat petunjuk dari-Nya.

Demikian ulasan singkat tentang Inilah Waktu Sholat Dhuha Terbaik Agar Doanya Mudah Terkabul. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Kata Insya Allah : Bacaan Arab, Latin, Makna dan Terjemahnya

Kata Insya Allah : Bacaan Arab, Latin, Makna dan Terjemahnya – Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang Kata Insya Allah. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan Arti insya allah, makna isnya allah serta kapan saat kita mengucapkan isnya allah. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Kata Insya Allah : Bacaan Arab, Latin, Makna dan Terjemahnya

Kata Insya Allah tentu kita sering dengar dan mengucapkannya tatkala sedang membuat janji atau menyanggupi sesuatu. Nah, bagaimana sih makna insya allah yang sebenarnya. Yuk simak ulasan berikut.

Arti Insya Allah

Penulisan arab “إن شاء الله” yang artinya:

  • إن = Jika
  • شاء = Menghendaki
  • الله = Allah

Jadi maksudnya “إن شاء الله” = “Jika Allah berkehendak” atau “Bila Allah menghendaki”

Hal ini bergantung penjelasan kita ingin mmenterjemahkan huruf “ش” jadi apa?

Jadi “syaa” ataupun “shaa”.

Di negara yang berbahasa inggris, kata ش dimaksud jadi “shaa”, berbeda dengan di negara Indonesia. Karena kalau di Indonesia, “shaa” sudah diterjemahkan dari huruf ص.

Berhubungan dengan ada yang mengatakan “insya Allah” yang berarti “menciptakan Allah”, hal ini berbeda lagi perkaranya karena “إنشاء” artinya menghasilkan atau membikin.

  • Berbeda dengan “إن شاء” (apabila menghendaki). konsumsinya dalam kalimat bersumber pada kaidah bahasa arab juga berubah bunyinya,
  • Apabila “إن شاء الله” dibacanya “insyaallahu” artinya apabila allah menghendaki.
  • Apabila ” إنشاء الله ” dibacanya “insyaullahi” artinya menghasilkan Allah.

Jadi kalau di Indonesia bahwa ketika menulis “insyaallah”, ataupun “in syaa Allah”, ataupun “in shaa Allah” bacanya akan sama aja dan juga memiliki maksud yang sama.

Artinya yaitu “Jika Allah menghendaki”, jadi tidak terdapat makna yang lain.

Dalam hal ini lebih baik menggunakan huruf arab agar memiliki arti dan maksud yang sama.

Insya Allah Dalam Al Quran

Kalimat terpopuler di kalangan umat Islam setelah salam adalah “insya Allah“. Secara literal, kalimat tersebut berarti, “Bila Allah menghendaki”.

Kalimat ini biasa diucapkan saat seseorang ingin melakukan sesuatu dan berjanji akan melaksanakannya. Dalam Al-Quran, Allah menyebutkan kalimat ini terkait dengan sebuah janji yang hendak dilaksanakan seorang hamba.

Misalnya : Ketika Nabi Ismail berjanji hendak mematuhi perintah Allah, ia berkata:

قَالَ یٰۤاَبَتِ افۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُ ۫ سَتَجِدُنِیۡۤ اِنۡ شَآءَ اللّٰہُ مِنَ الصّٰبِرِیۡنَ

Artinya: “…Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffaat ayat 102).

Ketika Nabi Syu’aib berjanji kepada Musa akan menikahkannya dengan putrinya, ia berkata :

سَتَجِدُنِیۡۤ اِنۡ شَآءَ اللّٰہُ مِنَ الصّٰلِحِیۡنَ

Artinya: “…Dan, kamu insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.” (QS. Al-Qashash ayat 27).

Ketika Nabi Yusuf menjanjikan keamanan kepada ayah ibunya dan saudara-saudaranya, ia berkata:

وَ قَالَ ادۡخُلُوۡا مِصۡرَ اِنۡ شَآءَ اللّٰہُ اٰمِنِیۡنَ

Artinya: “…Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman.” (QS. Yusuf ayat 99).

Sayangnya, kalimat “insya Allah” ini kerap disalahgunakan oleh kita sendiri selaku umat Islam.

Penyalahgunaan Ucapan Insya Allah

Ada dua bentuk penyalahgunaan terhadap kalimat ini.

1. Ucapan “Insya Allah” dipakai untuk menunjukkan janji yang longgar dan komitmen yang rendah.

Kata tersebut diamalkan bukan dengan keyakinan bahwa Allah yang punya kuasa, tapi digunakan secara keliru sebagai cara untuk tidak mengerjakan sesuatu.

Seakan-akan, kalimat insya Allah hanya sebagai pengganti dari kalimat “tidak janji deh.”

Saat kita diundang oleh seorang teman, kita jawab dengan enteng “Insya Allah”, sebagai cara berbasa-basi untuk tidak memenuhi undangannya.

Kita ucapkan kata itu untuk sekedar pemanis dilidah saja. Sementara dalam hati, kita bergumam, “Ya, Insya Allah, nanti tergantung sikon dan tergantung perasaan hati saya bagaimana”.

Kita rupanya berkelit dan berlindung dengan kata “Insya Allah”. Begitu pula halnya ketika kita berjajnji. Seringkali kata “Insya Allah” keluar begitu saja sebagai alat basa-basi pergaulan.

Ketika teman kita yang mendengar tahu dan paham kalua kata-kata insya Allah yang keluar dari mulut kita itu hanya sekedar pemanis lidah belak, ia balik menjawab, “Yaa…, jangan insya Allah saja”.

Kesannya, kata insya Allah hanya buat ngeles dari suatu acara atau janji atau hanya sebagai alas an ketidakseriusan kita.

Sungguh aneh memang kata insya Allah yang seharusnya dianjurkan untuk selalu diucapkan di setiap kali mengikat janji, justru malah menjadi ucapam untuk menghindari janji yang mungkin tidak bisa ditepati.

Tapi, inilah fakta yang terjadi. Inilah kebiasaan yang tanpa sadar telah sering kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Kata insya Allah dipahami sebagai tindakan fatalism.

Fatalism yaitu bahwa segala tindakan ditentukan oleh Allah. Kata insya Allah dibuat justifikasi untuk menafikan segala bentuk ikhtiar manusia.

Artinya, manusia tidak memiliki ruang kebebasan untuk bertindak dan berbuat. Paham ini jelas tidak tepat karena Allah menganugerahi manusia kebebasan berkehendak. Bagaimana mungkin seseorang mempertanggungjawabkan perbuatan-perbuatannya apabila seluruh tindakannya ditentukan oleh Allah.

Ketika konsep makna “insya Allah” yang keliru ini diterapkan dalam segala aspek kehidupan seorang muslim, maka secara otomatis ia tidak mempunyai “kebebasan karena semuanya adalah sesuai kehendak yang lebih tinggi, yaitu kehendak Allah.

Karena tidak mempunyai kebebasan seorang muslim cenderung menjadi pasif dalam kehidupan sosial, budaya, maupun ekonomi karena tidak ada yang bisa diperbuat untuk mengubah jalannya kehidupan ini.

Akibat dari penyalahgunaan kata insya Allah ini, kita menyaksikan dampak buruk yang luar biasa bagi perkembangan dan kemajuan peradapan manusia, terutama dunia Islam.

Dengan konsep insya Allah, umat muslim di mana-mana menjadi tidak proaktif dalam bertindak dan bahkan cenderung pesimis dan pasif.

Makna Insya Allah

Lalu, apa makna yang sebenarnya dari kata insya Allah ini?

Sesunggunya, insya Allah memiliki falsafah yang mendalam. Kita bisa memahaminya dari kisah sebab turunnya ayat yang terkait dengan kalimat ini.

Diriwayatkan, suatu ketika, beberapa penduduk Makkah datang kepada Nabi Muhammad menanyakan tentang ruh, kisah Ashabul Kahfi dan kisah Zulkarnain.

Beliau menjawab, “Datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan.”

Keesokan harinya, wahyu tidak datang menemui nabi, sehingga beliau gagal menjawab hal-hal yang ditanyakan.

Jibril tidak muncul pada hari berikutnya, atau selama 14 hari. Orang-orang Quraisy bertepuk kegirangan karena mereka akhirnya berhasil membuktikan kebohongan orang yang mengaku sebagai nabi yang tidak mampu menjawab pertanyaan.

Nabi Muhammad pun dirundung kesedihan. Saat itulah, turun ayat yang menegur Nabi.

Teguran itu tersirat dalam Al Quran surah Al Kahfi ayat 23-24:

وَ لَا تَقُوۡلَنَّ لِشَایۡءٍ اِنِّیۡ فَاعِلٌ ذٰلِکَ غَدًا . اِلَّاۤ اَنۡ یَّشَآءَ اللّٰہُ ۫ وَ اذۡکُرۡ رَّبَّکَ اِذَا نَسِیۡتَ وَ قُلۡ عَسٰۤی اَنۡ یَّہۡدِیَنِ رَبِّیۡ لِاَقۡرَبَ مِنۡ ہٰذَا رَشَدًا

Artinya: “Dan, janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu, “Sesungguhnya, aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut). “Insya Allah.” Dan, ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah, ‘Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (QS. Al-Kahfi ayat 23-24).

Berdasarkan kisah ini, kita tahu bahwa Nabi Muhammad pun mendapat teguran ketika alpa mengucapkan insya Allah saat mengemukakan janji.

Secara paradoks, penundaan turunnya wahyu ini menunjukkan bahwa beliau sebenarnya bergantung pada kehendak Rabb-nya, beliau tidak memiliki kuasa apa pun untuk menentukan hari esok.

Ada riwayat hadits yang menyinggung tentang ungkapan kata ini.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra bahwasannya bahwa Nabi Muhammad bersabda:

“Sulaiman bin Daud berkata, “Sungguh, aku akan berkeliling dalam suatu malam kepada seratus wanita, setiap mereka datang dengan penunggang kuda yang berjuang di jalan Allah,’’Maka, berkatalah temannya (malaikat) kepadanya, ‘Ucapkanlah insya Allah!’ Beliau tidak mengucapkan insya Allah sehingga tidak ada yang mengandung dari mereka, kecuali satu wanita yang datang dengan separuh manusia. Demi jiwa Muhammad yang ada di tangan-Nya, andai ia mengucapkan insya Allah, niscaya ia tidak menerjang dan itu menjadi sesuatu yang meluluskan hajatnya.” (HR.Ahmad, Bukhari, Muslim, dan Nasa’’i).

Hadits di atas menjadi teguran dan peringatan untuk seorang nabi, Allah mengingatkan Nabi Sulaiman bahwa status pengetahuan dan nasibnya bergantung pada Rabb-nya, Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa, dan beliau tidak boleh meupakan hal tersebut.

Berdasarkan beberapa keterangan dalam Al Quran dan hadits, setidaknya ada tiga makna yang terkandung dalam kata “insya Allah”.

Berikut 3 makna insya Allah:

1. Dalam kalimat insya Allah tersimpan keyakinan yang kukuh.

Keyakikan yang kukuh artinya bahwa Allah selalu terlibat dan punya andil dalam segala tindak-tanduk manusia.

Kesadaran akan kehadiran Allah dapat memupuk tumbuhnya moral yang luhur (akhlakul karimah). Hanya orang-orang yang merasa dirinya senantiasa ditatap Allah saja yang akan mampu menjaga diri dari segala bentuk pelanggaran.

Inilah yang disebut oleh Rasulullah sebagai ihsan yaitu, “Engkau menyembah Allah Seakan-akan sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR.Muslim).

2. Ekspresi rendah hati (tawadhu).

Kata insya Allah ni menunjukkan bahwa manusia punya rencana, sedang Allah punya kuasa. Dengan demikian, kata insya Allah menunjukkan kerendahan hati seseorang hamba sekaligus kesadaran akan kekuasaan Tuhan.

Seseorang yang memastikan diri bahwa besok akan bertindak sesuatu, sesungguhnya telah terselip dalam relung jiwanya sifat kibr (sombong).

Seharusnya, orang yang mengucapkan insya Allah adalah orang yang sadar bahwa Allah selalu membimbing hamba-Nya.

3. Perpaduan usaha dan penyerahan diri.

Dalam kata insya Allah, terkandung suatu ketidakpastian akan apa yang terjadi esok. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan kita. Segala rencana yang sudah pasti dalam benak Anda, sesungguhnya mengandung sejuta ketidakpastian di dalamnya.

Setiap jengkal langkah kaki yang belum Anda lalui, penuh teka-teki, dan tidak dapat diramalkan secara pasti. Bahkan, dalam setiap tarikan napas, Anda menyimpan titik-titik keajaiban hidup dan misteri takdir Anda.

Di satu sisi, keyakinan dan kesadaran akan hal ini pada akhirnya akan melahirkan motivasi dan mempersiapkan secara sempurna hal-hal yang meniciptakan kesuksesan dari yang direncanakan, serta memastikan apa yang akan terjadi seperti yang dikehendaki.

Di sisi yang lain, akan melahirkan sikap penyerahan diri kepada kehendak Allah setelah usaha yang kita lakukan.

Allah berfirman dalam Al Quran Surah Al Hasyr ayat 18:

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰہَ وَ لۡتَنۡظُرۡ نَفۡسٌ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٍ ۚ وَ اتَّقُوااللّٰہَ ؕ اِنَّ اللّٰہَ خَبِیۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ

Artinya: “Hai orang-orang berimaan, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan, bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr ayat 18).

Jadi, makna yang benar dari kata insya Allah adalah sebuah “kepastian”, kecuali Allah berkehendak lain.

Artinya, ketika kita mengucapkan kata insya Allah dalam sebuah janji atau di saat kita diminta untuk hadir pada suatu acara. Maka itu adalah suatu jaminan akan sebuah kepastian bahwa kita akan datang, kita akan menghadiri, kita akan menepati janji.

Apabila di tinjau dari sisi kepastian kita selaku “manusia”, terkecuali bila Allah berkehendak lain, barulah hal itu tidak bisa terealisasi. Jika kita tidak mampu memenuhi undangan atau janji itu maka di sinilah letak kekuasaan Allah, disinilah baru berlaku kata insya Allah.

Demikian ulasan tentang Kata Insya Allah : Bacaan Arab, Latin, Makna dan Terjemahnya. kata insya Allah dan makna kata insya Allah yang perlu kta pahami. Semoga Allah senantiasa memudahkan setiap jalan yang kita pilih ataupun setiap janji yang kita ucapkan, Aamin.