√ 10 Hal Yang Sia-Sia Dan Tidak Memberikan Manfaat

10 Hal Yang Sia-Sia Dan Tidak Memberikan Manfaat

10 Hal Yang Sia-Sia Dan Tidak Memberikan Manfaat – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang 10 perkara yang tidak bermanfaat karangan ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Fawaidul Fawaid. Dengan pembahasan secara jelas dan singkat. Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel berikut ini.

10 Hal Yang Sia-Sia Dan Tidak Memberikan Manfaat

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

عشرَة أَشْيَاء ضائعة لَا ينْتَفع بهَا علم لَا يعْمل بِهِ وَعمل لَا إخلاص فِيهِ وَلَا اقْتِدَاء وَمَال لَا ينْفق مِنْهُ فَلَا يسْتَمْتع بِهِ جَامعه فِي الدُّنْيَا وَلَا يقدمهُ أمَامه إِلَى الْآخِرَة وقلب فارغ من محبَّة الله والشوق إِلَيْهِ والأنس بِهِ وبدن معطل من طَاعَته وخدمته ومحبة لَا تتقيد برضاء المحبوب وامتثال أوامره وَوقت معطل عَن اسْتِدْرَاك فارطه أَو اغتنام بر وقربة وفكر يجول فِيمَا لَا ينفع وخدمة من لَا تقربك خدمته إِلَى الله وَلَا تعود عَلَيْك بصلاح دنياك وخوفك ورجاؤك لمن ناصيته بيد الله وَهُوَ أسبر فِي قَبضته وَلَا يملك لنَفسِهِ حذرا وَلَا نفعا وَلَا موتا وَلَا حَيَاة وَلَا نشورا

وَأعظم هَذِه الإضاعات إضاعتان هما أصل كل إِضَاعَة إِضَاعَة الْقلب وإضاعة الْوَقْت فإضاعة الْقلب من إِيثَار الدُّنْيَا على الْآخِرَة وإضاعة الْوَقْت من طول الأمل فَاجْتمع الْفساد كُله فِي إتباع الْهوى وَطول الأمل وَالصَّلَاح كُله فى اتِّبَاع الهدى والاستعداد للقاء

Artinya : Sepuluh hal yang sia-sia lagi tidak memberikan manfaat

Pertama, ilmu yang tidak diamalkan

Sebagaimana dalam firman Allah SWT. dalam QS. Al-Hadid 16:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Artinya :

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Terkadang mungkin, kita sudah menuntut ilmu 3,4 atau bahkan 5 tahun lamanya, akan tetapi semakin lama kita menuntut ilmu malah mudahnya kita meremehkan orang yang berada keilmuannya di bawah kita. Bukankah meremehkan orang lain salah satu sifat kesombongan!!!.

Kedua, amalan yang tidak disertai keikhlasan dan ittiba’

Sebagaimana dalam firman Allah SWT. dalam QS. Al-Hud 15-16:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ( ) أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya :

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”

Terkadang, ketika kita beramal, kita ikhlas pada satu sesi, tapi pada sesi yang lain kita mengharap kan kehidupan dunia. Sebagai contoh, ada orang melakukan solat malam yakni Tahajud, ia mengerjakannya untuk mengharapkan wajah Allah dan juga mengharapkan agar rezekinya lancar, bahkan pada amalan-amalan yang lainnya, sering dilakukan dalam keadaan dengan niat yang seperti itu.

Ketiga, harta yang tidak diinfaqkan

Sehingga ia tidak menikmatinya di dunia, tidak pula menjadi simpanan untuknya di akhirat kelak

Keempat, Hati yang kosong

Hati yang kosong dari kecintaan kepada Allah, tidak merindukan-Nya, tidak pula merasa tentram bersama-Nya.

Kelima, badan yang menganggur

Tidak melakukan ketaatan dan pengabdian kepada-Nya.

Keenam, Kecintaan yang tidak disertai keridhaan

Kecintaan yang tidak disertai keridhaan pada Kekasihnya, tidak pula melaksanakan segala perintah-Nya.

10 Hal Yang Sia-Sia Dan Tidak Memberikan Manfaat

Ketujuh, waktu yang tidak digunakan untuk mengenali Penciptanya

Waktu yang tidak digunakan untuk mengenali Penciptanya, tidak untuk mencari karunia-Nya, tidak pula digunakan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Kedelapan, pikiran yang berkisar pada sesuatu yang tidak bermanfaat.

Kesembilan, memberikan pelayanan kepada seseorang

Namun hal itu tidak menjadikan dirimu dekat kepada Allah, tidak pula menghasilkan kebaikan untuk duniamu.

Kesepuluh, Khauf (takut) dan raja’ (harapan)

Khauf (takut) dan raja’ (harapan) yang engkau berikan pada makhluk yang ubun-ubun (jiwanya -pent) berada di tangan Allah. Tentu Allah lebih mengetahui segala sesuatu yang berada dalam genggaman-Nya. Tatkala engkau memberikan khauf dan raja’ pada makhluk yang tidak memiliki kekuasaan sedikitpun terhadap dirinya sendiri, tidak dapat mendatangkan manfaat, tidak pula memiliki kekuasaan tentang kematian, kehidupan maupun kebangkitan.

Pokok kesia-siaan yang paling buruk diantara seluruh point di atas terdapat dalam dua perkara. Sungguh hal itu menjadi pokok segala bentuk kesia-siaan yaitu menyia-nyiakan hati dan menyia-nyiakan waktu

Bentuk menyia-nyiakan hati adalah lebih mendahulukan dunia dari akhirat dan menyia-nyiakan waktu dengan memperpanjang angan-angannya. Maka terkumpullah segala bentuk kerusakan pada orang yang mengikuti hawa nafsunya lagi memiliki angan-angan yang panjang

Segala kebaikan terkumpul tatkala seorang mengikuti hidayah (petunjuk) dan mempersiapkan diri menuju perjumpaan dengan-Nya.”

Demikian ulasan 10 Hal Yang Sia-Sia Dan Tidak Memberikan Manfaat. Semoga dapat memberikan manfaat dan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Inilah Hukum Tidak Menutup Aurat Pada Saat Membaca Al-Quran

Inilah Hukum Tidak Menutup Aurat Pada Saat Membaca Al-Quran

Inilah Hukum Tidak Menutup Aurat Pada Saat Membaca Al-Quran – Pada kesempatan kali ini Pengetahuanislam.com akan membahas tentang Membaca Al-Qur’an. Yang mana dalam kesempatan kali ini menjelaskan bagaimana pandangan hukum menurut islam bagi seseorang yang tidak menutup aurat pada saat sedang membaca al-Qur’an dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan berikut ini dengan seksama.

Inilah Hukum Tidak Menutup Aurat Pada Saat Membaca Al-Quran

Hukum Tidak Menutup Aurat Ketika Membaca Al-Quran menjadi topik yang akan kita bahas kali ini. Mengingat bahwa membaca Al-Quran sendiri merupakan salah satu bentuk kewajiban serta juga ibadah yang dianjurkan untuk semua umat muslim. Selain itu juga, aktivitas membaca Al-Quran sendiri merupakan bentuk dan ciri dari pada keimanan dan ketaqwaan seseorang sebagaimana cara mensyukuri nikmat allah. Terlebih lagi Al-Quran sendiri merupakan kitab suci agama islam yang didalamnya bersumber ajaran ajaran mengenai agama islam.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Al-Imran Ayat 102)

Terdapat banyak sekali keutamaan membaca Al-quran salah satunya adalah dapat memberikan kelancaran rizki, kemudahan dalam berdagang serta juga limpahan pahala dan karunia yang pastinya sebagai bentuk penghargaan. Hal-hal yang disebutkan diatas, tertuang jelas dalam Firman Allah SWT berikut ini :

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ. لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Al Fathir Ayat 29-30).

Mengenai Hukum Tidak Menutup Aurat Pada Saat Membaca Al-Quran memang tidak terdapat dalil yang menegaskan mengenai hal ini. Namun tentunya sebagaimana ibadah lainnya, untuk membaca Al-Quran kita dituntut untuk berada dalam kondisi yang suci. Namun, tidak terdapat aturan lain yang menegaskan bahwa harus menutup aurat atau juga mengenakan jilbab bagi kaum wanita sebagaimana hukum tidak menutup aurat kaki.

Disebutkan dalam shahih Bukhari dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alahi wasallam bersabda,

أَفْضَلُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya : “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.” (Hadits Ibnu Majah Nomor 208)

Disebutkan juga dalam shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَمَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ وَهُوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَدِيدٌ فَلَهُ أَجْرَانِ

Artinya : “Perumpamaan orang membaca Al Qur`an sedangkan ia menghafalnya, maka ia akan bersama para Malaikat mulia. Sedangkan perumpamaan seorang yang membaca Al Qur`an dengan tekum, dan ia mengalami kesulitan atasnya, maka dia akan mendapat dua ganjaran pahala.” (Hadits Bukhari Nomor 4556)

Disebutkan dalam shahihain juga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُنْجَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ رِيحُهَا مُرٌّ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

Artinya : “Perumpamaan orang mu`min yang membaca al-Qur`an seperti buah utrujah, baunya harum dan rasanya enak, sedangkan perumpamaan orang mu`min yang tidak membaca al-Qur`an seperti buah kurma, tidak ada baunya namun rasanya manis, dan perumpamaan orang munafik yang membaca al-Qur`an seperti raihanah (sejenis tanaman), harum baunya tapi pahit rasanya dan perumpamaan munafik yang yang tidak membaca al-Qur`an seperti brotowali, baunya busuk dan rasanya pahit.” (Hadits Tirmidzi Nomor 2791)

Inilah Hukum Tidak Menutup Aurat Pada Saat Membaca Al-Quran

Hukum Menutup Aurat

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda,

  • Hadits Muslim Nomor 1337

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ نِعْمَ الشَّفِيعُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya : “Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti.” (Hadits Muslim Nomor 1337)

Dari hadist diatas, tidak terdapat hal hal yang membahas mengenai kewajiban menutup aurat saat membaca Al-Quran. Namun tentunya, sebagai salah satu aktivitas ibadah maka sudah selayaknya saat membaca Al-Quran menggunakan pakaian yang sopan, serta juga dalam kondisi yang suci sebagaimana hukum menghina lafadz Allah dan hukum mengajak orang masuk islam.

Meskipun tidak terdapat hukum yang menegaskan akan hal ini, namun menutup aurat sendiri terutama bagi kaum wanita merupakan sebuah kewajiban seperti manfaat ucapan alhamdulillah sebagaimana dalam Firman-Nya berikut ini,

  • An-Nur Ayat 31

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur Ayat 31).

  • Al-Ahzab Ayat 59

Ditegaskan kembali tentang kewajiban menutup aurat dalam Firman Allah berikut ini :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya : “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab Ayat 59).

Berdasarkan firman Allah SWT. diatas, dapat disimpulkan bahwa menutup aurat merupakan kewajiban bagi kaum muslimah. Jika dihubungan dengan hal ini, maka tentu Hukum Tidak Menutup Aurat Pada Saat Membaca Al-Quran tidak berdosa hukumnya. Namun akan lebih afdhol lagi jika membaca Al-Quran dibarengi dengan aurat yang tertutup. Tentu saja hal terebut akan semakin menyempurnakan agama dan ibadah yang dijalani sebagaimana dalam cara menghadapi musibah dalam islam.

Perlu ditegaskan kembali bahwa, tidak terdapat hadist atau dalil mengenai hukum menutup aurat saat membaca Al-Quran. Namun, jika di kaitkan dengan kewajiban menutup aurat bagi kaum muslimah. Maka hal ini menjadi sesuatu yang saling berkaitan dan berhubungan. Dengan demikian tidak mengapa tidak menutup aurat saat membaca Al-Quran namun tetap harus menggunakan pakaian yang sopan. Namun akan lebih dianjurkan untuk menutup aurat saat membaca Al-Quran.

Demikian artikel tentang Inilah Hukum Tidak Menutup Aurat Pada Saat Membaca Al-Quran. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Baca Juga

√ Proses & Sejarah Masuknya Islam Di Indonesia (Bahas Lengkap)

Proses & Sejarah Masuknya Islam Di Indonesia (Bahas Lengkap) – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Sejarah Islam di Indonesia. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan bagaimana proses sejarah masuknya agama islam di indonesia. Dengan pembahasan yang singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya yuk kita simak ulasan Pengetahuan Islam berikut.

Proses & Sejarah Masuknya Islam Di Indonesia (Bahas Lengkap)

Kedatangan Islam di berbagai daerah Indonesia tidaklah bersamaan. Proses masuknya Islam ke Indonesia memunculkan beberapa pendapat.

Proses Masuknya Islam di Indonesia

Para Tokoh yang mengemukakan pendapat tentang masuk dan tersebarnya budaya serta ajaran agama Islam di Indonesia. Adapun melalui berbagai bentuk penelitian seperti yang dilakukan oleh orang-orang barat (eropa) yang datang ke Indonesia.

Karena tugas atau dipekerjakan oleh pemerintahnya di Indonesia. Sedangkan menurut sumber-sumber pendukung Masuknya Islam di Indonesia diantaranya adalah:

Berita dari Arab

Berita ini diketahui dari pedagang Arab yang melakukan aktivitas perdagangan dengan bangsa Indonesia. Pedagang Arab Telah datang ke Indonesia sejak masa kerajaan Sriwijaya (abad ke-7 M) yang menguasai jalur pelayaran perdagangan di wilayah Indonesia bagian barat termasuk Selat Malaka pada waktu itu.

Berita Eropa

Berita ini datangnya dari Marcopolo tahun 1292 M. Ia adalah orang yang pertama kali menginjakan kakinya di Indonesia, ketika ia kembali dari cina menuju eropa melalui jalan laut.

Ia dapat tugas dari kaisar Cina untuk mengantarkan putrinya yang dipersembahkan kepada kaisar Romawi, dari perjalannya itu ia singgah di Sumatera bagian utara. Di daerah ini ia menemukan adanya kerajaan Islam, yaitu kerajaan Samudera dengan ibukotanya Pasai.

Berita India

Berita ini menyebutkan bahwa para pedagang India dari Gujarat mempunyai peranan penting dalam penyebaran agama dan kebudayaan Islam di Indonesia. Karena disamping berdagang mereka aktif juga mengajarkan agama dan kebudayaan Islam kepada setiap masyarakat yang dijumpainya, terutama kepada masyarakat yang terletak di daerah pesisir pantai.

Berita Cina

Berita ini diketahui melalui catatan dari Ma Huan, seorang penulis yang mengikuti perjalanan Laksamana Cheng-Ho. Ia menyatakan melalui tulisannya bahwa sejak kira-kira-kira tahun 1400 telah ada saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal di pantai utara Pulau Jawa.

Sejarah Islam Di indonesia

Terdapat sumber-sumber dari dalam negeri yang menerangkan berkembangnya pengaruh Islam di Indonesia. Yakni Penemuan sebuah batu di Leran (Gresik). Batu bersurat itu menggunakan huruf dan bahasa Arab yang sebagian tulisannya telah rusak.

Batu itu memuat tentang meninggalnya seorang perempuan yang bernama Fatimah Binti Maimun (1028). Kedua, Makam Sultan Malikul Saleh di Sumatera Utara  yang meninggal pada bulan Ramadhan tahun 676 H atau tahun 1297 M.

Ketiga, makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang wafat tahun 1419 M. Jirat makan didatangkan dari Guzarat dan berisi tulisan-tulisan Arab.

Mengenai masuknya Islam ke Indonesia, ada satu kajian yakni seminar ilmiah yang diselenggarakan pada tahun 1963 di kota Medan, yang menghasilkan hal-hal sebagai berikut:

  • Pertama kali Islam masuk ke Indonesia pada abad 1 H/7 M, langsung dari negeri Arab.
  • Daerah pertama yang dimasuki Islam adalah pesisir sumatera Utara.

Setelah itu masyarakat Islam membentuk kerajaan Islam Pertama yaitu Aceh. Para dai yang pertama, mayoritas adalah para pedagang. Pada saaat itu dakwah disebarkan secara damai.

Perkembangan Islam di Indonesia Masa Kerajaan-Kerajaan

Islam dimulai di wilayah ini lewat kehadiran Individu-individu dari Arab, atau dari penduduk asli sendiri yang telah memeluk Islam. Dengan usaha mereka, Islam tersebar sedikit demi sedikit dan secara perlahan-lahan.

Langkah penyebaran islam mulai dilakukan secara besar-besaran ketika dakwah telah memiliki orang-orang yang khusus menyebarkan dakwah. Setelah fase itu kerajaan-kerajaan Islam mulai terbentuk di kepulauan ini. Diantara kerajaan-kerajaan terpenting adalah sebagai berikut:

Kerajaan Malaka

Malaka dikenal sebagai pintu gerbang Nusantara (803-917 H/1400-1511M). Sebutan ini diberikan mengingat peranannya sebagai jalan lalulintas bagi pedagang-pedagang asing yang berhak masuk dan keluar pelabuhan-pelabuhan Indonesia.

Letak geografis Malaka sangat menguntungkan, yang menjadi jalan silang antara AsiaTimur dan asia Barat. Setelah Malaka menjadi kerajaan Islam, para pedagang, mubaligh, guru sufi dari negeri Timur Tengah dan India makin ramai mendatangi kota bandar malaka.

Dari bandar ini, Islam di bawa ke pattani dan tempat lainnya di semenanjung seperti Pahang, Johor dan perlak.

Kerajaan Aceh

Pada abad ke-16, Aceh (920-1322 H/1514-1904 M) mulai memegang peranan penting dibagian utara pulau Sumatra. Pengaruh Aceh ini meluas dari Barus di sebelah utara hingga sebelah selatan di daerah Indrapura. Indrapura sebelum di bawah pengaruh Aceh, yang tadinya merupakan daerah pengaruh Minangkabau.

Yang menjadi pendiri kerajaan Aceh adalah Sultan Ibrahim (1514-1528), ia berhasil melepaskan Aceh dari Pidie. Aceh menerima Islam dari Pasai yang kini menjadi bagian wilayah Aceh dan pergantian agama diperkiraan terjadi mendekati pertengahan abad ke-14.

Kejayaan kerajaan Aceh pada puncaknya ketika diperintahkan oleh Iskandar Muda. Ia mampu menyatukan kembali wilayah yang telah memisahkan diri dari Aceh ke bawah kekuasaannya kembali.

Pada masanya Aceh menguasai seluruh pelabuhan di pesisir Timur dan Barat Sumatera. Dari Aceh tanah Gayo yang berbatasan di Islamkan termasuk Minangkabau. Dimasa pemerintahannya, Sultan Iskandar muda tidak bergantung kepada Turki Usmani. Untuk mengalahkan Portugis, Sultan kemudian bekerjasama dengan musuh Portugis, yaitu Belanda dan Inggris.

Kerajaan Demak

Di Jawa Islam di sebarkan oleh para wali songo (wali sembilan), mereka tidak hanya berkuasa dalam lapangan keagamaan, tetapi juga dalam hal pemerintahan dan politik, bahkan sering kali seorang raja seolah-olah baru sah seorang raja kalau ia sudah diakui dan diberkahi wali songo.

Para wali menjadikan Demak ( 918- 960 H/ 1512-1552 M) sebagai pusat penyebaran Islam dan sekaligus menjadikannya sebagai kerajaan Islam yang menunjuk Raden Patah sebagai Rajanya. Kerajaan ini berlangsung kira-kira abad 15 dan abad 16 M. Di samping kerajaan Demak juga berdiri kerajaan-kerajaan Islam lainnya seperti Cirebon, Bante dan Mataram.

Demak merupakan salah satu kerajaan yang bercorak Islam yang berkembang di pantai utara Pulau Jawa. Raja pertamanya adalah Raden Patah. Sebelum berkuasa penuh atas Demak, Demak masih menjadi daerah Majapahit. Baru Raden Patah berkuasa penuh setelah mengadakan pemberontakan yang dibantu oleh para ulama atas Majapahit.

Dapat dikatakan bahwa pada abad 16, Demak telah menguasai seluruh Jawa. Setelah Raden Patah berkuasa kira-kira diakhir abad ke-15 hingga abad ke-16, ia digantikan oleh anaknya yang bernama Pati Unus. Dan kemudian digantikan oleh Trenggono yang dilantik oleh Sunan Gunung Jati dengan gelar Sultan Ahmad Abdul Arifin. Ia memerintah pada tahun 1524-1546 dan berhasil menguasai beberapa daerah.

Kerajaan Banten

Banten (960-1096 H/1552-1684 M) merupakan kerajaan Islam yang mulai berkembang pada abad ke-16, setelah pedagang-pedagang India, Arab, persia, mulai menghindarai Malaka yang sejak tahun 1511 telah dikuasai Portugis.

Dilihat dari geografinya, Banten, pelabuhan yang penting dan ekonominya mempunyai letak yang strategis dalam penguasa Selat Sunda, yang menjadi urat nadi dalam pelayaran dan perdagangan melalui lautan Indoneia di bagian selatan dan barat Sumatera.

Kepentingannya sangat dirasakan terutama waktu selat Malaka di bawah pengawasan politik Portugis di Malaka. Tentang keberadaan Islam di Banten, Tom Pires menyebutkan, bahwa di daerah Cimanuk, kota pelabuhan dan batas kerajaan Sunda dengan Cirebon, banyak dijumpai orang Islam.

Ini berarti pada akhir abad ke-15 M diwilayah kerajaan Sunda Hindu sudah ada masyarakat yang beragama Islam.66 Karena tertarik dengan budi pekerti dan ketinggian ilmunya, maka Bupati Banten menikahkan Syarif Hidayatullah dengan adik perempuannya yang bernama Nhay Kawunganten. Dari pernikahan ini

Syarif Hidayatullah dikaruniai dua anak yang diberi nama Ratu winaon dan Hasanuddin. Tidak lam kemudian, karena panggilan uwaknya, Cakrabuana, Syarif Hidayatullah berangkat ke Cirebon menggantikan uwaknya yang sudah tua. Sedangkan tugas penyebaran Islam di Banten diserahkan kepada anaknya yaitu Hasanuddin.

Kerajaan Goa (Makasar)

Kerajaan yang bercorak Islam di Semenanjung Selatan Sulawesi adalah Goa-Tallo (1078 H/1667 M), kerajaan ini menerima Islam pada tahun 1605 M. Rajanya yang terkenal dengan nama Tumaparisi-Kallona yang berkuasa pada akhir abad ke-15 dan permulaan abad ke-16.

Kerajaan Goa-Tallo menjalin hubungan dengan Ternate yang telah menerima Islam dari Gresik/Giri. Penguasa Ternate mengajak penguasa Goa-tallo untuk masuk agama Islam, namun gagal. Islam baru berhasil masuk di Goa-Tallo pada waktu datuk ri Bandang datang ke kerajaan Goa-Tallo. Sultan Alauddin adalah raja pertama yang memeluk agama Islam tahun 1605 M.

Kerajaan Maluku

Kerajaan Maluku terletak dibagian daerah Indonesia bagian Timur. Kedatangan Islam keindonesia bagian Timur yaitu ke Maluku, tidak dapat dipisahkan dari jalan perdagangan yang terbentang antara pusat lalu lintas pelayaran Internasional di Malaka, Jawa dan Maluku.

Diceritakan bahwa pada abad ke-14 Raja ternate yang keduabelas, Molomateya, (1350-1357) bersahabat baik dengan orang Arab yang memberikan petunjuk bagaimana pembuatan kapal-kapal, tetapi agaknya bukan dalam kepercayaan. Menurut tradisi setempat, sejak abad ke-14 Islam sudah datang di daerah Maluku.

Pengislaman di daerah Maluku, di bawa oleh maulana Husayn. Hal ini terjadi pada masa pemerintahan Marhum di Ternate. Raja pertama yang benar-benar muslim adalah Zayn Al- Abidin (1486-1500), Ia sendiri mendapat ajaran agama tersebut dari madrasah Giri.

Zainal Abidin ketika di Jawa terkenal sebagai Raja Bulawa, artinya raja cengkeh, karena membawa cengkeh dari Maluku untuk persembahan. Sekembalinya dari jawa, Zainal abidin membawa mubaligh yang bernama Tuhubabahul. Yang mengantar raja Zainal Abidin ke Giri yang pertama adalah Jamilu dari Hitu. Hubungan Ternate, Hitu dengan Giri di Jawa Timur sangat erat.

Demikian ulasan tentang Proses & Sejarah Masuknya Islam Di Indonesia (Bahas Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ 10 Macam Sholat Sunah Yang Memiliki Manfaat Luar Biasa Lengkap

10 Macam Sholat Sunah Yang Memiliki Manfaat Luar Biasa Lengkap

10 Macam Sholat Sunah Yang Memiliki Manfaat Luar Biasa Lengkap – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Macam Sholat Sunah. Dalam pembahasan kali ini menjelaskan berbagai macam sholat sunah dan manfaat yang luar biasa.

Karena sholat sunnah adalah penyempurna dari sholat wajib atau sholat fardhu. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam tentang sholat sunnah yang memiliki manfaat luar biasa.

10 Macam Sholat Sunah Yang Memiliki Manfaat Luar Biasa Lengkap

Kewajiban seorang muslim ialah menjalankan sholat 5 waktu, yaitu sholat subuh, dhuhur, ashar, magrib dan isya. Selain melakukan sholat wajib, ada beberapa macam sholat sunnah yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Sholat Sunnah

Bahkan, Anda bisa menjalankannya sesuai dengan kebutuhan. Karena masing-masing sholat sunah memiliki manfaat tersendiri.

Meskipun hukum sholat sunah boleh dikerjakan boleh juga tidak, namun jika pahala dan manfaatnya luar biasa, maka alangkah lebih baik jika kita menjalankannya. Sebab, rasanya akan rugi kalau sampai melewatkan menjalankan sholat sunah tersebut.

Hukum Sholat Sunnah

Hukum sholat sunnah ada dua, yaitu sunnah muakad dan ghoiru muakad.

Sholat Sunnah Muakad

Muakad artinya dikuatkan atau diutamakan. Maksudnya sholat sunnah muakkad berarti sholat sunnah yang diutamakan dan ditekankan agar sholat tersebut dilakukan, walaupun ditinggalkan juga tidak apa-apa.

Sholat sunnah muakad seperti sholat sunnah hari raya idul fitri, sholat sunnah hari raya kurban.

Sholat Sunnah Ghoiru Muakad

Sholat sunnah ghoiru muakad adalah sholat sunnah yang tidak ditekankan dan hanya sholat sunnah biasa. Namun sholat sunnah ghairu muakad juga memiliki manfaat dan keutamaan yang luar biasa jika dikerjakan.

Sholat sunnah ghaoiru muakkad tidak ditekankan agar tidak memberatkan atau membebani umat muslim untuk mengerjakannya. Namun kalau memang mengerjakan sholat sunnahnya bisa dikerjakan maka akan lebih baik lagi.

Pembagian Sholat Sunnah

Banyak sekali jenis sholat sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah. Dalam ajaran islam, sholat sunnah dibagi menjadi 3 jenis:

Sholat Sunnah yang Berhubungan dengan Waktu

Sholat sunnah yang berhubungan dengan waktu maksudnya adalah sholat sunnah ini dalam pengerjaanya hanya dalam waktu-waktu tertentu saja yang sudah ditetapkan pelaksanaannya.

Misalnya :

  • Sholat sunnah dhuha hanya dikerjakan di waktu dhuha, yaitu di waktu pagi hari antar pukul 08:00 sampai pukul 12:00 siang.
  • Sholat sunnah rawatib hanya dikerjakan sebelum atau sesudah sholat fardhu, diluar itu tidak boleh mengerjakannya.
  • Sholat Sunnah yang Berhubungan dengan Sebab

Sholat sunnah yang berhubungan dengan sebab maksudnya adalah sholat sunnah ini dalam pengerjaanya dikarenakan adanya sebab-sebab yang muncul.

Misalnya:

  • Sholat sunnah gerhana yang dikerjakan karena adanya gerhana matahari yang dianjurkan mengerjakan sholat sunnah Kusuf. Dan ketika ada gerhana bulan dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah Khusuf.
  • Sholat sunnah istikharah yang dikerjakan karena adanya kesulitan dalam memilih sesuatu. Untuk itu dianjurkan melaksanakan sholat istikharah agar mendapat petunjuk dari Allah mengenai pilihan yang harus diambil.

Sholat Sunnah yang Dikerjakan Tanpa Adanya Sebab dan Ketepatan Waktu

Sholat sunnah ini dapat dikerjakan kapan saja, selain waktu-waktu yang diharamkan mengerjakan sholat. Dan sholat sunnah macam ini disebut sholat sunnah “Muthlaq”.

Sholat sunah ini boleh dikerjakan sesuai kemampuan, mengerjakan 2 rakaat, 4 rakaat atau 8 rakaat diperbolehkan sesuai dengan kemampuan yang mengerjakannya.

Selama ada waktu dan tubuh dalam keadaan sehat, tinggal niat mengerjakan sholat sunnah ini untuk mendapatkan pertolongan dan ridha dari Allah.

Sholat Sunah yang Manfaatnya Luar Biasa

Ada banyak macam sholat sunnah yang bisa dikerjakan. Berikut diantaranya.

Sholat Dhuha

Sholat Dhuha ialah salat sunnah yang boleh dikerjakan sendiri ataupun berjamaah. Waktu untuk melaksanakan sholat dhuha ialah pada pagi hari sekitar jam 08.00 pag sampai pukul 12:00 siang. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

َمَنْ صَلَّى الضُّحٰى اِثْنَتٰى عَشَرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللهُ لَهُ قَصْرًا فِى الْجَنَّةِ

Artinya: “Barang siapa yang melakukan sholat Dhuha dua belas rakaat, Allah akan membuatkan baginya istana di surga” (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dari hadist diatas, sholat dhuha memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa. Bagi siapa saja umat muslim yang mengerjakan sholat sunnah dhuha akan dibuatkan istana di surga. Manfaat lain dari melakukan sholat ini ialah akan dicukupkan kebutuhannya oleh Allah SWT.

Sholat Rawatib

Sholat Wawatib adalah sholat yang dilakukan sebelum ataupun sesudah melakukan sholat wajib. Sebelum sholat fardu disebut “qabliyah” sedangkan setelah sholat fardu disebut “ba’diyah”.

Sholat sunnah rawatib yang dilarang adalah sholat rawatib sesudah subuh dan sesudah asar. Karena pada waktu tersebut terdapat waktu-waktu yang diharamkan melakukan sholat.

Rasulullah Bersabda:

“Barang siapa mengerjakan sholat rawatib sebanyak 12 rakaat sehari semalam, dibuat baginya oleh Allah rumah di dalam surga.”

Inilah janji Allah untuk yang mengamalkan dan mengerjakan sholat sunnah rawatib. Untuk itu sholat sunnah ini memiliki pahala, manfaat dan keutamaan yang besar.

Sholat Tahajud

Sholat tahajud merupakan sholat sunah yang waktu pengerjaannya ialah di malam hari. Jumlah rakaat sholat tahajud adalah minimal 2 rakaat dan maksiml 12 rakaat.

Untuk menjalankannya seseorang dianjurkan untuk tidur terlebih dahulu. Walaupun kalau tidak diawali dengan tidur juga juga gak apa-apa. Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa melaksanakan sholat tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan yaitu 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”

Dari hadist diatas, dapat dipahami kalau sholat tahajud memiliki keutamaan, manfaat dan pahala yang luar biasa. Bagi yang mengerjakannya akan mendapatkan 9 macam kemuliaan dengan 5 macam kemuliaan di dunia dan 4 macam kemuliaan di akherat.

Waktu melakukan sholat tahajud

Sepertiga malam pertama

Waktu sepertiga malam pertama adalah setelah sholat Isya sampai dengan sekitar pukul 10.30. Diusahakan sholat tahajud dilakukan setelah bangun tidur walau hanya sebentar.

Sepertiga malam kedua

Sholat tahajud dapat dilakukan di waktu sepertiga malam kedua. Sholat tahajud di sepertiga malam kedua adalah antara pukul 10.30 malam hingga 01.30 pagi.

Sepertiga malam ketiga

Waktu sepertiga malam terakhir ini antara antara pukul 01.30 pagi hingga sebelum memasuki waktu subuh.

Dari ketiga waktu ini, waktu terbaik untuk melakukan sholat tahajud ialah pada waktu sepertiga akhir malam. Jika ingin melakukan sholat tahajud, pastikan Anda sudah melakukan sholat wajib isya’ terlebih dahulu.

Sholat Istikharah

Banyak orang yang melakukan sholat istikharah saat ada pada kondisi bingung atau bimbang. Harapannya, dengan melakukan sholat istikharah, Allah SWT akan memberikan petunjuk sehingga keputusan yang diambilnya tepat.

Pada Al Quran dalam surah Al Baqarah ayat 216, Allah telah mengingatkan:

وَ عَسٰۤی اَنۡ تَکۡرَہُوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ خَیۡرٌ لَّکُمۡ ۚ وَ عَسٰۤی اَنۡ تُحِبُّوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ شَرٌّ لَّکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ یَعۡلَمُ وَ اَنۡتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya: “Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai semua, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah ayat 216).

Dari firman Allah diatas dapat dipahami kalau pilihan terbaik dari Allah pastilah adalah pilihan terbaik untukmu.

Sholat ini bisa dilakukan kapan saja. Namun, akan lebih utama jika dilakukan pada sepertiga malam terakhir. Jika Anda melakukannya dengan khusyu’, segala keragu-raguan akan hilang karena Allah akan memberikan petunjuk untuk menentukan pilihan.

Sholat Hajat

Apabila Anda punya suatu keinginan, mintalah kepada Allah SWT supaya mengabulkannya. Salah satu caranya ialah melakukan sholat hajat dengan khusyuk’.

Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan sholat dua raka’at (Sholat hajat) dengan sempurna maka Allah memberi apa saja yang ia minta, baik segera maupun lambat”, (HR. Ahmad).

Anda bisa meminta sesuatu yang diinginkan kepada Allah melalui sholat ini. Bisa dibilang bahwa sholat hajat menjadi cara terbaik untuk mengadu kepada Allah SWT. Anda akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT dan hatipun menjadi tenang.

Sholat Witir

Sholat witir adalah sholatnya para kekasih Allah. Sholat witir ini merupakan salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Rasulullah bersabda:

“Wahai ahli Quran, lakukanlah sholat Witir, sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan Dia suka kepada sholat Witir.” (HR. Ahmad dan Yirmidzi).

Sholat witir sebagai sholat penutup dari sholat-sholat lainnya pada hari itu. dari hadist diatas disebutkan bahwa Allah sangat menyukai hamba-Nya yang menjalankan sholat witir. Rasulullah bersabda:

“Ada tiga hal yang fardhu bagiku dan sunnah bagi kalian, yaitu witir (sholat Witir), bersiwak, dan qiyamul lail”, (HR. Bukhari dan Muslim).

Sholat witir wajib gabi Rasulullah, berarti sholat witir ini memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa. Bagi umatnya sholat witir ini sunnah yang sangat dianjurkan. Jumlah rakaat sholat witir adalah ganjil, dengan minimal 1 rakaat. Dan waktu pengerjaannya yaitu setelah isya’ sampai waktu sebelum subuh.

Sholat Taubat

Manusia tidak luput dari kesalahan. Allah SWT sangat menyukai orang-orang yang mau berubah dan bertobat dari kesalahan yang pernah dilakukannya, baik itu kesalahan besar ataupun kecil.

Salah satu cara untuk memohon ampun kepada Allah SWT ialah dengan melakukan sholat taubat. Di sini, Anda bisa meminta ampunan dari dosa-dosa yang dilakukan sekaligus berjanji tidak akan mengulangi kesalahan tersebut. Jumlah minimalnya ialah 2 rakaat dan maksimal 6 rakaat.

Sholat Wudhu

Hal wajib yang dilakukan ketika akan melakukan sholat ialah berwudhu. Sholat wudhu ialah sholat yang dikerjakan setelah melakukan wudhu. Sebagai contoh, sebelum melakukan sholat maghrib, Anda menjalankan sholat ini setelah wudhu dan sebelum sholat magrib. Jumlah rakaatnya ialah 2 rakaat.

Sholat Tahiyatul Masjid

Sesuai dengan namanya, tujuan melakukan sholat tahiyatul masjib bertujuan memberikan penghormatan pada tempat ibadah masjid. Anda bisa melakukannya kapan saja saat melakukan sholat jamaah di masjid.

10 Macam Sholat Sunah Yang Memiliki Manfaat Luar Biasa Lengkap

Sholat Tasbih

Asal muasal nama sholat tasbih ialah karena terdapat bacaan 300 kali tasbih. Jumlahnya ialah 4 rakaat. Sholat tasbih ini boleh dikerjakan setiap hari, satu minggu sekali, satu bulan sekali, ataupun satu kali seumur hidup.

Rasulullah SAW menyarankan kepada umatnya untuk melakukan ibadah sholat tasbih ini karena pahalanya sangat besar.Demikian ulasan tentang sholat sunnah yang memiliki manfaat, keutamaan dan keistimewaan luar biasa. Lakukanlah sholat sunah sebagai penyempurna ibadah Anda. Anda bisa memilih jenis sholat sunnah mana sesuai dengan momen dan kebutuhan.

Demikian ulasan tentang 10 Macam Sholat Sunah Yang Memiliki Manfaat Luar Biasa Lengkap. Semoga dapat bermanfaat dan menabah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Bacaan Niat Sholat Jumat, Tata Cara, Syarat dan Keutamaannya

Bacaan Niat Sholat Jumat, Tata Cara, Syarat dan Keutamaannya – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Niat Sholat Jumat. Adapun perincian yang akan dibahas tentang √ sholat Jumat, √ syarat sholat Jumat, √ niat sholat Jumat, √ tata cara sholat Jumat dan √ keutamaan sholat Jumat. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Bacaan Niat Sholat Jumat, Tata Cara, Syarat dan Keutamaannya

Sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk melaksanakan perintah Sholat 5 (lima) waktu. Sholat jumat pengganti sholat dhuhur yang berjumlah 4 rakaat menjadi pelaksanaannya 2 rakaat dengan disertai khutbah jumat.

Sholat Jumat

Sholat Jumat adalah sholat dua rakaat yang dikerjakan waktu dhuhur sesudah dua khutbah didalamnya pada hari Jumat.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Al Quran surah Al Jumuah ayat 9:

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا نُوۡدِیَ لِلصَّلٰوۃِ مِنۡ یَّوۡمِ الۡجُمُعَۃِ فَاسۡعَوۡا اِلٰی ذِکۡرِ اللّٰہِ وَ ذَرُوا الۡبَیۡعَ ؕ ذٰلِکُمۡ خَیۡرٌ لَّکُمۡ اِنۡ کُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, manakala kamu diserukan untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, demikianlah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Jumuah ayat 9)

Sholat Jumat merupakan salah satu tanda syi’arnya agama Islam secara keseluruhan. Agar terlihat jelas bahwa agama Islam adalah agama yang mengutamakan kerukunan, pergi bersama dan selalu serempak dalam agamanya.

Berpijak dari situ sehingga sholat Jumat tidak sah dilakukan dengan sendiri-sendiri. Namun sholat Jumat dilakukan dengan berjamaah atau dilakukan dengan cara bersama-sama.

Sebagai pengingat untuk umat muslim, sholat Jumat dilaksanakan seminggu sekali yaitu pada waktu dhuhur di hari Jumat. Pada sholat Jumat senantiasa mendekatkan kepada-Nya dan dalam setiap langkah keseharian tidak luput dari Dzikrullah.

Setiap minggunya semua umat muslim memperoleh suguhan batin sejak jaman Rasulullah sampai hari kiamat kelak. Setidak-tidaknya demikianlah yang terkandung hikmah dalam sholat Jumat.

Waktu Sholat Jumat

Mayoritas sahabat sepakat bahwa waktu sholat Jumat sama dengan waktu Shalat dhuhur. Hal ini berdasarkan hadits dari Anas bin Malik Ra:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى الْجُمُعَةَ إِذَا مَالَتِ الشَّمْسُ

Artinya: “Rasulullah Saw mengerjakan sholat Jumat apabila matahari telah tergelincir” (HR. Abu Dawud dan Abu Ya’la)

Sholat Jumat adalah pengganti sholat dhuhur pada hari Jumat. Jadi waktu sholat Jumatadalah waktu dhuhur di hari Jumat, sekitar pukul 12:00 siang sampai pukul 13:00 siang.

Untuk mengetahui lebih detail tentang jadwal sholat dhuhur pada hari Jumat, atau jadwal sholat Jumat yang sudah ditentukan.

Niat Sholat Jumat

Seperti sholat-sholat lainnya, ketika akan mengerjakan sholat Jumat juga akan diawali dengan membaca niat sholat Jumat. Semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati alias diucapkan dalam hati atau dengan suara lirih.

Bacaan Niat Sholat Jumat Arab

اُصَلِّيْ فَرْضَ الْجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Jumat Latin

“Ushollii fardhol jum’ati rak’ataini adaa-an ma-muuman lillaahi ta’aala”.

Arti Niat Sholat Jumat

“Aku berniat melakukan sholat wajib Jumat 2 rakaat sebagai makmum, karena Allah Taala”.

Tata Cara Sholat Jumat

Sholat Jumat disyariatkan untuk dikerjakan secara berjamaah, tidak sah jika dilakukan sendirian.

Sebelum Sholat Jumat dilaksanakan secara berjamaah, maka didahului dengan Khutbah Jumat yang terdiri dari dua khutbah.

Khutbah dilakukan oleh Khatib untuk menyampaikan khutbah pertama dengan memuji Allah, bershalawat, syahadat dan menyampaikan pesan taqwa serta nasehat-nasehat ke jalan kebaikan menurut ajaran Islam.

Setelah khutbah pertama selesai, kemudian khatib duduk sejenak. Kemudian khatib kembali berdiri untuk menyampaikan khutbah kedua dan mengakhirinya dengan doa.

Sholat Jumat dilaksanakan secara berjamaah dengan jumlah dua rakaat yang dipimpin oleh imam. Simak tata cara sholat Jumat berikut.

Rakaat pertama

  1. Niat
  2. Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  3. Membaca surah Al Fatihah
  4. Membaca surah dari Al Quran
  5. Melakukan Rukuk dengan tuma’minah
  6. Iktidal dengan tuma’minah
  7. Melakukan Sujud dengan tuma’minah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’minah
  9. Melakukan sujud kedua dengan tuma’minah
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

Rakaat Kedua

  1. Membaca surat Al Fatihah
  2. Membaca surat dari Al Quran
  3. Melakukan Rukuk dengan tuma’minah
  4. Iktidal dengan tuma’minah
  5. Melakukan Sujud dengan tuma’minah
  6. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’minah
  7. Melakukan sujud kedua dengan tuma’minah
  8. Tahiyat akhir dengan tuma’minah
  9. Mengucapkan salam sambil menoleh kekanan dan kekiri

Untuk bacaan tiap gerakan sholat Jumat adalah sesuai dengan bacaan sholat wajib 5 waktu.

Syarat Sholat Jumat

Sholat Jumat akan sah dilakukan jika memenuhi beberapa syarat sholat Jumat. Adapaun syarat sholat Jumat berikut:

  1. Sholat Jumat dilakukan di waktu dhuhur pada hari Jumat

Sholat Jumat dilakukan pada waktu dhuhur pada hari Jumat saja, dan dalam seminggu hanya hari Jumat saja.

Jadi sholat jumat ini sebagai pengganti sholat dhuhur pada hari Jumat. Jadi jika sudah melaksanakan sholat Jumat berjamaah, maka tidak perlu melaksanakan sholat dhuhur pada hari Jumat tersebut.

  1. Sholat Jumat dilakukan secara berjamaah di suatu daerah

Sholat Jumat harus dilakukan secara berjamaah, tidak boleh dikerjakan secara sendiri-sendiri di suatu daerah.

  1. Sholat Jumat Wajib Diikuti minimal oleh 40 jamaah

40 Jamaah ini harus orang laki-laki yang sudah baligh. Sholat Jumat akan sah jika diikuti oleh minimal 40 orang laki-laki yang sudah baligh.

Sholat Jumat ini hukumnya wajib bagi laki-laki yang sudah baligh, jadi kaum laki-laki yang sudah baligh dari daerah tersebut diwajibkan untuk melaksankan sholat Jumat.

Apabila ada jamaah wanita, maka tidak masuk dalam hitungan 40.

  1. Jumlah 40 Jamaah seluruhnya wajib berasal dari daerah tersebut

Juga jika ada orang lain selain penduduk sekitar daerah tersebut yang sedang melakukan perjalanan atau singgah (mushafir), maka tidak masuk dalam jumlah 40 jamaah.

Penduduk yang mengerjakan sholat Jumat berjamaah adalah masuk dalam penduduknya sendiri dari wilayah tersebut. Bila berasal dari daerah orang lain tidak masuk dalam hitungan jumlah 40 jamaah.

  1. Didahului dengan dua khutbah

Walau sholat Jumat adalah pengganti sholat dhuhur pada hari Jumat, namun hitungan rakaat dan rukun sholatnya berbeda dengan sholat wajib 5 waktu pada waktu dhuhur.

Dalam melakukan sholat Jumat akan diawali dengan dua khutbah terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat Jumat yang berjumlah 2 rakkat.

  1. Sholat Jumat dikerjakan di masjid atau tempat yang sudah di tetapkan

Sholat Jumat hanya dikerjakan di masjid atau tempat yang sudah ditetapkan dalam suatu wilayah. Untuk itu, dalam satu wilayah desa dianjurkan hanya memiliki satu masjid sebagai tempat melaksanakan sholat Jumat.

Walau dalam satu wilayah desa, ada beberapa tempat ibadah, yang lainnya difungsikan sebagai Mushola atau Langgar sebagai tempat melaksankan sholat wajib 5 waktu berjamaah.

Orang yang Wajib Sholat Jumat

Sholat Jumat hukumnya adalah fardhu ‘ain (wajib). Allah akan menutup mata hati orang yang tidak mengerjakan sholat Jumat tiga kali berturut-turut. Seperti dijelaskan dalam hadist berikut:

مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Artinya: “Barangsiapa meninggalkan tiga kali Sholat Jumat karena menganggap remeh, maka Allah akan menutup mata hatinya” (HR. An Nasa’i, Abu Dawud dan Ahmad).

Lalu, siapa sajakah yang diwajibkan Sholat Jumat?

Berikut orang-orang yang wajib mengerjakan sholat Jumat:

  • Orang islam
  • Laki-laki, wanita tidak wajib melakukan ikut jum’atan
  • Orang yang sudah berakal dan baligh (mukallah)
  • Tidak budak, artinya dia orang yang merdeka
  • Sehat akal pikirannya
  • Penduduk daerah tersebut
  • Orang yang Tidak Wajib Sholat Jumat
  • Sholat Jumat tidak diwajibkan bagi orang-orang dibawah ini:
  • Orang Buta
  • Orang Lumpuh
  • Orang sakit yang menyengsarakan sampai tidak bisa mendatangi shalat Jum’at
  • Merawat orang sakit yang tidak bisa ditinggalkan atau orang sakit itu tidak mau dipasrahkan kepada orang dia
  • Hujan deras yang tidak bisa membuat berangkat jumatan, akan tetapi hal ini dipertimbangkan kondisi kanan kiri, sungguh-sungguh tidak bisa sesungguhnya atau hanya malas saja.

Rukun Khutbah Jumat

Perlu kita ketahui beberapa rukun khutbah jumat:

  1. Memuji kepada Allah dengan lafadz hamdalah
  2. Mengucapkan shalawat salmi kepada nabi Muhammad Saw
  3. Megucapkan wasiat taqwa
  4. Membacakan salah satu ayat dari Al Quran
  5. Memohonkan ampun kepada kaum mukmin muslim

Syarat Khutbah Jumat

Ada beberapa syarat dari khutbah jumat meliputi:

  1. Suci dari hadats dan najis, bailk badan, tempat khutbah atau pakaian
  2. Menutup aurat
  3. Berdiri bagi khatib yang kuasa berdiri
  4. Duduk dengan tumaknimah abtara dua khutbah
  5. Berurutan antara khutbah dua dan tidak terlalu lama
  6. Berurutan antara khutbah kedua dan shalat
  7. Rukun-rukun khutbah yang disebutkan diatas dibaca dengan Bahasa Arab, adapun selain itu, misal penjelasan boleh dengan Bahasa masing-masing daerah atau Bahasa yang mudah dipahami dan umum didaerah tersebut.
  8. Dengan suara yang keras dan didengar oleh mustami’ sekurang-kurangnya 40 orang.
  9. Semuanya dilakukan dalam waktu dhuhur.

Sunnah Sebelum Sholat Jumat

Melakukan mandi bersih atau mandi junub sebelum melakukan sholat Jumat adalah sunnah sesuai ajaran Rasulullah.

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً

Artinya: “Barangsiapa mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi jinabat, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berqurban dengan seekor unta”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Melakukan Mandi Junub Untuk Sholat Jumat

Niat mandi bersih untuk sholat Jumat sebagai berikut:

Bacaan Niat Mandi Junub Sholat Jumat Arab

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلصَّلاَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Mandi Junub Sholat Jumat Latin

“Nawaitul ghusla lishsholaati min yaumil jumu’atisunnatal lillahi ta’aalaa”.

Arti Niat Mandi Junub Sholat Jumat

“Aku niat mandi untuk mengerjakan sholat Jumat, sunnah karena Allah taala”.

Perbuatan Sunnah pada Hari Jumat

  • Membersihkan badan
  • Memotong kuku
  • Memotong rambut
  • Mandi bersih atau mandi keseluruhan untuk sholat Jumat
  • Menggunakan parfum atau wangi-wangian
  • Berpakaian bersih (anjuran warna putih) dan pakaian yang paling bagus yang dimiliki.
  • Berangkatlah ke masjid lebih awal.
  • Sampai di masjid tunaikan sholat sunnah tahiyat masjid sebelum duduk dzikir.
  • Perbanyaklah dzikir kepada Allah.
  • Mengucapkan shalawat.
  • Membaca Al Quran.
  • Kalau khatib sudah berdiri, maka dengarkanlah dengan hati khusu’ dan ingatlah apa-apa yang dikhutbahkan.

Sunnah Setelah Selesai Sholat Jumat

Kalau khutbah dan sholat Jumat sudah selesai, maka jangan langsung pergi meninggalkan masjid untuk pulang ke rumah. Kerjakanlah sholat rawatib ba’diyah dhuhur.

Perbanyaklah dzikir kepada Allah, perbanyaklah membaca ayat-ayat Allah dalam Al Quran, lebih-lebih yang sering dilakukan oleh para ulama yang dijelaskan dalam kitabnya.

Setelah selesai sholat Jumat dianjurkan berdzikir membaca:

  • Surah Al Fatihah (Sebanyak 7x)
  • Surah Al Ikhlas (Sebanyak 7x)
  • Surah An Naas (Sebanyak 7x)
  • Surah Al Falaq (Sebanyak 7x)

Hal Harus Dilakukan Jika Terlambat Sholat Jumat

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan jika datang terlambat sholat Jumat

  • Apabila ada makmum yang terlambat satu, walaupun tidak mendengarkan khutbah cukup nanti setelah imam salami a menambahi satu rakaat yang ditinggalkan dengan shalat sendiri, bacaan Al Fatihah dikeraskan berikut surat-surat yang dibaca.
  • Apabila rakaat kedua sudah habis, misal imam ketika ruku’ sujud atau sedang tahiyat, tiba-tiba ada makmum yang datang terlambat, maka ikuti rukun pada waktu itu dengan niat shalat jum’at akan tetapi makmum tersebut harus menyempurnakan bilangan rakaat menjadi empat shalat dhuhur.

Hal Harus Dilakukan Jika Ada yang Tidak Terpenuhi Syarat Sholat Jumat

Berikut hal-hal yang perlu dilakukan jika tidak terpenuhi syarat sholat Jumat

  1. Pihak khotib ada yang lupa tidak menyebutkan salah satu diantara rukun khutbah Jumat.

Khotib lupa tidak membaca shalawat atau membaca ayat Al Quran, artinya khotib tersebut tidak sah khotbahnya.

Apabila hal ini tanpa sepengatahuan khotib dan pihak khotib tidak melakukan tindakan penyempurnaan, maka makmum yang meneetahuinya itu harus shalat dhuhur setelah jum’atan sebagai penyempurnaan khutbah yang tidak syah tadi.

  1. Jumlah jamaah sholat Jumat kurang dari 40 jamaah yang sudah baligh.

Apanila dalam suatu daerah tersebut para jamaah tidak sampai 40 orang atau genap 40 namun disana ada pendatang anak-anak yang belum baligh. Maka setelah sholat Jumat diharuskan kembali mengerjakan sholat dhuhur sebagai penutupnya.

Keutamaan Sholat Jumat

Sholat Jumat memiliki beberapa keutamaan bagi yang mengerjakannya. Karena sholat Jumat ini hukumnya wajib bagi laki-laki yang sudah baligh, maka setiap melaksanakan sholat Jumat, semua laki-laki muslim yang sudah baligh akan mendapatkan manfaat dari keutamaan sholat Jumat.

Memiliki Pahala yang Besar

Seperti hadist yang sudah disampaikan diatas, bahwa ketika hari Jumat dan pergi mengerjakan sholat Jumat dengan datang lebih awal, maka akan mendapatkan pahala seperti berqurban seekor unta.

“Barangsiapa mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi jinabat, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berqurban dengan seekor unta”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Seperti Mengerjakan Ibadah Sholat dan Puasa Selama Setahun

Ketika hari Jumat melakukan mandi junub atau mandi bersih sebelum pergi ke masjid untuk melaksankan sholat Jumat, maka seperti mengerjakan ibadah setahun.

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ ، وَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا أَجْرُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

Artinya : “Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat lalu ia bergegas pergi (ke masjid), mendengar dan memperhatikan khutbah, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.” (HR. Tirmidzi; shahih)

Masjid adalah sebagai tempat melaksanakan sholat wajib 5 waktu berjamaah dan melaksanakan sholat Jumat berjamaah.

Demikian ulasan tentang Bacaan Niat Sholat Jumat, Tata Cara, Syarat dan Keutamaannya. Semoga Allah selalu memudahkan kita semua melaksanakan sholat untuk bisa selalu mengerjakan sholat Jumat….. Aamin. Terimakasih.

√ Inilah Sejarah Perang Dalam Islam Yang Perlu Anda Ketahui

Inilah Sejarah Perang Dalam Islam Yang Perlu Anda Ketahui – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Sejarah Islam. Yang mana perang dalam Islam di masa lalu memang banyak terjadi dengan berbagai tujuan. Bahkan sejak masa Rasulullah, masa khulafa’ur Rasyidin dan beberapa generasi berikutnya. Nah, untuk mengetahui sekilas tentang rentetan sejarah perang tersebut, silahkan Anda simak ulasan Pengetahuan islam di bawah ini.

Inilah Sejarah Perang Dalam Islam Yang Perlu Anda Ketahui

Perang pertama dalam Islam adalah untuk melawan tentara Qurasy. Sedangkan dalam rentetan sejarah perang Islam, tentu saja banyak liku-liku yang di hadapi. Dalam peperangan juga ada menang dan ada kalah juga.

Sejarah Perang Islam

Mengenal sejarah dalam Islam, termasuk yang berkaitan dengan perang tentu saja merupakan salah satu hal penting bagi kaum Muslim. Mulai dari perang terkenal di masa Rasul hingga perang pada beberapa generasi berikutnya.

Perang dalam Islam pada masa lalu memang banyak terjadi dengan berbagai macam tujuan. Bahkan di masa Rasulullah, masa khulafa’ur Rasyidin dan beberapa generasi berikutnya.

Perang pertama dalam Islam adalah melawan tentara Qurasy. Sedangkan dalam rentetan sejarah perang Islam, tentu saja banyak liku-liku yang di hadapi. Dalam peperangan juga ada menang dan ada kalah juga.

Mengenal sejarah dalam Islam, termasuk yang berkaitan dengan perang tentu saja merupakan salah satu hal penting bagi kaum Muslim. Mulai dari perang terkenal di masa Rasul hingga perang pada beberapa generasi berikutnya.

Perang Badar sebagai Sejarah Perang Islam

Perang badar merupakan perang yang amat dasyat di mana perang ini terjadi dua tahun setelah hijrahnya Rasul dan para sahabat dari Makkah ke Madinah. Di kalangan umat Islam tentu saja perang badar merupakan salah satu perang yang begitu terkenal. Di dalamnya pun ada berbagai kejadian ajaib yang banyak menjadi perbincangan.

Sejarah perang badar di kenal cukup ajaib karena pada saat itu tentara Muslim yang jumlahnya tidak seberapa bisa mengalahkan pasukan kafir yang hadir dalam jumlah besar. Tentu saja ini tejadi atas kuasa Allah SWT. Padahal, jumlah kagir Quraisy pada saat itu sudah ribuan, sedangkan pasukan muslimin hanya ratusan saja.

Sejarah perang badar ini bisa di temukan dalam salah satu ayat Al-Qur’an di mana Allah memang menurunkan bantuan dari langit dengan jumlah ribuan malaikat yang membantu kaum muslim. Dan itulah pemicu kemenangan mereka sehingga perang ini sering di sebut penuh dengan keajaiban. Hal ini tentu saja sangat mengecilkan hati pasukan kafir.

Bagaimana tidak? pada saat itu, sebenarnya pasukan kafir Quraisy hendak menunjukkan kekuatan besarnya pada kaum muslimin sekaligus berniat meninggalkan rasa takut dalam hati mereka. Akan tetapi, niat tersebut gagal dengan segera karena ternyata pasukan muslim berhasil mengalahkan mereka meski dengan jumlah yang cukup sedikit.

Sejarah yang mengkiahkan perang badar ini menjadi pelajaran yang amat berharga bagi umat Islam di zaman sekarang. Dengan menoleh kebelakang pada kisahnya, umat muslim bisa menyadari bahwa pertolongan Allah akan selalu datang pada hambanya yang memperjuangkan agama tanpa rasa takut di sertai niat yang kokoh.

Sejarah Islam Perang Uhud

Bisa di akui bahwa perang badar merupakan salah satu sejarah perang Islam terbesar yang begitu terkenal. Namun, selain perang tersebut ada perang lain yang tidak kalah terkenal di kalangan umat muslim, yakni perang Uhud. Sejarah perang Uhud ini juga di ceritakan dalam Al-Qur’an. Hanya saja, sayang sekali dalam perang Uhud umat muslim mengalami kekalahan.

Perang uhud adalah salah satu dari beberapa rentetan perang yang terjadi setelah perang badar, yang juga merupakan aksi balas dedam dari suku Quraisy mengingat kekalahan begitu mendalam yang mereka alami dalam perang badar. Perang Uhud sendiri di namakan demikian karena pada waktu itu perang terjadi di gunung Uhud.

Dalam perang ini, jelas kaum kafir Quraisy sudah siap dengan ribuan pasukannya karena serangan tersebut telah di persiapkan dengan matang. Bahkan, mereka sudah menyusun rencana sehingga tidak ada pasukan yang bisa melarikan diri dari peperangan. Dengan persiapan yang matang tersebut, tidak heran jika ternyata mereka memang berhasil memenangkannya.

Sedangkan sejarah Islam perang Uhud bagi kalangan muslimin merupakan sebuah pukulan yang amat keras karena harus menanggung kekalahan. Padahal awalnya mereka sudah hampir memenangkannya. Namun, karena keserakahan yang di alami kaum muslimin pada saat itu, akhirnya mau tidak mau mereka harus pulang dengan segenap rasa kecewa.

Sebelum kekalahan ini, ternyata Allah pun telah memberikan isyarat apa yang akan terjadi pada mereka melalui mimpi Rasulullah SAW. Dan kejadian tersebut juga bisa di jadikan pelajaran yang amat berharga bagi kaun muslimin agar tidak sombong dan tetap berserah diri pada Allah.Jika tidak, hal seperti inilah yang akan terjadi, padahal awalnya sudah berhasil menang di perang Badar.

Sejarah Perang Islam Melawan Romawi

Dalam catatan sejarah, sudah banyak sekali perang kaum muslimin melawan Roma. Bahkan ini sudah di mulai sejak kepemimpinan khulafa’ur Rasyidin, tepatnya pada masa Umar Bin Khattab. Namun, tidak dapat di pungkiri, meski sempat berada di tangan kaum muslimin, perebutan baitul maqdis pada saat itu masih belum sempurna.

Pada abad ke 11 M, berkali-kali tentara Roma mengirimkan pasukannya dengan tujuan merebut kembali Baitul Maqdis ke tangan mereka. Namun tidak dapat di pungkiri jika kegagalan harus mereka dapatkan lagi dan lagi. Hingga akhirnya, perang salib di luncurkan oleh tentara Kristen pada tahun 1097.

Dalam sejarah perang islam melawan Romawi, bisa di temukan bahwa Baitul Maqdis berkali-kali berpindah tangan, dari kaum muslim dan kaum kriten. Hingga akhirnya, hadirlah seorang panglima perang hebat dengan nama Sholahuddin Al-Ayyubi yang berhasil merebutnya secara utuh, dan palestina sekaligus baitul Maqdis berada di tangan umat Islam seterusnya.

Sejarah Perang Salib Menurut Islam

Berbicara mengenai Sholahuddin Al-Ayyubi dalam pembahasan sebelumnya, bisa di akui bahwa panglima yang satu ini memang sangat dekat kisahnya dalam perang Salib. Beliau juga sangat terkenal dalam sejarah perang Umat Islam. Bahkan, bisa di katakan bahwa beliau adalah sosok dengan berbagai talenta yang sangat bersejarah dalam perkembangan Islam.

Kembali pada pembahasan mengenai sejarah perang Salib menurut Islam, perang ini sudah hadir jauh sebelum Sholahuddin Al-Ayyubi lahir. Akan tetapi, pada akhirnya dialah yang mampu memenangkan perang Salib secara besar-besaran.

Dalam sejarahnya pun, perang ini tidak hanya berlangsung satu-dua kali tapi lebih dari lima kali. Dan rinciannya adalah sebagai berikut.

  1. Perang salib pertama

Dalam perang Salib yang pertama, kemenangan di dapatkan secara silih berganti. Awalnya, tentara Salib melakukan pembantaian besar-besaran pada umat Islam di berbagai wilayah. Namun di akhir perang Salib satu, umat Islamlah yang berhasil memenangkannya.

  1. Perang salib dua

Dalam perang Salib dua, setelah memasuki beberapa masa, muncullah yang namanya Sholahuddin Al-Ayyubi yang awalnya merupakan pengaman kota Damaskus. Hingga akhirnya beliau memenangkan berbagai perang dan mendudki kursi kesultanan dan menakhlukkan Yerussalem.

  1. Perang salib tiga

Dalam perang Salib ketiga ini sebenarnya pasukan kristen berniat mengambil alih Yerussalem, namun mereka mengalami kegagalan. Perangpun berakhir dengan perjanjian damai dan setelah beberapa saat, Shalahuddin pun meninggal dunia di Damaskus.

  1. Perang salib empat dan seterusnya

Jika membicarakan perang umat Islam dan kristen, maka itu sudah tuntas di perang salib ketiga. Namun, penyerangan tentara Salib di berbagai wilayah masih terus berlanjut, bahkan hingga lebih dari urutan ke delapan. Namun, pasukan Salib terus mengalami kekahaan. Bahkan setelah itu mereka tetap berhasil di kalahkan ketika berniat membalaskan dendam kekalahannya.

Demikian ulasan tentang Inilah Sejarah Perang Dalam Islam Yang Perlu Anda Ketahui. Semoga penjelasan tersebut dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Syarat Wajib Puasa Yang Perlu Kita Ketahui (Bahas Lengkap)

Syarat Wajib Puasa Yang Perlu Kita Ketahui (Bahas Lengkap) – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Syarat Wajib Puasa. Yang mana dalam pembahasn kali ini menjelaskan beberapa syarat wajib puasa, baik itu puasa wajib bulan Ramadhan atau puasa sunnah yang perlu kita ketahui.

Syarat Wajib Puasa Yang Perlu Kita Ketahui (Bahas Lengkap)

Sebagai seorang muslim tentu kita harus mengetahui beberapa syarat dan rukun dalam beribadah. Salah satunya perkara yagn wajib kita ketahui dalam rukun islam yaitu Puasa. Sudah barang tentu kita melaksanakan puasa wajib yang dilakukan pada waktu bulan Ramadhan. Oleh karena itu bilamana kita mengerjakan suatu hal tanpa kita mengetahui ilmunya maka akan sia-sia apa yang akan kita lakukan. Nah, untuk lebih jelasnya yuk simak uraian dibawah ini.

Syarat Wajib Puasa

Syarat wajib puasa merupakan syarat penting yang harus dipenuhi ketika akan menjalnkan ibadah puasa. Syarat ini hukumnya wajib dipenuhi sebelum melaksankaan ibadah puasa. Baik ketika melaksankan puasa wajib pada buln Ramadhan atau ketika akan melaksanakan puasa sunnah.

Jika syarat wajib puasa tidak dipenuhi atau tidak diikuti maka aken menyebabkan puasanya akan tidak sah atau sia-sia. Bahkan puasanya tidak akan mendapatkan pahala dari Allah melainkan mendapatkan dosa.

Syarat wajib puasa untuk puasa bulan Ramadhan sama dengan puasa sunnah, yang membedakannya hanya waktu pengerjaannya saja.

Kalau puasa wajib bulan Ramadhan dilaksankan pada waktu bulan Ramadhan selama 1 bulan penuh. Sedangkan puasa sunnah dilaksanakan kapan saja menyesuaikan dengan waktu puasa sunnahnya.

Misalnya:

  • Puasa sunnah Senin-Kamis yang dilakukan pada hari senin dan hari kamis saja.
  • Puasa sunnah Daud yang dikerjakan dengan satu hari puasa dan besoknya tidak, kemudian lusa puasa lagi begitu juga seterusnya.
  • Puasa sunnah Sya’ban yang dilakukan hanya pada waktu bulan Sya’ban saja.
  • Puasa sunnah Syawal yang dilakukan pada bulan syawal.

Ibadah puasa itu mempunyai beberapa persyaratan tertentu. Jika persyaratan-persyaratan tersebut tidak terpenuhi, maka puasa tidak sah hukumannya.

Syarat wajib Puasa terdiri dari 5, yaitu:

  1. Beragama Islam
  2. Baligh
  3. Berakal Sehat
  4. Mampu Menjalankan Puasa
  5. Suci dari haid dan Nifas (Bagi Perempuan)

Di bawah ini diuraikan syarat-syarat wajib puasa khususnya puasa wajib (puasa Ramadhan).

Syarat Wajib Puasa ke-1: Beragama Islam

Syarat wajib puasa yang pertama adalah beragama islam. Syariat puasa adalah untuk umat Islam karena puasa itu adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan. Dengan demikian, umat Islam wajib menunaikan puasa wajib di bulan Ramadhan.

Sementara itu, jika ada umat non-muslim menunaikan puasa sebagaimana puasa yang diajarkan oleh Islam, maka puasa tersebut tidak sah (secara fikih Islam).

Namun demikian, jika agama-agama selain Islam itu juga mempunyai tuntunan dan ajaran berpuasa, maka ketentuan-ketentuannya pun diatur oleh agama-agama tersebut.

Agama Islam tidak berkaitan dengan hal itu. Dengan demikian, puasa dalam agama selain Islam itu tidak terkait meskipun puasa itu sifat dan karakternya sama.

Dalam pandangan Islam, pahala puasa itu ditetapkan kepada mereka yang beragama Islam. Selain itu, pembebanan hukum (taklif) puasa itu secara fikih Islam hanya disyariatkan kepada umat Islam.

Agama Islam tidak menyariatkan puasa kepada umat selain Islam. Dengan begitu, jika seseorang ingin puasanya sah secara Islam maka dia harus memeluk agama Islam.

Sementara itu, agama-agama selain Islam yang seumpama memerintahkan berpuasa kepada umatnya, maka hal itu sah-sah saja menurut agama tersebut.

Kesimpulannya, keabsahan dalam suatu perbuatan itu menjadi tepat dan sesuai dengan agama yang dipeluk oleh umat manusia.

Sebagaimana umat Islam, maka puasa mereka sah menurut Islam jika memenuhi berbagai syarat dan rukunnya yang telah dijelaskan dalam fikih Islam. Sementara itu, puasa umat agama tertentu itu pun sah jika memenuhi berbagai syarat dan rukun menurut agama tersebut.

Syarat Wajib Puasa ke-2: Baligh

Syarat wajib puasa yang kedua adalah sudah baligh. Baligh adalah apabila seseorang itu telah sampai pada kedewasaan (secara fisik).

Artinya, seseorang yang disebut balig adalah orang yang secara fisik sudah matang dan berfungsi. Bagi laki-laki, usia balig dimulai kira-kira sekitar 13 tahun. Sementara itu bagi perempuan, usia balig dimulai kira-kira umur 9 tahun.

Namun demikian, patokan usia itu tidak dapat dipastikan karena semua orang itu tidak sama. Terkadang ada laki-laki yang sudah balig sebelum usia 13 tahun. Begitu pula terkadang ada perempuan yang sudah memasuki usia balig sebelum usia 9 tahun.

Secara lebih tepat, patokan usia balig adalah dari fitrahnya secara alami. Jika laki-laki, maka dia sudah pernah mimpi basah (mimpi mengeluarkan air mani) sementara perempuan sudah haid.

Laki-laki tidak mesti harus berusia 13 tahun untuk bisa mengeluarkan air mani dan perempuan terkadang juga tidak harus berusia 9 tahun untuk haid.

Seorang laki-laki yang sudah mengalami mimpi basah telah mencapai usia balig dan dia telah terbebani oleh hukum di dalam Islam. Setiap laki-laki itu mengalami fase tersebut ketika menginjak usia remaja. Hal itu merupakan kewajaran karena sesuai dengan fitrah.

Andai ada seorang yang belum pernah mengalami mimpi basah padahal usianya sudah lebih dari umumnya. Maka hal itu perlu ditanyakan kepada yang ahli karena ada kemungkinan terjadi kelainan.

Sementara itu, bagi laki-laki yang tidak mengeluarkan air mani (karena mandul), tetap dianggap telah balig jika usianya memang sudah memasuki usia balig, yaitu sekitar umur 13 tahun. Oleh karena itu, orang yang demikian pun sudah diwajibkan berpuasa dan melakukan ibadah wajib lainnya.

Untuk kaum perempuan yang sudah bisa haid itu telah mencapai usia balig dan dia telah terbebani oleh hukum di dalam Islam.

Haid adalah hal yang alami dan fitrah bagi perempuan. Jika perempuan tidak mengalami haid, maka perlu diperiksakan kepada yang ahli karena kemungkinan terjadi kelainan.

Sementara itu, bagi perempuan yang tidak pernah haid (karena mandul), tetap dianggap telah balig jika usianya memang sudah memasuki usia balig, yaitu sekitar umur 9 tahun. Oleh karena itu, orang yang demikian pun sudah diwajibkan berpuasa dan menjalankan ibadah wajib lainnya.

Orang yang sudah balig, baik laki-laki maupun perempuan, itu telah dikenakan pembebanan hukum kepadanya. Orang yang sudah memasuki usia balig wajib melakukan puasa dan shalat wajib.

Sementara itu, jika orang yang sudah balig itu melanggar hukum, maka sudah dikenakan dosa dan bisa dikenankan hukuman juga.

Contohnya:

Jika anak-anak mencuri, maka tidak dosa dan tidak dijatuhi hukuman. Akan tetapi, jika yang mencuri itu adalah orang yang telah mencapai usia balig, maka dia berdosa dan sudah termasuk kriminalitas yang kepadanya itu bisa dijatuhi hukuman.

Rasulullah bersabda:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: عَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يَفِيْقَ، وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ

Artinya : “Dimaafkan dosa dari tiga golongan, yaitu : orang yang tidur hingga ia bangun, orang gila sampai ia sehat kembali, anak kecil hingga ia mimpi basah (baligh), ” (HR.Abu Dawud dan lainnya).

Dari hadits dia atas dijelaskan bahwa ada tiga golongan yang tidak terkena pembebanan hukum. Salah satu dari ketiga golongan tersebut adalah anak kecil yang belum dewasa atau belum mencapai usia balig.

Syarat Wajib Puasa ke-3: Berakal Sehat

Syarat wajib puasa yang ketiga adalah orang yang berakal sehat. Orang yang berakal sehat dan waras itu bisa berpikir normal.

Orang yang berakal sehat itu bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk. Orang yang berakal sehat itu juga bisa membedakan antara hal yang berguna dan hal yang sampah.

Dengan demikian, pembebanan hukum pun dijatuhkan kepada orang yang berakal sehat.

Jika ada seseorang yang melukai orang lain dan ternyata yang melukai itu gila, maka dia kebal hukum. Dia tidak dijatuhi hukuman sebagaimana orang yang waras.

Meskipun dia melukai dan hal itu merupakan kekjian, tetap saja orang gila itu tidak dijatuhi hukuman apapun karena orang gila memang benar-benar tidak berakal sehat. Dengan begitu, jika dia melukai, maka hal itu tidak keluar dari akal sehatnya.

Begitu pula perintah berpuasa. Islam tidak membebankan hukum kepada orang gila atau orang yang tidak sehat akalnya. Dengan demikian, akal sehat merupakan salah satu syarat wajib puasa. Hal itu secara umum dijelaskan dalam hadits berikut.

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: عَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يَفِيْقَ، وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ

Artinya: “Dimaafkan dosa dari tiga golongan, yaitu : orang yang tidur hingga ia bangun, orang gila sampai ia sehat kembali, anak kecil hingga ia mimpi basah (baligh), ” (HR.Abu Dawud dan lainnya).

Dalam hadits di atas dijelaskan bahwa ada tiga orang golongan yang tidak dibebani hukum, salah satunya adalah orang gila sampai ia sehat kembali akalnya. Sementara itu, puasa merupakan salah satu pembebanan hukum atau syariat Islam.

Dengan demikian, puasa itu bisa sah jika dilakukan oleh orang yang berakal sehat dan tidak gila.

Syarat Wajib Puasa ke-4: Mampu Menunaikan Puasa

Syarat wajib puasa yang keempat adalah mampu menunaikan atau mengerjakan puasa. Puasa diperintahkan kepada mereka yang beragama Islam, sudah mencapai usia baligh, dan berakal sehat. Bagi selain mereka, maka puasa pun tidak dibebankan.

Hanya saja, di antara mereka adalah orang yang tidak mampu menunaikan puasa lantaran sakit dan sudah tua sehingga lemah fisik. Meski begitu mereka tetap wajib berpuasa tetapi mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Al Baqarah ayat 185:

وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Artinya: “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain…” (QS. Al Baqarah ayat 185).

Bagi orang yang sakit yang tidak memaksakan diri untuk puasa Ramadhan malah tambah parah sakitnya, sementara dia ada harapan untuk sembuh, maka dia diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Justru keringanan tersebut harus diambil demi kesehatannya, Hanya saja, ketika dia telah sembuh, dia wajib mengganti (meng-qada) puasa di luar bulan Ramadhan.

Akan tetapi, jika tidak ada harapan sembuh, maka dia wajib untuk membayar fidyahsebagai ganti puasa.

Fidyah adalah tebusan puasa yang berupa memberi makan kepada fakir miskin. Namun demikian, jika orang yang sakit dan tidak ada harapan sembuh tersebut termasuk fakir miskin sehingga tidak mampu membayar fidyah, maka hendaknya ahli warisnya yang meng-qada puasanya.

Jika ahli warisnya tidak sanggup karena fisik lemah atau lainnya, maka hendaknya membayarkan fidyah-nya. Jika hal itu juga tidak disanggupi, maka dia bebas dari fidyah dan pembebanan.

Sementara itu, bagi orang tua yang sudah lemah fisik dan tidak mampu menunaikan puasa, maka dia wajib membayar fidyah. Jika ternyata membayar fidyah juga tidak mampu, maka yang membayarkan adalah ahli warisnya. Jika hal itu juga tidak mampu maka dia bebas dari pembebanan.

Syarat Wajib Puasa ke-5: Suci Dari Haid dan Nifas

Syarat wajib puasa yang kelima adalah suci dari haid dan nifas (khusus untuk perempuan), karena hanya perempuan yang mengalami hal ini.

Setiap perempuan itu mempunyai kebiasaan yang sifatnya fitrah, yakni menstruasi alias haid. Sementara itu setelah melahirkan, tentunya perempuan juga dalam kondisi nifas.

Kondisi haid dan nifas tersebut merupakan kondisi yang ketika itu perempuan merasakan hal yang berat dan sulit. Oleh karena itu, Islam memperbolehkan perempuan yang sedang dalam kondisi haid dan nifas untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan.

Justru kalai perempuan yang sedang haid dan nifas itu berpuasa, hal ini malah dilarang dan haram hukumnya.

Sesuatu yang haram itu akan mendapatkan dosa. Sebagaimana orang yang haid dan nifas itu tidak diperbolehkan shalat. Hal itu juga berlaku pada puasa bahwa perempuan yang sedang haid dan nifas itu tidak diperbolehkan untuk berpuasa.

Rasulullah bersabda:

أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ؟ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِيْنِهَا

Artinya: “Bukankah mereka (para wanita) jika sedang haid mereka tidak shalat dan tidak berpuasa? Itulah kekurangan mereka dari segi agama.”

Namun demikian, orang haid dan nifas yang meninggalkan puasa wajib bulan Ramadhan, mereka harus mengganti (meng-qada) puasa di luar bulan Ramadhan.

Jika mereka meninggalkan puasa selama tujuh hari, maka selama 7 hari juga mereka harus menggantinya. Jika mereka meninggalkan selama sebulan penuh (karena waktu nifasnya panjang) maka selama sebulan penuh itulah yang harus diganti.

Persyaratan tersebut berlaku untuk syarat puasa Ramadhan karena hukumnya wajib. Jika puasa sunnah, tidak dikerjakan juga tidak apa-apa. Hanya saja, puasa sunnah juga dipersyaratkan syarat-syarat di atas.

Orang yang mengerjakan puasa sunnah juga harus beragama Islam, mencapai usia balig, berakal sehat, mampu menunaikan puasa dan dalam keadaan suci dari haid dan nifas. Hanya saja, qada dan fidyah tidak berlaku pada puasa-puasa sunnah.

Demikian ulasan tentang Syarat Wajib Puasa Yang Perlu Kita Ketahui (Bahas Lengkap). Semoga Allah memudahkan dan melancarkan Anda untuk dapat selalu mengerjakan yang puasa wajib & puasa sunnah, Aamin.

√ Inilah Manfaat Puasa Untuk Kesehatan Tubuh (Bahas Lengkap)

Inilah Manfaat Puasa Untuk Kesehatan Tubuh (Bahas Lengkap) – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Manfaat Puasa. Yang mana dalam hal ini menjelaskan beberapa manfaat puasa bagi kesehatan tubuh dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Inilah Manfaat Puasa Untuk Kesehatan Tubuh (Bahas Lengkap)

Banyak sekali Manfaat Puasa Untuk Kesehatan Tubuh yang sangatlah perlu kita ketahui.

Manfaat Puasa

Puasa merupakan salah satu rukun Islam. Yang di dalamnya terdapat puasa wajib yaitu puasa bulan Ramadhan. Jadi semua umet muslim di dunia wajib menjalankan ibadah puasa bagi yang sudah memenuhi syarat wajib puasa.

Pada saat seluruh umat muslim di dunia sedang melaksanakan ibadah puasa dimana seseorang harus menahan lapar dan dahaga dari waktu imsak hingga waktu maghrib tiba.

Berikut Manfaat Puasa Untuk Kesehatan Tubuh

Selama jangka waktu tersebut, umat muslim yang menjalankan puasa tidak akan menerima asupan energi sama sekali entah itu melalui mulut, hidung, telinga, atau suntikan.

Jika selama puasa mendapatkan asupan energi, maka hal itu akan membuta puasanya batal. Bagi orang awam mungkin hal tersebut akan mengakibatkan sakit dan hal hal buruk lainnya.

Namun pada kenyataannya, banyak manfaat puasa yang akan membuat tubuh kita menjadi sehat dan memberikan efek positive lainnya.

Pada kesempatan ini akan membahas tentang manfaat puasa untuk kesehatan yang belum Anda ketahui sebelumnya dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan Anda sehari hari.

  1. Puasa Membantu Menurunkan Berat Badan

Puasa menjadi cara paling aman dalam menurunkan berat badan. Berpuasa sekarang telah menjadi salah satu cara diet paling populer di dunia.

Hal ini dikarenakan banyak penelitian yang memperlihatkan bahwa puasa dapat membantu menurunkan berat badan tanpa mengurangi kalori dalam tubuh.

Apa itu kalori?

Kalori sendiri adalah satuan untuk energi. Berarti jika Anda berpuasa maka energi Anda masih ada sebanyak makanan yang telah Anda makan saat sahur.

Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa, mengubah frekuensi makan tambah banyak atau sedikit tidak berpengaruh dalam pengeluaran kalori atau penurunan berat badan.

Penelitian lain mengatakan, seseorang yang makan satu kali perhari tidak akan kehilangan kalori, mereka malah kehilangan 4,4 pounds lemak dan mendapatkan 2 pounds massa ramping dalam 8 minggu.

Hasil studi tersebut mengungkapkan bahwa jika puasa tidak akan berpengaruh dalam pengeluaran kalori, yang mempengaruhi kalori adalah aktivitas Anda sendiri.

Selain itu, berpuasa juga memperlancar pembakaran lemak di tubuh karena metabolism dalam tubuh yang meningkat.

  1. Berpuasa Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Resistensi insulin merupakan masalah besar dalam negara maju dan berkembang, karena resistensi insulin sendiri merupakan tahap sebelumnya untuk diabetes tipe 2.

Beberapa faktor yang menyebabkan pertumbuhan resistensi insulin adalah terlalu banyak fruktosa dan gula. Rendahnya tingkat mineral yang terlibat dalam aksi insulinseperti kromium dan magnesium yang bisa menununkan sensitivitas insulin.

Dalam penelitian yang melibatkan 8 pemuda yang berpuasa dalam 20 jam setiap hari dari pukul 10 malam sampai pikul 6 malam di hari berikutnya. Yang dilaksanakan selama 15 hari menunjukkan efek yang positive untuk peningkatan sensitivitas insulin.

Hasilnya adalah : Setelah 20 jam berpuasa, plasma adiponectin meningkat dibandingkan dengan sebelum berpuasa. (5,922 ± 991 vs. 3,860 ± 784 ng/ml, P = 0.02).

Hasil tersebut menunjukkan bahwa berpuasa dapat meningkatkan kedua aktivitas insulindan sensitivitas insulin.

Adiponectin meningkat sebesar 37 persen. Adiponectin sendiri merupakan protein yang berasal dari jaringan adipose dan memiliki fungsi yang penting. Adiponectin memiliki pengaruh terhadap resistensi insulin.

Dalam penelitian lain memperlihatkan bahwa setelah orang menjalani puasa, insulin menjadi lebih efektive dalam memberitahukan sel untuk mengambil glukosa dari darah.

  1. Berpuasa Mempercepat Metabolisme

Berpuasa memberikan waktu istirahat terhadap system pencernaan Anda, dan ini dapat mengoptimalkan metabolisme untuk membakar kalori lebih efisien.

Metabolisme sendiri adalah proses pengubahan makanan menjadi energi. Jadi jika Anda tidak mendapatkan asupan makanan (berpuasa) maka tubuh akan mempercepat metabolisme dalam tubuh untuk mengubah cadangan makanan yang ada di dalam tubuh untuk menghasilkan energi.

Jika sistem pencernaan Anda buruk, ini akan berakibat terhadap kemampuan tubuh Anda untuk me-metabolisme makanan dan membakar lemak.

Dengan berpuasa tubuh Anda dapat mengatur pencernaan Anda dan membuat fungsi usus bekerja dengan sehat. Sehingga dapat meningkatkan metabolism tubuh Anda.

  1. Puasa Memperpanjang Hidup

Percaya atau tidak, semakin Anda kurang makan semakin panjang hidup Anda. Beberapa penelitian menunjukkan bagaimana umur seseorang meningkat karena diet yang mereka lakukan.

Karena salah satu penyebab penuaan adalah melambatnya proses metabolisme. Tubuh yang muda adalah tubuh yang mempunyai metabolisme yang cepat dan efisien.

Manfaat puasa juga dapat mempercepat pertumbuhan HGH (Human Growth Hormone).

HGH sendiri berfungsi sebagai hormon pertumbuhan manusia dari bayi sampai tua nanti. Jika sudah tua, hormon ini tetap ada namun berbeda fungsi.

Dia akan menjaga organ tubuh tetap pada kondisi yang prima. Dalam bukunya, Dedy Cobuzier juga mengatakan puasa 24 jam akan meningkatkan HGH sebesar 2000%.

Hal ini tentu saja membuat tubuh Anda semakin muda dan semakin lama kemungkinan Anda hidup.

  1. Puasa Meningkatkan Fungsi Otak

Manfaat puasa berikutnya adalah meningkatnya fungsi otak.

Dengan puasa menunjukkan bahwa mampu meningkatkan produksi protein yang disebut dengan brain derived neutrophic factor (BDNF). Protein ini sangat bermanfaat bagi fungsi otak. Penelitian menunjukkan seorang yang pandai, kadar BNF nya dalam hippocampus tinggi.

BDNF juga mengaktifkan sel-sel otak untuk diubah menjadi neuron baru, dan memicu berbagai bahan kimia lain yang mendorong kesehatan saraf.

Protein ini juga melindungi sel sel otak dari perubahan yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.

  1. Puasa Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Puasa bisa meningkatkan system kekebalan tubuh karena mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas, mengatur kondisi peradangan dalam tubuh dan mengurangi pembentukan sel kanker.

Banyak penelitian yang sudah memperlihatkan bahwa puasa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, salah satunya adalah penlitian yang telah di lakukan oleh University of Southern California.

Hasilnya membuktikan bahwa puasa dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh, terutama bagi kekebalan tubuh yang rusak karena semakin bertambahnya usia dan pengobatan kanker.

Sementara itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh professor Valter Longomengatakan, ketika seorang dalam keadaan lapar, secara otomatis tubuh akan menghemat energi dengan cara mendaur ulang sel-sel kekebalan tubuh yang tidak diperlukan, terutama yang rusak.

Ketika Anda melakukan puasa, tubuh bakal melakukan regenerasi dengan sangat cepat dan membangun kembali seluruh sistem di dalam tubuh.

Lebih lanjut profesor Valter mengatakan, jika terjadi kerusakan sistem yang sangat besar akibat kemoterapi atau penuaan, puasa bisa menghasilkan siklus secara mudah adalah dengan membentuk sistem kekebalan tubuh yang baru.

  1. Puasa Membantu Membersihkan Kulit dan Mencegah Jerawat

Manfaat puasa dapat membersihkan kulit karena dengan kondisi perut yang kosong, memberikan waktu istirahat untuk sistem pencernaan Anda.

Sehingga energi bisa dialihkan kepada proses detoksifikasi. Sehingga kulit Anda tidak dibebani dengan tugas mengusir racun. Dengan kata lain, tubuh lebih memilih menggunakan hati dan ginjal untuk untuk detoksifikasi daripada menggunakan kulit.

Demikian ulasan tentang Inilah Manfaat Puasa Untuk Kesehatan Tubuh (Bahas Lengkap). Dengan berpuasa banyak manfaat puasa yang akan diperoleh. Apalagi di imbangi dengan ibadah yang baik maka akan tambah sempurna ibadah puasa Anda. Aamin.

√ Tarikh Islam Sebagai Bukti Sejarah Islam Yang Panjang Lengkap

Tarikh Islam Sebagai Bukti Sejarah Islam Yang Panjang Lengkap – Selama ini sudah banyak sekali masa-masa dan perkembangan sejarah Islam yang telah di lalui selama berabad-abad. Hingga akhirnya munculah yang namanya tarikh Islam yang terbagi dalam beberapa masa.

Tarikh ini sangat penting di pelajari oleh kaum muslim. Lalu, bagaimana saja runtutannya?

Tarikh Islam Sebagai Bukti Sejarah Islam Yang Panjang Lengkap

Pada artikel ini, Pengetahuan Islam akan membahas tentang pengertian tarikh, tarikh islam di jaman Rasulullah dan perkembangan tarikh islam. Simak ulasannya Pengetahuan Islam berikut ini

Pengertian Tarikh Dalam Sejarah

Jika berbicara mengenai pengertian tarikh, tentu saja harus di bahas secara terpisah antara pengertian menurut bahasa dan pengertian menurut Istilah sehingga pengertian tarikh dalam sejarah bisa di tangkap sebaik mungkin.

Dan hal ini sangat penting juga menjadi pembahasan sebelum membahas lebih jauh mengenai perkembangan selanjutnya.

Berbicara mengenai tarikh Islam, perlu di ketahui bahwa tarikh merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab. Namun memang sudah cukup familiar di sebutkan di Indonesia. Jika di artikan dalam lingkup bahasa, maka tarikh memiliki makna yang sama sebagaimana sejarah.

Nah, kalau pengertiannya dalam istilah, maka tarikh bisa di artikan sebagai hal-hal yang sudah terjadi di masa lalu, sebagaimana sejarah. Yang lebih jelas lagi, maknanya adalah catanan peristiwa di masa lalu secara lengkap dan teratur mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan objeknya.

Sedangkan kali ini, objek yang akan di bahas adalah agama Islam sehingga menjadi sejarah Islam.

Tarikh Islam Di Masa Nabi Muhammad

Sebagai penyebar Islam pertama kali, tentu saja perjalanan panjang sejarah Islam di mulai dari titik Rasulullah SAW.

Tarikh Islam Nabi Muhammad ini tentu sangatlah penting. Apalagi mengingat perjuangan beliau dan para sahabat yang begitu dahsyat. Dan berikut ini merupakan runtutan singkat tarikh Islam di masa itu.

Awal datangnya Islam di Makkah

Sejarah Islam di masa Rasulullah ini tentu saja di mulai ketika Rasulullah di lahirkan di tahun Gajah. Kemudian, beliau tumbuh dewasa dan menjadi orang yang terpercaya.

Nah, barulah setelah itu beliau menikah dengan Khadijah. Dalam pernikahan tersebut, Rasulullah akhirnya mengurus bisnis yang telah di bangun oleh Khadijah.

Pada usia 40 tahun, maka turunlah wahyu pertama, terpatnya di Gua Hira berupa QS Al-Alaq 1-5. Kemudian Rasulullah mulai menyerukan Islam pada orang-orang terdekatnya.

Termasuk Khadijah dan Abu Bakar. Hingg akhirnya munculah istilah Assabiqunal Awwalun bagi orang-orang yang pertama kali memeluk Islam setelah kelahirannya.

Dakwah di lakukan secara terbuka

Setelah Islam turun dan di dakwahkan pada orang-orang terdekat, Rasulullah akhirnya di perintahkan untuk mendakwahkan Islam secara terbuka.

Namun, dengan faktor sosial dan politik, akhirnya beliau mendapat kecaman keras dan perlawanan dari masyarakat Qurasiy. Bahkan mereka membantah peristiwa Isra’ Mi’raj. Hingga akhirnya beberapa tahun kemudian, Rasulullah Hijrah.

Hijrahnya Nabi ke Madinah

Latar belakang dari hijrahnya Rasulullah ke Madinah ini tidak lain adalah karena masyarakat Makkah sudah tidak bisa di kondisikan lagi. Selain itu, bersamaan dengan sebelum peristiwa ini, ada yang di sebut dengan Ammul husni di mana istri dan paman Rasulullah yang selalu melindungi beliau meninggal dunia.

Nah, dalam hijrahnya ke Madinah, ternyata kaum muhajirin di sambut baik oleh kaum Anshor. Akhirnya Rasulullah pun membangun masyarakat Madinah sebaik mungkin.

Bahkan beliau berhasil mempersatukan berbagai perbedaan yang ada. Bahkan bisa di katakan beliau telah sukses memimpin masyarakat Madinah. Terlebih dengan adanya piagam Jakarta sebagai UU-nya.

Masa peperangan hingga fathul Makkah

Ketika Rasulullah berada di Madinah, karena berbagai faktor, akhirnya di syari’atkanlah perang melawan musuh. Awalnya hanya perang dengan tentara Quraisy.

Namun, akhirnya perang semakin meluas. Sejauh ini pun sudah tercatat banyak sekali perang di masa Rasulullah. Diantaranya seperti perang Badar, perang Mut’ah, perang Uhud dan masih banyak lagi.

Namun, di masa hampir akhir masa kenabian, akhirnya kaum Muslimin berhasil menakhlukkan kembali kota Makkah yang merupakan tempat lahirnya agama Islam.

Penakhlukkan ini di sebut dengan Fathul Makkah. Dan di akhir masa kenabian, Rasulullah wafat di Madinah dan di makamkan tepat di mana beliau wafat, yakni rumah beliau yang sekarang menjadi masjid Nabawi.

Tarikh Perkembangan Islam Secara Singkat

Sejarah Islam tentu saja tidak berhenti di masa Nabi saja. Setelah itu masih banyak catatan yang telah di laluinya.

Dan tarikh Islam singkat setelah wafatnya Rasulullah ada dibawah ini.

  1. Perkembangan di masa Khulafaur Rasyidin

Setelah meninggalnya Rasul, kepemimpinan Islam di pegang para sahabat. Dan sebelum Islam terpecah, ada 4 sahabat yang masuk daftar Khulafaur Rasyidin, yakni Abu Bakar, Umar, Utsman Ali.

Pada masa-masa tersebut Islam masih fokus pada ekspansi dan kodisfikasi Qu’an Hadits. Hingga akhirnya karena masalah politik, masa ini berakhir di tangan Sayyidina Ali.

  1. Perkembangan di masa daulah bani umayyah

Sayyidina Ali kala itu kepemimpinannya di runtuhkan oleh Muawiyah Bin Abu Sufyan dalam peristiwa Tahkim.

Akhirnya, setelah wafatnya beliau, khalifah pun jatuh ke tangan Muawiyah beralih pada kekuasaan daulah Bani Umayyah. Masa ini di jalankan dengan sistem Monarki yang akhirnya runtuh oleh kekuasaan dinasti Abbasiyah di masa berikutnya.

  1. Perkembangan di masa daulah bani Abbasiyah

Daulah Bani Abbasiyah ini di latar belakangi oleh Abu Ja’far Al-Mansyur dan Abu Abbas As-Shaffah. Keduanya merupakan tokoh penting dalam sejarah Islam.

Perkembangan daulah ini pun cukup pesat dalam kurun waktu berabad-abad. Dinasti Abbasiyah mengalami kemajuan di bidang keilmuan yang begitu tinggi, begitu juga untuk ekspansi. Namun akhirnya runtuh karena perang saudara.

  1. Perkembangan di masa kekhalifahan Utsmaniyah

Dalam tarikh Islamiyah yang berkaitan dengan kekhalifahan, masa Turki Utsmani ini merupakan pemegang kekuasaan yang terkahir. Namun, kala itu mereka berhasil mencapai kejayaan umat yang begitu tinggi. Bahkan wilayahnya berhasil menguasai hampir sepertiga dunia.

Masa ini juga berlangsung selama berabad-abad lamanya. Namun, akhirnya runtuh karena faktor internal maupun eksternal. Dan masa kekuasannya berakhir pada tahun 1924 M. Setelah itu, Islam tidak lagi di perintah dari satu kepemimpinan dan masa kekhalifahan pun berakhir. Kini Islam pun telah terpecah menjadi banyak negara di seluruh dunia.

Pentingnya Tarikh Islam Untuk Anak

Sebagai warga Muslim, tentu saja setiap orang harus berusaha mencetak generasi yang akan meneruskan perjuangan para pendahulunya. Dan untuk itu, setiap generasi sangat penting mengenal apa yang namanya sejarah Islam. Dalam hal ini, yang harus menjadi objek utamanya tidak lain adalah kalangan anak-anak.

Tarikh Islam di kalangan anak-anak ini semakin penting lagi jika mengingat saat ini Islam sudah mulai kehilangan kejayaannya. Padahal, beberapa abad lalu, Islam pernah begitu kuat dan berjaya. Oleh karena itu, dalam banyak cerita singkat dan di kemas dengan baik, tarikh Islam untuk anak harus tetap di jaga dan sampaikan. Sehingga rasa cinta mereka akan pada agama akan terus membara.

Demikian ulasan tentang Tarikh Islam Sebagai Bukti Sejarah Islam Yang Panjang Lengkap. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita smeua. Terimakasih.

√ Periodisasi Sejarah Dalam Islam Yang Perlu Kita Ketahui Lengkap

Periodisasi Sejarah Dalam Islam Yang Perlu Kita Ketahui Lengkap – Pada kesempatan ini menjelaskan tentang Periodisasi Sejarah Islam. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan berbagai periodisasi tentang sejarah islam hingga sekarang dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Periodisasi Sejarah Dalam Islam Yang Perlu Kita Ketahui Lengkap

Dalam jurnal tentang “Periodesasi Sejarah Pemikiran Dalam Dunia Islam”,dikutip oleh Munawir Sazali. Bahwa pemikiran Islam dapat diartikan sebagai aktivitas berpikir yang dilakukan oleh umat muslim dan mengacu pada sumber – sumber utama ajaran islam. Dengan demikian nantinya akan menghasilkan tafsir fiqh, tasawuf, falsafah dan lain – lain.

Periodisasi Tentang Sejarah Islam

Hasil pemikiran Islam ini berkembang seiring zaman. Tentu, pemikiran Islam, memiliki karakteristiknya masing – masing di setiap zaman. Periodesasi sejarah Islam penting untuk dilakukan dan dikaji, agar dapat membedakan dengan mudah, karakteristik – karakteristik pemikiran yang dimaksud di setiap zaman, serta lebih sistematis.

Periodesasi tentang sejarah Islam menurut Harun Nasution, dibagi menjadi tiga: periode klasik (650 – 1250 Masehi), pertengahan (1250 – 1800 M), dan modern (1800 – sekarang). Periode klasik dibagi lagi menjadi masa kemajuan Islam 1 (650-1000 M) dan masa Disintegrasi (1000-1250 M).

Namun, perlu diketahui, para sejarawan memiliki perbedaan pandangan mengenai dimulainya sejarah peradaban Islam.

Berikut perbedaan dimulainya sejarah peradaban Islam

  1. Permulaan sejarah ketika Nabi Muhammad SAW diutus untuk menjadi Rasul di Mekah.

Hal ini dikarenakan sudah terbentuk masyarakat Muslim, meskipun belum berdaulat. Namun, merekalah yang menjadi pendukung negara Madinah terbentuk.

  1. Permulaan sejarah adalah ketika negara Madinah sudah berdaulat.

Pendapat ini dirasa memiliki kelemahan, karena batas wilayah administratif cenderung tidak tetap.

Periodisasi Sejarah Islam Klasik, Pertengahan dan Modern

Sebelum membahas periodesasi sejarah Islam Klasik, Pertengahan, dan Modern, akan dibahas singkat mengenai masyarakat Arab pra Islam. Masyarakat Arab pra Islam adalah masyarakat yang memiliki bermacam – macam agama, adat – istiadat, akhlak dan peraturan hidup.

Begitu pun Islam yang diturunkan untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia. Namun, peraturan dan hukum – hukum Islam banyak berbeda dengan agama lain yang telah dianut masyarakat Arab pra Islam, sehingga menimbulkan banyak perlawanan.

Sebelum diturunkannya awal kesempurnaan Islam di Gua Hira kepada Nabi Muhammad SAW, di sekitar Laut Tengah (Mediterania) abad ke-6 masehi, ada dua kekaisaran adidaya, yaitu Kekaisaran Romawi dan Persia. Sejak abad ke-6, laut Mediterania telah menjadi tempat persilangan dimana perebutan pengaruh dan budaya etnis dan agama terjadi.

Berikut Periodisasi Sejarah Islam

  1. Periodesasi Sejarah Islam Klasik

Periode ini dimulai sejak zaman Rasulullah Saw. hingga Dinasti Abbasiyah. Sejak kecil, Rasulullah dikenal sebagai orang yang berbudi pekerti luhur. Beliau tidak pernah ikut – ikutan kebiasaan buruk masyarakat kala itu, seperti minum khamr dan berjudi. Karena itulah Rasulullah Saw. diberi julukan al-Amin, yang artinya orang yang dipercaya.

Ketika Rasulullaah di Mekah, dakwah fokus ke pengajaran tauhid, baru setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah Saw. membina masyarakat dengan membangun tauhid. Masyarakat Madinah lebih demokratis dibanding dengan masyarakat Mekah.

Hal ini dibuktikan dari diadakannya Piagam Madinah. Ringkasan isi Piagam Madinah oleh Syalabi yaitu:

  • Pengakuan terhadap hak pribadi, keagamaan dan politik
  • Terjaminnya kebebasan beragama
  • Membantu secara moril dan materiil adalah kewajiban penduduk Madinah, baik itu Muslim, Yahudi maupun Nasrani
  • Pemimpin tertinggi Madinah adalah Nabi Muhammad Saw.

Setelah Rasulullah Saw. wafat, tonggak kepemimpinan dilanjutkan oleh al-Khulafa al-Rasyidin. Mereka juga membuat dasar – dasar pemerintahan yang demokratis, membentuk departemen – departemen, dan jabatan lain untukmengurus urusan publik.

Dinasti Umayyah berdiri tahun 661 masehi di Damaskus, oleh Muawiyah bin Abu Sufyan. Pada masa ini, kekuasaan Islam sangat luas, meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Irak, Jazirah Arab, Persia, sebagian Asia Kecil, Pakistan, Afganistan, Purkmenia, Kirgiztan, dan Uzbekistan.

Selain memperluas wilayah, Dinasti Umayyah juga banyak melakukan perkembangan di bidang pembangunan dan ilmu pengetahuan. Tokoh – tokoh intelektual pada Dinasti Umayyah di antaranya al-Khalil bin Ahmad, Sibawaih, Hasan al-Basri, dan Ibnu Syihab az-Zuhri.

Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas, dan berlangsung pada 750-1258 masehi. Dinasi Abbasiyah berdiri setelah memenangkan pertarungan dengan Dinasti Umayyah.

Dapat dikatakan bahwa pada masa ini, umat Islam berada pada puncak daya cipta, penalaran, dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, yang nantinya akan menjadi referensi peradaban Barat.

Rumah sakit – rumah sakit juga didirikan dengan menggunakan kekayaan negara, begitu juga pendidikan kedokteran, farmasi, perpustakaan, dan pusat penerjemah.

Tokoh – tokoh intelektual pada masa Dinasti Abbasiyah di antaranya adalah al-Kindi, ar-Razi, al-Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Maskawih, dan al-Ghazali.

Kemudian beralih ke masa Disintegrasi, di mana negara yang letaknya jauh dari pusat pemerintahan, perlahan – lahan melepaskan diri dan muncul dinasti – dinasti kecil.

  1. Periodesasi Sejarah Islam Pertengahan

Periode sejarah Islam pertengahan dimulai pada abad ke-13 hingga abad ke-18, atau sekitar tahun 1250 – 1800 masehi.

Akhir abad ke-18 menjadi masa kegelapan dunia Islam disebabkan jatuhnya imperium – imperium kesultanan dan perebutan kekuasaan. Selain itu, juga terjadi karena perkembangan sains dan teknologi yang stagnan.

Perkembangan sains dan teknologi yang stagnan, menurut Umer Chapra disebabkan oleh tiga faktor, yaitu:

  1. Dukungan finansial dari negara yang menurun
  2. Sektor swasta tidak berdaya menanggung beban pendidikan
  3. Para rasionalis yang memaksa masyarakat untuk memasukkan pandangan mereka yang notabene bertentangan.

Buku yang ditulis al-Ghazali dan Ibnu Rusyd adalah bukti perdebatan mengenai akal dan wahyu.

  1. Periodesasi Sejarah Islam Modern

Periode sejarah peradaban Islam modern dimulai pada abad ke-18 hingga abad ke-20. Pada periode ini, banyak tokoh muslim yang kemudian sadar, atas sifat jumud pada umat Islam. tokoh – tokoh itu berupaya untuk membawa Islam bangkit kembali. Tokoh – tokoh itu di antaranya Jamaluddin a-Afghani (1839) dan Muhammad Abduh (1849).

Menurut sejarah, awal kebangkitan Islam adalah ketika Napoleon Bonaparte bersama pasukannya mendarat di lembah Sungai Nil pada abad ke-18, atau sekitar tahun 1798 masehi. peristiwa itu menjadi awal dunia Islam mengenal modernitas.

Periodisasi Sejarah Pendidikan Islam

Periodesasi sejarah pendidikan Islam memiliki korelasi dengan periodesasi sejarah peradaban Islam. Dra. Zuhairini, MA, membagi periode tersebut ke dalam lima periode, yaitu:

  1. Pada zaman Nabi Muhammad Saw

Merupakan periode di mana Rasulullah Saw melakukan pembinaan pendidikan Islam.

  1. Periode pertumbuhan pendidikan Islam

Berlangsung sejak zaman Rasulullah Saw. hingga Dinasti Umayyah, periode ini ilmu – ilmu naqliyah berkembang.

  1. Periode kejayaan pendidikan Islam

Berlangsung sejak berdirinya Dinasti Abbasiyah hingga runtuhnya Baghdad. Periode ini ilmu aqliyah berupa ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang serta banyak madrasah yang didirikan.

  1. Periode kemunduran pendidikan Islam

Periode ini terjadi sejak runtuhnya Baghdad hingga keruntuhan Mesir oleh Napoleon Bonaparte. Akhirnya banyak warisan budaya dan ilmu pengetahuan berpindah ke dunia Barat

  1. Periode pembaharuan pendidikan Islam

Ditandai dengan didudukinya Mesir oleh Napoleon Bonaparte. Inilah awal Islam bangkit dari masa kelam.

Selain itu juga ada pendapatan dari tokoh yang lain. Pendapat itu dari Prof. Dr. Hasan Langgulung yang membagi periodesasi pendidikan Islam menjadi empat periode.

Periode Islam menurut Prof. Dr. Hasan Langgulung

  • Zaman Pembinaan Awal
  • Zaman Keemasan
  • Zaman Kemerosotan
  • Zaman Baru

Dengan berberapa tahapan-tahapan sejarah Islam yang terjadi selama proses penyebaran Islam di dunia. islam adalah agama yang termasuk cepat dan luas penyebarannya ke seluruh pelosok dunia.

Demikian informasi tentang Periodisasi Sejarah Dalam Islam Yang Perlu Kita Ketahui Lengkap. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengatahuan untuk kita semua. Terimakasih.