√ Inilah 5 Amalan Agar Keinginannya Segera Dikabulkan Allah SWT

Inilah 5 Amalan Agar Keinginannya Segera Dikabulkan Allah SWT – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Amalan. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan tentang √ amalan agar keinginannya segera dikabulkan atau √ amalan agar doanya segera dikabulkan oleh Allah SWT. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Inilah 5 Amalan Agar Keinginannya Segera Dikabulkan Allah SWT

Setiap orang pasti memiliki suatu keinginan yang diimpikan di dalam kehidupannya. Semua keinginan bisa dilakukan dengan berusaha. Namun, doa juga tidak boleh dilupakan.

Amalan Agar Keinginan Mudah Dikabulkan

Usaha sekeras apapun tanpa diiringi dengan bermunajat kepada Allah diibaratkan kalau Anda adalah orang yang sombong.

Maka, apakah Anda pernah merasa kalau keinginan Anda tidak kunjung terkabul?

Untuk itu harapan Anda adalah Allah memberikan keistiqamahan kepada Anda untuk melaksanakan amalan-amalan yang memudahkan untuk mencapai apa yang kita inginkan.

Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Ar Ra’d ayat 11:

اِنَّ اللّٰہَ لَا یُغَیِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتّٰی یُغَیِّرُوۡا مَا بِاَنۡفُسِہِمۡ

Artinya:

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ra’d ayat 11)

Dengan selalu berdekat diri kepada Allah, maka Allah akan semakin sayang dan mengabulkan doa dan keinginan yang Anda panjatkan.

Ada beberapa hal yang mungkin membuat doa Anda tidak kunjung terkabul. Contohnya saja, Anda menyepelekan kekhusyukan ketika sedang berdoa kepada Allah atau Anda tidak rajin dalam memanjatkan doa kepada-Nya.

Selain itu, rasa putus asa karena merasa doanya tidak kunjung terkabul juga menjadi alasan mengapa doa Anda justru tidak kunjung terkabul. Bersabarlah, ada rencana Allah yang lebih baik untuk Anda. Ada beberapa amalan yang perlu kalian tahu untuk itu simak ulasan berikut tentang amalan agar doa segera dikabulkan.

5 Amalan Agar Doa Segera Dikabulkan

Anda tidak perlu berputus ada dan tidak perlu tergesa-gesa supaya doa Anda segera terwujud. Bersabarlah, semua ada waktunya. Sulit memang untuk menjalankan kata “sabar”. Namun janji Allah pasti datang untuk mereka yang mau bersabar. Doa adalah kunci hajat Anda cepat terkabul.

Berikut 5 amalan agar doa Anda segera dikabulkan oleh Allah SWT

  1. Melakukan Dzikir Ya Mujib

Cukuplah satu manfaat yang akan menjadi penyemangat bagi Anda adalah dengan melakukan dzikir. Dengan melakukan dzikir setiap hari, maka akan membuat hati kita tenang.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Ar Ra’d ayat 28:

اَلَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ تَطۡمَئِنُّ قُلُوۡبُہُمۡ بِذِکۡرِ اللّٰہِ ؕ اَلَا بِذِکۡرِ اللّٰہِ تَطۡمَئِنُّ الۡقُلُوۡبُ

Artinya:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d ayat 28).

Amalan pertama yang bisa dilakukan agar doa Anda cepat dikabulkan adalah membaca dzikir Ya Mujib sebanyak 100 kali. Anda bisa melakukan amalan tersebut setelah selesai sholat Subuh. Hal yang terpenting adalah Anda harus melakukannya dengan hati yang khusyu’ dan tidak boleh tergesa-gesa.

Al Mujibu yang memiliki arti “Yang Maha Mengabulkan”.

Anda bisa membaca

“Ya Mujib, Ya Mujib, Ya Mujib, dan seterusnya…”

Barang siapa yang membaca lafadz (Ya Mujib) sebanyak minimal 100x setelah selesai mengerjakan shalat subuh secara istiqomah serta dengan hati yang khusyuk. Maka segala hajatnya akan segera dikabulkan atau dihujabahi oleh Allah.

Ketika Anda melakukan amalan-amalan tersebut, pastikan Anda melakukannya dengan hati yang ikhlas dan mengharap segala sesuatunya dari Allah SWT.

  1. Melakukan Sholat hajat

Sholat hajat adalah salah satu cara yang paling mustajab dilakukan agar doa dan keinginan yang Anda miliki segera dikabulkan oleh Allah SWT.

Sholat hajat adalah salah satu sholat sunnah yang memang diperuntukkan oleh setiap hamba Allah yang memiliki keinginan atau pun suatu masalah yang ingin segera diselesaikan. Masalah atau keinginan bisa berupa masalah dan keinginan duniawi atau ukhrawi.

Nabi Muhammad mengajarkan bahwa setiap hamba harus selalu meminta dan pasrah hanya kepada Allah. Salah satunya adalah melalui wasilah sholat hajat.

Dari ajaran nabi Muhammad tersebut itulah sholat hajat kemudian dianjurkan untuk dilakukan. Tata cara sholat hajat telah diatur sedemikian rupa sehingga Anda bisa menjalankannya dengan lebih baik. Agar keinginan cepat terkabul, lakukan sholat hajat dengan serius dan khusuk.

  1. Melakukan Sholat Tahajud

Sholat tahajud seringkali diartikan sholatnya orang yang ingin mendapatkan ampunan dari Allah. Memang betul, di dalam sholat tahajud terdapat bacaan-bacaan dzikir yang bertujuan untuk meminta Ampun kepada Allah SWT.

Namun, ternyata sholat tahajud juga bisa dijadikan sebagai ladang amalan agar doa Anda cepat dikabulkan oleh Allah.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Al-Muzzamil ayat 1-5:

يٰٓأَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ :١

قُمِ الَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا :٢

نِّصْفَهُۥٓ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا :٣

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا :٤

إِنَّا سَنُلْقِى عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا :٥

Artinya:

“Hai orang yang berselimut, bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.” (QS. Al Muzzammil ayat 1-5).

Allah menurunkan wahyu ini untuk Nabi Muhammad agar mengerjakan sholat malam dan membaca Al Quran. Karena sholat malam dan membaca Al Quran adalah rahasia kekuatannya.

Kedua hal diatas juga berlaku bagi kita semua. Jika kita memiliki keinginan yang ingin segera dikabulkan oleh Allah, dua amalan inilah yang senantiasa membuat kita berpikir positif untuk berdoa dengan khusuk atas keinginan yang ingin kita peroleh.

Sholat di sepertiga malam terakhir ini menjadi moment yang luar biasa bagi Anda untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mintalah ampun kepada Allah dan mintalah kepada Allah agar Anda segera dibebaskan dari masalah yang Anda miliki, atau segera terkabul untuk mendapatkan apa yang Anda harapkan.

  1. Perbanyak Amalan Sedekah

Sedekah merupakan salah satu cara untuk membuat diri Anda menjadi semakin kaya. Semakin banyak Anda bersedekah, maka Allah akan semakin menyayangi Anda.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Al Hadid ayat 18:

اِنَّ الۡمُصَّدِّقِیۡنَ وَ الۡمُصَّدِّقٰتِ وَ اَقۡرَضُوا اللّٰہَ قَرۡضًا حَسَنًا یُّضٰعَفُ لَہُمۡ وَ لَہُمۡ اَجۡرٌ کَرِیۡمٌ

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya oleh Allah) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid ayat 18).

Dari ayat diatas dapat dipahami bahwa dengan bersedekah, maka tidak berkurang harta Anda, malah akan dilipatgandakan oleh Allah. Selain dilipatgandakan hartanya, bagi yang senang bersedekah karena Allah, maka akan dilimpahkan pahala yang banyak kepadanya.

Agar doa cepat terkabul, maka Anda bisa melakukan sedekah dari harta yang Anda miliki. Sebagian harta yang Anda miliki tentu saja adalah milik orang lain. Maka, perbanyaklah sedekah dan insyaAllah keinginan Anda pun akan segera terkabul.

  1. Berdoa di Waktu yang Mustajab

Ada beberapa waktu mustajab yang bisa Anda lakukan untuk berdoa agar cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

Beberapa waktu tersebut adalah sebagai berikut.

  • Sepertiga malam terakhir
  • Ketika mendengarkan adzan
  • Saat turun hujan
  • Pada hari Jumat
  • Waktu antara Adzan dan iqamah
  • Saat sedang berpuasa
  • Ketika meminum air zam zam
  • Pada hari Arafah
  • Pada malam lailatul qadar

Apabila keinginan Anda ingin segera dikabulkan oleh Allah SWT, Anda bisa melakukan beberapa amalan tersebut di atas. Lakukanlah dengan khusyu, ikhlas dan penuh semangat. Insha Allah doa Anda agar segera dikabulkan oleh Allah. Semua ada waktunya dan Allah yang paling tahu waktu yang paling tepat untuk Anda.

Demikian ulasan tentang Inilah 5 Amalan Agar Keinginannya Segera Dikabulkan Allah SWT. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Inilah Metode Dakwah Islamiah Ala Rasulullah (Bahas Lengkap)

Inilah Metode Dakwah Islamiah Ala Rasulullah (Bahas Lengkap) -Pada kesempatan ini menjelaskan tentang Metode Dakwah. Yang mana dalam pembahasn kali ini menjelaskan bagaimana metode dakwah islam yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak ulasan Pengetahuan Islam berikut.

Inilah Metode Dakwah Islamiah Ala Rasulullah (Bahas Lengkap)

Di era yang tanpa batas ini, informasi dapat diakses kapan dan di manapun yang Anda mau. Termasuk dakwah islamiah dari berbagai media konvensional maupun daring, baik itu koran, majalah, instagram, maupun youtube. Beragam isi yang disampaikan, mulai dari fiqh, hukum islam, ekonomi islam, hingga yang berhubungan dengan akhlak.

Beberapa Metode Dakwah Islamiah

Dari berbagai definisi dakwah yang ada, dapat disimpulkan bahwa dakwah adalah komunikasi, namun komunikasi belum tentu dakwah. Isi dan orientasi, itulah perbedaanya. Pengertian islami menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bersifat keislaman, yang mana pengertian ini cenderung mengarah pada akhlak.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa dakwah islam adalah komunikasi informatif mengenai akhlak berdasarkan nilai–nilai ajaran Islam. Baik itu akhlak terpuji (akhlakul karimah) maupun akhlak tercela (akhlakul mazmumah). Di bawah ini adalah ulasan singkat mengenai contoh akhlak yang dapat Anda simak:

Dakwah Islam Tentang Sabar

Ketika masalah ataupun keadaan sulit menimpa, bersabarlah. Hal itu adalah salah satu cara yang diajarkan Islam untuk menghadapinya. Dalil sabar menurut Al-Quran selalu didengungkan dalam dakwah islam tentang sabar, yaitu pada Surat Al-Baqarah ayat 153, yang mana sabar dan shalat dapat dijadikan penolong, karena orang–orang yang sabar akan disertai oleh-Nya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin membagi sabar menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Sabar dalam prosesnya untuk selalu taat pada Allah.

Contoh dari sabar dalam prosesnya untuk selalu taat pada Allah Swt di antaranya adalah sabar dalam menuntut maupun mengamalkan ilmu, karena sama sekali bukan hal yang mudah.

Syaikh Nu’man pun sepakat dengan hal ini. Yahya bin Abi Katsir sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim, berpendapat yang intinya ilmu itu tidak akan bisa didapatkan jika terlalu banyak berleha–leha, tidak berusaha.

  1. Sabar untuk selalu berusaha menjauhi apa yang dilarang dan dimurkai-Nya.

Berdasarkan riwayat Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr, bahwa melawan diri sendiri dan hawa nafsu adalah salah satu bentuk jihad. Maka juga diperlukan kesabaran untuk memeranginya.

  1. Sabar menghadapi takdir berupa ujian maupun cobaan yang menimpa

Tidak ada di dunia ini, yang tidak luput dari takdir-Nya. Baik itu berupa kenikmatan, maupun ujian. Dewan Dakwah Islam Indonesia dalam laman resminya, telah memberikan solusi bagi Anda yang sedang ditimpa ujian ataupun cobaan.

Hal yang perlu diingat adalah Allah tidak akan menguji makhluk di luar kemampuannya, pun juga tidak akan membiarkan makhluk tidak diuji.

Ujian maupun cobaan dalam hidup ada, semata–mata untuk meningkatkan derajat keimanan di hadapan-Nya. Tidak ada yang salah dengan kesedihan, hanya saja juga tidak baik jika terlarut ke dalamnya.

Dakwah Islam Tentang Ibu

Ada sebuah kisah dari Yuanling, Hunan, Cina. Seorang ibu rela menggendong anaknya yang memiliki cerebral palsy, berangkat ke sekolah setiap hari, sejak 2006, demi memiliki kesempatan yang sama dengan anak sebayanya. Pun menahan lapar karena harus menyisihkan uang untuk pengobatan.

Dalam salah satu hadis riwayat Imam Al-Bukhari menyebutkan bahwa seorang sahabat, Abdullah ibn Umar, melihat seorang pemuda yang menggendong ibunya ke mana pun si ibu mau dan thawaf di Kakbah.

Kemudian pemuda tersebut menanyakan kepada Abdullah ibn Umar, apakah perbuatannya tersebut sudah membalas jasa ibunya. Namun Abdullah ibn Umar justru menjawab bahwa belum sama sekali walau setetes.

Contoh kisah di atas hanyalah sedikit dari sekian kisah pengorbanan seorang ibu untuk anak-anaknya. Akan tetapi, belum tentu seorang anak dapat membalas kebaikan yang telah dilakukan orang tua padanya.

Ada juga kisah lain dari seorang ulama besar di zamannya, memiliki jamaah ratusan hingga ribuan orang dan ibu berumur senja yang kurang sehat akalnya, bernama Haywah bin Suraih.

Suatu ketika Haywah bin Suraih harus meninggalkan pengajian besar karena di tengah-tengah acara, Sang Ibu menyuruhnya untuk memberi makan ayam-ayam di rumah. Setelah itu, barulah ia kembali ke pengajian untuk memulai kembali.

Sebelum pulang untuk memberi makan ayam, Haywah berkata bahwa mengajar hukumnya sunah sementara berbakti kepada ibu adalah suatu kewajiban. Seorang ulama besar bahkan rela berbuat demikian demi ibunya. Kisah dalam dakwah islam tentang ibu ini juga pernah disampaikan oleh Ustadz Hanan Attaki dalam pengajiannya.

Dakwah Islam Berbakti kepada Orang Tua

Berbakti kepada kedua orang tua, tertera jelas dalam firman Allah di Surat Luqman ayat 14. Ibu, yang sudah mengandung kurang lebih sembilan bulan lamanya, mengasuh, mendampingi, menimang, ketika sama sekali belum ada daya pada diri kita. Maka tidak heran jika pintu surga ada di bawah telapak kakinya.

Dakwah islam tentang berbakti kepada orang tua yang Ustadz Hanan Attaki siarkan menyebutkan bahwa ibu adalah pintu surga, dan ayah adalah kuncinya.

Memang urutan pihak yang yang paling berhak mendapatkan bakti tertinggi hingga disebutkan sebanyak tiga kali adalah ibu, namun sama sekali tidak dapat dilepaskan peran seorang ayah, bekerja siang malam untuk memastikan perut kita tidak kelaparan.

Birul walidain. Bersyukur dengan apa adanya orang tua, otomatis akan bersyukur pada Allah dan akan mendapatkan ridho-Nya. Demikian kurang lebih yang disampaikan oleh Ibnu Abbas.

Demikianlah ayat-ayat Allah menerangkan bahwa betapa pentingnya kedudukan orang tua. Bahkan ketika dalam kondisi marah pun, tetap dianjurkan untuk berkata lemah lembut dan merendahkan diri serta merasa tidak lebih tahu dibanding mereka.

Banyak dakwah yang menerangkan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap orang tua, sebagai ganti ketidakmampuan untuk membalas jasa-jasa mereka.

Bagi Anda yang masih memiliki orang tua, muliakanlah kedudukannya, bertutur kata lembut, dan melempar senyum, karena ketika mereka telah tiada, maka akan hilang satu kesempatan lain untuk mendapatkan keajaiban dalam hidup.

Terlebih lagi ketika mereka semakin tua, pun kondisi fisik dan mental mereka juga akan melemah. Maka, akan semakin sering pula Anda akan mendengar dan berhadapan dengan ‘kerewelan’ dan ‘kemanjaan’ mereka. Karena pada dasarnya, yang mereka butuhkan adalah kehadiran dan kesediaan kita untuk menemani, bukan lagi kemewahan dan harta benda.

Allah berfirman dalam Surat Al–Isra’ ayat 23,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya :

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Juga di dalam Surat Al – Isra’ ayat 24,

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Artinya :

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihinilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.”

Berbakti kepada kedua orang tua juga akan memperpanjang umur atau justru akan mendapatkan kebahagiaan di sepanjang hidup, serta meluaskan pintu rezeki.

Dakwah islamiah yang bisa menjadi tambahan pengetahuan Anda. Dalam islam kita dianjurkan untuk menyampaikan kepada orang walau hanya 1 ayat. Kita juga dianjurkan untuk saling nasehat menasehati dalam kebaikan. Jadi dengan mengetahui banyak cerita islam, maka bisa menjadi bahan untuk dakwah atau membaginya kepada sesama.

Demikian ulasan tentang Inilah Metode Dakwah Islamiah Ala Rasulullah (Bahas Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Pandangan Hukum Orang Yang Tidak Bisa Membaca Al-Qur’an

Pandangan Hukum Orang Yang Tidak Bisa Membaca Al-Qur’an – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Al-Qur’an. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pandangan hukum islam bagi orang yang tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuanislam.com berikut ini dengan seksama.

Pandangan Hukum Orang Yang Tidak Bisa Membaca Al-Qur’an

Salah satu bentuk pelanggaran dalam berinteraksi dengan al-Qur’an yaitu memboikot al-Qur’an. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengadu kepada Allah tentang sikap sebagian umatnya yang memboikot al-Quran. Allah ceritakan pengaduhan beliau dalam al-Qur’an,

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Artinya : “Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan.” (QS. al-Furqan Ayat 30).

Bentuk memboikot al-Quran beraneka ragam. Ada yang sangat parah dan ada yang tingkatannya ringan.

Ibnu Jauzi

Dalam tafsirnya menyebutkan, ada 2 bentuk boikot al-Quran,

Pertama, boikot dalam bentuk tidak memperhatikan sama sekali, tidak mengimaninya dan mengingkarinya. Ini pemboikotan terhadap al-Quran yang dilakukan oleh orang kafir. Demikian keterangan Ibnu Abbas dan Muqatil bin Hayan.

Kedua, boikot dalam bentuk tidak memperhatikan maknanya sama sekali. Dia mengimaninya, membacanya, namun hanya di lisan, dan tidak mempedulikan kandungannya.

Al-Hafidz Ibnu Katsir menyebutkan beberapa bentuk pemboikotan terhadap al-Quran,

هذا من هجرانه، وترك علمه وحفظه أيضا من هجرانه، وترك الإيمان به وتصديقه من هجرانه، وترك تدبره وتفهمه من هجرانه، وترك العمل به وامتثال أوامره واجتناب زواجره من هجرانه، والعدولُ عنه إلى غيره -من شعر أو قول أو غناء أو لهو أو كلام أو طريقة مأخوذة من غيره -من هجرانه

Artinya : “Ini termasuk bentuk memboikot qur’an. Tidak mempelajarinya, tidak menghafalkannya, termasuk memboikot al-Quran. Tidak mengimaninya, membenarkan isinya, juga termasuk memboikot al-Quran.

Tidak merenungi maknanya, memahami kandungannya, termasuk memboikot al-Quran. Tidak mengamalkannya, mengikuti perintah dan menjauhi laranganya, termasuk memboikot al-Quran. Meninggalkan al-Quran dan lebih memilih syair, nasyid, nyanyian, atau ucapan sia-sia lainnya, termasuk memboikot al-Quran.” (Tafsir Ibnu Katsir, 6/108).

Fatwa Lajnah Daimah

والإنسان قد يهجر القرآن فلا يؤمن به ولا يسمعه ولا يصغي إليه، وقد يؤمن به ولكن لا يتعلمه، وقد يتعلمه ولكن لا يتلوه، وقد يتلوه ولكن لا يتدبره، وقد يحصل التدبر ولكن لا يعمل به، فلا يحل حلاله ولا يحرم حرامه ولا يحكمه ولا يتحاكم إليه ولا يستشفي به مما فيه من أمراض في قلبه وبدنه، فيحصل الهجر للقرآن من الشخص بقدر ما يحصل منه من الإعراض

Artinya : “Manusia terkadang memboikot al-Qur’an, tidak mengimaninya, tidak mendengarkannya, tidak menyimaknya. Terkadang dia mengimaninya, namun tidak mempelajarinya. Terkadang dia sudah belajar, namun tidak membacanya.Terkadang dia membaca, namun tidak merenunginya. Terkadang dia sudah merenunginya, namun tidak mengamalkannya, tidak menghalalkan apa yang dihalalkan oleh al-Quran, tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh al-Quran, tidak mengikuti hukum yang ada dalam al-Quran. Tidak mengobati penyakit dalam hatinya dengan al-Quran.Sehingga bentuk pemboikotan al-Quran berbeda-beda sesuai tingkatan seseorang berpaling dari al-Quran.” (Fatwa Lajnah Daimah, 4/104)

Dari semua tingkatan pemboikotan itu, ada yang sangat parah, ada yang sampai tingkat kekufuran, ada yang berada di posisi dosa besar, dan sampai ada yang dibenci secara syariat.

Memahami ini, berarti tidak bisa membaca al-Quran, ada dua bentuk,

Pertama, tidak baca al-Quran karena keterbatasan yang dimilikinya.

Dia sudah berusaha untuk belajar, tapi tetap tidak mampu membacanya. Dalam kondisi semacam ini, dia tidak terhitung berdosa.

Kedua, tidak baca al-Quran karena memang cuek dan tidak perhatian dengan al-Quran.

Dia punya kemampuan, bahkan orang akademik, tapi karena dia tidak perhatian dengan al-Quran, hingga dia tidak bisa membaca al-Quran.

Ada artis yang pinter latihan vokal, suaranya bisa fasih dan merdu. Tapi sayang, hanya dipake untuk menyanyi… menyanyi… tapi giliran baca al-Quran, dia blepotan. Sungguh memalukan.

Tindakan semacam ini layak disebut memboikot al-Quran karena ia tidak ada usaha atau ikhtiar untuk belajar membaca Al-Qur’an.

Oleh karena itu mari kita belajar membaca, mengerti dan memahami Al-Qur’an secara bertahap serta bersabar. Insyaallah, dengan kita bersabar dan ikhlas untuk belajar tentang Al-Qur’an semoga kita termasuk Ahli Surga bersama beliau Nabi Muhammad SAW.

Demikian ulasan singkat tentang Pandangan Hukum Orang Yang Tidak Bisa Membaca Al-Qur’an. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Manfaat Bagi Orang Yang Beriman Kepada Allah (Bahas Lengkap)

Manfaat Bagi Orang Yang Beriman Kepada Allah (Bahas Lengkap) – Pada kesempatan ini kami akan membahas tentang Beriman Kepada Allah. Yang mana dalam pembahasan kali ini tentang manfaat bagi orang yang beriman kepada Allah SWT dengan pembahasan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini dengan seksama.

Manfaat Bagi Orang Yang Beriman Kepada Allah (Bahas Lengkap)

Manfaat Membaca Al-Qur’an ataupun mengaji banyak mengajarkan Anda. Baik tentang mendapatkan pahala dengan beriman kepada Allah SWT dan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Namun, hal tersebut bukanlah satu-satunya hal yang akan Anda dapat dengan hanya beriman kepada Allah SWT.

Manfaat Beriman Kepada Allah SWT

Salah satu 6 Rukun Iman adalah beriman kepada Allah SWT. Tentu sudah tidak asing dengan istilah iman atau yang diartikan secara sederhana sebagai percaya menurut bahasa.

Sejak kecil tentu bagi umat beragama sudah diajarkan untuk mempercayai keberadaan Tuhan Yang Maha Esa. Namun banyak sekali orang yang melarang anaknya untuk bertanya lebih jauh tentang Allah SWT.

Jika ada yang bertanya “Apakah Allah SWT benar-benar ada?” seringkali bukan jawaban yang didapatkan. Justru emosi yang meluap karena berpikir bahwa orang itu tidak percaya akan keberadaan Allah SWT. Sebetulnya, ketika seseorang dibiarkan bertanya tanpa diberi jawaban justru dia akan semakin memberontak.

Iman seperti apakah yang dimaksud?

Allah SWT adalah dzat yang sempurna. Tentunya Iman Dalam Islam yang dimaksud bukan hanya mengatakan bahwa dirinya percaya tapi lebih dari itu menyangkut hati, pikiran dan juga tindakannya.

Ada banyak manusia pandai bersilat lidah, tetapi hal ini tentunya tidak berlaku untuk mengelabui Allah SWT. Sifat Orang yang Bertakwa yaitu dengan Cara Meningkatkan Iman dan Taqwa dan memiliki Hubungan Akhlak dengan Iman Kepada Allah SWT. Mencakup bagaimana perasaan Anda merasakan dengan tegas bahwa Allah itu ada.

Dengan begitu, Anda akan mengucapkannya secara lisan dan tidak meragukan keberadaan Allah dalam pikiran Anda. Dan selanjutnya, Fungsi Iman Kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari, anda akan menjalani kehidupan dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT. Anda bekerja, menuntut ilmu, maupun beribadah karena Allah SWT.

Tingkatan Iman dalam Islam

Mungkin kita menyadari bahwa di dunia ini ada banyak sekali berbagai kepercayaan. Hampir semuanya mengatakan bahwa Tuhan mereka Maha Esa. Maka ada beberapa Tingkatan Iman dalam Islam yang perlu Anda ketahui tentang iman kepada Allah SWT.

  1. Iman akan keberadaan Allah SWT

Anda memang tidak bisa melihat wujud Allah SWT seperti Anda bisa melihat manusia secara nyata. Namun, menggunakan akal bahwa ada pencipta alam semesta, dengan membaca kitab-kitab samawi, dan juga memperhatikan dengan indera maka Anda bisa melihat keberadaan Allah. Anda yang melihat ada orang yang mengalami musibah lalu mendapatkan bantuan, di situlah tangan Allah SWT bekerja untuk membantu manusia.

  1. Iman akan keesaan Allah SWT

Dibagi menjadi dua yaitu Rububiyah dan Uluhiyah. Rububiyah artinya Allah SWT adalah satu-satunya yang memiliki kekuasaan atas alam semesta dan seisinya. Tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada pula tandingan-Nya. Sedangkan Uluhiyah artinya hanya Allah SWT yang wajib untuk diibadahi. Allah SWT adalah satu-satunya pencipta untuk Anda beribadah dan berserah diri.

  1. Iman akan nama dan Sifat-Sifat Allah Dan Asmaul Husna

Artinya, Anda harus percaya bahwa asma Allah SWT dan sifat-Nya adalah benar adanya. Dan tidak ada yang lain memiliki nama dan juga sifat yang menandingi Allah SWT.

Bagaimana agar Anda percaya akan Allah SWT?

Sebagian besar mungkin mengalami dilema saat mulai mempertanyakan kepercayaan. Mungkin berusaha bertanya, namun justru disebut sebagai seorang pendosa yang tidak lagi mempercayai Allah SWT.

Sebetulnya, mempercayai suatu hal bukanlah suatu pilihan. Proses Penciptaan Manusia karena hal itu merupakan reaksi atas apa yang disaksikan. Melihat Dunia dan seisinya, sudah bisa menyimpulkan bahwa tidak mungkin ada suatu hal yang tercipta tanpa permulaan. Melihat tubuh sendiri, juga bisa menyimpulkan bahwa ada yang menciptakan sedemikian sempurna.

Mempercayai keberadaan Allah SWT juga berkaitan erat dengan manfaat yang bisa didapatkan. Yang penting adalah, yakin pada diri sendiri. Yakin pada kepercayaan bahwa Allah SWT ada. Yakin pada Allah SWT. Jika dunia ini saling berkaitan, maka bisa melihat bahwa ada yang mengatur dunia. Dan itulah Allah SWT.

Manfaat beriman kepada Allah SWT untuk kehidupan pribadi

Manfaat Membaca Al- Qur’an ataupun mengaji banyak mengajarkan Anda tentang mendapatkan pahala dengan beriman kepada Allah SWT dan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Namun, hal tersebut bukan satu-satunya hal yang akan Anda dapat dengan beriman kepada Allah SWT.

Coba Anda renungkan, hal-hal apa yang Anda inginkan di dunia ini.

Uang? Harta? Pasangan hidup? Jabatan? Allah SWT memberikan segalanya.

Kebahagiaan : Masing-masing orang memiliki standar kebahagiaannya tersendiri. Ada yang menilai kebahagiaan dari uang, percintaan, Keluarga, prestasi, hingga Sukses Dunia Akhirat. Percayalah kepada Allah. Lakukan yang terbaik serta berdoa dan Allah akan melakukan sisanya. Jika Anda mengukur kebahagiaan dari materi, Allah berkuasa untuk memberikan harta yang Anda inginkan. Jika Anda mengukur kebahagiaan dari pasangan hidup, Allah sudah menjanjikan bahwa manusia hidup berpasang-pasangan, bahwa jodoh ada di tangan Allah dan Anda hanya perlu berusaha dan berserah diri kepada-Nya.

Kedamaian : Mempercayai Allah artinya Anda akan Hidup Bahagia dengan damai. Orang yang tidak mempercayai Allah SWT akan hidup dalam rasa cemas, selalu meragukan keberadaan Allah SWT yang pada akhirnya membuatnya merasakan hidup yang tidak damai. Dalam kedamaian Anda akan merasakan Jiwa Tenang dan sehat. Tanpa rasa damai tentunya Anda akan merasakan ketakutan, depresi, dan banyak masalah lain yang membebani hidup Anda. Cara mengatasi depresi menurut islam adalah dengan berhenti meragukan keberadaan Allah SWT, dengan begitu Anda akan menemukan kehidupan yang tenang. Sementara menyangkal keberadaan Allah SWT akan membuat Anda terus hidup dalam keraguan dan tidak ada jawaban yang akan Anda dapat.

Keselarasan : Manusia terdiri atas jiwa, tubuh, emosi, nilai-nilai, dan kecerdasan. Dalam Islam, Allah SWT menjelaskan bahwa manusia perlu menjalani hidupnya dengan keselarasan atas aspek-aspek tersebut. Tanpa keselarasan akan salah satu dari aspek tersebut, maka manusia akan merasakan penderitaan atas konsekuensinya. Dan cara untuk mendapatkan keselarasan dalam kehidupan adalah dengan percaya kepada-Nya, karena Dialah Sang Pencipta dan juga sumber dari keselarasan tersebut. Allah SWT telah menyempurnakan agama Islam, dengan begitu Anda perlu beriman dan melaksanakan ajaran-Nya untuk mencapai kehidupan dengan keselarasan.

Pandangan hidup yang jelas : Sebagai seorang muslim yang beriman Anda akan berjalan sesuai dengan Sumber Pokok Ajaran Islam. Allah SWT sudah memberikan jalan yang tepat bagi Anda melalui ajaran islam. Bagaimana Anda melihat suatu hal juga sudah dijelaskan oleh Allah SWT. Anda tidak perlu lagi merasakan keraguan dalam melakukan tindakan karena Allah SWT telah memberikan petunjuk atas apa yang benar dan salah.

Bagaimana jika Anda tidak percaya kepada Allah SWT?

Anda akan mengalami kebingungan ketika Anda mengalami suatu masalah. Anda tidak memiliki pedoman yang menuntun Anda sebagai petunjuk untuk melakukan tindakan. Sehingga kerap kali orang yang tidak percaya kepada Allah SWT akan bimbang dalam menentukan arah hidupnya. Manusia yang mempunyai kecerdasan, nafsu, serta ego tentu akan bingung menentukan keinginan mana yang harus ia penuhi. Namun dengan bimbingan dari Allah SWT, Anda bisa menentukan Tujuan Hidup Anda tanpa perlu ada rasa bimbang.

Merasakan aman : Dunia yang penuh dengan kejahatan, dan banyak permasalahan serta cobaan tentunya bukan hal yang bisa Anda sepelekan. Dengan percaya kepada Allah SWT maka Anda akan merasakan aman karena Allah SWT selalu ada di sisi Anda. Allah SWT akan selalu melindungi Anda karena Dia mengatur rencana yang lebih baik daripada yang kita inginkan. Dengan beriman maka Anda tidak akan khawatir dalam menghadapi suatu permasalahan. Anda yakin bisa melalui berbagai rintangan kehidupan karena Allah SWT selalu ada untuk Anda.

Manfaat beriman kepada Allah SWT untuk kehidupan bermasyarakat

1. Masyarakat tentunya terdiri atas individu-individu yang hidup bersama dan saling memiliki ketergantungan. Maka dari itu, manfaat yang diperoleh secara pribadi ketika percaya kepada Allah SWT tentunya juga mempengaruhi kehidupan bermasyarakat.

2. Dengan memiliki hati yang damai Anda akan mengasihi sesama Anda. Jiwa yang bersih dan tenang tentunya akan membuat Anda merasa nyaman untuk berhubungan dengan masyarakat. Dengan Cara Menenangkan Hati hidup anda merasa bahagia dan damai. Anda juga akan turut berbahagia jika tetangga atau sanak-saudara Anda berbahagia, dan akan dengan senang hati membantu jika mereka mengalami musibah.

3. Dengan kehidupan yang bahagia Anda akan mengerti betapa pentingnya kebahagiaan dalam kehidupan. Maka dari itu Anda akan menghargai kebahagiaan orang lain seperti Anda menghargai diri Anda sendiri. Anda akan menyadari bahwa Anda adalah manusia yang tidak sendirian di dunia ini. Cara Bahagia Menurut Islam adalah dengan cara mengesampingkan ego Anda dan mulai bertoleransi atas manusia lainnya karena menyadari bahwa mereka pun memiliki harapan yang sama untuk berbahagia.

Anda bisa membantu orang-orang yang masih bingung dengan jalan hidup seperti apa yang harus mereka pilih. Karena Anda sudah memiliki pedoman hidup yang jelas, jika suatu saat ada seseorang yang bingung dalam menjalani kehidupannya maka Anda bisa menuntunnya menemukan jalan yang tepat.

4. Masyarakat yang terbentuk atas orang muslim yang beriman kepada Allah SWT tentunya akan menjadi masyarakat yang menyadari arti penting dari kerukunan. Masyarakat tersebut tidak akan segan untuk saling tolong menolong karena mereka berbuat kebaikan atas nama Allah SWT.

5. Dengan percaya kepada Allah SWT dan melaksanakan perintah-Nya maka Anda akan mendapatkan lingkungan kerja maupun sekolah yang nyaman. Anda yang beriman kepada Allah SWT tentunya adalah orang yang pekerja keras, taat pada agama, serta jujur. Hal itu tentunya akan membuat Anda disenangi oleh orang-orang di sekitar Anda. Anda juga akan mendapatkan kepercayaan dari mereka. Dan kenyamanan dalam hidup bermasyarakat adalah hal yang penting karena tentu saja Anda tidak bisa hidup sendiri.

Tidak ada kebahagiaan tanpa kedamaian, dan tidak ada kedamaian tanpa keyakinan. Di saat Anda merasakan ada kekosongan dalam hati Anda dan Anda menyebut nama Allah, di situlah Allah mengisi kekosongan hati Anda dengan kedamaian. Allah menyayangi Anda, dan akan selalu menemani setiap langkah dalam hidup Anda.

Allah SWT adalah satu-satunya yang mencintai Anda tanpa syarat. Percayalah kepadanya karena kasih sayang Allah SWT untuk umat manusia ada selamanya.

Demikian ulasan tentang Manfaat Bagi Orang Yang Beriman Kepada Allah (Bahas Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Doa Masuk Rumah Baru Dan Saat Akan Menempatinya (Bahas Lengkap)

Doa Masuk Rumah Baru Dan Saat Akan Menempatinya (Bahas Lengkap) – Sahabat Muslim, Kita selalu diajarkan untuk membaca doa sebelum melakukan aktifitas apapun dengan niat yang baik. Begitu juga ketika kita memasuki dan menempati rumah baru. Dengan kita berdoa dan memohon kepada Allah SWT supaya rumah kita diberkahi dan penghuninya dilindungi dari berbagai macam bahaya baik dari jin maupun manusia.

Karena rumah di dalam Islam bukan saja tempat untuk tidur dan bernaung dari panas matahari dan berteduh dari hujan yang menetes, tetapi rumah adalah tempat untuk menjadikan seorang hamba lebih bertakwa kepadaNya melalui jalan ibadah. Untuk itu mari kita simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Doa Masuk Rumah Baru Dan Saat Akan Menempatinya (Bahas Lengkap)

Pertama hal yang sederhana yang bisa kita lakukan sebelum mengamalkan berbagai doa adalah bersyukur atas nikmat rumah yang diberikan oleh Allah SWT. Selanjutnya minimal anda mengucapkan bacaan basmalah yaitu “Bismillahirrahmanirrahim” ketika akan memasuki rumah baru anda. Selanjutnya bisa berdoa dengan berbagai macam doa yang bisa sahabat lihat dibawah ini, agar kita mengerti makna yang terkandung didalamnya.

Membaca Surat Al Ikhlas

Membaca surat al ikhlas 3 kali sebelum memasuki rumah baru anda. Berikut bacaan surat Al Ikhlas :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ. ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

Bismillahirrahmanirrahim. Qul huwa allaahu ahad. Allaahu shamad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakullahu kufuwan ahad.

Artinya : Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

Doa yang Pertama

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“A’udzu Bikalimaatillaahit Taammaati min Syarri Maa Khalaq..”

Artinya : “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.”

Mengenai bacaan doa diatas, Rasulullah SAW bersabda dalam hadistnya sebagai berikut :

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

Artinya : “Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang singgah pada suatu tempat kemudian dia berdo’a: ‘A’AUUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMAH MIN SYARRI MAA KHALAQ (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan), ‘ niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu.” (Hadits Muslim Nomor 4881)

Doa yang Kedua

رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وَلَجَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا ثُمَّ لِيُسَلِّمْ عَلَى أَهْلِهِ

Artinya : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang laki-laki masuk ke dalam rumahnya hendaklah ia membaca: ‘ALLAHUMMA INNII AS`ALUKA KHAIRAL MAULAJ WA KHAIRAL MAKHRAJ BIMILLAH WALAJNAA WA BISMILLAHI KHARAJNAA WA ‘ALAALLAHI RABBINAA TAWAKKALNAA (Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan tempat keluar. Dengan menyebut nama Allah, kami masuk (rumah) dan dengan menyebut nama Allah kami keluar). ‘ Setelah itu hendaklah mengucapkan salam kepada keluarganya.” (Hadits Abu Daud Nomor 4432)

Doa yang Ketiga

رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

“Rabbi anzilnii munzalan mubaarakan waAnta Khairul munziliin.”

Artinya : “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat.” (Surat Al-Mu’minun Ayat 29) (Doa ini diajarkan Allah kepada Nabi Nuh AS)

Perbanyak membaca Al Quran

Sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Artinya : “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syetan itu akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah.” (Hadits Muslim Nomor 1300)

Dengan begitu maka perbanyaklah bacaan Al Quran khususnya surat Al Baqarah di rumah baru anda setiap harinya agar rumah dipenuhi dengan cahaya kebaikan dan penuh dengan berkah.

Membaca Ratib Al Haddad

Ratib haddad adalah sebuah rangakian doa, dzikir dan wirid dimana didalamnya sudah menckup segala hal yang tersebut diatas, mulai dari doa “A’udzu Bikalimaatillaahit Taammaati min Syarri Maa Khalaq”, surat al ikhlas, sholawat, ayat kursi dan lain sebagainya. Bisa dibaca sesaat setelah shalat maghrib. Insyaallah rumah akan aman dari berbagai gangguan.

Doa Keluar Rumah

Ketika melangkahkan kaki keluar rumah, maka percayakanlah penjagaan dan keamanan rumah kepadaNya dengan membaca :

بسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bismillahi Tawakaltu ‘alallai, Laa Haula Walaa quwwata Illa Billahi

Artinya : “Dengan nama Allah aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan saran agar rumah tak dimasuki setan.

وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا

Artinya : “Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena setan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah).” (Hadits Abu Daud Nomor 3243)

Tentu saja manusia perlu mengusahakan keamanan rumahnya juga dengan misalnya memasang pagar, mengunci pintu dan jendela sebagai ikhtiarnya, dan doa serta permintaan kepada Allah adalah yang paling kuat dampaknya.

Rumah adalah tempat datangnya rahmat dan rizki bagi hamba yang menempatinya. Oleh karena itu harus diperhatikan kaidah Islam tentang rumah. Salah satunya adalah larangan memasang patung, gambar orang, dan bentuk lain yang menyerupai makhluk bernyawa, karena malaikat pembawa rahmat enggan memasuki rumah tersebut.

Demikianlah artikel tentang Doa Masuk Rumah Baru Dan Saat Akan Menempatinya (Bahas Lengkap). Semoga dengan membaca dan mengamalkan doa diatas saat anda akan memasuki rumah baru anda dan ketika tinggal didalamnya agar selamat dari segala bahaya. Selalu dalam lindungan Allah SWT dan rumah anda penuh dengan kebaikan. Terimakasih.

√ Bentuk Keluarga Sakinah, Mawaddah Warohmah Menurut Islam

Bentuk Keluarga Sakinah, Mawaddah Warohmah Menurut Islam

Bentuk Keluarga Sakinah, Mawaddah Warohmah Menurut Islam – Sahabat Muslim, dalam menjalani kehidupan berumah tangga tentu banyak cobaan dan rintangan yang dihadapi. Semua itu merupakan proses agar menjadi keluarga yang sakinah, mawadah warrahmah.

Nah Sahabat, bagaimana sih keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah menurut islam? Untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Bentuk Keluarga Sakinah, Mawaddah Warohmah Menurut Islam

Sebagaimana Allah telah berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 21 yaitu :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Dalam ayat diatas, Allah menyampaikan bahwa manusia diciptakan berpasangan antara istri dan suaminya untuk mendapatkan ketenangan, ketentraman, dan kasih sayang. Hal tersebut merupakan tanda kuasa Allah dan nikmat yang diberikan bagi mereka yang bisa mengambil pelajarannya.

Keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah adalah istilah sekaligus doa yang sering kali dipanjatkan dan diharapkan oleh para muslim yang telah menikah dan membina keluarga. Keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah tentunya bukan hanya sekedar semboyan belaka dalam ajaran islam. Hal ini menjadi tujuan dari pernikahan sekaligus nikmat yang Allah berikan bagi mereka yang mampu membina keluarganya.

Makna Keluarga yang Sakinah

Sakinah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah ketenangan, ketentraman, aman atau damai. Lawan kata dari ketentraman atau ketenangan adalah keguncangan, keresahan, kehancuran. Sebagaimana arti kata tersebut, keluarga sakinah berarti keluarga yang didalamnya mengandung ketenangan, ketentraman, keamanan, dan kedamaian antar anggota keluarganya. Keluarga yang sakinah berlawanan dengan keluarga yang penuh keresahan, kecurigaan, dan kehancuran.

Kita bisa melihat keluarga yang tidak sakinah contohnya adalah keluarga yang didalamnya penuh perkelahian, kecurigaan antar pasangan, bahkan berpotensi terhadap adanya konflik yang berujung perceraian. Ketidakpercayaan adalah salah satu aspek yang membuat gagal keluarga sakinah terwujud. Misalnya saja pasangan saling mencurigai, adanya pihak atau orang yang mengguncang rumah tangga atau perlawanan istri terhadap suami. Hukum melawan suami menurut islam tentunya menjadi hal yang harus diketahui pula oleh istri untuk menjaga sakinah dalam keluarga.

Dengan adanya ketenangan, ketentraman, rasa aman, kedamaian maka keguncangan di dalam keluarga tidak akan terjadi. Masing-masing anggota keluarga dapat memikirkan pemecahan masalah secara jernih dan menyentuh intinya. Tanpa ketenangan maka sulit masing-masing bisa berpikir dengan jernih, dan mau bermusyawarah, yang ada justru perdebatan, dan perkelahian yang tidak mampu menyelesaikan masalah. Konflik dalam keluarga akan mudah terjadi tanpa adanya sakinah dalam keluarga.

Makna Keluarga yang Mawaddah

Mawaddah berasal pula dari bahasa Arab yang artinya adalah perasaan kasih sayang, cinta yang membara, dan menggebu. Mawaddah ini khususnya digunakan untuk istilah perasaan cinta yang menggebu pada pasangannya. Dalam islam, mawaddah ini adalah fitrah yang pasti dimiliki oleh manusia.

Muncul perasan cinta yang menggebu ini karena hal-hal yang sebabnya bisa dari aspek kecantikan atau ketampanan pasangannya, moralitas, kedudukan dan hal-hal lain yang melekat pada pasangannya atau manusia ciptaan Allah. Kriteria calon istri menurut islam dan kriteria calon suami menurut islam bisa menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan untuk memunculkan cinta pada pasangan nantinya.

Adanya perasaan mawaddah pastinya mampu membuat rumah tangga penuh cinta dan sayang. Tanpa adanya cinta tentunya keluarga menjadi hambar. Adanya cinta membuat pasangan suami istri serta anak-anak mau berkorban, mau memberikan sesuatu yang lebih untuk keluarganya. Perasaan cinta mampu memberikan perasaan saling memiliki dan saling menjaga.

Keluarga yang ada perasaan mawaddah tentunya memunculkan nafsu yang positif (nafsu yang halal dalam aspek pernikahan). Kita bisa melihat, keluarga yang tidak ada mawaddah tentunya tidak akan saling memberikan dukungan, hambar, yang membuat rumah tangga pun seperti sepi. Perselingkuhan dalam rumah tangga bisa saja terjadi jika mawaddah tidak ada dalam keluarga. Masing-masing pasangan akan mencari cinta lain dari orang lain.

Keluarga yang penuh mawaddah bukan terbentuk hanya karena jalan yang instan saja. Perasaan cinta dalam keluarga tumbuh dan berkembang karena proses dipupuknya lewat cinta suami istri serta anak-anak. Keindahan keluarga mawaddah tentunya sangat didambakan bagi setiap manusia, karena hal tersebut fitrah dari setiap makhluk.

Bentuk Keluarga Sakinah, Mawaddah Warohmah Menurut Islam

Makna Keluarga yang Rahmah

Kata Rahmah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah ampunan, rahmat, rezeki, dan karunia. Rahmah terbesar tentu berasal dari Allah SWT yang diberikan pada keluarga yang terjaga rasa cinta, kasih sayang, dan juga kepercayaan. Keluarga yang rahmah tidak mungkin muncul hanya sekejap melainkan muncul karena proses adanya saling membutuhkan, saling menutupi kekurangan, saling memahami, dan memberikan pengertian.

Rahmah atau karunia dan rezeki dalam keluarga adalah karena proses dan kesabaran suami istri dalam membina rumah tangganya, serta melewati pengorbanan juga kekuatan jiwa. Dengan prosesnya yang penuh kesabaran, karunia itu pun juga akan diberikan oleh Allah sebagai bentuk cinta tertinggi dalam keluarga.

Demikian penjelasan tentang Bentuk Keluarga Sakinah, Mawaddah Warohmah Menurut Islam. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Inilah Tahapan Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam

Inilah Tahapan Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam

Inilah Tahapan Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Proses Penciptaan Manusia. Yang mana dalam pembahasan kali ini tentang bagaimana proses terjadinya penciptaan manusia menurut pandangan islam dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Pengetahuan Islam berikut ini.

Inilah Tahapan Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam

Sebagaimana Allah SWT. telah berfirman dalam QS. Al-Mulk ayat 23 yaitu,

قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Artinya : “Katakanlah, “Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.”

Ayat diatas adalah mengenai bagaimana hakikat penciptaan manusia, Allah menciptakan dan memberikannya anugerak fisik dan hati nurani. Al-Quran mengatakan bahwa manusia adalah hasil ciptaan Allah dan anugerah yang diberikan kepada manusia sangatlah banyak sekali.

Al-Quran sebagai kitab suci umat islam tidak hanya berbicara mengenai petunjuk praktis dan prinsip kehidupan umat manusia, namun berbicara juga mengenai proses penciptaan manusia. Beberapa pandangan ilmuwan menyatakan bahwa manusia bukan berasal dari penciptaan melainkan proses alamiah dan revolusi. Untuk itu, islam memiliki kitab suci Al Quran untuk menjelaskan bagaimana proses penciptaan manusia mulai dari hanya setitik air yang hina hingga berkembang secara kompleks.

Tahapan Penciptaan Manusia

Di dalam Al Quran proses penciptaan manusia terjadi dengan dua tahapan yang berbeda. Tahapan pertama adalah tahapan primordial dan tahapan kedua adalah tahapan biologi.

Tahapan Primordial

Tahapan Pertama adalah saat manusia pertama diciptakan pertama kali dari saripati tanah dan diberikan ruh hingga bentuk yang seindah-indahnya. Hal ini dijelaskan dalam beberapa ayat berikut :

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُسَمًّى عِنْدَهُ ۖ ثُمَّ أَنْتُمْ تَمْتَرُونَ

Artinya : “Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).” (Surat Al-An’am Ayat 2)

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ

Artinya : “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” (Surat Sad Ayat 71)

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

Artinya : “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (Surat Al-Hijr Ayat 28)

Di dalam ayat-ayat Al-Quran tersebut menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari bahan dasar tanah yang kemudian dengan kekuasaan dan hukum-hukumnya dibentuk rupa dan beragam fungsi dari fisik yang ada dalam tubuh manusia. Hal ini tentunya dilakukan Allah pada manusia pertama yaitu Nabi Adam SAW. Hingga setelah itu ada proses penciptaan manusia berupa hukum biologis.

Tahapan Biologi

Tahapan biologi adalah sunnatullah atau hukum Allah melalui proses biologis yang terdapat dalam fisik atau tubuh manusia beserta segala perangkatnya. Proses biologi ini membedakan hakikat manusia menurut islam dengan makhluk lainnya yang tidak memiliki ruh dan akal untuk mengambil keputusan saat dewasanya. Proses tersebut adalah sebagai berikut :

  • Nuthfah (inti sari tanah yang dijadikan air mani)
  • Rahim (tersimpan dalam tempat yang kokoh)
  • Alaqah (darah yang beku menggantung di rahim)
  • Mudgah (Segumpal daging dan dibalut dengan tulang belulang)

Ditiupkan ruh

Proses dari  Setetes Mani yang dipancarkan,

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى.أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ يُمْنَىٰ

Artinya : “Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?.” (QS Al Qiyamah Ayat 36-37)

Di dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa proses penciptaan manusia berawal dari air mani atau sperma yang terpancar. Namun hanya setitik yang menjadi manusia. Sehingga Allah memberikan nikmat hidup melalui proses tersebut.

Sebelum adanya proses pembuahan dalam rahim wanita, ada kurang lebih 250 juta sperma terpancar dari laki-laki pada satu waktu. Dari 250 juta sperma yang terpancar hanya ada satu yang bisa bertemu dengan sel telur wanita atau ibu melalui saluran reproduksi wanita .

الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ. ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ

Artinya : “Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakan manusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina.” (Surat As-Sajdah Ayat 7-8).

Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim

Sebagaimana firman Allah SWT yaitu,

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

Artinya : “Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah.”(QS Al Alaq Ayat 2)

Setelah melalui proses selama 40 hari, maka terjadilah gumpalan darah yang ada di dalam rahim ibu. Proses ini berawal dari sperma yang bertemu dengan sel telur, menjadi sel tunggal yang dikenal sebagai zigot. Setelah munculnya zigot, ia akan berkembang biak dengan membelah diri menjadi gumpalan daging.

Zigot melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di tanah. Zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu sebagai proses pertumbuhannya. Saat zigot yang tumbuh ini ada dalam tubuh ibu maka Allah SWT menggunakan istilah alaqah yang artinya sesuatu yang menempel pada suatu tempat. Secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.

Pembungkusan Tulang oleh Otot

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Artinya : “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS Al Mu’minun Ayat 14)

Menurut para ahli embriologi, tulang dan otot terbentuk secara bersamaan. Penelitian berbagai ilmuan menunjukkan bahwa perkembangan dalam rahim ibu sama persis sebagaimana yang disampaikan di dalam Al Quran.

Pada awalnya jaringan tulang rawan embrio mulai mengeras. Setelahnya, sel-sel otot yang terpilih di jaringan sekitar tulang bergabung membungkus tulang-tulang ini.

Hikmah dari Proses Penciptaan Manusia

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ. الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imran : 190-191)

Dari ayat diatas dapat kita pahami bahwa dibalik penciptaan langit dan bumi beserta segala isinya terdapat tanda-tanda yang bisa menjadi ilmu pengetahuan jika dipahami oleh orang-orang yang menggunakan akal. Untuk itu hikmah dari kita memahami penciptaan Allah terutama terhadap penciptaan manusia sangat banyak sekali. Apalagi Allah memberikan informasi bahwa memikirkan ciptaan Allah adalah saat duduk, berbarik, dan berdiri.

Inilah Tahapan Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam

  1. Mengenal Kebesaran dan Kekuasaan Allah

Mengenal kekuasan dan kebesaran Allah pada hakikatnya tidak mungkin dilakukan atau dihayati jika kita tidak pernah melihat ciptaannya atau hasil karya Yang Maha Agung tersebut. Di alam ini ada sangat banyak tanda-tanda kekuasaan Allah mulai dari alam yang sangat mikro dan sangat makro, yang tidak mungkin semua kita dapat jangkau.

  1. Semakin Tunduk Pada Allah

Manusia yang memahami kebesaran dan kekuasaan Allah lewat proses penciptaan manusia, maka dia akan mengenal betapa hebatnya Allah dengan segala hukum-hukumnya. Dengan begitu, ia tidak akan mungkin bisa tunduk kepada selain Allah dan mau untuk melaksanakan fungsi agama, mengimani rukun iman dan menjalankan rukun islam.

Misalnya air susu ibu. Bayi yang baru lahir akan senantiasa meminum air susu ibu yang penuh gizi untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi. Air susu adalah hasil dari kerja hormon dan juga proses melahirkan yang telah dialami ibu. Andai kata disadari manusia akan penuh syukur dan tidak akan mungkin mengingkari Allah. Tanpa-Nya manusia akan lenyap, tidak bisa hidup, dan hilang keseimbangan dalam kehidupan di muka bumi.

  1. Tidak Sombong dan Angkuh

Dengan mengetahui proses penciptaan manusia maka kita tidak akan mungkin bisa berlaku angkuh dan sombong. Kita akan menyadari bahwa manusia tidak memiliki apapun dan tidak bisa apapun jika dibandingkan dengan kekuasaan Allah SWT. Tidak ada bandingannya jika kita mau angkuh dan sombong karena manusia tidak memiliki apa-apa. Semuanya adalah hasil pemberian Allah dan kenikmatan yang Allah berikan.

Hidayah Allah kepada manusia tidak akan bisa sampai pada manusia yang angkuh dan sombong serta tidak mau mengevaluasi diri. Untuk itu, memahami proses penciptaan manusia membuat diri kita tunduk, berserah, dan kembali menyadari betapa kecilnya manusia.

Demikian ulasan tentang Inilah Tahapan Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Ketahuilah 5 Hikmah Puasa Sunnah Dalam Islam

Ketahuilah 5 Hikmah Puasa Sunnah Dalam Islam

Ketahuilah 5 Hikmah Puasa Sunnah Dalam Islam – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Hikmah Puasa Sunnah. Yang mana dalam pembahasan kali ini meliputi 5 hikmah puasa sunnah menurut pandangan syariat islam dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel Pengetahuan Islam berikut ini dengan seksama.

Ketahuilah 5 Hikmah Puasa Sunnah Dalam Islam

Menjalankan sunnah Rasulullah adalah keharusan dari seluruh ummat islam. Hukum dari ibadah sunnah memang tidak sebagaimana hukum melaksanakan ibadah yang wajib. Akan tetapi, tentu akan sangat bernilai lebih jika seandainya sunnah-sunnah ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh seluruh umat islam.

Sebagai pengikut Rasulullah SAW, tentu saja kita menginginkan menjadi bagian dari ummatnya yang kelak akan mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat. Apa yang dilakukan Rasulullah tentu saja adalah teladan yang baik dan memiliki hikmah jika dijalankan secara konsisten. Berikut adalah penjelasan mengenai hikmah puasa Sunnah agar kita senantiasa memiliki ghiroh atau semangat menjalankannya.

Setiap Perintah Ibadah Memiliki Hikmah

Setiap perintah Allah dan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah tentu saja memiliki hikmah dan manfaat yang dapat manusia peroleh. Bukan hanya sebagai bentuk ibadah kepada Allah, namun juga dapat dirasakan manfaatnya bagi yang menjalankan. Hal ini karena islam adalah agama penerang dan penyelamat manusia. Dengan menjalankannya maka akan dapat menerangi hidup dan menghindari kesesatan.

Termasuk ketika menjalankan puasa sunnah, maka akan ada manfaat yang dapat kita peroleh. Tentu saja hikmah apa yang dijalankan setiap orang akan berbeda-beda, namun dalam menjalankan-nya ada beberapa hal yang kita rasakan bersama. Hal ini disampaikan dalam hadist sebagai berikut,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ مَا شَاءَ اللَّهُ يَقُولُ اللَّهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Artinya : “Setiap amal anak Adam akan dilipat gandakan, satu kebaikan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kebaikan sekehendak Allah, Allah berfirman, “Kecuali puasa, puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia tinggalkan makan dan minumnya karena Aku. Orang yang berpuasa itu mempunyai dua kebahagiaan, satu kebahagiaan ketika tiba waktu berbuka, dan satu kebahagiaan lagi ketika berjumpa dengan Rabbnya. Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum dari bau minyak kesturi. ” (Hadits Ibnu Majah Nomor 1628)

Untuk itu, menjalankan ibadah puasa sunnah tentunya sebagaimana hadist di atas, akan mendapatkan banyak sekali kebaikan termasuk mampu menahan diri dan kebahagiaan lainnya yang dapat dirasakan oleh ummat islam yang menjalankannya.

Hikmah Menjalankan Ibadah Puasa Sunnah

Berikut adalah hal-hal yang dapat diambil hikmah ketika menjalankan ibadah sunnah. Tentu saja hikmah setiap ibadah tergantung dari penerapan ibadah masing-masing. Namun, hal ini adalah hal yang dapat dirasakan ketika menjalankannya. Berikut adalah beberapa hikmah puasa sunnah :

  1. Melatih Diri Melawan Hawa Nafsu

Puasa yang dilaksanakan dari subuh hingga adzan magrib berkumandang tentu bukan hal mudah jika kita tidak terbiasa menahan diri. Larangan saat berpuasa seperti makan dan berhubungan suami istri tentu mengajarkan agar manusia dapat mengelola emosi dan dorongan hawa nafsunya, tentu saja bukan untuk dihilangkan namun dapat dikelola dengan baik agar dapat mencapai tujuan hidup menurut islam, dan tujuan penciptaan manusia.

Dari puasa sunnah ini dapat melatih kita agar tidak mudah terbawa emosi, amarah, dan juga hawa nafsu yang mendesak. Selain itu, berpuasa sunnah juga mengajarkan kita untuk bersabar dan tidak serta merta terbawa oleh rayuan atau godaan setan. Puasa hanya dijalankan selama kurang lebih 16 jam, sehingga kita tetap bisa makan dan minum secukupnya saat sahur dan berbuka.

  1. Mengajarkan Untuk Hidup Sederhana

Dengan berpuasa sunnah kita pun juga dapat melatih untuk hidup sederhana. Ketika berpuasa kita tidak banyak untuk membeli makanan atau minuman, dan menahan diri dari segala hal duniawi. Hal ini juga sekaligus mengajarkan kita untuk hidup berempati sosial pada lingkungan sekitar yang mungkin hidupnya lebih kurang beruntung dari kita.

  1. Menjaga Kesehatan

Manfaat dari puasa sunnah adalah kesehatan tubuh lebih terjaga dan dapat melakukan detoksifikasi atau pengeluaran racun dalam tubuh. Hal ini tentu saja dapat membuat tubuh kita lebih fit dan sehat. Hal ini karena tubuh kita beristirahat dari segala macam makanan atau minuman yang tidak sehat serta dibatasi agar tidak banyak makan berlebihan.

Beberapa pakar kesehatan banyak merekomendasikan orang-orang yang sedang mengalami penyakit tertentu untuk melakukan puasa. Seperti penyakit diabetes, obesitas, dan lain-lain. Untuk itu, bagi Anda yang sedang berusaha menjaga kesehatan dan menyembuhkan berbagai penyakit, puasa sunnah dapat membantu hal tersebut terselesaikan.

Ketahuilah 5 Hikmah Puasa Sunnah Dalam Islam

  1. Melatih Diri Membiasakan Istiqomah Beribadah

Jenis puasa sunnah sangat banyak. Jika dilakukan terus menerus maka hal ini akan menambah keistiqomah kita dalam beribadah dan juga melaksanakan perintah-perintah Allah lainnya. Jika terbiasa dilakukan tentu saja akhirnya menjadi suatu akhlak atau moral dan keistiqomahan beribadah dapat kita terus tuju.

  1. Mendapatkan Kenikmatan Menjadi Bagian dari Ummat Rasul

Ketika ibadah sunnah ini dijalankan terus menerus dan sebaik-baiknya maka akan ada manfaat yang terus mengalir dan kita dapatkan. Hal ini tentu akan menambah kenikmatan kita menjadi bagian dari ummat Rasul. Kita tidak akan pernah mendapatkan kenikmatan menjadi ummat rasul jika kita tidak pernah menjalankannya. Untuk ibadah sunnah dapat membuat kita semakin bermakna dan nikmat menjadi ummat Rasulullah SAW.

Demikian ulasan tentang Ketahuilah 5 Hikmah Puasa Sunnah Dalam Islam. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Inilah Bukti Kasih Sayang Allah Terhadap Hambanya

Inilah Bukti Kasih Sayang Allah Terhadap Hambanya

Inilah Bukti Kasih Sayang Allah Terhadap Hambanya – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Kasih Sayang Allah. Yang mana dalam pembahasan ini menjelaskan bagaimana Allah SWT sungguh sangat sayang terhadap hambanya melebihi kasih sayang seorang ibu dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel Pengetahuan Islam berikut ini dengan seksama.

Baca : Kata Bijak Islam yang Dapat Menjadi Inspirasi Hidup

Inilah Bukti Kasih Sayang Allah Terhadap Hambanya

Seorang hamba harus mengenal Rabb-nya, harus mengenal Allah, agar ia cinta kepada Allah dan Allah cinta kepadanya. Perlu diketahui dari salah satu sifat Allah bahwa Allah sangat sayang kepada hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.

Kita sangat tahu bagaimana kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang mungkin tidak ada tandingannya di dunia ini, akan tetapi kita sangat perlu tahu bahwa kasih sayang Allah melebihi itu semua.

Perhatikan hadits berikut, Dari Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu , beliau menuturkan:

قَدِمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْيٍ فَإِذَا امْرَأَةٌ مِنْ السَّبْيِ تَبْتَغِي إِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِي السَّبْيِ أَخَذَتْهُ فَأَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَرَوْنَ هَذِهِ الْمَرْأَةَ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِي النَّارِ قُلْنَا لَا وَاللَّهِ وَهِيَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ لَا تَطْرَحَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا

Artinya : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memperoleh beberapa orang tawanan perang. Tiba-tiba ada seorang perempuan dari mereka mencari bayinya dalam kelompok tawanan itu, maka ia mengambil dan membuainya serta menyusuinya.

Melihat hal itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada kami:

‘Menurut kalian, apakah perempuan itu tega melemparkan bayinya ke dalam api? ‘ Kami menjawab; ‘Demi Allah, sesungguhnya ia tidak akan tega melemparkan anaknya ke dalam api selama ia masih sanggup menghindarkannya dari api tersebut.’

Lalu Rasulullah bersabda: “Sungguh, kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang perempuan itu terhadap anaknya.'” (Hadits Muslim Nomor 4947)

Apabila seorang Ibu tersebut tidak tega melempar anaknya ke dalam api, maka Allah tentu lebih tidak tega lagi melempar dan mencampakkan hamba-Nya ke dalam api neraka, akan tetapi apa yang terjadi? Hamba tersebut tidak mau mengenal Allah, tidak peduli kepada Allah dan agama-Nya, bahkan ia lari jauh dari Allah. Bagaimana Allah bisa sayang kepada hamba tersebut?

Kita diperintahkan untuk mengenal Allah dan “lari” menuju Allah. Allah berfirman,

فَفِرُّوا إِلَى اللهِ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

Artinya : “Maka segera berlarilah kalian (kembali) menuju Allah. Sungguh aku (Rasul) seorang pemberi peringatan yang nyata dari-Nya bagi kalian.” (QS. Adz-Dzaariyaat Ayat 50)

Baca : Pengertian & Penjelasan Walimatus Safar Haji atau Umroh

Hendaknya tidak terlalu yakin bahwa kita hamba kesayangan Allah

Maksudnya adalah jangan sampai kita tertipu dengan berbagai nikmat dan kemudahan yang diberikan oleh Allah di dunia ini. Hendaknya kita TIDAK HANYA bersandar dengan sifat “Allah sangat sayang kepada hamba-Nya” yang menyebabkan kita lupa dan lalai bahwa Alah juga memiliki azdab yang besar dan pedih.

Allah berfirman,

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ . وَ أَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الأَلِيمَ

Artinya: “Kabarkanlah pada para hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.” (QS. Al-Hijr Ayat 49-50).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menggambarkan bagaimana kasih sayang dan adzab Allah. Beliau bersabda,

لَوْ يَعْلَمُ الْمُؤْمِنُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنْ الْعُقُوبَةِ مَا طَمِعَ بِجَنَّتِهِ أَحَدٌ وَلَوْ يَعْلَمُ الْكَافِرُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنْ الرَّحْمَةِ مَا قَنَطَ مِنْ جَنَّتِهِ أَحَدٌ

Artinya : “Seandainya orang mukmin mengetahui siksa Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya tidak ada seorang mukmin pun yang menginginkan surga-Nya. Dan seandainya orang kafir itu mengetahui rahmat Allah, maka niscaya tidak ada seorang kafir pun yang berputus asa untuk mengharapkan surga-Nya.” (Hadits Muslim Nomor 4948)

Hendaknya seorang muslim berhati-hati nikmat yang terus-menerus dan disertai keadaan tidak mengenal Allah bisa jadi adalah Istidraj (semacam jebakan). Istidraj yaitu Allah berikan dunia kepada seorang hamba, ia hanya bersenang-senang saja akan tetapi hakikatnya Allah sudah tidak peduli kepadanya. Ia hanya akan menunggu balasannya di hari kiamat dan hanya “bersenang-senanglah” sebentar saja.

Contoh Istidraj misalnya seorang hamba memiliki bisnis yang lancar dan omset yang terus meningkat, akan tetapi ia melalaikan shalat. Seorang wanita yang karir dan jabatan terus naik meninggi, akan tetapi ia tidak memakai hijab. Bagaikan seorang ibu yang memberikan gadget pada anak kecilnya kemudia ia berkata “mainlah sepuas nak, seharian”.

Inilah Bukti Kasih Sayang Allah Terhadap Hambanya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai istidraj,

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

Artinya : Bila engkau melihat Allah Ta’ala memberi hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan) dari Allah.” (HR. Ahmad, lihat Shahihul Jami’ no. 561)

Baca : Bacaan Doa Ketika Keadaan Marah Serta Penjelasannya

Demikian juga istidraj dalam ayat berikut yang disebut dengan makar Allah,

أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ اللّهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

Artinya : “Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf Ayat 99)

Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Al-Qar’awi menjelaskan,

مكر الله: هو استدراج العاصي بالنعم… حيث إنهم لم يُقدِّروا الله حق قدره، ولم يخشوا استدراجه لهم بالنعم وهم مقيمون على معصيته حتى نزل بهم سخط الله، وحلت بهم نقمته

Artinya : “Makar Allah adalah istidraj bagi pelaku maksiat dengan memberikan kenikmatan/kebahagiaan… mereka tidak memuliakan Allah sesuai dengan hak-Nya. Mereka tidak merasa khawatir [tenang-tenang saja] dengan istidraj [jebakan] kenikmatan-kenikmatan bagi mereka, padahal mereka terus-menerus berada dalam kemaksiatan sehingga turunlah bagi mereka murka Allah dan menimpa mereka azab dari Allah.”(Al-Jadid fii Syarhi Kitabit tauhid hal. 306, Maktabah As-Sawadi)

Demikian ulasan singkat tentang Inilah Bukti Kasih Sayang Allah Terhadap Hambanya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

√ Inilah Tata Cara Sholat Dhuha Dan Keutamaannya Lengkap

Inilah Tata Cara Sholat Dhuha Dan Keutamaannya Lengkap

Inilah Tata Cara Sholat Dhuha Dan Keutamaannya Lengkap – Sahabat Muslim, satu diantara sekian banyak ibadah sunnah bagi umat Muslim adalah sholat dhuha. Sebagaimana Anda ketahui tentang Sunnah adalah akan mendapat pahala apabila menjalankannya dan takkan mendapat dosa apabila mengabaikannya.

Sholat dhuha sendiri terbilang merupakan sholat sunnah istimewa. Sangat banyak keutamaan dan kandungan yang didapatkan, baik dari segi kesehatan maupun rohani. Waktu pelaksanaanya juga tidak sembarangan yaitu mulai dari terbentangnya matahari hingga condong ke arah barat.

Sedangkan waktu yang paling utama adalah pada seperempat siang. Di Arab Saudi, waktu dhuha ditandai ketika padang pasir mulai terasa panas serta anak unta mulai beranjak. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan Pengetahuan Islam dibawah ini.

Inilah Tata Cara Sholat Dhuha dan Keutamaannya Lengkap

Bagaimana tata cara sholat dhuha? Sholat dhuha dikerjakan dua rakaat salam. Adapun jumlah rakaatnya, minimal yaitu dua rakaat. Rasulullah terkadang mengerjakan sholat dhuha empat rakaat, dan terkadang delapan rakaat. Namun sebagian para ulama tidak membatasinya.

Ada yang mengatakan jumlah rakaat sholat dhuha 12 rakaat, ada yang yang mengatakan bisa lebih banyak lagi hingga waktu dhuha habis.

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

Artinya : “Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam”(Hadits Abu Daud Nomor 1098)

Tata Cara Sholat Dhuha

Tata cara pelaksanaannya sama dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu:

  1. Niat;
  2. Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah;
  3. Membaca surat Al Fatihah;
  4. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams, surah duha atau lainnya;
  5. Ruku’ dengan tuma’ninah;
  6. I’tidal dengan tuma’ninah;
  7. Sujud dengan tuma’ninah;
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah;
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah;
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua;
  11. Membaca surat Al Fatihah;
  12. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya;
  13. Ruku’ dengan tuma’ninah;
  14. I’tidal dengan tuma’ninah;
  15. Sujud dengan tuma’ninah;
  16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah;
  17. Sujud kedua dengan tuma’ninah;
  18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah;
  19. Salam.

Waktu sholat dhuha

Waktu shalat dhuha adalah terbentang sejak matahari naik hingga condong ke barat. Untuk wilayah di Indonesia, waktu shalat dhuha terbentang selama beberapa jam sejak 20 menit setelah matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk waktu dhuhur.

Waktu yang lebih utama adalah seperempat siang. Di Arab, waktu itu ditandai dengan padang pasir terasa panas dan anak unta beranjak. Sebagaimana sabda Rasulullah:

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنْ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلَاةَ فِي غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Artinya : “Bahwa Zaid bin Arqam pernah melihat suatu kaum yang tengah mengerjakan shalat dluha, lalu dia berkata; “Tidakkah mereka tahu bahwa shalat diluar waktu ini lebih utama? sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat awwabin (orang yang bertaubat) dikerjakan ketika anak unta mulai beranjak karena kepanasan.” (Hadits Muslim Nomor 1237)

Niat sholat Dhuha

Semua ulama telah sepakat bahwa tempat peletakan niat adalah hati. Niat dengan hanya mengucapkan di lisan belum dianggap cukup. Melafalkan niat bukanlah suatu syarat artinya tidak harus melafalkan niat. Namun menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, hukumnya adalah sunnah dalam rangka membantu hati menghadirkan niat.

Sedangkan pada madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam madzhab Syafi’i, lafadz niat sholat dhuha, yaitu:

Lafadz niat sholat dhuha

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى

(Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Adapun lafadz niat yang lebih panjang sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

(Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”

Itulah tentang tata cara sholat dhuha. Setiap dua rakaat salam, diulang sampai bilangan rakaat delapan atau yang dikehendaki. Setelah selesai melaksanakan sholat dhuha dianjurkan berdoa.

Doa Sholat Dhuha

Tidak ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setelah selesai sholat dhuha. Sehingga dalam beberapa kitab Fiqih, para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa sholat dhuha. Misalnya dalam Fiqih Sunnah, Fiqih Islam wa Adillatuhu, Fikih Empat Madzhab maupun Fiqih Manhaji mazhab Imam Syafi’i. Sehingga, kita boleh berdoa secara umum dengan doa apapun yang baik sesuai niatnya.

Terdapat satu doa sholat dhuha yang sangat populer, yakni:

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

(Alloohumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Alloohumma inkaana rizqii fis samaa-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’assiron fayassirhu, wa inkaana harooman fathohhirhu, wa inkaana ba’iidan faqorribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika aatinii maa aataita ‘ibaadakash shoolihiin)

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih.”

Doa tersebut bukanlah berasal dari hadits Nabi. Doa ini dicantumkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad Dimyathi dalam Kitab I’anatuth Thalibiin.

Meskipun bukan berasal dari hadits Nabi, boleh-boleh saja seseorang membaca doa tersebut dan doa lainnya asalkan baik. Bahkan, diperbolehkan pula berdoa dengan bahasa Indonesia sekiranya tidak bisa menggunakan bahasa Arab. Karena itu merupakan doa di luar sholat.

Ada pun di dalam sholat, maka kita harus mengikuti apa yang telah dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana sabda beliau, yakni:

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى

Artinya : “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (Hadits Bukhari Nomor 6705)

Keutamaan Sholat Dhuha

Dalam sholat dhuha memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah:

  1. Wasiat Rasulullah

Sholat dhuha diwasiatkan Rasulullah kepada Abu Hurairah untuk menjadi amal harian.

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

Artinya : “Kekasihku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi wasiat kepadaku agar aku berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mendirikan shalat Dhuha dua raka’at dan shalat witir sebelum aku tidur.” (Hadits Bukhari Nomor 1845)

  1. Sholat Awwabin

Sholat dhuha merupakan sholat awwabin, yakni sholatnya orang-orang yang taat. Merutinkan shalat dhuha maka menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat.

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ فِي سَفَرٍ وَلَا حَضَرٍ رَكْعَتَيْ الضُّحَى وَصَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ الشَّهْرِ وَأَنْ لَا أَنَامَ إِلَّا عَلَى وِتْرٍ

Artinya : “Kekasihku shallallahu ‘alaihi wasallam telah berwasiat kepadaku dengan tiga perkara, aku tidak meninggalkannya ketika bepergian mupun ketika bermukim, yaitu melakukan shalat dua raka’at shalat Dhuha, serta berpuasa tiga hari setiap bulan, dan agar aku tidak tidur kecuali telah melakukan shalat witir.” (Hadits Abu Daud Nomor 1220)

    1. Dua rakaat dhuha senilai 360 sedekah

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

Artinya : “Setiap pagi dari persendian masing-masing kalian ada sedekahnya, setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, dan setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir sedekah, setiap amar ma’ruf nahyi mungkar sedekah, dan semuanya itu tercukupi dengan dua rakaat dhuha.” (Hadits Muslim Nomor 1181)

  1. Empat rakaat dhuha membawa kecukupan

اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لَا تُعْجِزْنِي مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِي أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Artinya : “Allah ‘azza wajalla berfirman; Wahai anak Adam, janganlah kamu meninggalkan-Ku (karena tidak mengerjakan) empat raka’at pada permulaan siang, niscaya aku akan mencukupi kebutuhanmu di sore hari.” (Hadits Abu Daud Nomor 1097)

  1. Berpahala umroh

Berpahala umroh adalah jika dikerjakan satu paket dengan sholat Subuh berjamaah di Masjid. Maksudnya, seseorang menunaikan sholat Subuh berjamaah di Masjid lalu tidak pulang, ia menetap di Masjid untuk dzikir atau ibadah lainnya, lalu ketika tiba waktu dhuha, ia menunaikan sholat dhuha baru pulang ke rumah.

Inilah Tata Cara Sholat Dhuha Dan Keutamaannya Lengkap

Keajaiban Sholat Dhuha

Banyak kisah nyata dari keajaiban sholat dhuha. Berangkat dari keutamaan yang telah dijelaskan di atas, keajaiban ini umumnya terkait dengan rezeki. Bahwa siapa yang melanggengkan sholat sunnah ini, rezekinya dimudahkan Allah sehingga menjadi lancar dan berkah.

Sebagaimana Ustadz Yusuf Mansur mengalami keajaiban itu sejak pertama kali mengerjakan sholat dhuha empat rakaat. Didasari ilmu yang diperolehnya bahwa siapa yang mengerjakan sholat sunnah ini empat rakaat, ia akan dicukupkan rezekinya, bahkan diantar. Dan ternyata benar, hari itu juga beliau mendapatkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka melalui wasilah orang yang bertanya alamat makelar rumah. Beliau dapat komisi yang cukup banyak dari penjualan rumah tersebut.

Ustadz Yusuf Mansur pun punya pengalaman menarik dari jamaahnya. Ada yang sekian lama tidak mendapatkan anak, ia melakukan terus-menerus sholat dhuha selama satu tahun dan kemudian diberikan anak oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan masih banyak kisah dan hikmah dibalik rahasia sholat dhuha.

Demikian ulasan tentang Inilah Tata Cara Sholat Dhuha Dan Keutamaannya Lengkap. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.