√ Puasa : Pengertian, Syarat, Rukun, Keutamaan dan Hikmahnya

Puasa : Pengertian, Syarat, Rukun, Keutamaan dan Hikmahnya

Puasa : Pengertian, Syarat, Rukun, Keutamaan dan Hikmahnya – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang Puasa. Yang meliputi Pengertian, Syarat, Rukun, Keutamaan dan Hikmah Puasa dengan pembahasan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih detailnya silahkan simak artikel Pengetahuan Islam dibawah ini dengan seksama.

Puasa : Pengertian, Syarat, Rukun, Keutamaan dan Hikmahnya

Pengertian puasa menurut syariat Islam adalah suatu amalan ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari segala sesuatu seperti makan, minum, perbuatan buruk maupun dari hal yang membatalkan puasa. Mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat karena Allah SWT, dengan syarat dan rukun tertentu.

Puasa Wajib

Shoum atau Puasa yang hukumnya wajib bagi orang muslim adalah Puasa yang jika dikerjakan mendapatkan pahala dan jika tidak dikerjakan mendapatkan dosa. Adapun puasa yang wajib adalah sebagai berikut : Shoum atau Puasa Ramadan, Shoum atau Puasa karena nadzar, dan Shoum atau Puasa kifarat atau denda.

Puasa Sunah

Shoum atau Puasa sunnah adalah Puasa yang jika dikerjakan mendapatkan pahala dan jika tidak dikerjakan tidak mendapatkan dosa.

Macam – macam puasa sunnah

Di bawah ini adalah macam-maca puasa sunah, antara lain:

  • Puasa 6 hari di bulan Syawal selain hari raya Idul Fitri.
  • PuasaArafah pada tanggal 9 Dzulhijah bagi orang-orang yang tidak menunaikan ibadah haji.
  • PuasaTarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijah bagi orang-orang yang tidak menunaikan ibadah haji.
  • Puasa Senin dan Kamis.
  • Puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak), bertujuan untuk meneladani puasanya Nabi Daud.
  • Puasa ‘Asyura (pada bulan muharram), dilakukan pada tanggal 10.
  • Puasa 3 hari pada pertengahan bulan (menurut kalender islam) (Yaumul Bidh), tanggal 13, 14, dan 15.
  • Puasa Sya’ban (Nisfu Sya’ban) pada awal pertengahan bulan Sya’ban.
  • Puasa bulan Haram (Asyhurul Hurum) yaitu bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Syarat Wajib Puasa

Berikut ini adalah syarat wajib puasa wajib maupun sunah, antara lain:

  1. Beragama Islam
  2. Berakal sehat
  3. Baligh (sudah cukup umur 9-15 tahun)
  4. Mampu melaksanakannya
  5. Syarat sah saum
  6. Islam (tidak murtad)
  7. Mummayiz (dapat membedakan yang baik dan yang buruk)
  8. Suci dari haid dan nifas (khusus bagi wanita)
  9. Mengetahui waktu diterimanya puasa

Rukun Puasa

Berikut ini adalah rukun puasa, yaitu:

  1. Islam.
  2. Niat (pada waktu malam hari).
  3. Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Beberapa yang Hal Di Haramkan Saat Puasa

Hari raya Idul Fitri, yaitu pada (1 Syawal), Tanggal 1 Syawwal telah ditetapkan sebagai hari raya umat Islam. Hari itu merupakan hari kemenangan yang harus dirayakan dengan bergembira. Karena itu syariat telah mengatur bahwa di hari itu tidak diperkenankan seseorang untuk bersaum sampai pada tingkat haram. Meski tidak ada yang bisa dimakan, paling tidak harus membatalkan saumnya atau tidak berniat untuk saum.

Hari raya Idul Adha, yaitu pada tanggal (10 Dzulhijjah). Hal yang sama juga pada tanggal 10 Zulhijjah sebagai hari raya kedua bagi umat Islam. Hari itu diharamkan untuk bersaum dan umat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan Qurban dan membagikannya kepada fakir msikin dan kerabat serta keluarga. Agar semuanya bisa ikut merasakan kegembiraan dengan menyantap hewan qurban itu dan merayakan hari besar.

Berikut ini adalah hari yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu:

  • Hari-hari tasyrik, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
  • Hari syak, yaitu pada 30 Syaban.
  • Saum selamanya.
  • Wanita saat sedang haid atau nifas.
  • Saum sunnah bagi wanita tanpa izin suaminya.

Beberapa yang di makruhkan melakukan puasa

  • Berlebih-lebihan dalam berkumur dan ber-istinsyaq
  • Mencicipi makanan (sebatas indra perasa lidah)
  • Mengumpulkan ludah dan menelannya, begitu juga menelan dahak dan lain sebagainya
  • Kemudian waktu makruh untuk bersaum yaitu ketika saum dikhususkan pada hari Jumat, tanpa diselingi saum sebelumnya atau sesudahnya.

Beberapa yang membatalkan puasa

  • Masuknya sesuatu/benda (seperti makanan atau minuman dan sebagainya) ke dalam mulut dengan disengaja.
  • Bersetubuh (Jima’).
  • Muntah yang disengaja.
  • Keluar mani (istimna’ ) dengan disengaja.
  • Haid (datang bulan) dan Nifas (melahirkan anak).
  • Hilang akal (gila atau pingsan).
  • Murtad (keluar dari agama Islam).

Dari kesemua hal yang membatalkan Puasa ada pengecualiannya, yaitu makan, minum dan bersetubuh bagi orang yang sedang bersaum tidak akan batal ketika seseorang itu lupa bahwa ia sedang berpuasa.

Orang yang boleh membatalkan Puasa

Adalah orang yang boleh membatalkan Puasa wajib (Puasa Ramadhan) tetapi Wajib mengqadha (mengganti saumnya di hari lain) sebanyak hari yang ditinggalkan.

  • Orang yang sakit, yang ada harapan untuk sembuh
  • Orang yang bepergian jauh (musafir) sedikitnya 89 km dari tempat tinggalnya
  • Orang yang hamil, yang khawatir akan keadaannya atau bayi yang dikandungnya
  • Orang yang sedang menyusui anak, yang khawatir akan keadaannya atau anaknya
  • Orang yang sedang haid (datang bulan), melahirkan anak dan nifas
  • Orang yang batal saumnya dengan suatu hal yang membatalkannya selain bersetubuh.

Wajib mengqadha dan wajib fidyah (memberi makan orang miskin setiap hari yang ia tidak bersaum, berupa bahan makanan pokok sebanyak 1 mud (576 gram)) :

  • Orang yang sakit yang tidak ada harapan akan sembuhnya.
  • Orang tua yang sangat lemah dan tidak kuat lagi bersaum.
  • Wajib mengqadha dan kifarat (memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Jika tidak ada hamba sahaya yang mukmin maka wajib bersaum dua bulan berturut-turut (selain qadha’ menggantikan hari yang ditinggalkan), jika tidak bisa, wajib memberi makan 60 orang miskin, masing-masing sebanyak 1 mud (576 gram) berupa bahan makanan pokok). yaitu Orang yang membatalkan saum wajibnya dengan bersetubuh, wajib melakukan kifarat dan qadha.

Keutamaan Puasa

Ibadah Puasa Ramadhan yang diwajibkan Allah kepada setiap mukmin adalah ibadah yang ditujukan untuk menghamba kepada Allah seperti yang tertera dalam sebuah surah dalam al-Qur’an, yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu ber-Shoum/Puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Al-Baqarah 2:183)

Keutamaan Puasa menurut syariat Islam adalah, orang-orang yg bersaum akan melewati sebuah pintu surga yang bernama Rayyan, dan keutamaan lainnya adalah Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka, sejauh 70 tahun perjalanan.

Puasa : Pengertian, Syarat, Rukun, Keutamaan dan Hikmahnya

Hikmah Puasa

Hikmah dari ibadah Puasa itu sendiri adalah melatih manusia untuk sabar dalam menjalani hidup. Maksud dari sabar yang tertera dalam al-Quran adalah gigih dan ulet seperti yang dimaksud dalam Surat Ali ‘Imran/3: 146.

Beberapa hikmah dan faidah puasa, antara lain:

  • Pendidikan atau latihan rohani,
  • Mendidik jiwa agar dapat menguasai diri,
  • Mendidik nafsu agar tidak senantiasa dimanjakan dan dituruti,
  • Mendidik jiwa untuk dapat memegang amanat dengan sebaik-baiknya,
  • Mendidik kesabaran dan ketabahan.

Perbaikan pergaulan

Orang yang ber-Puasa akan merasakan segala kesusahan fakir miskin yang banyak menderita kelaparan dan kekurangan. Dengan demikian akan timbul rasa suka menolong kepada orang-orang yang menderita.

Kesehatan

Ibadah Puasa Ramadhan akan membawa faedah bagi kesehatan rohani dan jasmani jika pelaksanaannya sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa, malah mungkin ibadah Shoum/Puasa kita sia-sia saja.

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya : “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”(Q.S. Al-A’Raaf ayat 31)

Demikianlah telah dijelaskan tentang Puasa : Pengertian, Syarat, Rukun, Keutamaan dan Hikmahnya. Semoga dapat bemanfaat sehingga menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih.

√ Mengenal Puasa Asyura, Niat, Tata Cara Beserta Keutamaannya

Mengenal Puasa Asyura Niat Tata Cara Beserta Keutamaannya

Mengenal Puasa Asyura, Niat, Tata Cara Beserta Keutamaannya – Pada kesempatan ini Pengetahuanislam.com akan membahas tentang Puasa Asyura. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian puasa asyura, niat puasa asyura, tata cara puasa asyura beserta keutamaan puasa asyura dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih mudah dalam memahaminya silahkan simak artikel tentang puasa asyura berikut ini.

Mengenal Puasa Asyura, Niat, Tata Cara Beserta Keutamaannya

Puasa asyura atau biasa sebut puasa sura adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan muharram atau pada buan pergantian tahun Hijriyah. Banyak amalan sunah yang bisa Anda lakukan pada bulan tersebut sebagai memperkuat iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Amalan yang disunahkan pada bulan Muharram yakni berpuasa, di mana terdapat puasa sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah adalah puasa Asyura.

Puasa Ayura merupakan salah satu puasa yang dilaksanakan pada hari ke 10 pada bulan Muharram. Di hari ke 10 ini dari bulan Muharram merupakan hari yang mulia, dimana terdapat sejarah yang begitu mendalam dan tak terlupakan.

Adapun hukum dalam melakukan puasa Asyura yakni sunah, dimana apabila kita melakukan akan mendapatkan pahala dan bila tidak melakukannya tidak akan mendapatkan dosa.

Dalam hal ini bila Anda akan melaksanakan puasa Asyura, terlebih dahulu mengetahui tata cara dan keutamaannya terlebih dahulu agar dapat lebih khusuk dalam menjalankannya.

Niat Puasa Asyura

Berikut ini adalah Niat Puasa Asyura yang mana niat adalah sesuatu yang sangat penting di terima dan tidaknya amalan yang akan kita lakukan.

Bacaan Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ العَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Puasa Asyura Latin

NAWAITU SHAUMA GHADIN ‘AN ADA’I SUNNATIL ASYURA LILLAHI TA‘ALA

Arti Bacaan Niat Puasa Asyura

Saya berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala

Tata Cara Melakukan Puasa Asyura

Dibawah ini adalah tata cara melakukan puasa Asyura, diantaranya yaitu :

  1. Membaca Niat

Membaca niat yang mana di lakukan didalam hati dan disunahkan untuk melafadzkannya agar sesuai dengan apa yang ditanamkan dalam hati.

Pembacaan Niat juga bisa dilakukan pada saat melakukan sahur bersama dengan keluarga sebelum menyantap hidangan.

Anda juga bisa melengkapi niat puasa sunnah Asyura dengan niat puasa lain, contohnya untuk mengganti puasa Ramadhan bagi perempuan atau puasa Qada’.

Sebagaian ulama memperbolehkan untuk merangkap puasa saunah dengan puasa Qada ini.

Sebagaimana Imam Ibnu Utsaimin menerangkan bahwa mereka yang melaksanakan puasa di hari Arafah atau puasa di hari Asyura.

Serta bagi orang yang mempinyai tanggungan puasa Ramadhan dan meniatkan puasa pada saat itu juga mengqada puasa Ramadhan.

Maka puasanya sah dan Ia mendapatkan pahala dua sekaligus yakni puasa sunah Asyura dan Qada puasa Ramadhan.

Mengenal Puasa Asyura Niat Tata Cara Beserta Keutamaannya

  1. Makan Sahur

Seperti halnya pada tata cara puasa yang lainnya, bergitu juga puasa Asyura disunnahkan untuk di awali dengan melakukan sahur terlebih dahulu.

Walaupun agak sulit untuk bangun pada saat fajar, namun dengan melakukan sahur yang mana mempunyai banyak manfaat yang besar. Sahur juga menjadi aktivitas yang dilaksanakan pada pagi buta agar kuat dalam menjalankan puasa.

Dengan melaksanakan sahur yang mana memiliki keutamaan yang membedakan pada puasa yang dilakukan oleh seorang muslim dengan puasa di agama lain.

Bangun dalam melakukan sahur juga menjadi menyempatkan untuk melaksanakan ibadah sholat tahajjud yang membuat pahala puasa menjadi berlipat ganda.

  1. Memperbanyak Ibadah dan Menghindari Perbuatan yang Membatalkan Puasa

Dengan melakukan puasa tidak menjadikan alasan untuk menjadi malas sepanjang hari, gunakan sebaik mungkin untuk memperbanyak melakukan ibadah baik yang wajib dan sunah.

Seperti contoh qobliyah sholat dan badliyah sholat dan memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Agar tidak menjadi batal pada tengah hari, hindari beberapa perbuatan dyang dapat membatalkan puasa seperti contoh makan, minum ataupun hal yang dapat menyebabkan batalnya puasa.

  1. Berbuka Puasa

Akhiri puasa sunah Asyura dengan menjalankan buka puasa yang memiliki nilai ibadah. Salah satunya dengan menyegerakan berbuka puasa pada saat waktu sudah masuk untuk berbuka.

Keutamaan Puasa Asyura

Puasa di bulan Muharram, terutama puasa Asyura memiliki banyak keutamaan. Simak ulasna tentang keutamaan puasa Asyura berikut ini.

  1. Ibadah Sunnah Rasulullah

Puasa Asyura merupakan salah satu dari empat amalan sunnah yang tak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah seumur hidupnya.

Rasulullah sangat bersemangat untuk mengerjakan puasa Asyura tersebut.

Dari riwayat Ibnu Abbas berkata :

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ: يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

Artinya :

Aku tidak pernah melihat Rasulullah benar-benar perhatian dan menyengaja untuk mengerjakan puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, yaitu hari Asyura dan puasa bulan Ramadhan

Rasulullah sendiri tidak pernah meninggalkan empat amalan sunnah, yaitu :

  1. Puasa Asyura
  2. Puasa 10 hari di bulan Dzulhijjah
  3. Puasa tiga hari setiap bulan
  4. Sholat sunnah sebelum sholat subuh

Imam Ahmad, Muslim, dan Abu Daud menjelaskan bahwa saat Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat mengenai sholat manakah yang lebih utama setelah shalat fardhu.

Maka Rasulullah menjawab bahwa sholat tersebut adalah sholat sunnah malam. Sementara puasa yang lebih utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.

  1. Menghapuskan Dosa Setahun

Rasulullah bersabda :

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya :

Puasa Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu

Berdasarkan hadits riwayat Imam An-Namawi, ia berkata :

Keutamaannya menghapus semua dosa-dosa kecil. Atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecuali dosa besar”.

Untuk memeroleh keutamaan ini, tentunya harus diiringi dengan amalan-amalan lain terutama ibadah wajib bagi umat muslim.

  1. Merupakan Puasa Sunnah Paling Utama

Kita tentu mengetahui ada banyak sekali jenis puasa sunnah, mulai dari puasa senin dan kamis, puasa di bulan Dzulhijjah, hingga puasa Syawal.

Nah, dari sekian banyak puasa sunnah tersebut, Rasulullah menjelaskan bahwa puasa Asyura merupakan puasa paling utama setelah puasa wajib di bulan Ramadhan.

Rasulullah bersabda :

َفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya :

Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Al-Muharram”.

Demikian penjelasan singkat tentang Mengenal Puasa Asyura, Niat, Tata Cara Beserta Keutamaannya, semoga dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan ilmu pengetahuan Anda.

Baca juga :