Kisah 25 Nabi & Rasul : Nama, Mujizat dan Sejarahnya (Lengkap)

Kisah 25 Nabi & Rasul : Nama, Mujizat dan Sejarahnya (Lengkap) – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Kisah 25 Nabi dan Rasul. Dalam pembahasan kali ini menjelaskan kisah dari para nabi dan rasul beserta mujizat dan sejarahnya secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya yuk simak ulasan Pengetahuan Islam dibawah ini.

Kisah 25 Nabi & Rasul : Nama, Mujizat dan Sejarahnya (Lengkap)

Sebagai seorang muslim, kita perlu mengetahui nama 25 Nabi dan Rasul sebagaimana telah diterangkan didalam Al Quran. Untuk dalam artikel berikut mengemas secara singkat sejarah dari kisah 25 Nabi dan Rasul beserta mukjizat yang diberikan oleh Allh SWT.

Nabi Adam As

Nabi Adam merupakan nabi yang pertama diturunkan ke bumi. Kata Adam berasal dari Adim, yaitu adimul artinya berada di permukaan bumi. Nama Adam erat kaitannya dengan bahan penciptaan. Adam merupakan nabi dan manusia pertama. Allah menciptakan Adam dari tanah yang berada di permukaan bumi.

Akhirnya, wujud Nabi Adam menjadi sempurna. Maka apabila Adam dan keturunannya sudah tutup usia juga akan kembali lagi ke tanah. Setelah itu ruh ditiupkan, maka Allah menyampaikan sebuah amanah kepada para malaikat. Amanat tersebut berlaku untuk semua makhluk lain yang berada di dekat para malaikat.

Dalam amanat tersebut, dikatakan jika para malaikat harus bersujud kepada Nabi Adam sebagai suatu penghormatan. Mereka semua bersujud, namun makhluk Allah yang sombong yaitu iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam AS.

Nabi Idris

Nabi Idris adalah keturunan ke-6 dari Nabi Adam alaihissalam. Ia merupakan putra dari qobil dan Iqlima. Beliau memiliki beberapa kelebihan atau mukjizat. Nabi Idris merupakan manusia pertama yang sudah pandai membaca dan menulis menggunakan pena.

Nabi Idris juga diberi beragam pengetahuan, dari merawat kuda, pengetahuan ilmu perbintangan sampai berhitung yang sekarang dikenal dengan nama matematika.Nabi Idris orang pertama yang pintar atau pandai memotong serta menjahit pakaiannya. Konon sebelum itu orang-orang pada zaman dahulu hanya menggunakan kulit binatang untuk menutup aurat.

Nabi Nuh As

Nabi Nuh merupakan keturunan yang ke-9 dari Nabi Adam. Nabi Nuh mendapatkan beberapa petunjuk dari Allah untuk membersihkan keimanan kaumnya. Pada waktu, itu nabi Nuh memiliki kaum yang tidak mau menyembah kepada Allah. Di masa Nabi Nuh, beliau memiliki usia yang panjang. Nabi Nuh diangkat menjadi nabi setelah beliau mencapai usia 480 tahun.

Dalam usaha tersebut, nabi Nuh berdakwah serta menyeru kepada kebaikan dengan tidak kenal lelah. Bukan hanya kepada orang-orang di sekitarnya saja, melainkan juga kepada anggota keluarganya sendiri. Namun sangat disayangkan, perjuangan dakwah Nabi Nuh hampir 5 abad, ternyata hanya memiliki pengikut yang sangat sedikit. Terhitung hanya sekitar 70 hingga 80 orang Pengikut Nabi Nuh.

Nabi Hud As

Kisah Nabi Hud sangat erat akan suku Aad. Perjuangan Nabi Hud tidaklah mudah. Setiap siang hingga malam hari Nabi Hud berdakwah kepada kaumnya. Nabi Hud berdakwah menggunakan suara yang lembut serta welas asih, untuk mengingatkan kaumnya agar bertobat dan meninggalkan berhala serta kembali kepada jalan Allah.

Namun ternyata, dakwah nabi Hud dianggap sangat sepi. Tidak ada satupun Raja serta orang kaya di tempat tersebut yang mau percaya. Sebaliknya, mereka semua merasa iri, kenapa harus Nabi Musa mendapatkan wahyu bukan mereka. Selama berpuluh-puluh tahun Nabi berdakwah kepada kaumnya namun bukan menambah sadar, akan tetapi makin jauh tersesat.

Nabi Shaleh As

Nabi Saleh adalah putra dari Ubay dan Jabir bin tsamud. Kaum Nabi Saleh bernama tsamud. Yaitu merupakan sebuah nama yang diambil untuk dari nama kakeknya, yaitu tsamud bin Air bin iram bin sam bin nuh. Nabi Saleh adalah keturunan nabi Nuh yang ke 6. Kaum tsamud tinggal di daerah yang pertama kali ditempati oleh kaum Aad. Tempat tersebut telah kosong setelah ditinggalkan oleh bangsa Aad.

Tsamud merupakan nama dari sebuah suku serta dalam sejarah dimasukkan menjadi bagian dari bangsa Arab. Namun, ada pula yang menggolongkan bahwa tsamud merupakan golongan bangsa Yahudi. Kaum Tsamud sama seperti kaum Aad mereka semua tidak mengenal Tuhan. Tuhan yang mereka kenal yaitu berhala yang mereka sembah. Nabi Saleh memiliki kewajiban untuk berdakwah pada kaum tsamud ini.

Nabi Ibrahim As

Nabi Ibrahim ditugaskan untuk membenahi kaum yang rusak, yaitu kaum yang dipimpin oleh Raja Namrud. Raja namrud merupakan seorang raja yang ditakuti, bahkan raja Namrud juga menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Sejak masih kecil, Nabi Ibrahim selalu tertarik untuk memikirkan kejadian-kejadian alam. Ia memiliki pemikiran dan akhirnya membuat kesimpulan. Jika kejadian-kejadian tersebut sudah ada yang mengatur atau ada sebuah kekuatan yang maha kuasa dibalik kejadian-kejadian alam tersebut.

Mukjizat api yang bisa berubah menjadi dingin merupakan salah satu mukjizat luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Adam. Di mana pada waktu itu Nabi Ibrahim difitnah dan akan dibakar hidup-hidup. Atas perintah Allah api yang panas berubah menjadi dingin dan Nabi Ibrahim pun selamat.

Nabi Ismail As

Nabi Ismail merupakan anak dari Nabi Ibrahim dan istrinya Siti Hajar. Nabi Ismail terkenal dengan mukjizatnya berupa air zam-zam. Mukjizat air zamzam diberikan kepada Allah kepada Nabi Ismail ketika siti Hajar kehabisan makanan dan bersusah payah mencari air.

Atas kehendak Allah melalui Malaikat Jibril, tiba-tiba tempat Nabi Ismail muncul sebuah mata air yang cukup jernih. Sampai sekarang mata air tersebut dikenal dengan nama sumur Zamzam. Selain itu kisah juga sangat erat kaitanya dengan penyembelihan seekor hewan kurban.

Nabi Luth As

Nabi Luth adalah seorang nabi utusan Allah untuk kaum Sodom dan Gomorah. Kedua kaum tersebut memiliki perilaku seks yang menyimpang. Ketika Nabi Luth menyerukan supaya kaum tersebut meninggalkan kebiasaan buruknya, bukan perlakuan baik atau tanggapan baik yang diterima melainkan Nabi Nuh mendapatkan perlakuan buruk dari kaum Sodom.

Kaum Sodom serta pengikutnya mengusir Nabi Nuh dari tempat mereka tinggal. Atas kehendak Allah, turunlah azab bagi kaum Sodom dan Gomorah. Sebuah gempa bumi yang dahsyat serta hujan badai ditambah angin kencang.

Pada akhirnya semua bencana tersebut mampu menghancurkan serta membinasakan penduduk di kota tersebut. Namun,Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang menyelamatkan Nabi Luth beserta pengikutnya.

Nabi Ishaq As

Nabi Ishaq merupakan seorang putra dari Nabi Ibrahim serta merupakan adik dari Nabi Ismail. Dalam perjalanan hidupnya, Nabi Ishaq menemani Nabi Ibrahim untuk menyampaikan dakwah. Nabi Ishaq memiliki seorang istri yang mandul bernama Rafka binti batuil.

Namun atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala, akhirnya istri Nabi Ishaq mengandung serta melahirkan anak kembar. Lishu merupakan anak dari Nabi Ishaq yang menjadi nenek moyang bangsa Romawi. Dan Yaqub nenek moyang Bani Israil.

Nabi Yakub As

Nabi Yakub merupakan anak dari Nabi Ishaq, serta merupakan ayah dari Nabi Yusuf. Semasa hidupnya Nabi Yakub dikaruniai 12 orang anak. Sebelum Nabi Yakub wafat beliau berwasiat kepada putra-putranya untuk tetap menjalankan perintah Allah.

Nabi Yusuf As

Nabi Yusuf merupakan Seorang Nabi yang dikaruniai Allah dengan wajah yang sangat tampan. Sehingga tidak heran jika banyak kaum wanita bahkan Ibu angkatnya, yaitu Ratu Zulaiha juga tertarik kepadanya.

Bukan hanya itu saja, nabi Yusuf ternyata juga merupakan seorang penafsir mimpi yang pintar. Nabi Yusuf pernah menafsirkan mimpi dari seorang raja Mesir. Berkat kemampuannya tersebut, tidak heran, jika Nabi Yusuf sangat dihormati oleh masyarakat sekitarnya.

Nabi Ayub As

Nabi Ayub adalah seorang nabi yang sangat kaya raya. Memiliki harta melimpah, hewan ternak yang jumlahnya tidak bisa dihitung. Akan tetapi, meskipun memiliki kekayaan yang luar biasa Nabi Ayub merupakan orang yang gemar berbuat baik.

Nabi Ayub sangat tekun beribadah kepada Allah. Beliau juga senang menolong orang yang menderita terutama dari golongan fakir miskin. Kesejahteraan tersebut ternyata tidak membuat Nabi Ayub menjadi sombong. Hingga pada akhirnya mendorong iblis untuk menggoda Nabi Ayub.

Singkat cerita, Nabi Ayub diberi ujian oleh Allah SWT. Seluruh harta kekayaan yang dimiliki oleh Nabi Ayub habis terbakar. Tidak punya sampai di situ Nabi Ayub yang terserang penyakit kulit bahkan sampai 8 tahun lamanya.

Meskipun mendapatkan beragam ujian, ternyata Nabi Ayub tetap bertawakal kepada Allah. Hingga pada waktunya tiba, firman supaya Nabi Ayub menapakkan kaki yang di tanah. Tanah tersebut bisa menyembuhkan penyakit yang selama ini diterima oleh Nabi Nuh.

Nabi Syuaib As

Mukjizat telah menyelamatkan Nabi Syu’aib beserta pengikutnya dari azab allah. Allah mengazab kaum madyan yaitu tempat dimana beliau diutus untuk menyampaikan ajarannya. Karena kaum yang membangkang, Allah memberikan ujian berupa badai panas. Tidak berhenti sampai di situ, Allah melanjutkan dengan mendatangkan awan hitam dan gempa bumi yang menghanguskan kaum tersebut.

Nabi Musa As

Nabi Musa merupakan nabi yang diberikan mukjizat dari Allah berupa sebuah tongkat yang bisa berubah menjadi seekor ular. Atas bantuan dari Allah, tongkat tersebut mampu membelah laut merah. Sehingga Nabi Musa dan pengikutnya bisa selamat dari kejaran Raja Fir’aun.

Bukan hanya itu saja, Allah juga memberikan mukjizat berupa Kitab Taurat kepada Nabi Musa. Kitab Taurat ini dikenal dengan nama Perjanjian Lama, yaitu sebuah kitab yang berisi ajaran pokok 10 perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Nabi Harun As

Kisah Nabi Harun tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Musa. Nabi Harun merupakan seorang nabi yang dikaruniai kemampuan bahasa yang sangat baik. Dan kemampuan bahasa tersebut maka Nabi Musa memohon kepada Allah supaya kakaknya tersebut mendampinginya untuk menyampaikan ajaran-ajaran kepada kaum Bani Israil.

Tidak berhenti sampai di situ, Nabi Harun juga berjuang untuk memberantas berhala yang dipimpin oleh Samiri. Samiri merupakan seorang tukang sihir keturunan kerajaan Firaun.

Nabi Zulkifli As

Nabi Zulkifli merupakan seorang nabi yang selamat dari reruntuhan bangunan rumah Nabi Ayub. Nabi Zulkifli merupakan seorang anak dari Nabi Ayub. Nabi Zulkifli adalah salah satu nabi utusan Allah yang sangat terkenal memiliki kesabaran serta sifat dermawannya sangat tinggi.

Nabi Daud As

Nabi Daud merupakan Seorang nabi yang dikaruniai berbagai mukjizat dari Allah. Kitab Zabur yang diturunkan kepadanya merupakan salah satu mukjizat dari Allah. Tidak hanya itu saja, Nabi Daud juga diberi kemampuan untuk dapat mengerti bahasa burung dan memiliki suara yang sangat merdu. Bahkan Nabi Daud juga mampu melunakkan besi hanya dengan menggunakan tangan kosong.

Nabi Sulaiman As

Nabi Sulaiman juga merupakan seorang nabi yang dibekali beragam macam mukjizat dari Allah. Nabi Sulaiman memiliki kebijaksanaan yang sangat luar biasa. Selain itu, Nabi Sulaiman juga dapat mengerti dan dapat berbicara menggunakan bahasa binatang. Tidak berhenti sampai di situ saja, berkat mukjizat yang diberikan kepadanya, anginpun juga mau tunduk dan menuruti kehendak Nabi Sulaiman.

Nabi Ilyas As

Nabi Ilyas adalah utusan Allah untuk kaum Bani Israil. Kaum Bani Israel merupakan kaum yang gemar menyembah berhala berupa patung. Patung berhala tersebut diberi nama Ba’al. Akan tetapi, kaum tersebut masih mengingkari apa yang diajarkan oleh Nabi Ilyas.

Sehingga Allah menurunkan azab pedih bagi mereka. Musim kemarau yang berkepanjangan serta hujan yang tidak mampu menyentuh bumi merupakan azab yang diturunkan Allah kepada Nabi Ilyas.

Hal inilah yang menjadikan kaum Bani Israel insaf. Namun ternyata itu hanya bersifat sementara waktu. Ketika rahmat Allah sudah datang, mereka kembali ingkar atas rahmat dari Allah SWT. Hingga akhirnya Allah kembali menurunkan azabnya.

Nabi Ilyasa As

Setelah Nabi Ilyas, maka kisah selanjutnya yaitu Nabi Ilyasa. Nabi Ilyasa adalah anak angkat dari Nabi Ilyas. Nabi Ilyasa diberikan tugas untuk melanjutkan dakwah dari sang ayah untuk kaum Bani Israil. Nabi Ilyasa juga dikategorikan sebagai seorang hamba yang terbaik. Mukjizat yang diberikan kepada nabi Ilyasa yaitu beliau mampu menghidupkan orang yang sudah meninggal.

Nabi Yunus As

Nabi Yunus merupakan seorang nabi yang berusaha untuk menyebarkan ajaran Allah. Namun ternyata beliau tidak mendapatkan sambutan baik dari kaum Assyria di Ninawa. Ketika Nabi Yunus hendak melakukan perjalanan dari Ninawa, kapal yang ditumpangi terguncang angin topan. Pada saat itu sang nahkoda meminta agar salah satu dari penumpang diturunkan supaya yang lainnya terselamatkan.

Kemudian diputuskan jika Nabi Yunus akan dikorbankan, demi keselamatan penumpang lainnya. Mukjizat Allah sangat jelas kepada hambaNya, nabi Yunus dimakan seekor ikan, dan beliau masih hidup di dalam perut ikan tersebut.

Nabi Zakaria As

Nabi Zakaria adalah nabi utusan Allah untuk kaum Bani Israil yang tinggal di Palestina. Nabi Zakaria baru diberi karunia keturunan, saat usianya telah uzur atau tua. Hal ini dikarenakan Nabi Zakaria memiliki seorang istri yang mandul.

Namun Nabi Zakaria tidak menyerah, beliau selalu memanjatkan doa kepada Allah. Ternyata Allah mengabulkan dan mengirimkan Nabi Yahya, sebagai anak sebagai keturunan Nabi Zakaria itu.

Nabi Yahya As

Nabi Yahya lahir saat ayahnya, yaitu Nabi Zakaria sudah berusia lanjut. Allah membekali Nabi Yahya berupa kemampuan untuk bisa mengetahui syariat. Nabi Yahya mampu memutuskan perkara manusia sejak kecil. Nabi Yahya merupakan seorang yang sangat rajin dan gemar membaca.

Tidak hanya bisa menyelesaikan persoalan di antara manusia. Nabi Yahya juga bisa memberikan penjelasan kepada mereka mengenai rahasia-rahasia agama. Tidak hanya itu saja, beliau juga mengenalkan mereka pada jalan kebenaran serta mengingatkan, kesalahan atau kekeliruan.

Nabi Isa As

Nabi Isa merupakan seorang Nabi yang dikaruniai kitab injil dari Allah. Namun ternyata bukan hanya kitab Injil saja yang dikaruniakan kepadanya. Nabi Isa juga dapat berbicara dengan manusia lainnya saat masih berada di dalam kandungan.

Nabi Isa merupakan Seorang nabi yang lahir tanpa seorang ayah. Nabi Isa mampu membentuk tanah menyerupai bentuk seekor burung kemudian meniupnya dan tanah itu pun menjadi burung.

Tidak hanya itu saja, Nabi Isa juga mampu menghidupkan orang yang buta. Mampu menghidupkan orang yang sudah meninggal. Menghadirkan makanan makanan dari langit. Dan Nabi Isa akhirnya diangkat ke langit oleh Allah saat orang-orang Yahudi berusaha menyalibnya.

Nabi Muhammad SAW

Mukjizat yg diberikan Nabi Muhammad merupakan kemampuan yang sangat luar biasa yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad sebagai pembuktian kenabiannya. Nabi Muhammad dibekali mukjizat terbesar yaitu Al Quran Al karim.

Tidak hanya itu saja, beliau juga dikaruniakan sebuah peristiwa yang luar biasa. Israj dan Mikraj kepada Nabi Muhammad merupakan sebuah peristiwa luar biasa diberikan kepada Nabi Muhammad. Pengutusan Nabi Muhammad berbeda dengan nabi-nabi yang sebelumnya. Nabi Muhammad merupakan nabi yang diutus untuk seluruh umat. Berbeda dengan nabi dan rasul terdahulu, yang hanya khusus untuk kaum mereka pada waktu itu saja.

Demikian ulasan singkat tentang Kisah 25 Nabi & Rasul : Nama, Mujizat dan Sejarahnya (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Inilah Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW

Inilah Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW – Allah SWT mengutus nabi Muhammad SAW sebagai seorang rasul sekaligus pemimpin bagi umat muslim. Allah menganugrahi Rasulullah berbagai rahmat dan segala keistimewaan. Rasulullah SAW diutus Allah SWT dengan segala kebaikan dan akhlak yang mulia dimana ada keteladan padanya. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah Surat Al Ahzab ayat 21 yang bunyinya:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al Ahzab  21)

Inilah Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW

Dari beberapa kisah yang wajib kita ketahui selain Sifat Wajib Allah, kita juga harus mengetahui sifat dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Adapun keteladanan nabi dan kisah Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

Memiliki kewaspadaan yang tinggi

Pada suatu malam Aisyah RA mendapati Rasulullah SAW tidak bisa tidur dan hanya membolak-balik tubuhnya diatas ranjang penuh dengan gelisah. Ia pun bertanya,

“Wahai Rasulullah, mengapa tidak tidur semalaman?” Rasulullah lalu menjawab, “Hari ini aku menemukan sebuah kurma di tengah jalan, kemudian aku ambil buah itu dan memakannya karena aku pikir lebih baik dimakan daripada busuk dan terbuang sia-sia, sekarang aku merasa gelisah karena siapa tahu jika kurma yang kumakan itu termasuk harta sedekah.”

Memotong lidah seseorang

Nabi Muhammad SAW tidak pernah berkata ataupun berlaku kasar kepada mereka yang selalu menghinanya. Pernah pada suatu kisah menceritakan tentang bagaimana Rasulullah SAW memotong lidah seseorang.

Diceritakan dalam sejarah islam pada saat perang Hunain yang mana melawan Suku Hawazin dan Quraisy dipimpin oleh Alabak. Rasulullah Saw dan pasukannya berhasil mengalahkan kaum Quraisy dan mendapatkan banyak harta rampasan perang. Rasulullah sedang membagi-bagikan empat perlima dari harta rampasan perang yang diperoleh kepada orang-orang ikut berperang.

Sedangkan seperlimanya untuk Rasulullah sendiri dan dibagikannya kepada anggota keluarga yang beliau kehendaki. Dari salah seorang penerima, Abbas seorang penyair merasa tidak puas atas apa yang ia peroleh dan ia mengumpat Rasulullah SAW dengan cara membacakan syair yang tidak mengenakkan. Rasulullah mendengar syair tersebut kemudian tersenyum dan berkata“Bawa orang itu pergi dari sini dan potong saja lidahnya!”

Umar yang saat itu sedang marah melihat perbuatan Abbas hampir saja melaksanakan perintah Rasulullah untuk memotong lidahnya namun Ali tiba-tiba menyeret Abbas dan membawanya ke lapangandimana binatang ternak rampasan dikumpulkan. “Ambillah sebanyak yang kau mau” “Apa?” Tanya Abbas kepada Ali dengan rasa tak percaya. “Beginikah cara Nabi memotong lidahku? Demi Allah, aku tidak akan mengambil sedikitpun harta ini“kata Abbassambil menahan malu.

Sikap Rasul terhadap hamba sahaya

Seorang hamba sahaya yang bernama Zaid sebelum masuk Islam adalah seorang Nasrani. Ia ikut berpergian dalam suatu kafilah namun ada suatu gerombolan perampok yang menghadang mereka. Kemudian ia dijual dan jatuh ketangan Hakim yang mana Zaid diahadiahkan kepada Khadijah yaitu istri Nabi Muhammad SAW.

Suatu hari beberapa orang melihat Zaid yang pada saat itu berada di Mekkah. Kemudian mereka memberitahukan kepada ayah Zaid, yang mana kedua orang tua Zaid mencarinya kemana – mana sampai hampir putus asa. Ketika mendengar hal tersebut sang ayah langsung pergi ke Mekah untuk melihat dan menjemputnya.

Saat tiba di Mekah, Rasul bertemu dengan ayah Zaid dan di mata sang ayah yang terlihat berduka menyentuh hati Rasulullah dan kemudian ia memerdekan Zaid tanpa syarat apapun. Meskipun demikian. Zaid menolak pergi dan ia berkata, “Aku tidak akan pergi, aku lebih mencintain engkau daripada ayah dan ibu kandungku sendiri.

Perilaku Rasul terhadap orang lain

Pada suatu hari seorang lelaki meminta ijin untuk berbicara kepada Nabi Muhammad. Kemudian beliau berkata pada Aisyah Ra untuk mengizinkannya masuk. Beliau juga menyampaikan “Biarkan dia masuk, orang ini dikenal orang yang paling buruk dikabilahnya,” kata Rasulullah. Kemudian Aisyah mengizinkannya masuk dan pria itu langsung duduk di depan Rasulullah SAW. Saat berbicara dengannya, Rasul bertutur kata ramah dan penuh perhatian. Hal ini membuat istri Rasul, Aisyah heran dan bertanya kepada beliau saat pria tersebut telah pergi.

Aisyah bertanya kepada Rasulullah, “Engkau menganggap orang kisah teladan nabi muhammad secara singkatitu kasar dan buruk namun mengapa engkau berbicara dengannya dengan ramah dan lemah-lembut serta rasa hormat?”Rasulullah menjawab, “Aisyah, pria itu adalah orang yang paling buruk di dunia ini karena ia tidak mau bergaul dengan orang lain karena ia mengaggap orang lain lebih buruk darinya.”

Tidak suka menyimpan harta dalam rumahnya

Pada Saat kondisi kesehatan Rasulullah yang semakin memburuk karena sakit yang beliau derita. Beliau bertanya pada istri beliau yaitu Aisyah Ra tentang uang yang ia titipkan padanya sebelum ia sakit. Beliau lupa pernah menitipkan uang dan teringat saat sakit. Rasul bertanya dengan suara parau, “Aisyah, dimana uang yang pernah kutitipkan padamu sebelum sakit?” tolong kau bagikan uang itu di jalan Allah. Karena aku akan malu bertemu Allah SWT yang dicintai,sedangkan dirumahnya masih ada timbunan dan simpanan uang”

Ustadz Ahmad Farraj:

Kalau kita katakan Bahwa Rasulullah SAW. berdekatan dengan Allah atau Allah berdekatan dengan Rasul, apakah ini tidak termasuk tajassud (menganggap Allah berjasad / bertubuh) atau tahayuz (menganggap Allah berdimensi / berukuran / berarah) padahal Dia itu Maha Suci dari yang demikian itu?

Syekh Asy-Sya’rawi:

Telah kita yakini bahwa Allah itu ada, saya katakan bahwa saya juga ada, tetapi apakah wujud Allah itu seperti wujud saya? Saya tahu bahwa saya sekarang sedang berada dalam suatu pertemuan (aayaatinaa …”. Andai kata dia melihat Tuhannya, niscaya hal ini disebutkan secara ekplisit oleh Allah, karena hal ini merupakan perkara besar yang lebih besar dari pada melihatnya Nabi Muhammad kepada ayat-ayat Allah pada waktu Isra’ dan ketika di Sidratul Muntaha. (Tafsir Al-Kabir 7 / 740 yang dikutip oleh Syekh Muhammad Ali Ash Shabuni dalam Shafwatut Tafsir, mujallad 3, Darul Qur’an al-Karim, Beirut, 1402 H 1981 M, hal. 274) – Pen.) dengan sekelompok besar orang dan diliputi oleh televisi, dan Allah pun tahu yang demikian itu.

Apakah tahunya saya ini sama dengan tahunya Allah ?. Misalnya lagi, sya hidup dan Allah juga hidup, apakah hidupnya Allah seperti hidupnya saya? Kalau begitu, mengapa berdekatannya Allah dengan Rasul atau berdekatannya Rasul dengan Allah dikatakan seperti berdekatannya saya dengan anda?

Selama kita mengakui bahwa Allah itu Maha Suci, maka harus kita nisbatkan perumpamaan untuk Allah itu kepada kemahasucian-Nya. Kalau dikatan bahwa “Allah bersemayam di atas Arsy…. “. sedang kita sendiri juga sering duduk di atas kursi, maka apakah bersemayamnya Allah itu sama dengan duduk kita, apakah bersemayamnya Allah itu seperti duduk saya? Jangan anda katakan bahwa istiwaknya Allah seperti istiwak saya, karena saya tidak pernah mengatakan bahwa wujud Allah itu seperti wujud saya.

Saya tidak pernah mengatakan ilmu saya seperti ilmu Allah, tidak pernah mengatakan pengetahuan Allah seperti pengetahuan saya, tidak pernah mengatakan kekayaan-Nya seperti kekayaan saya, tidak pernah mengatakan bahwa hidup-Nya seperti hidup saya.

Kalau mereka mengatakan bahwa berdekatan atau aktifitas “mendekat” itu merupakan sifat bagi benda-benda sedangkan Allah Maha Suci dari sifat-sifat kebendaan, maka kita wajib menisbatkan suatu aktifitas itu kepada pelakunya, kita kembalikan aktifitas “mendekat” di sini kepada Allah Yang Maha Suci dalam Dzat, sifat, dan perbuatan-Nya.

Kalau di dalam suatu hadist disebutkan bahwa Allah turun ke langit dunia pada setiap malam, “Adakah orang yang hendak bertaubat lantas Aku terima taubatnya, atau meminta ampun lalu Aku ampuni…. ?”.

Maka saya tidak menggambarkan turun-Nya itu seperti cara saya turun. Kenapa ?. Karena Dia itu Maha Suci, laisa kamitslihii syai-un, tidak ada sesuatu pun yang seperti Allah. Jika ada suatu sifat yang sama penyebutnya dengan sifat sifat atau aktifitas itu kepada Allah sendiri saja. Kalau ada sifat Allah yang sama penyebutnya dengan sifat saya, maka saya yakin hakekat Allah tidak sama dengan sifat saya, Dia Maha Suci, Dzat-Nya tidak seperti dzat saya, sifat-Nya tidak seperti sifat saya, dan perbuatan-Nya juga tidak seperti perbuatan saya.

Demikian ulasan tentang Inilah Kisah Teladan Nabi Muhammad SAW. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.