Pengertian Sholat Witir, Keutamaan, Cara Dan Doa Lengkap

Pengertian Sholat Witir, Keutamaan, Cara dan Doa Lengkap – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang Shalat Witir. Yang meliputi Pengertian, Keutamaan, tata cara shalat witir, dan bacaan do’a shalat witir dengan pembahasan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan seksama.

Shalat witir yaitu sholat sunnah yang menjadi pungkasan dari shalat sunnah dan juga memiliki keistimewaan. Dilihat dari jumlah rakaatnya minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat yang dilakukan setelah shalat isya dan sebelum masuk fajar, sholat witir paling berbeda dibandingkan sholat sunnah lainnya. 
Begitu istimewanya sholat ini, sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepada sahabat beliau agar senantiasa mengerjakannya, jangan sampai meninggalkannya. Sholat ini pula yang menjadi penutup seluruh sholat malam.

Keutamaan Shalat Witir

Shalat witir memiliki banyak keutamaan atau fadhilah. Kita bisa mengetahuinya melalui sejumlah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

1. Amal yaumiyah Rasulullah

Sholat witir merupakan salah satu amal yaumiyah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau biasa mengerjakan sholat sunnah ini sebagaimana hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:

الْوِتْرُ لَيْسَ بِحَتْمٍ كَهَيْئَةِ الْمَكْتُوبَةِ وَلَكِنَّهُ سُنَّةٌ سَنَّهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Witir bukan keharusan seperti sholat wajib kalian, akan tetapi ia adalah sunnah yang biasa dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (HR. An Nasa’i dan Tirmidzi; shahih lighairihi)

2. Allah mencintai witir

Allah Azza wa Jalla mencintai yang witir. Karenanya, sholat dengan rakaat witir ini pun dicintaiNya. Orang yang mengamalkan sholat sunnah ini juga akan dicintaiNya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَإِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

Sesungghnya Allah itu witir, mencintai yang witir/ganjil (HR. Muslim)

3. Amalan ahli Al Quran

Para ahli Qur’an di kalangan sahabat adalah mereka yang hafal Al Quran dan sangat komitmen untuk mengamalkan serta mendakwahkannya. Mereka merupakan sahabat-sahabat yang utama. Salah satu amalan yang diperintahkan Rasulullah kepada mereka adalah sholat witir, agar semakin dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala.

إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ فَأَوْتِرُوا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ

Sesungguhnya Allah itu witir, mencintai witir, maka lakukanlah sholat witir wahai ahli Al Qur’an (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; shahih)

يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ أَوْتِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

Wahai ahli Al Quran, lakukanlah sholat witir. Karena sesungghnya Allah Azza wa Jalla itu witir, mencintai yang witir. (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majah; shahih)

4. Sangat ditekankan Rasulullah

Sholat witir sangat ditekankan oleh Rasulullah untuk dilakukan para sahabat beliau. Sehingga ketika menganjutkan sholat ini, beliau mengulangi penyebutannya.

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ زَادَكُمْ صَلاَةً صَلُّوهَا فِيمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الصُّبْحِ الْوَتْرُ الْوَتْرُ

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menambahkan satu sholat kepada kalian, maka lakukanlah sholat tersebut di antara sholat Isya dan sholat Subuh, yaitu sholat witir, sholat witir. (HR. Ahmad; shahih)

5. Diwasiatkan dikerjakan setiap hari

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur. (HR. Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Shalat Witir

Sholat ini merupakan salah satu sholat sunnah muakkad, yakni sangat dianjurkan. Disebut shalat witir karena jumlah rakaatnya ganjil. Imam Abu Hanifah berpendapat sholat ini hukumnya wajib, namun pendapat itu tidak kuat.

Baca Juga:  Fiqih : Delapan Golongan Penerima Zakat

1. Waktu shalat witir

Waktu shalat witir terbentang sejak setelah sholat Isya’ hingga terbitnya fajar. Sebagaimana hadits Rasulullah di atas.

Kapan Rasulullah mengerjakan sholat witir? Imam Ahmad meriwayatkannya:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ أَوَّلَ اللَّيْلِ وَأَوْسَطَهُ وَآخِرَهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat witir pada awal malam. Kadang-kadang di pertengahan malam. Kadang-kadang pula di akhir malam. (HR. Ahmad; shahih)

Namun yang paling sering, Rasulullah mengerjakan shalat witir pada akhir malam.

Sayyid Sabiq menjelaskan dalam Fiqih Sunnah, disunnahkan menyegerakan sholat witir pada permulaan malam bagi orang yang khawatir tidak bisa bangun pada akhir malam. Namun bagi orang yang sanggup bangun di akhir malam, disunnahkan mengerjakan witir pada akhir malam.

Tentu yang paling utama adalah pada akhir malam, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Jabir radhiyallahu ‘anhu:

مَنْ خَافَ أَنْ لاَ يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ فَإِنَّ صَلاَةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ

Barangsiapa yang khawatir tidak akan sanggup bangun pada akhir malam, hendaknya ia berwitir pada permulaan malam. Dan barangsiapa yang merasa sanggup bangun pada akhir malam, hendaknya ia berwitir pada akhir malam itu. Sebab mengerjakan sholat pada akhir malam itu disaksikan malaikat yang demikian itu lebih utama. (HR. Muslim)

2. Bilangan atau jumlah rakaat

Sesuai namanya, sholat witir adalah sholat sunnah yang jumlah rakaatnya ganjil. Minimal satu rakaat, bisa pula tiga rakaat, lima rakaat atau tujuh rakaat.

Sa’ad bin Abi Waqash radhiyallahu ‘anhu merupakan contoh sahabat Nabi yang mengerjakan sholat witir satu rakaat setelah sholat isya’ di Masjid Nabawi. Ia pernah ditanya, “Engkau hanya berwitir satu rakaat saja dan tidak menambahnya?”

Sa’ad menjawab, “Iya, karena aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:

الَّذِى لاَ يَنَامُ حَتَّى يُوتِرَ حَازِمٌ

Orang yang tidak tidur dulu sebelum berwitir adalah orang yang suka berhati-hati (HR. Ahmad; hasan)

3. Tata cara

Dalam mengerjakan shalat witir, boleh dikerjakan dua rakaat-dua rakaat kemudian diakhiri dengan satu rakaat, dengan masing-masing satu tasyahud dan satu kali salam. Boleh pula keseluruhan rakaat sekaligus dengan satu kali salam.

Untuk tiga rakaat atau lebih dengan sekali salam ini, boleh degan dua tasyahud sekali salam, boleh pula hanya dengan satu tasyahud di rakaat terakhir saja, sebagaimana hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبْعٍ أَوْ بِخَمْسٍ لَا يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِتَسْلِيمٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwitir tujuh atau lima rakaat secara bersambung dan tidak dipisahkan dengan salam (HR. An Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Juga hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى مِنَ اللَّيْلِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ لاَ يَجْلِسُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ فِى آخِرِهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat malam 13 rakaat, termasuk di dalamnya sholat witir lima rakaat. Beliau tidak duduk tasyahud kecuali pada rakaat yang terakhir. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bacaan Niat Shalat Witir dan Doa Setelah Shalat Witir

Niat Shalat Sunah Witir meruppakan Niat Sholat Witir dg 2 (Dua) Raka’at dan sudah saya buatkan sangat lengkap karena ada terjemahan dan artianya dlm bahasa indonesia sehingga dpt memudahkan anda dlm membaca-nya dan menghafalkan dirumah.

Baca Juga:  Fiqih : Yang Tertinggal dalam Shalat

Terjemahan Niat Shalat Witir Dua Rakaat, ” USHALLI SUNNATAL WITRI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA ”. daan Artian Niat Shalat Witir Bahasa Indonesia, ” Niat Shalat Sunah Witir Dua Raka’at karena Alloh Ta’alaa ”. Sedangkan untuk Niat Shalat Witir Satu Raka’at dibawah ini.

Terjemahan Latin Niat Shalat Witir Satu Rakaat, ” USHALLI SUNNATAL WITRI RAK’ATAN LILLAAHI TA’AALAA ”. Artian Bahasa Indonesiia, ” Niat Shalat Sunah Witir Satu Raka’at Karena Alloh Ta’alaa”.

Seperti biasa, setelah selesai shalat maka diteruskan dengan wirid dan dzikir yang kemudian dilanjutkan dengan membaca doa setelah shalat. Begitu juga ketika melaksanakan shalat sunnah witir, maka dianjurkan untuk membaca doa sesudah shalat witir.

Sebagaimana yang sudah kami sampaikan sebelumnya, bahwa shalat witir adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) yang mempunyai banyak hikmah dan keutamaan. Di antara dalil yang menujukkan keutamaan dan sekaligus di sunnahkannya salat witir adalah hadits Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu bahwa menceritakan: Rasulullah pernah berwitir, kemudian bersabda: “Wahai ahli Qur’an lakukanlah salat witir, sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai sesuatu yang ganjil”. Shalat witir adalah shalat sunnah yang bilangan raka’atnya ganjil yaitu minimal 1 raka’at dan sebanyak-banyaknya 11 raka’at.
Adapun untuk bacaan doa setelah shalat witir dalam bahasa arab, tulisan latin lengkap dengan artinya adalah sebagai berikut :


اَللهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًاقَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ، اَللهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخُشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللهُ يَااَللهُ يَااَللهُ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. 


ALLAHUMMA INNAA NAS’ALUKA IIMAANAN DAA’IMAN, WANAS’ALUKA QALBAN KHAASYI’AN, WANAS’ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN, WANAS’ALUKA YAQIINAN SHAADIQON, WANAS’ALUKA ‘AMALAN SHAALIHAN, WANAS’ALUKA DIINAN QAYYIMAN, WANAS’ALUKA KHAIRAN KATSIIRAN, WANAS’ALUKAL ‘AFWA WAL’AAFIYATA, WANAS’ALUKA TAMAAMAL ‘AAFIYATI, WANAS’ALUKASY SYUKRA ‘ALAL ‘AAFIYATI, WANAS’ALUKAL GHINAA’A ‘ANINNAASI. ALLAAHUMMA RABBANAA TAQABBAL MINNAA SHALAATANAA WASHIYAAMANAA WAQIYAAMANAA WATAKHUSY-SYU’ANAA WATADHORRU’ANAA WATA’ABBUDANAA WATAMMIM TAQSHIIRANAA YAA ALLAAHU YAA ALLAAHU YAA ALLAAHU YAA ARHAMAR RAAHIMIINA. WASHALLALLAAHU ‘ALAA KHAIRI KHALQIHI MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHI WASHAHBIHI AJMA’IINA, WALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIINA.

Artinya : Wahai Allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Ya Allah, Tuhan kami. Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian atau kekurangan kami, Wahai Allah Wahai Allah Wahai Allah Wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara para penyayang. Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baiknya makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.

Demikianlah telah dijelaskan tentang Pengertian Sholat Witir, Keutamaan, Cara dan Doa Lengkap semoga dapat bemanfaat sehingga menambah wawasan dan pengetahuan kalian.