Pengertian Hadist, Sanad, Matan, Rawi, dan Macam Hadist

Pengertian Hadist, Sanad, Matan, Rawi, dan Macam Hadist – Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan tentang Hadist. Yang meliputi Pengertian Sanad, Matan, Rawi, dan Macam-Macam Hadist dengan pembahasan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan seksama.

A. Pengertian Hadist, Sanad, Rawi dan Matan

Hadits adalah segala perkataan (sabda), secara terminologi/bahasa hadits berasal dari kata hadits yang jama’nya adalah ahaadits meliputi berbagai macam arti yaitu al-jadid ( sesuatu yang baru), al-qarib (sesuatu yang dekat), dan al-khabar (kabar berita). Sedangkan secara istilah hadits yaitu segala bentuk perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan Rasulullah SAW. yang dijadikan sebagai hukum dalam agama islam. Hadits menjadi sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an diikuti Ijma’ dan Qiyas.

Adapun yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya ada tujuh ulama yang dikenal Imam Sab’ah (Imam Tujuh), adalah Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa’i, dan Imam Ibnu Majah. 
Sanad adalah seorang yang menuturkan hadits atau meriwayatkannya, atau mudahnya adalah orang yang menuturkan hadits atau periwayat hadits yang dimulai dari orang yang mencatat hadits tersebut hingga sampai ke Rasulullah.

Matan yaitu isi atau redaksi hadits baik berupa sabda Nabi Muhammad SAW, maupun berupa perbuatan Nabi Muhammad SAW yang diceritakan oleh sahabat atau berupa taqrirnya. 
Selain sanad ada pula rawi, yakni orang yang menyampaikan hadits.

 Ciri-ciri ideal seorang rawi 

  • Bukan pendusta atau tidak dituduh sebagai pendusta.
  • Tidak banyak salahnya, Teliti.
  • Tidak fasik.
  • Tidak dikenal sebagai orang yang ragu-ragu (peragu).
  • Bukan ahli bid’ah.
  • Kuat daya ingatannya (hafalannya).
  • Tidak sering bertentangan dengan rawi-rawi yang kuat.
  • Sekurangnya dikenal oleh dua orang ahli hadits pada jamannya.

    B. Macam-Macam Hadits

    Ditinjau dari segi nilai sanad, hadits dikelompokkan dalam tiga macam, shohih, hasan, dan dhoif.

    1. Hadits Shohih 

    yaitu hadits yang cukup sanadnya dari awal sampai akhir dan oleh orang-orang yang sempurna hafalannya. Adapun beberapa ketentuan hadits shohih adalah: Sanadnya bersambung, Perawinya adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga kehormatan dirinya (muruah), Dhobit, yakni memiliki ingatan dan hafalan yang sempurna serta mampu menyampaikan hafalan itu kapan saja dikehendaki; dan Hadits yang diriwayatkannya tidak bertentangan dengan hadits mutawatir atau dengan ayat al-Qur`an.

    Baca Juga:  Keutamaan Shalat Tarawih, Hukum Dan Dalil Lengkap

    2.  Hadits Hasan

    yaitu hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil, namun tidak sempurna hafalannya.

    3. Hadits Dhoif (lemah) 

    yaitu hadits yang tidak memenuhi syarat shohih dan hasan yang diriwayatkan oleh orang yang tidak adil dan tidak dhobit, syadz dan cacat. 
    Hadits Dhoif ditinjau dari segi keterputusan sanad, terbagi menjadi lima macam:
    • Hadits Mursal, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh tabi`in dengan menyebutkan ia menerimanya langsung dari Nabi Muhammad SAW., padahal Tabi`in (generasi setelah sahabat) tidaklah mungkin bertemu dengan nabi.
    • Hadits Munqothi` yaitu hadits yang salah seorang rawinya gugur (tidak disebutkan namanya) tidak saja pada sahabat, namun bisa terjadi pada rawi yang di tengah atau di akhir;
    • Hadits al-Mu`adhdhol, yaitu hadits yang dua orang atau lebih dari perawinya setelah sahabat secara berurutan tidak disebutkan dalam rangkaian sanad;
    • Hadits Mudallas, yaitu hadits yang rawinya meriwayatkan hadits tersebut dari orang yang sezaman dengannya, tetapi tidak menerimanya secara langsung dari yang bersangkutan;
    • Hadits Mu`allal, yaitu hadits yang kelihatannya selamat, tetapi sesungguhnya memiliki cacat yang tersembunyi, baik pada sanad maupun pada matannya.
    Ditinjau dari segi lain-lainnya, hadits dhoif terbagi dalam 10 macam:
    • Hadits Mudhthorib, yaitu hadits yang kemampuan ingatan dan pemahaman periwayatnya kurang atau tidak sama dan kontradiksi dengan yang dikompromikan.
    • Hadits Maqlub, yaitu hadits yang terjadi pembalikan di dalamnya, baik pada sanad, nama periwayat, maupun matannya (isi Hadits).
    • Hadits Mudho`af, yaitu hadits yang lemah matan dan sanadnya sehingga diperselisihkan oleh para `ulama. Contohnya, “asal segala penyakit adalah dingin.“ (HR. Anas dengan sanad yang lemah).
    • Hadits Syaadz, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang rawi yang tshiqoh (terpercaya), yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi (periwayat / pembawa) yang terpercaya pula. Demikian menurut sebagian ulama Hijaz sehingga hadits syadz jarang dihapal ulama hadits. Sedang yang banyak dihapal ulama hadits disebut juga hadits Mahfudz.
    • Hadits Mungkar, yaitu Hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya / jujur.
    • Hadits Matruuk, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seseorang yang dituduh suka berdusta, nyata kefasikannya, ragu dalam periwayatan, atau pelupa.
    • Hadits Mu’allal, Yaitu Hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat yang tersembunyi. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bahwa hadis Mu’allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. Hadits ini biasa disebut juga dengan hadits Ma’lul (yang dicacati) atau disebut juga hadits Mu’tal (hadits sakit atau cacat).
    • Hadits Munqalib, yaitu Hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah.
    • Hadits Mudraj, yaitu Hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang didalamnya terdapat tambahan yang bukan hadits, baik keterangan tambahan dari perawi sendiri atau lainnya.
    • Hadits Maudhu’, yaitu Hadits yang dilarang, yaitu hadits dalam sanadnya terdapat perawi yang berdusta atau dituduh dusta. Jadi hadits itu adalah hasil karangannya sendiri bahkan tidak pantas disebut hadits. 

    Beberapa pengertian dalam ilmu hadits

    • Muttafaq ‘Alaih, yaitu Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang sama, atau dikenal juga dengan Hadits Bukhari – Muslim. 
    • As Sab’ah, yaitu berarti tujuh perawi, yaitu: Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Tirmidzi, Imam Nasa’i dan Imam Ibnu Majah 
    • As Sittah, yaitu enam perawi yang tersebut pada As Sab’ah, kecuali Imam Ahmad bin Hambal. 
    • Al Khamsah,  yaitu lima perawi yang tersebut pada As Sab’ah, kecuali Imam Bukhari dan Imam Muslim. 
    • Al Arba’ah, yaitu empat perawi yang tersebut pada As Sab’ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari dan Imam Muslim. 
    • Ats tsalatsah, yaitu tiga perawi yang tersebut pada As Sab’ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim dan Ibnu Majah. 
    Baca Juga:  Inilah 10 Cara Melatih Kedisiplinan Anak Sejak Dini

    Demikianlah telah dijelaskan tentang Pengertian Hadist, Sanad, Matan, Rawi, dan Macam Hadist  semoga dapat bemanfaat sehingga menambah wawasan dan pengetahuan kalian.