√ Bacaan Doa Sesudah Wudhu Arab Dan Terjemahnya (Bahas Lengkap)

Bacaan Doa Sesudah Wudhu Arab Dan Terjemahnya (Bahas Lengkap) – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas tentang Doa Sesudah Wudhu. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan bacaan doa sesudaha wudhu baik dalam bentuk bahasa arab, latin dan terjemahnya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya yuk simak ulasan berikut ini.

Bacaan Doa Sesudah Wudhu Arab Dan Terjemahnya (Bahas Lengkap)

Sebelum melaksanakan sholat wajib ataupun sholat sunnah, harus dalam keadaan terbebas dari hadast besar dan kecil. Untuk hadast besar disucikan dengan melakukan mandi junub atau mandi besar.

Sedangkan untuk mensucikan hadast kecil dilakukan dengan berwudhu. Ketika berwudhu dianjurkan untuk membaca niat dan doa sebelum wudhu dan doa sesudah wudhu agar wudhunya sempurna.

Memang doa yang dimaksud tidak termasuk dalam rukun wudhu. Karena mengingat keutamaan doa-doa dalam bewudhu maka alangkah baiknya kita tetap membaca doa sebelum wudhu dan sesudah wudhu yang benar.

Melakukan wudhu tidak hanya dilakukan ketika akan sholat saja. Berwudhu juga disunnahkan kepada kita ketika hendak pergi keluar rumah, pergi ke masjid, menyentuh atau memegang Al Qur’an, saat mau pergi tidur atau saat menghadapi masalah.

Dalil Firman Allah SWT Tentang Kewajiban Wudhu

Wudhu dambil dari bahasanya artinya adalah bersih atau indah. Namun menurut syara’ artinya adalah membersihkan anggota-anggota bagian tubuh untuk menghilangkan hadast kecil. Wudhu adalah salah satu syarat sah Sholat seperti dalam Al-Qur’an surat Al-maidah ayat 6 sebagai berikut.

Allah SWT berfirman mengenai kewajiban wudhu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Bacaan kewajiban wudhu dalam latin

“Ya ayyuhalladzina amanu idza kumtum ilas salati fagsilu wujuhakum wa aydiyakum ilal marafikı wamsahu bi ruusikum wa arjulakum ilal ka’bayn (ka’bayni).”

Arti dalam bahasa Indonesia

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian ingin melaksanakan shalat, basuhlah wajah dan tangan kalian sampai ke siku, dan usaplah kepala kalian dan (basuhlah) kaki kalian sampai kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)

Ini menunjukkan bahwa wudhu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari orang Islam. Kaum muslimin dan muslimah harus mengerti dan paham niat wudhu, doa sebelum wudhu yang benar, tata cara wudhu dan doa sesudah wudhu yang benar.

Dengan demikian hampir setiap hari kita berwudhu. Otomatis kita akan selalu membaca doa sebelum wudhu maupun doa sesudah wudhu di kegiatan harian kita. Sehingga kita harus mempelajari, memahami bahkan menghafalkan doa ini. Dan kita akan mendapatkan manfaat wudhu dan keutamaan dari berwudhu tersebut. Selain hati tenang, wajah juga akan berseri-seri setiap hari.

Kali ini Pengetahuan Islam akan mengulas tentang lafaldz niat wudhu yang dibaca saat sebelum wudhu, dan doa sesudah wudhu. Untuk memudahkan dalam memahami maka akan disertai dalam bahasa Arab, bahasa latin dan terjemahan dalam bahasa Indonesia.

Doa Sebelum Wudhu (Arab, Latin, Terjemahan)

Ketika kita setiap akan memulai aktifitas dianjurkan kita selalu diawali dengan membaca “Basmallah”. Termasuk ketika akan mengerjakan berwudhu kita juga dianjurkan membaca “Basmallah”.

Setelah itu diawali dengan membaca niat wudhu dalam hati dan lisan. Hal ini dikarenakan niat adalah salah satu sahnya amalan atau pekerjaan dalam beribadah. Niat adalah kunci yang akan membuka pintu-pintu pahala dari Allah swt. Setelah niat dalam hati kemudian diucapkan sebagai doa sebelum wudhu karena Allah swt untuk mendapatkan petunjuk-Nya.

Bacaan sebelum wudhu arab

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan sebelum wudhu latin

“Nawaitul whudu-a lirof’il hadatsii ashghori fardhol lillaahi ta’aalaa”

Terjemahan arti doa sebelum wudhu

Artinya:

“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta’ala”

Doa Sesudah Wudhu (Arab, Latin, Terjemahan)

Setelah selesai melakukan wudhu, dianjurkan untuk membaca doa sesudah wudhu. Doa ini tidak serta merta harus langsung dibaca setelah selesai langkah wudhu terakhir yaitu membasuh kaki. Doa sesudah wudhu yang benar ini bisa dibaca setelah keluar dari tempat wudhu atau sebelum masuk masjid ketika di masjid.

Hal ini dikarenakan mungkin tempat wudhu-nya akan dipakai banyak orang atau ada antrian jamaah yang mau berwudhu juga. Kalau kita berwudhu di kamar mandi doa setelah wudhu bisa diucapkan ketika sudah keluar kamar mandi.

Bacaan doa sesudah wudhu arab

اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَاالتَّوَّابِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِىْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Bacaan doa sesudah wudhu latin

“Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu. Wa asyhadu anna Muhammadan’abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j alnii minattabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alnii min ‘ibadatishalihin.”

Terjemahan arti doa sesudah wudhu

Artinya

“Saya bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya . Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah saya orang yang ahli taubat, dan jadikanlah saya orang yang suci, dan jadikanlah saya dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh.”

Tata Cara Wudhu Sesuai dengan Sunnah Rossul

Dalam berwudhu juga terdapat adab atau taca cara dan urutan yang benar. Dimulai dari niat hingga tertib sesuai rikun-rukun wudhu, karena rukun ini sekaligus menjadi langkah-langkah dan tata cara berwudhu. Berikut ulasan dan penjelasan tentang rukun-rukun wudhu.

  1. Membaca Niat

Rukun wudhu yang pertama adalah membaca niat. Niat dalam hal ini hendak melaksanakan wudhu dan diniati dalam hati, sebelum diucapkan dengan lisan. Karena dalam Islam setiap kebaikan atau ibadah hendaklah diawali dengan niat dari dalam hati sebelum diucapkan ataupun dilakukan.

Rosulullah saw sendiri dalam sabdanya menjelaskan bahwa perbuatan seseorang itu tergantung pada niatnya, dan akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang telah diniatkannya. Dalam berwudhu juga wajib hukumnya untuk berniat wudhu di dalam hati kemudian disusul dengan membaca niat wudhu. Bacaan niat wudhu dilakukan sebelum wudhu.

  1. Membasuh Wajah

Setelah membaca niat wudhu, kemudian dilanjutkan dengan membasuh wajah dan air mengenai semua bagian wajah. Area wajah yang dibasuh dengan air adalah dari kening hingga dagu, dan kedua pipi sampai dengan pinggir telinga.

Khusus untuk laki-laki yang memiliki jenggot panjangl, disunnahkan untuk membasahi jenggotnya dengan menekan-nekan jenggot tersebut agar air bisa sampai ke kulit yang tertutup jenggot tersebut.

  1. Membasuh Kedua Tangan Hingga Mencapai Siku

Langkah berikutnya adalah membasuh kedua tangan hingga mencapai siku. Hal ini sesuai dengan yang difirmankan oleh Allah dalam Al Qur’an surat Al Maaidah ayat 6 yang artinya adalah “Dan basuhlah tangan-tanganmu hingga siku”.

  1. Mengusap Sebagian Kepala

Langkah berikutnya adalah mengusap sebagian kepala. Mengusap kepala ini berbeda dengan membasuh muka. Mengusap sebagian kepala ini untuk mengenai air ke rambut. Walaupun tidak membasuh semua rambut, cukup rambut bagian depn saja.

  1. Membasuh Kedua Kaki Hingga Mencapai Mata Kaki

Langkah selanjutnya adalah membasuh kedua kaki hingga mata kaki. Hal ini sesuai dengan yang difirmankan oleh Allah dalam Al Qur’an surat Al Maaidah ayat 6 yang artinya adalah “Basuhlah kaki kalian sampai kedua mata kaki”.

Rasulullah saw menganjurkan agar berhati-hati ketika membasuh kaki, pastikan air membasahi kedua mata kaki. Untuk menghindari air tidak membasahi mata kaki yaitu dengan membasuh kaki sampai dengan betis jadi air akan mengenai mata kaki.

  1. Tertib

Rukun wudhu yang terakhir adalah tertib. Tertib artinya langkah-lagkah dalam berwudhu diatas sesuai dengan urutannya dan tidak boleh lompat-lompat langkahnya. Jika urutannya tidak urut maka wudhu kita tidak sah. Untuk itu selain memhami dan menghafal doa sebelum wudhu dan doa sesudah wudhu, pastikan pahami juga urutan rukun-rukun wudhu ini agar wudhu kita sah dan sempurna.

Sunnah-sunnah dalam Wudhu

Selain rukun dan langkah-langkah wudhu terdapat sunnah-sunnah wudhu sebagai pelengkap sempurnanya wudhu dalam membersihkan hadast kecil dalam tubuh kita.

Berikut Sunnah-sunnah dalam Wudhu

  • Membaca Basmalah
  • Membasuh dua telapak tangan hingga pergelangan tangan
  • Berkumur-kumur
  • Menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya
  • Menyela-nyela jenggot yang tebal bagi laki-laki berjenggot agar air terkena kulit yang tertutup jenggot
  • Menyela-nyela jari tangan
  • Mengusap semua bagian kepala dengan air
  • Mengusap kedua telinga luar maupun dalam
  • Menyela-nyela jari kaki
  • Membasuh ataupun mengusap anggota wudhu sebanyak 3 kali
  • Mendahulukan bagian yang kanan dibandingkan yang kiri
  • Memperpanjang basuhan di sebagian kepala yang bagian depan. sebelah atas siku dan mata kaki
  • Tidak berlebihan dalam menggunakan air
  • Menghadap kiblat
  • Tidak berbicara ketika sedang berwudhu
  • Membaca doa setelah selesai berwudhu

Jenis Air untuk Berwudhu

Dalam berwudhu dianjurkan menggunakan air yang suci dan mensucikan. Walaupun kalau tiak ada air bisa diganti dengan tayamum atau berwudhu dengan membasuhkan telapak tangan dengan debu. Tapi lebih utama menggunakan air kalau memang masih bisa dijumpai air di sekitar Anda.

Jenis air yang sah jika digunakan untuk berwudhu

  1. Air sumur
  2. Air kolah atau air dalam tangki besar seperti kolam
  3. Air hujan
  4. Air sungai yang mengalir
  5. Air dari lelehan salju atau es batu

Jenis air yang tidak sah jika digunakan untuk berwudhu

  • Air najis atau air kotor yang tidak bisa mensucikan.
  • Air dari pohon atau air sari buah.
  • Air dengan jumlah yang sedikit (kurang dari 1000 liter) yang sudah tercemar misalnya terkena urin, darah atau minuman beralkohol atau ada binatang yang mati di dalamnya.
  • Air yang sudah tidak jernih atau berubah warnanya, berbau dan sudah berubah karena ada yang direndam dalam air tersebut.
  • Air yang bekas yang sudah diminum oleh binatang haram seperti anjing, babi atau binatang mangsa.
  • Air bekas atau sisa orang mabuk karena minuman keras.

Dalam postingan ini sudah dijelaskan tentang doa sebelum wudhu arab, latin dan terjemahan. Juga sudah dijelaskan tentang doa sesudah wudhu arab, latin dan terjemahan. Silahkan pahami dan hafalkan doa-doa tersebut dan pastikan berwudhu dengan air yang mensucikan.

Demikian informasi tentang Bacaan Doa Sesudah Wudhu Arab Dan Terjemahnya (Bahas Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Bagaimana Hukum Tidak Membaca Doa Setelah Wudhu

Bagaimana Hukum Tidak Membaca Doa Setelah Wudhu

Bagaimana Hukum Tidak Membaca Doa Setelah Wudhu – Pada kesempatan ini akan membahas tentang Wudhu. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan tentang bagaimana hukum bagi seseorang seusai wudhu tidak membaca doa dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih detailnya silahkan simak artikel Pengetahuan Islam berikut ini dengan seksama.

Bagaimana Hukum Tidak Membaca Doa Setelah Wudhu

Dianjurkan bagi seseorang selesai berwudhu disunahkan membaca doa sambil menghadap ke arah kiblat dengan mengangkat kedua belah tangan.

Jika wudhu dilakukan dikamar mandi yang ada WC-nya, hendaknya dilakukan diluar kamar mandi tersebut. Hukum doa sesudah Wudhu adalah sunah, meskipun hukumnya sunah alangkah baik kita mengamalkannya.

Doa Sesudah Wudhu

Lafaz doa sesudah Wudhu sebagai berikut:

أَشْهَدُ اَنْ لاَإِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَوَجْعَلْنَيْ مِن عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah, Wahdahu Laa Syariika Lahu, Wa Asyhadu Anna Muhammadan ‘Abduhu Wa Rasuluh. Allahumma J’alnii Minat-Tawwabiina, Waj’alnii Minal-Mutathahiriina Waj’alnii Min ‘Ibaadikash-Shalihin.”

Artinya :

Aku bersaksi Tiada Tuhan melainkan Allah Yang Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamb-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli tobat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Penting Membaca Doa Sesudah Wudhu

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

Artinya :

Tidaklah seorang muslim berwudlu dan membaguskan wudlunya kemudian membaca; ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLAALLHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WA RASUULUHU (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya), kecuali akan dibukakan untuknya delapan pintu surga, ia masuk dari pintu mana saja yang ia suka. (Hadits Ibnu Majah Nomor 463).

Wudhu merupakan amalan yang dianjurkan dikerjakan sebelum sholat atau membaca Alquran. Ini dimaksudkan agar seseorang terjamin kesuciannya dari hadats maupun najis sebelum menyentuh al qur’an.

Terdapat anjuran melafalkan basmallah saat akan berwudhu. Demikian pula, sangat dianjurkan membaca doa usai berwudhu dimana dua amalan ini, banyak dipahami, tidak boleh dikerjakan di tempat kotor seperti kamar mandi yang terdapat tempat buang hajat atau kloset.

Sementara, banyak ditemui keluarga yang tidak memiliki tempat khusus wudhu di rumahnya. Sehingga mereka berwudhu di kamar mandi yang ada klosetnya. Lantas, bagaimana hukumnya membaca doa usai wudhu di kamar mandi, yang jelas tidak boleh ada lafal suci diucapkan di sana?

Bagaimana Hukum Tidak Membaca Doa Setelah Wudhu

Persoalan ini menjadi pembahasan para ulama tempo dulu. Pendapat mereka dapat dijumpai dalam kitab Al Mawsu’atul Fiqhiyyah, yang merupakan eksiklopedia fikih.

Ibnu ‘Abidin mengatakan,

Andaikan seorang berwudhu di kamar kecil, apakah dianjurkan baginya membaca bismillah dan kesunahan lainnya dari membaca doa wudhu demi menjaga kesunahan atau meninggalkannya mengingat tempatnya?”

Menurut Ibnu ‘Abidin, pendapat yang jelas adalah meninggalkan kesunahan karena kebanyakan ulama lebih memprioritaskan larangan dari perintah. Hal ini sesuai dengan pendapat ulama dari Mazhab Hanbali yang mengatakan bismillah wajib dalam wudhu’, sementara tetap berdzikir di dalam hati tidak dimakruhkan. Dan menurut ulama madzhab Maliki dimakruhkan dzikir di kamar kecil.

Berdasarkan pendapat di atas, sangat dianjurkan untuk tidak membaca doa usai wudhu di kamar mandi dan memang di sunnahkan. Ini untuk menghormati kesucian dari lafal doa tersebut.

Sementara demi mengejar keutamaan sunah dalam wudhu, dianjurkan untuk membaca lafal doa setelah keluar dari kamar mandi agar terhindar dari hadas kecil dan hadas besar.

Demikian pembahasan tentang Bagaimana Hukum Tidak Membaca Doa Setelah Wudhu. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan menambah ilmu pengetahuan. Terimakasih.