√ Kisah Nabi Harun As Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Harun As Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Harun As Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat – Dalam kesempatan kali ini Pengetahuan Islam akan menceritakan tentang Kisah Nabi Harun. Dalam pembahasan kali ini menjelaskan perjuangan Nabi Harun As dengan Nabi Musa dalam berdakwah menyebarkan agama islam kepada kaum bani israil. Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel di bawah ini.

Kisah Nabi Harun As Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Nama Nabi Harun As disebutkan di dalam Al-quran sebanyak 20 kali. Beliau mempunyai nama lengkap Harun Bin Imran Bin Qahats Bin Azar Bin Lawi Bin Ya’qub Bin Ishak Bin Ibrahim. Nabi Harun As sendiri merupakan kakak Nabi Musa As. Selang Empat tahun kemudian, baru Nabi Musa hadi di tengah-tengah keluarganya.

Nabi Harun As adalah seorang utusan Allah untuk mendampingi dan membantu Nabi Musa dalam berdakwah menyebarkan agama Allah. Nabi Harun di angkat menjadi seorang Rosul guna ditugaskan untuk memberi peringatan dan mengajak kepada Fir’aun dan juga Bani Israil di Mesir menginjak jalan yang lurus, yakni ajaran Allah swt.

Nabi Harun As di anugrahi kelebihan yang sangat luar biasa, dalam beliau berbicara sangatlah pandai. Dan mempunyai pendirian yang sangat tegas dan berani. Sehingga, beliau di tugaskan untuk mendampingi Nabi Musa dalam berdakwah menegakkan ajaran Allah swt. Bahkan, kelebihannya dalam diakui oleh Nabi Musa dalam riwayatnya.

Beliau pun di tetapkan sebagai juru bicara Nabi Musa As. Tentu saja bukan tanpa ada alasan Nabi harun di nobatkan menjadi juru bicara Nabi Musa As. Pada suatu hari, saat Firaun menyuruh Nabi Musa untuk memilih api dan juga roti, pada saat itulah lidah Nabi Musa As menjadi kaku dan tidak dapat berbicara dengan fasih. Allah pun memberikan petunjuk kepada Nabi Musa untuk memilih api agar beliau selamat dari Fir’aun.

Dengan hadirnya Nabi Harun di samping Nabi Musa, bisa meringankan  beban dakwah yang dipikul oleh Nabi Musa. Bahkan, Nabi Harun As juga sering membantu dan menggantikan posisi Nabi Musa untuk memimpin para umat. Salah satunya adalah Fir’aun yang Nabi Harun yang di hadapinya, Firaun adalah sosok ayah angkat Nabi Musa As.

Kisah Nabi Harun dan Nabi Musa Menghadap Fir’aun

Pada suatu saat, ketika para Bani Israel miris karena di bawah belenggu dan  ke dzoliman Firaun. maka Nabi Musa dan Nabi Harun pun melakukan dakwah dan memberikan peringatan kepada raja Fir’aun. Nabi Harun As pun sangat senang dan bersyukur karena sebentar lagi Bani Israil akan segera bebas dari kekuasan firaun dan dikeluarkan dari Mesir. Nabi harun dan Nabi Musa pun berharap kepada Allah agar menyelamatkan dan memberikan kekuatan kepada mereka kaum bani israil.

Ketika Nabi Musa Dan Nabi Harun Aa sedang memberikan suatu peringatan dan arahan kepada Fir’aun. Fir’aun pun sangat marah kepada Nabi Musa, karena Nabi Musa yang dirawatnya sejak kecil justru menentang atas kekuasaan Fir’aun.

Bahkan, Fir’aun pun menegaskan bahwa Nabi Musa adalah orang gila yang mengaku menjadi rosul. Karena Fir’aun sama sekali tidak percaya akan di utusnya Nabi Musa menjadi Rosul. Kemudian, Fir’aun meminta suatu bukti kepadanya sehingga kerasulan Nabi Musa As bisa diakui, permintaanya pun di turuti oleh Nabi Musa.

Kemudian Nabi Musa langsung melemparkan tongkatnya, dan seketika itu tongkat tersebut berubah menjadi ular. Ketika Nabi Musa mengulurkan tangannya terhadap ular tersebut, ular itu pun menjadi sebuah tongkat kembali. Dan saat Nabi Musa As memasukkan tangan ke saku, maka keluarlah cahaya putih yang berkilau.

Menyaksikan hal tersebut, Fir’aun pun langsung menuduh Nabi Musa bahwa ia adalah seorang penyihir. Namun, Nabi Musa dan Nabi Harun As sama sekali tidak menyerah akan perjuanganya. Akhirnya, Nabi Musa di tandingkan dengan penyihir-penyihir lainnya. Namun, saat Nabi Musa As tampil, semua orang terheran-heran. Karena semua orang mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh Nabi Musa As bukanlah sihir.

Setelah menyaksikan sendiri, para penyihir pun ada yang mengakui bahwa mukjizat Nabi Musa As, mendengar hal tersebut, Fir’aun pun merasa geram dan dendam terhadap Nabi Musa.

Kisah Nabi Harun dan Samiri

Pada suatu hari,  setelah Nabi Musa dan Nabi Harun beserta rombongannya berhasil keluar dari mesir, Nabi Harun Dan Nabi Musa As melanjutkan perjalannya ke negri kan’an. di tengah-tengah perjalanan mereka harus melewati bukit yang diberi nama bukit Sinai. Di atas bukit tersebut lah, Nabi Musa menerima wahyu dari Allah yang berupa kitab taurat. Hal ini disebutkan di dalam Al-Qur’an QS Al-A’raf: 142.

Kitab Taurat tersebut beliau terima selama 40 hari. Di sinilah Nabi Musa meninggalkan kaumnya untuk sementara dan di gantikan kepemimpinanya oleh Nabi Harun As. Karena beliau merasa khawatir akan kembalinya kaum Bani Israil membuat suatu kerusakan jika di negeri tersebut tidak ada yang memimpin. Karena itulah, Nabi Musa memberi amanat kepada Nabi Harun As untuk menggantikan kepememimpinanya.

Namun, dalam pimpinan Nabi Harun As, ada permasalahan yang tidak dapat beliau atasi. Semua kaum Bani Israil kembali menyembah berhala dan  membuat sebuah patung sapi berbahan dasar emas yang mereka bawa. Hal ini bisa terjadi karena atas bujukan dan pengaruh Samiri.

Melihat hal tersebut, sebenarnya Nabi Harun As sudah berusah dengan sungguh-sungguh untuk mengingatkan mereka. Namun mereka semua menghiraukan peringatan tersebut, semua Kaum Bani Israil tetap menyembah patung sapi dari emas yang mereka buat sendiri.

Hingga tibalah waktunya Nabi Musa As kembali ke lokasi kaumnya di gunung Sinai. Nabi Musa pun marah besar saat melihat perilaku kaumnya yang kembali menyembah berhala. Selain marah kepada kaumnya, beliau juga marah kepada Nabi Harun karena dianggap tidak bisa menjaga amanah yang ia berikan selama ia pergi.

Karena merasa kecewa dan marah kepada Nabi Harun, Nabi musa pun memegangi kepala dan juga janggutnya seraya berkata:

“Hai Harun, apa yang sudah menghalangi saat engkau menyaksikan bahwa mereka telah sesat? (QS Taaha: 92)” Untuk mengikuti perjalananku ke gunung Sinai bersama dengan kaum yang beriman, apakah engkau memilih untuk melanggar perintahku dengan kesengajaan?”(QS Taaha: 93).

Mendengar hal tersebut, akhirnya Nabi Harun pun menjawab:

“Wahai engkau yang menjadi putra ibuku. Jangan kau ambil janggut dan juga rambutku. Aku merasa takut jika engkau nantinya akan mengatakan, engkau telah memecah kaum Bani Israil dan tidak lagi mengindahkan apa yang aku katakan’’ (QS Thaaha: 94).

Kemudian Nabi Harun pun menjelaskan apa yang telah terjadi selama di tinggalkan Nabi Musa. Bahwasanya ia sudah memberikan peringatan kepada kaum Bani Israil. Namun, mereka tetap membangkang dan menghiraukan bahkan hampir membunuh Nabi Harun As. Setelah itu, beliau juga menjelaskan bahwa yang memicu semua ini adalah pengaruh dari Samiri. Setelah di jelankan oleh Nabi Harun, salah faham antara Nabi Musa dan Nabi Harun pun berakhir.

Selanjutnya, Nabi Musa pun menghacurkan seluruh patung yang ada hingga tak tersisa satu pun.

Sesudah kejadian tersebut, Allah pun memberitahu kepada Nabi Musa bahwa Nabi Harun sudah bersungguh-sungguh berusaha untuk menghentikan mereka. Namun yang ia lakukan tak menuaikan hasil. Akhirnya, Nabi Musa pun merasa tenang karena saudaranya tidak melakukan perbuatan syirik terhadap Allah.

Dan pada akhirnya, Nabi Musa pun sadar bahwa Nabi Harun telah menjalankan tugasnya dengan sebaik-baik mungkin. Sehingga, Nabi Musa pun memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan yang beliau dan saudaranya telah lakuka. Sedangkan Samiri yang telah mengajak umatnya menyimpang akhirnya di asingkan dan tidak diperbolehkan lagi bergaul dengan kaumnya.

Karena ulahnya, Samiri pun terkena suatu azab, yang mana apabila dirinya disentuh ataupun menyentuh manusia, maka tubuhnya akan terasa panas. Itulah yang akan menjadi siksaan yang akan ia alami baik di dunia maupun di akhirat nanti. Sesaat sesudah itu, Nabi Musa pun memberikan perintah kepada kaumnya untuk bertaubat kepada Allah dengan bersungguh-sungguh.

Kisah Nabi Harun As Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat

Kisah Nabi Harun dan Pemberontakan Korah

Nabi Harun dan Nabi Musa As memiliki seorang sepupu yang bernama Korah Bin Yizhar Bin Kehat Bin Lewi. Korah mengajak anak-anak Eliab, On Bin Pelet, Abiram dan Datan serta orang-orang kaum bani israil untuk memberontak Nabi Musa dan Nabi Harun As. Mirisnya, pemberontakan tersebut melibatkan pemimpin-pemimpin besar beserta kaumnya.

Sebenarnya, semua hal yang telah dilakukan oleh Korah, lantaran dirinya iri dengan kedudukan Nabi Harun dan Nabi Musa As.

Kemudian berkumpulah orang-orang yang memberontak Nabi Harun Dan Nabi Musa As, termasuk Korah salah satunya. Atas perintah dari Allah, Dimana Nabi Musa menyerahkan semua keputusan kepadaNya. Akhirnya, bumi pun terbelah, tepat di bawah kelompok Korah, dan menelan orang-orang tersebut. Tidak hanya itu saja, rumah mereka pun juga ikut tertelan oleh bumi.

Bumi telah menutup kehidupan mereka, semua itu karena berbuatan dari mereka sendiri yang semena-mena dan berbuat kedzaliman terhadap Nabiyullah. Setelah di lahap olrh bumi, kemudian keluarlah api besar yang langsung dikirimkan oleh Allah pada kala itu, Api tersebut membskar semua orang yang ada, termasuk 250 orang Israel yang turut memberontak kepada Nabi Musa dan Nabi Harun As, Na’udubillah.

Keesokan harinya, semua kaum bani israil merasa heran dan kagum dengan Nabi Musa dan Nabi Harun. Sesaat setelah itu, turunlah wahyu dari Allah untuk Nabi Musa dan Nabi Harun untuk menuju ke tengah-tengah umat. Dan pada akhirnya mereka membuat suatu perdamaian kepada semua ummat.

Kisah Wafatnya Nabi Harun

Nabi Harun dan Nabi Musa As tidak diperkenankan untuk masuk ke kawasan tanah Kan’an. karena kesalahan yang pernah beliau lakukan  di kawasan mata air Meriba yang tempatnya berada di kota kadesh. Beliau keluar dari kawasan Kadesh untuk menuju ke suatu daerah. Hingga, tibalah mereka di salah satu gunung yang dikenal dengan nama gunung Hor di kawasan perbatasan Edom.

Pada saat itu, Nabi Harun dan Nabi Musa mendaki gunung tersebut bersama salah seorang putranya yang bernama Eleazar. Hal ini mereka beliau laksanakan karena atas perintah Allah. Setelah sampai, Nabi Musa pun melepaskan pakaian Nabi Harun, Kemudian memakaikannya kepada putra Nabi Harun yaitu Eleazar.

Setelah Nabi Musa memakaikan baju Nabi Harun kepada putranya, Nabi Harun pun di jemput oleh Malaikat maut di puncak gunung Hor tersebut. Kemudian, Berita tentang meninggalnya Nabi Harun pun terdengar olah semua umat. Bangsa Israel pun menangisinya karena merasa kehilangan sosok panutan, bahkan hingga mencapai 30 hari sesudah kematiannya.

Nabi Harun As meninggal dunia tepat setelah 40 tahun bangsa Israel keluar dari kawasan Mesir. Dan berdasarkan kepercayaan Islam, makam Nabi Harun As terletak di kawasan gunung Harun. Tempat ini tergolong sangat dekat dengan Petra yang terletak di Yordania.

Demikianlah Kisah Nabi Harun As Lengkap Dari Lahir Sampai Wafat semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

√ Kisah Nabi Ayub As Ketika Di Usir Oleh Para Kaumnya

Kisah Nabi Ayub As Ketika Di Usir Oleh Para Kaumnya

Kisah Nabi Ayub As Ketika Di Usir Oleh Para Kaumnya – Pada pembahasan kali ini Pengetahuan Islam akan menceritakan tentang kisah Nabi Ayub As. Dalam hal ini menjelaskan Kesabaran Nabi Ayub As dalam menghadapi perilaku kaumnya terhadap beliau. Terlebih dengan godaan iblis yang ingin menyesatkan Nabi Ayub As. Untuk lebih detail dan jelasnya yuk simak artikel di bawah ini.

Kisah Nabi Ayub As Ketika Di Usir Oleh Para Kaumnya

Nabi Ayub As adalah merupakan utusan Allah yang termasuk urutan ke 12 dari Nabi Adam As. Beliau juga masih memiliki jalur keturunan dari Nabi Ibrahim As. Beliau juga dikaruniai harta yang melimpah ruah oleh Allah swt. Di tambah lagi dengan adanya istri-istri dan putra putri yang sholih dan sholihah.

Waktu pun terus berjalan, Namun kisah Nabi Ayub As berubah secara drastis, kisah duka pun sering beliau rasakan karena beliau di tinggalkan oleh orang-orang yang beliau cintai. Peristiwa yang di alami oleh Nabi Ayub As ini, bermula dari sosok iblis yang iri dengan keberadaan Nabi Ayub As yang selalu di sanjung dan di puji oleh para malaikat dan mahluk lainya.

Semua itu karena ketaatan dan kesabaran beliau dalam menghadapi cobaan. Kemudian iblis pun meminta izin kepada Allah untuk menguji kesabaran dan keimanan Nabi Ayub As dengan berbagai cobaan yang terus menerus.

Nabi Ayub AS dalam menjalaninya semua kehidupan dengan penuh kesabaran, karena Allah selalu melindungi dan menuntun Nabi Ayub As. Sampai suatu saat, ketika beliau mendapatkan cobaan yang begitu berat berupa penyakit kulit yang sulit untuk disembuhkan. Keadaan itulah yang  membuat Nabi Ayub AS ditinggalkan oleh keluarga dan orang-orang sekitar.

Sekilas Tentang Kisah Nabi Ayub As

Nabi Ayub As merupakan putra dari Aish bin Ishak bin Ibrahim. Pada masa Beliau, kaum amoria dan bani israil lah yang menjadi tujuan utama Nabi Ayub As untuk mensyiarkan agama allah.

Beliau Nabi Ayub As adalah sosok utusan Allah yang begitu sabar, taat beribadah, dan suka berbuat kebaikan kepada sesama. Bahkan, beliau juga disebut-sebut sebagai utusan yang paling sabar dalam menghadapi bermacam cobaan.

Walaupun Nabi Ayub As dianugerahi kehidupan yang serba mampu dan ada,  seperti rumah besar dan megah, ribuan hewan ternak, dan lahan pertanian yang luas,

Meski demikian, Nabi Ayub As tetap memiliki akhlak yang mulia, dan selalu taat atas perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Itulah yang membuat para malaikat kagum dan selalu memuji  Nabi Ayub As.

Ulah Tengik Iblis Terhadap Nabi Ayub As

Kisah ini bermula dari iblis yang iri terhadap Nabi Ayub yang selalu di sanjung dan puji oleh para malaika karena sifat beliau. Iblis pun berniat untuk menjerumuskan Nabi Ayub As agar menjadi utusan Allah yang durhaka kepada Allah Swt. Namun, semua upaya iblis untuk menggoda Nabi Ayub selalu gagal, karena keimanan dan ketakwaan Nabi Ayub kepada Allah, sehingga Nabi Ayub di jaga oleh Allah.

Akan tetapi, Iblis tak pernah menyerah untuk menjerumuskan Nabi Ayub As. Iblis Pun menghadap kepada Allah agar bisa menggoda keimanan Nabi Ayub As. Iblis berkata, “Wahai Allah, sesungguhnya Nabi Ayub As menyembah-Mu, hanyalah karena dia takut akan kehilangan nikmat yang telah Engkau berikan kepadanya.”

Iblis pun mengadu dengan berkata bahwa Nabi Ayub As tidak Ikhlas dan cinta saat menyembah Allah. Kalau Seandainya Nabi Ayub As kehilangan semua harta yang di miliki, termasuk orang-orang yang ia cintai, pasti beliau akan ingkar dan berpaling darimu.

Kemudian Allah swt berfirman, “Wahai iblis, sesungguhnya Ayub adalah hamba-Ku yang sangat taat kepada ku, dia seorang mukmin sejati. Setiap apa yang ia lakukan semata-mata hanya untuk mendekatkan diri kepada-Ku. Iman dan ketakwaannya tidak akan goyah dengan cobaan duniawi. Karena dia yakin bahwa semua yang dimilikinya adalah pemberian-Ku yang sewaktu-waktu dapat ku ambil kembali dan bisa juga menjadi berlipat ganda. Karena Nabi Ayub bersih dari segala tuduhan yang kamu adukan, karena engkau tidak akan rela sampai hari kiamat tiba, melihat hamba-hamba-Ku, dan anak cucu Adam berada di jalan yang lurus.”

Akan tetapi iblis pun terus memohon kepada Allah swt, untuk di izinkan menggoda keimanan Nabi Ayub As. dan pada akhirnya Allah Swt, memberikan izin terhadap iblis untuk menguji kesabaran dan keimanan Nabi Ayub As. Kemudian iblis pun gembira dan langsung menyusun strategi demi keberhasilan menggoda keimanan Nabi Ayub As.

Kisah Nabi Ayub As Ketika Di Usir Oleh Para Kaumnya

Kisah Nabi Ayub As Menghadapi Bermacam Godaan dari Iblis

Setelah Iblis di perbolehkan menggoda keimanan Nabi Ayub oleh Allah Swt. iblis pun mulai menerapkan strateginya  yang pertama kepada Nabi Ayub As, dengan lantaran para pekerja Nabi Ayub As yang tiba-tiba membunuh semua hewan ternaknya. Belum marasa puas, Iblis pun membakar semua lahan pertanian milik Nabi Ayub As dan semua lumbung gandum yang ada, tanpa tersisa.

Setelah hewan peliharaan dan lahan pertanian Nabi Ayub habis, Iblis pun merasa puas, karena iblis mengira Nabi Ayub As akan terpukul dan dan menyesali akan ketentuan Allah yang di berikan kepadanya. Namun perkiraan Iblis jauh dari kenyataanya, Nabi Ayub pun tak merasa kecewa dan terpukul, beliau malah berbaik sangka terhadap Allah yang telah memberikannya kenikmatan, iblis pun marah besar ketika mengetahui Nabi Ayub As tetap taat dan khusnudzon kepada Allah. Nabi Ayub menyerahkan segala urusannya kepada Allah sang pencipta, karena semua yang dimiliki oleh Nabi Ayub hanyalah titipan semata, dan sewaktu-waktu Allah bisa mengambilnya kembali.

Karena Dengan cara menghabiskan harta benda Nabi Ayub tidak membuat hati beliau goyah, Iblis pun mencoba kembali untuk menguji keimanan Nabi Ayub As dengan cara yang berbeda, yaitu dengan mengerakkan rumah mewah Nabi Ayub As yang di tempati oleh istri dan  anak-anak beliau. Hingga pada akhirnya rumah beliau pun rata dengan tanah, sehingga, mengakibatkan seluruh keluarga Nabi Ayub As wafat.

Karena Nabi Ayub As sangat mencintai dan menyayangi keluarganya, membuat iblis nekat melakukan perbuatan ini. sehingga iblis akan berfikir tentang Nabi Ayub akan marah terhadap Allah dan berburuk sangka terhadap Allah. Namun sayang seribu sayang , dugaan iblis tersebut tak jauh berbeda dengan yang pertama, yaitu gagal. Memang, pada saat itu Nabi Ayub As bersedih dan menangisi kepergian keluarganya, akan tetapi semua itu tak sampai membuat hati beliau ingkar dan berhenti bersyukur kepada Allah swt.

Nabi Ayub As tetap khusnudzon kepada Allah SWT, walupun musibah tersebut menyangkut anak-anak dan istri beliau. Karena beliau mempunyai keyakinan, bahwa musibah yang telah menimpa dirinya adalah bagian dari ketentuan Allah. Jika Allah swt telah menghendakinya, apalah daya kita sebagai hambanya. dan masih banyak lagi yang belum kami tuturkan. Iblis pun akhirnya menyerah untuk menggoda Nabi Ayub As.

Demikianlah Kisah Nabi Ayub As Ketika Di Usir Oleh Para Kaumnya semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita.

√ Cerita Nabi Dzulkifli – Seorang Raja Sabar Pemimpin Rakyat

Cerita Nabi Dzulkifli Seorang Raja Sabar Pemimpin Rakyat

Cerita Nabi Dzulkifli – Seorang Raja Sabar Pemimpin Rakyat – Pada kesempatan ini Pengetahuan Islam akan membahas mengenai Nabi Dzulkifli. Yang mana beliau adalah seorang nabi yang memiliki kesabaran tinggi dan diberi amanah untuk menjadi raja. Untuk lebih lengkapnya simaklah Artikel berikut ini.

Cerita Nabi Dzulkifli – Seorang Raja Sabar Pemimpin Rakyat

Nama asli dari Nabi Dzulkifli as yaitu Basyar, beliau merupakan putra dari Nabi Ayyub as. Nabi Dzulkifli adalah gelar yang diberikan kepadanya. Sedangkan nama asalnya yaitu Basyar bin Ayyub. Gelar ini diberikan kepadanya karena beliau sanggup menjalankan amanat raja.

Beliau seorang yang sabar, sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur’an:

وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ ۖ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا ۖ إِنَّهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya :

“Ismail, Idris, dan Dzulkifli adalah orang yang sabar, dan Kami beri rahmat semua, karena mereka orang yang suka berbuat kebaikan” (QS al Anbiya ayat 85-86).

Ia telah melalui berbagai macam cobaan dan mampu melaluinya tanpa kehilangan aqidah dan imannya kepada Allah SWT.  Tidak berbeda dengan ayahnya, Nabi Dzulkifli juga memiliki sifat yang sabar.

Nabi Dzulkifli yang sabar

Dinamakan Dzulkifli (yang siap menanggung). Karena kesiapannya berpuasa di siang hari dan melakukan qiyamullail di malamnya. Serta siap memutuskan perkara di tengah-tengah manusia serta tidak marah, maka Beliau mampu melaksanakan semua itu. Ada yang berpendapat, bahwa ia bukanlah seorang nabi, tetapi sebagai laki-laki yang salih, raja dan hakim yang adil. Wallahu aâ€lam.

Sabar ada tiga macam:

  1. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah
  2. Sabar dalam menjauhi larangan Allah
  3. Sabar terhadap taqdir Allah yang terasa pedih.

Seorang hamba tidak berhak mendapat gelar sabar secara sempurna sampai terpenuhi ketiga macam sabar ini. Para nabi, Allah sebut sebagai orang-orang yang sabar karena mereka telah memenuhi ketiganya. Selain itu, Allah mensifati mereka dengan kesalihan. Karena kesalehan hati mereka yang dipenuhi maâ€rifatullah dan kecintaan kepada-Nya.

Kesalihan lisan mereka dengan basah menyebut nama-Nya dan kesalihan anggota badannya karena sibuk mengerjakan ketaatan kepada Allah dan menjaga dirinya dari maksiat. Karena kesabaran dan kesalehan inilah, Allah masukkan dengan rahmat-Nya dan menjadikan mereka bersama saudara mereka dari para rasul serta memberikan pahala di dunia dan akhirat.

Kalau sekiranya, pahala mereka adalah dengan disebut tinggi namanya di alam semesta serta disebut baik sekali oleh orang-orang setelahnya, maka hal itu pun sudah cukup sebagai kemuliaan dan ketinggiannya.

Nabi Dzulkifli yang Menjadi Raja

Dikisahkan bahwa suatu hari, di suatu negeri ada seorang raja yang usianya sudah tua dan tidak mampu lagi untuk memerintah kerajaan yang mana raja sendiri tidak memiliki putra. Raja itu pun berkata di hadapan rakyatnya:

“Siapakah di antara kalian yang sanggup berpuasa pada siang hari, beribadah di malam hari dan tidak marah-marah. Maka kepadanya akan kuserahkan kerajaan ini, Karena aku sudah tua”

Kemudian sang raja pun berkata lagi:

“Siapakah yang sanggup berpuasa pada siang hari, beribadah di malam hari, dan tidak marah-marah?

Lalu berdirilah seorang pemuda bernama basyar yaitu putra nabi Ayyub, ia menjawab :

“Saya sanggup…”

Ternyata hanya basyar yang berani untuk menjawab, selain dari basyar tidak ada, karena mereka tidak sanggup menjalani puasa di siang hari dan ibadah di malam hari.  Maka Basyar diberi gelar Dzulkifli artinya orang yang sanggup.

Cerita Nabi Dzulkifli Seorang Raja Sabar Pemimpin Rakyat

Ujian Amanah Nabi Dzulkifli

Setelah basyar diangkat menjadi raja, beliua mengatur waktunya sedemikian rupa tertibnya. Beliau membagi waktu untuk mengurus kerajaan serta untuk melayani umat dan sebagian waktunya untuk istirahat tidur. Sedangkan di siang hari beliau berpuasa dan pada malam hari sebagian untuk beribadah kepada Allah SWT,

Pada suatu ketika, saat nabi Dzulkifli ingin tidur, datanglah syaitan yang menyamar menyerupai manusia untuk menggodanya tentang masalah apa yang dihadapinya.

Karena beliau hendak tidur, diserahkan tamu tersebut kepada wakilnya untuk menerima dan menyelesaikan masalahnya. Namun syaitan yang menyamar menjadi tamu tidak menyukai wakilnya yang menyelesaikan masalahnya. Kemudian mendesak agar raja sendirilah yang menerimanya dan menyelesaikan permasalahannya.

Karena tamunya tidak mau pergi dan masalahnya ingin diselesaikan segera mungkin. Maka waktu bagi raja untuk tidur tidak ada lagi. Walaupun begitu raja yang memiliki gelar Duzlkifli tetap sabar. Beliau tidak marah terhadap godaan syaitan yang menyamar menjadi tamu tadi.

Cerita nabi dzulkifli yang sabar masih berlanjut, pada suatu hari terjadi peperangan di negeri yang dipimpin oleh Nabi Dzulkifli, Lalu raja dzulkifli memerintahkan para tentara dan seluruh rakyatnya untuk menuju ke medan pertempuran yang sedang terjadi. Namun rakyatnya tak bernyali untuk berperang, mereka takut gugur di medan perang.

“Kenapa kalian takut perang?”

“Kami berani berperang, Paduka. Tapi, paduka harus menjamin kami untuk tidak mati saat medan perang”

Mendengar jawaban naif dari rakyatnya, Nabi Dzulkifli tidak marah, beliau hanya tersenyum. Beberapa saat kemudian nabi Dzulkifli berdoa kepada Allah SWT :

”Ya Allah saya telah menyampaikan risalah Tuhan kepada mereka, menyuruh mereka berperang. Namun mereka enggan dan membangkang akan perintah kami, mereka mempunyai permintaan”.

Kemudian turunlah wahyu kepada Nabi Dulzkifli as :

”Ya Duzlkifli aku telah mengetahui akan permintaan mereka dan aku akan mendengar doamu dan semua akan aku kabulkan”

Berkat perlindungan Allah SWT, seluruh rakyat yang membantu para prajurit Duzlkifli yang berperang selamat dari kematian. Sehingga kemenangan atas perang tersebut ada di pihak Nabi Duzlkifli. Beliau meninggal dunia dalam usia 75 tahun.

Demikianlah tentang Cerita Nabi Dzulkifli – Seorang Raja Sabar Pemimpin Rakyat. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terimakasih.