√ Do’a-Do’a Ketika Berhubungan Suami Istri dan Ketentuannya

Do'a-Do'a Ketika Berhubungan Suami Istri dan Ketentuannya

Do’a-Do’a Ketika Berhubungan Suami Istri dan Ketentuannya – Pada pembahasan kali ini Pengetahuan Islam akan menjelaskan tentang Do’a-Do’a saat berhubungan Suami Istri beserta ketentuan-ketentuan yang ada. Yang mana dengan kita berdo’a bisa menjadi dorongan untuk putra putri kita menjadi putra putri yang sholeh dan sholehah. Untuk lebih detailnya mari kita simak artikel di bawah ini.

Do’a-Do’a Ketika Berhubungan Suami Istri dan Ketentuannya

Dalam Ajaran Syari’at Islam saat kita sudah menikah dan ingin melakukan senggama, di anjurkan bagi kita semua ummat muslim untuk menjalankan hal-hal yang sudah di anjurkan oleh Rosululloh saw. Karena beliaulah panutan dan petunjuk bagi kita semua sebagai ummat muslim.

Adab Saat Bersenggama

Ketika kita hendak berhubungan intim dengan suami istri tentunya ada ketentuan-ketentuan yang harus kita terapkan pada saat itu. Salah satunya adalah adab saat bersenggama, walaupun dia sudah halal bagi kita, namun kita masih punya panutan dalam melaksanakan suatu ibadah. Jadi tidak langsung gas aja. Supaya kita dalam menaruh bibit memang benar-benar bibit yang berkualitas. Sebagaiman sudah di terangkan dalam sebuah Kitab yang bernama “Uqudullijain” sebagai berikut:

وَيَحْرُمُ وَطْءُ زَوْجَتِهِ بِحَضْرَةِ أَجْنَبِيٍّ أَوْ أَجْنَبِيَّةٍ. وَيُسْتَحَبُّ لِلْمُجَامِعِ أَنْ يَبْدَأَ بِاِسْمِ اللهِ تَعَالَى، وَيَقْرَأُ: “قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ” أَوَلًا، وَيُكَبِّرُ وَلَا يُهَلِّلُ، وَيَقُوْلُ: بِاِسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلِ النُّطْفَةَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً، إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِيْ

Artinnya: “Haram bagi kita melakukan senggama dengan suami atau istri kita, dengan menghadirkan laki-laki lain atau perempuan lain saat bersenggama. Maka dari itu disunnahkan bagi orang yang akan melakukan hubungan intim suami isteri ia mengawalinya dengan membaca BASMALAH, kemudian membaca surat Al-Ikhlash dan membaca TAKBIR bukan membaca Tahlil, Dan membaca do’a seperti di bawah ini:

بِاِسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلِ النُّطْفَةَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً، إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِيْ

(Bismillahil ‘aliyyil ‘adziimi, Allahumma ij’alin nuthfata dzurriyatan thoyyibatan, in kunta qoddarta an takhruja dzalika min shulbiy).

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah air mani ini menjadi keturunan yang baik bila Kau takdir kan ia keluar dari tulang punggungku”.

Fadilah Membaca Doa saat bersenggama

Kenapa kita dianjurkan berdo’a ketika akan bersenggama. Karena Rosululloh saw, mengajarkan kita akhlak yang mulia di dalam islam. Sampai-sampai Rosululloh mengajarkan kita adab saat bersenggama. sebagaimana Rasulullah SAW telah mengajarkan tentang prihal tersebut sebagai berikut:

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: {لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَىْ أَهْلَهُ قَالَ: اللّهُمَّ جَنِّبْنِيْ الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا. فَإِنْ كَانَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ، لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ}. وَإِذّا قَرَّبْتَ مِنَ الْإِنْزَالِ فَقُلْ فِيْ نَفْسِكَ، وَتَحَرَّكَ شَفَتَيْكَ: {الحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَراً فَجَعَلَهُ نَسَباً وَصِهْراً وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيراً}، وَيَنْحَرِفُ عَنِ الْقِبْلَةِ، وَلَا يَسْتَقْبِلُهَا بِالْوَقَاعِ إِكْرَامًا لِلْقِبْلَةِ، وَلْيُغَطِّ نَفْسَهُ وَأَهْلَهُ بِثَوْبٍ

Artinya: “Rosulullah saw bersabda : Ketika salah satu diantara kalian ingin menjima’ isterinya maka berdo’alah. (Allahumma jannibnisy syaithona wa jannibisy syaithona ‘ala ma rozaqtanaa) ketika di antara kalian di takdirkan mempunyai anak, maka syetan tidak akan bisa membahayakannya. Dan apabila telah mendekati orgasme maka bacalah do’a dalam hati dan cukup hanya dengan menggerakkan kedua bibir kalian.

الحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَراً فَجَعَلَهُ نَسَباً وَصِهْراً وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيراً

Alhamdulillahil ladzi kholaqo minal ma`i basyaron,paja’alahu nasaban wa shihron wakana robbuka qodiiron”.

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku.

Dan janganlah kalian menghadap qiblah ataupun sebaliknya, karena memuliakan qiblah, dan tutuplah badan kalian dengan selimut.

Adab Bersenggama Dalam Ihya ‘Ulumuddin

Di terangkan oleh Imam al-Ghazali dalam kitabnya “Ihya ‘Ulumiddin” dalam Kitab Al-adabun Nikah yang kesepuluh sebagai berikut:

العاشر في آداب الجماع: وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَبْدَأَ بِاسْمِ اللهِ تَعَالَى وَيَقْرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ أَوَّلاً وَيُكَبِّرَ وَيُهَلِّلَ وَيَقُولَ بِسْمِ اللهِ العَلِيِّ العَظِيمِ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا ذُرِّيَةً طَيِّبَةً إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تُخْرِجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِي وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَإِنْ كَانَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ وَإِذَا قَرُبَتْ مِنَ الإِنْزَالِ فَقُلْ فِي نَفْسِكَ وَلَا تُحَرِّكْ شَفَتَيْكَ: اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا، وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا، وَكَانَ بَعْضُ أَصْحَابِ الحَدِيثِ يُكَبِّرُ حَتَّى يَسْمَعَ أَهْلُ الدَّارِ صَوْتَهُ ثُمَّ يَنْحَرِفُ عَنِ القَبْلَةِ وَلَا يَسْتَقْبِلُ القِبْلَةَ بِالوَقَاعِ إِكْرَاماً لِلْقِبْلَةِ وَلْيُغَطِّ نَفْسَهُ وَأَهْلَهُ بِثَوْبٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُغَطِّي رَأْسَهُ وَيَغُضُّ صَوْتَهُ وَيَقُولُ لِلْمذَرْأَةِ عَلَيِكِ بِالسَّكِينَةِ وَفِي الخَبَرِ إِذَا جَامَعَ أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ فَلَا يَتَجَرَّدَانِ تَجَرُّدَ العَيْرَيْنِ أَيْ اَلْحِمَارَيْنِ وَلْيُقَدِّم التَّلَطُّفَ بِالكَلَامِ وَالتَّقْبِيلِ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَقَعَنَّ أَحَدُكُمْ عَلَى امْرَأَتِهِ كَمَا تَقَعُ البَهِيمَةُ وَلْيَكُنْ بَيْنَهُمَا رَسُولٌ قِيلَ وَمَا الرَّسُولُ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ القُبْلَةُ وَالكَلَامُ…. ثُمَّ إِذَا قَضَى وَطَرَهُ فَلْيَتَمَهَّلْ عَلَى أَهْلِهِ حَتَّى تَقْضِيَ هِيَ أَيْضاً نَهْمَتَهَا (ابو حامد الغزالي، إحياء علوم الدين، مصر-مصطفى البابي الحلبي، 1385 هـ/1936، ج، 2، ص. 51

Artinya: Yang Kesepuluh dalam Adam bersenggama: “Di sunnahkan bagi kalian ketika akan memulai jima’ dengan membaca bismillah. Selanjutnya diawali dengan membaca Qul huwallahu ahad, membaca takbir dan bertahlil, lalu membaca doa: Bismillah al-‘aliy al-‘azhîm allahumma ij’alha dzurriyatan thayyibah in kunta qaddarta an tukhrija dzalika min shulbi. Rasulullah saw bersabda, jika salah satu di antara kalian mendatangi isterimu maka berdoalah, allahumma jannibnisy-syaithân wa jannibisy-syaithân ma razaqtana, karena apabila (hubungan badan) di antara keduanya menghasilkan anak maka syaitan tidak akan menggangunya. Dan apabila si istri menjelang orgasme, maka bacalah dalam hatimu dan jangan gerakkan kedua bibirmu: Alhamdulillahil ladzi khalaqa minal-mâ`i basyaran fa ja’alahu nasaban wa shahran wa kâna rabbuka qadîran. Dan sebagian ashab al-hadîts bertakbir sampai seiisi rumah mendengarnya. Kemudian berpaling dari kiblat dan tidak menghadap kiblat ketika jimak karena memuliakan kiblat. Dan hendaknya (suami) menutupi dirinya dan istrinya dengan kain (tsaub). Rasulullah saw menutupi kepalanya dan memelankan suaranya sembari berkata kepada istrinya, tenanglah. Bila salah satu dari kalian berhubungan badan dengan istrinya maka jangan keduanya bertelanjang bulat seperti halnya dua keledai. Dan (sebelum berhubungan badan) hendaknya didahului dengan cumbu-rayu dan ciuman. Rasulullah saw bersabda: Janganlah salah satu di antara kalian menyetubuhi sebagaimana persetubuhan hewan, dan hendaknya di antara keduanya ada perantara. Lantas ditanyakan (kepada beliau), apa itu perantara wahai Rasulullah saw, beliau-pun menjawab, ciuman dan cumbu rayu. Kemudian ketika suami mengalami orgasme maka hantarkan sang istri secara perlahan-lahan sampai ia juga mengalami orgasme. (Abu Hamid al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, Mesir-Mushthafa al-Babi al-Halabi, 1358 H/1939 M, juz, 2, h. 51, 52)    atau bisa dibaca Pada Ihya Terjemah Jilid 3 halaman: 161-162

Do'a-Do'a Ketika Berhubungan Suami Istri dan Ketentuannya

Tata Cara Sebelum Bersenggama

  • Sebelum bersenggama, hendaknya bagi seorang Istri berhias sesuai selera suami
  • Memakai wewangian yang di sukai suami
  • Mengucapkan Salam terlebih dahulu kepada istri :

السَّلَامُ  عَلَيْكُمْ يَا بَابَ الرَّحْمَةِ

  • Menjawab Salamnya dari Suami:

عَلَيْكَ وَعَلَيَّ السَّلَامُ

  • Di anjurkan untuk Bermesraan terlebih dahulu
  • Bercumbu terlebih dahulu antara keduanya
  • Janganlah Menghadap dan membelakangi kiblat
  • Masing-masing membaca Do’a
  • Berdo’alah Ketika sudah Mendekati Orgasme

Bacalah do’a tersebut di dalam hati dan hanya sekedar menggerakkan ke dua bibir saja tanpa bersuara

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا، وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air ini menjadi manusia, maka jadikanlah nasab yang baik dan bersih jika kau menakdirkannya”.

Demikianlah Do’a-Do’a Ketika Berhubungan Suami Istri dan Ketentuannya semoga dapat bermanfaat dan menjadi wawasan bagi kita.